Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 28 June 2008

Kaca Polos Untuk Mobil Pejabat

J
anji Bupati Sosimus Mitang dan Wakil Bupati Wera Damianus semasa kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati sikka akhirnya terpenuhi juga.Salahsatunya adalah mobil dinas yang digunakan harus berkaca polos alias tidak menggunakan reben.

Ini yang sudah mulai nampak mulai dilakukan oleh Sosimus dan Wera Damianus.Dihari-hari awal kepemimpinanya,mobil dinas yang digunakan diganti dengan kaca polos yang tembus pandang.Keduanya memulai ini dari mobil dinas yang mereka gunakan.

Tidak pelak,mobil dinas yang digunakan pejabat dibawahnya pun tak ikut ketinggalan.Mulai dari mobil dinas sekda,para kepala dinas/kantor/badan dan para camat pun kini ramai-ramai diganti dengan kaca transparan.”jika kami dipercayakan untuk memimpin Kabupaten Sikka,mobil dinas yang kami gunakan nanti diganti dengan kaca polos biar rakyat bisa melihat pemimpinnya,”kata Pak Sosimus saat kampanye.(flores pos)
Selengkapnya...

Thursday, 26 June 2008

Kerajaan Kangae..

Mo'ang A.BoEr Parera dalam manuskripnya semenjak 1910 dan terakhir berdasarkan keterangan Mo'ang Badar pada tanggal 25 Mei 1940 di rumah Mo'ang Gaing di Kampung Blatat,dilatarkan bahwa keturunan Kerajaan Kangae berasal dari Mo'ang Ma Gate Ama Gahar,Bemu Aja (dan saudaranya Mo'ang Raja Bisa Amat).

Mo'ang Bemu Aja menikahi Du'a Gurung Merang. A. BoEr juga menjelaskan kepada Oscar P. Mandalangi bahwa nama lain dari Du'a Gurung Merang lengkapnya Du'a Gurung Merang Plale Poung. Ibunda ini keturunan dari Mo'ang Ria ( ata bekor) yang mendiami Mekeng Detung Wololaru di Ding Bekor. Dan karena keterampilan mencampur warna kain dengan akar serta daun nila/tarum, penduduk setempat menyapa Du'a Plale Poung Den Kale-Ngaeng Tarung. Pergeseran kata kale-ngaeng ini akhirnya melahirkan Kangae.


Leluhur purba Mo'ang Bemu Aja menurunkan Mo'ang Nai, Mo'ang Tigar Riwung, Mo'ang Tega Sasa, dan Mo'ang Ehak Gesuk, dan dari mereka diturunkan dua tokoh terkemuka yakni Mo'ang Bapa dan Mo'ang Goleng, menempati kampung Wolo'luma Nitung Kangae.
Mo'ang Bapa melahirkan Mo'ang Nago dengan putera-puteranya Mo'ang Keu, Mo'ang Wuli dan Mo'ang Mitang. Dari keturunan ini terkenal pula Mo'ang P.Y. Bapa Mekeng dengan putera-puteranya Blasius Bapa Mekeng dan Paulus Bapa Mekang sekarang ini.

Mo'ang Goleng menurunkan Mo'ang Juje dan beliaulah yang melahirkan Mo'ang Nai dan Mo'ang Roa, yang oleh Belanda dan penduduk Nuhang Ular Tana `Lorang disapa menjadi satu yakni Mo'ang Nai Roa.

Keturunan dinasti ini menguasai sebuah wilayah di bagian timur di samping Raja Sikka yang "mencaplok" seluruh wilayah, namun kebesaran dan kekuasaan turun temurun sesuai Wolon(g)-Wolon(g) tak dapat dibendung,sehingga Kangae selamanya tidak mau mengakui hegemoni Kerajaan Sikka terhadapnya semenjak semula,walaupun Kangae juga diberikan mangun lajar pembawa lambang kekuasaan Bala Mangung dari Raja Sikka.

Tertulis bahwa nenek moyang Du'a Gurung Merang Plale Poung, yang datang dari Iling Bekor Mekeng Detung Wololaru ialah mereka yang disapa dengan leluhur Mo'ang Toda, Lanur, Molik, Balik bersama isterinya Du'a Doda Wai Timu Nusur Wai Plale Poung di atas.Du'a Plale Ploung dengan anak-anaknya Mo'ang Sawu Sia Wuli Bewat, membawa bukti alat kebesaran -regalia- ke kampung Kangae yang dikenal dengan Muti Bala Jawa, Bala Langat dan sebuah periuk purba Unu Podo.

