Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 19 August 2009

Meriah Karnaval Kemerdekaan Di Maumere..

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 meriah di berbagai sudut Kota Maumere. Sebelumnya, perayaan HUT RI ini juga telah dimeriahkan oleh berbagai komunitas warga dengan mengadakan lomba-lomba yang lebih bertujuan untuk menghibur masyarakat. Nah, sehari setelah Apel Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus yang diadakan di Lapangan Umum Kota Baru Maumere, tepatnya hari Selasa 18 Agustus 2009 diadakan Karnaval mengelilingi Kota Maumere. Pawai Karnaval yang melibatkan berbagai tingkatan sekolah di Kota Maumere dari TK sampai Perguruan Tinggi dan juga beberapa komunitas paguyuban dari etnis pendatang mampu menyedot masyarakat umum yang tumpah ruah dipinggiran jalan. Pawai karnaval sendiri dimulai sekitar pukul 2 siang dengan dimulai dan berakhir di Lapangan Umum Kota Baru Maumere.

Pawai yang melintasi jalan-jalan utama di Kota Maumere ini sangat meriah dibandingkan dengan acara serupa yang diadakan tahun lalu. Lagian, karnaval kali ini memiliki jumlah peserta yang lebih banyak sehingga memakan waktu cukup lama. Karnaval sendiri berakhir sekitar pukul 7 malam ketika ekor dari peserta pawai mencapai garis finish. Namun kali ini mobil-mobil karnaval ataupun sepeda motor yang dihiasi sedemikian rupa seperti biasanya nampak tak terlihat, cuma satu dua kendaraan beroda empat yang ambil bagian.
Enaknya, langsung saja melihat foto-foto dan video yang sempat diambil www.inimaumere.com saat meliput acara tahunan ini.

Seorang bocah dengan keringat bercucuran berlari kearah ibu gurunya yang memegang air mineral. Kondisi bocah yang baru saja mengikuti pawai dengan berjalan kaki ini terlihat lelah. Cepat-cepat ia meneguk air tanpa tersisa. Beberapa temannya pun demikian. Setelah meneguk air, ia kemudian tersenyum ketika www.inimaumere.com akan memotretnya, bocah itu menolak dengan berlari ketengah kerumunan teman-temannya. Beberapa peserta lainnya kondisinya pun demikian, tak jauh berbeda.

Seperti yang kami lihat, selama pawai yang melelahkan ini tak ada logistik air bagi adik-adik peserta. Masyarakat cuma menonton, menghibur diri mereka (daripada tak ada kerjaan) tanpa turut terlibat membantu anak-anak dengan memberikan satu dua teguk. Apalagi yang punya gawean, nihil. Untungnya anak-anak ini tak menyerah. Meski kondisi drop dan kelelahan mereka tetap saja mempertontonkan aksi-aksi mereka. Semuanya demi satu kalimat ‘ Merayakan Hari Kemerdekaan RI Ke 64’.

Tak apa. Dulu pun, para pahlawan kita memperjuangkan kemerdekaan dengan mengorbankan nyawanya demi menendang para penjajah. Dari perjuangan merekalah kini kita bisa hidup bebas dari kungkungan penjajah. Bahkan, adik-adik yang lelah tanpa minta ini itu saat mengikuti pawai lebih mulia daripada para benalu yang masih bercokol di birokrat pemerintah maupun parlemen. Para benalu ini telah menyepelekan perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga. Yang ada kini, mereka hanya selalu minta ini itu meski sudah kenyang. Cari muka, jilat sana- sini tanpa malu.

Seperti kata Iwan Fals “Terbanglah garudaku, Singkirkan kutu kutu di sayapmu, Berkibarlah benderaku, Singkirkan benalu di tiangmu'

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN !!

Foto : Oss & Dpar
Video : Boim



Video Karnaval di Maumere
18 Agustus 2009

www.inimaumere.com


































Bangunlah Putra Putri Pertiwi

Penyanyi / Artist : Iwan Fals


Sinar matamu tajam namun ragu

Kokoh sayapmu semua tahu

Tegap tubuhmu tak kan tergoyahkan

Kuat jarimu kala mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam cengkerammu

Angin genit mengelus merah putihku

Yang berkibar sedikit malu malu

Merah membara tertanam wibawa

Putihmu suci penuh karisma

Pulau pulau yang berbencar

Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku

Singkirkan kutu kutu di sayapmu

Berkibarlah benderaku

Singkirkan benalu di tiangmu

Hei jangan ragu dan jangan malu

Tunjukkan pada dunia

Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan pancasila itu

Bukanlah rumus kode buntut

Yang hanya berisi harapan

Yang hanya berisi khayalan



www.inimaumere.com




Selengkapnya...

