Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 12 September 2011

Kecepatan Angin di NTT Bahayakan Pelayaran dan Penerbangan

Kecepatan angin yang melintas di atas wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini berkisar antara 25 sampai 34 kilometer (km) per jam, akibat meningkatnya tekanan udara di Australia pada posisi 1.034 milibar (Mb).
"Tiupan angin terasa begitu kencang di daerah dataran rendah NTT saat ini, karena pengaruh meningkatnya tekanan udara di Australia serta masih adanya pusat-pusat tekanan rendah di daratan Asia," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Muhammad Saiful Hadi di Kupang, Minggu (11/9).
Kecepatan angin yang berhembus dari dataran tinggi Australia itu, katanya, ikut memicu pergerakan gelombang laut, terutama di wilayah selatan hingga timur bagian Nusa Tenggara.

Ia mengatakan, tinggi gelombang di wilayah perairan Laut Sawu, Laut Timor, Pantai Selatan Sumbawa, Selat Rote, dan Laut Arafura Barat berkisar antara tiga sampai lima meter. Gelombang setinggi itu berbahaya bagi keselamatan pelayaran.

Sementara itu, tinggi gelombang di Selat Sumba antara tiga hingga empat meter, Laut Flores bergerak antara dua sampai 3,5 meter, Selat Sape antara dua hingga tiga meter, dan di Selat Ombai antara satu sampai dua meter.

Kondisi ini, kata Saiful, sangat berbahaya bagi pelayaran dan penerbangan, sehingga perlu diwaspadai guna mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan. ((Ant/OL-01) )

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 4 September 2011

Sikka Bergetar Jilid Dua

Komunitas Punk Sikka: Bersatu dalam Perbedaan

Komunitas Anak Punk Sikka kembali berkreasi. Setelah tahun 2010, Pegelaran musik beraliran punk dan gelar karya seni jilid dua mewarnai Aula SMUN 2 Maumere, Sabtu (4/9/2011). Dengan dandanan khas, para punkers memenuhi area yang dikonsep sederhana. Diantara dandanan mohwak, sejak pukul 19.00 Wita musik hingar bingar non stop merayapi malam. Bagi yang tak terbiasa mungkin segera beranjak pulang. Namun bagi anak-anak muda yang rata-rata berpakaian gelap nampak menikmati dan hanyut dalam setiap detik irama yang mengalun keras memekakkan kuping. Musik yang begitu kencang diramaikan pula dengan tarian pogo (tarian para punkers). Gerakan yang khas membentrokan tubuh satu sama lain sambil menikmati live musik punk. Berbagai band punk yang memanaskan malam tersebut berasal dari berbagai sudut Kota Maumere. Mereka adalah Komunitas punkers Sikka yang tergabung dalam FORKOM (Forum Komunikasi Kaum Termarjinal) dan komunitas punk lainnya. Meski acara terkesan minimalis, namun tetap tidak mengurangi minat para penikmat musik underground ini untuk menghadiri pagelaran "Sikka Bergetar#2".


Diatas panggung sederhana, irama musik bersyair protes pada ketidakadilan menjadi tontonan menarik. Mereka berteriak lepas dan melemparkan segala kesuh kesah pada malam yang diam membisu.

Sikka Bergetar #2 mengambil tema “Bersatu Dalam Perbedaan”. Mereka ingin mengingatkan bahwa komunitas punk di Sikka memang ada namun tidak sembarangan dan anarki. Mereka bermusik dan berkarya dengan apa yang mereka punya tanpa perlu merugikan yang lain.

Aksi semalam dimulai pukul 19.00 wita dengan teriakan pertama dibidani oleh band punk senior di Sikka dan Flores, Total Alarm. Berturut-turut kemudian band-band yang tak kalah galaknya macam The Waukers, Stay Riot, Botol Pecah, Soemana Pithoe, Band Bangke, Delta, Bamboe Roencing (trash punk), Garis Miring, Chaos Rombank, Jet Coaster (death metalcore), Revolution dan berbagai band punk lainnya. Meski malam sedikit dingin, namun kebersaman mereka mampu memanaskan suasana. Panas dengan aksi-aksi panas.

Sikka Bergetar#2, dibagi dalam dua sesi yakni Gelar Karya dan Live Music. Pertama komunitas ini menampilkan Gelar Karya Seni yang merupakan hasil tangan dan pengolahan komunitas. Gelar karya ini berlangsung dari pagi hari hingga pukul 5 sore di Aula SMUN 2. Mereka memajang hasil-hasil kerajinan tangan karya sendiri semacam sablon, dan perlengkapan asesoris punkers seperti kalung, gelang, emblem, baj lokal, tatto live, cutting, stiker, air brush dan lain-lain. Gelar Karya ini juga langsung dengan pengerjaannya secara live.



