Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 9 November 2009

DBC & Cipi, Enjoy Bersama Sonia FM Maumere..

Radio Sonia Fm Maumere yang lahir 5 Desember 2002 saat ini menjadi satu-satunya radio penyiaran legal untuk daratan Flores dan Lembata yang di akui secara resmi oleh Komisi Penyiaran Daerah. Radio yang di komandani oleh Lucky Reyner tersebut kini juga bisa didengarkan diseluruh dunia lewat jaringan internet (kreasi oleh www.inimaumere.com). Diakui oleh Lucky, beberapa poin kemajuan ini tak lepas dari usaha dan kerja keras semua awak Radio Sonia FM. Awak Sonia Fm yang menjadi salah satu tulang punggung kelangsungan penyiaran berjumlah 12 orang penyiar. Kualitas penyiaran dalam format yang lebih hidup dan menghibur menjadi salah satu titik penting yang terus diperhatikan oleh jajaran pengurus Sonia FM. Dari penyiar yang berjumlah 12 personil tersebut, terdapat 5 penyiar perempuan. Mereka adalah DBC, Cipi, Rere, Pibi dan Teresia Archer , perempuan asal Inggris yang dipanggil secara akrab dalam sapaan Maumere yang khas, Kaka’ Tress.
Nah kali ini, www.inimaumere.com ingin mengajak Anda mengenal lebih dekat dua orang penyiar muda bernama udara DBC dan Cipi. Nama udara kedua wanita yang sok imut bisa kita jumpai dalam program acara siaran Sonia seperti Mules (Musik Lepas Siang), Es Campur, Minggu Ceria, Sirumisu, dan lain-lain.

Yok ...


Kedua wanita manis ini bergabung dengan Sonia FM sejak tahun 2007. Sebelumnya mereka adalah Soniers sejati yang kerap kali bergabung dalam beberapa acara siaran Sonia FM. DBC, gadis kelahiran Maumere berdarah campuran Makasar dan Semarang ini adalah gadis lulusan SMAN 2 Maumere. Sedangkan Cipi atau cha-cha adalah gadis lulusan SMK Kristen Kupang. Ditemui disela waktu istirahat penyiaran, kedua wanita ini tak sungkan bercerita kepada www.inimaumere.com tentang asiknya menjalani profesi sebagai penyiar di Radio Sonia FM. “Asikk banget, lagian disini suasananya menyenangkan,”kata keduanya sambil menghabiskan rujak manis yang tersisa.

DBC yang lahir dan besar di Maumere adalah salah satu penyiar yang memiliki massa soniers yang cukup banyak. Suara manisnya bisa didengarkan didengarkan disetiap hari rabu dan jumad untuk program acara siaran Mules dan hari minggu untuk program siaran Minggu Ceria.

Es Campur adalah program siaran pertama yang dipandu oleh DBC saat menjalani profesi sebagai penyiar di Sonia FM. Berpasangan dengan Klein, penyiar pria yang kini menimba ilmu di Jogja, Es Campur dalam siaran pertamanya tersebut menjadi kenangan yang tak pernah dilupakan olehnya.
“Inilah awal saya menjadi penyiar di sebuah radio yang dikelolah secara profesional oleh anak-anak muda. Dan saya merasa bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Sonia Fm,”kata gadis kelahiran 1987 yang mengidolakan Nina Tamam, penyanyi sekaligus penyiar radio tersebut.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini juga pernah menjalani profesi sebagai seorang Master of Ceremony. Sekarang ini sedang asiknya-asiknya terjangkit virus FB mania..uhhhhhh.. Kepada semua pendengar setianya, DBC berterima kasih dan terus akan memberikan yang terbaik, menerima kritik demi kemajuannya dalam berkreasi di Nian Tana tercinta ini.

