Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Friday, 4 March 2011

Perjalanan Dinas Fiktif?


Dugaan Korupsi DPRD Sikka
Seperti gayung bersambut. Setelah Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT, Meridian Dewanta Dado, S.H melaporkan dugaan korupsi perjalanan dinas pimpinan DPRD Sikka, Badan Kehormatan (BK) dan Sekretaris DPRD Sikka menemui Mahkamah Agung, Kepala Kejaksaan Negeri (Kjari) Maumere, memerintahkan bagian intel mengumpulkan data (puldata) dan pengusutan. Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Sanadji, S.H, menyampaikan hal itu melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Maumere, Ahmad Jubair, S.H dikantornya. Ahmad menjelaskan laporan TPDI NTT tentang dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di DPRD Sikka sudah disikapi jaksa. Tim dipimpin Kasi Intel untuk mendalami laporan TPDI.

Laporan Kajari Maumere telah dipelajari Kajari dan telah disikapi dengan proses pengusutan dan pengambilan data lapangan. Tim jaksa mengecek kebenaran perjalanan dinas tersebut dengan melihat fakta yang dilaporkan. “Apa yang akan kami gali dilapangan telah kami konsepkan dan tinggal kami perdalam di lapangan, “ tegas Ahmad.
Anggota DPRD Sikka, Siflan Angie, menegaskan, perjalanan dinas itu tidak dianggarkan dalam APBD II. “Tidak ada anggaran ke MA konsultasikan kasus Alex Longginus. Yang ada anggaran perjalanan penguatan kapasitas anggota Dewan seperti Bimtek, “ tegas Siflan.

Sebelum keberangkatan ke Jakarta, kata Siflan, sudah ada informasi bahwa Alex bebas murni. Namun mereka ngotot ke Jakarta. Apa yang mau dipertanggungjawabkan kepada Dewan. Penjelasan yang diperoleh dari Pengadilan Negeri (PN) Maumere, sama saja menyatakan Alex masih berstatus terdakwa kasus purnabakti. Mereka buang-buang waktu dan uang ke Jakarta. Keputusan status Alex sudah dirilis di website MA dua minggu sebelum ke Jakarta.

“Yang saya sampaikan bukan mencari popularitas. Saya mau tanya urgensinya apa dan hasilnya apa dari perjalanan dinas tersebut. Mau bertemu petinggi MA, ternyata staf panitera menjelaskan status Longginus masih terdakwa,” tegas Siflan.

Ketua Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sikka, Cornelis Soge, menyayangkan perjalanan dinas yang sama sekali tak memberi manfaat kepada rakyat. Biaya yang digunakan tak besar. Tapi penggunaan uang rakyat sepeserpun harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Diberitakan sebelumnya, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dan Felik Wodon, ketua, wakil ketua dan anggota BK, L. BOY, Paolos Nong Susar, dan Petrus Ruamat Pelang serta Sekretaris DPRD, Vincent Hulir diadukan TPDI ke Kejari Maumere, Senin (28/02/2011) pagi. Mereka diduga melakukan perjalanan dinas fiktif ke MA mengkonsultasikan status Alex dalam kasasi kasus korupsi dana purnabakti yang dilakukan Alex semasa menjabat Bupati Sikka. Perjalanan dina fiktif menelan biaya Rp. 90 juta disinyialir tidak dianggarkan dalam APBD.(ris/aly – Flores Star)
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 28 February 2011

Galeri Foto Bawah Laut Teluk Maumere (1)

Perairan Teluk Maumere dikenal sebagai salah satu destinasi penyelaman terbaik di Indonesia sejak pertengahan tahun 1980an hingga awal tahun 1990. Keanekaragaman terumbu karang, serta spesies ikan dan biota laut nan beraneka tercatat dimiliki perairan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Sikka, Flores. Namun gempa Flores dan Tsunami dahsyat yang terjadi pada akhir tahun 1992, kemudian menghancurkan sebagian besar kawasan penyelaman. Peristiwa alam tersebut juga kemudian diikuti oleh degradasi lingkungan akibat overfishing dengan alat yang tidak ramah lingkungan.
Kini dengan seiring perbaikan lingkungan dan kesadaran masyarakat yg semakin meningkat akan kelestarian lingkungan lautnya, Pemerintah Kabupaten Sikka beserta Program COREMAP II Sikka, melakukan sebuah usaha untuk mengembalikan pamor bawah laut teluk Maumere.