Sejarah menuliskan bahwa Mo'ang Nai adalah Raja I Kerajaan Kangae dalam daftar Kolonial Belanda. Ketika kedatangan Portugis yakni guru agama Augustinho da Gama bersama AlexiusAlessu (Raja I Kerajaan Sikka yang memakai gelar raja), tersebutlah bahwa keduanya membawa pula Regalia kerajaan berupa tongkat kerajaan. Mo'ang Alessu membawa serta dua batang tongkat berkepala perak sedangkan Augustinho da Gama menjadi wakil Raja Don Alessu.

Dua tongkat ini, sebuah diserahkan kepada Raja Maujong (Mau Lobo-Jong) dari Nita, dan sebatang lagi kepada Mo'ang Korung da Cunha di Alok Wolokoli sebagai Commendanti Pelabuhan Alok Wolokoli.
Setelah kematian Augustinho da Gama, puteranya Thomas da Gama yang lebih dikenal dengan Thomas Dede Amang (Jarang Paing Nora Lado) tidak bersepakat dan bersahabat dangan Raja Sikka. Beliau berpindah ke Wuring-Bebeng mendiami daerah itu. Ketika berjumpa Mo'ang Goleng di Waipare dalam perjalanan ke Kangae, tongkat emas berlambang domba dan burung merpati itu diserahkan kepada Mo'ang Goleng untuk dijadikan tongkat kerajaan.

Kerajaan Kangae sendiri tak pernah aman. Untuk menenteramkan wilayah kolonial,Belanda kembali memecah belah Kerajaan Sikka untuk kedua kalinya dengan mendirikan Kerajaan Kangae. Mo'ang Nai dilantik menjadi Raja I Kerajaan Kangae dalam daftar kolonial Belanda dengan menyerahkan sebuah Korteverklaring oleh Residentie Timor en Onderhorrigh di Waipare, 9 Desember 1902. Beliau menguasai Napung Pitu Wolong Walu dengan batas dari Wairotang ke Bao Pa'at di sebelah Utara menuju selatan hingga Wolo'luma, Kangae, Nitung, Habi, Wetak, ke utara hingga Bang Arat.

Pada tanggal 30 Juni 1904 pukul 7.30, posthouder mengirim resident dan controleurke Waipare untuk mengganti tongkat perak Kerajaan Kangae dengan tongkat emas, serta penghargaan kepada Raja Mo'ang Nai karena dapat "mengamankan" serangan Nuhu Teka. Pada saat yang sama diangkat pula Daeng Pawindu sebagai Kepala Orang Bugis, Husen Pua Salem sebagai Kepala Kampung Geliting-Wairotang dan Bolong Uwa sebagai Kepala Kampung Waioti.

D. D. Kondi menulis bahwa Raja Mo'ang Nai sebelumnya pada tahun 1903 telah mengikuti perubahan sistem sentralisasi ke desentralisasi oleh Raja Yoseph Nong Meak da Silva dengan pemencaran kekuasaan berdasarkan wilayah/distrik -kapitan- dimana Kangae terdiri atas enam wilayah distrik: Kapitan Wetakara, Kringa, Werang, Wai Gete, dan Hewokloang. Sedangkan Nita terdiri dari 2 wilayah distrik: Kapitan Nita dan Tilang. Kerajaan Sikka meliputi 10 distrik: Sikka, Maumere, Nualolo, Nele, Mbengu, Bu, Megoh, Kolo, Wolokoli, dan Palu'e.

Ketika Raja Sikka Don Yosephus Nong Meak da Silva dipensiunkan Belanda karena tua, diangkat-dilantik Raja Don Thomas Ximenes da Silva oleh Controleur Oranye pada tanggal 21 November 1923 dengan sebuah Besluit Guvernur General Belanda di Betawi No.50/1 Mei/1923.

Pada saat yang sama secara sepihak pada tahun 1923, Kolonial Belanda memberikan pensiun kepada Raja Mo'ang Nai seperti diperbuatnya terhadap Raja Sikka dan Raja Nita sebelumnya. Dan tanpa kompromi seluruh wilayah Kerajaan Kangae diserahkan kepada kesatuan Kerajaan Sikka dibawah Raja Don Thomas Ximenes da Silva. Hal ini berdasar pangumuman Assisten Resident Flores pada tanggal 14 November 1925. H. Mennes, Controleur Maumere kemudian menyatakan wilayah Kerajaan Nita dibubarkan.

