Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 19 May 2016

Christie Jason Rebut Etape Pertama Larantuka-Maumere

foto Alfons Hilari
Pembalap Selandia Baru Chrostie Jason bernomor punggung 33 dari tim Kenya Riders Downunder keluar sebagai juara etape pertama lomba balap sepeda internasional Tour de Flores yang berakhir di halaman Kantor Bupati Sikka, Kamis (19/5) siang. Jason menyelesaikan lomba berjarak 138,8 Km itu selama 3 jam 28 menit. Ia mengoleksi 15 poin.

Sementara posisi kedua ditempati Zulbelger Wesley dari Tim Kinan Cycling Team dengan catatan waktu yang sama. Tapi ia harus puas di posisi kedua dengan koleksi 12 poin.Sedangkan posisi ketiga diraih MA Guandong dari Wisdom Hengxian Cycling Team juga dengan catatan waktu yang sama tapi dia hanya mengoleksi 9 poin.'

Pembalap Indonesia dari Timnas Indonesia Manulang Robin berada di tempat keempat juga dengan catatan waktu yang sama. Ia disusul pembalap Korea Selatan Jang Sunjae dari LX-aps Cycling Team dengan enam poin, Dua pembalap Indonesia lainnya masing-masing Warseno dari SAB dan Herwin dari BRCC menempati urutan keenam dan ketujuh masing-masing empat dan tiga poin.

Mnulang Robin sekaligus dinobatkan sebagai Stage Best Indonesian Rider diikuti Warseno dan Jaya Herwin. Sementara dikelompok ASEAN, MA Guandong terpilih sebagai pembalap tercepat dan berhak meraih Blue Jersey diikuti Jaya Herwin dan Manulang Robin dari Indonesia.

Secara keseluruhan pembalap terbaik Indonesia *Jersey Red and White) diraih Jaya Herwin diikuti Manulang Robin dan Warseno. Untuk kategori tim, Kenya Riders Downunder menjadi yang terbaik diikuti SAKB dan BRCC dari Indonesia.

Di posisi klasemen semntara, Cristi Jason berada di puncak Klasemen sementara dengan 20 poin. Diikuti MA Guandong dengan 19 poin. Posisi ketiga menjadi milik Zulbelger Wesley dengan 12 poin.

Etape kedua dari Maumere ke Ende dengan jarak 141,3 Km akan dilakukan besok, Jumat (20/5).


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 1 April 2016

Lomba Mancing 2 April, Explore Teluk Maumere


Teluk Maumere yang terkenal dengan kekayaan berbagai jenis biota laut serta keindahan dunia bawah airnya kali ini akan memenuhi dahaga pecinta mancing. Bukan hanya dapat ikan, pemancing pun mendapatkan hadiah. Perlombaan Mancing ini diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka pada tanggal 2 April 2016. Kegiatan ini merupakan iven pemerintah dalam rangka menyambut dua iven besar yang sudah didepan mata. Kedua iven tersebut adalah Tour de Flores dan Festival Teluk Maumere.

Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sikka, Drs. Kensius Didimus, Lomba Mancing Teluk Maumere merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengexplore potensi kekayaan wisata laut Teluk Maumere. Para pemancing juga akan dinilai oleh tim juri dari Mancing Mania Trans7.
Beliau mengatakan, wilayah explore lomba mancing akan dimulai dari arah timur hingga Geliting dan arah barat dengan batas Kajuwulu. Ia mengatakan, perlombaan ini akan mempertandingkan lima kategori mancing dengan hadiah total Rp 30 juta. Perlombaan mancing akan dimulai 06.00 wita hingga 18.00 wita.

Kelima Kategori tersebut yakni:
A. Kelas Ikan Terberat: 
Juara Pertama Hadiah Rp 2.5 juta plus 1 minagik dan Piala Bergilir Bupati Sikka Juara Kedua: Rp 2 juta
Juara 3: Rp 1.5 Juta
Juara Empat Rp 1 Juta
Juara Lima Rp 750. ribu
Juara Enam: Rp 500 ribu

B. Kelas Ikan Terberat Khusus Ikan Batu 
Juara Pertama Hadiah Rp 2.5 juta plus 1 minagik
Juara Kedua: Rp 2 juta
Juara 3: Rp 1.5 Juta

C. Kelas Ikan Terbanyak 
(Tuna, Tenggiri, Lamadang) Juara Pertama Hadiah Rp 2.5 juta plus 1 minagik Juara Kedua: Rp 2 juta Juara 3: Rp 1.5 Juta

D.Kelas Bill Fish (Blue/Black Marlin, Layaran/Sailfish) 
Juara TUNGGAL Hadiah Rp 2.5 juta plus 1 minagik

E. Kelas Hiburan (cumi-cumi)-Khusus Peserta Darat 
Juara Pertama Rp 1 Juta
Juara Kedua Rp 750 ribu
Juara ketiga Rp 500 ribu
Juara 4-6 satu buah managik

Juri: Mancing Mania Trans7 Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Sikka
Golden Fish Maumere

Biaya Pendaftaram sebedar Rp 50 Ribu dan penutupan pendaftaran Jumat 1 April 2016. Tempat Pendaftaran Dina Kebudayaan dan Pariwisata Sikka serta Golden Fish Resto Maumere.
Selengkapnya...

Promosi Wisata Akan Terus Digencarkan


Dunia kepariwisataan Sikka saat ini mulai menarik perhatian masyarakat dunia. Setelah perkembangan medsos yang begitu luar biasa, tempat-tempat yang tersembunyi dan budaya yang belum disini.dikenal dengan gampang dibeberkan pada publik. Hal ini juga dibantu dengan expolrasi berbagai komunitas, individu dan para turis yang mengangkat dunia wisata kita kepermukaan dunia.


Perkembangan ini mengakibatkan Kabupaten Sikka makin dikenal mancanegara. Salah satunya kehadiran media televisi baik lokal maupun international yang mengexplotasi keindahan alam, budaya dan kehidupan warga disini.Para investor pun mulai melirik dan berdatangan ke Maumere.

Untuk itu, promosi wisata akan terus digencarkan sembari menata pengelolahan pariwisata kabupaten agar semakin trepresetatif bagi turis. Hal ini dikatakan Bupati Sikka, Ansra Rera yang didamping Kadis Kebudayaan dan Pariwisata sikka, Kensius Didimus saat jumpa pers bersama sejumlah media di ruang kerja Bupati, Kamis 31 Maret 2016.

Bupati menjelaskankan, dalam waktu dekat ini akan ada dua iven besar yang menarik perhatian dunia. Kedua iven tersebut yakni, Tour de Flores (TDF) 2016 pada bulan mei mendatang serta Festival Teluk Maumere. Tour de Flores merupakan iven international yang diagendakan Kementeriaan Pariwisata RI. Sedangkan Festival Teluk Maumere diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka.

Menuju dua iven penting tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka sudah mengagendakan berbagai kegiatan untuk mempromosikan potensi kelautan Sikka. Salah satu kegiatan menyambut dua iven tersebut yakni Lomba Mancing Teluk Maumere.

