Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 1 April 2008

KeTaWa GiLa SaRa MaUmErE....(2)

Ketawa gila sambungan dari bagian pertama..mai to sai... :0 :0

Lomba balap...
Pada suatu hari di Maumere diadakan lomba motor atau bahasa gaulnya mereka bilang gestrek.Nah waktu itu di lapangan sirkuit di Maumere su rame orang datang mau liat jago-jago balap dari daratan Folres beradu kehebatan masing-masing.Tidak mau kalah deng yang lain,Demus ikut lomba lewat grupnya Cipika Cipiki Racing Team. :D. DEMUS aslinya adalah seorang tukang ojek tapi karena pingin cepet terkenal Demus ikut lomba.Sebenarnya Nimus yang punya Club Cipika Cipiki Racing Team mau menolaknya tapi melihat kegigihan Demus yang besar untuk ikut akhirnya Nimus mengijinkannya.

Singkat cerita,pas mau perlombaan,Demus su stel abis dengan dia pu baju balap yang kayak robot.Dia ikut balap kelas bebek.Nimus yakin Demus akan berbuat banyak untuk timnya.Perlombaan pun dimulai,bendera diangkat,Demus langsung kencang memimpin didepan,Nimus senang sekali melihat Demus memimpin.Tapi Nimus juga heran melihat Demus tiap tikungan selalu membunyikan bel... tit...tit.. Nimus heran golo.
Tiba-tiba terdengar dari penonton teriak pas Demus lewat.."ojek..ojek..ojek..."Demus yang telah lama berkiprah didunia ojek spontan berhenti didekat penonton sambil melihat kearah penonton,"ojek ko?",tanya Demus,dia tidak tau atau lupa kalo dia sekarang adalah pembalap bukan tukang ojek yang lagi cari penumpang.Gara-gara berhenti,Demus tersusul.
Nimus yang melihat ulah demus benar-benar jengkel golo,spontan Nimus teriak,:woe Demus au balap atau mau ojek?"
Saat itu juga Demus dipecat.
hahaha dasar Nimus.. :0 :0


Inus sakit kepala

Mo'at Inus sakit kepala,jadi siang itu mo'at inus lagi tidur di kamar.Ter lama ada tukang jual daging yang bernama Sedes yang su biasa lewat dikampung itu lewat. Dia teriak kuat-kuat golo. “Daginggggg sapiii!! Daginggg Sapiiiii!”

Makin ke dekat moat Inus pu rumah,suara Sedes makin kuat.“Daginggg sapiii!”

Moat Inus emosi gete golo, dia ter tahan deng penjual daging Sedes pu suara yang bikin dia pu kepala tambah pusing.Inus kasi keluar kepala dari jendela dan teriak penjual daging. “Hehhh Sedes... ter bisa suara pelan kah??? Au pu otakkkk kah tidak???"

Sedes sebagai penjual daging langsung sambung:
”Aduhh, maaf mo'at,Otak sapinya sawe ba'a(su abis),yang ada cuma daging dan hati sapi poi,mo'at mau boter(beli)berapa kilo? “

Moa't Inus kasi keluar dia pu tangan yang su kepal, “Ko mau ini kah???”

Sedes langsung sumpit,ilang dibelakang rumah!
:o

Salah Mengerti
Ada satu orang anak sd yang nakal di waidoko yang bernama Tinus.Suatu pagi dia dapat suruh sama dia pu bapa,kalau ada dia pu bapa pu kawan yang datang,suruh tunggu dan sekalian tolong dikasi air panasnya.

Bapa : "Tinus,nanti kalo bapa pu kawan Om Ari deng Om tomy datang,kasi air panas ya?"
Tinus : "Beres bapa..., jang khawatir,pasti sa kasi nanti..."

Selanjutnya dia pu bapa pi mandi. Ter lama begitu te Tinus pu bapa pu teman dua datang.

Om ari: "Permisi... Tinus... kau pu bapa ada?"
Tinus: "Bapa lagi mandi,"

Tida pikir panjang lagi,Tinus pigi ke blakang ambil air panas ke depan dan langsung disiram air panas ke dua Om tadi.Kena telak golo,Om tomy deng Om ari kotir(lari) sambil maki-maki Tinus.Dorang dua lari sudah mau.Setelah selesai mandi,Bapa tanya:

"Tinus ganteng kayak bapa,mana bapa pu teman,dorang su datang kah?"

