Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 2 July 2009

Maumere, Mosaik Pembangunan Awal

Sepotong ceritera tentang Kota Maumere di awal pembangunannya..

Sebelum tahun 1885, di Maumere telah dibangun sekolah Standaar oleh Bruder Amatus van der Velden untuk putera-puteri pribumi. Sekolah dimulai oleh para Biarawati van Liefde (Cintakasih) bagi wanita atas bantuan raja. Pada tanggal 12 September 1895 Raja Jatti (Raja Andreas Mo'angJatti da Silva) datang menghantar 28 anak wanita dari Sikka untuk bersekolah di Maumere. Di antaranya anak-anak Lepo Gete (anak-anak turunan bangsawan) .
Pada tanggal 26 Februari 1896 telah dibangun tiang pertama untuk istana raja Sikka diMaumere oleh para tukang dari Makasar serta Bonarate Karena Pemerintah Belanda memaksa agar Raja Sikka harus selalu berada di Maumere, bukan di Sikka. Karena Maumere telah semakin dipadati oleh para pedagang Tionghoa, Bugis, Selayar, dan sehagainya. Dalam hal ini, raja Sikka harus mengatur serta menertibkan kota, mengurus pembagian tanah untuk sekolah, untuk misi, untuk toko dan pasar, untuk orang luar dan sebagainya. Juga agar keamanan di pelabuhan terjamin.

Di masa itu bangsa Tionghoa semakin banyak berdatangan membangun toko, menjual barang dari kampung ke kampung dengan berkuda, berkaki, juga menjual di jalan-jalan. Perampokan sering terjadi, juga pembunuhan terhadap mereka di Geliting, Koting, dan Gehak. Barang-barang dagangan seperti kain keper merah, keper putih, keper hitam, cita kasar berwarna, parang, dan sebagainya.

Waktu itu untuk mengukur kain tak dipakai alat meteran melainkan dengan mendepa. Ada depa panjang ada depa pendek. Kemudian elo yang setara 68 cm. Seringkali terjadi perselisihan dengan pedagang Tionghoa. Maka dalam hal ini, diperlukan kehadiran raja serta tua adat untuk membantu. Serdadu tentara masih kurang. Polisi sama sekali belum ada, hanya opas atau opas Posthouder Kailola (turunan Ambon).

Tokoh Tionghoa terkenal saat itu seperti Tan Khe King, Tan Ke Rang, Tan Khe Sang, Yap Tie Tie, Liam A Poh, Liem Tung King, Tan Kunhui, dan sebagainya. Mereka diberi tempat dekat pelabuhan sekarang (Pelabuhan Sadang Bui). Untuk mereka ditunjuk seorang sebagai wijkmeester yang sederajat Kepala Desa. Ia membawai semua warga yang disebut Vreemde Oosterlingen atau Timur Asing.

Rumah-rumah dibangun dengan beraturan sepanjang jalan lurus dari utara ke selatan menuju Wolongbetang (bukit Potong). Mula-mula diatur jalur-jalur jalan dalam kota, kemudian dibagi untuk kompleks perumahan seperti Kantor HPB dan Raja di tengah Lapangan Tugu (tempat tahtanya patung Kristus Raja sekarang), di samping barat toko-toko, samping kiri toko, sebelah selatan penjara, pasar, di sebelah jembatan rumah Posthouder (Gezaghebber). Selain itu didirikan dekat Kantor HPB (lapangan tugu) Landschap Woning artinya Rumah Landachap (kerajaan) bagi para pegawai negeri.

Pada tangga1 23 Januari 1905 telah dibangun tiang-tiang untuk penjara (lembaga pemasyarakatan) di Maumere untuk menampung para hukuman yang terus bertambah. Ada yang dari kampung-kampung, ada yang dari Timor, dari Ende, dan dari Sumba. Menurut kebiasaan masa lalu, para penjahat hanya ditahan beberapa lama di halaman Istana Raja, dan dijaga oleh orang-orang yang kuat. Mereka dijemur dipanas atau diikat dengan tali. Kemudian dilepaskan kembali karena tak ada penjara atau rumah bui. Namun selesai penjara, sudah ada tata tertib untuk para hukuman dengan kerja tetap di dalam kota untuk membersihkan kota, menyapu jalan, menutupi rawa-rawa yang masih ada dekat pelabuhan dan di muka toko-toko dan kantor pemerintah (lapangan tugu).

