Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 31 December 2009

Selamat Jalan Gus Dur, Selamat Jalan Bapa Frans...


Penghujung tahun ini kita dikejutkan dengan meningalnya 2 tokoh bangsa. Keduanya adalah Gus Dur dan Frans Seda. KH. Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, mantan Presiden Indonesia ke–4, negarawan besar, simbol perjuangan masyarakat kecil serta sederet panggilan lain berpulang kepada Sang Pencipta, Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 6 sore dan telah dikebumikan hari ini, Kamis 31 Desember 2009 di Jombang, Jawa Timur. Penghormatan terakhir sang pahlawan demokrasi ini dihadiri oleh hampir semua tokoh dan politisi bangsa serta Presiden SBY yang bertindak selaku inspektur upacara.

Sedangkan mantan Menteri Keuangan Franciscus Xaverius Seda, yang lebih dikenal dengan Frans Seda meninggal dunia tadi pagi Kamis, 31 Desember 2009 karena sakit. Frans Seda meninggal pukul 05.00 di rumahnya tadi pagi. Frans Seda dikenal sebagai Politisi senior PDI Perjuangan, Guru Ekonomi Orde Baru, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia.
Beliau lahir di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4 Oktober 1926.
Jenazah Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru Franciscus Xaverius Seda, disemayamkan di rumah duka jalan Metro Kencana V, Pondok Indah, Jakarta.
Menurut rencana putera Maumere ini akan dimakamkan pada 2 Januari 2010, di pemakaman San Diego Hills Karawang.

Untuk kedua tokoh ini Presiden SBY menghimbau agar dalam sepekan masyarakat Indonesia berkabung dengan menaikan bendera setengah tiang.
====================================================================
Akhir kata, segenap warga masyarakat Maumere dan Flores umumnya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya kedua tokoh bangsa. Semoga arwah mereka mendapatkan tempat istimewa bersama orang-orang mulia yang lain di sisi Tuhan. Amien....

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Wednesday, 30 December 2009

Yang Tertinggal Dibalik Puing..



Puing-puing dan sisa bangunan akibat bencana kebakaran yang melanda sebagian Kantor Bupati Sikka dibiarkan begitu saja.Tembok legam dan sisa atap seng bersama serpihannya yang runtuh tertidur diatas lantai seakan menjadi hiasan bencana di siang hari yang panas. Garis Polisi telah ditanggalkan. Penyelidikan akan peristiwa kebakaran telah usai namun belum di umumkan secara resmi. Penyelidikan kebakaran ini melibatkan Laboratorium Forensik Denpasar. Hampir sebagian besar bangunan kantor yang dilanda api musnah menjadi arang. Beberapa kantor yang berada disisi sebelah barat ludes tak tersisa. Sedangkan sebagian bangunan kantor yang berhadapan dengan Lapangan Kota Baru juga porak poranda. Hampir semua lantai, atap dan tembok bangunan terbakar oleh kobaran api. Tapi di kantor-kantor ini sebagian barang-barang, dokumen dan arsip-arsip penting masih dapat diselamatkan.
Lebih lanjut lagi, di Kantor Bagian Umum berhasil diselamatkan uang dalam sebuah brankas. Namun jumlah uang sebesar Rp 85.994.000 itu hanya tersisa Rp.76.859.000 yang utuh sedangkan Rp 9.135.000 sudah dalam kondisi tak layak. Untuk sementara kegiatan perkantoran di pindahkan ke beberapa tempat lain.

Disisi lain, di Studio Radio Suara Sikka mulai terlihat kesibukan layaknya hari-hari biasa. Studio yang berdiri persis disisi sebelah barat bangunan perkantoran yang ludes terbakar telah mengudara setelah peristiwa bencana. Radio milik Pemkab Sikka tersebut mengunakan pasokan listrik dari gedung Paroki St Thomas Morus.
Kondisi bangunan yang terbakar ini menurut rencana akan dibersihkan dalam hari-hari ini.

Dibawah ini beberapa gambar yang diambil baik saat terjadi peristiwa bencana maupun setelah 3 hari kejadian tersebut :






www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Saturday, 26 December 2009

Kantor Bupati Sikka Terbakar....

