Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 21 August 2008

Bunga-Bunga Peperangan dan Nuhu Teka

Ditanah Sikka tercatat pernah ada perang dari rakyat Sikka melawan kolonial Belanda.Simak sedikit cerita peperangan Teka-Iku melawan sang penjajah.

Kerajaan Sikka begitu sarat dengan perseteruan antarkelompok etnis sikka maupun dengan kolonial penjajah khususnya Belanda. Di zaman paling purba dicatat sejarah bagaimana Bhaga Ngang dengan kiat jitu menghalau orang Hokor. Bagaimana Bhaga Ngang yang sama memaklumkan perang dengan Sisa Hila dari Nita. Bahkan di zaman dua Ratu Dona Inez da Silva, Sikka membantu Solor dengan pahlawannya yang gagah berani Baluk dalam menghalau-mengusir perompak dari Jawa. Da Costa di Paga bersama pasukannya harus mampu mengatasi berbagai gejolak yang dilakukan Tibo Sati Cs. Raja Sikka gara-gara perdagangan candu lalu harus berurusan dengan Bugis-Makasar berikut buntutnya harus berseteru dengan Kerajaan Larantuka.

Lantas tercatat pula tentang Juje Goleng dari Kangae berhadapan dengan Teka yang mermihak Sikka. Pernah pula ada perang lokal juga antara Tebuk dan Nataweru, antara Nataweru dan Wololora karena musim kering yang panjang dan memautkan, meledak perang antar sesama se-Sikka, di tahun 1888.

Secara khusus Perang Beto Blero dari Kringa-Tanah Ai meletus Juni-­Juli 1893. Di Bola juga membara perseteruan dengan 'Iang (Wolokoli) yang dikenal sebagai Nuhu Ahu (Perang Anjing), Februari 1894. Di Nelle, kerajaan Sikka tak kurang harus jumpalitan dengan gerakan dari Bela Maring 'Amat dari Tomu (Nele), Oktober 1898. Begitu juga tahun 1900-an menggelora gerakan pendekar Jawa Uwok dan Nai Roa dari Waigete. Pada putaran yang sama juga berkobar Perang Teka-Iku. Tahun 1911 juga berkobar pemberontakan di Lio dan Nita. Dan masih banyak gejolak-gelora perseteruan-peperangan lainnya. Dari semuanya, Perang Teka-Iku dicatat sebagai yang paling berdarah-membara.

Nuhu Teka (perang Teka-Iku), perang ini begitu membara secara sporadis di wilayah Sikka, bahkan khususnya berhadapan secara frontal dengan Kolonial Belanda. Teka-Iku adalah dwitunggal, dua bersaudara. Tersebut antaranya tanggal 22 September 1880 di bagian timur kerajaan terjadi pertengkaran antara Mo'ang Teka dari Hubing dengan Mo'ang Juje dan Mo'ang Goleng dari Kangae. Raja Mo'ang Jatti harus menyelesaikan perselisihan ini karena Mo'ang Teka sudah mendapat bantuan orang Bugis dan Makasar. Mo'ang Tekka dikalahkan.

Pada waktu Raja Don Philipus memerintah, terjadilah keributan diPasar Nita. Mo'ang Teka dari Hubing melawan Raja Nita karena ditegur mangadakan_sabung,ayam. Larangan yang dibuat Raja Sikka dan Raja Nita oleh Kolonial Belanda.
Kemarahan Mo'ang Teka berkobar karena sebelunmya juga Mo'ang Teka sudah membangkang dan mengajak rakyat untuk jangan membayar pajak empat butir kelapa setiap pohon oleh Raja Sikka Yosephus Nong Meak da Silva (1903-1920).

