Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Friday, 20 June 2008

Empat SLTA Lulus 100 Persen..

SMK Budi Luhur I Lulus 5 Persen

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Kamis (19/6) mengumumkan kelulusan siswa SLTA sekabupaten Sikka. Dari 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada,SMK Budi Luhur I Maumere masuk kategori terendah kelulusan siswanya di mana dari 39 peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) hanya 2 siswa yang lulus atau 5,13 persen.

Sedangkan 2 SMK yang lulus 100 persen yakni SMK Santa Elisabeth Lela dengan jumlah siswa 48 orang dan SMK Tawa Tana dengan jumlah siswa 7 orang.Persentasi kelulusan SMK lainnya: SMK Sint Gabriel (96,02%). Disusul SMKN Talibura (95,65%), SMK Yohanes XXIII (94,25%), SMKN I Maumere (89,33%), SMK Bina Maritim (82,86%), SMK Budi Luhur II (54,29%), SMK St. Thomas (44,25%), dan SMK Yapenrays (11,76%).


Untuk SMA, yang lulus 100% ada dua sekolah yakni SMA Muhammadyah dan MA AT Taqwa. Disusul SMAN I Maumere dengan persentasi kelulusan (95,951%), SMA Santa Maria (93,023%), SMA Alvares (85,185%), SMAK Frater (84%), SMAN II Maumere (74,074%), SMAN Talibura (62,5%), SMAN Nita (55,556%), SMAK Bhaktyarsa (54,478%, SMA PGRI (45,455%), SMAN Bola (43,75)%, SMAK Sint Ga¬briel (35,417%), SMA St. Petrus (33,333%), dan SMAK Yohanes Paulus II (21,721%).

Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Yohanes Rana kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/6) menjelaskan dari 1.527 siswa SMA, sebanyak 603 di antaranya tidak lulus. Persentasi kelulusan siswa SMA 60,51%. Sedangkan dari 955 siswa SMK yang tidak lulus sebanyak 185 orang. Persentasi kelulusan siswa SMK 80,63%.


Diakuinya, persentasi kelulusan SMK mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun lalu sebesar 75,02%.Sedangkan persentasi kelulusan SMA hampir sama tahun lalu 62,06%.

Kepada siswa-siswi yang tidak lulus, Rana menyarankan untuk menyiapkan diri ikut ujian paket C dalam waktu dekat. "Siswa harus belajar keras agar lulus ujian paket C," katanya.(FLORES POS)


Selengkapnya...

56.499 Pemilih di Kabupaten Sikka Tidak Coblos

Dari Sikka dilaporkan, sebanyak 56.499 dari 187.603 pemilih terdaftar di Kabupaten Sikka tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT, 14 Juni lalu.
Hal ini diketahui dari hasil rapat pleno perhitungan dan penetapan perolehan suara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT oleh KPU Sikka yang dilaksanakan di Aula Kantor Ca-mat Alok, Rabu (19/6).

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Sikka ini,jumlah pemilih yang menggunakan suaranya pada saat pencoblosan sebanyak 131.104 pemilih. Dari jumlah ini,suara sah sebanyak 128.288, sedangkan suara tidak sah berjumlah 2.816.


Ketua KPU Sikka, M.P. Robby Keupung yang dimintai konfirmasinya usai rapat pleno KPU mengatakan,ada berbagai faktor yang menyebabkan banyak pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada saat pencoblosan.Namun semuanya itu karena kurang sosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk kondisi KPU Sikka, kurangnya sosialisasi ini terkait dengan mepetnya waktu persiapan Pilgub dengan pemilihan bupati dan wakil bupati Sikka.Ini yang menyebabkan sosialisasi tidak berjalan maksimal," katanya.