Menurut salah satu musisi punk yang cukup senior di Sikka, Eman, acara kumpul-kumpul dengan gelaran live music ini dimaksud untuk mempererat hubungan antar sesama anggota komunitas punk dan berharap bahwa punk di Sikka tetap ada dan terus menunjukan eksitensi dalam berkarya dan berseni. “Kami ingin agar orang tahu bahwa selain berseni kami juga mampu berkarya. Kami mampu untuk mempertahankan hidup dengan karya yang kami punya, “ujarnya.

Komunitas punk di Maumere mulai menunjkan eksitensi kehadiran mereka di tahun 2004. Punk Sikka terus berkembang dan di Maumere dan komunitas ini bisa ditemui dibeberapa tempat tertentu. Komunitas dengan dandanan cuek dan terkesan lusuh, mungkin sebagian orang memandang aneh dan negatif. Padahal dalam keseharian mereka nampaknya tidak seperti yang tergambar secara fisik.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa memberi pesan kepada masyarakat bahwa kami bisa mandiri, berdikari, bisa bersosialisasi. Kami tak seburuk tampang luar dan secara fisik terlihat seenaknya. Komunitas kami ingin sekali menghargai dan saling mengasihi diantara sesama manusia. Menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan menghindari cara-cara anarki. Anak Punk Sikka sangat menghormati kebersaman dan perbedaan,” tambah Eman, salah satu pendiri Forkom.



Sikka Bergetar #2 sebelumnya di tahun 2010 pernah membuat acara yang sama. Saat itu kegiatan berkarya dan bermusik mereka mengambil tempat di Gedung Transito Kabupaten Sikka. Seperti pula komunitas seni lainnya di Sikka yang meminta kepada pemerintah daerah agar memberikan sebuah tempat untuk beraktivitas seni. Komunitas Punk Sikka juga berharap demikian. Bagi mereka, wadah atau tempat berseni mutlak perlu pada sebuah kota yang sedang menggeliat dalam pembangunan. Teriakan pada pemerintah pernah disampaikan pula komunitas seni lainnya di Sikka, Lokasora. Tapi sampai dengan saat ini Pemkab Sikka tutup telinga.

Eman mengatakan acara ini terselenggara atas kerja kolektif dan bukan untuk mencari keuntungan semata. Inimaumere.com melihat Sikka Bergetar#2 terkonsep sebagai wadah bagi karya-karya mereka yang sulit diterima oleh masyarakat luas namun terselip pesan didalamnya, jati diri, kebersamaan dan kemanusiaan. " Dengan acara ini bakat teman-teman dapat tersalurkan dengan baik," pungkasnya.


Dan Aula SMUN2 Maumere pun penuh dengan dandanan khas punkers. Musik yang bergetar panas dengan suara kencang. Nyanyian dan saling chaos. Potongannya rambut model mohawk (berdiri kaku, berwarna-warni dan terkesan tajam), seperangkat atribut yang menempel di pakaiannya, seperti rantai, gembok, peniti, dan spike, dan tatto, tindik, dan semua asesoris yang berbau kebebasan.

Sikka Bergetar#2 yang terselenggara damai hingga usai pegelararan mendapat suport dari berbagai komunitas punk di Sikka macam Sikka Punk & Skin Forkam, Maumere Metal Sindycate, Grilya Tatto dan jaringan scan underground di Maumere, Flores. Sikka Bergetar#2 kali ini juga mendapat dukungan penuh dari www.inimaumere.com


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Bangun Jalan Rabat Lewat Kalimati

Warga Dusun Wololma, Desa Mekendetung, Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka akan membangun jalan rabat menyusuri bantararan kali mati di dusun tersebut. Kepala Desa Mekendetung, Maria Felingonda kepada wartawan di kantor desanya, jumad (2/4/2011) menyatakan mendukung jika jalan rabat dibangun menyusuri kali mati. Pasalnya jalan di kali mati itu tidak bermasalah. “Saya lebih setuju bangnan jalan rabat disepanjang kali mati saja. Tanah itu sudah bertahun-tahun digunakan dan tidak bermasalah. Sedangkan yang sekarang, salah satu warga kebetulan adik saya, tidak rela puluhan tanaman perdagangan dibabat habis,” kata Maria. Penegasan Maria itu sekaligus klarifikasi tuduhan masyarakat bahwa kepala desa tidak merelakan tanahnya untuk membangun jalan rabat.

