Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 6 May 2010

Bupati Sikka: Pendidikan Membangun Karakter Bangsa

Bupati Kabupaten SIkka Drs. Sosimus Mitang mengatakan,pendidikan merupakan salah satu komponen terpenting dalam membangun karakter peradaban bangsa, oleh karena itu, dunia pendidikan diharapkan menjadi motor penggerak untuk memfasilitasi pembangunan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi NKRI dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Demikian amanat Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, yang disampaikan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di lapangan Kantor Bupati Jalan Eltari Maumere, Senin (3/5/2010).

Mitang mengatakan, pembangunan karakter dan pendidikan menjadi suatu keharusan, karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaanya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat pada umumnya.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Sikka, terdapat 409 orang guru termasuk 7 orang Pengawas Sekolah yang sudah mendapatkan pengakuan profesi melalui program Sertifikasi Guru, dan masih ada yang sedang dalam proses sertifikasi.

“Angka ini menunjukan jumlah guru yang bersertifikasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yang menandakan bahwa kemampuan profesional guru-guru, baik guru negeri maupun swasta dan kemampuan para pengawas sekolah tidak diragukan lagi,” kata Mitang.

Hasil UN Buruk

Selain itu, Bupati Sikka Sosimus Mitang juga menyatakan kekecewaannya atas hasil yang diperoleh pendidikan Kabupaten Sikka pada tahun 2010, karena presentase kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK 2010 mengalami penurunan drastis.

“UN yang menjadi salah satu tolak ukur keprofesionalan guru sangat mengecewakan bahkan hasilnya sangat buruk, karena untuk tahun 2010 prosentase kelulusan SMA tingkat Kabupaten, Kabupaten Sikka hanya memperoleh 18,22 persen, sedangkan SMK hanya 46,26 persen. Jauh menurun dari prosentase kelulusan tahun sebelumnya,” katanya.

Kenyataan ini, harap Mitang, dijadikan pengalaman berharga untuk melakukan perubahan yang dimulai dengan perencanaan yang lebih baik mengarah pada perubahan paradigma perubahan pendidikan kedepan melalui peningkatan kompetensi guru maupun kompetensi murid dimana semua komponen pendidikan tanpa kecuali harus menyadari bahwa hal terpenting adalah proses terjadi di kelas yang menekankan pemberdayaan peserta didik.

Bupati Mitang, pada kesempatan itu mengajak para guru dan pengawas sekolah untuk terus menerus meningkatkan kinerja melalui etos kerja dan disiplin kerja yang tinggi. Kegiatan pembelajaran di kelas harus berbasis pemecahan masalah, oleh sebab itu, manfaatkan semua fasilitas kegiatan pembelajaran itu sebagaimana mestinya, karena guru adalah tokoh kunci yang sangat menentukan pencapaian kompetensi murid sesuai tuntutan kurikulum, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.

“Untuk itu, kepada para guru yang memiliki jabatan guru dewasa, hindarilah prilaku yang tidak sejalan dengan jabatan guru saudara, dan berusahalah untuk meningkatkan kemampuan professional melalui berbagai media yang berkembang pesat di Kabupaten Sikka ini,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya, sebagaimana diberita BENTARA, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka, Yohanes Rana, S.Pd., mengatakan menurunya tingkat kelulusan UN SMA/MA/SMK Tahun 2010 di Kabupaten Sikka, karena rendahnya pemahaman materi – materi yang diujikan secara nasional oleh seluruh komponen pendidikan. Guru dan siswa di Kabupaten Sikka belum sepenuhnya mampu menterjemahkan semua materi dari soal-soal yang diujikan secara nasional.

“Dari hasil evaluasi dengan semua Kepala Sekolah di Kabupaten Sikka, yang kami temukan adalah rendahnya kelulusan tahun ini karena guru dan siswa belum sepenuhnya mempunyai kemampuan menterjemahkan materi-materi yang diujikan secara nasional. Kemampuan para guru kita masih sangat terbatas. Luas dan dalamanya materi yang diujikan secara nasional tidak sama dengan yang diajarkan para guru kita. Referensi guru dalam menyiapkan materi sangat sedikit, apalagi pemahaman materi pun berbeda-beda dengan luas dan dalamnya pemahaman di pusat, ” kata Yohanes Rana. (Wentho Eliando).