Sejak 17 Februari 1897, Standaardschool sudah dipindahkan ke Lela (24 km arah selatan Maumere) karena cuaca Maumere yang tak segar oleh malaria. Dua bus sekolah dipindahkan sekaligus oleh Pater E.S. Luypen SY. Di Maumere hanya tinggal sebuah sekolah kecil dengan tiga kelas, untuk anak-anak kota serta beberapa anak dari jauh. Sedang di Lela, terbuka kesempatan untuk mereka yang dari Ende dan Manggarai (2 kabupaten di Flores). Meski pun demikian Maumere masih tetap dikunjungi sekian banyak murid dengan gurunya Guru Lose, juga seorang guru asal Menado. Di bawah pimpinan Posthouder Kailola seorang Katolik Belanda Ambon, stasi Maumere sekitarnya maju pesat. Agama Katolik berkembang dengan pesatnya. Gereja Maumere yang pertama berlokasi kira-kira pada SD sekarang, dengan atap ilalang, dibawah asuhan Pater Ten Brink dan Bruder Muhle serta Hanseates.

Kampung Wolokoli yang terletak di sebelah kali bagian Timur, dipindahkan ke Kampung Kabor sekarang dengan nama Nater Werung. Kampung Makasar dan Selayar yang berada dekat kali (Kali Mati) bagian utara digeser agak ke timur dengan nama Kampung Beru. Pendiri Kampung Beru ialah Mo'ang Beru Hedung.

Pada tahun 1905 mulai dibuka jalan raya dari Maumere ke Geliting (8 km arah timur Kota Maumere), juga dari Maumere ke Koting langsung ke Lela. Ke Geliting waktu itu orang hanya menyusur pantai atau bersampan. Setelah jalan raya dibuka dari Maumere ke Geliting, Raja mulai memakai bendi. Msyarakat dari Geliting pun mulai berbendi (suatu kendaraan yang ditarik oleh kuda seperti di Jawa).

Dalam tahun itu juga dibangun gedung pasar dengan tiang-tiang dari lontar. Letaknya berhadapan dengan kantor Posthouder. Sebelumnya orang-orang hanya bejualan di bawah pohon beringin atau di tepi pantai. Mereka langsung bertukaran barang (barter) dengan ikan, garam atau padi, dan jagung. Ada yang memakai mata uang ada yang belum memakainya.

Pasar juga mulai dibangun di Geliting, kemudian di Lela dan di Nangahale. Orang-orang Tanah Ai (desa di ujung timur Kabupaten Sikka) beramai-ramai dating ke Nangahale jual beras dan membeli pakaian. Di Lela, selalu penuh dengan orang Lio dan Nita Koting (beberapa desa yang tak jauh dari kota) yang turun berbelanja. Orang-orang Tionghoa juga menggunakan pasar-pasar itu untuk menjual pakaian, pisau, parang,jarum, benang, celana, dan minyak tanah. Pasar begitu berkembang, perdagangan begitu semarak, di Maumere, di Lela, dan Geliting.

Sekitar tahun 1910-an, mulai dibangun kantor pos pembantu, penjualan candu. Karena oto (mobil) belum ada, maka pos di bawa oleh tukang pos dengan kuda dari Maumere ke Ende, atau berkaki. Sejak tahun 1911, pernerintah mulai dengan aanslaag belesting atau pajak kepala sebesar seorang Rp 1,0. Tahun berikutnya mulai dengan Rp 2,0. Kemudian mulai dikenakan pajak pohon kelapa, kuda dan babi serta kambing. Berikut pajak sampan, pernasakan arak (tuak). Kewajiban pajak kemudian terus berkembang dan meningkat.

Disadur dari Buku 'Pelangi Sikka'

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 26 June 2009

Tarian di Sikka dalam Berbagai Upacara



Tari dan musik adalah dua bagian seni gerak yang tidak dapat dipisahkan. Tari, musik dan doa adalah gelar terpadu dari berbagai ritus sepanjang tahun.
Tarian di Sikka berdasarkan penghayatan-improvisasi tidak membutuhkan sebuah penggarapan seorang seniman khusus. Batasan antara seniman penggarap, penari dan penonton sebagaimana biasa tidak diketemukan disini. Karena penari improvisasi adalah penggarap seni sekaligus bisa berperan sebagai penari, sebagai penabuh musik dan dapat pula menjadi penontonnya.
Untuk pertunjukan dan pemanggungan/stage (panggung) tidak dikenal dikampung-kampung. Yang ada ialah sebuah pegelaran budaya berhubungan dengan sebuah upacara ritual sekaligus akan menjadi hiburan. Pementasan tarian-tarian bisa dilaksanakan di pelataran, halaman kampung atau tempat perladangan atau pertanian yang alamiah.

