Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Sunday, 12 July 2009

"Blutuk Lunung Ha" Harumkan NTT di Tingkat Nasional..

Lima belas anak-anak usia 7 – 12 tahun yang tergabung dalam Sanggar Tradisional ‘Blutuk Lunung Ha’ akhirnya menorehkan prestasi membanggakan. Di Festival Musik Tradisional Anak-Anak yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta 1 – 5 July 2009 ini, anak-anak asuhan Thomas Aquino berhasil menang di Kategori Pemusik Terbaik dan Penata Musik Terbaik Nasional yang di ikuti 32 propinsi se-Indonesia. Blutuk Lunung Ha yang mewakili Propinsi Nusa Tenggara Timur membawakan tema “PENDER MUSIK SOKA KANTAR” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “ Belajar Musik Sambil Menyanyi dan Menari “. Dengan demikian Sanggar Blutuk Lunung Ha dengan Moat (Bung) Thomas Aquino sebagai pelatih dan penata musik menyelamatkan sekaligus mengharumkan nama NTT dikancah festival musik tradisional anak-anak tingkat nasional.


Kontingen Musik Tradisional Anak NTT berangkat ke Jakarta, Senin tanggal 29 Juni 2009 di bawah pimpinan Ketua Rombongan Magdalena Waworuntuh, pelatih/penata musik Thomas Aquino, penata artistik Yos Lasar, penata rias Indah Parera dan penata busana In Parera. Anak-anak ini mengikuti lomba festival seni pertunjukan musik tradisional anak di Gedung Kesenian Jakarta. Mereka berhasil keluar sebagai yang terbaik untuk dua kategori, yakni sebagai pemusik tradisional terbaik dan penata musiik tradisional terbaik tingkat nasional.

Keberhasilan ini merupakan bukti bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia bahwa anak-anak NTT memiliki potensi dan bakat yang besar yang harus dikembangkan dan diberi perhatian oleh Pemerintah Kabupaten Sikka maupun Pemerintah Propinsi NTT.

“Kami berharap dapat memperoleh dukungan yang lebih lagi dari pemerintahan daerah dan juga seluruh masyarakat NTT yang memiliki kepedulian kepada musik dan seni. Semoga dukungan tersebut dapat menjadikan anak-anak ini tetap menjadi yang terbaik,” Demikian harapan dari Moat Aquino ketika www.inimaumere.com menemui beliau di kediamannya di Kelurahan Kabor Kota Maumere. Menurutnya, anak-anak berprestasi ini akan pula diikutsertakan di beberapa festival di dalam maupun luar negeri.

Potensi besar yang dimilki anak-anak Sikka ini sudah seharusnya mendapatkan dukungan masyarakat dan pemerhati seni musik tradisional di seluruh NTT. Dengan dukungan tersebut niscaya nama NTT akan selalu disegani dan harum di kancah nasional.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 8 July 2009

Hari Ini Rakyat Maumere Memilih..

Banyak yang mengklaim Mega-Prabowo akan menang, banyak yang mengklaim SBY-Boediono akan menang banyak pula yang menjagokan JK-Wiranto yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2009-2014. Klaim boleh klaim tapi yang pasti tidak lama lagi kita akan bisa mengetahui hasil perolehan suara dari pesta demokrasi pemilu presiden yang jatuh hari ini, Tanggal 8 Juli 2009. Di Kota Maumere khususnya, tiga pasangan kandidat ini memiliki massa pendukung yang cukup berimbang, namun kita akan mengetahui hasil perolehan suara tersebut saat diumumkan secara resmi oleh KPUD Sikka. Untuk sementara sampai dengan sore ini saat berita ini dinaikan perolehan suara dari tiga pasangan kandidat belum diketahui secara pasti , semuanya masih dalam tahap perhitungan.
Pesta Demokrasi yang memakan waktu dan biaya yang besar rupanya tak luput dari perhatian warga Kota Maumere. Disemua sudut kota, warga cukup antusias mengikuti jalannya Pilpres kali ini dengan memonitor lewat radio maupun televisi. Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) sejak pagi telah dipenuhi para pemilih. Antusiasnya para pemilih ini merupakan bukti bahwa masyarakat Kota Maumere pun ingin menentukan nasib kehidupan negara ini dengan memilih calon kandidat yang tepat yang akan membawa perubahan besar bagi kepentingan rakyat banyak. Inilah bukti bahwa rakyat ingin memilih bukan ingin dibohongi. Semua tugas telah dilakukan rakyat, tingal sang juara yang akan mensejahterakan rakyat. Klaim membela kepentingan rakyat saat kampanye jangan di lumuri dengan kepentingan pribadi, golongan maupun partai saat menjadi RI 1 dan RI 2.