Festival yang baru ppertama diadakan di Flores dibuka untuk umum mempertandingkan lima kategori kelas. Dikatakan, para pemanding akan mengexplore laut Maumere yang terkenal kaya akan berbagai jenis ikan. Total hadiah bagi para peserta lomba sebesar Rp 30 juta. Festival ini akan berlangsung hari Sabtu, 2 April 2016.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 2 March 2016

Jejak Sang Petualang di Hutan Tana Ai

Kami menyusuri jalan setapak di tengah hutan. Menyeberangi 7 anak sungai, kami akhirnya tiba di tempat yang mengesankan. Perjalanan menuju air terjun kami batalkan mengingat waktu yang tidak memungkinkan. Akibat hujan yang turun sejak pagi debit air pun melonjak. Aliran sungai berubah keruh dan liar. Trip yang tidak biasa inipun diberi bonus jalan tanah yang licin berlumpur. Enam sepeda motor dengan masing-masing penumpang berupaya keras melewati medan sulit. Dengan resiko terpelanting para petualang ini berhasil mengeksekusi hadangan pertama. Motor diparkir, aliran sungai yang cukup kencang memberi salam. Kami siap menaklukannya hadangan kedua!

Kota Maumere diselimuti mendung tebal saat kami meninggalkannya. Berhari- hari kota ini seperti musuh bagi musim hujan. Curah yang didamba warga kota tak juga turun. Maka tak heran jika sebentar lagi warna kehijauan akan berganti cokelat berdebu di musim kemarau.

Oya gaes, Kelompok petualang kali ini merupalan koloborasi pertama kami. Biasanya sejumlah komunitas petualang bergerak sendiri-sendiri. Mereka melakukan trip-trip yang tidak biasa. Dimana menemukan panorama indah dan jarang dikunjungi adalah tujuan komunitas.

Ada Inang Monica dan Dewi mewakili Tapaleuk Crew, Bem-bem dan Erick Moa mewakili Komunitas Redet, lanjut Ipang Cs dari Grassnot TPI, Ryo Nggala sang fotografer dan saya sendiri mewakili Komunitas Kaki Gatal Maumere.

Sesuai rencana, kali ini kami akan melihat sebuah sungai yang berada ditengah hutan Talibura. Letak persisnya entah berada di mana. Lokasi ini sangat jauh dari pemukiman. Sehingga keaslian alamnya sangat terjaga.

Batu raksasa, tebing serta air yang bening merupakan tawaran yang membuat kami akhirnya tiba di Nangahale. Selain itu air terjun di tengah hutannya cukup menggiurkan. Wilayah ini merupakan bagian dari Kecamatan Talibura di ujung timur Kabupaten Sikka.

Untuk mencapai Nangahale dari Maumere, kita akan melintasi wilayah pesisir utara menuju arah timur. Dengan sajian pemandangan pantai utara yang teduh perjalanan menempuh sekitar 35 Km tidak akan terasa jauh,

Enam motor melaju kencang meninggalkan kota menyusuri pesisir utara dan tanah kering yang tak lagi tandus akibat musim hujan. Kurang lebih 30 menit akhirnya tiba di wilayah Talibura tepatnya di sekitar jembatan Waerhek. Titik pertama yang akan menembus lokasi sungai berbatu yang menawarkan pesona hutan Tana Ai. Jembatan ini berada diantara wilayah Patiahui dan Nangahale.

Hujan baru saja redah. Nampak terlihat ketika roda-roda motor mulai menggilas tanah berlumpur. Licin sekali. Sehingga kami mesti berhati-hati agar tidak terpelanting. Enam sepeda motor melaju perlahan melewati kebun jagung di sisi kanan dan kiri. Tujuan kami adalah menuju lahan parkir di tepi sungai.

Petualaang Inang Monica dan Dewi turun dari sepeda motor. Keduanya merekam semua aktivitas
kami yang mulai kesulitan ditengah lumpur. Sedang Arum dan Jum bereaksi di tengah upaya Ryo, Erick, Ipang dan Bembem melewati level pertama dari petualang ini. Dramatis namun menyenangkan.

Nampak sekali kami benar-benar kesulitan karena medan yang licin. Beberapa kali sepeda motor tertanam lumpur. Beberapa kali pula kami hampir terpelanting. Waktu kami benar-benar terkuras di medan ini. Sambutan yang mengejutan malah menaikan tensi petualang kami.

Setelah melewati beberapa kelokan berlumpur licin, akhirnya kami tiba di tempat markir sepeda motor. Raut kepuasan menikmati sensasi mengejutkan di awal petualang terpancar jelas. Selamat Datang di Tanah Ai, begitu kira-kira ucapan yang pantas kepada kami.

Wow. Belum puas digoyang lumpur, hadangan kedua mengintai. Sungai dengan aliran yang lumayan berada tepat di depan dan kami harus melewati. Sungai kecoklatan ini terasa membelit kaki. Kamera dan ponsel sigap diamankan melewati 15 meter lebar sungai.

Mencapai tepi sebelahnya meenjadi sensasi tersendiri. Bayangkan kami mesti berjalan perlahan-lahan agar tak terantuk batu kali sehingga tak terjatuh kedalam air. Karena hampir semua petualang membawa ponsel dan kamera. Sehingga mesti berhati-hati. Kisah menyeberangi sungai ini merupakan target pertama sebelum melangkah menuju level selanjutnya. Sensasi yang disambut suka cita dan siap menikmati alam asri yang hangat.

"Bang, kita harus menyeberangi tujuh anak sungai lagi untuk sampai ke tempatnya," jelas Ipang saat kami melangkah perlahan dengan senyum ceria.

 Perkiraan kami bisa meleset sebelum senja. Karena membutuhkan waktu ketika berbalik pulang. Perkiraan kami dua jam sampai tujuan. Artinya butuh empat jam. pergi dan pulang. Sedang jam di tangan menunjukan sekitar pukul 14.00 wita saat kami mulai menyeberang anak sungai pertama. Sudah pasti Air Terjun kami pending untuk sementara.

Melewati beberapa anak sungai petualang Inang Monica terus merekam aktivitas petualang lainnya. Bahkan sensasi melewati anak sungai di rekamnnya sambil berjalan dalam pelukan air. Sedang masing-masing kami tak ketinggalan memberi bidikan pada tempat-tempat yang dirasa unik dan asri. Beberapa obyek menjadi daya tarik untuk mengabadikannya di dalam kamera.

Kami menemui banyak hal ditengah hutan. Tentang cerita pohon-pohon yang ditebas paksa dan mengering, Tentang tebing-tebing yang menjulang ke langit serta air sungai kecoklatan karena banjir dipegunungan. Kami juga bertemu kesetiaan dan persahabatan. Tentang bagaimana menikmati alam tanpa perlu menyakitinya.

Sungai demi sungai berhasil kami lewati. Langkah demi langkah terus berjalan. Kicauan burung dan gemuruh air yang mengalir berlomba menjadi tuan rumah yang abadi. Kami meresponnya dengan memberikan bidikan-bidikan manis untuk alam ini.

Kami mencintainya dengan sepenuh hati agar alam yang telah memberi hidup untuk penghuninya dan memberikan warna indah di tengah hutan tetap manis tersenyum.

