Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 25 October 2010

Dua Belas Jenazah Telah di Evakuasi

10 Korban Lainnya Hari Ini


Dua belas (12) Jenazah sampai dengan saat ini Senin (25/10/2010) pukul 02.00 dinihari telah berada di kamar mayat RS. TC Hillers Maumere. Kedua belas jenazah tersebut telah diindentifikasi oleh tim dokter dari Polda NTT dan Polres Sikka. Ke-12 jenazah tersebut dibawah dari Pantai Ndondo Kabupaten Ende dan tiba sekitar pukul 21.00, Minggu (24/10/2010). Kedatangan jenazah tersebut langsung dikerubuti oleh keluarga korban. Sebelum melakukan indentifikasi, keluarga korban dipersilakan untuk melihat dan mengenali jenazah. Namun, ada beberapa yang tak bisa lagi mengenali jenazah. Kedaan jenazah tak mudah untuk segera diketahui. "Saya punya keluarga ada 7 orang dan saya tak bisa mengenali mereka...,” teriak Susanty histeris. Ia menangis tersedu-sedu. Bukan hanya Susanti, beberapa keluarga korban lainnya juga demikian. Langkah selanjutnya tim dokter meminta keluarga korban agar mengenali ciri-ciri fisik khusus yang terdapat pada korban.

Untuk mempermudah, keluarga korban dipersilakan memberikan data-data khusus dan lainnya pada posko yang telah disiapkan. Wakil Bupati Wera Damianus terlihat berada di kamar jenazah dan berkoordinasi dengan beberapa dokter. Didalam ruangan tersebut terbujur 12 jenazah yang terbungkus dalam kantung jenazah.

Sampai dengan dini hari ini memang baru 12 jenazah yang telah di evakuasi. 10 jenasah lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi yang telah diketahui. Dikabarkan pagi ini ke 10 jenazah tersebut siap di evakuasi ke Maumere.

***
Keluarga korban khususnya yang berasal dari Desa Pogon dan Aibura merasa kecewa dengan perhatian Pemkab Sikka yang menurut mereka kurang peduli dengan bencana ini. Petrus Pare, salah seorang keluarga korban secara terang-terangan menyatakan kekecewaan tersebut. Dari Pogon dan Aibura, ada 15 korban hilang.

“Dimanakah pejabat kita? Kenapa disaat evakuasi baru muncul didepan kami?” ujar Petrus. “Kami warga Pogon dan Aibura mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Ende terutama Bupati dan warganya. Saya melihat sendiri dan merasakan perhatian tulus mereka kepada kami selama peristiwa ini” ujarnya.

Selama peristiwa ini keluarga korban yang berasal dari desa-desa nun jauh di luar Kota Maumere terpaksa berada dihalaman rumah sakit sepanjang hari, jika malam mereka tidur seadanya. Bantuan makan dan minum hanya didapatkan dari kepedulian Suster-suster Sang Timur, yang berada didepan rumah sakit.

Dari desa Pogon dan Aibura telah terindentifikasi 8 dari 15 warga mereka yang hilang, yakni Tekla, Marlin, Agus, Angge dari Desa Pogon, Kloang Rotat dan dari Desa Aibura masing -masing bernama Nori, Lipus Sapi, Buli dan Paulina Pishen.
Sedangkan jenazah lain diluar Desa Pogon dan Aibura masih dalam proses indentifikasi.

Dikabarkan hari ini, Senin (25/10/2010) Gubernur Frans Lebu Raya dan Kapolda NTT akan ke Maumere.

Sebelumnya inimaumere.com menulis salah satu jenazah dari dua jenazah pertama yang dibawah ke RS.Hillres Maumere bernama Mathias Mitan (70), informasi ini didapat dari kamar jenazah. Namun saat keluarga yakni Romo Yan (anak dari Matias Mitan) melakukan pengecekan ternyata korban bukanlah ayahnya. Artinya, ayah dari Romo Yan sampai dengan saat ini masih dalam pencarian.

foto-foto...