Maria menyatakan bukan dia pemilik tanah. Yang memiliki tanah adalah adiknya bernama Ance.
Sebagai kepala pemerintahan, kata Maria, dia tidak bisa memaksa adiknya merelakan lahannya digusur buat jalan rabat.

“Ance adik saya yang punya tanah. Saya sebagai pemerintah menghormati sikapnya menolak. Dia juga masyarakat saya. Saya hormati dia sebagai anggota masyarakat dan tetap mendengarkan keluhannya,” kata Maria.

Maria menambahkan pemerintah desa mendukung penggusuran lahan untuk jalan umum. Tapi karena belum semua masyarakat setuju, maka dia tidak mengizinkan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari. “Masyarakat perlu mengerti itu. Kalau lewat jalan utama yang selama ini sering dipakai Ance setuju,” kata Maria.

Beberapa warga yang ditemui flores star di bantaraan kali mati itu mengungkapkan pada musim kali mati itu biasanya mengalami banjir. Seperti terlihat saat itu, kali mati itu penuh dengan rerumputan dan material pasir. (flores star)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 22 August 2011

Puisi Kemerdekaan Penyair Flores

Lebih dari sebagian orang menulis puisi itu sebagai hobby tanpa memperdulikan puisinya mendapat pengakuan atau tidak, yang penting bagi mereka adalah menuangkan apa yang ada di kepala atau perasaan mereka ke dalam bentuk puisi. Dengan melakukan hal itu mereka mendapat kepuasaan tersendiri menurut versi mereka. Dan ini sah-sah saja karena menulis puisi tidak selalu harus mendapat pengakuan. Demikian kutipan dari penuis Herman J Waluyo. Begitulah puisi, begitulah penyair. Dan para sekelompok facebookers asal Flores yang tergabung dalam grup ”Kumpulan Terbuang Penyair Tanah Flores” menuangkan coretan mereka dalam bentuk puisi yang indah. Puisi yang ditulis tak bertujuan ingin mendapat pengakuan. Bagi mereka kepuasan mengungkapkan perasaan hati lebih berharga dari segala pengakuan. Sebab itulah sebagian besar puisi para penyair di grup tersebut,tanpa judul. Artinya, sebagian besar ditulis secara spontan.



Dalam suasana kemerdekaan RI yang ke 66, para penyair tak tinggal diam. Lewat coretannya mereka mencoba bertutur tentang kemedekaan, dipandang dari sudut penyair.
Puisi-puisi yang dikumpulkan dari ceceran di dinding grup ditulis spontan dengan berbagai gaya ragam puisi.

Adalah Even Edomeko, salah satu anggota grup kemudian memilah beberapa puisi kemedekaan dan memberi judul. Para penyair setuju.

Dan inimaumere.com bisa menyebtkan satu-satu nama para penyair yang telah terlibat yakni Even Edomeko, Yanuarius Yoris, Mario Bato Wanes, Sonya da Gama, Annasty Sandra, Sally Uka-Uka, Yohanes Yanto Kaliwon, Oss Rebong, Kosmas da Kunha.


MERDEKA

Oleh: Valens Daki-Soo

Indonesia,

negeri raya dan pejuang perkasa!

Aku memelukmu Ibunda,

Cintamu tumpah-ruah,

membuncah di dada..

Aku berdiri bergetar jiwa,

Menatapmu dinista manusia bermental Brutus dan Yudas:

Gadaikan bangsa demi kuasa dan harta..



Indonesia!

Aku anak kampung Flores nun di pelosok sana..

Tempat Pancasila diendapkan

Bung Karno sang bapak bangsa..

Aku belumlah apa-apa,

Tapi ingin kulantangkan ke seluruh jagat:

Merdekaaaa!!!



Jakarta, 17-8-2011

_________________________________________________________________


HUT NKRI

Oleh: Maria Marietta Bali Larasati


Indonesia..

Engkaukah ini?

Sudah separuh baya usiamu

Tapi mengapa masih belepotan coklat di wajahmu?