Dihadiahi basah kuyup dan lelah, kami akhirnya bertemu sang alam yang menjadi target petualang
kali ini. Batu-batu cadas yang berada ditengah sungai berwarna kehijauan akibat tumbuhan kecil yang merayapi tubuhnya. Kami berhenti disini. Empat petualang lainnya dipimpin Ipang pamit pada kami melanjutkan kisahnya bertemu air terjun.

Di tempat ini, latar tebing dan batu-batu raksasa menjadi pemandangan elok. Sangat eksotis, Sayangnya sungainya memancarkan warna air kecoklatan akibat hujan pegunungan dan aliran airnya cukup deras mengalir. Kami menahan diri untuk jatuh dalam pelukannya.

Ratusan bidikan kamera menjadi teman senja itu. Kami menikmati keelokannya dengan menikmati detik demi detik sensasi yang menawarkan panorama berbeda. Kali ini, ditengah hutan Tana Ai kami bercumbu bersama alamnya. Menikmati gelora pesonanya yang kesekian. Kami adalah para petualang yang menceritakan kecantikan Nian Tana tanpa perlu merusakinya.

Para petualang yang telah menyelesaikan level demi level hadangan tanpa satupun keluhan menikmati sejuknya senja yang baru saja dibasuh hujan. Kami menjaga alam Nian Sikka untuk generasi mendatang, kami hanya perlu menceritakannya pada semua orang.

Setidaknya udara sejuk dan pemandangan asri pernah menahan kami disana. Namun sayang waktu sudah mengancam kami. Apa boleh buat, Langkah kaki mulai bergerak. Melewati 8 sungai lagi dan dikejar-kejar nyamuk hutan.

Sudah sangat sore ketika kami tiba di tempat parkir motor yang berada di bawah pohon Koja. Kami beristirahat sejenak menikmati sisa-sisa lelah.

Lantas sepeda motor kembali bergerak. Lumpur licin lembali menyambut. Tak ayal pertempuran kembali terulang sebelum akhirnya dengan senyum kemenangan kami sampai di depan jalan raya, persis disebelah jembatan Waerhek, pada jalan Trans Maumere-Larantuka.! Kami menarik napas menyaksikan senja yang menampilkan keanggunannya.

Selamat datang kotaku. Terima kasih untuk alam yang dahsyat dan panorama senja nan seksi. (Oss)

sumber foto: Inang Monica, Erick Moa, Ipang, Oss Rebong









www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 1 March 2016

ASSB Menuju Sikka Gudang Pemain Bentuk Pemain Sejak Usia Dini

Mendapatkan pemain instan untuk sebuah turnamen, sangat mudah. Dengan fasilitas yang lengkap dan sedikit uang, pemain sekelas apapun pasti bisa didapat. Dan, prestasi pasti dengan mudah diraih. Siapapun pelatihnya, kalau pemainnya berkualitas, pasti bisa meraih juara. Namun prestasi itu tidak akan lama bertahan. Sebentara lagi, setelah era itu lewat, prestasi pun akan pergi dari kita.

Hal ini tentu tidak dilakukan oleh seorang pelatih yang tahu pentingnya regenerasi pemain. Pembinaan sejak dini usia, sangatlah tepat untuk sebuah prestasi yang berkesinambungan. Dan, sepakbola Kabupaten Sikka sudah memulainya. Diprakarsai pelatih asal Kediri, Jawa Timur, M. Sukron, Erick Beda Sabon dan Leonard Bulin, mereka kemudian mendirikan Asosiasi Sekolah Sepakbola (ASSB) Kabupaten Sikka. Tepatnya 1 Desember 2014, ASSB Sikka resmi terbentuk. Hingga saat ini, sudah ada lima SSB yang tergabung dalam ASSB Kabupaten Sikka.

Lima SSB di Kabupaten Sikka itu, yakni SSB Maumere Muda (Kota Maumere), SSB Bintang Timur (Kecamatan Talibura), SSB Egon (Kecamatan Waigete), SSB Kewapante (Kecamatan Kewapante), SSB Alba Junior (Kecamatan Alok Barat, Nangahure) dan SSB Winola (Kota Maumere).

"Saya yakin, lima tahun lagi PSSI Sikka akan kesulitan untuk seleksi pemain. Potensi pemain muda di Sikka ternyata sangat banyak. Saya punya mimpi, suatu saat Sikka harus jadi gudang pemain," kata Sukron di Kupang, Minggu (21/2/2016).

Baru berusia dua tahun, Sukron maupun Ketua ASSB Sikka, Erick Beda Sabon belum mau sesumbar. Namun keduanya sangat yakin bahwa impian itu bakal tercapai, meski lewat proses yang panjang dan melelahkan.

"Tidak gampang untuk menghasilkan pemain. Tapi keyakinan kami ada karena dukungan masyarakat Sikka sangat luar biasa," kata Sukron. Erick mengatakan, pihaknya akan terus menambah jam terbang para pemainnya dengan mengikuti berbagai turnamen lokal hingga nasional. Pengalaman turnamen yang sudah diikuti, yakni Bali Island Cup di Jimbaran Bali, Desember 2015, kualifikasi Danone Nation Cup di Kupang 2016 dan berbagai turnamen lokal di Kabupaten Sikka. (eko)

Pengurus ASSB Sikka
Ketua: Erick Beda Sabon
Wakil Ketua : Kons Saru
Sekretaris : Florianus Ntanguk
Bendahara : Yenci Buko

Bidang Pertandingan : Hermanus Woghe Gelo, Yanto, Alan, Floren
Bidang Kepelatihan : Orlando Lekekasa, Leonard Bulin, Eka Caesar, Jimmy Carvallo
Bidang Humas dan Dana: Edy Sasongko, Yustianus, Vinsensius Manu
Bidang Sarana & Prasarana : Arkadius Tara
Bidang Perwasitan: Fabianus Jeffry Dey

(sumber berita: Pos Kupang)

Foto-foto Erick Beda Sabon"



Selengkapnya...

SERUPA Gelar Pameran Seni

Pelukis Franks Paulo dilatari karya seni lukis sket
Lebih dari sepekan pameran foto dan lukisan karya anak-anak muda di Maumere di pamerkan. Karya-karya tersebut berasal dari hasil pemotretan fotografi dan coretan kanvas. Semuanya bercerita tentang Maumere. Tentang bagaimana memahami Nian Tana dari sisi seni. Para seniman dan fotografer berasal dari komunitas SERUPA (Seni Ruang Tanpa Batas). Hasil karya mereka dipamerkan di sebuah tempat pameran di Jalan Anggrek, Perumnas.

Selain memamerkan karya seni dan fotografi, belasan musisi akustik ikut andil mmenyegarkan ruang pameran. Kehadiran para seniman tersebut tak ayal turut memeriahkan pegelaran yang dibuka oleh Bupati Sikka, Drs. Yos Ansar Rera.

Saban hari ruang pameran terus didatangi para penikmat seni dan fotografi. Selain melihat karya yang dipamerkan, di tempat tersebut juga pengunjung bisa menyaksikan langsung para seniman yang sedang melukis.

Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 20 Februari dan ditutup 29 February 2016 oleeh Sekda Sikka Frans Sili Tupen.
Selengkapnya...