Lensa Kamera inimaumere.com di kamar jenazah RS. Hillers





halaman UGD jadi ruang tidur (01.00 wita)..
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 24 October 2010

Jenazah Mulai di Evakuasi ke RS. Hillers Maumere


17 Korban Ditemukan


Tujuh belas (17) korban dari 22 korban tenggelamnya KM Tersanjung telah ditemukan. Dari 17 korban tersebut dua jenazah telah di evakuasi ke RS. TC Hillers Maumere Minggu (24/10/2010), sekitar pukul 17.30 Wita . Kedua jenazah yang diindentifikasi bernama Mathias Mitan (70) dan Buli (32) adalah Ayah dan anak, warga Biket, Aibura, Kecamatan Waigete Maumere. Kedua jenazah ini dieavkuasi dengan menggunakan mobil TAGANA dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka. Tim SAR dan nelayan setempat sampai dengan saat ini masih mencari 5 korban lainnya yang hilang.17 korban ini ditemukan TIM SAR dan nelayan setempat yang selama 3 hari ini rutin menyisir pantai dan perairaan hilangnya ke-22 korban tersebut.

Kedatangan kedua jenazah ini benar-benar disambut keluarga korban dengan tanda tanya. Pasalnya semua tak tahu dengan jelas siapa korban yang dibawah tersebut. Dengan cepat kedua jenazah dibawah menuju kamar mayat. Evakuasi dari mobil menuju ruangan kamar memakan waktu beberapa menit. Bau jenazah menyebar. Pemindahan ini ditonton puluhan masyarakat. Sampai dengan berita ini dinaikan, evakuasi 17 korban masih berlangsung dari Pantai Ndondo Ende menuju RS. Hillers Maumere.

Posko Musibah KM Tersanjung yang dibuka dan berada didepan SMUN 1 Maumere mulai pukul 1 siang mendapatkan laporan dari lapangan yang mengabarkan ditemukannya sesosok mayat. Laporan ini berasal dari nelayan bernama Untung asal Palue yang bersama nelayan lain melakukan pencarian dengan menggunakan KM Elang Laut. Beberapa menit kemudian Untung mengabarkan menemukan lagi 3 sosok mayat. Penemuan ini terjadi di perairan Woja, Palue. Penemuan ini terus berlanjut dari jam ke jam. Selain Untung, nelayan Yance dan Manto Sadipun anggota Polisi menemukan lagi beberapa sosok mayat. Total hingga sore, telah ditemukan 17 mayat dan semuanya berada di Palue.

Di pantai Ndondo Kabupaten Ende, selama terjadinya musibah telah dilakukan ritual adat Flores. Tak ketinggalan Bupati Ende Don Bosco Wangge dilaporkan selama dua hari ini selalu berada di Pantai Ndondo untuk memantau dan memberi dukungan bagi TIM SAR di lapangan.

Dari 22 korban yang hilang, 15 diantaranya berasal dari Kloangrotat dan Aibura. Mathias Mitan dan Buli adalah bapak anak yang berasal dari Aibura. Keduanya adalah ayah dan adik dari Romo Yan. Salah satu adik Romo Yan bernama Sam, selamat dari peristiwa tersebut.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 23 October 2010

22 Korban Belum Ditemukan

Kisah Pilu Usai Tabisan Imam..
Keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor Tersanjung tak bisa menyembunyikan perasaan mereka. Setiap kali ada mobil yang masuk dan berhenti didepan UGD dalam sekejap dikerubungi. Bukan hanya ingin melihat siapa yang dibawa tapi juga ingin sekali mendengar berita terakir tentang penyelamatan. Meski sia-sia tapi hal itu terus dilakukan.
Di Beru, dirumah salah seorang korban tenggelamnya KM Tersanjung bernama Thomas Aquino keluarga berkumpul dan melakukan doa bersama untuk memohon keselamatan korban. Thomas Aquino yang biasa disapa Tommy adalah seorang yang ikut menjadi korban. Tommy ikut serta ke Palue dalam kapastasnya sebagai pemain keyboard dalam perayaan Tabisan Imam Katolik. Selain Tommy, Om (dede) kandungnya bernama Dolfus dan istrinya Erni ikut serta menjadi korban yang belum ditemukan hingga kini.