PRAHARA PANGAN LOKAL..

Maumere_ Minat masyarakat terhadap pangan lokal rupanya kian hari makin meredup, masyarakat kini lebih mencintai masakan siap saji. Padahal pangan lokal memiliki nilai gizi lebih dan sangat bermanfaat bagi tubuh, apalagi yang diolah dengan cara tradisional.
Dari pada beli produk indutri keluaran pabrik yang belum tentu terjamin kesehatannya, mungkin saja mengandung banyak zat kimia. Lihat saja banyaknya komposisi pangan siap saji yang ada di label kemasan produk, nama kimianya saja kita tidak tahu apalagi dampaknya bagi organ tubuh kita.

Itulah sebabnya, Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dan Wakil Bupati Sikka Dr. Wera Damianus,M.M. secara terus menerus mengajak masyarakat Sikka supaya menggemari pangan lokal. Kita sebenarnya kaya dengan pangan lokal, aneka jenis umbi sampai kacang – kacangan yang kalau kita budidayakan dan manfaatkan secara terus menerus kita, Sikka, tidak akan mengalami krisis pangan.

Sosimus Mitang dalam pidato kenegaraan, sehari sebelum peringatan HUT Proklamasi ke 64 Tahun 2009, tepatnya Minggu (16/08/2009) lalu kembali mengajak masyarakat supaya terus menerus memanfaatkan produk – produk lokal baik makanan maupun kerajinan tangan.

“Saya juga menegaskan kepada seluruh masyarakat Sikka terutama yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM), agar memanfaatkan potensi yang dimiliki” jelas Mitang.

Dengan memanfaatkan secara maksimal potensi yang ada, diyakini akan meningkatkan kesejaterahan dan tidak melakukan perjudian, mabuk minuman keras, serta tidak menyelenggarakan pesta lebih dari dua kali dalam setahun.

KK RTM yang kedapatan melakukan tiga hal diatas akan dikenakan sanksi ; tidak terdaftar sebagai KK dari RTM bahkan apabila sudah terdaftar statusnya sebagai RTM akan dihapus.

Menindak lanjuti hal ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka yang dimotori Ny. Fimina Sedo Mitang dan Ny. Reineldys Padji Wera, gencar melakukan sosialisasi dan memberikan pelatihan perihal pengolahan pangan lokal.

Secara gencar pelatihan mengolah pangan lokal menjadi produk lokal yang menarik dan bergizi terus dilakukan PKK Sikka. Sedangkan Dinas Pertanian Kab. Sikka tanpa henti terus melakukan sosialisasi melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) perihal pembudidayaan pangan lokal di halaman maupun kebun.

Sekarang sanggupkah generasi muda Sikka memilih untuk menggunakan produk lokal ? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengan bisa. Sebab jika tidak generasi Nian Tanah hanya akan menjadi penonton di negeri orang, ketika produk lokal yang dulunya menjadi kekayaan orang Sikka akhirnya diolah orang – orang yang mendatangi Sikka.

Lihat saja ketika pisang goreng diperdagangkan dipasar oleh saudara – saudara kita dari Jawa, begitu diminati oleh generasi muda kita. Padahal kita sendiri masih bisa mengolahnya. Lucunya pisang yang dijual satu buah seharga hanya Rp. 250.- dibagi dua dan dijual masing – masingnya seharga Rp.500.- . tapi minat masyarakat terhadap sepotong dan mungin saja seperempat pisang yang sudah di goreng tetap tinggi. (djo)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 14 August 2009

Menghilangnya Mutiara Koja Doi

Plok plak plak plak plok, bunyi mesin tenun tradisional memecah suasana sepi Dusun Koja Doi I Desa Koja Doi Kecamatan Alok Timur. Suara sentuhan perkakas tenun ini karena digerakan tangan Hajrah, ibu setengah baya yang sedang menenun lipa dengan motif khas dari wilayah Aiwora Ende. Menurut Hajrah, dirinya mulai menenun sejak rumput laut yang menjadi andalan warga Koja Doi mulai menunjukan gagal panen sejak akhir tahun 2007. Sehingga sepanjang tahun 2008, rumput laut yang menjadi andalan warga setempat sudah tidak di budidayakan lagi hingga saat ini.
Dengan wajah haru dan raut muka tampak mengenang masa indah saat menjadi petani rumput laut. Hajrah berkisah, kalau semasa masih menjadi petani rumput laut keadaan ekonomi rumah tangga lebih baik dari sekarang. Pasalnya sekali panen rumput laut yang dikelolahnya bersama anggota keluarga lainnya bisa mencapai 500 kg, dengan harga penjualan Rp. 3.500.- per kilogramnya.