Kota Maumere heboh. Gedung Kantor Bupati Kabupaten Sikka yang berlamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Maumere - Flores- NTT dilanda kebakaran hebat. Kebakaran ini terjadi hari Sabtu 26 Desember 2009 sekitar pukul 14.30 WITA dan menghanguskan sejumlah kantor yang berada satu gedung dengan Kantor Bupati Sikka. Sejumlah kantor yang hangus terbakar dan ludes tanpa sisa tersebut adalah Kantor Bendahara Bagian Umum, Organisasi, Kesejateraan Rakyat, Ekonomi, Humas, Pusat Pelayanan Umum, Pusat Data Elektronik, Kantor Bagian Umum dan Pembangunan. Sedangkan ruangan bupati dan wakil bupati selamat dari kobaran api. Sumber kebakaran terbesar ini masih diselidiki oleh pihak terkait.
Kebakaran besar ini juga memusnahkan sejumlah barang, berkas dan dokumen penting yang selama ini tersimpan rapi. Tak ada korban jiwa karena kondisi dalam kedaan libur natal. Sejumlah masyarakat umum terlibat dalam upaya memadamkan kobaran api. Wakil Bupati Sikka Wera Damianus segera tiba di lapangan dan melakukan langkah-langkah koordinasi bersama Kapolres Sikka. Sedangkan Bupati Sikka Sosimus Mitang tiba di lokasi sejam kemudian setelah api melahap habis bangunan. Sebelumnya Bupati melakukan kegiatan Natal Bersama dengan umat di wilayah Pruda.

lihat juga
4 video kebakaran dihalaman ini..

Mobil Pemadam Kebakaran yang berada di lokasi dikeluhkan oleh sebagian masyarakat karena lamban melakukan operasi pemadaman. Kesulitan air juga menjadi salah satu titik kendala. Kepolisian Resort Sikka turut membantu dengan menerjunkan mobil Water Canon-nya dan sebuah mobil tanki di lapangan. Dengan dukungan tersebut setidaknya ada sedikit upaya untuk menghentikan menjalarnya api ke gedung lain. Upaya ini juga mendapat dukungan dari TNI yang menurunkan sejumlah personilnya.

Kebakaran hebat yang menjadi bencana bagi sejumlah PNS yang bekerja pada kantor-kantor tersebut menjadi hiburan dan tontonan masyarakat. Sepanjang jalan Ahmad Yani macet total sedangkan lapangan eks kantor DPRD lama penuh dengan para warga yang ingin melihat. Sejumlah anak-anak kecil membludak di lokasi hingga merepotkan para sukarelawan.

Asap yang membumbung tinggi di langit selain bisa dilihat disejumlah sudut kota juga nampaknya bisa dilihat dari Pesisir Sao Wisata yang berjarak sekitar 17 Km. “Asap hitam yang membumbung tinggi diatas langit bisa kami saksikan dari Sao Wisata,”ungkap Rudy Jelek yang datang di lokasi kejadian kepada www.inimaumere.com. Asap hitam yang juga dilihat diberbagai sudut Kota Maumere.

Radio Suara Pemerintah Daerah (RSPD) Sikka yang lebih dikenal dengan Suara Sikka selamat dari kobaran api. “Kami ingin mengantisipasi jika kobaran api menyebar kesini,” ujar Kang Ded salah seorang penyiar Suara Sikka yang sibuk mengeluarkan isi studio bersama rekan-rekannya. Untung saja api tak menjalar. Studio RSPD Sikka memang berada satu lokasi namun tidak dalam satu atap dengan sejumlah kantor yang terbakar.

Kobaran api yang menjadi tontonan warga sekitar akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 5 sore. Polisi segera memasang Garis Polisi (Police Line) di sekitar lokasi. Puing-puing bangunan nampak berserakan sana-sini. Para PNS yang hadir hanya menyaksikan dari kejauhan sisa-sia bekas kantor mereka yang kini cuma tinggal cerita.

Sampai dengan berita ini ditulis, kesibukan masih terlihat di lokasi bencana. Sedangkan kerugian yang diakibatkan juga belum diketahui.















www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Sederhananya Natal di Tengah Bunyi Meriam Bambu..