Banyak cerita mengenai peristiwa tragis tersebut. Banyak yang bilang bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 13.15 wita (22/10.2010). Dan sekitar pukul 16.00 baru berita naas tersebut menyebar luas. Romo Yan, asal Aibura merupakan salah satu keluarga korban yang masih menunggu berita terakhir tentang pencarian korban. Adiknya bernama Sam selamat tapi ayahnya dan adiknya Budi hilang dan belum ditemukan hingga kini. Sam kini dalam perawatan intenssif di RS. TC.Hillers.

Ada lagi seorang anggota polisi yang berhasil menyelamatkan istri, anak bayinya (berumur 1 tahun) dan seorang wanita dengan menggunakan sebatang kayu.

Kisah tenggelamnya KM Tersanjung yang berangkat dari Palu’e menuju Maumere kini menjadi pusat perhatian masyarakat Kabupaten Sikka. Cerita tentang tenggelamnya kapal yang membawa 66 penumpang ini dibicarakan dimana-mana.

Sampai dengan berita ini ditulis, pencarian terhadap 22 korban tenggelamnya KM Tersanjung belum menemukan hasil. Tim SAR dan sejumlah tim pencarian korban masih terus melakukan sisiran di perairan Ndondo, Laut Flores, Kabupaten Ende.

Informasi menyebutkan, untuk membantu pencarian korban warga setempat melakukan ritual adat. Ritual adat dalam suku Flores sering dilakukan untuk meminta dukungan dari para leluhur, demikian dikatakan Wento yang sebelumnya berada di Pantai Ndondo. Sedangkan di Unit Gawat Darurat RS. TC Hillers, puluhan keluarga dari korban hilang masih menyemuti halaman UGD.

Daftar nama-nama korban yang dirawat di UGD RS. TC Hillers bisa dilihat disini.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tersanjung di Hantam Gelombang, Maumere Berduka

Daftar korban dari Unit Gawat Darurat RS. Hillers
Maumere berduka. Flores berduka. Kapal Motor TERSANJUNG berbadan kayu bermuatan 66 penumpang tenggelam dalam perjalanan dari Pulau Palu’E menuju Maumere, ibukota Kabupaten Sikka Flores. Kapal tersebut tenggelam di sekitar Tanjung Watumanuk perairan Ndondo Kabupaten Ende kira-kira pukul 16.00 Wita, 22 Oktober 2010. Hingga sampai dengan saat ini, Unit Gawat Darurat Rumah Sakit TC. Hillers terus didatangi keluarga korban yang ingin mengetahui kondisi dan keadaan terakhir. Raut wajah mereka terlihat sedih dan mengharukan. Ada pula yang menangis. Tak ayal, cerita dan kabar tentang korban yang selamat menjadi sesuatu yang sangat diharapkan.
UGD RS. TC. Hillers Maumere sampai dengan siang ini mengeluarkan daftar nama-nama korban tenggelamnya kapal tersebut yang sempat dirawat. Dari daftar tersebut sampai dengan berita ini dinaikan ada 32 korban dengan 8 korban rawat inap dan 24 korban yang diperbolehkan pulang. Dua orang biarawan Romo Arnold Ladjar dari Kloang Rotat dan Romo Soivester Ola dari Paroki Bola termasuk korban yang dirawat.

Pasangan suami istri bersama bayi mereka berumur 1 tahun juga berhasil diselamatkan dan kini masih dirawat di RS, TC Hilers.

Berikut daftar nama-nama korban yang sempat dirawat di UGD RS. TC Hillers :

