Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Sunday, 20 July 2008

Sekilas Latar Belakang Sejarah Kabupaten Sikka

Asal Usul Orang Sikka

*Para antropolog dan arkeolog mengatakan orang Sikka penghuni negeri Lorang Flores berasal dari Lembah Dong Son di Hulu Sungai Mekong dan Hoang Ho, China.

*Para penulis sejarah lokal seperti Oscar Mandalangi Parera,DD Kondi dan A Boer berpendapat bahwa orang Sikka berasal dari penghuni asli dan pendatang dari seberang lautan. Para penghuni asli ini disebut Ata Teri Nian E’ra Natar atau Ata TawaTana atau Bapak Pengasal. Menurut Pater Sareng Bao, SVD, manusia menghuni bumi Sikkasejak bumi diciptakan.


* Menurut penduduk asli dan pendatang dari Benggala (kini Bangladesh), yakni Mo’ang Ra’e Raja dengan istrinya Du’a Guru Merang yang melahirkan Raja – raja Kangae. Nama Kabupaten Sikka agaknya berasal dari nama Ibu pelahir para pahlawan negeri ini. Nama ini pun menunjuk pada Dewi Sikh, nama seorang Dewi Padi Ilalang dari ndia.

*Selain Bangladesh, lelulur orang Sikka-pun diyakini berasal dari Malaka, kini Semenanjung Malaysia. Kata hikayat, leluhur itu seorang pelaut, lantaran kapalnya rusak dan terdampar di Paga Mbengu, lalu mengawini perempuan setempat. Leluhur itu disapa Laka dari kata Malaka dan keturunannya kini tinggal di wilayah bagian barat Kabupaten Sikka, yakni Paga, Mauloo, Wolowiro di Kecamatan Paga.

Kepurbaan Manusia Sikka
*Prasejarah menunjukkan kawasan Sikka telah ada sejak jaman batu–megalithikum, dimana banyak artefak arkeologis menunjukkan jejak-jejak prasejarah tersebut.

*Zaman pra-sejarah dan roh kepurbakalaan Sikka bisa ditelusuri dalam sastra lisan, dalam mitos dan legenda, sekaligus dapat diraba melalui artefak dan fosil-fosil peninggalan zaman purbakala.Misalnya batu dengan tapak tangan manusia raksasa di Ewa. Kecamatan Waigete, juga ada tapak kaki kiri manusia raksasa yang panjang,tapak kakinya lebih tinggi dari ukuran tinggi manusia normal, dengan lebar tapak kaki bisa mencapai tiga orang manusia berbadan gemuk.

*Fosil-fosil ini ditemukan disebuah batu cadas yang keras. Masyarakat menyebutnya dengan La’e Ripu terdapat di Rejo, Desa Wolorego, Kecamatan Paga. Ada juga sejumlah gua yang diyakini dahulunya ditempati manusiamanusia purba asli Sikka. Seperti Gua Pati Ahu di Talibura, Liang (gua) Keytimu, Kubur batu Buabari di Paga.


*Artefak emas berbentuk kampak atau Bahartaka dan ukiran Tuhan Berwajah Tiga, Bahar Ama Pu Waen Telu di Desa Hale, Kecamatan Bola.

*Artefak perunggu berbentuk perahu Jong Dobo, ditemukan di Kecamatan Kewapante.

*Masih banyak peninggalan lain yang saat ini masih tersimpan di Museum Bikon Blewut, STF Ledalero.


Sejarah Pemerintah Sikka

* Sikka tumbuh kembang dalam 4 era, yakni pra-kolonial, era kolonial Portugis, Hindia-Belanda
dan era paska kemerdekaan. Sejarah menunjukkan kronik Sikka dalam silang budaya yang
sangat kental. Mulai dari silang budaya dengan India, Portugis hingga budaya modern saat ini.

* Tonggak sejarah Sikka dilakukan oleh Raja Don Alexius Alessu Ximenes da Silva pada awaltahun 1600 an sebagai peletak Agama Katholik di Sikka, Ratu Dona Agnesia dan Ratu Dona Maria (1613-1620) sebagai peletak emansipasi wanita, dan Raja Don Thomas Ximenes da Silva sebagai peletak Sikka Modern.