Ini aku bingkiskan sapu tangan dengan sebaris pesan "jangan main kotor lagi ya...dari aku yang mencintaimu, seputih tulang, semerah darah)



Ende, 17.8.2011

________________________________________________________________


LOLONGAN NURANI

oleh: Sally Uka Uka

Ku ingin menjerit..... kuingin berteriak lantang ...lepaskan kata MERDEKA sprt pejuang kita dulu dgn lantang namun kata''itu menyekat tenggorokanku karena kemerdekaan yg para pEjuang n pahlawan berikan telah terkebiri ...tetesan darah beliau tiada dihargai ...terabaikan krn kerakusan kemerdekaan kita telah dipasung jiwa''serakah kemerdekaan kita tlh dipasung dlm keangkaramurkaan insan''tak bertanggung jawab ...jeritan kami hny lolongan serigala lapar di padang luas ...akankah kita mampu melonjak melepas jeratan manis para pemimpin negeri yg hny umbar janji ....dgn tetesan air liur tanpa bukti...????? ....Kemerdekaan yg seharusna kita nikmati tlh di ikat di pusara jantung negeri demi pribadi .....nmn demi peluh''darah yg telah terjurah utk ngr ini kami bertekat merampas dr di pengumbar janji ...generasi''yg punya naluri mari berkarya wujudkan cita sang penoreh nadi yg rela terkapar demi secuil senyum lepas negeri ini .......



Batam, 17-8-2011

_________________________________________________________________


INDONESIA, DI MANAKAH RUMAHMU?

Oleh: Marlin Bato Wanes


Rasanya baru tadi malam ku bermimpi

16 agustus, obor bernyala terang

di jilati cakrawala penuh lelehan bulan.

centurya gembira menggelegar memecah keheningan


Termengah mengah ku menyambut hadirmu,

ku pacuh akal dalam hitungan detik di belantara malam

lalu angin mengirimkan wajahmu,

ke karang karang berpernak pernik gemilang



Di laut bunga bunga, kesusuri lagi pesisir itu,

di mana dulu kutitipkan siluetmu, pada binar terik siang

aku mencarimu di tanah yang kosong melompong

sambil menikmati rentetan salvo serdadu



Ku tanyakan kau pada nyiur pantai,

Indonesia; dimanakah alamat mu ??

lalu kau berkibar bersama lautan darah

katamu: engkau kemarin di sini, bersamaku.



Hmhmhmhm....ruh sang pertiwi termangu,

hakikat tanah air pun kini hilang

hati terus terusik mengundang seribu tanya

Indonesia, dimanakah alamatmu ???



Jakarta, 17 Agustus 2011

_________________________________________________________________





MERDEKA..!!

oleh: Marlin Bato Wanes



Heeemmmm......

Untuk siapa kata itu...??

Apa gunanya..??



Hilang sudah makna aslinya..

Punah seiring extrimnya cuaca..

Seiring pergantian generasi..



Bukan lagi sebagai kebanggan..

Hanya sebagai pengingat..

Tak ubahnya seperti alarm..



Berbunyi sebentar lalu dimatikan..

Merdeka..!! inilah suaraku

Suara lirih dari lembah demokritis !!



Jakarta, 17 Agustus 2011

_________________________________________________________________



MERDEKA I

Oleh: Sonya da Gama

MERDEKA....kawan...pernahkah engkau rasakan merdeka.? dengan gagah engkau menjawab sudah....ini merdeka..merdeka yang seperti apa kawan...lepas dari belenggu tirani ratusan abad silam kah..? bukan bukan itu maksudku..merdeka dalam diri...merdeka untuk tidak memikirkan kamu dia aku mereka...tetapi lepas...kawan..ketahuilah..kita tidak merdeka karna takdir..tetapi..kita bisa merdeka karna nasib..nasib..merdeka..dalam kedua telapak tangan kita....selamat pagi...(proklamasi...bengkulu..jam tujuh lewat tujuh belas pagi)

Bengkulu, 17-8-2011



MERDEKA II

Oleh: Sonya da Gama

tadi hari merdeka.....di tepi jalan ...seorang menangis...dengan wajah serupai topeng..berkuncir 2...berlenggok bak bidadari...aku trenyuh...disoraki...dipaksa..untuk mereka senang...miris hatinya...bathinku..adaapa manusia ini...ini merdeka...kasihan..dia seperti tak satu ..apakah saudara tau..sakitnya dua jiwa satu badan..?kalian sudah bebas bagai makluk sempurna..bagi mereka..?tak beristri tak berorok tak berkawan...kawan..bukan aku sukai jalur aneh ini...tetapi aku iba..iba..akan kesendirian..dan ...kebingungan mereka....baginya hanya Maha Penciptalah yang mengetahui....


(buat kawan kawanku..saudaraku..waria diseluruh belahan bumi...bengkulu..17 08 11)

_________________________________________________________________



Untuk Indonesia

Oleh: Kosmas da Kunha


suatu pagi di alam kemerdkaan. Seorang bocah brtelanjang dada..bertopi koran bersepatu lumpur..