Dicuplik dari buku 'Pelangi Sikka'-Michael Beding dan Indah Lestari Beding
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 21 June 2008

Ada Pentas Seni Kawula Muda di Barata..

Masyarakat di Kota Maumere malam minggu tanggal 21 Juni 2008 memenuhi parkiran depan Barata, pusat belanja murah yang diresmikan bulan Desember 2007 . Ada apa disana?Sttttttt…ternyata malam minggu ini ada pentas seni bagi para kawula muda kabupaten Sikka. Acara yang berlangsung dari jam 7 malam sampai dengan pukul 10 malam tersebut berlangsung meriah dengan diisi oleh berbagai band di kota Maumere, sanggar tari, dancer dan berberapa hiburan.


Warga kota yang memang haus dengan hiburan semacam ini menjelang malam telah mendatangi Barata dan memenuhi halaman parkiran.Ada yang datang dengan pasangannya,ada yang sekeluarga,ada yang sendiri saja(jomblo nih yeee) ada pula yang datang secara gerombolan dengan masing-masing gengnya.

Menurut Yeni Kabupung yang merupakan salah satu anggota dari tim Games Pro,acara ini dimaksud sebagai wadah untuk menampilkan bakat seni dikalangan anak muda sekabupaten Sikka yang menurutnya kurang diperhatikan di tanah sendiri. Dengan menggandeng beberapa pihak tersebut Yeni berharap semoga kegiatan ini bisa berlangsung terus secara regular di tanah Sikka. Yeni juga berharap agar pihak-pihak yang memiliki otoritas di kabupaten ini agar ikut serta memberi perhatian terhadap bakat seni anak muda Maumere.

Seturut dengan Yeni Kabupung, Inus Florasta yang juga merupakan salah satu tim dari Games Pro mengharapkan pula agar kegiatan postif semacam ini terus di kembangkan sehingga anak muda kabupaten Sikka bisa menyalurkan bakat seni dan kemampuan mereka lewat pentas-pentas seni yang diselengarakan.

Pelangi Band, Nidi band, Plur Band, Delta, Total Alaradalah beberapa band yang mengisi pentas semalam sedangkan sanggar dancer yang ikut serta memeriahkan acara malam tadi adalah Benza Dancer, Kamb’ja Dancer, Virgine Dancer sedangkan tarian Sikka dibawakan oleh sanggar Sora dari Koting dengan rancak dan cukup untuk membius penonton apalagi para penari tersebut masih berusia Sekolah Dasar. Acara pentas seni juga disi oleh hiburan dari Olga Cs yang cukup meriah dengan aksi-aksi kocak yang dibawakan di panggung.

Sempat juga ada Kelvin yang berasal dari Koting yang naik ke panggung untuk membacakan puisi yang menyentuh hati. Oya, Kelvin ini anak berumur 6 tahun yang cacat fisik(buta). Kelvin sempat membuat terharu para penonton dengan puisinya.

Ini foto-foto yang sempat kami abadikan semalam...

Plur Band


Anak SD lewat Sanggar SORA melestarikan Tarian Sikka





Olga cs,menghibur dengan lagu Naif 'bila kumati kau juga mati'



Masyarakat padati parkiran Barata




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 20 June 2008

DINAS PENDIDIKAN TIDAK DUKUNG ANAK DIDIK

PRIHATIN PRIHATIN PRIHATIN !! Hanya itu yang bisa kami bilang,mau dibawa kemana masa depan anak bangsa di Kabupaten Sikka? Anggaran untuk yang lain malah keluar dengan deras,ah sudahlah,ini memang potret pendidikan di tanah kita sendiri,meang..itu saja !!Baca berita dibawah ini....

Sikap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang tidak memberangkatkan sembilan siswa untuk mengikuti Olimpiade MIPA tingkat NTT,dinilai sebagai sikap yang tidak mendukung anak didik di daerah itu dalam meningkatkan kualitas dirinya.

Penilaian ini dilontarkan salah seorang pemerhati masalah pendidikan di Kabupaten Sikka, Vinsensius Asno kepada Flores Pos di Maumere, Kamiss (19/6).
"Dari penjelasan kepala dinas maupun' Kasubdin Dikdasmen, memang terungkap ada salah urus di lembaga itu. Tetapi saya berani mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka sama sekali tidak mendukung anak didik di daerah ini," kata Asno.