Keindahan Alam Maumere Jadi Lokasi Filem

Salah satu pengambilan adegan di Kampung Sikka
Keindahan alam Kabupaten Sikka, NTT yang belum diketahui banyak orang memantik sutradara Nia Dinata memilih cerita filem "Tiga Dara" di tempat ini. Sejak tangga pertengahan February 2016 sutradara yang pernah mebesut "Berbagi Suami" dan "Arisan" bersama kru dan para pemeran menjejakkan kaki di Maumere. Syuting dimulai di Pasar Waerkoja, Capa Hotel, Koka Beach, Kampung Sikka, Pangabatang Island serta lainnya.

“Gue emang pingin eksplore daerah di Indonesia yang indah dan masih jarang dikenal oleh wisatawan, seperti Maumere ini.” kata Nia Dinata saat ditanya mengapa memilih Maumere sebagai setting film terbarunya. Maumere dirasa daerah yang ideal untuk memenuhi niatannya tersebut, dari mulai pesona alamnya yang menawan hingga kultur penduduk setempat yang masih kental membuat Nia Dinata makin jatuh hati.

“Saya akan mengeksplor kebudayaan, alam dan musik-musiknya (Maumere) juga karena ternyata alat musik mereka menarik banget. Jadi ada unsur-unsur musiknya yang bisa dipake,” tambah sutradara Arisan! dan Berbagi Suami ini. Pemilihan Maumere juga disesuaikan dengan tema cerita yang diangkat Nia dalam film terbarunya ini. Selain itu, Nia juga memang mencari pantai yang belum banyak dieskplor di media sosial.

Film terbaru Nia akan mengangkat persoalan tiga perempuan kakak-beradik yang merasa Jakarta adalah tempat kelahiran yang sangat sesak. Karena mencintai laut, kakak beradik ini pun kemudian memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion mereka di Maumere.

“Kita nyari laut yang memang nggak mainstream dan nyari tempat yang nggak basi di Indonesia yang orang-orang belum banyak taruh di Instagram atau socmed,” ucapnya.

Kehebohan syuting Tiga Dara di Maumere kian menjadi dengan pemilihan para pemeran figuran yang diambil dari kalangan warga lokal, Tak ayal moment tersebut menjadi bagian cerita hangat warga Maumere.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 2 December 2015

Mengapa Harus Ke Pangabtang

Pangabatang/foto Barry Kusuma
Pulau ini termasuk pulau mungil yang masih asri. Jarak selatan utara sangat dekat. Bahkan kita bisa menjelajahi pulai ini dengan jalan kaki tak sampai sejam. Pulau pasir yang kerap muncul menjadi pesona lainnya dari Pangabatang. Sunset dan sunrise yang mempesona, terumbu karang di beberapa titik. Jarak ke Pulau Babi yang tidak jauh untuk melihat kecantikan panorama lainnya. Ketika musim angin tenang, air lautnya nampak bening menghanyutkan.

Di bagian barat terdapat perumahan warga keturunan Bajo yang tetap menggunakan bahasa Sikka dan bahasa Bajao sebagai bahasa sehari-hari, ada banyak pohon untuk berteduh sembari bersantai membakar ikan dan lainnya, Pangabatang merupakan salah satu destinasi yang paling menark di Gugus Teluk Maumere.

Akses:

Bisa lewat Pesisir Maumere atau lainnya, namun ongkos sewa kapal akan mahal karena jarak.
Akses yang biasa dilakukan lewat pesisir Nangahale di Kec. Talibura. Disini ada dermaga kapal nelayan dan penumpang.

Jarak tempuh rata-rata 45 menit tergantung kecepatan kapal. Biasanya harga sewa kapal ke Pangabatang Rp 300-400 ribu rupiah pp, tergantung besar kecil kapal. Ada yg meminta Rp 500 ribu, pandailah memilah. Kapal sewa biasa berada di sekitar dermaga.

Kapal yang digunakan dihitung sewa kapal bukan perpenumpang. Misalnya harga kapal di atas ter
masuk berpergian seharian, berangkat pagi pulang sore, atau siang pulang magrib. Harga diatas dihitung rombongan yang pergi.

Jangan pergi disaat bulan-bulan angin kencang, misalnya desember hingga maret, selain gelombang tinggi, banyak sampah bawaan ombak di pesisir pantai, Gelombang yang besar terasa kurang nikmat berpiknik, awan ditutupi mendung. Sunset terhalang.

Siapkan bekal dari darat karena di Pangabatang tidak ada kios atau supermakert.

Jika beruntung di perjalanan sore saat pulang, kita akan di iringi rombongan lumba-lumba di sisi kiri kanan kapal, Atraksi semburan ikan paus juga kadang muncul di perairan Pangabatang.

Pangabatang yang saat kini kerap muncul di televisi sepertinya masih belum mendapat perhatian lebih, terutama kenyamanan bepergian. Kapal-kapal yang kita gunakan menuju Pangabatang sebagian besar merupakan kapal pencari ikan yang disulap menjadi kapal penumpang turis.

Maka nikmatilah perjaanan sembari berharap pemerintah mengelolah destinasi ini dengan lebih serius, salah satunya menyiapkan kapal penumpang wisata khusus melayani perjalanan trip wisata bahari dengan harga sewa yang sudah ditentukan..selamat menikmati..!

Pulau Pangabatang foto by Barry Kusuma​

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 30 November 2015

FTM 2016 Bagian dari Promosi Keindahan Bawah Laut Maumere

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka Gelar Festival Teluk Maumere
Bupati Kabupaten Sikka, Drs. Yos Ansar Rera mengatakan pada tahun 2016 Pemda Sikka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka akan meluncurkan kegiatan berbasis event, yakni: FESTIVAL TELUK MAUMERE TAHUN 2016 (FTM 2016). FTM 2016 bertujuan mempromosikan keindahan alam Taman Wisata Laut Teluk Maumere, yang menjadi destinasi unggulan pertama yang tercatat dalam masterplan pengembangan pariwisata Kab. Sikka, RIPPARDA.

Bupati saat konferensi pers yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sikka, Kantor Bupati Sikka, Jalan Eltari Maumere menambahkan, FESTIVAL TELUK MAUMERE 2016 terdiri atas beberapa paket program atau kegiatan yang diluncurkan pada hari Selasa tanggal 10 November 2015 dan memuncak pada 6 – 11 Juli 2016.

Menuju FTM 2016 tersebut, beberapa kegiatan pendahuluan dilakukan untuk mendukung momentun FTM 2016, seperti:

1.Selasa, 10 November 2015: peluncuran eventFestival Teluk Maumere 2016, bertempat di Pusat Jajanan dan Cendera Mata (PJC); dan Seminar Tenun Ikat Sikka, bertempat di Aula Mardiwiyata.

2.Rabu, 11 November 2015: Pagelaran Tenun Ikat Sikka, yang menampilkan 1000 penenun dalam aktivitas menenun, bertempat di halaman Kantor Bupati, Jln. El Tari;dan Lomba Fashion Show 
Busana Tenun Ikat Kabupaten Sikka, di tempat yang sama.

3.Mei 2016: Kampanye Sadar Wisata; dan Penanaman Anakan Mangro
4.Juni 2016:Tourism Rally menelusuri obyek-obyek wisata Kabupaten Sikka
5.Juni 2016:Pentas Seni Budaya dan Konser Musik Etnik Kabupaten Sikka.