Sifat pagelaran tarian bisa secara komunal, massal, mengundang orang seisi desa/kampung yang dekat dan jauh yang dilakukan tanpa batasan waktu sehari atau lebih, dilakukan secara spotanitas dan ekspresionisme.

Seni Tari tradisional Sikka dapat dirinci sebagai : Tari upacara ritual, tari perang dan tari pergaulan/hiburan.

Mari kita lihat ketiga jenis tarian tersebut;

Tari Upacara Ritual :

- Ledong Me/Toja Me : Tari upacara Turun Tanah

- Ledo Bele : Tarian Keselamatan Anak

- Gareng Lameng : Tarian Penyunatan

- Lado Gahar : Tarian sewaktu panen

- Pahe : Tarian sewaktu menanam

- Wae-Heleng : Tarian doa perang

- Togo Pou : Tarian menggiring perahu


Tarian Perang :


- Bebing : Tarian sebelum/sesudah perang

- Ledek : Tarian sebelum perang

- Togo Codu : Tarian kemenangan perang

Tarian Pergaulan/Hiburan :

- Togo Gong Gete : Tandak berirama gong

- Hele Larak : Tarian mencangkul kebun

- Tetok Alu : Tarian Mencangkul Kebun

- Wai Majok : Tarian menumbuk padi

- Sora : Tarian gendang sewaktu pesta

- Ong-eng : Tarian dengan tiruan nada gong

- Missa : Tarian pergaulan (sekarang dikenal dengan nama Rokatenda)

- Bobu : Drama tari peninggalan Potugis Abad XVI.

Dibeberapa daerah membunyai jenis tari yang sangat spesifik seperti di Paga terdapat tari massal Gawi Sia, Ai Nggaja atau juga seperti di Bola yang dikenal dengan Tari Yuk Toger yang sebanding ‘hero’ dengan Tari Caci di Manggarai. Bedanya,Tari Caci menggunakan cambuk dan tameng sedangkan Yuk Toger menggunakian pentungan dan berhadapan langsung tanpa tameng.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Monday, 22 June 2009

"Blutuk Lunung Ha" Harum di NTT Siap Ke Jakarta..

Satu lagi prestasi dari anak muda Kabupaten Sikka berhasil ditorehkan. Sekelompok anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Tradisional “Blutuk Lunung Ha “ Pimpinan Thomas Aquino M. Idong ini meraih juara I pada kompetisi musik tradisional anak tingkat Propinsi NTT yang berlangsung di Kota Kupang tanggal 14-17 juni 2009. Dengan kemenangan ini Sanggar “Blutuk Lunung Ha “ yang berdomisili di Kelurahan Kabor Kota Maumere akan diikutsertakan sebagai Duta Seni pada Festival Musik Tradisi Nusantara 2009 yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 1-5 July 2009 mendatang mewakili Propinsi NTT. Sanggar yang kini memiliki jumlah anggota sebanyak 40 orang tersebut akan membawakan atraksi menarik berjudul “PENDER MUSIK SOKA KANTAR” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “ Belajar Musik Sambil Menyanyi dan Menari “.


Sebelumnya ditahun 2006, Sanggar Blutuk Lunung Ha yang berdiri tanggal 15 Agustus 2005 ini meraih Terbaik I Festival Seni Pertunjukan (Musik Tradisional) Usia Dini (7-12 Tahun) Tingkat Propinsi NTT di Kupang tanggal 26 sampai 30 Juni 2006. Di tahun yang sama sanggar ini juga masuki 10 besar pada Festival Musik Tradisi Nusantara di Gedung Sasono Budoyo Taman Mini Indonesia Indah Jakarta yang berlangsung tanggal 18-22 Juni 2006. Tahun 2007 sanggar yang keanggotannya terdiri dari anak usia 7 sampai 20 tahun ini juga meraih Terbaik I pada Festival Tari Tradisi Seminari Tinggi Ledalero Tahun 2007.