Karenanya, meletuslah apa yang dikenal sebagai Nuhu Teka, yaitu pemberontakan Teka terhadap raja-raja dan Kolonial Belanda. Dimulai dengan penyerangan ke Baobatung pada tanggal 9 September 1903 (karena mereka tidak berpihak kepada Mo'ang Teka). Kemudian pada tanggal 20 Mei 1904 kampung Koting dan sekitarnya diserang dan dibakar, termasuk Gereja Koting. Raja Don Philipus mempertahanan diri di Tana Dueng Wajong Aur. Dan ketika Raja bermaksud melindungi Gereja Koting dari amukan api, beliau kena tembak. Karena peristiwa inilah kemudian Sang Raja menjalani pengobatan ke Makasar lalu wafat dan dimakamkan di
Makasar.

Karena peperangan Mo'ang Teka dengan raja-raja Sikka, maka nama Mo'ang Teka begitu hitam di mata raja-raja. Pihak Belanda bahkan mengkla­rifikasinya sebagai sebuah pemberontakan. Tetapi bagi rakyat yang merasa sangat dibebani pajak, yang sangat dibela Mo'ang Teka, Mo'ang Teka adalah tokoh hero, pahlawan pembela rakyat.
Secara garis besar, Nuhu Teka dimulai dengan pembakaran Gereja Koting 20 Mei 1904. Belanda turun tangan. Tanggal 27 Mei 1904 Kapal Pelikan dengan Residen Timor, Civiel Gezagheber Larantuka, bersama prajurit diturunkan di Alok Wolokoli dibawah Instruktur Den Besten Kemudian pada tanggal 30 Mei 1904 dengan kapal yang sama darika (Timor) Instruktur Morgenster membawa lagi 26 prajurit dari Atapupu dan Lambunga (Adonara) dengan kelengkapan amunisi 1.100 pelor.

Bersama pasukan gabungan dari Mbuli Nggela, pasukan Sikka, Kangae dan Nita, kolonial Belanda mengadakan penyerangan. Baloele tempat pertahanan Mo'ang Tekka diserang dan dibakar. Berikut Hubing Wolomude dibumihanguskan. Mo'ang Tekka yang bertahan Iling Go ­akhirnya menyerahkan diri pada tanggal 16 Juni 1904, berikut kawan-kawannya.

Pada tanggal 29 Juni 1904 diadakan rapat oleh Controleur Timor dan Posthouder Maumere Kailola, beserta Raja Sikka, Nita, dan Kangae. Keputusan yang diambil Mo'ang Teka dihukum 20 tahun kerja di luar Flores,Mo'ang Pitang 10 tahun, Mo'ang Iku 6 tahun, Mo'ang Hure 6 tahun Mo'ang Lela 6 tahun.

Pada tanggal 30 Juni 1904 pukul 7.00 petang, residen dan controleur bersama seluruh pasukan dan para terhukum "pahlawan masyarakat Sikka, Mo'ang Teka, berlayar dengan Kapal Pelikan dikawal ketat oleh kapal perang Mataram menuju Larantuka kemudian ke Kupang. Di Tanjung Bunga, Mo'ang Lela melompat-menerjunkan dirinya ke laut (tewas di laut). Nuhu Teka berakhir Juni 1904.

Referensi Buku : Pelangi Sikka; B.Michael Beding - Indah Lestari Beding
Selamat Jalan Pahlawan Tanah Sikka........

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 16 August 2008

Apel Besar Peringatan Hari Pramuka di Boganatar

Puncak perayaan peringatan hari ulang tahun (HUT) Pramuka yang ke 47 di peringati di lapangan perkemahan Pramuka dan dipimpin oleh Bupati Sikka Drs.Sosimus Mitang selaku pembina upacara. Apel Besar Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 agustus 2008 ini diikuti oleh jajaran dalam lingkungan pemerintahan Kabupaten Sikka serta anggota DPRD dan para anggota Pramuka dari tingkat siaga, penggalang dan penegak. Apel berlangsung mulai jam 8 pagi dan berlokasi di desa Boganatar yang dijadikan bumi perkemahan bagi para anggota Pramuka sekecamatan Talibura.