Sementara itu kondisi di luar KPU Sikka yang turut mempengaruhi warga tidak menggunakan hak pilihnya adalah adanya sikap apatisme masyarakat untuk datang ke TPS meskipun mereka sudah memegang kartu pemilih. "Faktor lain, kurangnya interaksi antara partai pengusung calon dengan konstituennya serta kegiatan kampanye yang hanya berpusat di ibukota kabupaten," kata Keupung.

Terpaut 5.482 Suara

Berdasarkan hasil pleno KPU Sikka, perolehan suara pasangan Ibrahim Agustinus Medah - Paulus Moa (Tulus) dengan pasangan Frans Lebu Raya-Eston Foenay (Fren) terpaut 5.482 suara. Tulus meraih dukungan terbanyak yakni 60.294 suara, sedangkan Fren mendapat 54.812 suara. Pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo ( Gaul ) mendapat 13.162 suara.

Paket Tulus menang di 12 kecamatan dari 21 kecamatan yakni Alok Timur,Kangae, Kewapante,Hewokloang,Bola,Doreng, Waigete,Waiblama,Palue,Nele,AlokBarat dan Alok. Sedangkan sembilan kecamatan lainnya dimenangkan paket Fren yakni Paga, Mego, Tanawawo,Lela,Nita,Koting,Magepanda,Mapitara dan Talibura.

Anggota KPU Sikka, Vivano Bogar mengatakan, hasil rapat pleno KPU tentang penetapan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur segera di bawah ke Kupang untuk disampaikan dalam rapat pleno KPU NTT. "Hari ini hasil rapat pleno langsung di bawah ke Ku-pang. Besok akan dilakukan rapat pleno di tingkat KPU NTT," kata Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan suara ini.(FLORES POS)

Selengkapnya...

Fren Unggul di 8 Kabupaten

Hasil pleno penghitungan suara di 19 KPUD kabupaten/kota menunjukkan, paket calon Gubernur NTT periode 2008-2013 dari PDIP, Frans Lebu Raya - Esthon L Foenay (Fren) unggul di 8 kabupaten, Gaul menang di tujuh kabupaten dan lima kabupaten lainnya Tulus unggul.

Demikian data hasil penghitungan suara di 19 kabupaten/kota yang diperoleh Kamis (19/6/2008).Sementara KPUD Kabupaten Kupang sampai kemarin, belum menggelar rapat pleno.Dari jumlah perolehan suara, termasuk hasil sementara di Kabupaten Kupang yang belum diplenokan dimana Tulus unggul (lihat tabel), Fren masih di posisi teratas disusul Tulus dan Gaul.

Dari sisi jumlah perolehan suara per kabupaten/kota, Fren menang di Kabupaten Belu, TTU, Kota Kupang, Sumba Timur, Lembata, Flotim, Ende dan Ngada. Sementara Gaul menang di Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Nagekeo. Lima kabupaten lainnya yang dimenangkan Tulus adalah Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Alor dan Sikka.

Sementara dari sisi total perolehan suara, termasuk Kabupaten Kupang yang belum diplenokan (masih data sementara yang belum diplenokan), Fren menang dengan 760.733 suara, disusul Tulus yang diusung Partai Golkar dengan 686.381 suara dan Gaul memperoleh 582.367 suara.

Kabupaten Kupang merupakan satu-satunya kabupaten yang belum menyelesaikan rekapitulasi karena rekapitulasi penghitungan suara enam kecamatan di Pulau Sabu dan Kecamatan Amfoang Utara baru tiba di KPUD setempat, kemarin sore. Sesuai rencananya, KPUD Kabupaten Kupang melakukan pleno hari ini, Jumat (20/6/2008.(Poskupang)
Selengkapnya...

Wednesday, 18 June 2008

Melihat Sedikit Nian Tana...

Kabupaten Sikka memang kaya akan adat,budaya dan tarian serta berbagai pantai yang indah,sementara ini mari sama-sama untuk melihat foto-foto koleksi dari seorang sahabat kami.