Kesederhanaan Natal Bagi Kita Semua
Melewati malam di Kota Maumere kali ini tak seperti biasanya. Suasananya lain dan sungguh berbeda. Biasanya mendekati sekitar pukul 12 malam jalanan mulai sepi tapi menjelang natal kali ini kehidupan malam masih berlangsung. Dibeberapa tempat anak-anak muda menghabiskan waktu di pinggir jalan, kios-kios masih membuka diri, warung-warung makan pinggir jalan masih menunggu tamunya. Anak-anak muda lainnya bergerombol mengendarai sepeda motor, meraung-raung gasnya hingga memekakkan telinga. Ada lagi, yang paling spesial dan selalu menjadi tradisi sejak dulu, yakni bermain meriam bambu. Hampir di semua sudut Kota Maumere meriam bambu dengan bunyi khasnya ikut serta menghiasi suasana malam natal. Anak-anak remaja ini berusaha mengawali malam natal hingga menjelang pagi. Meriam yang dibuat dari bambu secara sederhana ini setahun sekali akan diperdengarakan suaranya khusus menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru. Ditengah pesta kembang api yang mewah, meriam bambu nyatanya tetap menjadi teman yang akrab bagi remaja-remaja Maumere.

Malam Natal juga menghiasi diri dengan kecelakan lalulintas. Kecelakaan ini terjadi di perempatan TK Panti Rini menjelang pukul 12 malam, beberapa petugas kepolisian kelihatan di lokasi. Sedikit kedepan dari TK Pantirini, di Lapangan Kota Baru juga nampak beberapa anak-anak muda merayakan natal dengan bermain kembang api. Kembang api yang indah tersebut diluncurkan berulang-ulang dan mampu mengukir keindahan langit legam diatas sana.

Sebelumnya di sore hari menjelang malam, gereja-gereja khususnya di Kota Maumere dibanjiri umat yang hadir untuk merayakan malam natal. Gedung gereja terlihat tak mampu menampung umatnya. Di Katedral saat misa pertama pukul 5 sore dalam pantuan www.inimaumere.com umat yang hadir cukup banyak. Misa dipimpin oleh Rm. Wilfrid Pr yang dalam kotbahnya meminta umat untuk merayakan natal secara sederhana.

Malam Natal di Maumere memang dilewati umat dalam suasana yang sederhana. Tak ada kemewahan, tak ada gemerlap pohon natal yang menjulang tinggi dengan lampu-lampu mewahnya. Natal kali ini adalah natal yang sederhana seperti pula kesederhanaan seorang bayi yang lahir dalam kandang hewan 2000 tahun yang lalu.

Lantas bagaimana perayaan natal di tempatmu ? Tentu banyak kesan yang tertinggal. Seperti pula mereka yang kali ini merayakan natal dalam kesederhanaan karena kehilangan sanak keluarga dalam suatu bencana, merayakan natal dalam keadaan makanan yang serba tak cukup dan mungkin pula merayakan natal dalam kesendirian karena tak ada keluarga dan sahabat disekeliling yang ikut serta merayakan bersama-sama. Tapi itu tak bisa mengurangkan niat untuk menghayati makna natal yang sebenarnya. Natal kali ini merayakan lahirnya seorang bayi yang menjadi Juru Selamat umat manusia dan seluruh bumi bersorak sorai karena Tuhan sudah datang....

Tapi kali ini pula kita perlu merasa prihatin karena di tengah semarak kesederhanaan natal , saudara-saudara kita yang beribadah di sebuah gereja di Bekasi harus terganggu kekhusukkannya akibat ratusan massa yang mencoba menghalangi ibadah mereka. Alasannya karena gereja tersebut belum mendapatkan surat ijin mendirikan bangunan. Kabar tersebut dilansir dalam pemberitaan di Metro TV. Apapun itu dengan tindakan ini kita hanya bisa mengelus dada . Mereka sepertinya tak mengerti betapa indahnya menghayati hidup berdampingan seperti di daratan Flores yang mayoritas beragama Khatolik. Sayang sekali, kenyataan telah berbicara, harusnya setiap tempat ibadah di Indonesia diperiksa, apakah telah berijin atau tidak, tanpa kecuali tempat ibadah apapun itu karena negara ini bukan negara agama.