Tinus: "Sudah,malah sa su kasi air panas mendidih di dorang dua pu badan,om tomy
kotir,om ari pu badan melepuh-mlepuh,"

Bapa : " Haaaa?? Kurang ajar kau Tinus jelekkkkkkkkkk"
Tinus yang heran langsung sumpit,ilang dari rumah.hahahaha :D

Beli Paku
Suatu hari Mo'at Dius pigi toko lio mo beli paku,abisnya dia pu jendela rumah agak rusak jadi dia mau perbaiki.Sampe di toko Lio,Dius langsung teriak ke baba yang lagi sibuk deng para pembeli lain.
Dius: Baba,beli paku setengah kilo".
Baba yang asik melayani para pembeli lain cuek saja deng Dius,tapi sebenarnya Baba denagr Dius pu suara.
Dius jengkel tidak sabar:"woe baba,beli pakuuuu".
Baba masih cuek karena memang pembeli banyak,akhirnya Dius tunggu sambil jengkel.
ter lama te,baba su selsai deng pembeli lain,dia lihat dius yang lagi tunggu dia.
Baba tanya:"mo'at pakunya bungkus ko?"
Dius yang su jengkel jawab : tida,makan disini"
Baba langsung tau kalo Dius lagi Doge alias ngambek hahaha
Su besar juga ngambek..diusss diussss,kata baba dalam hati,Kalo omong langsung baba takut kena tumbuk...hahaha


Razia Preman
Suatu waktu polisi mengadakan razia prema dipasar baru Maumere.Para anak nakal yang suka mabuk-mabukan dan suka ganggu para pembeli akan di ciduk.Polisi pun menangkap beberapa preman tersebut.Tapi sialnya Dacus juga diciduk polisi karena punya tato di kedua lengannya yang menurut polisi sangat mengggangu.Padahal Dacus tergolong preman baik dipasar baru.
Para preman pun dibawa kekantor polisi.Sampe dikantor,polisi pun menanyai mereka satu persatu bahkan ada beberapa yang ditindak jika tidak mau bekerja sama alias melawan dalam pemeriksaan.
pas sampe digiliran Dacus,polisi langsung memukul Dacus,abisnya dia pu tato di kedua lengan sangat seram,tato ditangan kanan tulisnya "Jagal",tato di tangan kiri "Pasar"
jadi bacanya 'jagal pasar', seram sekali cus...
Setelah selesai dipermak,polisi suruh Dacus buka baju,pas buka polisi kaget setengah mati dan langsung minta maaf di Dacus.Ternyata yang membuat polisi kaget,ditangan kanan dari pergelangan sampe lengan dacus sebenarnya tatonya tertulis " jagalah kebersihan"
pas dipergelangan tangan kanan sambungannya "pasar" dibaca "jagalah kebersihan pasar"
Ternyata dacus anak baik ...hihihihihi..makanya cus,pake tato tuh yang jelas....hahahah


Jendela pecah

Disebuah sudut kota Maumere ada seorang anak kecil yang nakal yang bernama Kosi sedang bermain bola sendirian.Asiknya lagi bermain tiba-tiba te tida sengaja dia tendang bola keras golo dan bikin pecah kaca rumah tanta Marta.Kosi pun langsung kotir ketika tanta Marta keluar dan teriak dia.Kosi pun berpikir untuk kembali.Sapa tau bolanya dapat diambil lagi.Kosy pikir-pikir ganupae supaya newang buhe tanta Marta.

Beberapa saat,Kosi pun mengetuk rumah tanta Marta tadi dan bilang ke tanta Marta,“Sa pu bapa nanti datang dan bikin baik tanta pu jendela.”

Tida beberapa lama datanglah seorang Mo'at dengan kotak perkakas dan bilang ke tanta Marta, “Permisi tanta.Saya mau bikin baik jendela tadi…”

Tanta Marta pun mempersilahkan mo'at tersebut masuk untuk memperbaiki jendelanya.Pas mo'at itu bikin baik jendela,Kosy minta dia pu bola kembali.Tanta marta pun kasih bola sambil berpesan agar lain kali hati-hati. Kosi itu pun pulang.

Setelah selsai bikin baik jendela,mo'at tadi langsung memberikan tagihan kepada tanta marta.Tanta marta pun kaget golo dan berkata, “Moat,au kan dia pu bapa?”
Moat juga kaget gete golo dan bilang, “Lho,kan au dia pu mama?”
Dua-duanya pun sadar karena mereka baru saja ditipu kosy...


Saudara Ipar
Sepasang suami istri,mo'at lipus deng tanta Moni sedang pigi ke bajawa mau lihat saudara yang tinggal disana.Mereka melintasi jalanan desa.Pas lagi jalan karena cape mereka saling diam poi.Tapi sebenarnya mereka dua tukang debat dan tidak mau kalah golo.

Tiba-tiba mereka lewat dekat desa yang banyak orang lepas sapi,kambing,dan babi.Mo'at Lipus iseng-iseng te omong ke tanta Moni, "kau pu saudara ya ...?"
Jengkel dihina,tanta Moni jawab.
"Yap, tapi saudara ipar."
Moat Lipus langsung bile(diam) 7 ribu bahasa golo.