* Adat-istiadat dalam bidang pemerintahan telah lebur dalam tata cara pemerintahan republik pada pertengahan tahun 1950’an dengan dihilangkannya jabatan Raja Sikka setelah Raja Sikka Don Thomas Ximenes da Silva XIII adalah raja terakhir yang secara adat maupun administratif diakui.

* Tahun 1958 terbit ketetapan pemerintah Republik Indonesia mengenai (swapraja) Kabupaten
Sikka.

* Tahun 2002 Kabupaten Sikka sesuai UU no 24/99 dan 34/2003 otomatis sebagai daerah
otonom.

Anda juga bisa membaca sejarah kabupatern Sikka di Kategori Sejarah di Blog ini..

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 18 July 2008

Menikmati Pesta Pernikahan Ala Orang Maumere..

Brakkk..tiga undangan menghadiri pesta pernikahan sahabat-sahabat kami mampir di meja redaksi..Ceeiiileee meja redaksi hehehe..Ya ampun dalam satu minggu dalam selang waktu satu hari kami harus menghadiri pesta pernikahan ala orang Maumere. Ya, kami pasti datanglah, sudah diundang kok tidak datang, tidak hormatlah sama yang punya hajatan. Apalagi yang punya hajatan ini sahabat-sahabat terbaik kami, juga sudah diwanti-wanti sama yang berbahagia agar kami harus datang. Ya sudah, kami bertiga pun mulai bersiap diri untuk sebuah pesta pernikahan ala orang kota Maumere tercinta. Ini untuk yang pertama kali kami bertiga berangkat bersama-sama (pulang sendiri-sendiri) dan untuk yang pertama kali kami menghadiri pesta-pesta seperti ini (tidak percaya? sudah tooo hehehe). Satu pesta diadakan di Alan Hall (gedung Alan), Waidoko (wilayah kecamatan Alok Barat) sedang satunya pesta pernikahannya diadakan dirumah saja.


Malam mulai merambat naik. Bersama tiga sepeda motor yang selalu setia menemani hari-hari, berangkatlah kami bertiga menuju Gedung Alan (biasanya orang-orang menyebutnya demikian). Letak gedung tersebut berada di pinggir jalan dengan halaman yang begitu luas dan ditumbuhi bunga-bunga beraneka warna, sangat asri. Gedung ini juga mempunyai ruangan yang cukup luas dan sengaja disewakan bagi masyarakat untuk melangsungkan berbagai kegiatan. Halaman parkir bagi yang membawa kendaraan juga disediakan dengan area yang cukup untuk menampung semua kendaraan undangan.

Wah, pestanya orang Maumere bisa dibilang tergolong mewah untuk ukuran orang NTT. Undangan yang datang juga tak mau kalah dengan sang empunya hajatan dengan penampilan pakaian pesta yang sedang trend saat ini. Kami bertiga? Heheheh, penampilannya jauh dari kemilau pakaian undangan yang lain. Datang pun telat saat para undangan lagi bersalaman dengan pengantin yang sedang berbahagia. Karena terlambat tentu saja kami tidak mendapatkan tempat. Tempat duduk para undangan tidak seperti pesta-pesta jaman dulu yang kursinya disusun menghadap kedepan. Tapi di Gedung Alan para undangan disediakan meja bundar dengan kursi yang disusun sedemikian rupa mengelilingi meja dan bisa menampung beberapa undangan permeja. Biasanya setelah para undangan telah hadir acara selanjutnya adalah salaman dengan kedua mempelai. Selesai bersalaman undangan diarahkan langsung menuju meja perjamuan untuk bersantap bersama diiringi lagu-lagu romantis yang dibawakan secara live. Selain itu juga tentu ada sepata dua kata dari keluarga mempelai.

Menikmati pesta di NTT khususnya di Kabupaten Sikka ini pasti tidak lepas dari namanya acara bebas yakni acara bergembira bersama mempelai.
Tarian-tarian lokal seperti Polines, Rokatenda, Gawi, Ja'i, Poco-poco serta tarian moderen dansa-dansi merupakan acara yang ditunggu-tunggu para undangan (memang begitu sudah jalan ceritanya hehehehe). Namun kadang pesta-pesta yang dilangsungkan di gedung seperti ini tidak sebegitu meriah (untuk acara bebasnya).
Kenapa? Menurut beberapa undangan yang biasa mengikuti acara bebas yang dilangsungkan di menghadiri pesta yang diselenggarakan di gedung, biasanya saat cara bebas baru dimulai setengahnya eh para undangan lain sudah mulai pamitan pulang.