Sedangkan saat siang hari, perayaan Natal di Kota Maumere berlangsung seperti biasanya. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Jalanan kota langgeng, toko-toko besar maupun kecil ditutup. Pasar tradisional pun sepi. Tapi hampir disebagian besar rumah warga ada perayaan. Nampak penuh suka cita. Musik tentang natal bergema mengiringi tawa suka cita para sanak keluarga yang mampir bersilahrutami sambil mencicipi lezatnya kue natal.

Tapi ditempat lain, para laki-laki tua dan perempuan tua yang kekurangan masih tetap berdagang. Duduk dengan sabar dipinggir jalan dengan menggunakan sarung bermotif tenunan Sikka sambil menjajakan hasil kebun. Ada hiasan kerut dan rambut putih yang tak terurus menghiasi kepenatan mereka, nampak dengan sabar menunggu para pembeli. Di tempat lain beberapa anak-anak muda asik menghabiskan bergelas-gelas moke, sambil mencicipi daging natal.
Natal kali ini juga masih dimaknai dengan pesta pora oleh sebagian masyarakat. Seperti di kota-kota besar yang berlomba-lomba membisniskan pesan natal Betlehem di mall-mall mereka. Berlomba-lomba mengadakan kegiatan ini itu ditempat-tempat mewah namun sayang terlihat seperti menempeleng wajah Betlehem.

Natal kali ini dan besok tetap adalah Natal yang sederhana, pesan yang menjadi pesan sukacita bagi dunia. Bukankah Bayi Yesus lahir dalam kesederhanaan?

SELAMAT HARI NATAL 2009
www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Thursday, 24 December 2009

Tenun Ikat Sikka Masuk SheCan Award

inimaumere.com _ Masyarakat Kabupaten Sikka boleh berbangga dan harus senang, karena Tenun ikat Kabupaten Sikka, NTT masuk SheCan Award Tahun 2009. Sebuah moment mengangkat nama sejumlah wanita Indonesia yang memiliki keberanian dalam mengangkat karya seni dan budaya serta berbagai bidang yang diperankan wanita – wanita Indonesia. Demikian informasi ini diperoleh dari Alfonsa Horeng, kepada inimaumere.com Senin (21/12/2009).

Menurut Alfonsa, SheCan Award 2009 merupakan sebuah program yang memberikan langka awal untuk menyebarluaskan dan mengajak seluruh wanita Indonesia untuk menjadi enlighten (penerang), educate (pendidik) dan empower (pemberdaya) dalam hidup mereka.

SheCan Award 2009 diikuti 38 orang perserta dari berbagai daerah di Indonesia , sementera untuk Propinsi NTT di wakili Alfonsa Horeng. Kegiatan ini telah dilaksanakan, Sabtu (12/12/2009) di Jakarta.

Alfonsa Horeng, merupakan tokoh wanita muda yang sudah lama menekuni dunia tenun sejak menamatkan pendidikan perguruan tinggi di Surabaya. Selain mempromosikan tenun ikat yang ada di Kabupaten Sikka, Alfonsa juga terus belajar dan mempromosikan tenun ikat asli NTT keluar daerah. Karena kesuksesannya, Alfonsa diundang untuk mengikuti acara SheCan Award 2009 di Jakarta .

Menurut Managing Director Tuppeware Indonesia, Nining W. Permana, seperti yang diceritakan Alfonsa, bahwa tujuan dilaksanakan SheCan Award 2009 ini untuk menyokong kemajuan wanita – wanita Indonesia. Yang dimulai dengan langkah pencerahan yang akan diberikan melalui kisah personal dibalik ke 38 orang wanita berdaya Indonesia .

“ Pesan yang akan diberikan wanita – wanita berdaya Indonesia ini adalah supaya wanita Indonesia bisa berkarya bagi diri sendiri dan membawa pengaruh positif itu bagi orang lain dan lingkungan yang ada disekitar anda. Tanpa harus melupakan tanggung jawab anda sebagai isteri dan ibu rumah tangga “ jelas Permana.

SheCan membawa pesan yang sederhana, namun sangat diharapkan bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengembangkan diri dan mencapai potensi kita yang maksimal.

Acara SheCan Award 2009 akan ditayangkan di Stasiun televisi TransTV pada Minggu 27 Desember 2009, jam 4 sore waktu Indonesia bagian tengah. Sebelumnya acara ini juga ditayangkan di Tran7 pada Selasa (22/12/2009) jam 20.00 wita.