Mestinya, kata dia, tidak perlu ada alasan tidak ada uang untuk memberangkatkan siswa yang ikut olimpiade. Sebab, ditingkat nasional maupun di semua daerah, anggaranpendidikan naik dari tahun ke tahun.Hal ini menjadi ironi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sikka.

"Seharusnya tidak ada kata tidak untuk anggaran pendidikan. Apalagi ini untuk peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak didik. Kita berharap masalah ini tidak akan terulang lagi di masa-masa mendatang,"kata Asno.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Sikka ini menambahkan,peristiwa yang menimpa sembilan peserta olimpiade mungkin bagi segelintir orang di Dinas Pendidikan Sikka dianggap masalah sepele, tetapi menjadi preseden buruk bagi para guru, orang tua, dan menurunkan motivasi bagi anak didik. Dia berharap ke depan penempatan staf di Dinas Pendidikan setempat harus dari orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, meskipun mereka umumnya berkutat dengan urusan administrasi.

"Betul bahwa para staf di Dinas Pendidikan itu memang tenaga administrasi.Tetapi kalau mereka tidak punya kecintaan terhadap dunia pendidikan, bisa hancur pengelolaan pendidikan di daerah ini. Sebab, bagaimanapun kendali administrasi pendidikan ada di tangan mereka," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Robert da Silva yang dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, ketidakberangkatan sejumlah peserta olimpiade itu memang di luar dugaannya. Sebab,seminggu sebelumnya ia telah mendisposisikan kepada bendahara di kantor itu untuk mengurus keuangan peserta Olimpiade MIPA, termasuk tiket keberangkatan.(FLORES POS)


Selengkapnya...

Empat SLTA Lulus 100 Persen..

SMK Budi Luhur I Lulus 5 Persen

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Kamis (19/6) mengumumkan kelulusan siswa SLTA sekabupaten Sikka. Dari 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada,SMK Budi Luhur I Maumere masuk kategori terendah kelulusan siswanya di mana dari 39 peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) hanya 2 siswa yang lulus atau 5,13 persen.

Sedangkan 2 SMK yang lulus 100 persen yakni SMK Santa Elisabeth Lela dengan jumlah siswa 48 orang dan SMK Tawa Tana dengan jumlah siswa 7 orang.Persentasi kelulusan SMK lainnya: SMK Sint Gabriel (96,02%). Disusul SMKN Talibura (95,65%), SMK Yohanes XXIII (94,25%), SMKN I Maumere (89,33%), SMK Bina Maritim (82,86%), SMK Budi Luhur II (54,29%), SMK St. Thomas (44,25%), dan SMK Yapenrays (11,76%).


Untuk SMA, yang lulus 100% ada dua sekolah yakni SMA Muhammadyah dan MA AT Taqwa. Disusul SMAN I Maumere dengan persentasi kelulusan (95,951%), SMA Santa Maria (93,023%), SMA Alvares (85,185%), SMAK Frater (84%), SMAN II Maumere (74,074%), SMAN Talibura (62,5%), SMAN Nita (55,556%), SMAK Bhaktyarsa (54,478%, SMA PGRI (45,455%), SMAN Bola (43,75)%, SMAK Sint Ga¬briel (35,417%), SMA St. Petrus (33,333%), dan SMAK Yohanes Paulus II (21,721%).

Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Yohanes Rana kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/6) menjelaskan dari 1.527 siswa SMA, sebanyak 603 di antaranya tidak lulus. Persentasi kelulusan siswa SMA 60,51%. Sedangkan dari 955 siswa SMK yang tidak lulus sebanyak 185 orang. Persentasi kelulusan siswa SMK 80,63%.


Diakuinya, persentasi kelulusan SMK mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun lalu sebesar 75,02%.Sedangkan persentasi kelulusan SMA hampir sama tahun lalu 62,06%.

Kepada siswa-siswi yang tidak lulus, Rana menyarankan untuk menyiapkan diri ikut ujian paket C dalam waktu dekat. "Siswa harus belajar keras agar lulus ujian paket C," katanya.(FLORES POS)


Selengkapnya...

56.499 Pemilih di Kabupaten Sikka Tidak Coblos

Dari Sikka dilaporkan, sebanyak 56.499 dari 187.603 pemilih terdaftar di Kabupaten Sikka tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT, 14 Juni lalu.
Hal ini diketahui dari hasil rapat pleno perhitungan dan penetapan perolehan suara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT oleh KPU Sikka yang dilaksanakan di Aula Kantor Ca-mat Alok, Rabu (19/6).