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 4 May 2010

Bupati Sikka : Layani Dengan Hati Nurani

Peresmian Kantor KPUD Sikka Yang Baru




Bupati Sikka Sosimus Mitang meminta kepada semua staf dan anggota KPUD Sikka agar bekerja dan melayani sesuai dengan hati nurani serta menghindari segala macam kepentingan politis. Bupati juga mengingatkan bahwa mendekati tahun 2013 beberapa agenda politik akan segera hadir, berbagai macam aksi akan mewarnai dinamika kehidupan perpolitikan. Untuk itu Bupati mengharapkan kepada seluruh keluarga besar KPUD Sikka agar dapat mulai menata dan bekerja dengan baik dimulai dari sekarang sampai menjelang tahun 2013. Demikian sebagian isi sambutan dari Bupati Sikka didepan semua undangan dan Keluarga Besar KPUD Sikka yang berbahagia, Senin (03/05/2010).
Peresmian Kantor KPUD Sikka yang beralamat di Jalan Eltari Dalam Kelurahan Kota Uneng Maumere ditandai penandatanganan prasasti oleh Bupati Sikka dan pengguntingan pita oleh Ketua DPRD Sikka Rafael Raga. Dengan diresmikannya Kantor KPUD Sikka yang baru diharapkan semua staf dan anggota KPUD Sikka bisa bekerja lebih efektif, refresentatif dan nyaman serta jauh dari kebisingan. Dilain kesempatan, Ketua KPUD Sikka Albertus Ben Bao mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Ketua DPRD Sikka yang telah mendukung dan menghibahkan sebagian tanah pemerintah. “Ini merupakan titik awal dari start pembangunan demokrasi kedepan,”ucapnya.

Ben bao juga mengatakan bahwa Kantor KPUD Sikka akan memberikan pelayanan dan akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan data-data. “KPUD Sikka akan bekerja secara transparan dan terbuka, semua data-data akan diberikan bagi masyarakat ingin mengakesesnya,”tambahnya.

Menurut Ben Bao ada 3 warna yang nampak dan merupakan cikal bakal dari sebuah nilai demokasi yakni warna merah, kuning dan putih. Dan menurutnya, didalam demokrasi selalu ada darah dan air mata. “Tapi sebagai penyelenggara, KPUD Sikka memilih warna putih sebagai nilai ketulusan kami menjunjung nilai-nilai demokrasi,”ujarnya.
Menurutnya pula, KPUD Sikka memiliki falsafah laksana matahari, bulan dan bintang yang sama-sama bercahaya tapi tak pernah merasa bahwa ada yang lebih. “Kami adalah satu kesatuan yang utuh,”ujarnya.

Sedangkan Ketua DRD Sikka Rafael Raga dalam sambutannya berharap agar KPUD Sikka tetap bekerja secara profesional dalam berbagai kegiatan demokrasi di Kabupaten Sikka. “Dengan dukungan sarana kantor yang baru semoga KPUD Sikka bekerja secara profesional, memahami referensi poroduk-produk hukum serta tetap berada dalam kinerja yang baik,”harapnya.

Peresmian Kantor KPUD Sikka yang baru juga diwarnai dengan penanaman anakan pohon beringin oleh Bupati Sikka Sosimus Mitang, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga dan Felix Wodon yang mewakili Partai Politik. Sedangkan penanaman anakan pohon mahoni oleh Ketua KPUD Sikka Ben Bao.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Anggota DPRD Sikka, Para Camat, Unsur Pimpinan Kabupaten Sikka, Pimpinan SKPD Sikka, Pimpinan Parpol, Mantan Ketua KPUD Sikka Robby Keupung, Tokoh Masyarakat Daniel Woda Pale, Rektor Unipa dan undangan lain.

Profil Kantor KPUD Sikka

Kantor KPUD Sikka yang baru beralamat di Jalan Eltari Dalam, Kelurahan Kota Uneng Kota Maumere. Bangunan yang berada dalam kawasan dimana terdapat perkantoran pemerintahan Kabupaten Sikka ini berdiri diatas sebidang tanah aset pemerintah daerah seluas 3294 m2 dengan luas total bangunan 396m2. Pembangunan gedung Kantor KPUD Sikka ini diambil dari APBN dengan total biaya sebesar Rp. 714.432.000.