Untuk atraksi menarik berjudul “PENDER MUSIK SOKA KANTAR” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “ Belajar Musik Sambil Menyanyi dan Menari “ yang akan dibawakan di Jakarta bulan july mendatang akan didukung dengan perpaduan koloborasi musik Sikka yang terdiri dari Gong Waning ( 2 gendang sora), Letor ( 4 klekor ha wung), Peli Wikir, 6 giring-giring, 7 tempurung, Sere Wowok, 9 juk/okulele, Tereng Bas dan didukung dengan gerak tari Tradisi Sikka dan nyanyian Etnis Sikka yakni Ama Lero Wulan dan Guman Epang.

Untuk busana, busana pria dan propertinya terdiri dari Lipa Doen (sarung laki-laki), Lado/Dester (topi dari bulu ayam), Peket (ikat pinggang laki-laki), Labu Ketik (Baju rompi), Kalung dari bebatuan, Kalar Wulung (gelang dari bulu ayam tanda keperkasaan).
Sedang untuk busana wanita terdiri dari Utang (sarung wanita), Labu Kesik (baju wanita anak), Peket (ikat pinggang), Suwong ( anting-anting), Kalar (gelang), Alang Legeng Butuk (gulung rambut anak-anak), Lodang (kalung).

Menurut pimpinan sanggar Thomas Aquino M. Idong didirikannya Sanggar "Blutuk Lunung Ha" ini adalah untuk memberikan wadah berkreasi bagi anak-anak usia dini hingga remaja dengan mengedepankan jiwa sportifitas dalam mengembangkan diri secara optimal sehingga dapat memotivasi anak untuk mencintai budaya lokal sendiri sejak usia dini. ”Ini juga dapat meningkatkan kreatifitas artistik anak-anak dalam menggeluti seni musik terutama musik tardisional yang akhir-akhir ini cenderung ditinggalkan anak-anak remaja,”Ujar Moat Thomas Aquino kepada kami saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Kabor.

Nah,bagi saudara-saudari yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya jangan lupa untuk mendukung anak-anak Maumere berusia dini yang tergabung dalam Sanggar Blutuk Lunung Ha (sekelompok anak-anak) yang akan beratraksi di Jakarta pada tanggal 1 july mendatang..

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Monday, 15 June 2009

Mobile DJ Bareng DJ Joe Hebohkan Ende..

Apresiasi khusus layak diberikan kepada masyarakat Kota Ende dan sekitarnya yang telah berhasil meramaikan pegelaran Mobile DJ bareng Dj Joe di lapangan Perse Ende Sabtu malam tanggal 13Juni 2009. Pegelaran Mobile Dj dengan konsep out door yang baru pertama kali diadakan selain di Kupang, Atambua dan Maumere untuk wilayah NTT ternyata berjalan aman dan dalam situasi yang menyenangkan. “Choin Entertaiment selaku pihak penyelenggara mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Ende yang telah ikut serta menjaga event ini berjalan aman dan kondusif. Situasi yang aman ini akan menjadi parameter bagi pihak manapun untuk menyelenggarakan event apapun,” ungkap Oshy Lelo dari pihak Event Organizer Choin Entertainment.
Dj Joe yang menjadi bintang dari pegelaran Mobile Dj ini bahkan mengaku bangga dengan antusias masyarakat. “Saya sangat bangga…,” ujar sang dj dengan senyum khasnya. “Aku bahkan tak pernah menyangka,Flores keren abiss..” Lanjut Sang Disc Jockey asal Surabaya yang dua minggu lalu melakukan hal gila di studio Radio Sonia Fm Maumere yakni nonstop ngedije on air selama hampir 10 jam dan dipancarkan langsung keseluruh dunia lewat Radio Streaming Sonia Fm (LIVE).

Seorang DJ tidak hanya mampu memilih dan memainkan musik untuk para pendengar, tetapi juga memiliki taste dibidang musik yang dapat merubah suasana dari kaku menjadi meriah. Seseorang DJ juga harus memiliki skill tinggi yang dapat menjalankan sebuah acara dari awal dia bermain hingga selesai dimana dibutuhkan banyak pemikiran dan reflex yang cepat dalam memilih dan mencocokkan satu lagu ke lagu yang lain secara harmonis. Dan dejay Joe berhasil melakukan itu dengan sempurna.