Pemungutan suara Pilpres kali ini membuat Kota Maumere memang sedikit agak lenggang. Hampir semua Perkantoran dan pertokoan tutup. Transportasi dalam kota juga tidak beroperasi seperti biasanya, hanya ada satu dua kendaraan angkutan umum yang lalu lalang.
Secara umum, pelaksanan Pilpres kali ini di Kabupaten Sikka berjalan aman dan lancar.

Lalu bagaimana dengan tanggapan masyarakat tentang Pilpres kali ini? Wilda warga Kelurahan Waioti Kota Maumere sangat mengharapkan agar siapa saja yang menjadi presiden kelak akan menurunkan harga-harga barang yang menurutnya sangat tinggi dirasakan warga kebanyakan.” Kalau bisa kasih turun tuh harga-harga barang, kami ingin janji mereka dibuktikan jangan te cuma omong saja ka...” ujar Ibu rumah tangga ini saat ditemui ketika selesai mengikuti pencontrengan.

Helmi yang berprofesi sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sikka mengaku ia memilih SBY-Boediono. Ia ingin agar pembasmian terhadap jaringan koruptor dapat diteruskan oleh SBY. “Saya mendukung SBY-Boediono agar program pemberantasan terhadap korupsi tetap dilanjutkan”,ujarnya. Ivan,salah seorang tukang ojek mengaku ia tidak memiliki kandidat yang dijagokan tapi Ivan juga mengaku ia telah memilih.
”Siapa saja yang terpilih saya tidak peduli yang penting jangan kasih naik lagi harga-harga kebutuhan pokok, kasihan kami rakyat kecil,” ujarnya saat di ditemui di salah satu TPS di Kelurahan Kota Uneng.

Beberapa warga yang kami minta komentarnya juga mengatakan hal yang serupa. Yang pasti mereka ingin ada perubahan yang membela kepentingan rakyat bukan lagi malah menyengesarakan rakyat. Inti dari persoalan adalah adanya perubahan yang lebih bijak lagi, perubahan yang sangat diharapkan akan menjadi ujung tombak kemakmuran rakyat. Rakyat tentu tak mau suara mereka sia-sia menjadi suara untuk demokrasi balas dendam, ketika kampanye mengeluarkan banyak uang namun ketika berkuasa mengumpulkan banyak uang untuk mengembalikan pengeluaran. Itu bukan pemimpin tapi pembohong!!!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai dengan sore ini, hasil seluruh lembaga survey Indonesia secara nasional ternyata menampilkan pasangan kandidat SBY-Boediono memimpin perolehan suara dengan keunggulan mutlak.
Dari Cikeas, SBY mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah menjaga berlangsungnya Pilpres kali ini berjalan dalam suasana aman. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah menjaga berlangsungnya Pilpres kali ini dengan aman. Hasil survey memang menunjukan kami unggul namun semua masih menunggu hasil resmi dari KPU,”Ujar SBY yang disiarkan langsung oleh jaringan TV nasional.
Sedangkan JK-WIRANTO mengatakan tidak terpengaruh dengan hasil Quick Count yang dipaparkan oleh beberapa media Televisi.







Oss & Boim
www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Monday, 6 July 2009

Cerita Dalam Foto, Suatu Pagi di TPI..


Malam merambat pelan mendekati pagi. Perlahan mentari timur mulai memancarkan sinar lembutnya. Pagi yang cerah, secerah harapan semua manusia. Harapan akan kehidupan yang lebih baik. Semua bekerja mengejar waktu. Roda kehidupan yang bergerak tersebut juga nampak terlihat disudut Kota Maumere.  Di sebuah sentral bongkar ikan. Dulunya ditempat ini pernah berdiri pabrik pendingan ikan, PT.Bali Raya.  Namun akhirnya luluh lantak disapuh Gempa Tsunami Flores '92. Setelah pabrik tersebut berhenti beroperasi, berdirilah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) . Dimana semua nelayan yang seharian penuh mencari ikan menurunkan hasil tangkapannya Tengkulak dan papalele membeli dan melepaskannya kepada para konsumen di Kota Maumere. TPI ini tak jauh dari lokasi pertokoan.  Kesibukan perdagangan berhasil direkam oleh www.inimaumere.com.

Sayanganya menurut beberapa papalele ikan, tempat yang seharusnya sentral pertemuan para nelayan dan papalele malah juga diseroboti oleh para konsumen ikan. Terang saja para papalele mengeluh

"Ini sangat merugikan kami para papalele. Seharusnya para konsumen membeli ikannya di pasar-pasar ikan bukan disini. Karena kami akan mengordernya ke pasar-pasar ikan atau langsung ke konsumen," ujar Fendy yang telah lama bekerja sebagai papalele ikan.