Gedung Kantor KPUD Sikka ini terdiri dari dua bangunan utama yakni Gedung Kantor KPUD yang berdiri diatas tanah seluas 276m2 yang terdiri dari ruangan kerja 5 Anggota KPUD, 5 Ruangan Kerja Sekretaris dan Kasubag, 4 (empat) Ruangan Staf, 1 (satu) Ruangan Perpustakaan dan 1 (satu) Ruangan Data.

Sedangkan satu ruangan lagi yang terpisah dari Gedung Kantor KPUD Sikka adalah Ruangan Aula seluas 120m2. Ruangan Aula ini diperkirakan bisa menampung hingga 150 orang.


Bupati Sikka, Menanam anakan rimba

Ben Bao, Ketua KPUD Sikka

Wakil Bupati Sikka

Bupati Sikka (kiri) dan Dan Woda Pale(kanan)




www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Sunday, 2 May 2010

From Maumere With Love...

Mendebarkan, Nona Lolos Tanpa Didampingi Mama Lili...




Semua menahan napas ketika Nona, konstetan berdarah asli Maumere (Flores) di putuskan berada dalam zona kritis. Apalagi, saat itu Nona harus berjuang sendiri diatas panggung tanpa didamping sang bunda tersayang Mama Lili. Air mata tak kuasa dibendung, jatuh perlahan membasahi pipi mungilnya. Nona berdiri tegar sambil menantikan penilaian 100 Juri Vote Lock Mamamia kepada Selvi, konstetan Mamamia lainnya. Ditangannya, Nona memiliki nilai 67 dan bersaing melawan Selvi untuk menentukan satu konstetan yang tersingkir. Detik-detik yang mendebarkan semakin terasa, suasana tarasa hening, semua menahan napas sambil memohon dalam hati, bahwa ada satu keinginan dan harapan untuk melihat Nona tetap berdiri di panggung Mamamia Show Indosiar 2010. Dan ketika nilai Selvia tak melewati nilai 67, seketika itu juga segala macam kebahagiaan ditumpahkan, semua bertepuk tangan, berteriak, berjoget dan halaman Paroki Gereja Bolowolon yang beralaskan tanah menjadi tumpahan kemenangan semua pendukung Nona.

Nonton Bareng Dukung Nona dan Mama LiLi di Mamamia Show Indosiar 2010 yang berlangsung di Halaman Paroki Gereja Bolowolon, 5 Km dari Kota Maumere di selenggarakan oleh www.inimaumere.com dan Komunitas Kampoeng Hijau serta didukung sepenuhnya oleh keluarga Besar Paroki Gereja Bolowolon, Ramayana Motor (dealer sepeda motor Yamaha) Maumere, Toko Buku Gramedia Maumere, Pusat Data Elektronik (PDE) Setda Kabupaten Sikka, Surat Kabar Harian Fajar Bali, Koran Mingguan Suara Flores, www.bentara-online.com, Radio Rogate FM.

Kemenangan Nona melewati zona kritis ini membuat beberapa pendukung Nona tak bisa menahan air mata yang tumpah perlahan di pipi-pipi legam mereka. Pendukung Nona bernama Ati asal Desa Blatat Kabupaten Sikka terlihat menghapus titik air mata yang telah membentuk lukisan kecil dipipinya. Dengan tegar ia tetap mencoba menatap layar didepannya, menantikan saat-saat mendebarkan yang menggoda jantung kecilnya. Ia akhirnya tersenyum bangga, mengepalkan tangannya ke udara dan berteriak lepas menembus langit kelam diatas sana. Nona lolos dari lobang jarum.

Tangisan kemenangan juga tumpah dari para pendukung Nona yang lain. Didepan layar dengan tubuh berselimut utan (sarung), perempuan-perempuan setengah baya diam-diam menumpahkan butiran-butiran airmata mereka ditengah pekik kemenangan yang lepas dari tubuh-tubuh yang bersorak riang. Di pagar rumah yang tak jauh dari layar, seorang anak sekolah dasar bergelayut manja ditengah dinginnya malam, ia tak mempedulikan tubuhnya yang duduk beralaskan tanah berdebu menahan sedih, tak disangka hatinya telah perih dipermainkan oleh situasi yang membuat Nona yang berada di zona tak aman.