Lain halnya dengan DBC, Cipi sebenarnya adalah bendahara Sonia Fm. Pekerjaan dengan tanggung jawab besar ini diembannya untuk menggantikan almahrum Mona Pale yang meninggal beberapa bulan lalu. Apakah Cipi juga merangkap tugas sebagai penyiar? Dara manis ini menjawab, “Menjadi penyiar sebenarnya untuk mengisi kekosongan jam siaran jika ada yang berhalangan hadir” kata gadis berdarah Rote kelahiran Kupang ini dengan senyum menawan (ooooh..begitu ka?).
Cipi yang punya hobi baca, tidur dan nonton (beler deh..hihihihi) mengakui mengawali profesi penyiar dengan langkah coba-coba namun dengan kemauan dan usaha yang tak mau mundur kini ia merasa sangat enjoy bergabung dengan Sonia Fm.
Gadis penggemar masakan babi guling ini merasakan suasana di lingkungan studio Sonia Fm bisa membantunya meredakan suasana hatinya yang kadang bete dengan segala rutinitas. Anak ke-5 dari tujuh bersaudara kelahiran 1987 ini ternyata mengidolakan Lucky Reyner, penyiar senior sekaligus MC kawakan di daratan Flores sebagai penyiar favoritnya.

Cipi mengawali siaran pertama ditahun 2007 bersama DBC dalam siaran Mules (musik lepas siang). Sejak kepindahannya dari Kupang ke Maumere di tahun 2007, wanita yang juga terkena penyakit FB-mania ini merasa betah mengarungi hari-harinya di kota panas Maumere.

Ketika ditanya siapakah pasangan yang cocok buat siaran bareng?? Cipi dengan malu-malu namun mantap menjawab, “Lule....”.

Oya, siapa seh Lule? Mhhh..Lule adalah salah satu penyiar Sonia FM, suara laki-laki bujang ini bisa didengarkan dalam siaran Mules, Siaran Mandarin dan lain-lain.
Kini wanita yang masih lajang ini sering mengisi siaran di program acara Mules dan Sirumisu (musik, informasi dan tips).

Setelah bete ditanya melulu oleh www.inimaumere.com, diakhir pertemuan keduanya berbagi tips untuk penyiar pemula. Mereka punya pendapat sendiri. Menurut DBC dan Cipi setiap penyiar pemula biasanya telah memiliki basic yang benar-benar fresh, tinggal dibentuk karakternya. “Emang seh semuanya terlihat muda, modal bicara dan tentunya nyambung dengan pendengar. Semua penyiar pasti memiliki patokan style atau gaya penyiar favoritnya. Tapi seiring dengan waktu akan tercipta kepribadian sendiri (karakter) sebagai seorang penyiar,” begitu kata DBC yang diamini Cipi.

“So, tunjukan karakter pribadi kalian..” lanjut kedua wanita ini yang kemudian tenggelam dalam dunia Facebook. Kalo udah kayak gini artinya ga bisa di ganggu...hihihihi.

Yup, kalo mau mengenal n berteman dengan dua dara manis ini di Facebook bisa saja lewat Dbc dan Cipi.





www.inimaumere.com



Selengkapnya...

People Power Dunia Maya Untuk Bibit - Chandra

Jika masyarakat sudah tidak percaya dengan keadaan saat ini, Parlemen Online menjadi media untuk menumpahkan segala macam keluh kesah !!

Aksi solidaritas masyarakat mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus digalang. Hampir diseluruh penjuru negeri ini, masyarakat bergerak dan terus bergerak memberikan dukungan. “Saya Cecak”, menjadi simbol kalimat perlawanan terhadap ketidakadilan yang sedang dirasakan. Dukungan terhadap KPK tersebut secara nyata menggambarkan rasa kepedulian masyarakat terhadap carut marutnya sistem hukum dinegeri ini yang dipertontonkan secara gamblang diberbagai media akhir-akhir ini. Keadilan telah mati, negara tanpa hukum, demikian kata Bimbim Slank di Metro TV.
Gerakan menentang para ‘tuan-tuan keadilan’ ini telah bergaung kencang. Di depan mata perselingkuhan antara pemberi upeti dan penerima upeti ditelanjangi secata gamblang, menjadi tontonan utama penduduk negeri ini. 100 hari pertama pemerintahan SBY – Boediono akhirnya dihadiahi pertarungan dahsyat akhir tahun bertitel ‘ Cecak Vs Buaya’.