Diawal acara, Lucky Reyner yang bertindak sebagai Master Of Ceremony berhasil mengangkat situasi yang semula agak dingin menjadi makin panas dan heboh. “Ende City….!!” Teriak Lucky berulang-ulang ditengah dentuman irama musik dan disambut penonton dengan teriakan “Yeahhhhh..!!” Lucky terus berteriak,” Dije Joe…..!!” “Goooooo…!!” sambut penonton.
Tak ayal lagi semakin malam suasana semakin panas. Lucky dengan kapasitasnya sebagai pembawa acara berpengelaman rupanya menjadi salah satu kunci sukses pergelaran event Mobile Dj ini. Lapangan Perse Ende yang dibanjiri penonton menjadi saksi sebuah pegelaran dengan konsep lain dan tak biasa, melunturkan kesan eksklusif dari sebagian masyarakat bahwa menikmati permainan musik remix dari kreasi seorang disc jockey cuma bisa dinikmati di ruangan tertutup alias diskotik.

Event dengan tema A Mild Live Production Nongkrong Sabtu Sore With Mobile Dj ini diisi pula dengan sejumlah pertunjukan panggung dari artis-artis lokal NTT seperti Rapper Family dari Kota Ende, Rapper Blink dari Kupang,Voldemort Band dari Kota Ende, Re-Band dari Maumere. Acara ini juga di meriahkan oleh Komunitas Motor Mio Ende yang hadir di sekitar area dance floor.

Event hiburan sabtu malam ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai penonton yang sempat www.inimaumere.com wawancarai. “ Senang sekali kaka..,”Komentar Nona Lila yang datang bersama teman-temannya dengan senyum puas. “Sayang cuma sampai jam 10 malam lebih, kan kalo clubbing biasanya sampai pagi…,” Komentar Dedo dan gengnya sambil tertawa. “Belum pernah ada event dengan penonton sebanyak ini di Kota Ende,” ungkap Voni, PNS yang hadir bersama keluarganya. Beberapa komentar senada juga di ungkapkan oleh berbagai penonton yang membludak memenuhi Lapangan Perse Ende, membanjiri jalan utama yang menjadi lintasan para pengendara kendaraan.

Mobile DJ yang kali ini bersama dejay Joe akan meneruskan perjalanan keliling dengan sound sistem mobile dan bermain dari satu lokasi berpindah kelokasi lain mirip musisi keliling.

Untuk event yang diadakan di Kota Ende ini, Choin Entertaiment menggandeng Radio Delta FM Ende sebagai pihak panitia penyelenggara. “Sangat menyenangkan dapat bekerja sama dengan Choin Entertainment dari Maumere,” Ujar Arnold, Manajer Delta Fm Ende.

Melihat situasi yang begitu kondusif dari sisi keamanan serta hubungan kerja sama yang sangat baik dari berbagai pihak dan juga sambutan masyarakat Ende yang begitu simpatik, Oshy Lelo dari pihak Choin Entertainment yang kami hubungi mengaku berharap agar untuk kedepannya dapat menggelar beberapa event lagi di daratan Flores dan sekitarnya. So,kita tunggu saja..!!

WORK EXPERIENCE DJ JOE

* Malioboro Adventure 2007
* Venue,Kemang Jakarta Selatan
* Spinx See Batam
* Mobile DJ,A Mild Region Bali
* Beyond,Blok M, Jakarta Selatan
* Retro,Crown Hotel,Jakarta Selatan
* J Lounge,Grand Melia Hotel,Jakarta Selatan
* Flo Lounge,Bellagio Boutque Mall,Jakarta Selatan
* Holles PartyFina Golf Pandaan,Jawa Timur
* Blue Pasifix Samarinda,Kalimantan Timur
* Rave "Save The Rave",Djarum Black,Makasar
* Rave " Adventure Party",Cheers Cafe,Purwakerto
* Anggi Club Palangkaraya
* 100% Weekend Campus To Campus di Kupang, Jakrta, Surabaya, Makasar, Jogja
* RNB Club Surabaya
* Nikita Discotique Timika,Papua
* Planet Discotique Surabaya











Voldemort Band

Re-Band


Rapper Family

Rapper Blink


Dj Joe bareng Klub Motor






www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Thursday, 11 June 2009

Mari Dukung Prita Mulyasari

Hari-hari terakhir ini wajah Indonesia dihebohkan dengan kasus memalukan bagi dunia kesehatan di Indonesia. Prita Mulyasari yang mengeluh via surat elektronik (email) kepada temannya soal layanan kurang baik dari sebuah rumah sakit bernama OMNI International Tanggerang justru malah digugat oleh pihak rumah sakit tersebut dan bahkan harus langsung ditahan dalam penjara. Negeri ini semakin banyak dengan dagelan kurang lucu yang semakin hari semakin menertawakan diri sendiri. Meski sekarang Prita Mulyasari sudah dapat memeluk kembali kedua anaknya namun kasus ini menjadi sorotan bagi para Blogger yang dengan santer terus meneriakan berbagai hal,tentang apa saja.