1.Sisilia Luju 50 Tahun Tempat Tinggal (TT) Nangahure, Rawat Jalan

2.M. Goreti Noe, 35, Palu3 Desa-Raga Koe, MRS Ruang Flamboyan

3. Emilianus Samson 30 tahun, Aibura, MRS Ruang Flamboyan

4. Maria Sabu, 64 Kampung Nara-Palue, Rawat Jalan

5. Marni, 15, Pensip, RMS Mawar

6. Fatima, 32, Madawat/PU, MRS Mawar

7. Avita Bura, 19, Kubit/ Aibura, MRS Flamboyan

8. Mathilde Nara Ita, 27, Wairkoja, Aibura, MRS Flamboyan

9. Afridus Nero, 32, Palue, Rawat Jalan

10. Agustinus Ferdinandus, 33 tahun, Madawat/depan Kantor Agama, Rawat Jalan

11.Romo Arnold Ladjar, 47 tahun, Kloanrotat, Rawat Jalan

12. Marianto Tongge, 20 tahun, Nitung/Palu’E, Rawat Jalan

13. Romo Solvester Ola, 42 Tahun, Paroki Bola, Rawat Jalan

14. Edita,28 tahun, Larantuka (polisi), MRS Flamboyan

15. Marserano, 1 tahun, Larantuka, MRS Flamboyan

16. Alfons Langga, 26 tahun, Larantuka, Rawat Jalan

17. Alexander Gapun, 43 tahun, Aibura, Rawat Jalan

18. Arnoldus Adi Sucipto, 25 tahun Wolokoli, Rawat Jalan

19. Bartolomesu Endi, 31 tahun, Biket, Rawat Jalan

20. Paskalis Sisvester, Mudung/Aibura, Rawat Jalan

21. Theresia Tia, 37 tahun, Desa Rokirole,Rawat Jalan

22. Maria Kristina, 19 tahun, Kebon, Rawat Jalan

23. Maria Imakulata, 19 Tahun Kebon, Rawat Jalan

24. Kristoforus Wangga, 19 tahun, Palu’e, Rawat Jalan

25. Ricky Ricardus Toka, 26 tahun, Palue, Rawat jalan

26. Maria Fianjuken, 14 tahun,Kpa, Rawat Jalan

27. Marta Meti, 31 tahun, Koa, Rawat Jalan

28. Maria Lano, 28 tahun, Koa, Rawat Jalan

29. Firdaus Rewak Buran, 32 tahun, Centrum, Rawat Jalan

30. Elfaristo Esilli, 18 tahun, Kabor, Rawat Jalan

31.Sandi Gapun, 43 tahun, ......... Rawat Jalan

32. Albert Mie, 23 tahun, Palue, Rawat Jalan


Hingga Sabtu pagi, tim SAR dari Lantamal Maumere dan Polisi Air Maumere TAGANA dan DKP dibantu kapal-kapal nelayan setempat terus melakukan pencarian.

Radio Rogate Fm melaporkan, jumlah korban yang dievakuasi sampai dengan malam tadi pukul 24.00 wita berjumlah 44 orang (termasuk 2 rohaniawan, Romo Sil & Romo Arnold) dan seorang bayi berumur 1 tahun 4 bulan, sedangkan 8 orang lainnya dievakuasi ke Palue, semuanya dalam keadaan selamat. 22 orang dinyatakan masih hilang. Jumlah penumpang secara keseluruhan sebanyak 66 orang. Hingga saat ini, 36 korban selamat sudah dibawa ke RSU dr. TC. Hillers – Maumere.

Pulau Palue letaknya sekitar 45 mil dari Maumere, dan masuk dalam wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Sikka, meski letaknya lebih dekat dengan wilayah pemerintahan Kabupaten Ende.

Menurut informasi, KM Tersanjung dihantam gelombang besar di sekitar Tanjung Watumanuk sehingga membuat kapal oleng yang akhirnya tenggelam.

Baca juga 22 Korban Belum Ditemukan

Selengkapnya...

Monday, 18 October 2010

Entete Voice, Suara merdu Orang NTT..

Konser Solidaritas bagi HUT RS. Lela

Puluhan pasang mata tak berkedip. Tepuk tangan dan sorak riuh disetiap lagu membahana di Aula Hotel Silvia, Kamis (14/10/2010). Mendung pekat dan hawa dingin terusir perlahan. Suasana bertambah hangat ketika grup band akustik Entete Voice memperdengarkan beberapa lagu bergaya oldies, samba, rock & roll, acapela maupun country. Kehangatan kian menjadi-jadi. Entete Voice yang hadir tanpa gitaris Andry Bait melakukan kolabosari bersama penyanyi yang pernah menguasai panggung festival di Jawa Timur, Kons Lamak. Lagu When I need You menjadi kian sempurna dan lengkap menghibur undangan dan pecintanya. Tampil dengan suara khas, Entete Voice mampu membuat penonton terkesima. Seolah-olah terhinoptis. Kualitas musik dan suara mereka memang sudah pantas untuk ke jenjang internasional. Selain memukau mereka pun tampil profesional.