Berlari menyusuri pematang-pematang sawah, diantra kawanan bangau..diantara indahnya bunga kangkung..

Dengan janur kuning di leher,dan bendera merah putih..

Memekik tajam, membela langit pagi.memecah kesunyian yang syahdu...

Bergema pada dinding-dinding batu, gelora patritisme dan revolusi..

Merdeka..Merdeka..sekali merdeka tetap merdeka

dan angan membawa pekikan menuju laut yang tenang dan damai...

Terbang menyusuri langit menemui matahari...

Disana tersimpan cita-cita untuk masa depan secerah mentari pagi...

Untk negeriku yang permai..



Maumere, 17 Agustus 2011

_________________________________________________________________





PIDATO KEMERDEKAAN

oleh: Even Edomeko


“M e r d e k a !!!”

Kau tahu arti itu pekik:

mantra penghantar pergi perang

doa sunyi di pembuangan sepi

salam sebelum haturkan nyawa



“Merdeka!”

Apa kau punya jiwa bergetar

Waktu ini kata terdengar

Di mimbar, trotoar, atau pasar?



Tak usah malu

Karena ini kata sudah kehilangan magi

Tak punya kekuatan meski sekedar sadarkan warga untuk naikkan bendera di halaman rumah...

apalagi mengajak serahkan nyawa...



“Merdeka” kita lenyap pesona

Sejak Bung Karno dipaksa keluar dari Istana

dan rakyat menyaksikannya dengan sedih



“Merdeka” kita lenyap pesona

Ketika Pak Harto dipaksa keluar dari Istana

dan rakyat menyaksikannya dengan riang



“Merdeka” kita lenyap pesona

Ketika Gus Dur dipaksa keluar dari Istana

dan rakyat menyaksikannya dengan bingung



“Merdeka” kita lenyap pesona

Ketika Ibu Mega keluar dari Istana

dan hingga kini tak suka kibarkan Merah Putih di tempat itu


“Merdeka” kita lenyap pesona

Ketika Pak SBY komandokan hidup bersih

tapi bahkan tikus bisa bersarang di saku bajunya


“Merdeka” kita lenyap pesona

Ketika tiap tahun diumumkan kesejahteraan bertambah

padahal makin banyak kebutuhan tak bisa terpenuhi





“Merdeka” kita lenyap pesona, memang

Tapi syukur, masih punya arti:

Kita bisa lomba gerak jalan atau makan kerupuk

Uji panjat pinang atau kontes waria

Bisa tertawa atau foto di patung pahlawan

Kalau cape, pulang nyalakan televisi

Nonton tuan-tuan bikin toast kenegaraan

Minum anggur merah macam darah...

...darah para pahlawan...

...darah jelata malang...

.......................................

M E R D E K A ....!!!



(Maumere, 17 Agustus 2011)


-------------------------------------------------------------------------------


MERDEKA!!! AKU UCAPKAN PELAN PELAN
oleh: Oss Rebong


Aku mengajak istriku waktu ia masih sesibuk menapis beras, hasil utang tetangga sebelah
lantas tadi, cuma berpegang tangan,
dengan penuh hormat
kepalaku tegak menatap! saat layar dikibarkan menuju tiang teringgi!
nadiku bergetar, jiwaku tergetar
tak peduli bau badan kami tercecer dilantai trotoar..
aku ingat sudah beberapa tahun tak lagi memberi salam
pada merah putih!

seruling emas nyanyikan indonesia raya
buluku berdiri
istriku juga
aku bangga!
meski hatiku menangis
melihat merah putih menangis
entah,
nasib baik tak pernah berpihak pada kami
dan pada bendera itu!

aku tak mau beranjak!
usai gerombolan pejabat tinggalkan penat
sedari tadi aku hapal
ada kotak snak merana dipinggir kursi
aku ingin mengambilnya, membawa pulang buat si kecil ..

Ah masa bodo dengan malu
telah kubuang!
asal sikecil bisa makan yang enak2!

Merdeka! kuucapkan mantra itu sebelum bertarung memperebutkan harga diri..

mataku nanar! kakiku diam digendam!
anakku tlah disitu! Satu tanganya mengapit dos snak, satunya melap ingus baunya!

Sini nak! biar bapakmu saja..!
aku berteriak!

Anakku kaget, melihat bapaknya!
lebih kaget lagi saat dia dibentak!

Puka ra'a kalian, pergi sana!

Mereka lantas berlari ketakutan,
debu-debu menyemangati..

aku diam, hatiku berontak!
Mereka diusir seperti anjing kotor!
padahal hanya mengambil sisa makanan para pejabaT!
yang dibuang dibawah tenda..!