Kasus ini seakan menjadi cermin ketidakadilan, hingga sang Jaksa Agung Hendarman Supandji harus ikut berbicara tentang kinerja bawahannya yang “tidak profesional” dan terkesan membawa kepentingan lain. Disamping itu kasus ini terasa janggal karena sementara kasus lainnya masih dalam proses peradilan dan belum dapat dibuktikan secara nyata disisi lain kasus Perdata Ibu Prita Mulyasari justru sudah diketuk palunya.

Menurut penilaian banyak orang email dari Prita Mulyasari justru tidak ada satu katapun yang pantas untuk menjerat Prita Mulyasari kebalik jeruji besi. Email yang ditulis Ibu Prita lebih condong ke curhat dia tentang keluh kesahnya soal pelayanan RS OMNI International. Banyak pakar yang menilai tindakan penjeblosan Prita Mulyasari ke Penjara adalah suatu penhancuran karakter dan pembunuhan kebebasan karena tidak perlu dipenjarakan selama orang tersebut masih bekerjasama dan tidak dikhawatirkan melarikan diri.

Para pemutus keadilan yang menjebloskan Prita ke tahahan kini di sinyalir mendapatkan kompensasi berupa fasilitas istimewa dari RS Omni International. Kecurigaan ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang. DPR dari komisi kesehatan telah merekomendasikan pencabutan izin RS Omni International dan membebaskan Prita tanpa syarat.

Yang lebih mencenggangkan lagi, Prita Mulyasari harus menerima dakwaan setelah beliau merasa dirugikan secara jiwa dan raga. Istilah kata “sudah jatuh ketimpa tangga setelah itu ketiban genteng sekalian” sehingga disini kami sebagai Blogger merasa prihatin terhadap kondisi tersebut dan mengajak para blogger sekalian yang juga prihatin terhadap kasus Prita Mulyasari untuk bergerak, menulis dan memposting tulisan dukungannya terhadap Prita Mulyasari sebagai wujud dukungan.

Mari kita kuasai SERP dengan keyword Kasus Prita Mulyasari dan segala yang berbau itu dengan tulisan dukungan hingga khalayak tau bahwa blogger bukan cuma sebuah komunitas yang gak berguna, cuma menghabiskan waktu.

Blogger juga peduli dengan nasib sesama dan insan independent yang paling kritis didunia maya adalah Blogger! Hidup Blogger, Hidup Prita Mulyasari! Mari dukung Prita Mulyasari untuk mendapatkan kebebasan dan keadilan sebagai pihak konsumen yang dirugikan! •

www.inimaumere.com



Selengkapnya...

Sunday, 7 June 2009

A MILD LIVE PRODUCTION NONGKRONG SABTU SORE WITH MOBILE DJ

Patut diberikan kredit khusus bagi penampilan DJ Joe yang sangat berhasil membuat pengunjung terkesima sekaligus terhibur dan termotivasi. Bukan hanya karena disc jockey yang satu ini skillful tetapi juga sangat komunikatif dengan para penonton yang memadati Pelataran Parkir Barata Dept.Store Maumere.

“Luar biasa…” komentar DJ Joe ketika ditemui di akhir acara. “Aku tak pernah menyangka dengan begitu tingginya antusiasme masyarakat Kota Maumere, ini adalah ladang bagi pebisnis hiburan,”lanjut Sang DJ dengan keringat yang masih bercucuran.
Nongkrong Sabtu Sore With Mobile DJ adalah sebuah pertunjukan ruang terbuka (out door) yang memiliki konsep pegelaran yang dikemas secara berbeda dan tak biasa. Konsep Out door Mobile DJ ini secara langsung mendobrak kesan eksklusif yang selama ini terjerat dalam penilaian banyak orang bahwa menikmati musik remix dari kreasi seorang disc jockey hanya dalam ruang tertutup (diskotik). Kemasan Out Door dengan konsep Mobile DJ kini bisa dinikmati semua kalangan secara mudah. Masyarakat Kota Maumere patut berbangga karena kini bisa disandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Kupang, Makasar, Denpasar dan lain-lain dalam hal pegelaran Mobile DJ. Konsep out door Mobile DJ yang digelar di halaman parkir Barata Dept Store ini adalah yang kedua setelah dua minggu sebelumnya menggebrak di lokasi Pelabuhan Sadang Bui Maumere.