Meski banyak orang luar yang belum tahu Maumere itu dimana atau Maumere itu apa sih namun mulai saat ini mari kita sama-sama mengenalkan Maumere kepada semua orang hingga tidak ada lagi kita dengar cerita-cerita miris seperti pengelaman gadis luar yang bernama Fitria tersebut.


Lihat foto-foto dibawah ini yang diambil beberapa tahun lalu....



Patung Maria Bunda Segala Bangsa


Maumere Dari Nilo


Dari Sea World..


Pantai Kajuwulu


Wodong Beach


Pantai Barat Maumere


Wodong Beach


Dari Sea World..


Sunset Di Pantai Barat..


Kampung Tradisional Wuring

Wisung Fatima Di Lela

Gereja tua di Sikka


Barang Antik Di Museum Bikon Blewut


Gading Besar(Bikon Blewut)

Jong Dobo(Foto Asli)

Toja Bobu,Tarian Peninggalan Portugis

Pasangan Berpakaian Adat Sikka

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

TULUS Unggul di Kabupaten Sikka..

Paket TULUS yang mengusung Ibrahim Agustinus Medah sebagai calon Gubernur dan Paulus Moa sebagai calaon Wakil Gubernur menyalib perolehan sementara perhitungan suara Pilkada NTT dikabupaten Sikka yang sebelumnya sempat dipimpin oleh Paket FREN yang mengusung Frans Lebu Raya sebagai calon Gubernur dan Esthon Foenay sebagai calaon Wakil Gubernur NTT.



Dalam perhitungan suara yang dikeluarkan oleh KPUD Sikka sampai dengan pukul 23.00 waktu indonesia bagian tengah,Paket TULUS yang mengusung salah satu putera terbaik tanah Sikka Bapak Paulus Moa sebagai calon wakil gubernur memimpin angka perolehan suara dengan perolehan suara sebanyak 53.837 suara diikuti Paket FREN dengan perolehan suara sebanyak 49.141 suara pemilih sedangkan Paket GAUL berada di urutan ke tiga perolehan suara yakni sebesar 11.099 suara.

Perolehan perhitungan suara yang dikeluarkan KPUD Sikka malam tadi tersebut masih minus kecamatan PalueE yang belum masuk sampai dengan berita ini diturunkan.Tapi melihat hasil sementara yang sudah dikeluarkan sepertinya Paket TULUS unggul di Kabupen Sikka.

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Tuesday, 17 June 2008

Paulus Moa datangi KPUD Sikka,FREN Sementara Unggul..

Calon Wakil Gubernur NTT, Drs Paulus Moa, yang berpasangan dengan IA Medah (Paket Tulus), Senin (16/6/2008) siang, mendatangi Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka. Kedatangan Moa ke sana untuk mempertanyakan secara langsung hasil perhitungan suara pemilihan gubernur (Pilgub) NTT yang dilakukan KPUD setempat. Moa optmis paket Tulus (Drs. Ibrahim A Medah-Drs. Paulus Moa) akan meraih perolehan suara terbanyak di Kabupaten Sikka.



Disaksikan wartawan, Senin (16/6/2008) pukul 10.30 wita, kedatangan Paulus Moa ke KPU Kabupaten Sikka didampingi sejumlah tim suksesnya dan Ketua TPDI RI, Petrus Salestinus, SH dan Ketua tdi Meridian Dado, SH. Di kantor itu Moa diterima dan bertemua langsung dengan Ketua KPUD Sikka, Robby Keupung. Pembicaraan Moa dengan pihak KPU Sikka berlangsung tertutup selama hampir setengah jam di ruang kerja Ketua KPU Sikka. Moa meminta pihak KPU Sikka bisa mengawal proses perhitungan suara dari berbagai TPS sehingga tidak terjadi indakasi kecurangan.

Usai bertemu KPU, kepada wartawan Moa menjelaskan maksud kedatangannya ke Kantor KPU Sikka. :Saya datang untuk mengecek hasil perhitungan suara di KPU. Hanya itu," kata Moa.