Namun saat ini, pendapatannya sebagai penenun hanya meraup keuntungan Rp. 30.000.- per minggu. Itu pun bergantung pada selesai tidaknya hasil tenunan, modal usaha untuk menenun diperolehnya dari seorang pedagang sarung dari Aiwora Kabupaten Ende. Sehingga Hajrah berharap agar Pemerintah Kabupaten Sikka maupun pihak lainnya yang ada di Kabupaten Sikka supaya dapat memberikan modal usaha menenun.

Tak hanya Hajrah, Rusdah juga mengakui setelah tidak lagi bertani rumput laut kaum ibu yang ada di Koja Doi banyak yang menjadi penenun lipa (sarung untuk laki – laki). Walau hanya mendapat keuntungan yang tidak seberapa, aktivitas ini tetap terus dilakukan, demi menambah penghasilan dalam rumah tangga.
“ Yang menjadi kendala bagi kami untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga dengan menenun, adalah modal usaha dan pemasaran yang belum memadai. Minat masyarakat untuk membeli lipa ini sangat rendah, padahal motif yang diperdagangkan pun sangat beragam “ keluh Rusdah.

Rumput laut yang dulunya bak mutiara, kini sepertinya menghilang seperti ditenggelamkan lautan luas. Perubahan – perubahan diberbagai sisi kehidupan masyarakat Koja Doi sangat terasa, nampak jelas dan benar – benar terlihat.
Rasa perubahan itu mulai terlihat ketika kapal yang kami tumpangi dengan bebasnya melaju, tak seperti pengalaman dua tahun silam. Ketika itu ada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fredy Numberi, ke Koja Doi.

Sepanjang bibir pantai yang ada hanyalah botol – botol bekas dan gabus yang terapung rapi, terikat sambung menyambung tanpa putus dengan rumput laut yang terlilit tali nilon. Sehingga pemandangan menjadi beralih ke rumput laut, laju kapal pun benar – benar diperhatikan sehingga tidak merusak ladang rumput laut yang ada.

Tak hanya itu, sepanjang jalan, lorong dan halaman serta balai – balai rumah pun penuh dengan rumput laut yang sedang dijemur. Pemandangan rumput laut ini seperti seledang sutera berhias butir – butir mutiara yang berkilauan sedang dikenakan seorang putri. Tapi seledang sutera berhias mutiara itu kini tak ada.

Pesisir pantai yang dahulunya dipadati rumput laut dengan petani bertopi melingkar dikepala sedang membersihkan rumpu laut dari hama dan tanaman pengganggu lainnya kini tampak lenggang, sunyi dan sepi.

Rombongan dari Balai Budidaya Laut Lombok yang dipimpin Buntaran, S.Pi.M.M. pun mengaku kaget dan heran dengan kondisi ini. Tak hanya mereka, Camat Alok Timur, Konstantia Tupa Aran Kojas.S.Sos. juga mengaku heran dengan kondisi ini.

Betapa tidak, dulunya rumput laut asal petani yang ada di Gugusan Pulau Teluk Maumere sukses menembus pasaran nasional bahkan sempat mendunia, karena memiliki mutu yang terbaik. Sukses besar para petani rumput laut ini, sempat mengharumkan nama Maumere dan Kabupaten Sikka.

Rasa kaget dan iba terungkap ketika Rombongan Balai Budidaya Laut Lombok yang dipimpin Buntaran, S.Pi.M.M. didampingi Camat Alok Timur, Konstantia Tupa Aran Kojas.S.Sos serta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, yang diwakili Kepala Bidang Perikanan Budidaya Pesisir dan Pulau – pulau Kecil, Malik Bakhtiar, S.Pi. sesaat akan melakukan Temu Lapang Sosialisasi Demplot Budidaya Rumput Laut di Koja Doi Kec. Alok Timur Kabupaten Sikka, Sabtu (08/08/2009) lalu.

Antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, tak hanya masyarakat Kepala Desa Koja Doi, Ismail serta para tokoh agama, pemuka adat pun menghadiri acara ini. Dengan satu tujuan untuk mengharumkan kembali nama Sikka melalui budidaya rumput laut.

Menurut cerita, macetnya budidaya rumput laut karena jenis tanaman untuk agar – agar dan kosmetik ini mengalami pola hidup yang lambat dan rusak. Entah mengapa, tapi kuat dugaan ini akibat penggunaan pupuk yang berlebihan. Ditambah saling cemburu antar petani rumput laut, sehingga ada tanaman rumput laut yang dirusak menggunakan potas.

“Tak hanya itu, tali rumput laut pun dirusak oleh warga lain” jelas seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Akibat pencemaran air laut oleh potas dan penggunaan pupuk yang berlebihan, para nelayan mengaku ada tumbuhan lumut baru yang ada di batu karang yang merupakan rumah bagi ikan. Hal ini menuai rasa kuatir para pemburu ikan, apabila hal ini akan berdampak pada pertumbuhan dan populasi ikan.

Upaya masyarakat petani rumput laut saat ini adalah menunggu hingga laut yang ada menjadi bersih dari polusi dan kembali seperti sedia kala. Namun mereka juga bertekad untuk tidak menggunakan pupuk serta tetap berharap peran pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi terkait pengembangan dan budidaya rumput laut.
Dengan demikian, upaya Balai Budidaya Laut Lombok yang dipimpin Buntaran, S.Pi.M.M. untuk menjadikan pengelolaan rumput laut di Koja Doi sebagai kebun contoh bagi daerah lain dapat terwujud dengan seperti yang diharapkan.( djo )

Mama Hajrah


WWW.INIMAUMERE.COM

Selengkapnya...

Wednesday, 12 August 2009

Semarak Perayaan HUT RI Ke 64 di Maumere

Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 semarak dirayakan di Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka. Hal ini bisa di lihat dari berbagai iven yang diselengarakan oleh berbagai kelompok masyarakat dari kalangan bawah sampai atas. Berbagai kantor atau instansi pemerintah turut pula terlibat dalam pesta merayakan peringatan HUT Kemerdekaan yang akan jatuh beberapa hari lagi ini. Diberbagai sudut kota, atribut yang didominasi warna merah dan putih nampak mewarnai suasana perayaan. Para pedagang atribut merah dan putih tak ketinggalan untuk menjajakan dagangan mereka diberbagai tempat bahkan sampai menggunakan trotoar jalan.
Nah hari ini tepatnya tanggal 12 agustus 2009, www.inimaumere.com sempat mengabadikan salah satu moment dalam rangka merayakan sebuah peringatan hari ulang tahun yang paling sakral dalam sejarah perjalanan republik ini.

Berlokasi di jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi kantor Pemda Kabupaten Sikka, sejumlah 38 tim gerak jalan dari berbagai kantor pemerintah dan sekolah – sekolah menengah atas di Kota Maumere ikut terlibat mengikuti perlombaan gerak jalan. 22 tim dari berbagai instansi pemerintah dan 16 tim putera dari sekolah menengah berlomba secara sportif , melintasi jalur sepanjang 10 Km melewati jalan-jalan utama di Kota Maumere. Beberapa hari sebelumnya peserta anak sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMU/SMK (tim puteri) telah selesai mengikuti perlombaan ini dengan jalur dan jarak yang berbeda. Juara dari perlombaan gerak jalan ini akan diumumkan saat hari terakhir Pameran Pembangunan Kabupaten Sikka yang sebentar lagi akan diadakan dihalaman eks Kantor DPRD Sikka.

Foto Oleh : Oss & Boim

















WWW.INIMAUMERE.COM
Selengkapnya...

Sunday, 9 August 2009

Fun Soccer Di Taman Kota Maumere..