Para penyelam sekaligus fotografer bawah air professional dari seluruh Indonesia diundang, yang diharapkan bisa menjadi promosi bagi kehidupan bawah laut Maumere yang kini mulai kembali menunjukan potensinya yang pernah hilang.

Dengan menggelar “Kontes Foto Bawah Air Teluk Maumere” yang dilakukan pada bulan November 2010 lalu, berbagai foto dari hasil jepretan 15 fotografer profesional bawah laut bisa disaksikan dibawah ini.

inimaumere.com beruntung mendapatkan foto-foto dalam "Kontes Foto bawah Laut Teluk Maumere" tersebut dan mempublikasikannya...
Dengan keindahan yang ditampilkan dari berbagai karya foto tersebut, kawasan penyelaman Teluk Maumere tak salah lagi menjadi salah satu tujuan wisata bawah air...

Hele Hala ba'a... :-)


Foto-Foto Bawah Air Teluk Maumere - Coremap II Sikka - BAGIAN PERTAMA


Foto : Johan Setiawan




Foto : Kartika Dewi









Foto: Harry Susanto








Foto : Audrey Jiwajennie





Foto: Puri Lestri




Foto: Ricky Rusli



Foto : Adrianto Mulia



Foto : Heru Suryoko








segera foto-foto bawah air teluk maumere bagian 2

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Sunday, 20 February 2011

Satu Pria Diamankan di Mapolsek Kewapante

Imbau Warga Tak Terprovokasi
Ratusan warga dari berbagai tempat mendatangi Polsek Kewapante, tak jauh dari Pasar Geliting, Jum’ad (18/01/2011). Mereka penasaran dengan seorang pria yang diamankan terkait maraknya isu penculikan anak di wilayah Kabupaten Sikka. Untuk tiba di Polsek Kewapante warga berjalan kaki, menumpang sepeda motor dan mobil. Sesampainya di Malposek Kewapante warga hanya berdiri dan bercakap-cakap. Nampak puluhan aparat berjaga-jaga didepan Mapolsek Kewapante. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengamanan seorang pria itu berawal ketika sebuah mobil kijang yang ditumpangi dua pria didepan toko dekat Pasar Geliting. Seorang pria keluar dari kendaraan sedang seorang pria lainnya berdiri didekat mobil. Tak berapa lama seorang warga menanyakan kepada pria yang sementara didekat mobil.

Warga menanyakan keperluannya berada ditempat itu. Pria itu lalu menyampaikan akan berjualan barang elektronik. Kemudian warga ingin melihat barang elektronik yang dijual pria itu. Pria itu lalu menuju mobil dan ingin membuka pintu mobil. Namun saat hendak dibuka pintu mobil tak bisa dibuka. Pria itu menyatakan kuncinya dibawa teman.

Beberapa saat kemudian pria itu ketakutan dan massa mengejarnya. Beruntung aparat polsek setempat sigap dan mengamankannya di Mapolsek Kewapante. “Sebenarnya kalau dia benar tidak usah lari, pasti massa tidak akan mengejarnya,” kata Dominikus, warga Geliting lepada wartawan di Mapolsek Kewapante.

Kepala Desa Geliting, Paulina meminta koran mengkomfirmasi pihak terkait agar masyarakat tidak diresahkan dengan isu penculikan anak. Beruntung pihak keamanan cepat. “Kalau tidak mobil bisa dibakar dan orangnya habis,” kata Wakapolres Sikka Kompol Eko Wagiyanto yang dikomfirmasi memebenarkan diamankannya satu pria dan mobil. Ia menegaskan pria yang diamankan tidak ada kaitannya dengan isu yang santer terjadi. Pria itu, kata Eko, hanya penjual barang elektronik.

Eko mengatakan polisi telah menanggapi serius untuk mengungkap tindak pidana yang berkaitan dengan isu yang sedang menghangat. Sejauh ini polisi belum menemukan ada fakta kebenaran terkait isu penculikan.

Terkait kebenaran isu tersebut, Eko mengatakan polisi tidak bisa menganganggap laporan itu sebagai isapan jempol belaka. Setiap laporan dari masyarakat ditindaklanjuti.