(oss)



Selengkapnya...

Perkawinan Adat Sikka, Pesta Sebenarnya

Sebuah pesta perkawinan di tanah Sikka yang diliput oleh wartawan Kompas.Simak paparan orang luar Maumere yang meliput pesta perkawinan bernuansa adat Sikka. :D

Berita tentang akan digelarnya pesta perkawinan adat Sikka sudah kami terima sejak sore.Seorang teman memastikan pesta itu akan berbeda dari kebanyakan pesta perkawinan di Pulau Jawa. Ternyata ucapan itu bukan omong kosong. Pesta perkawinan adat Sikka memang sebenar-benarnya pesta.

Hari itu kami menyaksikan pesta perkawinan Quirinus Vincentius (30) dan Fransisca Andeja (27) di sebuah rumah tidak jauh dari pemakaman, tepatnya di Kelurahan Kota Uneng, Alok, Maumere, NTT. Seusai pemberkatan nikah, pelataran rumah selebar lapangan voli berubah jadi arena dansa. Alunan lagu-lagu daerah, pop tahun 1970-an, disko, dangdut, poco-poco, hingga house music bergantian disetel. Dan, para pengunjung pesta laki-perempuan, tua-muda, om-tante asyik berjoget sampai pagi.

Ayo dansa. Di sini semua orang harus gembira, kata seorang pemuda yang sejak acara dimulai sudah berpromosi kepada Kompas bahwa pesta akan dahsyat.

Kami pun melenggang ke arena dansa yang sudah sesak, mengikuti gerakan tari j'ai serupa poco-poco yang berputar-putar. Hihaa..., ayo menari, teriak beberapa orang sambil tertawa cekikikan.

Ternyata satu tarian memang tidak cukup. Kami pun ketagihan dan mencoba tari gawi, roka tenda, gong waning, dan akhirnya goyang bebas dengan iringan musik dangdut, house music, dan cha-cha sampai keringat mengucur deras. Dari sana kami jadi tahu mengapa hampir semua orang Sikka berbinar-binar jika mendengar akan ada pesta perkawinan.

Tepat pukul 24.00, acara dansa-dansi dipotong prosesi tama olauneng, yakni pengantin wanita dan pria dibimbing masuk kamar pengantin. Acara ini dipimpin tante besar dari pengantin perempuan yang biasa disebut a'a gete atau tante besar. Tante akan menjemput mempelai perempuan ke dalam rumah dan membimbingnya untuk meminta restu kepada seluruh keluarga besar, lalu pengantin perempuan dibawa masuk kamar.

Selanjutnya, tante menjemput pengantin pria dari kursi pengantin, dan membawanya ke rumah perempuan. Tante sekali lagi membimbing pengantin pria meminta restu kepada seluruh keluarga besar pihak perempuan. Setelah itu, dia dibimbing masuk ke kamar. Tante, kemudian, mengunci kamar dan menunggunya hingga pagi hari. Dia akan membangunkan dan membuka pintu kamar pengantin. Sementara pengantin berada di dalam kamar, pesta dansa-dansi dilanjutkan hingga pagi.

Pesta perkawinan Sikka memang berarti juga pesta seluruh keluarga besar dan pesta orang sekampung. Di setiap pesta hampir dipastikan orang berduyun-duyun. Mereka berkumpul, menari bersama, makan bersama, hingga minum moge (sejenis tuak) dan melupakan persoalan yang mereka hadapi. Tuan rumah juga tidak berpikir apakah angpau yang diberikan tamu akan menutupi seluruh biaya pesta.

Pesta ini juga semacam perayaan kemenangan atas sebuah perjuangan panjang menyatukan dua anak manusia dalam ikatan perkawinan. Pasalnya, prosesi perkawinan adat Sikka tergolong rumit, panjang, dan makan biaya.

Beginilah alur sederhananya: seorang pria yang ingin menikahi seorang perempuan harus menyampaikan niatnya kepada keluarga besar. Untuk menjajaki pernikahan, pihak laki-laki melakukan pano nahu yang bermakna pelacakan pertama yang dilakukan bibi si laki-laki. Si bibi akan menyampaikan isi hati keponakan laki-lakinya kepada pihak keluarga perempuan.

Proses ini boleh jadi tidak berlangsung mulus. Konstentius, warga Maumere, mengatakan, keluarga perempuan belum tentu bersedia membukakan pintu keluarga laki-laki yang datang. Dulu, ketika ikut melamarkan paman saya, kami harus menunggu dari sore hingga pagi di rumah keluarga perempuan. Kami sampai membuat shift untuk bergantian menunggu di depan pintu sampai yang punya rumah membuka, kata Konstentius.