6.Rabu 6 Juli 2016 s/d Senin 11 Juli 2016: diselenggarakan Lomba Foto Bawah Laut Internasional, dengan kategori: 
a.DSLR WHITE (Digital Single Lens Reflexion) 
b.DSLR Micro 
c.Pocket White 
d.Pocket Micro 
e.Konservasi

Lomba tersebut di atas memperebutkan total hadiah Rp. 400.000.000 (empat ratus juta rupiah) Bagi Peserta Lomba disiapkan paket tour gratis ke obyek wisata Kabupaten Sikka dan Taman Nasional Danau Kelimutu.

Peminat Lomba dapat mendaftarkan diri melalui:
1. Facebook : festival teluk maumere
2. Twiter : @ festival teluk
3. Email : festival teluk maumere2016@gmaill.com

*******

Teluk Maumere pernah menjadi salah satu icon diving dunia pada tahun 1980-an. Kala itu sentuhan Bapak (almarhum) Frans Seda, menghasilkan lomba foto bawah laut tingkat internasional yang berlangsung tiap tahun di Taman Wisata Laut (TWL) Teluk Maumere. Hal ini karena fakta adanya aneka jenis terumbu karang indah tempat beragam-ragam spesies ikan serta biota laut lainnya yang terdapat dalam kawasan TWL Teluk Maumere.

Sayang, di tanggal 12-12-1992, gempa tektonik 6,8 SR dan tsunami 8 meter memporak-porandakan surga mungil di Perairan Teluk Maumere itu.

Namun, bencana gempa tektonis itu justru ibarat “menata ulang” kontur landscape bawah laut kita. Hasil pengamatan para penyelam akhir-akhir ini melaporkan, secara struktural, terdapat berbagai patahan dan terciptanya palungan, yang menciptakan kontur bawah laut yang menakjubkan.

Lebih dari itu, perjuangan gigih konservasi terumbu karang selama 20 tahun lebih, sejak 1993 hingga kini, telah membuahkan hasil memuaskan. Di banyak tempat penyelaman (spot diving),terumbu karang bertumbuh-berbunga indah dalam aneka jenis dan warna serta ukuran, membentuk taman laut elok dengan aneka ikan hias khas.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Penenun Sikka Pecahkan Rekor MURI, Menyongsong FTM 2016

Pecah Rekor MURI/Koleksi Disbudpar Sikka
Kabupaten Sikka, NTT berhasil menciptakan rekor menenun terbanyak di Indonesia. Tercatat ada 1.321 penenun berasal dari Lima Etnis Kabupaten Sikka.yang ikut gala tenun di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan Eltari. Museum Rekor Indonesia (MURI) turut hadir mencatat kegiatan tersebut sebagai rekor penenun terbanyak di Nusantara.

Pagelaran Tenun Ikat Sikka Serentak dan terbanyak diikuti gelaran Pemakai Busana Tenun Adat Sikka Terbanyak merupakan salah satu bagian dari berbagai kegiatan dalam rangka menyongsong kegatan akbar Festival Teluk Maumere 2016 yang diadakan Pemkab Sikka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka..

Bupati Sikka, Drs. Yos Ansar Rera, saat menyampaikan sambutan di awal kegiatan mengatakan Tenun ikat Sikka bukan hanya selembar hasil kerajinan para perempuan Sikka dan tidak saja sebentuk buah karya peradaban warisan leluhur. Ia mengatakan Tenun ikat Sikka adalah juga sebuah karya filsafat.

"Sebagai misal motif “Dala Mawa Rani”, melambangkan Yang Transenden, yang dalam agama animistis lokal disapa hormat Ina Nian Tana Wawa Ama Lero Wulan Reta, yang dalam agama-agama wahyu disebut Tuhan," jelas Bupati.

Di samping itu, kain tenun ikat Sikka pun memiliki makna kultural sebagai mahar dalam adat perkawinan.

Ia pun digunakan sebagai tonggak penanda periodisasi perkembangan manusia, khususnya kaum perempuan. Ada sarung tenun ikat dengan bentuk dan gambar yang dipakaikan pada para gadis, ada yang diperuntukkan bagi wanita yang baru menikah, dan adapula khusus untuk perempuan sepuh. Maka boleh dikata, tenun ikat Sikka, adalah jiwa Kabupaten Sikka, demikian Bupati Ansar Rera.

Hadir dalam kegiatan akbar pemecaan rekor MURI tersebut yakni Ibu Hajah Mufidah Jusuf Kalla, Presiden ke-V Megawati Soekarnoputri bersama rombongan, Ibu-ibu Organisasi Aksi Era Kabinet Kerja, Pimpinan dan Anggota DPRD Kab. Sikka, Anggota FORKOMPIMDA Sikka, Tim Musium Rekord Indonesia (MURI), Tim KATALIA Jakarta serta warga Kabupaten Sikka.

Rekor dari MURI utk Kabupaten Sikka diterima Bupati Ansar Rera

Fashion Show dengan busana Tenun Sikka

Gubernur NTT dan Ibu Mega, Ibu J. Kall dan Bupati Sikka

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Bonus 400 Juta untuk Punggawa PERSAMI

Foto Cucun Sunarya/Persami Usai Kalahkan Perse Ende di Final,
Menunggu selama 31 tahun, akhirnya tim kebanggaan warga Kabupaten Sikka, Persami FC berhasil merebut kmbali Piala Eltari. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi prestasi pertama dan tertinggi dari Pelatih Persami Fredddy MBW. Lewat sentuhan dinginnya Freddy berhasil membalikan prediksi pecinta bola NTT. Kalah di partai pembuka melawan Sumba Barat Daya, ia kemudian membawa Persami terus memenangi laga demi laga hingga di partai puncak menjungkalkan PERSE Ende 2:1.

Kemenangan Persami kian lengkap setelah Andreas Ado merengkuh gelar Pemain Terbaik. Persami juga menorehkan dukungan suporternya bernama Persami Mania yang berpi-api hingga usai Eltari.. Suporter yang lahir setelah Persami menderita kekalahan dari SBD menjadi buah biir masyarakt bola NTT. Untuk pertama kali suporter bola NTT melakukan dukungan postip dengan menyanyi dan beratraksi sepanjang pertandingan. Sesuatu yang hilang selama 27 gelaran Eltari di NTT! seru!

Keberhasilan tim Persami mendapat apresiasi dari Pemda Sikka dan DPRD Sikka. Dari gedung dewan diperoleh kabar Pemda dan Dewan menyetujui pemberian bonus dari warga Kabupaten Sikka untuk para punggawa. Dana sebesar Rp 400 juta digelontorkaan bagi Persami. Rp 400 Juta tersebut digelontorkan untuk 35 orang terdiri dari Pemain, Official, manager dan Pelatih.