Alfonsa Horeng juga menjelaskan minatnya terhadap tenun ikat dimulai sejak menamatkan pendidikan tinggi di Surabaya . Kala itu ia melihat minat generasi muda untuk mempertahankan tenun ikat sangat rendah, sehingga membuat dirinya berusaha untuk mempertahankan tenun ikat.

Meski tidak mudah, Alfonsa mengaku tidak menyerah dan terus berusaha memotovasi, mendorong dan mendidik para wanita di Flores NTT supaya melalui proses tenun dan warna membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi.

“ Saya sangat berharap kiranya, generasi muda di NTT supaya membangun minat dan mau belajar mempertahankan budaya tenun di NTT “ harap Alfonsa.

Sebagai generasi muda Nian Sikka, kita juga harus berani mengikuti jejak Alfonsa Horeng, mengapa tidak? Kita pasti bisa.(djo)

www.inimaumere.com


Awards

Alfonsa-Jerman



Blog Tenun Ikat Alfonsa disini www.alfonsadeflores.com

Selengkapnya...

Tuesday, 22 December 2009

Perempuan Bermata Rembulan di Hari Ibu..

….ibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
penuh maaf dan ampun kasih sayang
ibu adalah kilau sinar kegaiban tuhan
membangkitkan haru insan dengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhan…..(Wiji Thukul)

Perempuan bermata rembulan yang biasa kita panggil ibu, mama, emak, mami, bunda, inang dan nama lainnya telah melahirkan saya dan anda belasan bahkan puluhan tahun silam.

22 Desember 2009 ini adalah peringatan Hari Ibu, secara khusus diberikan untuk sosok wanita yang melahirkan kita. Ingatan kita tentang ibu kembali terkenang saat ini. Pada senyumnya yang tak pernah pudar, pada kesabarannya menuntun kita, pada ketulusan hatinya mendidik kita hingga beranjak dewasa.
Kita selalu menemukan rembulan dimata beliau, yang lembut menenangkan hati juga menghanyutkan, yang meneduhkan juga menyejukkan dan senantiasa membuat hati kita selalu damai. Dan cahaya rembulan itu tak pernah pudar meski usia beliau kian waktu kian renta. Dikeriput matanya bahkan kita bisa menemukan jejak-jejak kisah kesabaran, perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, penderitaan. Juga Maaf tak bertepi.

Bahkan ada ungkapan kata-kata yang sepertinya menyentil kita anak-anaknya..

“Seorang ibu bisa memelihara dan merawat 10 orang anak, tapi 10 orang anak, belum tentu bisa merawat dan memelihara seorang ibu”.

Tanggal 22 Desember dijadikan sebagai hari Ibu, tidak lepas dari jasa Dewi Sartika yang memperjuangkan pendidikan untuk kaum hawa.

Untuk memperingati Hari Ibu kali ini, secara sederhana www.inimaumere.com mempersembahkan sebuah puisi indah karya penyair D Zawawi Imron berjudul Ibu.

Ibu
kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau aku ingat sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa aku bayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyerbak bau sayang ibu menunjuk ke langit,
kemudian ke bumi

aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudra
sempit lautan teduh tempatku mandi,
mencuci lumut pada diri tempatku berlayar,
menebar pukat dan melempar sauh lokan-lokan,
mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu ibu, yang akan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

ibulah itu , bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru dengan sajakku

D Zawawi Imron
1966



ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku...
Selamat Hari Ibu...

www.inimaumere.com



Selengkapnya...

Monday, 21 December 2009

Dan Pale Terima Satya Lencana

inimaumere.com_ Tokoh Masyarakat Propinsi Nusa Tenggara Timur asal Kabupaten Sikka, Drs. Daniel Woda Pale, 05 November 2009 lalu di Istana Wakil Presiden Boediono Jakarta, mendapat anugerah tanda kehormatan satyalencana pembangunan karena telah berjasa ikut membangun negara di bidang lingkungan hidup.
Demikian hal ini dikemukakan Kepala Badan Lingkungan Hidup, Mauritz Da Cunha, saat menggelar konferensi pers di Aula Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka Jl. Jenderal Sudirman, Sabtu (19/12/2009) pagi.