Ini menjadi semacam tes apakah keluarga laki-laki bersungguh-sungguh melamar atau tidak. Saya ingat waktu itu kami baru boleh masuk rumah perempuan sekitar pukul 04.00. Tapi yang seperti ini sekarang sudah mulai berkurang, tutur Konstentius menambahkan.

Tahap pano nahu ini memang menentukan. Jika keluarga perempuan memberi sinyal positif, keluarga laki-laki akan melakukan bowa taa atau membawa sirih dan pinang sebagai simbol lamaran resmi. Setelah itu, pihak perempuan dan laki-laki menaksir jumlah belis (semacam mas kawin) yang harus dibayar pihak laki-laki. Biasanya belis terdiri dari gading utuh, kuda, uang, dan emas yang jika dinilai dengan uang bisa sangat besar.

Untuk meminang Fransisca Andeja, Quirinus Vincentius membayar belis berupa uang Rp 25 juta, dua perhiasan emas seberat 10 gram, gading gajah utuh dua batang (sebatang berharga Rp 7,5 juta), kuda 25 ekor. Ditambah dengan barang hantaran lain dalam bentuk bahan makanan, seperti padi, jagung, pisang, ayam, ikan kering, dan ubi-ubian, biaya yang dikeluarkan pihak laki-laki bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Barang hantaran ini akan dibagikan pihak perempuan kepada keluarga besarnya. Jika belis diterima, pihak keluarga perempuan akan membalas dengan memberi beras, tuak, babi, kambing, dan sarung tenun Sikka yang nilai totalnya juga setara atau lebih dari jumlah yang diberikan pihak laki-laki. Namun, belis dapat diangsur.

Setelah sebagian besar belis dibayar, pihak laki-laki bisa mengajukan waktu pemberkatan nikah di gereja. Prosesi ini disebut tung hakeng. Pihak perempuan akan menentukan hari pernikahan dan pesta adat.

Dalam perkawinan adat Sikka, belis merupakan hal utama dan memberi konsep sosial-budaya atas keseluruhan prosesi perkawinan. Menurut budayawan Oscar Pareira Mandalangi, belis merupakan cara orang Sikka mempererat tali persaudaraan. Belis mendorong gotong royong, sebab sesungguhnya belis dipikul oleh semua anggota keluarga laki-laki, mulai tante, om, orangtua, adik-kakak, ipar, dan seterusnya. Karena itu, perkawinan tanpa belis tidak seutuh perkawinan dengan belis, katanya.

Belis pertama kali ditetapkan oleh seorang raja perempuan Kerajaan Sikka bernama Agnes Donaines Da Silva pada abad ke-17. Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan. Dengan belis, wanita mempunyai nilai yang tinggi. Laki-laki akan berpikir seribu kali untuk poligami karena besarnya belis yang harus dibayar. Jadi, laki-laki dituntut untuk setia, kata Mandalangi.

Meski begitu, saat ini ada persepsi keliru soal belis. Belis dianggap mahal dan menghambat perkawinan sehingga banyak anak muda Sikka yang memilih kawin dengan suku lain agar tidak perlu membayar belis. Yang lebih menyakitkan, ada yang menganggap membayar belis berarti membeli perempuan. Ah, keterlaluan.

dari: Kompas



Selengkapnya...

Monday, 31 March 2008

Menyusuri Pesisir Pantai Maumere....

Menjelang sore,kami mengikuti jejak-jejak lukisan alam dengan menyusuri pantai di sepanjang pesisir Kota Maumere. Sengaja kami merekam keindahan panorama indah ini di sela aktifitas para nelayan yang sedang mencari ikan, individu yang melepas kegundahan dan anak-anak kecil yang mencoba berakrab dengan alam.  Sungguh indah lukisan alam dalam keheningan senja. Serasa segala kepenatan sirna menghilang. digantikan kepuasan menyaksikan alam laut Maumere yang begitu damai. Disini menyimpan ketenangan yang merasuk kedalam sanubari..
Foto-foto diambil 30 maret 2008 menjelang sore... :D




















































 www.inimaumere.com
Epang gawan sudah kungjung eee...


Selengkapnya...

Saturday, 29 March 2008

Bupati Sikka Batalkan Tender Pakaian Dinas

* Senilai Rp 1, 3 Miliar
Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus membatalkan penetapan pengumuman pemenang tender proyek pengadaan pakaian dinas dan atribut tahun anggaran (TA) 2008 di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Sikka. Tender proyek itu dibatalkan karena hasil evaluasi panitia tidak sesuai dokumen lelang dan berita acara aanwijzing tanggal 22 Februari 2008 bertentangan dengan Keppres No. 80 Tahun 2003 beserta perubahannya.