Kehadiran kelompok musik akustik asal Kota Malang ini rupanya mampu menghapus dahaga para penikmat musik di Kota Maumere. Apalagi anak-anak Entete ini benar-benar tampil all out. Meski undangan yang datang tak begitu banyak, tak menyurutkan semangat para musisi yang berasal dari berbagai daerah di NTT ini untuk menyajikan musik berkualitas lewat aksi dan suara merdu mereka.

Selain menyambangi daerah kelahiran, kedatangan Entete Voice juga dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Lela ke-80, sebuah rumah sakit yang berada di Kabupten Sikka, Flores. Penampilan mereka juga sebagai wujud nyata dan aksi solidaritas bagi sesama. Dalam konser bertajuk 'Dalam Semangat Solidaritas bersama Entete Voice dan R.S.Elisabeth Lela Kita Melayani dengan Cinta untuk Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Sikka yang Sehat dan Sejahtera" Entete Voice mengadakan penggalangan dana dalam Sesion Lelang Lagu.

Hadir dalam acara itu, Sekda Kabupaten Sikka Sipri da Costa, sejumlah tokoh masyarakat, para pastor dan pendeta, Direktur RS Lela dan lain-lain. Hadir pula para undangan dan pecinta Entete Voice Kota Maumere.

Dua lagu rohani diawal konser menjadi hadiah manis bagi penonton. Begitu pula dibeberapa nomor lainnya seperti Ofalangga (daerah Rote), Mana Lolobanda, Hard To Say I’m Sorry, dan beberapa nomor cantik lainnya.

Selain berduet bersama Kons Lamak, Entete Voice berkolaborasi pula dengan penyanyi top asal Maumere Yeni Kabupung. Dalam lagu Long Train Run penampilan mereka dihadiahi tepuk tangan meriah.

*************************************************************************************
Rumah Sakit Lela Maumere sekarang ini memilki 100 tempat tidur dan berdiri diatas lahan seluas 39,293 m persegi, kini genap berusia 80 Tahun. Rumah Sakit swasta berkualitas didaratan Flores saat kelahiran pertamanya menjadi satu-satunya penolong bagi semua penderita dan pasien. Rumah Sakit Lela beralamat di Desa Lela, kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Kini bernaung dibawah Yayasan St Lukas Keuskupan Maumere. Dan dr. J. Aliandu, SpB menjadi Direktur Rs. Lela saat ini.
*************************************************************************************

Kehadiran Entete Voice di Maumere adalah yang ketiga kalinya. Meski Andry, gitaris kelahiran Maumere hengkang tapi peforma Entete Voice tetap luarbiasa dan kompak. Ketika Andry memilih out, Entete Voice langsung menarik Yohan Wongkar, gitaris berdarah Manado beristrikan gadis asal Sabu, NTT.

“Tapi Yohan tak bisa berlama-lama karena ada satu dan lain hal, jadi kami harus menemukan satu gitaris lagi untuk menggantikan Yohan,” ujar Darwin, vokalis Entete Voice.

Entete Voice akhirnya menemukan bakat dan talenta dalam diri Ramlan. Lelaki asal Manggarai, Flores ini ditemukan saat Entete Voice melakukan konser di Kota Bajawa, Flores. Tak menunggu lama, Ramlan akhirnya ditarik dan menjadi anggota tetap. Saat tour de Flores, terlihat Yohan dan Ramlan bergantian memanasi panggung pertunjukkan.

“Tak usah diragukan, keduanya pantas untuk bermain bagi Entete Voice,” ujar Hendra da Gomez, penggemar berat Entete Voice Malang.

Saat ini Entete Voice, kelompok musik anak-anak NTT yang terbentuk di Kota Malang bermain di hotel berbintang 5 Sheraton Hotel Surabaya. Grup musik yang lahir dari ngamen lesehan di Kota Malang ini pun dipercaya untuk penggarapan dan arensemen lagu-lagu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden RI. Menurut rencana, album tersebut akan diedarkan pada tahun 2011.