Apa sih yang sedang terjadi? Mengapa yang telah memiliki gaji bulanan dengan segala macam fasilitas yang diberikan negara masih saja rakus menerima jatah? Tak malukah kau ketika uang hasil tilep, hasil korupsi, hasil kongkalikong diberikan pada seluruh keluarga untuk membiayai keseharian hidupnya? Aneh sekali, mereka telah memiliki gaji tetap bulanan dari negara tapi tetap saja rakus untuk mencuri. Kadang-kadang satu kue hasil jarahan dibagi-bagi tanpa malu.. Hati-hati, oknum-oknum seperti ini masih berada disekitar kita..!! Aneh tapi inilah Indonesia. Presiden telah berbuat banyak, tapi masih saja terus di hadang oleh oknum-oknum yang merasa terancam nasibnya.

Gerakan mendukung Bibit – Chandra bahkan merambah dunia maya. Lewat group Facebook bernama Gerakan Sejuta Facebookers Mendukung Bibit – Chandra untuk sementara anggotanya telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang. Gerakan massa didunia maya tersebut merupakan bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga parlemen sebenarnya. Di Group ini segala unek-unek ditumpahkan, segala yang tersumbat dilepaskan. Maka tak salah jika salah satu televisi terkemuka di Indonesia pun mendukung gerakan massa di group facebook ini dengan mengatakan gerakan ini sebagai People Power Dunia Maya untuk Bibit – Chandra.
Anda belum bergabung? Segeralah menjadi anggotanya dengan bergabung disini
Syaratnya sudah daftar di Facebook ya....

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 2 November 2009

Javres Band Luncurkan Album Reggae Etnik Sikka

Setelah menanti cukup lama akhirnya muncul juga album reggae perdana dari kelompok musik Javres Band. Javres Band, grup asal Jakarta yang berangotakan Nong-Q, Rian dan Hendrik baru-baru ini mengunjungi Kota Maumere dalam serangkaian kegiatan promosi. Javres Perjuangan, demikian judul dari album perdana kelompok musik ini yang mengusung enam lagu reggae dalam format video musik. Tembang reggae berjudul Wolon Kubang I menjadi lagu jagoan dari anak-anak Javres. Album yang baru saja diluncurkan ini sekaligus menunjukan eksitensi band mereka dalam peta persaingan musik nasional khususnya yang beraliran reggae.

Javres sendiri adalah gabungan dari kata JAwa dan FloRES. Maksudnya, para personilnya yang tergabung dalam kelompok ini terdiri dari suku Jawa dan Suku Flores (Maumere). Mereka bersatu dalam naungan sebuah band reggae demi sebuah perdamaian yang menjadi roh dari musik reggae yang sebenarnya. Band ini berdomisili didaerah Jakarta Timur.

Javres yang telah lama malang melintang di dunia hiburan musik Jakarta telah mengalami beberapa kali bongkar pasang personil. Kini dalam kelompok mereka cuma terdiri dari 3 personil tetap yakni Non-Q, Rian dan Hendrik. Dalam album Perjuangan ini Javres Band dibantu oleh beberapa musisi tamu seperti; Agustinus Selvi Raja, Yanto, Ridwan dan lain-lain. Album ini diproduksi oleh Selvi Raja Enterprise & Javres.

Javres Band dalam album ini tak hanya menggeber dari sisi komersial saja tapi juga menyentuh sisi etnik dibeberapa lagu mereka. Variasi pukulan Gong Sikka, salah satu instrumen penting dalam musik tradisional di Kabupaten Sikka (Flores) di suguhkan dalam 4 buah lagu. Ke-4 lagu yang mengangkat sisi etnik tersebut dapat didengar dalam lagu Wolon Kubang (berbahasa Sikka), Zaman Edan, Sadarlah Koncoku dan Eling.

Selain ke -4 lagu dengan musik bernuansa etnik, Javres Band yang lahir dan besar di Jakarta juga menyuguhkan 2 lagu lainnya berjudul Ku Suka Padamu dan Jatuh Cinta. Pengambilan video klip berlangsung di Kampung Sawah Jakarta.

Menurut Manajer Javres Band Agustinus Selvi Raja, beberapa lagu yang sengaja mengangkat musik etnik Sikka tersebut hanyalah bagian dari kecintaan pada tanah leluhur sekaligus ikut andil mempromosikan musik Sikka di pentas hiburan nasional. “Javres bangga sebagai bagian dari masyarakat Sikka,”tambahnya.