Bonus lain adalah memberi kesempatan utk menjadi karyawan di Pol PP utk yang berminat.
Termasuk yg akan diapresiasi adalah atlit karate 2 orang, taekwondo 2 orang, dan 1 atelet silat masing2 menrima bonus Rp 10 juta.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 6 November 2015

TENUN IKAT SIKKA PECAHKAN REKOR MURI


Festival Tenun Ikat Sikka 2015, Pemecah Rekor MURI Terbanyak 2015 Bagi seluruh warga Kabupaten Sikka dibuka kesempatan seluasnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan pada Festival Tenun Ikat Sikka di Maumere, 10 hingga 11 November 2015. Tempat Pendaftaran: Kantor Deperindag Kabupaten Sikka (Ibu Megi 085253455874), Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Dekranasda Kab. Sikka, Jaya Baru, Jln Ahmad Yani (Ibu Sherly 081 339 062 999), Salon Gemini, Jln Baru ( Ibu Yuliana Daton 081 339 417 909),


Gratis alias tidak dipungut biaya pendaftaran...
Kegiatan Berupa:





A. Tanggal 10 NOVEMBER 2015
Pukul 09.00 - 13.00 Wita. Seminar Rias Wajah Pengantin Modifikasi Sikka dan Ceramah Kepribadian tampil anggun dan cantik bertempat di Aula Mardiwiyata, SMPK Frater, Jalan Kimang Buleng No 3 Maumere.

@Pukul 13.00 - 14.00 Wita
Pengarahan Peserta Festival Busana Tenun Ikat

@Pukul 16.00
Persiapan peserta pengrajin tenun pemecah rekor.

B. Tanggal 11 NOVEMBER 2015

@Pukul 08.00 - 14.00 Wita
Pembukaan Festival Tenun Ikat Sikka dan Pegelaran Pengrajin Tenun Ikat Sikka 500 Peserta. – Rekor MURI Tenun Ikat Sikka (Proses Menenun 500 orang secara bersama-sama)
- Rekor MURI memakai Busana Tenun Ikat Terbanyak
- Lomba Busana Tenun Ikat Sikka

@Pukul 14.00 - 17.00 Wita
Dilanjutkan Penyerahan Piagam MURI di Lapangan Kantor Bupati Sikka - Pameran Budaya-Tenun Ikat, Kerajinan dan Aneka Makanan Lokal Sikka

Penampilan Lomba Busana Tenun Ikat Pemecah Rekor MURI,
-Kelompok Anak-anak 3-8 Tahun
Kelompok Anak-anak 9-17 Tahun
Kelompok Remaja 18 tahun keatas.


@Pukul 17.00 Wita
Penyerahan Penghargaan MURI Tenun Ikat Sikka dan Penampilan busana tenun ikat cantik Terbanyak serta Penyerahan Piagam dan Juara Pemenang Busana Tenun Ikat.

Kegiatan Festival Tenun Ikat Sikka akan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati, Jalan Eltari, Maumere.

Fini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka dan Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia.

@Semua Peserta Mendapat Piagam Penghargaan dan Juara Lomba mendapat Piagam dan Piala Bupati.
Selengkapnya...

Monday, 7 September 2015

Baksos dan Trip Wisata dari Berbagai Komunitas

fotografer: Marthen Rudy Duna
Berbagai Komunitas dan perorangan turut hadir pada aksi sosial dan trip wisata yang digelar Komunitas Kaki Gatal bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan Magepanda, Minggu (6/9/2015). Aksi ini bergerak dari keprihatinan terhadap wisata pantai Wairi'i dan Pantai Kajuwulu yang mulai ditebari racun sampah. Kadang pengunjung lupa setelah menikmati pantainya yang indah melanjutkan dengan meninggalkan sampah-sampah yang berserakan.

Ide memungut sampah dipadu trip wisata mendapat respon baik dari pemuda Maumere dan Sekcam Magepanda Edmon Bura. Hanya dalam waktu dua hari persiapan diadakan langsung digelar.

Iringan motor dimulai dari Cafe Sonia dan terus beranjak menuju pantura. Kurang lebih 100-an sepeda motor beranjak rapi dalam dua barisan.

Para komunitas dan perorangan yang hadir sebagai berikut: 
 Komunitas Interisti (Inter Milan Maumere), Milanisti, Barcanolista, Madridista), Komunitas Epak Apar, Komunitas Sant'Egidio Mof, organisasi PSHT (persaudaraan setia hati terate), fotografer Marthen Rudy Duna, Mphy Lamanepa, Will Ero, Boby Salva dan lainnya, para pemuda dari HIMMAM (Himpunan Mahasiswa Maumere Makasar) yg turut serta terlibat dalam aksi baksos dan pengawasan saat diadakan trip adventure.

Mendapat dukungan dari berbagai pihak, bakti sosial dipadu trip wisata akn terus bergulir di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.
Selengkapnya...

Berbagai Komunitas Dukung Trip Wisata dan Bakti Sosial Berikutnya

Foto:Bertyn Pareira
Berbagai Komunitas pemuda yang mengikuti kegiatan Bakti Sosial dipadu trip wisata mengaku senang serta mendukung kegiatan tersebut diadakan kembali. Trip wisata dan Bakti Sosial pada Minggu (6/9/2012) yang diadakan Komunitas Kaki Gatal sengaja mengajak berbagai komunitas dan perorangan membersihkan sampah di dua pantai wisata yakni Wai Ri'i dan Pantai Kajuwulu. Di hari minggu/libur kedua pantai ini dipenuhi sampah bawaan pengunjung. Pembershan sampah dipadu wisata petualang sungguh menantang para peserta.

Kegiatan dimotori Komunitas Kaki Gatal didukung pemerintah Kecamatan Magepanda. Trip wisata yang ditawarkan yakni wisata adventure Bukit Kolsia serta Wisata Rohani di Bukit Maria Tabaleta Kolsiia.

Kepada inimaumere.com para peserta mengaku puas meski cuaca begitu panas. Mereka juga mendukung trip wisata dan bakti sosal lainnya.

Sekitar 100-an sepeda motor berhasil menembus adventure Bukit Kolisia. Pemandangan yang menakjubkan dimana barisan sepeda motor dengan berbagai atribut dan bendera komunitas bergerak beriringan.

Sampai diatas bukit berlatar keras menakjubkan, kelapa muda dari Sekretaris Kecamatan Magepanda, Edmon Bura sejenak menghilangkan rasa haus dan dahaga.

Aksi sosial para komunitas mengusung slogan LISA = Liat Sampah Ambil !!



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

AKSI SOLIDARITAS BERSIH SAMPAH DI PANTAI WISATA

Kurang lebih 200 pemuda Maumere terlibat dalam aksi sosial di dua pantai dalam wilayah Kecamatan Magepanda, hari Minggu (6/9/2015). Pantai Wai Ri'i dan Kajuwulu menjadi lokasi solidaritas pembersihan sampah yang dibuang pengunjung. Aksi ini dimotori Komunitas Kaki Gatal Maumere serta diikuti berbagai komunitas bola dan komunitas pemuda lainnya di Maumere. Aksi ini mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan Magepanda.

Berangkat dari Studio Sonia FM, jalan Don Thomas, sekitar 100-an sepedar motor bergerak beriringan menuju arah barat. Mengeakan atribut dan bendera komunitas yang berkibar sepanjang perjalanan, iringan motor menarik perhatian.