Benar saja, seperti yang kami saksikan undangan lain mulai bergegas pulang saat dansa-dansi baru setengah jalan apalagi satu pesta nikah lagi yang dilangsungkan di rumah mempelai sudah masuk dalam daftar para undangan. Jadi setelah pesta di gedung ini undangan lain langsung cabut menuju pesta berikutnya (ini maumere!!!).
Ya, betul saja mendekati jam 11 malam gedung Alan mulai di tinggali para undangan. Namun biasanya pesta dilanjutkan lagi lebih meriah di rumah mempelai perempuan, menunggu acara selanjutnya yang dalam adat pernikahan di Kabupaten Sikka disebut tama ola uneng (pengantin masuk kamar). Setelah pamitan dengan yang berbahagia kami pun angkat kaki. Kemana? Tentu saja ke pesta berikutnya..hehehehe..mau ikutan? Ayo.....

Bersama sahabat-sahabat kami Bastian Mandalangi, Roy Manches, Oriie, Tommy dan seorang nona(Oa) dari Kota Larantuka yang khusus hadir untuk sahabatnya yang berbahagia kami berangkat menuju pesta selanjutnya yang berada di kawasan Centrum, Kota Maumere. Nah, ini dia baru namanya pesta yang Maumere banget. Dengan kajang (tenda) yang cukup luas mengangkangi jalan raya dentuman irama musik lagu-lagu daerah seperti Bake Sai atau Mae Wado menyambut kedatangan kami. Didalam tenda malah lebih seru lagi. Semua orang bergembira. Semua menikmati pesta tersebut. Semua menari-nari tiada bosan, baik tua, muda, laki atau perempuan semuanya bergembira. Pengantin perempuan yang sedang berada ditengah lantai dansa langsung menyambut kami dengan ramah sambil mempersilakan kami mengambil tempat duduk. Bang Vicky Dori yang juga kakak dari mempelai perempuan terlihat begitu gembira. Ya, dipesta seperti ini semua orang harus bergembira, tidak boleh tidak (hussss jangan maksa ko hehehe). Terlihat juga Abang Kons Lamak, Kang Ded, Junedy Juje, Hendra da Gomez beserta istri Onya Labina, Harly Pega, Abang Maxi da Lopez, Abang Bob Miger, Abang Ponco Dori yang lagi asik berkulababong dan lain-lain. Ya, kalau di Maumere pesta seperti ini pasti meriah.

Pesta malam itu juga diisi dengan penampilan Abang Kons yang melatunkan lagu-lagu cha-cha diirngi permaian keyboard dari Orrie. Semua bercha-cha. Kami juga menikmati pesta ini. Ada pula suguhan moke (minuman tradisional berakohol) dari tuan rumah untuk menghangatkan badan dari udara yang terasa dingin hehehe..memang kalau di Kabupaten Sikka namanya moke tidak lepas dari adat atau budaya.

Mendekati pukul 12 malam pengantin laki-laki yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di rumah mempelai perempuan yang kami hadiri. Keluarga besar dari mempelai laki-laki turut menghantar. Suara musik gong waning (musik tradisional Kabupaten Sikka) yang ditabuh terdengar meriah menyambut mempelai laki-laki. Semua benar-benar bergembira menyambut sang mempelai. Terlihat pula mempelai perempuan yang tidak dapat meyembunyikan rasa bahagianya yang tersirat dari raut mukanya. Setelah melewati sedikit acara adat kedua mempelai meninggalkan kami yang terus saja berpesta. Acara ini dalam adat perkawinan di Kabupaten Sikka dinamakan tama ola uneng (pengantin masuk kamar).

Setelah itu acara diteruskan sampai menjelang pagi. Semua terus bergembira. Dan kami benar-benar menikmati pesta pernikahan ini. Ya, akhirnya kami pun meninggalkan pesta tersebut.