Seperti tak pernah habisnya masyarakat muda Maumere khususnya, kembali di beri ruang berkreasi untuk menyalurkan talenta sekaligus mempererat jalinanan persahabatan. Dibawah rindangan pepohonan, diantara deru bunyi kerndaraan , ditengah kesibukan aktivitas masyarakat Maumere berakhir pekan anak-anak muda Maumere dengan peluh berkeringat saling berlomba dengan penuh sportivitas untuk memperebutkan yang terbaik dari kompetisi Fun Soccer . Bermusik sambil menyaksikan pertandingan bola atau bermain bola sambil mendengarkan musik secara live kali ini bisa dinikmati oleh peserta dan pengisi acara. Penonton yang datang menyaksikan bahkan terhibur karena memang acara yang disuguhkan terbilang lain dari yang lain. Acara yang lebih bertujuan untuk menghibur masyarakat Kota Maumere ini berlangsung hari sabtu tanggal 8 Agustus 2009 dari jam 10 pagi hingga 5 sore dan semua dinikmati secara gratis.

Event ini disponsori oleh perusahaan rokok DJi Sam Soe dan dipromotori oleh Choin Entertainment serta di didukung sepenuhnya oleh www.inimaumere.com, Radio Sonia Fm Radionya Maumere dan Yamaha Ramayana Maumere.

Dalam event yang mengambil tempat di Taman Kota ( Kopeta) yang berada di tengah pusat Kota Maumere dalam kawasan pertokoan rupanya cukup menyita perhatian masyarakat umum. Lagian acara ini berlangsung di akhir pekan sehingga terbilang ramai dari awal hingga akhir acara.

Terhitung 36 klub bola dari seluruh wilayah Kota Maumere dan sekitarnya yang mengikuti kompetisi sepak bola mini dan berlangsung dari pagi hingga sore hari saat partai final berlangsung. Setiap klub bola menampilkan berbagai atraksi yang menarik penonton, dari kostum yang digunakan hingga cara mereka mengatur strategi. Tentu saja mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat yang menyaksikan event ini.
Sepakbola mini adalah kompetisi yang menggunakan lapangan dengan media pasir diatasnya. Ini adalah kompetisi mini. Mini dalam artian dalam jumlah pemain yang hanya lima orang per tim, mini dalam waktu yang cuma 1x10 menit, dan tentu saja mini dalam ukuran lapangan dan gawang.

Sepanjang penyelenggaran event yang dimulai pukul 10.00 Wita ini, keseluruhan acara tidak melulu diisi oleh pertandingan sepakbola. Oshy Lelo dari Choin Entertainment yang bertindak sebagai penyelenggara sudah barang tentu menyisipkan sesi hiburannya berupa live band performance dari komunitas anak band Maumere, dan aneka games seru yang melibatkan semua penonton. Semuanya dikendalikan secara gokil oleh MC paling maut saat ini daratan NTT, Lucky Reyner.
Live Band yang cukup menghibur ini berlangsung tanpa putus dari awal hingga akhir acara. Berbagai aliran musik ikut meramaikan live band performance dari komunitas musik pop rock, rap, komunitas reggae sampai dengan band-band yang tergabung dalam komunitas punk Sikka.

Menurut Oshy Lelo dari Choin Entertainment, acara ini sebenarnya dimaksud untuk menghibur masyarakat. “Event secara umum memang dimaksud untuk memberikan ruang bagi masyarakat muda Maumere untuk berkompetisi secara sportif dan tentu saja bertujuan untuk menghibur masyarakat Kota Maumere yang telah tenggelam dalam rutinitas kerja selama sepekan.”

Sepanjang pegelaran event dengan kompetisi sepak bola mini ini, hiburan dari panggung dengan band-band yang bermain secara live menjadi daya tarik sendiri. Event dengan konsep pegelaran yang cukup menghibur ini sekali lagi mendapat tanggapan positif dari masyarakat umum yang menyaksikan pegelaran ini. Seru dan sangat menghibur.


Eksklusive Photos by Oss
















Info :


Lokasi : Taman Kota (Kopeta) Maumere

Jumlah Peserta Club Sepak Bola Mini : 36
Juara I : Vita Lestari (Hadiah Rp 1.500.000)
Juara II : Rileks (Hadiah Rp 1.000.000)
Juara III : Vardam (Rp 750.000)

Wasit : Joseph JoeKriwil (Sonia FM Maumere)
Wasit Garis : Marthin Smith (Sonia FM Maumere)

Game’s :
Lomba Juggling
Kuis
Pinalti Buta


www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Friday, 7 August 2009

Mgr. Cherubim : Jangan Menjadi Orang Upahan

Maumere, Wakil rakyat adalah adalah suatu tugas kegembalaan dan gembala adalah suatu pilihan hidup yang memiliki ciri sikap dan peranan panggilan yang mengikuti Kristus Sang Gembala yang Baik. Seorang gembala yang baik tidak main – main, tidak lagi cenderung kepada pilihan – pilihan yang lain termasuk pilihan menjadi orang upahan.