"Pada kesempatan yang berbahagia ini saya minta perhatian terhadap pembinaan mutu anggota Pramuka dalam mewujudkannya sebagai sasaran pembinaan kita, karena hanya dengan itu kita dapat menjadikan anggota Pramuka manusia yang paripurna baik fisik, mental, spiritual dan intelektual. Saya tekankan disini bahwa kualitas manusia tidak diberikan dan tidak dijamin oleh selembar kertas sertifikat/ijasah tetapi harus diperjuangkan secara individual. Karena itu saya minta kepada setiap diri anggota gerakan Pramuka pada semua tingkatan untuk belajar seumur hidup,jadikan disiplin sebagai nafas kehidupan,"demikian antara lain sambutan tertulis Bupati Sikka Sosimus Mitang selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka.


Bupati pun meminta kepada semua camat selaku majelis pembimbing ranting k epala-kepala desa selaku majelis pembimbing desa dan kepala-kepala sekolah selaku majelis pembimbing gugus depan agar menaruh minat dan perhatian terhadap usaha yang telah memiliki organisasi dan sistem pembinaan berjenjang yang strategis. Karena gerakan Pramuka sangat tepat untuk pendidikan luar sekolah, karena itu tidak cukup bila pemahaman hanya konsepsional teoritis tapi juga di tuntut kemampuan pengembangan sistem operasional kegiatan dilapangan.

"Saya berharap setiap tahun anggaran para camat, para kepala desa dan kepala sekolah agar mengusulkan rencana anggaran belanja tahunan kepada pemerintah Kabupaten Sikka khususnya kegiatan Pramuka agar pembinaan dan kegiatan operasional kepramukaan tingkat kecamatan,tingkat desa maupun tingkat gugus depan dapat terlaksana,"demikan harapan Bupati selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka.

Gerakan Pramuka sudah berusia 47 tahun namun sampai dengan saat ini gerakan Pramuka hanya dipayungi dengan keputusan Presiden RI nomor 238 tahun 1961.Hal ini sebagaimana layaknya dirasakan oleh gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sikka dalam hal kekurangan fasilitas dan biaya kegiatan.Bantuan biaya saat ini hanya bersifat isidentil dan hanya cukup untuk membiayai kegiatan yang bersifat strategis semata-mata.Sementara tidak ada biaya rutin untuk pengelolaan kegiatan kwatir sebagaimana layaknya dinas/badan instansi lainnya.
"Kita berharap agar Undang-undang gerakan Pramuka segera dikeluarkan dengan demikian gerakan Pramuka nantinya menjadi badan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan dinas dan badan pemerintah lainnya,"kata Bupati Sosimus Mitang.

Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka ini juga mengajak untuk menumbuh kembangkan gerakan Pramuka selama ini.Pendekatan intruksi dari atas misalnya
harus ada gugus depan (gudep). Untuk itu menurut beliau agar pendekatannya perlu diubah yakni kaum muda yang bukan pelajar yang ada dalam suatu masyarakat desa perlu ada suatu gugus depan yang berpangkalan di kantor desa untuk memperoleh kesempatan dalam pembinaan gerakan Pramuka dan dibawah tanggung jawab kepala desa selaku ketua majelis pembimbing desa bersama perangkat desa.

Apel Besar Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 agustus 2008 ini berakhir sekitar pukul 10 pagi dan dilanjutkan dengan peninjauan kemah Pramuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sikka yang juga Kepala Daerah Kabupaten Sikka beserta rombongan.Bumi perkemahan Pramuka ini di terletak di belakang SDK 031 Boganatar dan ada sekitar 30 kemah yang berdiri. Setelah meninjau lokasi rombongan pun beristiraat sejenak untuk kemudian meninggalkan desa Boganatar kecamatan Talibura kabupaten Sikka dan kembali ke Maumere.