Kedatangan Javres ke Maumere selain dalam kegiatan promosi juga sebagai ajang melepas kangen pada tahah leluhur orang tua. Pasalnya Nong-Q sang vokalis, meski berdarah Maumere, baru kali ini dan untuk yang pertama kali menyinggahi kampungnya Maumere.

Untuk mengetahui tentang Javres Band silakan mengklik di blog pribadi band mereka di alamat ini.
CD Album Javres Band di Kota Maumere bisa didapatkan Hany Disc dan Fanny Disc di Lokasi Pasar Tingkat Maumere.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya bisa memesannya lewat Kontak HP : 0852 8754 1182 (Agustinus Selvi Raja).

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Sosimus : Selamatkan Bayi Kita

Maumere_ Fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sikka boleh dikatakan sudah sangat memadai, namun masih banyak bayi yang meninggal akibat keterlambatan pelayanan dan sebab lainnya. Untuk itu, kita patut membangun kesadaran dan terus berupaya untuk menyelamatkan bayi kita.
Demikian ajakan ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekertaris Daerah Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu, ketika membuka Seminar Lokakarya Menyelamatkan Tunas Bangsa, di Aula Hotel Mai Wali Maumere, beberapa waktu lalu.
Meningkatnya angka kematian bayi ini akibat empat terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak. Selain itu kematian bayi juga disebabkan karena tiga terlambat, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Padahal di Kabupaten Sikka, fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah boleh dikatakan sudah cukup memadai. Namun akibat empat terlalu dan tiga terlambat inilah, banyak bayi yang tidak terselamatkan “ jelas Sabinus.

Masalah kematian ibu dan bayi merupakan salah satu permasalahan yang kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sehingga sumber daya manusia, terutaman orang tua perlu ditingkatkan. Karena masih banyak ibu – ibu yang beranggapan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan sesuatu yang alami dan dianggap tidak perlu adanya pemeriksaan dan perawatan. Dan tanpa mereka sadari bahwa ibu hamil masuk dalam daftar kelompok dengan resiko kematian yang tinggi.

Menyikapi berbagai permasalahan yang menjadi penyebab kematian ibu dan bayi, perlu dibangun suatu strategi yang tepat untuk dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu strategi adalah dengan memantapkan dan mengimplementasikan secara baik program Desa Siaga.

Sementara itu Ketua Yayasan Melati – Jakarta , Ny . Dr. Gayati Suryaningsih,M.PH. menjelaskan tingginya angka kematian bayi lebih pada rendahnya perhatian dan pengawasan terhadap bayi. Untuk itu pihak – pihak yang berkompeten antara lain dokter, perawat, bidan dan LSM supaya meningkatkan pelayanan dan perhatian kesehatan terhadap ibu dan bayi, selain peningkatan perhatian oleh ibu dan bapak bayi.

“ Kita hendaknya mencintai bayi – bayi yang ada disekitar kita, berikan kasih sayang dan perhatian kesehatannya serta jangan biarkan mereka meninggal. Karena dengan menyelamatkan bayi, berarti kita menyelematkan tunas – tunas bangsa “ jelas Suryaningsih.

Dilain pihak Koordinator Program AIPMNH Kabupaten Sikka, dr. Edward Hutabarat dalam sambutan singkatnya mengatakan masalah kematian bayi merupakan masalah kita semua. untuk mengatasi masalah ini, semua pihak dituntut supaya terus memberikan perhatian, memperluas wawasan dan tetap memperhatikan empat terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak. Selain itu kematian bayi juga disebabkan karena tiga terlambat, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Penyelenggaraan kegiatan Seminar Lokakarya Menyelamatkan Tunas Bangsa ini, merupakan kerjasama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka dengan Yayasan Melati dan AIPMNH Kabupaten Sikka.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Sikka, Irma Tibuludji, S.IP dalam laporan panitia yang disampaikan Fitrinita Ladapase, mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran mengenai masalah kesehatan neonatal, sehingga didapatkan kesepakatan tentang upaya pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat dalam mengasuh bayi baru lahir sebagai upaya berkesinambungan untuk kelangsungan hidup bayi baru lahir.

Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta yang teridiri para dokter, perawat, dan bidan serta pihak lain yang mempunyai peran dalam menyelamatkan ibu dan bayi. Juga menghadirkan sejumlah nara sumber yang telah sekian lama bercimpung dalam dunia pelayanan kesehatan ibu dan bayi, antara lain Dr. Gayatri Suryaningsi, MPH. Plt. Drs. Ade Srilestari Yuwon, MA. dan Ny. Koesharti Dibiyo,S.H. serta Dra. Ade Iva Wicaksono,MSc.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, Sekertaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka Muh. Daeng Bakir dan Dir. Puspas Keuskupan Maumere, Rm, Sirilus.(djo)


WWW.INIMAUMERE.COM


Selengkapnya...

Wednesday, 28 October 2009

Segera, Parade Band Djarum LA Light's Bagi Kawula Muda Sikka..

Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009 dan Hari Pahlawan Tanggal 10 November 2009, Neibers Event Organizer bekerja sama dengan Djarum LA Light’s menyelenggarakan sebuah event bagi generasi muda di Kabupaten Sikka dan Flores pada umumnya. Event dengan tema L.A Lights Community Coolbreak IT’S YOUR TIME menghadirkan konsep Parade Band, sekaligus pemilihan band favorit melalui polling. Masing-masing peserta (grup band) dapat membawakan 2 buah lagu yaitu satu lagu wajib berjudul Bendera yang dipopulerkan oleh Cokelat Band khusus untuk grup band dengan vokalis cewek dan sebuah lagu berjudul Rumah Kita (God Bless) untuk band dengan vokalis cowok. Peserta Parade Band juga diberi kesempatan untuk membawakan sebuah lagu pilihan. Untuk penentuan Juara favorit 1, 2 dan 3 dalam parade band ini, ditentukan oleh hasil polling dari penonton. Selain parade band, event ini juga akan menampilkan beberapa group dancer. Event yang akan berlangsung tanggal 14 Nopember 2009 ini sepenuhnya didukung oleh www.inimaumere.com, Radio Sonia Fm Maumere dan Harian Pos Kupang sebagai media partner. Saat event berlangsung, peserta akan mendapatkan masukan berupa saran atau pun kritik dari para komentator.

Parade Band yang akan berlangsung Sabtu 14 November 2009 dan digelar di lapangan eks kantor DPRD Sikka, Jalan Ahmad Yani Maumere bertujuan untuk menyajikan kegiatan hiburan yang positif dan baru bagi masyarakat di Kabupaten Sikka sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas dalam bermusik.
Selain menggelar Parade Band, event ini juga menampilkan berbagai macam pentas seperti Pentas Group Dancer, games dan kuis serta berbagai macam doorprize bagi penonton.

Diharapkan bagi peserta, penyelenggaraan event dengan tema L.A Lights Community Coolbreak IT’S YOUR TIME ini akan menjadi sebuah ajang yang dapat secara langsung memperkenalkan band peserta dan grup dancer serta dapat dijadikan sebagai arena dalam mengembangkan kreativitas dalam bermusik dan menari.

Bagi kalian yang punya band, punya grup dancer inilah kesempatan yang tepat untuk menampilkan peforma dan kreatifitas dihadapan penonton dan para komentator yang kompeten.
Anda ingin mendaftar? Langsung saja ke Biro Surat Kabar Harian Pos Kupang , Jalan Gelora Samador Maumere. Tanggal pendaftaran di buka mulai 27 Oktober 2009 - 7 November 2009. Panitia juga membuka pendaftaran bagi band-band di luar Kabupaten Sikka.

Bagi pemenang dari event ini akan mendapatkan berbagai hadiah menarik berupa piala dan uang tunai. So, bagi kalian yang tak mau sekedar jago kandang, saatnya yang tepat untuk mebuktikan kualitas kalian, kalianlah yang punya, buktikanlah !!

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 0852 3773 1573 (Audy).

www.inimaumere.com



Selengkapnya...