Sementara itu Polres Sikka menyebarkan selebaran imbauan ditandatangani Wakapolres Sikka, Kompol Eko Wagiyanto. Selebaran yang dibagi-bagikan kepada warga yang datang di Mapolsek Kewapante, menghimbau masyarakat tidak cepat percaya atau terprovokasi dengan isu-isu menyesatkan baik lewat telepon atau SMS yang pengirimnya mengatasnamakan kapolsek dan kapolres.

Bila mengetahui ada pelanggaran hukum yang dapat menganggu ketertiban umum, kata Eko, warga diminta untuk melaporkan ke Polres Sikka atau polsek terdekat.(aly/Flores Star).

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Thursday, 17 February 2011

Rumor Itu Tak Benar

Perampokan Ala Ninja Hebohkan Warga Pemana
Beberapa hari terakhir ini kehidupan warga Kota Maumere tak tenang. Ketidaktenangan warga terkait berbagai isu atau rumor yang tak enak didengar telinga. Ada rumor yang mengatakan ada sekawanan orang tak dikenal melakukan penculikan untuk mengambil organ tubuh tertentu dari sang korban. Lain lagi menyebutkan ada penculikan terhadap bayi-bayi entah berkaitan dengan apa. Dan juga rumor yang mengatakan ada perampokan yang dilakukan dengan mengenakan pakaian mirip ninja. Isu ini sebenarnya bermula dari Pulau Pemana dan entah kenapa merebak cepat ke penjuru Kota Maumere dengan ditambahi berbagai bumbu cerita seperti yang disebut diatas. Rumor-rumor tersebut kian hari meresahkan warga. Diberbagai sudut kota semua mebicarakan hal tersebut. Bahkan gosip tersebut menyebar cepat lewat SMS. Informasi Ninja merampok di Pamana sampai juga ke Polres Sikka. Mereka menelusuri kebenarannya itu.

Untuk membuktikan rumor tersebut, seperti di lansir Harian Flores Star, Kamis (17/02/2011), Kapolres Sikka, AKBP Ghiri Frawijaya, memimpin anggotanya menuju ke Pulau Pemana mengecek kebenaran rumor yang sempat menghebohkan itu. Polisi bersenjata lengkap menggunakan kapal Polairud berangkat dari Wuring pada Minggu (13/2/2011) malam.

Pengecekan yang dilakukan disana, ternyata hanya rumor yag tak bisa dipercaya kebenarannya. “Tidak ada ninja disana,” kata Ghiri, ketika di konfirmasi Flores Star, selasa (15/2/2011) malam.

Yang terjadi disana, demikian kata Ghiri, hanya salah paham warga setempat ketika menyaksikan seseorang yang berpakaian hitam-hitam mirip ninja. Kejadiannya ketika sekelompok wanita di kelompok itu kembalidari pesta bertemu dengan seorang pria mengenakan pakaian hitam.

Menyaksikan pria ini, kaum wanita lari tunggang langgang ketakutan. Mereka memberitahukan kejadian yang dilihatnya kepada warga di kampung.

“Ternyata bukan ninja, tetapi ibu-ibu yang ketakutan ketika bertemu dengan pria yang berpakaian hitam-hitam itu tadi. “tidak ada ninja”, tegas Ghiri lagi seperti di kutip dari Flores Star.
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 15 February 2011

Perlu Dinas Kebersihan di Kabupaten Sikka

Masalah Klasik yang Tak pernah Berakhir..
Hingga kini Kabupaten Sikka belum ada dinas yang mengurus masalah kebersihan. Masalah kebersihan di Kabupaten Sikka khususnya Kota Maumere, diurus oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka. Bagian yang menangani masalah persampahan pada Dina PU Kabupaten Sikka dipercayakan pada Bidang Pertamanan dan Sampah. Tapi persoalan samaph di Kota Maumere belum ditangani dengan baik. Untuk menangani masalah sampah seorang warga Kota Maumere, Kornelis Sogen menyarakan agar Pemerintah Kabupaten Sikka (Pemkab) Sikka dan DPRD perlu membentuk dinas kebersihan.
Kornelis mengatakan, fakta selama ini kebersihan di Kota Maumere belum tertangani secara baik. Seharusnya pemerintah dan Dewan memikirkan pembentukan dinas baru di Kabupaten Sikka, yakni Dinas Kebersihan.