Meskipun dari sudut pandang para ekonom, bahwa adanya pesta-pesta itu (juga melalui proses adat setempat untuk menjadi pasangan sah) dianggap sebagai pemborosan dana, waktu dan tenaga, karena biayanya sangat besar dan makan waktu berhari-hari, namun dalam kebiasaan yang tak pernah menjemukan inilah, ditemukan nilai-nilai kegotong-royongan, musyawarah dan kekeluargaan yang akrab, yang tak dapat dibeli dengan uang, sekaligus mengungkapkan karakteristik budaya masyarakat setempat.

Ba'u sai...epang gawan....



Ada beberapa tahap dari acara perkawinan secara adat Sikka/Krowe:

(1)Kela narang, pendaftaran nama calon pengantin di kantor Paroki yang dihantar oleh orang tua masing-masing bersama dengan keluarga

(2)A Wija/A Pleba, keluarga ata lai(keluarga mempelai laki-laki) melakukan kegiatan mengumpulkan mas kawin secara bersama-sama dengan keluarga

(3) Dipihak ata du'a (mempelai perempuan) terjadi pengumpulan bahan-bahan pesta untuk membuat sejenis kue tradisional yaitu bolo pagar dan mendirikan tenda pesta.

(4) Sebelum ke gereja keluarga berkumpul di rumah mempelai wanita. Keluarga penerima wanita atau ata lai bertugas menjaga kamar pengatin.

(5)Tung /tama ola uneng, acara masuk kamar pengantin jam 21.00-22.00 malam diiringi kedua ipar masing-masing. Pengantin pria/wanita di hantar ke kamar oleh A'a gete dengan nasehat kalau sudah ada di kamar bicara perlahan-lahan

(6)Weha bunga sekitar jam 05.00 pagi para pengawal kamar pengantin, a'a gete dari Keluarga ata la'i menaburkan bunga pada kamar pengantin sebagai lambang harum semerbak bagi kedua pengantin.



Yang tersisa dari pesta pernikahan itu..












www.inimaumere.com/oss,boim,dpar
Selengkapnya...

Tuesday, 15 July 2008

Tarian Dalam Adat Upacara di Kabupaten Sikka..

Kelahiran, perkawinan dan kematian, adalah tiga peristiwa penting dalam hidup manusia. Para leluhur telah menandai lintasan hidup yang patut dikenang itu dalam berbagai bentuk seremoni atau upacara adat yang menggugah. Upacara-upacara itu telah merupakan satu rangkaian dan untaian tradisi yang membudaya dan melekat turun temurun dalam kebiasaan hidup masyarakat Sikka. Demikian pula berbagai upacara adat yang bersifat musiman, berhubung dengan alam dan pertanian, seperti membuka kebun, memohon hujan, menanam, memetik hasil, syukuran atas panen, menolak bala, dan lain-lain, juga merupakan bagian yang sudah tak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Seluruh rangkaian upacara adat tersebut, didukung dengan penyelenggaraan pesta yang dimeriahkan dengan penampilan seni tari, seni musik, seni suara dan seni sastra, juga merupakan pola upacara dan keramaian yang sudah mencapai bentuknya yang baku.
Meskipun dari sudut pandang para ekonom, bahwa adanya upacara dan pesta adat itu dianggap sebagai pemborosan dana, waktu dan tenaga, karena biayanya sangat besar dan makan waktu berhari-hari, namun dalam kebiasaan yang tak pernah menjemukan inilah, ditemukan nilai-nilai kegotong-royongan, musyawarah dan kekeluargaan yang akrab, yang tak dapat dibeli dengan uang, sekaligus mengungkapkan karakteristik budaya masyarakat setempat.
Makanya, bukan saja satu karunia bakat dan ketangkasan, tapi lebih merupakan satu kekayaan seni budaya yang mengundang perhatian, karena dampaknya sangat besar bagi dunia wisata. Kabupaten Sikka mencatat 28 jenis tari tradisional, terdiri dari tarian perang/kepahlawanan, tarian pesta/pergaulan, tarian yang berhubungan dengan alam dan karya tani, dan jenis tarian ketika mendirikan rumah,membuat perahu, menyembelih hewan kurban, dan lain sebagainya.