Seperti yang kami lihat, banyak masyarakat  konsumen ikan segar memenuhi lokasi tersebut. Pantas saja jika para papalele mengaku kecewa namun mereka juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

Ikan-ikan segar yang dijual dengan harga yang bervariasi.  Para papalele telah memiliki jalinan hubungan dengan para nelayan. Ibaratnya papalele ini adalah pelanggan tetap.

Mmmhhh..sambil bertransaksi kita pun bisa menkmati indahnya sunrise dari lokasi ini. Secara psikis kita akan merasa sangat damai  disini. Apalagi pas kembali kerumah membawa ikan-ikan segar untuk diolah jadi apa saja mmmhhh...

Foto-foto diambil Pagi Hari Tanggal 4 July 2009..

Pagi nan indah..





Buruan dibeli Om..

Ikan...ikan....


Kedinginan non...?
.
Ojek perahu..

1..2..3..lompat..
Jangan lupa kembaliannya Om..


Mari saya bantu...

Ati-ati megangnya ya..

Beli dong...beli dong...!!

Tawar menawar harga pas tancap gas..


Beli dong..dari tadi cuma liat doang..

Enaknya...

Papa..dimanakah kau..

Sarapan...sarapan...



www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Memilih yang Terbaik dari yang Terbaik..

Bagi yang udah cukup umur, buruan segera married hehehe (gak nyambung banget..) Upsss, maksudnya gini buruan segera menuju bilik-bilik suara alias Tempat Pemungutan Suara dan tentukan pilihan untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia cieee...Karena kali ini pula kita sebagai rakyat diberi kekuasaan penuh untuk menentukan siapa Presiden dan Wakil Presiden Indonesia mendatang. Untuk itu jangan cepat terpengaruh dengan hal-hal negatif semacam serangan fajar dan keluarga besarnya. Kasihan kan kalo kita cepet tergoda dengan kondisi murahan seperti itu. Mau di bawa kemana bangsa ini, kata pakar politik hehehe..

Nah bagaimana kondisi para kandidat kali ini?
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014 kali ini masih dihiasi muka-muka lama. Namun, ada 1 calon Wakil Presiden yang merupakan pendatang baru bahkan bukan dari kalangan partai politik.
Ada tiga pasang calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di pemilihan presiden 2009 ini.
Dari sisi usia, 3 capres/cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2009 sudah bisa dibilang kaum tua. Empat dari enam orang itu telah berusia di atas 60 tahun. SBY hampir 60 tahun dan Prabowo 58 tahun.

Yookk..ngintip Profil mereka....


Berikut daftar capres/cawapres dari yang paling tua hingga paling muda:

1. Jusuf Kalla (67 tahun), kelahiran Watampone, Sulsel, 15 Mei 1942
2. Boediono (66 tahun), kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
3. Megawati (62 tahun), lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947
4. Wiranto (62 tahun), kelahiran Solo, Jawa Tengah, 4 April 1947
5. Susilo B Yudhoyono/SBY (60 tahun), kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
6. Prabowo Subianto (58 tahun), kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951


Inilah Profil Para Kandidat :

Berikut Profil Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono (SBY BerBoedi)

* Riwayat Hidup Susilo Bambang Yudhoyono

Nama : Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Tempat/ Tgl Lahir : Pacitan, Jawa Timur 09 September 1949
Agama : Islam
Nama Istri : Kristiani Herawati
Anak : Agus Harimurti Yudhoyono & Edhie Baskoro Yudhoyono

Pendidikan

- 1973 : Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri)
- 1976 : American Language Course, Lackland, Texas – AS
- 1976 : Airbone and Ranger Course, Fort Benning – AS
- 1982 – 1983 : Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning – AS
- 1983 : On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg – AS
- 1983 : Jungle Warfare School, Panama
- 1984 : Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman
- 1985 : Kursus Komando Batalyon
- 1988 – 1989 : Sekolah Komando Angkatan Darat
- Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas – AS
- Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri
- 2004 : Doctorate (Dr) Institut Pertanian Bogor, Indonesia
- Doktor Honoris Causa Ilmu Hukum Webster University
- Doktor Honoris Causa Ilmu Politik Thammasat University, Thailand