Mengenai hasil perhitungan suara yang diumumkan KPU NTT yang menyebutkan peket Tulus (Drs. Ibrahim A Medah-Drs. Paulus Moa) berada di urutan kedua setelah paket Fren (Drs, Frans Leburaya-Ir. Eston Foenay), Moa enggan menanggapinya. Namun Moa dengan optimis mengatakan hasil perhitungan suara yang dilakukan timnya di lapangan menyebutkan paket Tulus menempati perolehan suara dengan urutan teratas. (vel/Poskupang)

Fren Raih 643.920 Suara

Pasangan Drs. Frans Lebu Raya-Ir. Esthon L Foenay (Fren) terus memimpin perolehan hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT 2008-2013. Data yang diperoleh Pos Kupang dari KPU Kabupaten di seluruh kabupaten di NTT hingga pukul 23.00 wita, Fren meraih 643.920 suara. Jumlah suara sah yang sudah masuk sebanyak 1.486.283 suara.

Sementara, berdasarkan pengumuman hasil sementara KPU NTT sekitar pukul 19.00 Wita kemarin, total suara sah 756.303. Jumlah ini direkap dari 20 kabupaten/kota se NTT. Berdasarkan data ini, paket Fren memimpin dengan 322.054 suara, disusul Tulus 269.930 dan Gaul, 164.319 suara sah.

Hasil sementara perolehan suara ini memperlihatkan, paket Fren unggul di sembilan kabupaten/kota, yakni Kota Kupang (14.983), TTU (21.438), Belu (17.519), Lembata (10.499), Flotim (43.317), Sikka (42.740), Ende (56.367), Ngada (29.752) dan Sumba Timur (13.072).

Paket Tulus menang di empat kabupaten, yakni TTS (6.002), Rote Ndao (46.146), Kabupaten Kupang (33.588) dan Alor (29.140). Paket Gaul unggul di tujuh kabupaten, Nagekeo (31.467), Manggarai Timur (4.721), Manggarai (2.652), Manggarai Barat (2.530), Sumba Barat Daya (6.389), Sumba Barat (4.124) dan Sumba Tengah (2.592).

Anggota KPU NTT, Hans Louk, menjelaskan, pengumuman ini untuk memenuhi rasa ingin tahu warga NTT. Ditanya sumber data yang dipakai KPU NTT, Hans Louk mengatakan, pengumuman ini berdasarkan laporan dari setiap KPU kabupaten/kota yang dikirim melalui faksimile.

"Saya ingin tegaskan, hasil sementara yang kami publikasikan ini untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat. Sumber datanya berasal dari KPU di kabupaten yang dikirim melalui faks," kata Hans Louk.

Anggota KPU NTT lainnya, John Depa, menambahkan, hasil penghitungan sementara ini diambil dari lampiran formulir C-1 (berisi tentang hasil perolehan suara untuk masing-masing pasangan). Formulir ini, katanya, salah satu eksemplarnya harus diserahkan oleh KPPS kepada KPU kabupaten/kota. Ditanya apakah formulir yang sama diberikan kepada saksi masing-masing pasangan, John Depa mengakuinya. Karena berasal dari formulir C-1, John Depa menegaskan, data yang dipublikasikan ini otentik.(Poskupang)
Selengkapnya...

"Jong Dobo" Pesona Dusun Dobo"

Jong Dobo' atau disebut juga Jong Gelang terdapat di Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante. Di dusun yang sama juga terdapat megalitik Dobo yang dalam bahasa setampat disebut mahe.

Artefak Jong Dobo berukuran mini/kecil, dengan panjang 60 Cm, lebar 8 Cm, dan tinggi 12 Cm, dengan awak kapal sebanyak 22 orang. Kleteng latar melukiskannya secara khusus, para ahli juga sudah mencatatnya secara ilmiah.