Anakku berlari, dengan teman-temannya yang sama dekilnya..
dikejar teriakan usiran

aku berdoa dari hati
semoga kau selamat nak!
dengan kotak snakmu yg kau perjuangkan setengah mati
cicipi hasil usahamu dari sampah para yg punya!
bapakmu iklas...

Kami pulang, istriku kuceritakan
kuhapus air matanya sebab teringat si kecil
belum makan
dimaki-maki dan diusir
aku menyesal,
jatah makannya tlah terganti dengan salam pada merah putih!

sampai dirumah, anakku telah tertidur kekenyangan
tiga kotak tercecer deket dipan reot
botol kemasan tak lagi terisi air

lantas aku pergi, membawa kembali gerobak tua
kepasar,


lewat lapangan umum tadi
si merah putih malu-malu menyapaku

Merdeka! aku ucapkan pelan2

takut ada yang mendengar...



17 agstus 2011
Lapangan Umum Kota Baru -Mof..

-------------------------------------------------------------------------------

Jika ingin bergabung di grup tersebut, pintu dibuka seluas-luasnya. Mari berbagi puisi anda di grup ini.

KLIK disini:
Kumpulan Terbuang Penyair Tanah Flores

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Lenggak Lenggok Si Kecil di Karnaval Kemerdekaan

Beberapa sekolah untuk anak-anak balita seperti taman kanak-kana dan play grup serta taman bermain anak tak ketinggalan ikut serta menyemarakan pesta memperingati hari kemerdekaan yang ke -66. Mengambil garis start di depan Kantor Pos dan Giro Maumere, anak-anak dengan tingkah mengemaskan berlenggak lenggok dengan gaya yang aduhai dan mengundang tawa. Ibu guru dan orangtua mereka berusaha menjaga dan mengarahkan, agar anak-anak berusia dini ini tetap berjalan dengan baik. Wajah nan imut dan manis-manis ini tak kenal lelah. Mereka berasal dari beberapa sekolah yang tersebar di Kota Maumere dan sekitarnya. Selain mengenakan beragam kostum pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa kelompok dari sekolah lainnya tak ketinggalan beraksi dengan lucunya pada permainan drumband, tak ketinggalan kostum polisi dan tentara ikut menyemarakan pesta kemerdekaan. Didepan para pejabat Pemkab Sikka, mereka memberi salam, memberi hormat dan beraksi mengemaskan pada permainan drumband.

Begitu menggemaskan sehingga warga yang menyaksikan tak beranjak hingga para bocah-bocah kecil ini selesai beraksi. Aksi anak-anak usia dini ini, berbarengan dengan para peserta lain yang lebih dulu meninggalkan garis start mengelilingi Kota Maumere.

Sedangkana anak-anak yang imut dan lucu, generasi Maumere Cuma berjalan sekitar 100 meter lantas membubarkan diri. Namun semangat mereka pun patut diberi jempol. Pasalnya dari siang mereka telah antri menunggu giliran melakukan aksi heboh hingga sekitar pukul 17.00 setelah peserta senior lainnya telah melaju.




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 19 August 2011

Karnaval Kemerdekaan di Maumere

Meriah Tanpa Greget......

Senang sekali melihat semangat anak-anak, pelajar dan kelompok masyarakat yang meleburkan diri dalam pawai kemerdekaan di Maumere. Meski peluh dan keringat bercucuran tapi mereka begitu semangat dan penuh antusias. Kesabaran mereka ini sungguh patut diacungi jempol. Datang dari pagi jelang siang, tapi pukul 15.00 wita, start karnaval dengan regu pertama bergerak. Mereka benar-benar tak kecut hati. Pantang untuk menyerah. Bupati Sikka Sosimus Mitang mengangkat bendera start ketika matahari turun. Bupati memberi sedikit wejangan dan kemudian bersama para pejabat teras lain, duduk santai dibawah tenda menikmati lenggak lenggok peserta. Karnaval kali ini mengambil garis start di depan Kantor Pos dan Giro. Beda dengan tahun-tahun kemarin yang beranjak dari depan kantor bupati lama. kemeriahan dan keceriaan nampak diwajah para peserta meski energi terkuras mengelilingi Maumere. Karnaval pakaian tradisional mendapat sambutan meriah, drumband dengan tarian pemandu sorak yang diisi nona-nona cantik dipolesi dua mayoretnya bikin kagum-kagum penonton.