Tuesday, 27 October 2009

DILUNCURKAN, BUKU SEJARAH WISUNG FATIMA LELA

Selama ini orang banyak bertanya tentang Wisung Fatima Lela, terutama sejarah kehadirannya. Akhirnya disela acara Perayaan Ekaristi pada Ziarah di Wisung Fatima Lela, buku sejarah berjudul “Maria Fatima,Dari Cova da Iria Sampai Lela”, pun diluncurkan penulisnya.
Penulis buku ini, Rm. Richard Muga Buku, Pr. sesaat sebelum meluncurkan buku ini berkisah kehadiran buku ini untuk memenuhi dan menjawab daftar tanya perhal Wisung Fatima Lela.
Buku ini berisikan sejarah kisah penampakan Bunda Maria di Coca da Iria, Fatima, Portugal kepada Lusia, Franssesco, dan Yasinta dengan pesan-pesan yang disampaikan Bunda Maria dalam rangkaian penampakan dimaksud. Kisah perjalanan Arca Maria dari Fatima yang mengunjungi Flores pada Agsutus tahun 1951. Buku ini juga mengulas sejarah berdirinya Wisung Fatima Lela yang diprakarsai Pastor Paroki Lela kala itu, P. H. Bolscher SVD, P. Van Es SVD dan Kapitan Lela saat itu, M. Kristianus da Silva.

Peluncuran buku ditandai dengan pemberian beberapa buku oleh penulis kepada Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Sekda Kabupaten Sikka Sabinus Nabu, dan Pastor Paroki Lela, Romo Laurens Noi, Pr.

Dalam buku tersebut, Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD juga memberikan kata pengantar. Antara lain Uskup mengajak umat untuk tidak saja hidup dari liturgy tetapi juga yang meneguhkan iman mereka melalui berbagai bentuk devosi (berdoa menyerahkan diri), terutama devosi kepada St. Perawan Maria.

Untuk diketahui peluncuran buku ini bertepatan dengan 60 tahun usia Wisung Fatima Lela. Wisung Fatima Lela memiliki lokasi sekitar 3 hektar lebih. Di dalam lokasi ini ditata/dibangun empat rumah kecil untuk pentahtaan Sakramen dan Bunda Maria.

Di atas lokasi ini dibangun pula stasi/perhentian untuk mengenang misteri wafat Kristus. Ada Salib besar yang dipasang di bukit/golgota yang dapat dilihat oleh siapa saja bila hendak memasuki Wisung Fatima Lela.

Keberadaan Wisung Fatima Lela semakin indah dan menawan karena di sekitar tangga menuju rumah pentahtaan Bunda Maria ditanam/hidup pelbagai bunga. Demikian juga di areal Wisung Fatima Lela bertumbuh dan hidup aneka pohon penghias dan peneduh yang melindungi peziarah dari terikan matahari. (djo)

WWW.INIMAUMERE.COM

Selengkapnya...

Tuesday, 20 October 2009

Pantai Koka, Pantai Mempesona di Selatan Kabupaten Sikka





Indah dan menakjubkan. Sungguh, itulah kalimat yang pantas diungkapkan untuk melukiskan dahsyatnya panorama alam Pantai Koka. Pemandangan yang tak membosankan mata adalah kompensasi dari sebuah perjalanan yang melelahkan. Dipantai berpasir putih inilah kami melabuhkan penat kami, menyingkirkan kekesalan terhadap rute sepanjang 2,5 Km yang tergolong tak layak untuk dilalui.

Seperti dalam sebuah adegan filem The Beach, sesaat kami bermimpi seakan-akan seperti seorang Leonardo di Caprio yang bersusah payah mencapai sebuah pulau berpasir putih namun berbuah rasa takjub pada akhirnya. Begitu pula kami. Perjalanan sejauh 42 Km yang melelahkan ditambah bonus sepanjang 2,5 Km dengan ruas jalan yang rusak berat akhirnya berujung pada sebuah ‘surga’ yang kami impikan. Begitu mengasyikan tak kala menyelami keindahannya. Sampai lupa bahwa sebenarnya kami tak ada berada dalam adegan filem The Beach (hahahaha). Nyatanya kami berada disini, disebuah pantai yang panoramanya disebut-sebut memiliki kemiripan dengan sebuah pantai dalam filem yang diperani Leonardo tersebut (ceileee).

Yok, ikuti kisahnya bersama kami...