Di Pantai Wai Ri'i yang dipenuhi pepohonan sejuk, Sekretaris Kecamatan Magepanda Edmon Bura sudah menunggu bersama sekelompok anak-anak bersepada. Brifing yang bagus dari salah satu petinggi Kaki Gatal, Lucky Reyner serta sambuatan dari Sekcam Magepanda mengawali aksi bersih-bersih sampah.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pemuda Maumere akan buruknya kesadaran para pengunjung yang seenaknya membuang sampah. Kepedulian ini niscaya akan terus berlanjut, demikian sapa Edmon Bura.
Aksi Sosial ini di
motori Komunitas Kaki Gatal yang menyertakan trip wisata petualang dan wisata rohani. Area yang dipilih adalah adventure Bukit Kolisia dan Wisata Gua Maria Tabaleta. Semuanya berada dalam wilayah Kecamtan Magepanda.

Meski meelewati bukit tandus dengan cuaca yang begitu panas namun rata-rata peserta mengaku puas. Pasalnya trip cukup menantang dan tidak biasa. Dipadu pemandangan yang menawan serta air kelapa muda yang telah disiapkan Sekcam Edmon Bura.

Wisata petualang yang cukup sensasional berakhir di Bukit Maria Tabaleta. Pemandangan yang dahsyat mengobati rasa capek yang mulai mengggerogti pserta. Namun semangat kebersamaan terus berlanjut hingga akhir kegiatan di Pantai Kajuwulu.

Pantai berpasir putih yang dipenuhi sampah-sampah plastik dan sisa kertas makanan pengunjung dibersihkan dengan antusias. Tak sampai 30 menit sampah-sampah tersebut akhirnya dibakar langsung di tempat tersebut. Asap membumbung angkasa disertai tepuk tangan peserta.

Aksi sosial dan trip wisata berakhir dengan suguhan ikan bakar sumbangan dari Kepala Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda serta makanan lokal ubi, pisang rebus, sambal serta moke satu dua sloki. Kegiatan berakhir tarian Ge Mu Fa Mi Re. ==========================================================================

Terima Kasih untuk: Komunitas Bola di Maumere (Interisti, Milanisti, Barcanolista, Madridista) , Komunitas Epak Apar, Komunitas Sant'Egidio Mof, organisasi PSHT (Persaudaraan Setia hati teratAI). teman-TEMAN fotografer, serta yang datang perorangan/pribadi untuk bergabung, para sahabat dari HIMMAM (Himpunan Mahasiswa Maumere Makasar) yang turut serta terlibat dalam aksi baksAos dan pengawasan saat diadakn trip adventure...


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 18 August 2015

VIDEO KONSER RAS MUHAMAD DI MAUMERE

Ras Muhamad menikmati Pantai Waiara Maumere
Konser Ras Muhamad di Maumere, Sabtu malam 15 Agustus 2015 belum usai dari pembicaraan kaum muda. Di Maumere, hampir semua pemilik akun facebook memeriahkan beranda mereka dengan berbagai postingan yang mengisahkan kehadiran Ras di Maumere. Ini bukan semata kehadiran seorang artis sehingga kaum muda Maumere pun heboh. Bukan. Ini masalah nilai-nilai musikalitas reggae. Reggae adalah musik nomor satu dikalangan muda. Di Maumere penggemar musik ini cukup banyak. Lebih dari 10.00 penggemarnya tumpah ruah di Lapangan Umum Maumere pada konser yang berjalan damai dan antusias. Simak Videonya dibawah ini..





www.inimaumere.com
Selengkapnya...

RIBUAN PECINTA REGGAE BANJIRI KONSER RAS MUHAMAD

Foto oleh Ossrebong
Ribuan pecinta musik reggae banjiri Lapangan Umum Kota Baru Maumere. Di tempat ini konser pertama Duta Reggae Indonesia, Ras Muhamad, Sabtu (15/8/2015) berlangsung tertib dab sukses. Para reggae mania datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka. Bahkan Konser yang dimulai sekitar pukul 21.00 wita dihadiri penggemar Ras dari Kota Ende dan Larantuka. Lapangan Umum yang tampak gersang di musim kemarau bermandi keringat. Ras yang tampil eksotis dengan rambut gimbal panjang mampu menghipnotis Maumere. Komunikasi antara Ras dan penggemarnya berjalan baik. Konser reggae pertama ini patut diapresiasi positip.

Tembang reggae "Satu Rasa".membuka konser tersebut Ia menyapa penggemarnya yang bergoyang tanpa henti. Ras bukan saja menghibur. Pria yang memiliki rambut gimbal hingga menyentuh tanah juga menari dan berkomunikasi dengan bahasa Sikka.
Kepada penggemarnya ia menyapa "Gumang Epang Maumere......Epang Gawan.....HOROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.......". Kata-kata yang menyihir ribuan penikmat reggae hingga enggan beranjak meski konser telah usai.

Berikutnya Ras menyuarakan tembang Musik Reggae Ini, Unity,Soundbwoy,Musik Reggae Ini,JAH is Love,Salam,Lion Roar. Dia menutup konser yang meriah tersebut dengan tembang cantik "Negeri Pelangi".

Selvy, Ardy, Dian dan Robby, keempat remaja yang hadir ditengah ribuan penonton mengaku sangat terhibur. Mereka terus terang mengaku Ras adalah salah satu penyanyi reggae favorit. Keempatnya ingin bertemu Ras sekalian meminta foto bareng tapi sayang terkendala banyaknya penggemar yang mengelilingi Ras.

Konser reggae semakin istimewa dan menggigit dengan hadirnya The Easy Skankin Band di sisi Duta Reggae. Pasalnya para personil The Easy Skankin Band merupakan para musisi keturunan Flores yang berkiprah secara nasional.

Mereka adalah Ical (Basis) yang berasal dari Manggarai, Jossy Gesiradja (Keyboard) yang memiliki darah keturunan Ende, Ama Tokan (Lead Guitar) keturunan Adonara, Jansen Longga (Keyboard) yang memiliki darah Maumere serta Andre de Romma (Drummer) yang berasal dari Kampung Kabor, Maumere.

Bersama Ras Muhamad The Easy Skankin Band bergerak dari satu panggung ke panggung lainnya. Kepercayaan dalam bentuk profesionalisme dari seorang dedemgkot musik reggae kepada para putra keturunan Flores.

Konser berakhir sekitar pukul 11.00 Wita. Namun sebagian penggemarnya belum mau pulaang. Lapangan Umum Kota Baru kemudian menjadi sepi setelah Ras dan personilnya beranjak. Di tempat ini kembali menjadi bukti sejarah yang terpatri manis. Untuk pertama kalinya lapangan ini menjadi saksi pertama kalinya bintang reggae berskala nasional memahat kehadirannya ditengah kota debu Maumere Manise, juga pertama kali bernyanyi di Pulau Flores dan pertama kali pula dia mengukir senyum perdamaian di bumi NTT.

Horoooooooooooooooooooooo.....istilah yang kian populer di Maumere setelah Ras dengan antusias ikut berteriak kosa kata Bahasa Sikka tersebut. Bahkan di status-status instagram maupun twiter. Ras memuji keindahan alam kita dan kesederhaan tanpa dibuat-buat.
Maumere akan selalu merindukanmu, Ras Muhamad...Jah Bless!