Acara ini di selenggarakan oleh Event Organizer asal Kota Maumere, Choin Entertainment yang beberapa tahun belakangan ini telah banyak mencuri perhatian penikmat hiburan khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Setelah Kota Maumere, Choin Entertainment akan menggelar pertunjukan serupa di Kota Ende.


Sabtu malam minggu tanggal 6 juni 2009 tersebut, DJ Joe yang tampil atraktif mampu menyedot perhatian penonton yang memenuhi halaman parkir Barata dengan antusiasme yang sangat tinggi. Event ini juga turut melibatkan artis-artis pendukung dari Kabupaten Sikka seperti Sparky Band, Re-band, GP-Gal feat Accoustic All (Ledalero) dan Rapper Blink from Kota Kupang dengan dipandu oleh MC senior Bung Lucky Reyner dari Radio On Line Sonia Fm Maumere. Disini kita bisa menyaksikan koloborasi antara DJ Joe dengan beberapa artis pendukungnya seperti kolobarasi Dj Joe bareng Re-band. King's Mofers Club (KMC) Maumere, club motor yang baru 3 bulan berdiri pun turut meramaikan event ini dengan menggelar sepeda motor mereka sepanjang area dance floor.

Selama satu bulan berada di Kota Maumere, DJ Joe yang telah mendalami dunia disc jockey dari tahun 1998 melakukan tour terbuka di beberapa titik strategis di Kota Maumere dan mendapat sambutan yang lumayan, tak heran ia kini memiliki banyak fans."Aku salut dengan Maumere, tak pernah ada gejolak saat event ini diselenggarakan."Ungkap DJ Joe dengan bangga.

Di Pelataran Parkir Barata, penonton dan para fansnya yang membludak menyulap tempat tersebut menjadi arena lautan manusia, membanjir sampai ke jalan utama, cukup membuat macet lalulintas kendaraan. Tak di pungkiri lagi, pelataran parkir tersebut sejenak menjadi area dance floor yang menghebohkan.

WORK EXPERIENCE DJ JOE

* Malioboro Adventure 2007
* Venue,Kemang Jakarta Selatan
* Spinx See Batam
* Mobile DJ,A Mild Region Bali
* Beyond,Blok M, Jakarta Selatan
* Retro,Crown Hotel,Jakarta Selatan
* J Lounge,Grand Melia Hotel,Jakarta Selatan
* Flo Lounge,Bellagio Boutque Mall,Jakarta Selatan
* Holles PartyFina Golf Pandaan,Jawa Timur
* Blue Pasifix Samarinda,Kalimantan Timur
* Rave "Save The Rave",Djarum Black,Makasar
* Rave " Adventure Party",Cheers Cafe,Purwakerto
* Anggi Club Palangkaraya
* 100% Weekend Campus To Campus di Kupang,Jakrta,Surabaya,Makasar,Jogja
* RNB Club Surabaya
* Nikita Discotique Timika,Papua
* Planet Discotique Surabaya























www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 6 June 2009

Cerita Di Balik Mentasnya Streaming Radio Sonia Fm

Kata orang-orang, kita boleh bermimpi. Kenapa? Karena mimpi itu gratis, boleh bermimpi sepuas-puasnya. Makanya yang namanya gratis biasanya langsung laku keras..hehehe.. Omong-omong tentang mimpi, Saudara Lucky Reyner pun pernah bermimpi. Mimpinya bukanlah mimpi buruk boz..tapi mimpi yang indah. Apa seh mimpinya? Streaming Radio. Artinya ia bermimpi tentang Radio Sonia Fm yang dipimpinnya ini bisa mendunia lewat internet. Melihat kenekadan Lucky bermimpi, kami (Oss dan Boim), dari tim www.inimaumere.com yang sedang nguping langsung merasa tertantang. Langsung deh berusaha memwujudkan mimpi si gimbal tersebut. Kami tak memberitahu Si Lucky. Diam-diam kami mulai bekerja. Setelah saling lomba utak-atik, akhirnya, Boim SMS dini hari jam 2 lewat dikit, “ Oss, Streaming Radio Sonia siap dinaikan, bisa telpon Bang Lucky ?” Yesssss..!!..Ini baru namanya orang Maumere…yang bukan cuma tau tiap hari kerjanya get poi hihihi.