Riwayat Pekerjaan

- 2004 – sekarang : Presiden Republik Indonesia
- 10 Agustus 2001 – 12 Maret 2004 : Menkopolkam, Kabinet Gotong Royong
- 26 Oktober 2000 – 01 Juni 2001 : Menkopolsoskam, Kabinet Persatuan Nasional
- 20 Oktober 1999 – 26 Agustus 2000 : Mentamben, Kabinet Abdurrahman Wahid
- 16 Februari 1998 – November 1998 : Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI
- 23 Agustus 1996 – 26 Agustus 1997 : Panglima Kodam II Sriwijaya
- Maret 1996 – Agustus 1996 : Kepala Staf Kodam Jaya
- November 1995 – November 1996 : Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia dari UNPF (United Nation Peace Force)
- 1994 – 1995 : Komandan Korem Pamungkas 072 Yogyakarta
- 1994 : Assisten Operasi Kodam Jaya
- 1993 : Komandan Brigade Infantry 17, Kujang I Kostrad

Penghargaan

- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
- Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
- Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003.
- Satya Lencana PBB UNPKF,
- Bintang Dharma
- Bintang Maha Putra Adipurna


Karya Tulis antara lain:

- Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005)
- Peace deal with Aceh is just a beginning (2005)
- The Making of a Hero (2005)
- Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002)
- Coping with the Crisis – Securing the Reform (1999)
- Taman Kehidupan (2004)

* Riwayat Hidup Boediono

Nama : Prof. Dr. Boediono
Lahir : Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
Agama : Islam
Isteri: Herawati
Anak: Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan

Pendidikan

- S1 : Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia (1967)
- S2 : Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972)
- S3 : Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania, Amerika Serikat (1979)

Pekerjaan

- Gubernur Bank Indonesia (2008-2013)
- Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)
- Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
- Penasehat Komisaris PT Pertamina (2003)
- Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
- Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
- Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
- Presiden Komisaris PT Bank PDFCI (1994-1998)
- Staf Ahli Dewan Moneter (1974)
- Wakil Direktur Workshop Purna Sarjana Ekonomi dan Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1973-1975)
- Internal Auditor Bank of America cabang Jakarta (1969-1970)
- Dosen Fakultas Ekonomi UGM

Alamat
Jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan
Berikut Profil Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto(MegaPro)


* Riwayat Hidup Megawati Soekarnoputri

Nama: Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap: Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir: Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama: Islam
Suami: Taufik Kiemas
Anak: 3 orang, (2 putra, 1 putri)

Karir :

- Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonsia (Bandung), (1965)
- Anggota DPR-RI, (1993)
- Anggota Fraksi DPI Komisi IV
- Ketua DPC PDI Jakarta Pusat, Anggota FPDI DPR-RI, (1987-1997)
- Ketua Umum PDI versi
- Munas Kemang (1993-sekarang) PDI yang dipimpinnya berganti nama menjadi PDI Perjuangan pada 1999-sekarang
- Wakil Presiden RI, (Oktober 1999-23 Juli 2001)
- Presiden RI ke-5, (23 Juli 2001-2004)

Pendidikan :

- SD Perguruan Cikini Jakarta, (1954-1959)
- SLTP Perguruan Cikini Jakarta, (1960-1962)
- SLTA Perguruan Cikini Jakarta, (1963-1965)
- Fakultas Pertanian UNPAD Bandung (1965-1967), (tidak selesai)
- Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972), (tidak selesai)

Organisasi :

- Aktivis GMNI, 1965-1972
- Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat
- Ketua Umum DPP PDI, 1993-1998, Hasil Munas 1993, 22 Desember 1993-1998
- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, 1998-April 2000, Hasil Kongres 1998, Sanur, Bali, 8-10 Oktober 1998
- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005, Hasil Kongres PDI-P, Semarang, Jawa Tengah, April 2000
- Peserta Konvensi Wanita Islam International di Pakistan, 1994

Penghargaan

- Priyadarshni Award” dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India, 19 September 1998
- Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, 29 September 2001

Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta 10110
Alamat Rumah:
Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
Pribadi : Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan

* Riwayat Hidup Prabowo Subianto

Nama: Prabowo Subianto
Lahir: Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama: Islam
Istri : Ny Siti Hediati (mantan)
Anak : Ragowo Hedi Prasetyo

Pendidikan:

- SMA: American School In London, U.K. (1969)
- Akabri Darat Magelang (1970-1974)
- Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan:

- Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
- Kursus Para Komando (1975)
- Jump Master (1977)
- Kursus Perwira Penyelidik (1977)
- Free Fall (1981)
- Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
- Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Jabatan:

- Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
- Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
- Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang:

- Ketua Umum HKTI periode 2004-2009
- Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
- Presiden Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
- Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
- Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Alamat : Menara Bidakara 9th Floor, Jl. Gatot Subroto Kav. 71-73, Jakarta 12870 Indonesia
Berikut Profil Jusuf Kalla dan Wiranto(JK-Win)


* Riwayat Hidup Jusuf Kalla
Nama : Drs. H. M Jusuf Kalla
Lahir: Watampone, 15 Mei 1942
Isteri: Ny. Mufidah Jusuf (Lahir di Sibolga, 12 Februari 1943)
Anak:
1. Muchlisa Jusuf,
2. Muswirah Jusuf,
3. Imelda Jusuf,
4. Solichin Jusuf,
5. Chaerani Jusuf.