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Sikka ini,jumlah pemilih yang menggunakan suaranya pada saat pencoblosan sebanyak 131.104 pemilih. Dari jumlah ini,suara sah sebanyak 128.288, sedangkan suara tidak sah berjumlah 2.816.


Ketua KPU Sikka, M.P. Robby Keupung yang dimintai konfirmasinya usai rapat pleno KPU mengatakan,ada berbagai faktor yang menyebabkan banyak pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada saat pencoblosan.Namun semuanya itu karena kurang sosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk kondisi KPU Sikka, kurangnya sosialisasi ini terkait dengan mepetnya waktu persiapan Pilgub dengan pemilihan bupati dan wakil bupati Sikka.Ini yang menyebabkan sosialisasi tidak berjalan maksimal," katanya.

Sementara itu kondisi di luar KPU Sikka yang turut mempengaruhi warga tidak menggunakan hak pilihnya adalah adanya sikap apatisme masyarakat untuk datang ke TPS meskipun mereka sudah memegang kartu pemilih. "Faktor lain, kurangnya interaksi antara partai pengusung calon dengan konstituennya serta kegiatan kampanye yang hanya berpusat di ibukota kabupaten," kata Keupung.

Terpaut 5.482 Suara

Berdasarkan hasil pleno KPU Sikka, perolehan suara pasangan Ibrahim Agustinus Medah - Paulus Moa (Tulus) dengan pasangan Frans Lebu Raya-Eston Foenay (Fren) terpaut 5.482 suara. Tulus meraih dukungan terbanyak yakni 60.294 suara, sedangkan Fren mendapat 54.812 suara. Pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo ( Gaul ) mendapat 13.162 suara.

Paket Tulus menang di 12 kecamatan dari 21 kecamatan yakni Alok Timur,Kangae, Kewapante,Hewokloang,Bola,Doreng, Waigete,Waiblama,Palue,Nele,AlokBarat dan Alok. Sedangkan sembilan kecamatan lainnya dimenangkan paket Fren yakni Paga, Mego, Tanawawo,Lela,Nita,Koting,Magepanda,Mapitara dan Talibura.

Anggota KPU Sikka, Vivano Bogar mengatakan, hasil rapat pleno KPU tentang penetapan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur segera di bawah ke Kupang untuk disampaikan dalam rapat pleno KPU NTT. "Hari ini hasil rapat pleno langsung di bawah ke Ku-pang. Besok akan dilakukan rapat pleno di tingkat KPU NTT," kata Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan suara ini.(FLORES POS)

Selengkapnya...

Fren Unggul di 8 Kabupaten

Hasil pleno penghitungan suara di 19 KPUD kabupaten/kota menunjukkan, paket calon Gubernur NTT periode 2008-2013 dari PDIP, Frans Lebu Raya - Esthon L Foenay (Fren) unggul di 8 kabupaten, Gaul menang di tujuh kabupaten dan lima kabupaten lainnya Tulus unggul.

Demikian data hasil penghitungan suara di 19 kabupaten/kota yang diperoleh Kamis (19/6/2008).Sementara KPUD Kabupaten Kupang sampai kemarin, belum menggelar rapat pleno.Dari jumlah perolehan suara, termasuk hasil sementara di Kabupaten Kupang yang belum diplenokan dimana Tulus unggul (lihat tabel), Fren masih di posisi teratas disusul Tulus dan Gaul.

Dari sisi jumlah perolehan suara per kabupaten/kota, Fren menang di Kabupaten Belu, TTU, Kota Kupang, Sumba Timur, Lembata, Flotim, Ende dan Ngada. Sementara Gaul menang di Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Nagekeo. Lima kabupaten lainnya yang dimenangkan Tulus adalah Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Alor dan Sikka.

Sementara dari sisi total perolehan suara, termasuk Kabupaten Kupang yang belum diplenokan (masih data sementara yang belum diplenokan), Fren menang dengan 760.733 suara, disusul Tulus yang diusung Partai Golkar dengan 686.381 suara dan Gaul memperoleh 582.367 suara.

Kabupaten Kupang merupakan satu-satunya kabupaten yang belum menyelesaikan rekapitulasi karena rekapitulasi penghitungan suara enam kecamatan di Pulau Sabu dan Kecamatan Amfoang Utara baru tiba di KPUD setempat, kemarin sore. Sesuai rencananya, KPUD Kabupaten Kupang melakukan pleno hari ini, Jumat (20/6/2008.(Poskupang)
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---