Demikian pesan ini disampaikan Uskup Maumere, Mgr. Cherubim G. Parera,SVD dalam kotbahnya ketika memimpin Perayaan Ekaristi memperingati Hari Ulang Tahun DPRD Kabupaten Sikka ke 50 di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka Jl. El Tari Maumere, Jum ad (31/Juli/2009).

Uskup juga berharap agar, DPRD Sikka kedepan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan panggilan dan tugas perutusannya, yang tentunya harus identik dengan karakter seorang Gembala Yang Baik dan jangan sampai luntur menjadi hanya seorang upahan.

Wakil rakyat mestinya mengenal suara dan aspirasi rakyat Sikka, karena suara dan aspirasi rakyat Sikka adalah landasan – imperatif panggilan dan perutusan untuk menjadi gembala yang baik.

“ Karenanya pilihan dan perutusan sebagai gembala yang baik, tentunya mempertegas bahwa anda bukanlah seorang upahan. Untuk saya ajak untuk senantiasa teguh pada iman akan Tuhan” ajak Mgr. Cherubim.

Sementara, Ketua DPRD Sikka AM Keupung dalam sambutannya menyatakan perayaan HUT DPRD Sikka ke 50 merupakan ungkapan syukur yang evaluatuf terhadap kinerja DPRD, terhadap apa yang sudah dikerjakan dan hasil apa yang dicapai untuk peningkatan kesejaterahan rakyat.

Terhadap anggota DPRD yang terpilih untuk masa bhakti 2009 – 2004, Keupung berharap untuk dapat bekerja secara baik dalam melanjutkan estafet legitimasi rakyat di kursi DPRD, sebagai lembaga perwakilan yang memegang kekuasaan legislatif.

“Itu berarti masyarakat berharap agar para anggota DPRD benar – benar menjadi wakil rakyat yang professional dan pro rakyat “ jelas Keupung.

Keupung mengutip ungkapan bijak, Owen D. Young, menempatkan diri dalam posisi orang lain, dapat memahami mereka, membuat seorang mantap menghadapi masa depan. Dijelaskan, bahwa salah satu kiat untuk maju adalah belajar dari berbagai keberhasilan dan kegagalan orang lain, niscaya kita akan memiliki kearifan dalam berpikir, berkata dan mengambil keputusan.

Bupati Sikka Sosimus Mitang dalam sambutannya mengatakan puncak perayaan ulang tahun emas dan peluncuran buku kenangan emas serta semua rangkaian kegiatan, tentunya mengandung nilai sejarah dan motivasi yang tinggi serta menggungah memori ingatan setiap kita dalam mengilas jasa – jasa para pendahulu.

Selain memberi apresiasi, Mitang juga mengajak Lembaga Dewan untuk bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dalam membangun Kabupaten Sikka dengan hati nurani dan agar berpikir jernih dalam upaya menyuarakan aspirasi rakyat.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosep Aman Mamulak, 50 Tahun usia emas sebuah institusi adalah indicator kasat mata akan kematangan lembaga, kedewasaan institusi dan sarat pengalaman.

“Lima puluh tahun eksistensi lembaga ini dengan berbagai realitas kinerja yang ada memang patut dibanggakan, namun momentum perayaan ini juga membuka ruang reflektif bagi instansi terhormat ini” jelas Gubernur NTT.

Kabupaten Sikka selama ini juga telah menjadi barometer demokrasi, pencetus kreatif, memiliki dinamika, kedewasaan dan kematangan dalam berdemokrasi, bekerja keras, dan kota yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap.

Kabupaten Sikka juga merupakan satu-satunya kabupaten di NTT yang pernah dikunjungi pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus John Paul II tahun 1989 lalu.

Daniel Woda Palle, selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Sikka ketika tampil bicara mengharapkan agar para Anggota DPRD Sikka yang terpilih supaya tampil berani dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Beliau juga mengajak agar DPRD Sikka terus belajar dari para pendahulu.

Pada kesempatan tersebut, Dan Palle juga berkisah tentang sejumlah tokoh asal Kabupaten Sikka yang telah berjuang dengan caranya masing – masing untuk membangun Kabupaten Sikka.