Peninjauan Lokasi Perkemahan ;










www.inimaumere.com
foto Boim -- Posting OSS
Selengkapnya...

Malam Penuh Martabat di Boganatar

Bupati Sikka Drs Sosimus Mitang dan Wakil Bupati dr.Damianus Wera beserta rombongan dalam jajaran Pemda Kabupaten Sikka setelah mengikuti upacara penyalaan api unggun di beri kesempatan untuk menyaksikan malam pentas seni dan budaya dari warga masyarakat kecamatan Talibura.Adapun malam pentas seni dan budaya ini diadakan di lokasi sekolah SDK(Sekolah Dasar Katolik) 031 Boganatar.Malam Pentas seni budaya adalah salah satu dari beberapa kegiatan di bumi perkemahan Pramuka Boganatar yang diadakan untuk memperingati hari ulang tahun(HUT)Pramuka ke 47 yang jatuh pada tangal 14 agustus.

Bupati Sosimus Mitang dalam sambutannya mengatakan seharusnya kita merasa malu karena kita sudah tidak bisa lagi menyanyi,tidak bisa lagi menari dengan tarian-tarian yang menjadi budaya leluhur kita,tidak bisa lagi bergerak seperti seni yang telah diwariskan oleh para leluhur kita.

"Kita melihat begitu banyak orang menggunakan busana adat daerahnya,harusnya kita merasa malu kalau dalam keseharian kita suatu saat kita tidak lagi memiliki busana adat yang seharusnya kita miliki,"kata bupati.

Bupati mengatakan pula sangat meghargai setiap orang muda yang memiliki prakarsa dan ide untuk memajukan nilai budaya kita.
"Adalah sebuah nilai tambah buat kami orang tua,nilai tambah buat kita yang masih berpikir serta melakukan adat dan budaya dari warisan leluhur kita,"tambah bupati yang berada diatas panggung bersama wakil bupati dr Damianus Wera.

"Ikatlah kain seperti ikatan laki-laki yang diwarikan para leluhur kita,ikatlah sarung wanita seperti benar ikatan wanita Sikka yang sesuai dengan budaya setempat yang diwariskan,"demikian kata Bupati Sosimus Mitang.

Bupati juga menambahkan,"mari kita selalu merasa memilki budaya kita yang beraneka warna,tunjukan bahwa ini budaya asli kita,jangan pinjam dari budaya daerah lain atau propinsi tetangga sehingga ketika orang datang di Boganatar misalnya orang akan merasa inilah budaya Boganatar,inilah warisan leluhur Boganatar."

Bupati bahkan merasa prihatin ketika masyarakat Sikka mulai tinggalkan budaya setempat dan berkreasi dengan menampilkan budaya daerah lain di tanah Sikka ini.
"Ini adalah malam penuh martabat bagi kita semua,"kata Bupati.

Malam penuh martabat ini diisi pula dengan pentas seni dan budaya dari berbagai kelompok seni budaya sekecamatan Talibura seperti penampilan tarian Hegong dari SDK 031 Boganatar juga tarian Wadong Walo,Vokal Grup dari Smpk Sutra Talibura,Vokal Grup(VG) Watuhpuh Tana Hulir,VG TibO Himong,VG Ina Gemu Bunga dari SDK Hitong dan lain sebagainya.
Malam pentas seni dan budaya berakhir dengan tampilnya grup musik kampung dari warga desa Kringa yang meramaikan acara dengan musik-musik khas daerah yang mengiringi acara menari dan joget bersama Bupati,Wakil Bupati dan jajaran lingkungan Pemda Kabupaten Sikka serta warga masyarakat lainnya.



www.inimaumere.com/oss,boim
Selengkapnya...

Friday, 15 August 2008

Bupati Kunjungi Bumi Perkemahan Pramuka di Boganatar..