Pendukung Nona lainnya, Frater Hans asal Jerman, Pastor Paroki Gereja Bolowolon yang juga menyaksikan Nonton Bareng tak kuasa ikut serta dalam kegembiraan pendukung Nona. Menurutnya ia sangat senang karena Nona bisa melewati sebuah keadaan yang tak pernah diinginkan pendukungnya. Menurutnya pula, Nona sebenarnya tampil bagus tapi entah kenapa harus berada dalam zona kritis. Kepada Panitia yang telah menggelar Nonton Bareng Frater Hans menyatakan terima kasih karena dengan digelarnya nonton bareng umat paroki kembali berkumpul bersama.

Mency, pelajar SMPK Frater Maumere juga menyatakan sangat senang bisa ikut dan terlibat dalam kegiatan nonton bareng ini. “Sangat senang sekali kaka’, dibandingkan nonton di rumah disini lebih asik karena bisa berkumpul bersama teman-teman lain. Kalo dirumah jadinya malas karena tak ramai dan meriah,”komentar Mency sebelum Nona tampil bernyanyi. Hal senada juga disampaikan Tino, teman Mency yang menyatakan bahwa nonton bareng ini lebih berkesan karena bisa berkumpul bersama teman-teman memberikan dukungan bagi Nona.

Meriahnya Nonton Bareng Mendukung Nona dan Mama Lili yang digelar di Halaman Paroki Gereja Bolowolon ini selain melibatkan umat paroki Bolowolon juga menghadirkan pendukung Nona dari berbagai kampung seperti dari Ili, Blatat dan lain-lain. Satu bis dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka dan beberapa kendaraan swadaya sendiri dari desa-desa tersebut digunakan untuk menghadirkan sejumlah pendukung Nona ke lokasi nonton bareng. Di arena nonton bareng, masyarakat membludak, memenuhi setiap sudut lokasi terutama halaman paroki, halaman rumah warga dan berjubel dijalan protokol. Semuanya memberikan dukungan moril bagi Nona yang tampil membawakan lagu berjudul Wonder Women dari Wulan Jameela.

Nonton bareng ini dipandu oleh MC Roger dan diisi pula oleh berbagai kuis yang dipersembahkan oleh Toko Buku Gramedia. Acara juga dimeriahkan organ tunggal dengan musisi Tomy yang mengiringi penyanyi dadakan yang diambil dari pendukung Nona.

Dengan berhasilnya Nona melewati zona kritis, Nona memastikan langkahnya di Babak Enam (6) Besar Mamamia Show Indosiar 2010. Bagi semua pendukung Nona dan Mama Lili dimana saja berada, pastikan selalu untuk memberikan dukungan doa bagi dara yang rendah hati ini, semoga dukungan terhadap Nona yang tak pernah surut membawa Nona dan Mama Lili melaju hingga ke putaran final, semoga..!!

DariMaumere Untuk Nona......








www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Fenomena Listrik “Mate Moret” Di Sikka

• Akhir 2010 PLTU Ropa Beroperasi

Listrik padam tanpa jadwal oleh masyarakat dengan “Sara Sikka”nya mengatakan “Mate Moret” terjadi seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Kondisi ini adalah fenomena sosial yang hingga kini masih mewarnai kehidupan masyarakat, baik masyarakat pedesaan maupun masyarakat kota Maumere. Hemat energi dan perawatan mesin listrik adalah jawaban klasik ketika masyarakat berusaha mempertanyakan.
Secara sosial dan ekonomi, listrik “mate moret” terjadi sangat merugikan dan meresahkan masyakarat. Masyarakat dirugikan, karena tersendatnya aktifitas sosial yang membutuhkan energi listrik. Misalnya, kegiatan belajar mengajar, pelayanan masyarakat disektor pemerintahan dan masih banyak lagi.

Secara ekonomi, kerugian yang dialami oleh masyarakat juga sangat besar. Masyarakat menderita kerugian pada perangkat elektronik, seperti kerusakan pada televisi, tape recorder, radio, komputer, kulkas, bolam penerang rumah. Tidak hanya itu, masalah lain adalah mandeknya aktifitas ekonomi lokal yang berpotensi strategis, seperti jasa pertokoan, industri rumah tangga dan lainnya.

Selain listrik “mate moret”, banyak masyarakat di pedesaan juga hingga saat ini belum menikmati fasilitas penerangan listrik. Biaya pemasangan baru sangat tinggi dan syarat-syarat lain yang menurut masyarakat sangat berbelit-belit adalah salah satu faktor penyebab masyarakat pedesaan belum menikmati penerangan listrik.