Tari klasik seni drama "Soka Bobu", adalah tarian ceritera perkawinan ala Portugis yang dibanggakan di kampung Sikka. Diiringi nyanyian koor dalam bahasa Portugis, dengan tambur, suling dan giring giring, sendratari itu telah banyak menarik perhatian wisatawan.
Sementara itu "Toja Bobu" di kampung Paga yang dikenal sebagai "BoboUta", juga tarian kepahlawanan peninggalan Portugis yang perlu dibenah dan dipentaskan lagi dalam hubungannya dengan melesatnya arus wisatawan sekarang ini.

Oleh kemajuan perkembangan zaman, kini muncul tarian kontemporer, sepertigali-gali, rokatenda, joget, tari sirili pinang, tari nyiur, dan lain-lain. ROKATENDA, tarian pergaulan muda mudi yang diangkat dari gaya tari "togo"( tandak) PaluE, pulau gunung api Rokatenda itu, diiringi musik klasik, suling atau gong gendang, kini selalu menjadi acara tetap mengisi kemeriahan pesta-pesta dan acara-acara dalam resepsi resmi. Malah seorang Dubes Denmark untuk Indonesia bersama istrinya begitu tertarik dengan gerak gaya dan suasana yang tumbuh dari situasi tari ini, sampai sendiri berhura-hura menari dan menyanyi berjam-jam, sambil meneguk tuak Wairbleler.

Tari kreasi baru dalam bentuk sendra tari yang dipetik dari ceritera rakyat setempat, seperti tari "Du'a Nalu Pare" (dramatari mitologi), tari "Kapalelu" (dramatari dongeng) dan tari "Gareng Lameng", sempat mencengangkan turis bule dan domestik. Ketiga tarian "moderen" ini adalah gubahan yang kreatif dari HERMAN YOSEF, seorang seniman tamatan ASRI Yogyakarta.

"GARENG LAMENG", jenis tari yang pernah dipentaskan ke Kupang dan ibukota Jakarta itu adalah gubahan yang kreatif dari kemampuan prima seniman HERMAN YOSEF setelah memperoleh inspirasi dari upacara adat penyunatan anak di kawasan budaya Tana Ai, Kecamatan Talibura.


'Menantang Badai di Bumi Tsunami'-Bapak EP da Gomez
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 14 July 2008

Sikka United Gemilang,Pssi Sikka Siap Hadapi Piala Eltari..

Sikka United FC secara gemilang menjuarai Turnamen Sepakbola Antar Klub PSSI Sikka 2008 setelah menaklukan Persewa Waioti FC 5:4 lewat adu tendangan pinalti setelah bermain imbang 1:1 di waktu normal dan perpanjangan waktu yang berlangsung di Gelora Samador hari minggu sore 13 juli 2008.Disaksikan oleh 3000-an pasang mata pada babak pertama lewat Elchon,Sikka United yang sebagian besar diisi oleh pemain muda dari SMPK dan SMUK Frater berhasil mencetak gol terlebih dahulu.Kedua tim menyuguhkan permainan cantik,menawan dan saling menyerang.


Namun diakhir babak kedua Sikka United yang dilatih oleh Freny Mari ditekan habis oleh Persewa yang akhirnya membuahkan hasil dengan gol yang dicetak oleh Deny.Pada babak perpanjangan waktu,Persewa yang dilatih oleh Anis Wangge tetap menyerang dan mengurung pertahanan Sikka United namun penyelsaian akhir yang buruk membuat serangan gencar yang dilakukan Persewa tidak membuahkan gol.

Hasil seri tersebut membuat kedua tim harus menyelesaikan pertandingan untuk menentukan sang juara lewat adu tendangan pinalti.
Dalam adu tendangan pinalti tersebut akhirnya Sikka United berhasil menang sekaligus menjuarai turnamen ini dengan menggondol uang pembinaan sebesar Rp 5juta plus satu piala tetap dan satu piala bergilir PSSI Sikka.Sedangkan Persewa Waioti sebagai juara kedua membawa pulang satu piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 3juta.Kejuaraan ini di sponsori oleh Pemda Sikka dan didukung oleh BRI,Gudang Garam,Toko Go,Toko Mustika.