Bupati Sikka Drs.Sosimus Mitan dan Wakil Bupati Sikka dr.Damianus Wera beserta rombongan dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Sikka dan anggota DPRD Sikka tanggal 13 agustus 2008 mengunjungi bumi perkemahan Pramuka di desa Boganatar dalam wilayah kecamatan Talibura(70 Km dari ibukota kabupaten Sikka,Maumere).Kunjungan kerja ini adalah dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Pramuka Indonesia ke 47 yang jatuh pada tanggal 14 agustus 2008.Kegiatan perkemahan Pramuka di desa Boganatar telah berlangsung dari tanggal 11 dan berakhir tanggal 14 agustus 2008 yang pembukaannya dilakukan oleh Camat Talibura Vincentius Liwu .Kegiatan perkemahan Pramuka diikuti oleh anggota Pramuka sekecamatan Talibura dalam naungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sikka dengan ketuanya Pius Ola Witing.Bumi perkemahan berada dalam lingkungan Sekolah Dasar Katolik 031 Boganatar,sebuah sekolah yang berdiri tahun 1924.


Selain Kegiatan Perkemahan Pramuka di Boganatar(sebuah desa yang berdekatan dengan wilayah Flores Timur sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa Sikka(dialek Tana Ai)dan bahasa Muhang,Flotim) yang belum terjamah peneragan listrik dilangsungkan pula
berbagai kegiatan seperti TNI Manunggal,pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan,BKKBN dan TNI AD 1601 Sikka serta malam pentas seni budaya dari setiap desa di wilayah Kecamatan Talibura.

Dengan tema "Bersama Kita Membangun Gerakan Pramuka Mulai Dari Desa" kurang lebih pukul 18.30 Witeng,Bupati dan rombongan memasuki lapangan perkemahan Pramuka untuk mengikuti upacara penyalaan api unggun.Bupati Sosimus selaku pembina upacara diberi kehormatan untuk menyalakan api unggun diikuti lagu 'api kita sudah menyala'.Berbagai lagu dari kelompok koor Pramuka ini mengiringi upacara malam penyalaan api unggun.

Kira-kira pukul 7 malam bupati dan rombongan meninggalkan lapangan perkemahan untuk bersantap malam dan selanjutnya menyaksikan pentas seni dan budaya.Bupati dan rombongan bermalam di desa Boganatar yang berhawa dingin untuk selanjutnya tanggal 14 agustus besoknya mengikuti apel akbar yang merupakan puncak acara dari peringatan HUT
Pramuka ke 47.Ikut serta dalam rombongan bupati adalah Thomas Noang anggota DPRD Kabupaten Sikka yang juga merupakan ketua Koalisi Bersama Membangun Sikka.




www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 12 August 2008

Sikka ekspor rumput laut ke Amerika

Setiap bulan panen rumput laut di Kabupaten Sikka mencapai 350 ton hingga 450 ton. Dari jumlah itu sekitar 300 ton diekspor ke Amerika Serikat (AS), sedangkan sisanya sekitar 50 ton sampai 150 ton diekspor ke Filipina, Cina, Singapura, Thailand dan Malaysia.

Hasil panen rumput laut kering yang dikirim ke luar negeri diolah menjadi bahan dasar untuk pembuatan makanan, minuman termasuk untuk membuat bahan bakar minyak.
Hal itu disampaikan oleh Direktur UD Purnama, dr. Hendra Sudarmaji dan Kasubdin Sumber Hayati Keluatan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Heribertus, di Maumere, Minggu (27/07/2008), terkait hasil produksi rumput laut di Sikka dan program Coremab.

Heribertus mengatakan, budidaya rumput laut di Sikka mulai dikembangkan tahun 2004. Dan, hingga saat ini program Coremab sudah masuk 21 kecamatan di wilayah pesisir pantai utara dan selatan Pulau Flores.