Menurut da Cunha, Anugerah Setyalencana Pembangunan ini diserahkan Wakil Presiden RI Boediono, berdasarkan surat keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 056 / TK / Tahun 2009, tertanggal 28 Oktober 2009.

Pemberian satyalencana pembangunan kepada Daniel Woda Palle ini karena pemerintah pusat melalui kajian terhadap Daniel Woda Pale yang dianggap telah berhasil menggerakan masyarakat melakukan kegiatan penghijauan dengan lamtoroisasi dan tanaman perkebunan seperti mete, coklat dan jenis tanaman lainnya.

Selain berhasil menggerakan masyarakat melakukan kegiatan penghijauan, Daniel Woda Pale juga sukses membangun kerja sama dengan daerah – daerah di luar NTT untuk pengadaan bibit tanaman unggul yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sikka.

Sehingga lahan kritis milik masyarakat yang semula tandus dan selalu mengalami erosi dan longsor menjadi daerah yang subur dan mampu meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat Kabupaten Sikka.

Daniel Woda Pale saat konferensi pers menyampaikan bahwa anugerah yang diterimanya merupakan anugerah milik masyarakat Kabupaten Sikka. Sebab penghijauan di Kabupaten Sikka kala dirinya menjabat sebagai Bupati Sikka merupakan bentuk kerja keras dari masyarakat Kabupaten Sikka sendiri.

Untuk itu, Daniel Woda Pale mengajak seluruh lapisan masyarakat supaya terus membangun niat dan menggerakan diri supaya gemar melakukan penghijauan.


Mamo Dan Pale Jadi Panutan

Mamo (bahasa lio : kakek) Dan Pale bagi kita generasi muda pantas menjadikannya tokoh idola yang patut kita panuti. Kesuksesannya dibidang penghijuan harus kita ambil maknanya, sebagai generasi muda kita tidak boleh tinggal diam, bergerak dan terus bergerak mengikuti contoh kecil dari mamo Dan Pale untuk menghijaukan NianSsikka ini.

Mamo, diusia pensiunnya pun ia terus berusaha tampil untuk memberikan motivasi dan sokongan bagi kita cucu – cucunya. Halaman rumah di Samping Lapangan SMA Sint Gabriel Maumere ditanami berbagai jenis tanaman, walau sekedar mengisi masa pensiun, namun kita juga harus berbuat demikian dihalaman rumah kita.

Mamo Dan Pale, diberbagai kesempatan tidak pernah merahasiakan pengalamannya. Ia selalu berbagi, walau dengan kerendahan hatinya Mamo Dan Pale tidak mau tampil menggurui namun kita sendirilah yang harus belajar dan memaknai setiap cerita pengalamannya.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka M.T. da Cunha keberhasilan Mantan Bupati Sikka itu diantaranya sukses mengurangi lahan kritis dari 151.420 ha menjadi 83.492,44 ha; menjadikan Kabupaten Sikka menjadi Kabupaten yang paling terdepan di NTT dalam hal terasering; berhasil mengantar Kabupaten Sikka meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat berupa Parasamya Karya Nugraha pada tahun 1984; dan keberhasilan di bidang upaya penghijauan, pemberdayaan kakao, mete, cengkeh, dan tanaman perdagangan lainnya.

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan Daniel Woda Pale, berkat kegiatan penghijauan di kali Batik Wair, Kecamatan Lela, kali yang semulanya kering kerontang. Namun pasca penghijauan menjadi sumber mata air baru. Sumber mata air ini melayani kebutuhan warga 3 kecamatan: Lela, Koting, dan Nelle.

Woda Palle pada kesempatan ini juga secara detail mensyeringkan pengalamannya bersama elemen masyarakat Sikka, di antaranya Pater Bolen, da Rato, A.M. Theod, dan Viator Parera, Yaspem, Dian Desa yang telah mendukung pemerintahan yang dipimpinnya dalam pengembangan lamtoronisasi, dan pengembangan pertanian lainnya.

Woda Palle meminta semua elemen masyarakat Sikka untuk terus melakukan upaya konkret atasi masalah lingkungan hidup, meminimalisasi dampak pemanasan global, dan memajukan kesejahteraan masyarakat melalui penanaman tanaman pertanian dan perdagangan seperti kakao, mete, dan komoditas unggulannya lainnya. (djo)

www.inimmaumere.com







Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---