Ketua Panitia HUT DPRD Sikka ke 50, Egenius Paseli da Gomez dalam laporannya menjelaskan untuk mengenang 50 Tahun DPRD Kabupaten Sikka, telah diselenggarakan sejumlah kegiatan antara lain : Pertandingan Volli, Seminar Sehari bertema : Menjadi Wakil Rakyat yang Profesional dan Pro Rakyat. Dan pada puncak perayaannya, Jum ad (31/07/2009) terselenggara Perayaan Ekaristi dan peluncuran buku ; Pentas Demokrasi di Panggung Kulababong.

Menurut E.P. da Gomez dalam laporannya, Perayaan Emas ini bukan sekedar untuk membangun sebuah nostalgia, atau sekedar kilas balik sejarah. Tetapi lebih merupakan suatu kehendak yang kuat untuk memberikan pertanggungan jawab kepada Rakyat Kabupaten Sikka.

Hadir pada kesempatan tersebut, Para Mantan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Muspida Sikka, Undangan dari Luar Daerah Kabupaten Sikka seperti dari TTU, Kab. Kupang dan Kota Kupang. Jajaran SKPD Sikka dan undangan lainnya.(Jhon Oriwis)

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Sunday, 2 August 2009

Berwisata Ke Watu Cruz..


Kali ini, WWW.INIMAUMERE.COM mengajak pembaca untuk berwisata lagi. Kemana? Kita  menuju sebuah wilayah selatan Kabupaten Sikka . Bola! Salah satu tempat yang menjadi tanda awal perkembangan sejarah Khatolik di bumi Flores. Bola adalah ibukota Kecamatan Bola, salah satu dari 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. Bola berada persis di pesisir pantai selatan, menghadap ke laut luas bernama Laut Sawu. Secara geografi, Bola memiliki kemiringan 30 derajat dengan dataran yang digambarkan bagai pita meliuki daerah pantai sehingga sering disimbolkan sebagai “ Menjelajahi Bola sesulit menaiki Pohon Kapuk”. Yap, Bola dilukiskan oleh para tokoh adat sebagai pohon kapuk (Pelangi Sikka, 2001).

Nah, di Bola dengan Pantai Bola yang lebih dikenal sebagai Nuba Baluk telah terkenal sejak tahun 1630-an ketika saat itu melintas Pastor Dominicus dan Fransiskus Xaverius di wilayah itu. Bola memang memang mempunyai muatan sejarah yang sangat kaya, khususnya bagaimana Portugis menandai Bola dengan Salib. Bahwa Nuba Baluk sudah menjadi kristiani. Jelas, Salib setinggi 3 meter, ditandai oleh dua misionaris itu di Pantai Bola saat mengkristenkan wilayah Bola di tahun 1630-an. Begitu juga Wair Baluk dan makam Pastor Dominicus di daerah perbukitan yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi.
Nah bagaimana sampai Salib itu tertancap di Pantai Bola dan mengapa Bola juga dikenal sebagai Nuba Baluk?

Saatnya sekarang berwisata ke Bola...


Berwisata ke Bola dengan kendaraan roda dua atau empat kita hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Dari Kota Maumere kita akan keluar menuju arah timur. Cuma di butuhkan 5 km dari kota, kita telah sampai dipersimpangan jalan yang berada dalam wilayah Desa Waipare. Kali ini kita akan mengambil jalur kanan. Dari sini kendaraan yang kita tumpang akan melaju mulus menuju pantai selatan, maklum ruas jalan disini termasuk lintasan jalan dengan kategori bagus. Sedikit meliuk mengikuti jalur kelokan sebentar lagi kita akan sampai ke Bola. Selama perjalanan dari Waipare, kita akan melintasi beberapa desa kecil seperti Ili, Wolokoli dan sebagainya. Kita juga akan berada sebentar di ketinggian dan menyaksikan pemandngan pantai utara yang indah dengan pulau-pulau kecil yang menghiasi Laut Flores. Kemudian kita harus melalui jalanan berkelok dan menurun.

Ketika memasuki wilayah Bola yang berada dipesisir pantai kita akan menyaksikan ombak-gelombang yang menggulung, memecah kepantai berlapis-lapis dengan busanya yang memencar, maklum karena kita berada di pantai selatan. Ditengah busa putih dan ombak yang bergelombang itulah berdiri sebuah batu karang dengan salib setinggi 3 meter yang dikenal sebagai Watu Cruz atau Batu Salib. Ya, Portugis menandai Bola dengan Salib. Artinya bahwa Nuba Baluk sudah dibaptis.