Pembatalan tender proyek tersebut disampaikan Bupati Alexander Longginus, dalam jawaban sanggahan banding kepada lima rekanan yaitu CV Atrium, PT Permata Sari Vrossa, CV Putra Karya dan CV Matahari.
Atas ketidaksesuain dokumen lelang dan berita acara aanwijzing sehingga berakibat pembatalan tender proyek, maka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Antonius Lose dan panitia Thomas Aquinas akan diberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku.
Surat bupati tanggal 18 Maret Nomor Pb.600/218/2008 dengan tembusan Ketua DPRD Sikka, Inspektorat, Kepala Satpol PP dan PPK Satpol PP, diterima Pos Kupang, Rabu ( 26/3/2008 ) melalui Kepala Bagian (Kabag) Tatapem, Robby Lameng.
Bupati Longginus dalam suratnya menyebutkan tiga hal penting. Pertama, hasil evaluasi panitai pengadaan barang dan jasa pemerintah pada kegiatan pengadaan pakaian dinas dan atribut TA 2008 Kantor Satpol PP Sikka tidak sesuai dokumen lelang, dan berita acara aanwijzing 22 Februari 2008. Evaluasi panitia bertentangan dengan Keppres 80/2003 berserta perubahannya.
Kedua, penetapan pemenang pelelangan dan pengumuman pemenang lelang oleh panitia harus dibatalkan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ketiga, panitia dan PPK kegiatan pengadaaan pakaian dinas pada Kantor Satpol PP Sikka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan.
Kasat Pol PP Sikka, Emanuel Hurint, S.H, dikonfirmasi Jumat (28/3/2008) membenarkannya. "Surat pembatalan lelang sudah kami terima. Kegiatan dihentikan. Saya sudah usulkan kepada bupati agar proyek itu dikerjakan secara swakelola," kata Emanuel.
Untuk diketahui, pengadaan pakaian dinas dan atribut TA 2008 di Kantor Satpol PP Sikka sebanyak 2.670 stel atau senilai Rp 1.350.000.000,00 diduga bermasalah. Pememang Lelang, CV Sinar Tiga Satu (STS) diduga tidak memenuhi sejumlah persyaratan sebagaimana diatur dalam dokumen lelang namun panitia tetap memenangkan rekanan itu.
Lima rekanan, yakni CV Atrium, PT Permata Sari Vrossa, CV Putra Karya dan CV Matahari kemudian mengajukan sanggahan kepada PPK, Antonius Lose. Namun dalam jawaban sanggahannya, PPK menyebutkan proses pelelangan sudah sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, lima rekanan melayangkan sanggahan banding kepada Bupati Sikka.

sumber: poskup

Selengkapnya...

Thursday, 27 March 2008

Sejarah Kabupaten Sikka...

Dahulu kaupaten sikka merupakan Onder Afdeling yang kemudian menjelma menjadi "swapraja sikka" ( provinsi sunda kecil). Swapraja sikka diperintah oleh seorang raja yang memerintah secara turun temurun. :) :D :)

Raja-raja yang pernah mengepalai kerajaan sikka adalah :

1. Zaman pemerintahan Portugis :

*Raja don Alesu Ximenes da silva

*Ratu Dona Ines ( Putri Raja Don Alesu Ximenes da Silva)

*Raja Djudje Mbako I,yang terkenal dengan sebutan " mbako kikir hiwa" artinya
"mbako sembilan jari"

*Raja Prispin da Silva

*Raja Don Luis Mbia da Silva

*Raja Thomas Mbo I

2. Zaman Pemerintahan Belanda :

*Raja Andreas Djati da Silva : 1874 - 1898

*Raja Mbako II : 1898 - 1902

*Raja J. Nong Meak da Silva : 1902 - 1922

*Raja Don Thomas Ximenes da Silva : 1922 - 1947

*Raja Don Thomas Ximenes da Silva : 1947 - 1954

*Raja P.C.X. da Silva : 1954 - 1958


Sejak pemerintahan Raja J. Nong Meak da Silva tahun 1902, maka sistim sentralisasi pemerintahan kerajaan masa lampau mulai di rubah dengan sistim desentralisasi.
pada masa pemerintahan Raja Don Thomas yang dinobatkan sebagai raja sikka pada tanggal 21 november 1923, maka sistim pemerintahan dijalankan dengan sistim pemencaran kekuasaan atau desentralisasi,sebagaimana yang di terapkan oleh raja sebelumnya.