Jarum jam menunjukan kira-kira pukul satu siang tak kala rombongan kami yang berkendaraan sepeda motor bergegas meninggalkan Kota Maumere. Panasnya matahari seperti memanggang tubuh kami, serasa hangus seperti hari-hari kemarin..hehehe.. Meski cuaca panas kami tak gentar, kami yakin alam sedang merestui perjalanan kami.

Pantai Koka terletak di wilayah Kecamatan Paga. Berada di pesisir pantai selatan Flores. Dari Kota Maumere (terletak di pesisir pantai utara Flores) ke Paga berjarak 42 Km, bisa ditempuh dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Ruas jalan menuju Kecamatan Paga memiliki aspal jalan yang tergolong mulus dan bagus, maklum ruas jalan ini termasuk kategori jalan negara yang menghubungkan Kabupaten Sikka (Maumere) dengan Kabupaten Ende (Ende) disebelah barat.

Dengan ruas jalan yang bagus perjalanan menuju Pantai Koka terasa lebih nyaman namun kita harus tetap waspada, kenapa na?(kenapa seh?). Rute Maumere menuju Paga memiliki banyak jalur kelokan kiri-kanan dengan sedikit rute atau jalur jalan yang lurus, selain itu lalu lintas kendaraan juga lumayan ramai.

Masyarakat Paga beretnis Lio, salah satu etnis besar yang ada di Kabupaten Sikka dengan sejumlah kehidupan masyarakat yang beragam serta budaya yang khas. Mengenai etnis Lio Anda bisa membacanya disini

Mencapai Paga dari Kota Maumere, kita akan melintasi sejumlah wilayah pedesaan seperti Nanga Limang, Ledalero, Nita, Key, Hepang, Nangablo dan Lekeba’i. Masing – masing wilayah pedesaan ini memiliki sisi kehidupan yang unik, kisah sejarah maupun keragaman budayanya. Misalnya di Ledalero ada sebuah museum terkenal yang berisikan peninggalan-peninggalan masa lampau baik dari jaman sejarah maupun pra sejarah. Museum ini bernama Blikon Blewut (sisa dari yang punah). Untuk berwisata ke Blikon Blewut silakan klik disini.

Sedangkan di Nita yang berhawa dingin, dahulunya pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Nita. Kerajaan Nita adalah sebuah kerajaan yang pernah ada dari 3 kerajaan besar di Kabupaten Sikka.
Untuk mengetahui Kerajaan Nita bisa dibaca disini...Sedangkan desa-desa yang lain juga memilki kekhasan budayanya masing-masing.

Seperti ibu kota kecamatan lainnya, Paga juga tergolong wilayah yang berpotensi. Ibu kotanya cukup ramai. Terdapat pula sebuah SPBU yang baru saja diresmikan, bank pemerintah dan sejumlah sekolah dari tingkat SD sampai SMU serta berbagai kantor pemerintah lainnya. Dari Polsek Paga menuju persimpangan ke Pantai Koka berjarak kira-kira 3 Km.

Nah, ketika sampai dipersimpangan menuju Pantai Koka terlihat sebuah papan informasi yang diletakan disisi sebelah kiri. Papan ini menuliskan bahwa jarak menuju pantai Koka 2,5 KM. Kita harus mengambil jalur belokan ke kiri. Jalur lurus berarti meunuju ke Kabupaten Ende.
Dengan mengambil jalur kiri berarti kita bersiap-siaplah menuju medan berat. Ada alternatif lain? Sorry, tak ada boz..

2,5 Km dengan menggunakan sepeda motor benar-benar berada dalam keadaan tersiksa. Bagaimana jika menggunakan mobil? Sama saja. Lagian lebar jalan ini juga sangat sempit, cukup satu mobil. Nah bagaimana jika berpapasan dengan mobil lain? Soryy, kami tak bsai berandai-andai, silakan dicoba..

Ruas jalan dengan kondisi buruk ini nampaknya bisa mengurungkan para wisatawan yang akan menuju pantai ini. Sekali di coba sih okey, tapi mau dicoba lagi ke Pantai Koka? Ihhhh ga ku ku... Jalan buruk gitu loh..Mungkin itu yang ada dibenak mereka. Yang jadi pertanyaan, kenapa pantai seindah ini tak tersentuh perhatian dari Dinas Pariwisata Sikka?