Jabatan Kenegaraan:

- Wakil Presiden RI (2004-2009)
- Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
- Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000)

Pendidikan :

- Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967
- The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977)

Pekerjaan

- Agustus 2001 – 2004 : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
- 1999 – 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
- 1968 – 2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
- 1969 – 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
- 1988 – 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
- 1988 – 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
- 1993 – 2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
- 1995 – 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International

Organisasi

- 2000 – sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat
- 1985 – 1998 : Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
- 1994 – sekarang : Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz
- 1992 – sekarang : Ketua IKA-UNHAS
- 1988 – 2001 : Anggota MPR-RI
- 2004-2009: Ketua Umum DPP Partai Golkar

Alamat Kantor:
Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat
Alamat Rumah:
Jl. Brawijaya Raya No. 6 Jakarta Selatan

* Riwayat Hidup Wiranto

Nama: H. Wiranto. SH
Tempat/Tgl Lahir: Yogyakarta, 4 April 1947
Agama: Islam
Isteri: Hj. Rugaiya Usman, SH
Anak: Amalia Sianti, Ika Mayasari, Zainal Rizky

Pendidikan

- Akademi Militer Nasional (AMN), 1968
- Universitas Terbuka, Jurusan Administrasi Negara, 1995
- Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Militer, 1996

Pengalaman Jabatan

- Menkopolkam TMT 29-10-99
- Menhankam/Pangab TMT 16-03-98
- Pangab TMT 11-02-98
- Kasad TMT 07-06-97
- Pangkostrad TMT 29-10-99
- Pangdam Jaya TMT 01-11-94
- Kas Dam Jaya TMT 25-03-93
- Ajudan Presiden RI TMT 01-10-89

Pengalaman Organisasi

- HANURA (Partai Hati Nurani Rakyat), Ketua Umum
- Perhimpunan Kebangsaan, Ketua Dewan Pertimbangan Nasional
- Matla’ul Anwar, Ketua Dewan Amanat
- ICMI, Penasehat
- SOKSI, Penasehat
- PSSI, Ketua Dewan Pembina
- IDe Indonesia, Ketua Dewan Eksekutif
- PPMI, Ketua
- Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (PRAJA), Pembina
- Paguyuban Warung Tegal, Ketua Dewan Pembina
- Paguyuban Spiritual Indonesia, Pembina

Tanda Jasa/ Penghargaan

- BT. Mahaputra Adipradana
- BT. Dharma
- BT. Yudha Dharma Putra
- BT. Kartika Eka Paksi Utama
- BT. Jalasena Utama
- BT. Swa Buana Paksa Utama
- BT. Bhayangkara Utama< - BT. Yudha Dharma Naraya - BT. Kartika Eka Paksi Pratama - BT. Veteran Timur Tengah - BT. Kehormatan dari Spanyol - BT. Kehormatan dari Australia - BT. Kehormatan dari Belanda< - BT. Pingat Jasa Gemilang Singapura - BT. Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang (DPKT) dari Brunai Darussalam - BT. Darjah Panglima Mangku Negara (PMN) dari Pemerintah Malaysia - BT. Kesetiaan XXIV Tahun - BT. Penegak G-30-S/PKI - BT. Seroja - BT. Wirakarya - BT. Dwija Sistha - Manggala/Wirakarya Kencana

Dari berbagai Sumber

LANJUTKAN....!!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 2 July 2009

Maumere, Mosaik Pembangunan Awal

Sepotong ceritera tentang Kota Maumere di awal pembangunannya..

Sebelum tahun 1885, di Maumere telah dibangun sekolah Standaar oleh Bruder Amatus van der Velden untuk putera-puteri pribumi. Sekolah dimulai oleh para Biarawati van Liefde (Cintakasih) bagi wanita atas bantuan raja. Pada tanggal 12 September 1895 Raja Jatti (Raja Andreas Mo'angJatti da Silva) datang menghantar 28 anak wanita dari Sikka untuk bersekolah di Maumere. Di antaranya anak-anak Lepo Gete (anak-anak turunan bangsawan) .
Pada tanggal 26 Februari 1896 telah dibangun tiang pertama untuk istana raja Sikka diMaumere oleh para tukang dari Makasar serta Bonarate Karena Pemerintah Belanda memaksa agar Raja Sikka harus selalu berada di Maumere, bukan di Sikka. Karena Maumere telah semakin dipadati oleh para pedagang Tionghoa, Bugis, Selayar, dan sehagainya. Dalam hal ini, raja Sikka harus mengatur serta menertibkan kota, mengurus pembagian tanah untuk sekolah, untuk misi, untuk toko dan pasar, untuk orang luar dan sebagainya. Juga agar keamanan di pelabuhan terjamin.