Struktur pemerintahan kerajaan pada saat itu, raja dibantu oleh :

1. Dewan mo'ang 'liting puluh atau sepuluh anggota dewan kerajaan
2. Di bawah raja dan dewan tersebut ada semacam kepala distrik / gameente
yang disebut Kapitan
3. Dalam wilayah gameente terdapat kampung - kampung yang masing - masing
di kepalai oleh seorang kepala adat atau di sebut tana puang

Sistim kerajaan - kerajaan sebelumnya :

1. Raja dan kapitan - kapitannya
2. Mo'ang 'liting puluh ( sepuluh tuan sebagai dewan perwakilan rakyat)
3. Mo'ang mangun lajar ( pemegang gading/bala mangun)

Dalam sistim sentralisasi pemerintahan,kapitan adalah merupakan suatu dewan yang terdiri dari 5 orang yaitu :

1. Kapitan Moor : pengurus keadilan/kehakiman
2. Kapitan Salaf : pengurus pertanian dan perdagangan
3. Kapitan Guarda : pegawai pribadi raja
4. Kapitan Alvares : pengurus keamanan
5. Kapitan Pontera : pengurus peperangan

Disamping kabinet ada pula " dewan penasehat" terdiri dari :
1. Teniti Gneraal : tuan tanah
2. Kumendati : syahbandar
3. Morenho : dewan gereja

Selanjutnya dengan sistim desentralisasi oleh raja j. nong meak da silva, maka sistim pemerintahannya adalah sebagai berikut :
1. Raja memegang kekuasaan tertinggi
2. Kapitan (kekuasaannya di bawah raja)

Ada 17 orang kapitan dengan batas kekuasaan masing - masing (wilayah haminte). Dengan berlakunya undang - undang nomor 69 tahun 1958 (lembaran negara RI tahun 1958 nomor 122) tentang pembentukan daerah tingkat I bali, NTB dan NTT maka pada tanggal 1 maret 1958, daerah swapraja dijadikan DAERAH TINGKAT II dengan ibukotanya MAUMERE dengan kepala daerah pertama pada masa itu adalah D. P. C. Ximenes da Silva. Penyelengaraan pemerintahannya di dasarkan atas undang - undang nomor I tahun 1957 tentang pokok - pokok pemerintahan daerah.

Pada tahun 1967 daerah tingkat II sikka di ganti namanya menjadi " kabupaten sikka" dengan kepala daerahnya bapak Laurensius Say.Berdasarkan surat keputusan gubernur kepala daerah tingkat I Nusa Tenggara Timur tanggal 22 pebruari 1962 nomor pem.66/1/2 maka wilayah Kabupaten Sikka di bagi atas 5 buah kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Maumere
2. Kecamatan Nita
3. Kecamatan Talibura
4. Kecamatan Kewapante
5. Kecamatan Paga


Selanjutnya berdasarkan surat keputusan gubernur kepala daerah tingkat I Nusa Tenggara Timur tanggal 20 juni 1963 nomor pem.66/1/32 maka wilayah kecamatan Kewapante dan Nita dimekarkan menjadi :

1. kecamatan Kewapante : kecamatan kewapante, kecamatan bola
2. kecamatan Nita : kecamatan nita, kecamatan lela

Dengan adanya undang - undang nomor 5 tahun 1974 tentang pokok - pokok pemerintahan di daerah, maka sebutan nama " DAERAH KABUPATEN SIKKA " diganti menjadi " kabupaten daerah tingkat II sikka " dengan penerapan azas "dekonsentrasi". Prinsip otonomi yang di anut adalah " otonomi yang nyata dan bertanggung jawab ". Bupati kepala daerah tingkat II Sikka waktu itu adalah bapak Laurensius Say.

Wilayah Swapraja Sikka dibagi dalam gemeente - gemeente.Tiap-tiap gemeente dikepalai oleh seorang gemeente yang disebut : "KAPITAN", yang tugasnya adalah mengkoordinir kampung-kampung.

Tahun pembentukan Kabupaten Sikka adalah Tahun 1958.

Nama bupati pertama sampai sekarang adalah sebagai berikut :
1. D. P. C. Ximenes da Silva (1958 - 1960)
2. Paulus Samador da Cunha (1960 - 1967)
3. Laurensius Say (1967 - 1977)
4. Drs. Daniel Woda Palle (1977 - 1988)
5. Drs. A. M. Conterius (1988 - 1993)
6. Alexander Idong (1993 - 1998)
7. Drs. Paulus Moa ( 1998 - 2003)
8. Drs. Alexander Longginus dan Drs. Yoseph Ansar Rera (2003 - sekarang).

Tahun 1992 dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 29 tahun 1992, tanggal 26 mei 1992,ditetapkan pembentukan kecamatan Alok dengan ibukota Maumere.

Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Sikka nomor 3 tahun 2000,tanggal 9 oktober 2000,maka dibentuk kecamatan Mego dengan ibukota Lekebai,kecamatan Waigete dengan ibukota Waigete,dan kecamatan Palue dengan ibukota Uwa.