Siangnya kami coba lagi di kampus www.inimaumere.com. Kopi beberapa gelas sudah habis..Siap, kami pun berangkat ke Studio Sonia Fm Maumere. Dihalaman Studio lagi ramai. Kami langsung menuju kebelakang, seperti biasanya hehehe..Disambung..crennggg..Joe ‘kriwil’ Pedro, punggawa Sonia langsung menelpon temennya buat monitor,”eror..putus-putus..”. Langsung menuju warnet untuk membuktikan, bener radio streamingnya masih bermasalah. Dan bener saja, besok komentnya ramai baik di kulababong maupun di Heart Of Maumere (HOM) , semua mengatakan bahwa tidak bisa dibuka,eror..pokoknya tidak bisa berjalan. Ada apa ini?
Kami tak putus asa, itu bukan tabiat orang Flores. Kerja lagi. Malamnya, titik penyakitnya langsung terdeteksi. Langkah tegas diambil, inti masalahnya langsung dikarantina, biar kapok dia..rasa le’u hihihi.

Kembali lagi, menuju Studio Sonia Fm. Pukul 2 malam lewat atau tanggal 5 juni untuk pertama kalinya Radio Sonia siap didengar, menjelajahi dunia maya. Siapa yang mendengarkannya pertama kali? Saudara kita Henky9111 yang berada nun jauh di Perancis. Dimonitor,’suaranya jernih banget..’ begitu komen Hengky..Tepuk tangan kami bertiga (Oss,Boim,Lucky) langsung meledak. ‘Angkat gelas, kita bersulang’, begitu kata Superman Is Dead hehehe. Makin pagi makin asikkk..pendengar semakin banyak dan berada diberbagai belahan dunia. Gila men, sa pu mimpi akhirnya terwujud, kata Lucky dengan terharu. Akhirnya kami bertiga begadang sampe pagi. Lucky malah sampe jam 9 pagi, kontrol terus... hihihi..woeee awas lemas baba..

Besoknya ada masalah lagi.”Kok tidak bisa didengar?”Begitu koment para Soners. Rupanya titik masalahnya ada pada akses internet Speedy yang sering putus nyambung-putus nyambung (kayak orang pacaran saja..). Nah..kalo sering macet berarti akses internet disini lagi bermasalah.

Malamnya pas kami menuju ke Studio Sonia, suasana sedang ramainya banget. Di ruang teras terlihat Oshy sedang membrifing para pendukung sebuah event yang akan diadakan. Di ruang penyiaran Lucky Reyner sedang asik mewawancarai DJ JOE. Kami langsung kebelakang (seperti biasanya) dan langsung menaikan Sonia Fm ke dunia maya. Pukul 12 malam sesi wawancara usai. Tapi musik dugem terus berjalan, ruamaaaiiii banget. Semua bergembira, entah kenapa. Sampai pagi, cungkil matahari. Selamat Sonia Fm telah menembus dunia. Selamat !!

Streaming Radio Sonia Fm yang dikerjakan oleh www.inimaumere.com adalah sebuah bentuk persembahan www.inimaumere.com yang bekerja sama dengan Sonia Fm kepada semua pecinta SONERS dimana saja berada. Untuk wilayah Indonesia Timur, Sonia FM pantas bangga karena lebih terdepan dari semua jaringan radio yang ada diwilayah ini.

Beberapa sms dan telpon dari temen-temen baik perorangan maupun jaringan radio dari berbagai kota telah mengucapkan selamat, menunjukan apreasiasi yang besar bagi sebuah radio yang dipimpin secara serius dan professional oleh anak muda bernama Lucky Reyner.

Dengan adanya Streaming Radio Sonia Fm, satu lagi langkah inovatif yang dikerjakan www.inimaumere.com pantas dibanggakan (boleh kan bilang begitu? hehehe). Semua karena rasa cinta bagi tanah yang telah melahirkan dan membesarkan kita, Maumere. Juga karena keinginan untuk membuat Maumere dikenal orang. Jangan orang tau anak Maumere tuh cuma begini, begitu. Tidak..!! Kita ada, ITA DI NORANG. Kita punya gaya sendiri.

Selamat buat semua pecinta Sonia dimana saja berada.

Oss & Boim

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---