Di masa itu bangsa Tionghoa semakin banyak berdatangan membangun toko, menjual barang dari kampung ke kampung dengan berkuda, berkaki, juga menjual di jalan-jalan. Perampokan sering terjadi, juga pembunuhan terhadap mereka di Geliting, Koting, dan Gehak. Barang-barang dagangan seperti kain keper merah, keper putih, keper hitam, cita kasar berwarna, parang, dan sebagainya.

Waktu itu untuk mengukur kain tak dipakai alat meteran melainkan dengan mendepa. Ada depa panjang ada depa pendek. Kemudian elo yang setara 68 cm. Seringkali terjadi perselisihan dengan pedagang Tionghoa. Maka dalam hal ini, diperlukan kehadiran raja serta tua adat untuk membantu. Serdadu tentara masih kurang. Polisi sama sekali belum ada, hanya opas atau opas Posthouder Kailola (turunan Ambon).

Tokoh Tionghoa terkenal saat itu seperti Tan Khe King, Tan Ke Rang, Tan Khe Sang, Yap Tie Tie, Liam A Poh, Liem Tung King, Tan Kunhui, dan sebagainya. Mereka diberi tempat dekat pelabuhan sekarang (Pelabuhan Sadang Bui). Untuk mereka ditunjuk seorang sebagai wijkmeester yang sederajat Kepala Desa. Ia membawai semua warga yang disebut Vreemde Oosterlingen atau Timur Asing.

Rumah-rumah dibangun dengan beraturan sepanjang jalan lurus dari utara ke selatan menuju Wolongbetang (bukit Potong). Mula-mula diatur jalur-jalur jalan dalam kota, kemudian dibagi untuk kompleks perumahan seperti Kantor HPB dan Raja di tengah Lapangan Tugu (tempat tahtanya patung Kristus Raja sekarang), di samping barat toko-toko, samping kiri toko, sebelah selatan penjara, pasar, di sebelah jembatan rumah Posthouder (Gezaghebber). Selain itu didirikan dekat Kantor HPB (lapangan tugu) Landschap Woning artinya Rumah Landachap (kerajaan) bagi para pegawai negeri.

Pada tangga1 23 Januari 1905 telah dibangun tiang-tiang untuk penjara (lembaga pemasyarakatan) di Maumere untuk menampung para hukuman yang terus bertambah. Ada yang dari kampung-kampung, ada yang dari Timor, dari Ende, dan dari Sumba. Menurut kebiasaan masa lalu, para penjahat hanya ditahan beberapa lama di halaman Istana Raja, dan dijaga oleh orang-orang yang kuat. Mereka dijemur dipanas atau diikat dengan tali. Kemudian dilepaskan kembali karena tak ada penjara atau rumah bui. Namun selesai penjara, sudah ada tata tertib untuk para hukuman dengan kerja tetap di dalam kota untuk membersihkan kota, menyapu jalan, menutupi rawa-rawa yang masih ada dekat pelabuhan dan di muka toko-toko dan kantor pemerintah (lapangan tugu).

Sejak 17 Februari 1897, Standaardschool sudah dipindahkan ke Lela (24 km arah selatan Maumere) karena cuaca Maumere yang tak segar oleh malaria. Dua bus sekolah dipindahkan sekaligus oleh Pater E.S. Luypen SY. Di Maumere hanya tinggal sebuah sekolah kecil dengan tiga kelas, untuk anak-anak kota serta beberapa anak dari jauh. Sedang di Lela, terbuka kesempatan untuk mereka yang dari Ende dan Manggarai (2 kabupaten di Flores). Meski pun demikian Maumere masih tetap dikunjungi sekian banyak murid dengan gurunya Guru Lose, juga seorang guru asal Menado. Di bawah pimpinan Posthouder Kailola seorang Katolik Belanda Ambon, stasi Maumere sekitarnya maju pesat. Agama Katolik berkembang dengan pesatnya. Gereja Maumere yang pertama berlokasi kira-kira pada SD sekarang, dengan atap ilalang, dibawah asuhan Pater Ten Brink dan Bruder Muhle serta Hanseates.

Kampung Wolokoli yang terletak di sebelah kali bagian Timur, dipindahkan ke Kampung Kabor sekarang dengan nama Nater Werung. Kampung Makasar dan Selayar yang berada dekat kali (Kali Mati) bagian utara digeser agak ke timur dengan nama Kampung Beru. Pendiri Kampung Beru ialah Mo'ang Beru Hedung.