Kemeriahan karnaval dalam rangka merayakan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-66 diikuti juga berbagai komunitas masyarakat pendatang. Misalnya Paguyuban Bali serta Paguyuban Putra Jawa Lingkup Maumere dan Keluarga Lamaholot, Lembata, Keluarga Besar Timor Tengah Selatan (TTS) dan lain-lain. Mereka memeragakan kekhasan dan keunikan daerahnya. Misalnya Putra Jawa antusias mengenalkan pada warga Tarian Reog Ponorogonya. Lamaholot kenalkan tarian perangnya. TTS memeragakan busana tradisionalnya, Bali tampil pede dengan gaya khasnya. Hangat warga menyambut aksi-aksi mereka.

Karnaval juga dimeriahkan berbagai atraksi dari para petarung bela diri. Para junior dan senior saling uji ketangguhan serta sportifitas dihadapan penonton. Para petarung yang memeriahklan jalanan kota berasal dari Forki Sikka, Pencak Silat dari Perisai Diri dan beberapa perguruan pencak silat lainnya, Taekwondo dan cabang olagraga beladiri lainnya.


Musik tradisional Sikka gong waning mengiringi kesehajaan para penari cilik yang entah mengapa tak pernah lelah menari-nari sepanjang jalan. Luar biasa. Dan penonton terpana pada gerak dan gaya mereka yang tak kunjung usai berhenti.

Para waria Maumere yang tergabung dalam paguyuban Perwakas Sikka (Persatuan Waria Sikka) tak ketinggalan bikin sensasi. Kelompok ini benar-benar mengundang mata penonton. Selain penampilan dengan gaya yang kewanitaan, para waria ini energik berinteraksi dengan warga. Menambah keceriaan disore hari yang terik.

Perwakas dan Pelajar SD berseragam daerah nusantara..

Karnaval juga dimeriahkan sejumlah pelajar dari berbagai usia. Dari tingkat TK, SD, SLTP hingga SLTA. Masing-masing dengan ragam dan gaya. Ada yang bermusik live diatas truk yang berjalan, ada yang memeragakan kegiatan keperawatan, galeri pakaian adat dan tak lupa drum band dengan para mayoret yang manis-manis, dan tentu gong waning serta tarian hegongnya.

Ada pula kelompok mahasiswa pecinta alam Unipa (Universitas Nusa Nipa) Maumere yang baru saja mengibarkan bendera raksasa di puncak Gunung Egon. Pengibaran bendera merah putih dilakukan bersama mahasiswa asal Maumere yang menimba ilmu di Makasar.



Masih banyak atraksi dan gaya yang menarik. Jika diceritakan disini, sungguh panjang dipaparkan.

Terlepas dari semua keceriaan dan gaya yang diperagakan, karnaval kemerdekaan kali ini menunai kritik. Persoalan lokasi start yang berpindah dari depan kantor bupati lama ke jalan depan Kantor Pos dan Giro dikeluhkan. Jadwal start yang tak diketahui dengan tepat oleh peserta sehingga datang ke lokasi jelang siang, padahal start awal pukul 15.00. Akhirnya kepanasan dan lelah menunggu. Bahkan ada salah satu pelajar yang pingsan, padahal baru berjalan 100 meter dari garis start.



Karnaval kali ini didominasi pejalan kaki. Tak ada mobil atau kendaraan motor yang dihias sedemikian rupa dengan bentuk menarik. Tak ada pula kelompok dari SKPD Pemkab Sikka, entah kenapa PNS lingkup Setda Sikka tak dilibatkan seperti waktu-waktu lalu. Yang akhirnya terlihat adalah pejalan kaki yang didominasi pelajar dengan deretan pakaian-pakaian adat dan aksi drumband.

Meski begitu warga Maumere tetap senang. Tumpah ruah disemua jalur yang dilewati. Mereka bisa terhibur dan meluangkan waktu melihat kelucuan anak-anak dengan kostum-kostum aneh dan norak. Mengagumi kepiawaian anak-anak menari hegong, bertepuk tangan melihat peragaan aksi beladiri, tersenyum melihat waria yang menghibur, bersorak melihat saudaranya ikut dalam satu rombongan peserta dan terpesona pada musik gong waning. Semuanya tersaji dijalanan. Didepan mata.

Maumere pun macet. Macet sekiatr 4 jam. Tapi semua rela. Ini kejadian sekali setahun dan menghibur. Merdeka!

Yang masih antri di dalam Lapangan Kota Baru sebelum ke garis start, kepanasan..