Rumusan dalam Kleteng Latar

Soge Ata Numba,sage Jong Gelang reta,Jong Gelang reta, beli urang nora dada; Poto watu la Dobo, poa inga ia Dobo, Inga ia Dobo, Jong baleng dadi gelang - "Orang Ende (Soge) dari Numba, membawa dan menyembunyikan kapal perunggu itu; kapal perunggu itu, pemberi hujan dan panas matahari; Ketika mengangkat jangkar di Dobo, begitu kesiangan; Karena kesiangan kapal berubah menjadi perunggu".

Sedangkan dalam catatan para ahli menurut Kepala Kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Oscar Pareira Mandalangi(saat itu)antaranya Dr. Verhoeven SVD, bahwa Jong Dobo berasal dan Kebudayaan Dongson di India Belakang atau Tiongkok Selatan (sekarang Vietnam) pada abad 8 M.

Ahli purbakala lainnya Prof. Hugh O'Neil dari Melbourne University Australia mengatakan, artefak Jong Dobo menurut struktur dan bentuknya berasal dari Kebudayaan Sumeria abad 3 SM, dibawa dari Laut Tengah ke India, Benggala dan dalam petualangan migrasi suku bangsa India ke Indonesia, tiba di Nusa Tenggara Timur,di Dobo.

Menurut P.J. Sevink SJ, Bapak Pengasal yang membawa JongDobo ialah Mo'an Lago-Dua Bella. Bahwa artefak Jong Dobo punya awak 22 on ang yang terdiri dari 1 kapten, 3 juru mudi, 8 penumpang dan 12 pendayung.

Pada tanggal 7 Januari 1988, istri Dubes Kerajaan Inggris untuk In. donesia yangjuga ahli sejarah dan peminat benda-benda purbakala, bersama suaminya datang melihat JongDobo. Dikatakannya, "JongDobo merupakan satu-satunya barang langka di Asia, selain satu lagi yang kini tersimpan di Museum Paris."

Jong Dobo disimpan dan dijaga oleh Lepo Tana Puan, ialah suku yang mengepalai suku-suku lainnya. Karenanya, artefak Jong Dobo dianggap sebagai milik umum, bersama. Sedangkan yang bertanggung jawab langsung ialah juru kunci pertama Mumeng (Si Dungu Bisu), kemudian juru kunci kedua ialah Hendrikus Domi.

Artefak unik Jong Dobo terletak di Dusun Dobo, di atas bukit setinggi sekitar 500 m di atas permukaan laut. Jong Dobo sedianya terletak di tengah hutan di pinggir kampung di atas beberapa buah batu yang disebut mahe. Kemudian karena dikuatirkan bisa dicuri orang, maka Jong Dobo kemudian dipindahkan kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Sikka ke rumah Hendrikus yang diakui masyarakat sebagai "pewaris" yang harus bertanggungjawab atas benda unik tersebut. Pengamanan seperti itu juga berkaitan dengan semaraknYa para pencari-penggali barang-barang antik.

Pemerintah Daerah Tingkat II Sikka, di masa Bupati Sikka Drs. Dan Woda Palle, memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Jong Dobo dengan membuka jalan raya ke situs Jong Dobo. Juga di masa Bupati Drs.Paulus Moa karena menyadari keberadaan Jong Dobo sebagai sebuah aset Sikka ke depan.

Doeloe, di tempatnya di tengah hutan, selain Jong Dobo, dalam onggokan batu-batu itu juga terdapat sebuah kumbang kecil dengan lebar mulut sekitar 10 Cm dan tinggi 25 Cm. Dewasa ini, sebagian mulutnya sudah pecah dan disimpan di kampung lain. Tidak jelas mengapa demikian. Selain di Dusun Dobo, konon, di tempat lain juga terdapat barang-barang perunggu.

Dicuplik dari buku 'Pelangi Sikka'-Michael Beding dan Indah Lestari Beding
www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---