VIDEO KONSER RAS MUHAMAD DI LAPANGAN UMUM bisa Klik Disini


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

MERAH PUTIH DI PERAIRAN KOJA DOI

Peringatan Kemerdekaan Di Tengah Laut
Unik dan baru pertama/foto Bertyn Pareira
Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, warga Desa Koja Gete, Kecamatan Alok Timur mengibarkan bendera merah p-utih di perairan Pulau Koja Doi. Pengibaran melibatkan parra pelajar SMPN 4 Koja Doi dan SMK Tawatana (dibantukan) Koja Doi serta warga Desa Koja Doi. Pengibaran yang berlangsung pukul 09.00 Wita berlangsung sukses ditengah cuaca perairan yang tenang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Alok Timur Frando da Lopez. Pengibaran berlangsung seperti apel kemerdekaan pada umumnya. Yang berbeda adalah tempat berlangsung upacara dan pasukan pengibar yang menggunakan perahu dayung. Bendera dikibarkan di tengah laut oleh dua pengerek yaitu Jodi Satria dan As Ari, keduanya dikawal dalam formasi 8 dan 17.

Apel Kemerdekaan mengundang 3 desa di kepulauan laut Flores yakni Koja Gete, Perumahan dan Koja Doi sebagai tuan rumah. Sumber dari wartawan flobamora net Vicky da Gomez yang meliput kegiatan tersebut menggambarkan podium upacara yang ditempati Camat Alok Timur dan sejumlah undangan ditempatkan di tengah laut, sejajar dengan tiang bendera. Kurang lebih berjarak sekitar 100 meter. Kaki podium dibuat dari kayu-kayu lokal di di desa itu. Podium ini berkapasitas kurang lebih 150 orang.

Selain warga kepulauan, staf kecamatan, perangkat desa dan sejumlah warga Maumere turut hadir di perayaan yang terbiang unik dan baru pertaa terjadi di Kabupaten Sikka, NTT.

Bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Babinsa Kojadoi Bonifasius. Posisi komandan upacara sejajar dengan tiang bendera kurang lebih berjarak 100 meter ke arah barat. Bonifasius pun diantar oleh pasukan katak ke tengah laut menggunakan rakit yang lain.

Para pengibar bergabung dalam formasi 17 dan pasukan 8 menaiki 10 sampan kecil. Di atas sampan itu, ada yang terdiri dari 3 orang, dan ada yang hanya 2 orang saja, sedangkan komandan pasukan menggunakan sampan seorang diri. Dia memimpin konvoi pasukan ini ke tengah laut menuju ke podium upacara untuk menerima bendera dari Camat Aklok Timur.

Konvoi sampan-sampan paskibra ini dilengkapi dengan formasi berkarakter nelayan lokal. Mereka mengayuh dayung dengan irama yang sama, lalu membungkukkan badan, kemudian mengangkat dayung ke atas dengan dua tangannya. Formasi ini terus dilakukan sampai konvoi itu tiba di depan podium upacara. demikian Vicky da Gomez menulis di flobamora net.(OSS)

pulau KOJADOI, tempat berlangsung upacara/foto Bertyn Pareira


Merah Putih sukses dikibarkan/foto Vicky da Gomez
Selengkapnya...

Tuesday, 11 August 2015

Koja Doi Siap Kibarkan Merah Putih di Laut

Moment Kemerdekaan juga bergaung hingga pelosok dusun di kepulauan. Para pelajar SMPN 4 Kojadoi dan SMK Tawatana (dibantukan) di Kojadoi, Desa Koja Gete, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT berlatih intensif dalam bimbingan tiga orang anak muda sebagai instruktur pengibran bendera. Pengibaran merah putih dalam rangka HUT Kemerdekaan yang ke-70 di Kecamatan Alok Timur berlangsung unik dan menarik. Soalnya, pengibaran akan dilakukan di perairan Koja Doi. Para pengibar terdiri dari pasukan delapan dan pasukan 17. Formasi ini akan menggunakan perahu dayung. Sedang pasukan 45 mengawal hingga bibir pantai.

"Hadap Kanaaannn..Grak..!"
"Isi Perahu...Mulaiiiii....."
"Mendayung...mulai...!!
Demikian komandan regu Paskibraka Laut memberi perintah dimulainya pengibaran Merah Putih.
Pasukan pengibar bendera terdiri dari pelajar SMP 4 dan SMK Tawatana (dibantukan) Kojadoi.
Pengibaran bendera di laut direncanakan dimulai pukul 9.00 wita tanggal 17 agustus, terdiri dari pasukan 8 dan pasukan 17. Pasukan 45 berkesempatan mengawal hingga bibr pantai.
Persiapan Perayaan HUT Kemerdekaan di perairan laut, Dusun Kojadoi Desa Koja Gete, Kec. Alok Timur telah dimulai sejak awal agustus ditandi dengan berkibarnya merah putih di ting2 bendera warga dan dominasi merah dan putih di setiap dusun di kepulauan.



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

KOJA DOI SAMBUT KEMERDEKAAN

Dusun Koja Doi yang berada di wilayah kepulauan Teluk Maumere mulai geliat menyambut peringatan HUT Kemerdekan RI yang ke-70. 
Nampak dominasi warna merah dan putih memenuhi setiap jengkal wilayahnya. 

Koja Doi merupakan sebuah pulau mungil yang terletak berdekatan dengan Pulau Besar. Ia termasuk dalam wilayah Desa Koja Gete, Kecamatan Alok Timur. 
Pulau Koja Doi dan Pulau Besar dihubungkan sebuah jembata batu buatan warga sepanjang 600 meter. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga kedua pulau.

Kami menjejakkan kaki di pulau Koja Doi sekitar pukul 14.00 Wita, hari Kamis 6 Agustus 2015. Sempat teperanjat kami disuguhi sesuatu yang menghentak rasa nasionalisme. Hampir di sepanjang lorong atau gang, dominasi merah putih nampak semarak. Umbul-umbul berkibar laksana bendera kemenangan, tiang kayu mengangkasa bersama bendera merah putih tinggi menjulang kelangit biru. Pagar-pagar rumah warga ditata sejenis dan rapi dibalut cat merah dan putih. Di beberapa titik, gapura berdiri gagah. Nampak beberapa anak muda menyambut ramah dan memberikan teguran akrab.

Di tengah goyangan angin laut dan aktivitas beberapa nelayan, sekelompok pelajar bergerak rapi dalam satu irama barisan. Mereka merupakan gabugan pelajar SMP dan SMK dibawah komando tiga anak muda sebagai instruktur pengibaran merah putih tepat 17 agustus nanti. Uniknya, para pelajar tersebut akan mengibarkan merah putih di atas laut. Formasi 17 dan 8 menggunakan perahu dayung akan bergerak dari bibir pantai menuju pusat pengibaran yang berada di laut.

Pengibaran di laut mendapat dukungan dari Camat Alok Timur Frando da Lopez serta akan diliput berbagai media cetak dan elektronik. 

Dusun Kojadoi merupakan sebuah pulau dengan mayoritas penduduk bermatapencaharian nelayan. Di pulau ini hanya ada sebuah sekolah SMP. Kebanayakan mereka beretnis Tidung Bajao, sebuah etnis di wilayah Kabupaten Sikka, NTT.


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---