Lebih parah lagi, lampu-lampu jalan di kota Maumere maupun di desa-desa berlistrik tidak berfungsi dengan baik. Di malam hari, sepanjang jalan di kota Maumere –kota yang kata orang paling maju di pulau Flores ini gelap gulita. Padahal setiap bulan masyarakat pengguna jasa listrik tetap saja dikenai biaya Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 8% (delapan persen). Masyarakat tetap dibebankan dengan biaya rekening listrik tanpa kurang satu rupiah pun.

“Tapi kami tidak melihat ada lampu jalan yang dipasang di sepanjang jalan. Dimana PPJ yang kami bayar setiap bulan?,” tanya Benediktus Daeng, salah seorang warga Wairotang, Kecamatan KangaE.

Ropa Beroperasi

Masyarakat Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende boleh sedikit mengelus dada, pasalnya, aliran listrik yang diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Ropa Kabupaten Ende akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2010. Saat ini, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Flores Bagian Timur sedang melakukan persiapan pemasangan instalasi ke semua tower yang tersedia di kedua wilayah tersebut.

Kepada wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Kepala Cabang Kepala Cabang PT. PLN Flores Bagian Timur Robert Rumapea mengatakan semua pendukung pengoperasian PLTU Ropa mulai dari pembebasan lahan, pemasangan tower telah selesai dikerjakan. Tinggal pemasangan instalasi di semua tower yang tersedia.
“Kami pastikan pada akhir tahun 2010 PLTU Ropa akan beroperasi di wilayah Kabupaten Sikka,” katanya.

Robert Rumapea yang didampingi Asisten Manajer Administrasi Made Mahesa, mengatakan Kabupaten Sikka merupakan kabupaten yang paling siap menerima aliran listrik dari PLTU Ropa, karena sejak awal persiapan hingga saat ini belum ada masalah. Para pemilik lahan yang akan digunakan untuk pemasangan tower dengan sangat baik menyerahkan tanahnya untuk kepentingan pemasangan tower.
“Soal pembebasan lahan tidak ada masalah, semua ganti rugi sudah selesai. Para pemilik tanah dengan sangat etiket baik menyerahkan tanahnya untuk kepentingan pemasangan tower,” ujarnya.

Saat pembebasan lahan, kata Robert, PT. PLN Flores Bagian Timur juga dibantu Tim 9 yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Sikka, sehingga semua urusan berhubungan dengan pembebasan lahan dapat terselesaikan secara baik.
“Kami dibantu Tim 9 yang dibentuk Pemkab Sikka,” katanya.

Robert menjelaskan saat ini telah dipasang sebanyak 87 tower dengan jarak masing-masing tower 100 meter persegi. Kini tower-tower tersebut telah berdiri dari Kota Baru (Kabupaten Ende), hingga Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Alok Barat di wilayah Kabupaten Sikka.
Sedangkan gardu induk telah disediakan lahan seluas 1,5 hektar dan rencananya akan berlokasi di 2 wilayah, yakni 1 di Kabupaten Ende dan 1 di wilayah Kabupaten Sikka.

Pada tahap pertama nanti, lanjutnya, PLN akan memasang daya sebesar 7 Megawatt. Tapi dalam pelaksanaannya, PLN akan sangat selektif mengalirkan aliran listrik tersebut. “PLN akan selektif berdasarkan besarnya kebutuhan akan pemakaian listrik sehingga semua kebutuhan akan listrik di wilayah Kabupaten Sikka dapat terpenuhi,” katanya. (Wentho Eliando)

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Thursday, 29 April 2010

OMK Katedral Maumere Siap Gelar Aksi Peduli Bagi Korban HIV/AIDS


Aksi peduli bagi korban-korban virus mematikan HIV/AIDS tak pernah surut di berbagai pelosok dunia. Tak ketinggalan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Katedral Maumere pun beraksi, bersama-sama mereka bergandengan tangan membangun kepedulian terhadap bahaya dan epidemi HIV/AIDS dengan melakukan serangkaian kegiatan positif bertema OMK Peduli HIV/AIDS 2010.

OMK Peduli HIV/AIDS ini direncanakan akan berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 13 Mei sampai dengan 15 Mei 2010 di Maumere.


OMK Peduli HIV/AIDS akan diisi dengan serangkaian kegiatan seperti Workshop OMK Peduli HIV/AIDS, Jalan Sehat, Pemasangan pita peduli HIV/AIDS, Penyebaran brosur/pamphlet, Undian Berhadiah yang akan berlangsung dari tanggal 13-14 mei 2010.