"Hasil produksi rumput laut kering mencapai 350-450 ton setiap 40 hari sesuai jadwal panen. Rumput laut ini dijual Rp 10.000,00/kg sehingga total produksi sebesar Rp 3,5 miliar - Rp 4,5 miliar/empat puluh hari. Jumlah ini cukup fantastil," kata Heribertus.
Ia menjelaskan, tahun 2007/2008, Kabupaten Sikka kembali menerima dana Coremab Rp 300 juta, yakni terdiri dari kegiatan fisik teknis Rp 270 juta, dan sisanya untuk kegitaan konsultasi. Pada thun 2008, Coremab bermitra dengan pengusaha UD Purnama-Maumere.

"Budidaya rumput laut dilakukan sebagai mata pencaharian alternatif warga setempat. Namun justru mata pencaharian alternatif ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Darmaji menambahkan, tahun ini pihaknya mengembangkan rumput laut di wilayah selatan, di Desa Lela, Kolidetung dan di wilayah timur. Budidaya rumput laut mulai dari proses pembibitan, pengembangan sampai produksi. "Target produksi dua desa di selatan sebanyak 15 ton per 40 hari," kata Darmaji.

Untuk pemasaran, pengusaha rumput laut yang sudah berkiprah beberapa tahun di Sikka ini mengatakan, pangsa pasar di Philipina, China, Singapura, Thailand dan Malaysia.
Manfaat rumput laut, kata Darmaji, untuk bahan emulsi fire, yakni bahan pembuatan larutan menjadi homogen. Setelah itu, diolah di pabrik menjadi bahan dasar untuk 340 jenis bahan baik untuk bahan makanan, minuman, farmasi maupun kosmetik.

Untuk budidaya rumput laut setiap kepala keluarga mendapat 300 kg bibit yang dalam pengembangan pertama (3-4 minggu) mampu berproduksi 1.200 kg (300 x 4) dan untuk pengembangan II (3-4 minggu berikutnya) bisa berproduksi 4.800 kg (1.200 x 4). Jika satu kg rumput laut kering Rp 10 ribu, maka petani bisa menerima Rp 4.800.000,00. "Mata pencaharian alternatif ini sangat membantu perekonomian warga. Usaha ini akan dirintis pada desa pesisir pantai," tambahnya.(Spirirt Entete)
Selengkapnya...

Bagi-Bagi Hadiah di Pesta Rakyat..

Menjelang peringatan HUT kemerdekaan Rebuplik Indonesia yang ke 63 bertempat dilapangan Stadion Gelora Samador da Cunha kota Maumere berlangsung kegiatan pesta rakyat yang diperuntukan bagi warga kota Maumere dan sekitarnya.Pesta rakyat tersebut berlangsung 2 hari yakni tanggal 8 dan 9 agustus 2008 serta di sponsori oleh Simpedes Bank Rakyat Indonesia(BRI)dan didukung sepenuhnya oleh Choin Entertainment dan GEMS PRO(Generasi Muda Sikka Production).
Pesta rakyat yang berlangsung 2 hari tersebut mencapai puncaknya tepat malam minggu dengan hadir dipentas panggung artis dangdut ibukota yang merupakan juara kedua acara ajang pencari bakat Kondang-in Indosiar 2006,Elvi Zubay.


Meski cuaca kota Maumere malam hari begitu dingin namun antusias warga kota untukmenikmati pesta rakyat kali ini terlihat begitu besar.Beberapa tenda yang sengaja dibangun untukpesta rakyat dengan menjajakan beraneka barang dagangan maupun sovenir yang berada disekitar panggung pertunjukan diserbu pengunjung.Warga kota mengambil kesempatan di acara pesta rakyat kali ini untuk mengisi waktu bersama keluarga selain untuk menghibur diri setelah jenuh bekerja selama hampir sepekan.Berbagai kegiatan yang menghibur digelar untuk memeriahkan pesta rakyat.Hadiah-hadiah berupa uang sebesar Rp 1 Juta dan suvenir-suvenir cantik dibagi-bagikan kepada pengunjung setelah melewati proses permainan diatas panggung(lucky draw)yang berlangsung kocak,seru dan menghibur.Dua hari berturut-turut BRI yang empunya hajatan ini tak segan-segan memanjakan pengunjung dengan banjir hadiah dan hiburan menarik.