Dengan hengkangnya Andry, Entete Voice kini tampil dengan satu wajah baru yakni Ramlan. Sedang formasi lainnya tetap sama. Pada vocal sekaligus percusion diisi DARWIN MUSKANAN dan WELLY SAMMY, ARDI Vocal / Bass Guitar, YANNY NDURU Vocal / Rhytm Guitar, YUDI HERLAMBANG Drums / Percusion, dan RAMLAN Vocal / Lead Guitar.
Rencanya pada Maret 2011 Entete Voice akan tampil di Indonesian Food Festival yang diadakan di Kota Melbourne, Australia.

Konser Solidaritas untuk RS. Lela sebenarnya berlangsung dua hari. Sayang akibat kurang profesionalnya kerja teknisi sound di lapangan, akhirnya konser di Gelora Samador terpaksa dibatalkan.

"Benar-benar mengecewakan. Satu hal buruk, bahwa Maumere selalu saja tertinggal dan masih kolot dalam menggelar sebuah event musik," ujar salah satu pengunjung yang kecewa.

Tapi sekali musisi tetap musisi. Meski batal di Samador, Entete Voice tetap menggelar penampilan kecil-kecilan bagi beberapa pecintanya di Hotel Silvia Maumere. Selain Entete Voice, group vokal asal Kota Larantuka, Romeo dan penyanyi setempat Onya turut serta memeriahkan malam terakhir Entete Voice di Maumere.

Dalam kariernya, Entete Voice telah menyinggahi banyak tempat dan malang melintang disejumlah hotel berbintang di Jawa dan Bali. Mereka pernah pula bermain disejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, China, Belanda dan Australia. Presiden SBY pernah terpesona ketika Entete Voice tampil dihadapan para petinggi negara. Lagu Bolelebo adalah permintaan SBY untuk dinyayikan Entete Voice. Tak ketinggalan SBY ikut serta bernyanyi dalam iringan Entete Voice.

Entete Voice feat Kons Lamak & Yeni Kabupung


Ketika tampil bersama juara Australia Idol di Darwin Festival, Australia

entete voice, formasi awal '92 (ki-ka:Robby,Andrie,Darwin,Umbu


eNTeTe Voice - THERE GOES MY EVERYTHING (Malang TV 2004)


Bergabung di Facebook Entete Voice

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Dua TKI NTT Bebas Dari Hukuman Mati

Dua TKI asal NTT termasuk dari sembilan TKI yang berhasil dibebaskan dari hukuman gantung mati oleh Pengadilan Tinggi Malaysia.
Sembilan WNI yang bebas dari ancaman hukuman gantung sampai mati adalah Ongkun Majin dan Jepri bin Anggut asal Kalimantan Barat; Maxy Tefa dan Martin Muslim asal Nusa Tenggara Timur (NTT); Joko Subarjo dan Suseno Misri asal Jawa Timur; Mugi Widodo asal Jawa Tengah; serta Kamaruddin Khadapi dan Elis binti Halif asal Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia akhirnya mengampuni Elis binti Halif, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Banteang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Elis dibebaskan dari hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi Wilayah Limbang, Serawak, Malaysia, setelah didakwa dalam kasus pembunuhan atas suaminya, Asman Rada, di rumahnya pada 20 Mei 2009.

"Pengadilan telah menjatuhkan putusan bebas murni terhadap ibu 4 anak ini dari ancaman hukuman gantung sampai mati," kata Konsul Jenderal RI di Kuching, Sarawak, Rafail Walangitan dalam surat keterangan resmi, Sabtu (16/10).

Dalam suratnya Nomor BB 341/Kuching/X/2010 tanggal 4 Oktober 2010, KJRI Kuching menyebut bahwa Elis didakwa atas tuduhan pembunuhan dan ditahan sejak 3 Juni 2009. Tiga di antara empat anak Elis telah dipulangkan ke kampung halamannya oleh KJRI Kuching" atas fasilitas Kemenlu, Kemensos, dan Pemkab Bantaeng. "Seorang anaknya" bernama Muhammad Nurisman lahir di penjara pada Januari 2010 ketika Elis Binti Halif masih dalam proses peradilan," tutur Rafail Dengan bebasnya Elis, KJRI Kuching berhasil membebaskan sembilan WNI yang diadili di dana dari ancaman hukuman gantung.