Sesuai peraturan daerah Kabupaten Sikka nomor 3 tahun 2005 tanggal 5 september 2005,dibentuk kecamatan Magepanda dengan ibukota Magepanda sebagai hasil pemekaran dari kecamatan Nita.


Pada tahun 2007 dilakukan pemekaran kecamatan Talibura,Kawapante,Bola,Alok,Maumere, dan kecamatan Paga.Hasil pemekaran kecamatan dimaksud, yaitu :
*Pembentukan kecamatan Waiblama sesuai peraturan daerah Kabupaten Sikka nomor 1
tahun 2007 yang merupakan pemekaran dari kecamatan Talibura.

*Pembentukan kecamatan Alok Barat dan kecamatan Alok Timur sesuai peraturan
daerah Kabupaten sikka nomor 2 tahun 2007 yang merupakan pemekaran kecamatan alok
dan penggabungan beberapa desa dari kecamatan Maumere.

*Pembentukan kecamatan Koting sesuai peraturan daerah Kabupaten Sikka nomor 3 tahun
2007 yang merupakan pemekaran dari kecamatan Maumere.

*Pembentukan kecamatan Tana Wawo sesuai peraturan daerah Kabupaten Sikka nomor 4
tahun 2007 yang merupakan pemekaran dari kecamatan Paga.

*Pembentukan kecamatan Hewokloang dan kecamatan Kangae sesuai peraturan daerah
kabupaten sikka nomor 5 tahun 2007 yang merupakan pemekaran dari kecamatan
Kawapante

*Pembentukan kecamatan Doreng dan kecamatan Mapitara sesuai peraturan daerah
kabupaten sikka nomor 6 tahun 2007 yang merupakan pemekaran dari kecamatan Bola.


Hal - hal krusial dalam pemekaran diatas, yaitu :

*Pengabungan beberapa desa dari kecamatan Maumere ke kecamatan Alok dan kecamatan
Alok Timur.
*Pemindahan ibukota kecamatan kawapante dari waipare ke kawapante.
*Perubahan nama kecamatan maumere menjadi kecamatan nelle.

dari : sikkakab.go.id


Selengkapnya...

WANITA DAN ADAT PERKAWINAN DI SIKKA..

Urusan perkawinan antara pria dan wanita merupakan pertalian yang tidak dapat dilepaskan.Hubungan yang menyatu itu terlukis dalam ungkapan Ea Daa Ribang,
Nopok,Tinu daa koli tokar (Pertalian kekrabatan antara kedua belah pihak akan berlangsung terus menerus dengan saling memberi dan menerima sampai kepada turun temurun.
Norma-norma yang mengatur perkawinan ini dlam bahasa hukum adat yang disebut Naruk dua - moang dan kleteng latar yang tinggi nilai budayanya.

Unkapannya antara lain :
- Dua naha nora ling, nora weling
- Loning dua utang ling labu weling
- Dadi ata lai naha letto -wotter

Artinya:
Setiap wanita mempunayi nilai, punyai harga, sedangkan sarung dan bajunya juga mempunyai nilai dan harga, sehingga setiap lelaki harus membayar.

Ine io me tondo
Ame io paga saga
Ine io kando naggo
Ame io pake pawe

Ibulah yang memelihara dan membesarkannya
Ayah yang menjaga dan mendewasakannya
Dan ibu pula yang memberikannya perhiasan
Ayah memberikannya sandang.

Ungkapan ini memberi keyakinan bahwa martabat wanita sangat dihargai, oleh
karena itu maka pihak klen penerima wanita Ata lai harus membayar sejumlah belis kepada klen pemberi wanita ata dua sesudah itu baru dinyatakan perkawinan seluruh prosesnya syah.

Di Sikka /Krowe umumnya bentuk perkawinan adalah patrilinial, sedangkan yang matrilinial hanya terjadi di wilayah suku Tanah Ai di kecamatan Talibura.

Tahap-tahap perkawinan dapat dilakukan seraya memperhatikan incest dan perkawinan yang tidak dilarang itu maka ditempulah beberapa tahapan:

(1) Masa pertunangan,
semua insiatif harus datang dari pihak laki-laki, kalau datang dari pihak wanita maka selalu disebut dengan unkapan waang tota jarang atau rumput cari kuda atau tea winet (menjual anak/saudari)
Seorang gadis dibelis dalam 6 bagian: Kila, belis cicin kawin; Djarang sakang, (pemberian kuda); wua taa wa gete, bagian belis yang paling besar dan mahal; inat rakong, belis lelah untuk mama; bala lubung, untuk nenek; ngororemang (mereka yang menyiapkan pesta).