Kegiatan dilanjutkan pada tanggal 15 mei 2010 dengan serangkaian acara lagi seperti Memorial Candle Night: bazaar, pameran, band dan hiburan serta ditutup dengan renungan kenangan terhadap korban HIV/AIDS.

Sebelum kegiatan diatas berlangsung, kegiatan akan dimulai dengan beberapa perlombaan yang melibatkan anak-anak muda. Kegiatan tersebut adalah Lomba Poster dan Lomba Penulisan Esai. Kedua perlombaan tersebut akan diawali dengan sosialisasi perlombaan dari tanggal 25-30 April 2010.

Untuk Lomba Poster,pengumpulan poster akan berlangsung dari tanggal 1 mei hingga 9 mei 2010 di Sekretariat Paroki Katedral St Yoseph Maumere yang berlamat di Jalan Sugiopranoto 2 Maumere. Seleksi penjurian akan berlangsung dari tanggal 10-14 mei 2010 dan pengumuman pemenang pada tanggal 15 mei 2010 di Aula Katedral Maumere, demikian dikatakan Hendrik Jon, Ketua Panitia OMK Peduli HIV/AIDS kepada inimaumere.com.

“Sedangkan untuk Lomba Penulisan Esai, pengumpulan Esai peserta dibuka dari tanggal 1 sampai 9 Mei 2010 di Sekretariat Paroki Katedral St Yoseph Maumere. Seleksi dan penjurian akan berlangsung dari tanggal 10 sampai 14 Mei 2010 dan pengumuman pemenang akan diumumkan tanggal 15 Mei 2010 di Aula Katedral Maumere,” tambah Jon.

Menurut Jon, kegiatan OMK Peduli HIV/AIDS bertujuan agar masyarakat umum dapat memperoleh informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan orang muda katolik juga dapat memperoleh pengetahuan dan kewaspadaan dini terhadap bahaya HIV/AIDS.
Selain itu lanjut Jon, kegiatan OMK Peduli HIV/AIDS juga bertujuan untuk menjaring kepedulian orang muda katolik terhadap HIV/AIDS dan problematikanya.

“Aksi OMK Peduli HIV/AIDS juga bisa dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi orang muda katolik untuk membangun pergaulan, cara hidup dan perilaku yang sehat dan dapat menjadi wadah penyebaran informasi tentang HIV/AIDS dan perilaku hidup yang positif kepada masyarakat umum,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan OMK Peduli HIV/AIDS 2010 ini direncanakan akan melibatkan 300 orang muda yang berasal dari berbagai utusan seperti OMK Paroki dan OSIS SMA/SMK serta Pemuda GMIT, Remaja Mesjid dan masyarakat umum.

So, bagi kalian yang ingin berpartisipasi di kegiatan ini, jangan lewatkan Aksi OMK Peduli HIV/AIDS tanggal 13 – 15 mei 2010 di MAUMERE.

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Wednesday, 28 April 2010

Gubernur NTT Instruksikan Evaluasi Total Hasil UN

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya langsung merespon terpuruknya hasil Ujian Nasional (UN) di provinsi yang dipimpinnya. Dinas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT diinstruksikan untuk melakukan evaluasi total terhadap buruknya hasil UN itu. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, Thobias Uly kepada Timor Ekspres (grup JPNN) kemarin mengatakan, pihaknya akan segera melaksanakan instruksi gubernur, dengan melakukan evaluasi total terhadap anjloknya hasil UN 2010 khusus SMA/SMK yang baru diumumkan, Senin (26/4).

"Hasil UN ini sudah kami sampaikan ke bapak gubernur dan diminta untuk dilakukan evaluasi total agar bisa dilakukan pemetaan terhadap permasalahan yang kita hadapi dalam pelaksanaan UN tahun ini," kata Uly. Dia berdalih, ada banyak faktor penyebab anjloknya hasil UN tahun ini. Faktor tersebut antara lain, minimnya sarana prasarana pendidikan hingga SDM pendidik yang belum memadai. Termasuk juga daya serap siswa terhadap kurikulum baru yang lebih mengutamakan aplikasi dibanding teori.