Apalagi Kota Maumere, kata Sogen telah berkembang disegala bidang. Pemukiman penduduk di kota ini, kian hari kian bertambah sehingga perlu ada dinas yang mengurus masalah sampah dan jangan digabung dengan dinas lain.

“Memang ada penanganan sampah, tapi belum maksimal. Kedepan ini perlu ada dinas kebersihan di Sikka. Masalah persampahan di Sikka masih jadi pengeluhan dari tahun ketahun dan masyarakat masih berharap kepada pemerintah guna mengatasi masalah sampah di Kota Maumere dan sekitarnya,” kata Sogen.

Menurut dia, jika dinas kebersihan sudah ada di Sikka, maka penanganan sampah bisa diatasi dengan baik. Pasanya kehadiran dinas tersebut akan lebih fokus pada penanganan sampah dengan mengatur semua armada-armada pengangkutan sampah kedaerah-daerah yang sampahnya sering menumpuk.

“Sampah yang ada di Kota Maumere sudah menjadi masalah klasik. Ada warga yang sampah tidak diangkut malah kesal lalu membakar tumpukan sampa. Ada sampah yang dibuang diparit atau drainase dan masalah dibiarkan menumpuk lalu membusuk. Dibantaran kali warga buang sampah ke kali. Warga dipesisir buang sampah di pantai. Saya sarankan pemerintah dan dewan perlu memikirkan dinas baru yakni dinas kebersihan,” saran Sogen.

Pria asal Kota Uneng Maumere ini mengatakan di Kabupaten dan kota lain di NTT ada dinas kebersihan yang mengurusi masalah sampah. “ Kenapa Sikka tidak ada? Tenaga kita banyak, kenapa tidak dibentuk dinas kebersihan,” kata Sogen. (Flores Star)


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 11 February 2011

Cinta Segitiga Dibalik Tawuran Pelajar

Aksi tawuran antara siswa SMKN 2 dengan siswa SMAN 2 Maumere yang terjadi kemarin, Kamis (10/01/2011) saat jam istirahat pertama, berawal dari SMS bernada ancaman. Kisah cinta segittiga berada dibalik aksi tersebut. Seperti diberitakan Harian Flores Star, Alkisah cinta segitiga itu melibatkan Obed siswa SMKN 2 dan Frits siswa SMAN 2 (Smandu) yang sama-sama menyanyangi Ayu, siswa kelas satu salah satu SMA swasta di Maumere. Jalinan kasih itu kemungkinan telah terajut sejak beberapa waktu lalu. Obed mengaku menjalin kasih dengan Ayu sejak dari bangku SMP. Ia juga menyampaikan curahan hati Ayu yang diancam akan dipukul Frits bila masih terus menjalin cinta dengan Obed. Cerita itu disampaikan Obed kepada rekannya di SMKN 2. Frits memberikan pilihan yang sungguh berat kepada Obed atau Ayu, akan menjadi sasaran.

Curahan hati itu, tutur Obed, bukan untuk mengajak rekannya melakukan perhitungan dengan Frits. Tetapi rekan-rekannya memaknai lain. Mereka beramai-ramai mendatangi SMAN 2 yang berjarak sekitar 500 meter dari SMKN 2 Maumere, tanpa diikuti Obed.
Para siswa yang masih berseragam sekolah jumlahnya puluhan orang menghujani atap seng dan kaca sekolah dengan batu bertubi-tubi. Kaca jendela ruang laboratorium bahasa pecah berantakan.

Lain lagi Frits, yang mengaku sebagai pacar Ayu. Dia membantah melontarkan kata-kata ancaman untuk memukul Obed bila masih menjalin hubungan dengan Ayu. Frits juga tidak pernah mengirim pesan singkat atau pernyataan ancaman kepada kekasihnya supaya tak lagi sama-sama dengan Obed.

Frits mengaku pacaran enam bulan terakhir dengan Ayu. Frits juga tidak tahu kalau Ayu juga masih pacaran dengan Obed. Hanya saja Ayu pernah menyampaikan bahwa Obed pernah menjalin kasih dengannya beberapa waktu lalu.

Ayu kepada anggota Polres Sikka membantah tuding rekan-rekannya yang menyebutnya sebagai pemicu tawuran dua sekolah tersebut. Ayu juga membantah meneruskan pesan Frits bernada ancaman kepada Obed.