Kejuaraan Antar Klub PSSI Sikka telah berlangsung dari tanggal 7 juni sampai 13 juli dan diikuti oleh 27 klub sekabupaten Sikka dengan melangsungkan 41 pertandingan.Kejuaraan ini menurut Bpk Idris Boli selaku sekretaris Pssi Sikka dimaksud sebagai ajang pembinaan bagi klub dan sebagai wadah seleksi untuk persiapan tim Persami menuju Piala Eltari yang akan dimainkan di Bajawa,Ngada.Seleksi bagi para pemain yang dipanggil akan dimulai tanggal 15 juli 2008.
Dalam kejuaraan antar klub Pssi Sikka tahun ini digunakan pula sistim pembatasan umur untuk para pemain yang diturunkan.Batas umur 19(1988) dibolehkan turun bermain 6 orang sedangkan kelahiran 1985,1986,1987 diturunkan 3 pemain dan senior tanpa batas umur 2 pemain.

Pssi Sikka juga akan merubah sistim turnamen seperti ini dan menggantinya dengan sistim Divisi.Untuk sementara menggunakan divisi 1 dan divisi 2.Klub-klub yang akan ikut dalam divisi satu adalah 8 tim yang lolos perempat final dalam turnamen Pssi Sikka ini serta runner-up dari masing-masing grup.Sedangkan yang bermain didivisi dua adalah tim-tim yang tidak lolos(urutan 3 masing-masing grup) ditambah klub-klub baru yang mendaftar.

Wakil Bupati Kabupaten Sikka Bpk. Wera Damianus yang hadir dan menyaksikan partai final ini bersama ketua Pssi Sikka Bpk.Pedro Rodriquez menutup secara resmi kejuaraan antar klub Pssi Sikka.Dalam sambutannya antara lain wakbup mengharapkan agar kedepannya banyak lagi pihak-pihak pendukung(sponsor)untuk terlibat dalam turnamen-turnamen sepakbola di tanah Sikka sehingga sepak bola di kabupaten ini tetap bergairah dan bisa menelorkan prestasi membanggakan.


Data dan Fakta:
  • Top Score :Hendrik Diaz (PSN Nangahure,9 gol)
  • Pemain Terbaik : Elson Rojan (Sikka United)
  • Juara 4 : Putra Samudra (Beru)
  • Juara 3 : PSN Nangahure
  • Pelatih Persami : Eddy MBW
  • Wasit partai final : Linus Mitan (Wasit nasional)
  • Asisten wasit I : Thomas Aquino
  • Asisten wasit II : Fransisco Jari
  • Pengawas Pertandingan : Yance Padeng
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 12 July 2008

Menyaksikan Keelokan Senja Nusa Flores dari Atas Kapal..

Tiupan angin kencang dan hawa dingin yang menyapa disertai deburan ombak pantai dengan suara riuhnya selaksa nyanyian seorang perindu mengiringi lepasnya tambatan KM Awu dari pelabuhan Sadang Bui menuju samudera luas.Bagaikan titik kecil yang tak bearti apa-apa ditengah kebesaran alam,KM Awu melaju membelah pantai utara Maumere yang elok disertai ikan-ikan kecil yang mengiringi sang saujana disisi-sisinya.Matahari yang indah dengan kilau sinarnya yang mulai meredup menambah keindahan pemandangan yang terlukis bagai bola api yang menaungi jagat samudera Nuhan Flores.



Pukul 4 lewat 30 menit sore hari,sang kapal mulai mendekati pijar mentari yang mulai turun bagai bola api raksasa yang seakan ingin membakar pulau kecil Pemana.Lensa kamera bersiap-siap dan jepret..jepret..satu dua foto di ambil.Senja yang indah,senja yang begitu indah akhirnya terekam juga.

Kapal melaju terus membelah samudera luas sampai akhirnya memasuki wilayah Flores bagian timur dan lukisan alam hasil karya sang pencipta seakan selalu ingin dinikmati dan tidak ingin terlewatkan.Sekali lagi lukisan indah itu diabadikan lewat foto-foto dibawah ini.Maumere menuju Flores bagian timur dengan alam yang begitu indah seakan tak ingin hilang dari ingatan seakan tak ingin hilang dari bayangan.Tanah Flores bagaikan bidadari cantik yang belum terjamah,bagaikan sang dara yang lagi berkembang,masih perawan.
Jika anda menuju Flores jangan kaget melihat pesona alam yang luar biasa,bagaikan Pulau Bali yang masih tertidur.....

Foto-Foto yang sempat di ambil Mo'at Boim saat berangkat ke Kupang..