Dari sisi guru, jelasnya, sebagian besar sudah memenuhi standar kualifikasi yakni S-1. Namun, baru sebagian kecil yang memenuhi kompetensi. Dengan demikian sangat mempengaruhi siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan. "Ke depan, Dinas PPO NTT akan lebih fokus dalam mempersiapkan siswa untuk mengikuti UN. Hasil tahun ini, lanjutnya, menjadi pelajaran paling berharga karena jauh di bawah prediksi pihaknya. Target yang ditetapkan Pemprov NTT adalah 80 persen atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 72 persen.

Data resmi menunjukkan, secara keseluruan hasil UN SMA/SMK NTT 2010, dari total peserta 35.201 siswa, yang dinyatakan lulus ujian utama sebanyak 16.869 atau 47,92 persen. Sementara yang tidak lulus sebanyak 18.333 peserta atau 52,08 persen.

Sedang untuk tingkat kabupaten/kota, Rote Ndao kembali menempati urutan pertama perolehan kelulusan tertinggi yakni 81,16 persen. Dari total 945 siswa, 767 siswa dinyatakan lulus ujian utama. Urutan kedua ditempati Kabupaten TTU yakni 71,95 persen. Dari jumlah siswa sebanyak 1.918 orang yang lulus ujian utama sebanyak 1.380 siswa. Urutan tiga Kabupaten TTS dengan persentase 71, 89 persen dimana dari 3.116 peserta, yang dinyatakan lulus ujian utama sebanyak 2.240 siswa.

Urutan terakhir atau ke-21 ditempati Kabupaten Alor yakni 12,83 persen. Dari total peserta 1.652 peserta, yang dinyatakan lulus hanya 212 siswa. Urutan kedua dari bawah ditempati kabupaten tetangganya yakni Lembata dengan perolehan 13,06 persen. Dari jumlah peserta sebanyak 758 siswa, yang dinyatakan lulus hanya 99 orang. Kota Kupang menempati urutan kelima setelah Kabupaten Belu. Namun, Kota Kupang mencatat diri sebagai daerah dengan jumlah peserta UN terbanyak yakni sebanyak 4.396 peserta dengan jumlah yang lulus 3.024 siswa.

Menanggapi hal itu, Ketua Penyelenggara UN 2010, I Nyoman Mertha Yasa menambahkan bagi siswa yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang yang akan dilaksanakan 10-14 Mei mendatang. Bahkan, bagi siswa yang tidak lulus diberi kesempatan untuk ujian ulang tidak hanya mata pelajaran yang tidak lulus tetapi terbuka juga untuk mata pelajaran lain dengan tujuan untuk memperbaiki nilai. Yang dipakai adalah nilai terbaik. Disebutkan, saat ini, naskah ujian susulan sedang dicetak dan siap didistrubusi ke masing-masing daerah. (ite/sam/jpnn)
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 27 April 2010

Jeblok, Tingkat Kelulusan Siswa di Kabupaten Sikka

Yang Lulus Bergembira





Sebanyak 2139 siswa dari 3051 siswa SMA/MAN/SMK peserta Ujian Nasional (UN) 2010 di Kabupaten Sikka, NTT, tidak lulus, dan dipastikan harus mengikuti ujian ulangan UN pada tanggal 10 sd 14 Mei 2010 mendatang. Dari data prosentase Kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/MA Kabupaten Sikka Tahun 2010, diperoleh tingkat kelulusan sebanyak 18,20%. Padahal tahun lalu, Kelulusan UN SMA/MA Kabupaten Sikka berada pada prosentase 44,87%. Sedangkan prosentase Kelulusan Ujian Nasional (UN) SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Kabupaten Sikka 2010 mencapai 46,26%, padahal tahun 2009 lalu tingkat kelulusan SMK mencapai 84,66%. Secara keseluruhan, hasil kelulusan tahun ini mengalami penurunan yang mencolok bila dibandingkan dengan tingkat kelulusan tahun lalu.

Lebih memprihatinkan lagi ada 4 (empat) sekolah SMK/SMA/MA yang seluruh siswa peserta UN-nya tidak lulus. Empat sekolah tersebut adalah SMA Negeri Bola (23 siswa), SMA Negeri Roledelu (67), SMK Negeri 2 Maumere (38), SMK Yapenrais (16).

SMK Bina Maritim merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Sikka yang tingkat kelulusannya mencapai 100%. Dari 54 siswa yang mengikuti UN, semuanya dinyatakan lulus.