Kini KJRI Kuching tengah berupaya membebaskan dua WNI di Sarawak yang masih terancam hukuman mati. Yakni, Edi Saputra karena kasus pembunuhan, serta Darsono karena kasus kepemilikan dan pengedaran narkotika serta obat-obat terlarang.

Pembebasan Elis binti Halif ini, menurut KJRI Kuching, bisa terjadi karena sejak pertama dipelajari kasusnya sangat lemah. Setelah diputus bebas, kini Elis dan putranya berada di penampungan KJRI Kuching untuk menunggu proses pemulangan ke kampung halamannya. (zul/dwi/jpnn)
Selengkapnya...

Wednesday, 13 October 2010

Demi Gereja St. Thomas Morus, Delon Akan Tampil di Maumere

Konser untuk Pembangunan Gereja Paroki St. Thomas Morus
Untuk kali ketiga, penyanyi berwajah tampan finalis Indonesia Idol, Delon Idol, akan kembali hadir di Kota Maumere. Kedatangan Delon kali ini berkaitan dengan konser amal pengumpulan dana untuk pembangunan Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere. Konser tersebut akan diadakan tanggal 25-26 Oktober 2010. Romo Kobus, Pastor Paroki Gereja St. Thomas Morus menyebutkan tanggal 25 Oktober 2010 Delon akan tampil di Aula Hotel Benggoan 3 dan keesokan harinya Selasa 26 Oktober Delon akan tampil menghibur penggemarnya di Stadion Samador da Cunha Maumere. Delon yang telah mengeluarkan beberapa album lagu kembali ke Maumere atas undangan panitia pembangunan Gereja St. Thomas Morus Maumere. Sampai dengan saat ini, kata Romo Kobus panitia sudah mempersiapkan segala macam hal berkaitan dengan kedatangan Deloan. Tiket pun telah disebarkan. Persiapan teknis lainnya sedang dikerjakan.

Seperti diketahui, Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere rusak parah saat gempa tsunami menghajar Flores tahun 1992. Gereja dengan bangunan lama tersebut akhirnya perlahan-lahan mulai kembali dibangun diatas bekas reruntuhannya. Dengan tabah umat Paroki St. Thomas Morus bersembayang dibangunan gereja yang berdiri sangat sederhana. Tahun 2008 penyanyi jebolan Mamamia Show, Margareth Siagian diundang untuk penggalangan dana dalam konser amal pembangunan Gereja St. Thomas Morus. Konser tersebut menarik ribuan penonton.

Saat ini Gereja St. Thomas Morus masih terus dikerjakan. Bangunan gereja ini cukup luas dan bergaya moderen. Dengan kedatangan Delon, sangat diharapkan dapat mengumpulkan lagi banyak dana guna penyelesaian proses pembangunan gereja.

“Semoga kedatangan Delon kali ini bisa menghibur masyarakat Sikka khususnya warga Maumere dan pecinta Delon dan juga dengan konser tersebut bisa mendapatkan banyak dana untuk pembangunan gereja,” ujar Romo Kobus.

Menurut rencana Delon akan diarak keliling kota melewati jalan protokol setibanya di Maumere, sebelum menggelar konser hari pertama di Aula Hotel Benggoan 3. Konser di aula tersebut akan dipadukan dengan acara berbagi kasih bersama Delon. Tiket untuk konser pertama seharga Rp.250.000, berlaku untuk dua orang dan sudah termasuk makan malam bersama Delon seusai konser.

Sedangkan dimalam kedua, digelar konser di Gelora Samador da Cunha. Panitia memasang harga tiket masuk bervariasi mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp.25.000.

Maumere memang sangat berkesan bagi Delon. Banyak cerita yang mungkin pernah singgah di hatinya. Ini untuk kali ketiga penganut khatolik taat ini menggelar konser amal di Kota Maumere.
Sebelumnya Delon pernah hadir dalam gelaran Konser Amal Untuk Penyandang Cacat yang diadakan di Gelora Samador tahun 2008 dan Konser untuk Peringatan HUT STFK Ledalero Maumere 2009.

Gereja Paroki St. Thomas Morus (foto 13 Oktober 2010)


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---