Ayu menutur, ia hanya mengingatkan Obed jangan sampai pacarnya Frits memukulnya bila melihat dirinya berjalan berdua dengan dirinya.

“Saya tidak sengaja bertemu dia. Saya bertemu Obed di depan tempat foto kopi. Dia kelihatan salah paham dengan apa yang saya katakana,” ujar Ayu.

Ayu menyatakan cintanya saat ini hanya diberikan pada Frits sejak ia memutuskan jalianan kasih dengan Obed, pecan lalu. Baginya tak ada lagi cinta dengan Obed. Namun Ayu tak menyangkal punya hubungan special dengan obed.(Flores Star)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 9 February 2011

Gara-Gara SMS, Siswa SMKN 2 Serbu Smandu

Tawuran pelajar di Maumere..

Kaca ruang kelas Smandu yang pecah & Guru Smandu berkumpul di luar kelas

Memprihatinkan! Pelajar yang semestinya berada didalam ruang kelas dan belajar malah melakukan tindakan tak terpuji saat jam pelajaran berlangsung. Hal ini terjadi di Kota Maumere. Puluhan siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Maumere menyerbu Sekolah Menengan Umum Negeri 2 (Smandu) yang terletak di Jalan Balitbang, Kelurahan Kota Uneng dan melakukan perusakan. Tiga lembar kaca kelas Smandu pecah terhantam lemparan batu. Kejadian ini terjadi pagi tadi, Rabu (09/01/2011) pukul 10.30 saat siswa-siswa yang melakukan penyerbuan tersebut seharusnya berada didalam sekolah. Terkait tindakan anarkis tersebut, pihak keamanan dari Polres Sikka mengamankan sejumlah siswa yang ditenggarai menjadi pemantik kejadian dan perusakan. Sejumlah guru dan anak didik di Smandu sampai dengan pukul 11.00 masih berada diluar kelas dan proses belajar mengajar dihentikan sementara.

Sejumlah informasi yang dikumpulkan mengatakan kejadi penyerbuan tersebut terjadi saat istirahat pertama. Tiba-tiba tanpa diduga, sejumlah siswa dari SMKN 2 datang dan langsung menyerbu masuk halaman sekolah Smandu. Beberapa guru yang melihat kedatangan murid-murid SMKN 2 tersebut berupaya untuk berbicara baik-baik dan meminta beberapa perwakilan untuk masuk namun dijawab dengan yel-yel dan peikikan. Siswa-siswa Smandu yang sedang berisitiraha terkejut dan melakukan aksi penghadangan. Merasa terdesak, siswa-siswa SMKN 2 mundur dan dan kemudian lewat jalan raya melakukan pelemparan dengan menggunakan batu. Akibatnya sejumlah kaca kelas pecah. Sejumlah siswa Smandu terus mendesak hingga terjadi aksi tawuran. Untungnya pihak kepolisian cepat tiba kelokasi sebelum jatuh korban.

Beberapa guru dan siswa di Smandu mengatakan tak mengetahui persis masalah yang menjadi pemicu kejadian tersebut. Namun ada yang mengatakan bahwa perisitiwa yang memalukan dunia pendidikan ini terjadi akibat adanya SMS yang bernada ancaman yang dikirimkan ke Ketua OSIS SMKN 2 oleh salah seorang murid Smandu.

Silvester Gudu, Humas SMKN 2 perikanan membenarkan kejadian tersebut. Silvester mengatakan perisitiwa penyerbuan tersebut diluar sepengtahuan guru-guru. “Perisitiwa ini terjadi saat istirahat pertama sedang berlangsung jadi kami sama sekali tak mengetahui. Jika saja ada bocoran tentunya pihak sekolah telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi,” ujarnya.

Silvester juga memebenarkan bahwa perisitiwa tersebut terjadi akibat SMS ancaman yang diterima oleh Ketua Osis SMKN 2 dari salah seorang murid Smandu. Akibatnya, rekan-rekannya yang tak menerima kemudian mendatangi Smandu.

“Siswa-siswa yang mendatangi Smandu berasal dari Kelas 3 dan 2 yang berjumlah 33 orang,” kata Silvester. Pihak sekolah juga menyesal atas tindakan yang dilakukan anak didiknya dan kedepannya akan melakukan langkah-langkah koordinasi untuk meredam kejadian-kejadian serupa diwaktu mendatang, tambahnya.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---