Dipastikan bagi peserta UN SMA/MA dan SMK yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti UN Ulangan tanggal 10-14 mei 2010. Peserta UN Ulangan dapat mengikuti seluruh atau sebagian mata pelajaran dengan nilai dibawah 5,50 yang dipilih. Nilai yang digunakan adalah nilai yang tertinggi, demikian ketentuan yang digunakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan perihal Penyelenggaraan UN Ulangan.

Untuk lengkapnya, data prosentase kelulusan SMA/MA dan SMK Kabupaten Sikka bisa dilihat dibawah ini :

Prosentase UN SMA/MA Kab Sikka 2010 :

SMA Negeri I Maumere
Jumlah Peserta 313
Tidak Lulus : 169
Lulus 144
46,01%

SMA Negeri II Maumere
Jumlah Peserta : 184
Tidak Lulus 162
Lulus : 22
11.96%

SMAK St.Gabriel Maumere
Jumlah Peserta : 212
Tidak Lulus: 203
Lulus : 9
4,25%


SMAK PGRI Maumere
Jumlah Peserta: 44
Tidak Lulus : 43
Lulus: 1
2,27%

SMAK Yoh. Paulus 11
Jumlah Peserta : 185
Tidak Lulus : 178
Lulus : 7
3,78%

SMAK Bhatyarsa Maumere
Jumlah Peserta :121
Tidak Lulus: 99
Lulus: 22
18,18%

SMAK St Petrus J
umlah Peserta : 82
Tidak LuLus: 81
Lulus: 1
1,22%

MA AT Taqwa Maumere
Jumlah Peserta: 53
Tidak Lulus: 42
Lulus: 11
20,75%

SMAK ALVARES Paga
Jumlah Peserta: 97
Tidak Lulus: 69
Lulus: 28
28,87%

SMAN Nita
Jumlah Peserta: 66
Tidak Lulus :56
Lulus: 10
15,15%

SMAN Bola
Jumlah Peserta: 23
Tidak Lulus :23
Lulus: 0
0,00%

SMAN Talibura
Jumlah Peserta: 112
Tidak Lulus :108
Lulus: 4
3,57%

SMAK Frateran
Jumlah Peserta:127
Tidak Lulus :67
Lulus: 60
47,24%


SMA Muhamadyah
Jumlah Peserta:19
Tidak Lulus :18 Lulus: 1
5,26%

SMAK Roledelu
Jumlah Peserta:67
Tidak Lulus :67
Lulus: 0
0,00%

TOTAL :
JUMLAH PESERTA : 1780
TIDAK LULUS : 1456
LULUS : 324
Prosentase Kelulusan :18,20%



Prosentase UN SMK Kab Sikka 2010 :

SMK St Gabriel
Jumlah Peserta: 222
Tidak Lulus :10
Lulus: 212
95,50%

SMK St Elisabeth
Jumlah Peserta: 97
Tidak Lulus :8
Lulus: 89
91,75%

SMK Tawa Tana
Jumlah Peserta: 21
Tidak Lulus :4
Lulus: 17
80,95%

SMK Talibura
Jumlah Peserta: 32
Tidak Lulus :29
Lulus: 12
37,50%

SMK Yohanes XXIII
Jumlah Peserta: 270
Tidak Lulus :253
Lulus: 17
6,30%

SMK Budi Luhur
Jumlah Peserta: 39
Tidak Lulus :11
Lulus: 28
71,79%

SMK St.Thomas
Jumlah Peserta: 218
Tidak Lulus :178
Lulus: 40
18,53%

SMK Bina Maritim
Jumlah Peserta: 54
Tidak Lulus :0
Lulus: 54
100,00%

SMK Negeri I Maumere
Jumlah Peserta:264
Tidak Lulus :145
Lulus: 119
45,08%

SMK Negeri 2 Maumere
Jumlah Peserta: 38
Tidak Lulus :38
Lulus: 0
0,00%

SMK Yapenrais
Jumlah Peserta: 16
Tidak Lulus :16
Lulus: 0
0,00%

TOTAL :
JUMLAH PESERTA : 1271
TIDAK LULUS : 683
LULUS : 588
Prosentase Kelulusan: 46,26%




Keseluruhan Kabupaten Sikka : Jumlah Total Peserta : 3051
Tidak Lulus : 2139
Lulus : 1912
www.inimaumere.com



Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---