(2) Perkawinan,
sebelum abad 16 di desa Sikka/Lela perkawinan biasanya hanya diresmikan di Balai oleh raja atau pun kadang-kadang di rumah wanita, setelah semuanya sudah siap maka acara perkawinan ditandai dengan mendengar kata-kata pelantikan dari raja, wawi api - ara pranggang, kata-kata yang diucapkan adalah:

Ena tei au wotik weli miu, hari ini ku beri kamu makan
wawi api ara pranggang, daging rebus dan nasi masak
miu ruang dadi baa nora, jadikanlah kamu istri
lai, dan suami
lihang baa nora lading, dan terikatan seluruh keluarga
gae weu (eung) miu ara, makanlah kamu nasi ini
pranggang, agar menjadikan istri dan
dadi baa wai nora lali, suami minulah saus daging
minu eung wawi api, ini agar eratlah
genang lihang nora ladang, seluruh keluarga.

Ucapan itu diiringi penyuapan daging dan sesuap nasi oleh tuan tanah/raja kepada kedua mempelai .


Pada waktu masuk agama Katolik, maka ungkapan-ungkpan di atas tetap dipakai namun proses penikahan sesuai dengan aturan agama Katolik dan diberkati oleh Pastor.

Ada beberapa tahap dari acara perkawinan secara adat Sikka/Krowe:

(1) Kela narang, pendaftaran nama calon pengantin di kantor Paroki yang dihantar oleh orang tua masing-masing bersama dengan keluarga

(2) A Wija/A Pleba, keluarga ata lai melaukan kegiatan mengumpulkan mas kawin secara bersama-sama dengan keluarga

(3) Dipihak ata dua terjadi pengumpulan bahan-bahan pesta untuk membuat sejenis kue tradisional yaitu bolo pagar dan mendirikan tenda pesta.

(4) Sebelum ke gereja keluarga berkumpul di rumah mempalai wanita. Keluarga penerima wanita atau ata lai bertugas menjaga kamar pengatin.

(5) Tung /tama ola uneng, acara masuk kamar pengantin jam 21.00-22.00 malam diiringi kedua ipar masing-masing. Pengatin pria/wanita di hantar ke kamar oleh Age gete dengan nasehat kalau sudah ada di kamar bicara perlahan-lahan

(6) Weha bunga sekitar jam 05.00 pagi para pengawal kamar pengantin, ae gete dari Keluarga ata lai menaburkan bunga pada kamar pengantin sebagai lambang harum semerbak bagi kedua pengantin.


dari: www.tamanbudayantt.net



Selengkapnya...

Wednesday, 26 March 2008

Berkurang, penerima PKH di Sikka

PT Pos Indonesia (Posindo) Cabang Maumere, sejak Sabtu (15/3/2008) menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap II dan III untuk 8.066 warga di lima Kecamatan di Kabupaten Sikka. Total dana PKH yang disalurkan tahap II dan III sebesar Rp 8.049.078.000,00. Jumlah penerima PKH tahap II dan III berkurang 13 orang dari penerimaan PKH tahap I sebanyak 8.079 orang.

Penyaluran dana PKH tahap I belum terealisasi 100 persen dan masih sekitar dua persen atau tiga persen yang belum disalurkan kepada masyarakat. Dana yang belum dicairkan masih tersimpan di Posindo.
Hal itu dikatakan oleh Kepala PT Posindo Cabang Maumere, Agus Sulistyo, saat ditemui di Maumere, Sabtu (22/3/2008).
Ia menjelaskan, pihaknya tidak tahu mengapa dana PKH tahap II dan III sudah disalurkan kepada masyarakat, sementara dana tahap I belum 100 persen disalurkan. "Kami tidak tahu alasannya karena Posindo hanya menjalankan perintah dari Depsos," katanya.
Agus mengemukakan, pihaknya sudah menyalurkan dana PKH tiga tahap dengan total Rp 11.422.200.000,00. Dirincikan, tahap I sebesar Rp 3.373.122.000,00 untuk 8.079 orang. Disebutkannya, jumlah dana PKH tahap II sebesar Rp 4.021.658.000,00 dan tahap III sebesar Rp 4.027.420.000,00.
Agus mengatakan, pihaknya mendapat data dari Depsos bahwa penyaluran dana PKH tahap II dan III sebesar Rp 8.049.078.000,00 atau Rp 4.021.658.000,00 (tahap II) dan Rp 4.027.420.000,00 (tahap III).


Jumlah dana yang disalurkan
Tahap Penerima Nilai
I 8.079 org Rp 3.373.122.000
II 8.066 org Rp 4.021.658.000
III 8.066 org Rp 4.027.420.000
Total Rp 11.422.200.000

Sumber: poskup

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---