Pada tahun 1905 mulai dibuka jalan raya dari Maumere ke Geliting (8 km arah timur Kota Maumere), juga dari Maumere ke Koting langsung ke Lela. Ke Geliting waktu itu orang hanya menyusur pantai atau bersampan. Setelah jalan raya dibuka dari Maumere ke Geliting, Raja mulai memakai bendi. Msyarakat dari Geliting pun mulai berbendi (suatu kendaraan yang ditarik oleh kuda seperti di Jawa).

Dalam tahun itu juga dibangun gedung pasar dengan tiang-tiang dari lontar. Letaknya berhadapan dengan kantor Posthouder. Sebelumnya orang-orang hanya bejualan di bawah pohon beringin atau di tepi pantai. Mereka langsung bertukaran barang (barter) dengan ikan, garam atau padi, dan jagung. Ada yang memakai mata uang ada yang belum memakainya.

Pasar juga mulai dibangun di Geliting, kemudian di Lela dan di Nangahale. Orang-orang Tanah Ai (desa di ujung timur Kabupaten Sikka) beramai-ramai dating ke Nangahale jual beras dan membeli pakaian. Di Lela, selalu penuh dengan orang Lio dan Nita Koting (beberapa desa yang tak jauh dari kota) yang turun berbelanja. Orang-orang Tionghoa juga menggunakan pasar-pasar itu untuk menjual pakaian, pisau, parang,jarum, benang, celana, dan minyak tanah. Pasar begitu berkembang, perdagangan begitu semarak, di Maumere, di Lela, dan Geliting.

Sekitar tahun 1910-an, mulai dibangun kantor pos pembantu, penjualan candu. Karena oto (mobil) belum ada, maka pos di bawa oleh tukang pos dengan kuda dari Maumere ke Ende, atau berkaki. Sejak tahun 1911, pernerintah mulai dengan aanslaag belesting atau pajak kepala sebesar seorang Rp 1,0. Tahun berikutnya mulai dengan Rp 2,0. Kemudian mulai dikenakan pajak pohon kelapa, kuda dan babi serta kambing. Berikut pajak sampan, pernasakan arak (tuak). Kewajiban pajak kemudian terus berkembang dan meningkat.

Disadur dari Buku 'Pelangi Sikka'

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 26 June 2009

Tarian di Sikka dalam Berbagai Upacara



Tari dan musik adalah dua bagian seni gerak yang tidak dapat dipisahkan. Tari, musik dan doa adalah gelar terpadu dari berbagai ritus sepanjang tahun.
Tarian di Sikka berdasarkan penghayatan-improvisasi tidak membutuhkan sebuah penggarapan seorang seniman khusus. Batasan antara seniman penggarap, penari dan penonton sebagaimana biasa tidak diketemukan disini. Karena penari improvisasi adalah penggarap seni sekaligus bisa berperan sebagai penari, sebagai penabuh musik dan dapat pula menjadi penontonnya.
Untuk pertunjukan dan pemanggungan/stage (panggung) tidak dikenal dikampung-kampung. Yang ada ialah sebuah pegelaran budaya berhubungan dengan sebuah upacara ritual sekaligus akan menjadi hiburan. Pementasan tarian-tarian bisa dilaksanakan di pelataran, halaman kampung atau tempat perladangan atau pertanian yang alamiah.

Sifat pagelaran tarian bisa secara komunal, massal, mengundang orang seisi desa/kampung yang dekat dan jauh yang dilakukan tanpa batasan waktu sehari atau lebih, dilakukan secara spotanitas dan ekspresionisme.

Seni Tari tradisional Sikka dapat dirinci sebagai : Tari upacara ritual, tari perang dan tari pergaulan/hiburan.

Mari kita lihat ketiga jenis tarian tersebut;

Tari Upacara Ritual :

- Ledong Me/Toja Me : Tari upacara Turun Tanah

- Ledo Bele : Tarian Keselamatan Anak

- Gareng Lameng : Tarian Penyunatan

- Lado Gahar : Tarian sewaktu panen

- Pahe : Tarian sewaktu menanam

- Wae-Heleng : Tarian doa perang

- Togo Pou : Tarian menggiring perahu


Tarian Perang :


- Bebing : Tarian sebelum/sesudah perang

- Ledek : Tarian sebelum perang

- Togo Codu : Tarian kemenangan perang

Tarian Pergaulan/Hiburan :

- Togo Gong Gete : Tandak berirama gong

- Hele Larak : Tarian mencangkul kebun

- Tetok Alu : Tarian Mencangkul Kebun

- Wai Majok : Tarian menumbuk padi

- Sora : Tarian gendang sewaktu pesta

- Ong-eng : Tarian dengan tiruan nada gong

- Missa : Tarian pergaulan (sekarang dikenal dengan nama Rokatenda)

- Bobu : Drama tari peninggalan Potugis Abad XVI.