Dihari pertama kegiatan pesta rakyat diisi dengan tampilnya beberapa band,dancer dan sendra tari dari sanggar Benza.Beberapa band yang tampil malam itu adalah grup-grup band yang terkenal di Kabupaten Sikka seperti Sparky band,Re band dan Total Alarm.Banjir hadiah bagi pengunjung telah berlangsung mulai malam pertama perhelatan pesta rakyat.Acara bagi-bagi hadiah yang dipandu pembawa acara kawakan di tanah Sikka bung Lucky Rener seperti kuis-kuis atau permaianan(games)lebih banyak membuat peserta harus menahan perasaan akibat terus-terusan di gojlok oleh bung Lucky dan para penonton.

Dihari terakhir merupakan puncak pergelaran pesta rakyat.Selain acara bagi-bagi uang dan hadiah lainnya lewat berbagai permainan tentu saja acara yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung adalah goyang dangdut bersama Elvi Zubay.Elvi yang tampil menggoda diatas panggung cukup memanaskan suasana dengan beberapa nomor hits berirama dangdut.
Elvi tak segan-segan mengajak penonton menari bersama diatas pentas dan yang pasti penonton yang punya nyali bergoyang dangdut bersama Evi ketiban rejeki nomplok Rp 500 ribu.


Ada pula penyerahan hadiah bagi peserta yang memenangkan perlombaan untuk tenda terbaik.Seperti tenda Samosir(perkumpulan masyarakat Batak di Maumere)menyabet hadiah sebesar Rp 1 juta untuk kategori tenda terbaik atau tenda Putra Kewa yang kebagian juara untuk kategori masakan terbaik.Yang pasti banjir hadiah bagi pengunjung di obral habis oleh Simpedes BRI Kabupaten Sikka untuk hajatan yang mengambil tema’Pesta Rakyat Simpedes’.
Lagu legendaris Maumere Manise yang dibawakan oleh keluarga besar BRI Kabupaten Sikka mengantar pulang pengunjung pesta rakyat dari stadion Gelora Samador da Cunha.


Selengkapnya...

Wednesday, 6 August 2008

Apa kabar Bapak Daniel Woda Pale Hari Ini?

Kesan pertama ketika pertama kali bertemu Bapa Dan Pale (mantan Bupati Kabupaten Sikka) adalah melihat sosok yang akrab, ramah dan bersahaja. Keramahan tersebut terlihat dari sikap beliau ketika menerima kami di rumahnya sore hari tanggal 5 agustus 2008. Dirumahnya yang asri, sejuk dan memiliki halaman luas dengan kebun kecil sosok mantan pemimpin Sikka yang berkharisma ini menikmati hari-harinya dengan berkebun. Dirumahnya yang berdekatan dengan SMAK St Gabriel, Bapa Dan yang bernama lengkap Daniel Woda Pale sedang terlihat sibuk menata dan merapikan tanaman-tanaman dikebunnya. Menjadi seorang petani dikebun kecilnya adalah waktu keseharian Bapa Dan setelah mengundurkan diri dari jajaran pemerintahan dan perpolitikan di Nusa Tenggara Timur.

Meski telah berumur, Bapa Dan masih terlihat kuat, enerjik dan raut wajahnya masih terlihat segar. Kami merasa beruntung bertemu dengan beliau.

"Bapa telah dilatih oleh orang tua untuk bertani sejak kecil. Bertani adalah pekerjaan mulia dan membuat kita terlihat segar. Dengan bertani,l ihat bapa masih terlihat segar dan sehat",kata beliau sambil tersenyum bangga.