Setelah bersusah payah dengan berjuang melewati buruknya kondisi jalan akhirnya sampailah kami di Kawasan Pantai Koka. Takjub bergelayut dalam perasaan kami. Pasir putih mebentang lebar. Air lautnya nampak biru menyejukan perasaan. Beberapa anak-anak pantai terlihat asik berenang dan bercengkerama dengan alamnya. Pemandangan yang mengesankan tersebut langsung melenyapkan kondisi melelahkan kami. Secepatnya kami bergegas mencari lokasi beristirahat. Begitulah, kini kami berada dalam dekapan lembut Pantai Koka.

Seperti kawasan pantai selatan pada umumnya, Pantai Koka juga memiliki gelombang ombak yang cukup tinggi. Gelombang laut selatan tersebut kadang menghantam batu-batu keras yang berada disekitar bibir pantai atau dibawah tebing, buihnya menjulang tinggi dan jatuh berantakan membasahi karangnya.

Pantai berpasir putih yang indah ini nampak terbagi menjadi dua daerah yang menyejukan hati. Disisi sebelah kanan menjadi kawasan pantai dengan susunan batu-batu karang yang merata. Bukit-bukit disekitar pantai ini juga yang memiliki tebing curam yang indah. Dibawah tebingnya nampak pasir putih bertebaran memenuhi pesisir pantai. Bagi yang ingin menikmati eksotismenya, rasanya inilah tempat yang cocok. Keindahannya begitu meyejukan perasaan.

Sedangkan disisi sebelah kiri yang terpisah dengan bukit kecil di sisi sebelah kanan pemandangan alam pantainya pun tak kalah menarik. Airnya yang cukup jernih seakan menggoda bagi siapa saja yang ingin menceburkan diri kedalamnya. Lokasinya nampak seperti sebuah kolam karena begitu menjorok kedalam. Dengan keadaan seperti itu, ‘kolam’ ini seakan tak terimbas gelombang tinggi. Bebatuan karang pun nampak tak ada disini. Jadi tak usah ragu untuk bermain-main, jernihnya air laut ditawarkan secara cuma-Cuma, gratis tis tis..bagi siapa saja. Beberapa penikmat pantai lain pun nampak sedang bercanda ria menceburkan diri mereka tanpa ragu.

Dari sisi pantai ini, pemandangan alamnya bener-benar menggoda mata. Selain birunya air laut, dikejauhan nampak terlihat sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Pulau ini nampak tegar berdiri dengan gagah, melawan gelombak ombak yang bertahun-tahun menyentuh tubuhnya. Pulau kecil yang nampak menyendiri dalam alam samudera yang luas tersebut dinamakan oleh penduduk setempat dengan nama Pualu Nusa. Mmmmm....Pulau ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keindahan panorama alam Pantai Koka di Paga sejak beratus – ratus tahun yang lalu.

Sayangnya, Pantai Koka yang indah sepertinya dibiarkan begitu saja. Keindahannya cuma terdengar dari cerita mulut ke mulut. Tak ada wisatawan yang hadir, tak ada tempat penginapan, tak ada paket wisata, tak ada penjual cindera mata, tak ada warung makan, tak ada tempat beristirahat, tak ada pemandian air tawar, tak ada dan tak ada........Cuma ada Pantai Koka dengan pasir putihnya yang mempesona bersama cerita tentang akses jalan masuk sepanjang 2,5 Km dari jalan utama yang begitu buruk dan sempit .

Kisah ini sama persis dengan kisah saudaranya yang juga terletak di pesisir pantai selatan Kabupaten Sikka, Pantai Doreng.

Sayangnya kita tak sadar kalo kita berpotensi, kita cuma tau kalo kita memiliki tempat-tempat yang indah.
























Admin inimaumere.com (Oss & Boim)



Mengesankan berkelana bersama kalian, Thanks to ;
Lucky Reyner (Sonia FM), Oshy Lelo (Choin Entertainment) thanks makan malamnya di Key tuh, Maurents Endrow, Smith Marthin, A'im, Rudy'SM....dan tak lupa saudara kita Valentino yang sedang berlibur ke Maumere dari Hanover, Jerman , ganupae ba'a..


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---