Dibeberapa daerah membunyai jenis tari yang sangat spesifik seperti di Paga terdapat tari massal Gawi Sia, Ai Nggaja atau juga seperti di Bola yang dikenal dengan Tari Yuk Toger yang sebanding ‘hero’ dengan Tari Caci di Manggarai. Bedanya,Tari Caci menggunakan cambuk dan tameng sedangkan Yuk Toger menggunakian pentungan dan berhadapan langsung tanpa tameng.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Monday, 22 June 2009

"Blutuk Lunung Ha" Harum di NTT Siap Ke Jakarta..

Satu lagi prestasi dari anak muda Kabupaten Sikka berhasil ditorehkan. Sekelompok anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Tradisional “Blutuk Lunung Ha “ Pimpinan Thomas Aquino M. Idong ini meraih juara I pada kompetisi musik tradisional anak tingkat Propinsi NTT yang berlangsung di Kota Kupang tanggal 14-17 juni 2009. Dengan kemenangan ini Sanggar “Blutuk Lunung Ha “ yang berdomisili di Kelurahan Kabor Kota Maumere akan diikutsertakan sebagai Duta Seni pada Festival Musik Tradisi Nusantara 2009 yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 1-5 July 2009 mendatang mewakili Propinsi NTT. Sanggar yang kini memiliki jumlah anggota sebanyak 40 orang tersebut akan membawakan atraksi menarik berjudul “PENDER MUSIK SOKA KANTAR” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “ Belajar Musik Sambil Menyanyi dan Menari “.


Sebelumnya ditahun 2006, Sanggar Blutuk Lunung Ha yang berdiri tanggal 15 Agustus 2005 ini meraih Terbaik I Festival Seni Pertunjukan (Musik Tradisional) Usia Dini (7-12 Tahun) Tingkat Propinsi NTT di Kupang tanggal 26 sampai 30 Juni 2006. Di tahun yang sama sanggar ini juga masuki 10 besar pada Festival Musik Tradisi Nusantara di Gedung Sasono Budoyo Taman Mini Indonesia Indah Jakarta yang berlangsung tanggal 18-22 Juni 2006. Tahun 2007 sanggar yang keanggotannya terdiri dari anak usia 7 sampai 20 tahun ini juga meraih Terbaik I pada Festival Tari Tradisi Seminari Tinggi Ledalero Tahun 2007.

Untuk atraksi menarik berjudul “PENDER MUSIK SOKA KANTAR” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “ Belajar Musik Sambil Menyanyi dan Menari “ yang akan dibawakan di Jakarta bulan july mendatang akan didukung dengan perpaduan koloborasi musik Sikka yang terdiri dari Gong Waning ( 2 gendang sora), Letor ( 4 klekor ha wung), Peli Wikir, 6 giring-giring, 7 tempurung, Sere Wowok, 9 juk/okulele, Tereng Bas dan didukung dengan gerak tari Tradisi Sikka dan nyanyian Etnis Sikka yakni Ama Lero Wulan dan Guman Epang.

Untuk busana, busana pria dan propertinya terdiri dari Lipa Doen (sarung laki-laki), Lado/Dester (topi dari bulu ayam), Peket (ikat pinggang laki-laki), Labu Ketik (Baju rompi), Kalung dari bebatuan, Kalar Wulung (gelang dari bulu ayam tanda keperkasaan).
Sedang untuk busana wanita terdiri dari Utang (sarung wanita), Labu Kesik (baju wanita anak), Peket (ikat pinggang), Suwong ( anting-anting), Kalar (gelang), Alang Legeng Butuk (gulung rambut anak-anak), Lodang (kalung).

Menurut pimpinan sanggar Thomas Aquino M. Idong didirikannya Sanggar "Blutuk Lunung Ha" ini adalah untuk memberikan wadah berkreasi bagi anak-anak usia dini hingga remaja dengan mengedepankan jiwa sportifitas dalam mengembangkan diri secara optimal sehingga dapat memotivasi anak untuk mencintai budaya lokal sendiri sejak usia dini. ”Ini juga dapat meningkatkan kreatifitas artistik anak-anak dalam menggeluti seni musik terutama musik tardisional yang akhir-akhir ini cenderung ditinggalkan anak-anak remaja,”Ujar Moat Thomas Aquino kepada kami saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Kabor.

Nah,bagi saudara-saudari yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya jangan lupa untuk mendukung anak-anak Maumere berusia dini yang tergabung dalam Sanggar Blutuk Lunung Ha (sekelompok anak-anak) yang akan beratraksi di Jakarta pada tanggal 1 july mendatang..

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---