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 17 August 2011

Peringatan Kemerdekaan, 99 Napi dapat Remisi

Di Beru Anak-anak Hanyut dalam Suasana Kemerdekaan


Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 di Lapangan Umum Kota Baru berlangsung khidmat. Bupati Sikka, Drs Sosimus Mitang bertindak selaku inspektur upacara. Dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus ini Ketua DPR Sikka Rafael Raga yang membacakan teks proklamasi. Sementara itu, pembawa baki bendera Sang Saka Merah Putih Aprilia Sadipun dari SMAK Frater Maumere dan marching band dari SMAK St Gabriel Maumere. Dalam peringatan detik-detik Proklamasi ini hadir Wabup Sikka Wera Damianus, sejumlah pejabat Pemerintahan Kabupaten Sikka, Bapa Uskup Kherubim Pareira SVD, pelajar, Polri, TNI, PNS serta masyarakat umum yang memadati dan menyaksikan dari pinggir jalan disekitar Lapangan Kota Baru. Upacara yang berlangsung dari pukul 08.00 Wita berakhir sekitar pukul 09.30.00.

Penyerahan Remisi
Bupati Sikka Sosimus Mitang usai apel peringatan detik-detik proklamasi di Lapangan Umum Kota Baru bersama Wakil Bupati Sikka Wera Damianus dan rombongan pejabat menuju Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Maumere. Ditempat para pesakitan kriminal yang berisi 166 narapidana dari berbagai latar berlakang kasus, dilakukan upacara penyerahan remisi dari bupati Sikka kepada narapidana dalam rangka peringatan ulang tahun kemerdekaan RI ke-66.

Kementrian Hukum dan HAM memberikan remisi kepada 99 warga binaan di Rutan (Rumah Tahanan) Negara Kelas IIB Maumere, sekaligus 3 diantaranya mendapatkan bebas langsung. Kebijakan itu didasari SK Kepmenhumham No:W2-3544.PK.01.01.02 Thn 2011 tentang pemberian remisi umum 2011. Ketiga napi tersebut adalah Aloysius Nori, Yanuarius Moa Kota dan Yustinus Ariston. Sedangkan 96 narapidana mendapat pembebasan sebagian, 93 pria dan 6 wanita. Rutan (Rumah Tahanan) Negara Kelas IIB Maumere saat ini dihuni 166 narapidana.

Dalam sebuah dialog ramah tamah seusai santap siang, bupati mengajak warga binaan agar selama menjalani masa tahanan dapat berlaku sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Sehingga mendapat kembali kepercayaan baik dari lembaga maupun masyarakat. Dan ketika keluar bisa menjadi warga yang lebih baik.


Bupati juga meninjau dan membeli beberapa karya buatan para napi. Karya-karya tersebut nampak tertata rapi dalam sebuah pajangan diatas meja. Hasil karya tersebut memang sangat cantik dan menarik.

Selain itu ada kemerihan lain di dalam rutan ketika para napi dan sejumlah ibu dan sipir bersama-sama berjoget dalam irama ja’i dan rokatenda yang kompak. Kejadian ini sungguh menarik dan menghibur terutama bagi para narapidana.

Anak-anak di Beru Ikuti Berbagai Lomba
Kemeriahan perayaan kemerdekaan 17 Agustus di Maumere juga dirayakan di Maumere. Misalnya di halaman Kantor Kelurahan Beru Kota Maumere, sejumlah anak-anak terlibat dalam olah permainan dan perlombaan yang menarik. Meski cuaca terik dan membakar kulit namun tak bisa mengalahkan keceriaan anak-anak dan para ibu yang menyaksikan dan memberi semangat.

Perlombaan dengan yang memperebutkan sejumlah hadiah menarik berlangsung di halaman Kantor Lurah Beru diisi dengan bermacam-macam lomba. Dari tarik tambang, makan krupuk, memukul air dalam kantong plastik, hula-hula hop, nok-nok, ambil uang dalam buah dan lain-lain.


Keceriaan merayakan kemerdekaan ini begitu terasa, Bahkan anak-anak ini begitu semangatnya sampai tak mempedulikan debu yang dikibas angin ke tubuh mereka. Semua dirayakan dengan gembira dan suka cita, dalam sebuah peringatan detik-detik proklamasi. Bahkan Lurah Beru Letisia Dua Lotik, Ssos terlihat sibuk dengan sejumlah panitia yang bekerja keras mensukseskan acara meriah ini.

Kelurahan Beru juga menyelenggarakan perlombaan lain yang sudah berlangsung sebelum 17 agustus, yakni futsal, lomba kebersihan antar Rt/Rw, lomba hias dan lain-lain.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---