Ditengah hamparan samudera, Salib setinggi 3 meter itu terpampang jelas, tertancap di atas batu karang dan dapat disaksikan dari lintasan jalan raya yang berada disekitar pesisir pantai. Masyarakat setempat menghayati dan mengimani bahwa yang datang di tahun 1630 ialah Pastor Dominicus dan Fransiskus Xaverius. Sebelum ke Gala, para pastor itu tiba pertama kali di Doreng (wilayah pesisir pantai selatan yang berdekatan dengan Bola). Di Pantai Doreng para misionaris ini juga menggantung sebuah Salib Besar. Kalau di Doreng hanya menggantungkan tapi di Pantai Bola Salib itu ditancapkan.

Salib tersebut telah mengalami perbaikan beberapa kali. Di tahun 1939 oleh Pastor Yan Roots SVD dengan misa yang meriah, kemudian tahun 1981 oleh masyarakat Nuba Baluk (Bola) sendiri dengan mendapat bantuan dari Bupati Kabupaten Sikka saat itu Drs. Daniel Woda Palle. Tahun 1988 saat Tahun Maria ( berlangsung di Gelora Samador da Cunha Maumere), Pater A Groots SVD ikut memperbaikinya. Di saat penggalian ternyata diketemukan sebuah botol berisi kerta dan sebuah periuk kecil. Sayangnya, kertas itu tak terbaca karena kerusakan saat penggalian.

Dari pantai ini, kami tak lelah memotret dan mengabaikan Salib Besar ini kedalam kamera meski saat itu Pantai Bola dalam keadaan surut. Kebanggan kami juga kebanggaan masyarakat Kabupaten Sikka, bahwa Salib ini masih dirawat dengan baik sebagai bukti nantinya kepada generasi penerus bahwa di tempat ini pula para misonaris Khatolik pernah singgah dan memtari keimanan kepada masyarakat Sikka.
Nah jika menuju ke Bola jangan lupa untuk melihat Salib Besar yang tertancap kokoh di Pantai Bola sebagai tanda bahwa wilayah Bola dan sekitarnyatelah dibaptis.

BALUK

Baluk diambil dari nama seorang pahlawan dari Bola, dia adalah pemberani yang berperang kemana-mana melawan penindasan.
Lihat saja syair dibawah ini saat Dona Agnes da Silva yang memerintah Kerajaan Sikka 1613-1620, mensyairkan Baluk yang terlibat dalam sebuah pertempuran dengan baitan adat ;
Ung Baluk raning, wi neti nora urung, neti nora urung, halo Terong Lamahala. Lobo Lau Terong, atang mole Lamahala, mole Lamahala, brau hala mate golo. Lobo ei Terong, Tau mole Lamahala, Lamahala laeng raning, poi rado laeng pasak”

“Bahwa lasykar dari Bola, Baluk yang gagah berani, telah membumihanguskan Terong serta Lamahala. Kalau tidak bertahan, karena kecut, pasti kalah. Bahwa lasykar baru hanya membidik dengan senjata dan belum menembak”.

Kepahlawanan dan kehebatan Baluk sampai Pantai Bola dimateraikan dengan namanya, bahkan sumur Portugis itu juga diberi nama Wair Baluk ( air Baluk) yang masih di fungsikan sampai sekarang. Wair Baluk itulah yang menyegarkan dan mengharumkan masyarakat Bola dengan syair terkenal :

Blatan Plahar, blatan plahar, Wair Baluk blatan plahar. Mi hure, Mi hure, otang Bola mi hure//
Dinginnya ketawaran air baluk, dapat membuat orang suka minum dan merasa betah.

Saat kami mengambil gambar di sumur tersebut, nampak beberapa masyarakat sedang berkatifitas di lokasi sumur baluk. Sampai dengan sekarang ini Sumur Baluk masih difungsikan dengan baik oleh masyarakat setempat.
Konon, Wair Baluk adalah bekas tancapan tongkat St. Fransiskus Xaverius saat itu.

Foto : Oss & Boim ( www.inimaumere.com)


Watu Cruz di Pantai Bola




Sumur Baluk


Literatur : Buku Pelangi Sikka

Oss & Boim
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---