Diusia 65 tahun Bapa Dan Pale memutuskan mengundurkan diri dari semua kegiatan birokrasi dan perpolitikan .Jabatan terakhir yang disandang beliau adalah ketua Partai GOLKAR NTT dan ketua DPRD NTT.

"Setelah sampai dipuncak kita harus tahu diri, berisitirahat dan mendorong kaum muda dan mereka yang ingin maju",begitu kata beliau tentang mundurnya dia dari hiru pikuk perpolitikan di NTT.

Bapa Dan Pale merupakan anak ke 6 dari 8 bersaudara dan merupakan anak laki-laki satu-satunya.
"Saat Sd kelas 5 di Lela saya bercita-cita menjadi seorang pastor namun bapa saya menentangnya karena saya anak laki-laki tunggal dalam keluarga, jadi agar saya tidak masuk seminari bapa memulangkan saya kembali ke desa Paga untuk meneruskan kelas 6 Sd disana",kenang beliau tentang masa kanak-kanaknya.
Kemudian Bapa Dan Pale meneruskan Smpnya di SMP Ndao (1951-1954) dan meneruskan SMA di kota Solo, Jawa Tengah.

Adalah sang ayah yang menyuruhnya balik kembali ke Flores setelah beliau menamatkan sekolahnya di Solo.
"Bapa saya kuatir kalau saya tetap di jawa saya akan melanjutkan di seminari seperti cita-cita masa kecil saya atau saya mencari cewek Jawa", kenang Bapa Dan sambil tertawa.

Setelah ditarik pulang ke Flores beliau langsung diterima kerja di Kantor Pemerintahan Daerah Flores (dengan ibukota Ende waktu itu) saat berusia 18 tahun dan langsung diberi jabatan Kepala Bagian Politik. Disinilah awal mula karier beliau dibidang politik dan pemerintahan .

Kini setiap hari beliau mengisi waktunya dengan berkebun, bercanda dengan cucu-cucunya serta menghadiri undangan di luar rumah.

Dihalaman rumah yang nampak asri, sejuk dan tidak membosankan ini Bapa Dan tetap asik bekerja sambil bercerita kepada kami. Beliau kelihatan sangat bersemangat kalau sedang bekerja serta tidak sungkan-sungkan untuk tertawa lepas bersama kami.

Beliau bangga dengan kebun kecil miliknya karena dengan adanya kebun tersebut beliau bisa bekerja sebagai seorang petani.
Di kebun ini terdapat berbagai jenis pohon pisang, berbagai jenis pohon mangga,j ambu air, bunga warna-warni, pohon singkong dan lain-lain. Kebanyakan warga Kabupaten Sikka masih mengenang kepemimpinan beliau saat menjabat sebagai bupati Sikka 2 periode(19 september 1977 sampai 21 mei 1988). Keramahannya serta kesahajaanya saat sebagai seorang pejabat kabupaten sampai sekarang masih diingat banyak orang.

Bapa Dan menikahi Ibu Maria Wihelmina Kaunang dan dikarunia 5 orang anak dan 9 orang cucu. Kini di usia 69 tahun Bapa Dan menduduki jabatan sosial sebagai Ketua Panitia Pembangunan Gereja Paroki Paga.


Tak terasa obrolan kami hampir sampai di ambang malam. Kami bergegas pamit pada beliau. Dengan di antar oleh beliau dan seorang cucu cantiknya ke pintu pagar kami meninggalkan rumah asri tersebut dan membawa pulang segudang cerita beliau dan keramahan sang mantan pemimpin yang dijaman pemerintahannya terkenal sebagai seorang pamongpraja karier yang enerjik, dinamis dan menyimpan segudang cita-cita besar untuk kemajuan daerahnya. Epang gawang (terima kasih) Bapa Dan atas waktunya.



www.inimaumere.com/oss boim dpar
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---