Di jepret dari Sadang Bui

Seakan membakar pulau Pemana..

Pulau kecil Koka,dihuni burung-burung laut









Menakjubkan..





Nian Tana..




Memasuki Wilayah Flores Timur.....

Senja bersama Gunung Ile ape,Lewoleba..














Posting :Oss --- Foto-Foto : Boim
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Desa Sikka Dapat Bantuan Dari Portugal..

Pemerintah Portugal melalui Instituto Portugues de Apoio ao Desenvolvimento(IPAD) membantu pembangunan tambatan perahu sebasar Rp.299 juta didesa Sikka,kecamatan Lela.Pembangunan telah selesai dan siap dimanfaatkan para nelayan diwilayah itu untuk peningkatan usaha mereka.


Bangunan tambatan perahu terletak dibagian timur dusun Sikka seluas 2500 meter persegi dengan panjang bagian depan 25 meter dan bagian samping belakang 50 meter.Bangunan yang dibuat sangat kokoh dan disesuaikan dengan kondisi gelombang ganas.Sarana tambatan perahu ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas penerangan seperti 2 tiang listrik dan enam tiitk lampu berkekuatan 6.000 watt.

Bangunan tersebut sebagai salah satu wujud kerja sama antara pemerintah Portugal dan pemerintah Kabupaten Sika yang dirintis pemerintah sebelumnya.Bangunan tambatan perahu itu mulai dibangun 18 April 2008.Secara teknis,kontruksi bangunan bagian depan dibuat dari beton bertulang dan beton rabat k125 dengan ketinggian 4 meter dan menggunakan batu kali.

Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk memudahkan para nelayan menambah perahu dan sarana yang ada dapat memberikan perlindungan pantai diwilayah itu dari hantaman gelombang dan abrasi.
Menurut Kepala Desa Sikka Hipolitus Agustalis dan ketua BPD Sikka Agustinus Nong keberadaan sarana tambatan perahu itu sangat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan setempat.Dari 355 KK di wilayah tersebut sebanyak 67 KK diantaranya berprofresi sebagai nelayan.Merka memiliki 29 unit perahu deng rincian perahu berbobot 1-2 ton sebanyak 3 unit dan 500-800kg 1 unit dan perahu berbobot 100-200 kg sebanyak 25 unit.
Ketua BPD Agustinus Nong dan para nelayan serta kepala dusun setempat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Portugal melalui IPAD yang peduli terhadap nelayan di Sikka.


www.inimaumere.blogspot.com

Selengkapnya...

Thursday, 3 July 2008

Agatha Trisnawati, Membela Tim PON NTT Lewat Pencak Silat

Malam itu kami mengunjungi tempat pemusatan latihan Perguruan Silat Perisai Diri yang berlokasi di belakang Gereja Misir, Maumere. Tempat latihan dengan ruangan yang cukup luas itu ternyata telah melahirkan beberapa juara nasional maupun daerah lewat cabang pencak silat.
Perguruan Silat Perisai diri juga mewakilkan salah satu anak didik terbaiknya untuk membela tim PON NTT.
Ketika memasuki ruangan latihan dan mengambil tempat duduk dibelakang, dara manis kelahiran kewapante 21 mei 1989 yang bernama lengkap Agatha Trisnawati sedang melakukan gerakan-gerakan beladiri lewat nomor seni tunggal dengan diawasi sang pelatih yang juga kelahiran Maumere, Yoseph Otu.

Ya,Agatha Trisnawati merupakan satu-satunya atlet asal tanah Sikka yang ikut serta dalam rombongan tim PON NTT ke Kalimantan.

“Tiga menit “teriak sang pelatih. Waktu tersebut telah menunjukan waktu yang tepat bagi Agatha yang menyelesaikan latihan nomor seni tunggalnya. Agatha pun beristirahat dan digantikan oleh pesilat yang lain.

Agatha yang biasa dipanggil Meme oleh rekan-rekannya bersedia memberikan waktunya sebentar untuk kami kula babong (berbincang) dengan kami.

Dalam rangka persiapan Tim PON NTT ini Agatha dilatih oleh para pelatih dari Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Sikka yakni Yoseph Otu, Gideon dan Nelson Leki. Juga terlihat Ni Putu Yuliarsi yang juga merupakan mantan juara dunia dari Bali yang memberikan waktunya untuk memoles Meme.

Sebelumnya, sebulan lalu Agtaha dalam seminggu dikunjungi dan dilatih oleh Pelatih Nasional dari Jakarta Fahmi Fadli yang memang diperbantukan untuk memoles Agatha.

Menurut Pelatih Yoseph Otu Agatha secara teknis telah siap untuk bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVII dengan target medali emas untuk tim PON NTT. Cuma kendala mental yang masih terus di poles dan tingkatkan menjelang keberangkatannya.

Agatha masuk perguruan silat Perisai Diri tahun 2002 saat masih duduk dibangku kelas dua SLTP. Bulan Oktober tahun 2003 Agatha mengikuti Kejuaraan Silat versi Perisai Diri dan menyabet Juara I.

Tahun yang sama Agatha menuju Bali untuk mengikuti Kejuraan Silat nasional namun gagal . Menurutnya kegagalan tersebut merupakan pengelaman berharga untuk terus mengasah kemampuannya.
Tahun 2004 mengikuti kejuaran international untuk Kategori Serang Hindar.
Tahun 2005 Agatha menyabet Juara I versi Serang Hindar di Kejuaraan Perisai Diri yang diikuti pesilat-pesilat dari kawasan Flores, Lembata, Rote Ndao,

Tahun 2006 Juara 1 versi Serang Hindar di Kejuaraan Perisai diri se NTT. Kemudian mengikuti POPDA(Pekan Olah raga Pelajar Daerah) di Kupang dan menyabet juara 1 untuk versi seni tunggal.

Setelah itu megikuti Popda, Agatha kemudian mengikuti POPWIL (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah) 3 yang diikuti pesilat-pesilat dari daerah Jawa Timur, NTB, NTT, SULSEL, SULTENG juga merebut juara 1.Selanjutnya mengikuti PraPon wilayah IV dan menyabet juara 2 .

Agatha juga mengikuti POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) mewakili NTT. Dikejuaraan tersebut Agatha mendapati lawan-lawan tangguh seperti dari DKI, Kaltim, Jatim namun Agatha berhasil menyabet juara IV.

Agatha yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Yoseph Tarsisius asal Lio Ende dan mama Pricilla Celly asal Bola, Maumere bertekad mengalahkan lawan-lawannya. Tak ada rasa takut meski lawan yang dihadapi merupakan para juara dunia dari daerah-daerah tangguh seperti DKI, Bali, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Kaltim.
Namun dengan persiapan matang dan polesan para pelatih nasional dan daerah Agatha siap untuk bertarung di Kaltim.

Agatha yang berdomisili di kawasan Perumnas kota Maumere meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat NTT dimana saja berada agar bisa memenuhi target yang dibebankan kepadanya.

Wajar bila target emas dibebankan kepadanya lewat cabang silat sebab selama ini hasil terbaik cabang silat adalah perak.
Seperti dituturkan oleh pelatih Yoseph Otu,Pelatih Silat Nasional Fahmi Fadli ketika menangani Agatha melihat bahwa anak ini mempunyai bakat yang luar biasa dan yakin kalau Agatha akan bisa bersaing di PON mendatang.
Fahmi Fadli jugalah pelatih yang telah melahirkan banyak juara dunia yang beberapa nantinya akan menjadi lawan Agatha di PON mendatang.

Ya, lewat nomor Seni Tunggal cabang silat, Agatha siap membela NTT dan siap bertarung di Kaltim. Kita nantikan saja kiprahnya.

Lewat perguruan silat Perisai Diri cabang kabupaten Sikka juga telah melahirkan pesilat pesilat masa depan NTT seperti Oktovianus Mauritius sikecil berusia sekolah dasar yang merupakan juara 1 Nasional usia dini 2006 di Jakarta dan Bonafasius Yan Nurak juara 3 Nasional usia dini.

Ada pula Ibnu ,9 tahun,anak dari pemilik warung Bangkalan di kota Maumere yang akan bertarung di kejuaraan Nasional mendatang lewat nomor serang hindar.
Ya,mereka semua merupakan aset kabupaten,propinsi dan nasional yang harus terus di kembangkan dan di beri perhatian untuk membawa nama harum daerah dan bangsa kita.


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---