Ruang berbagi dan saling berkenalan, nikmati dengan damai :)
Saturday, 8 October 2011
Thursday, 29 September 2011
Simulasi Berakhir di Patisomba
![]() | ![]() |
Patisomba, sebuah daerah di pesisir pantai utara Kabupaten Sikka, Rabu (28/9/2011) menjadi pusat terakhir simulasi bencana gempa bumi dan tsunami. Dalam Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang berlangsung sejak pagi pukul 08.00 wita, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan berbagai operasi baik darat, laut dan udara terhadap warga pesisir yang menjadi korban bencana. Skenario simulasi ini digambarkan sedemikian rupa. Simulasi dimulai dengan terjadinya bencana gempa. Beberapa saat setelah terjadi gempa, warga melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan dari segala lini mulai berdatangan. Sebuah kapal perang KRI TNI AL, bergerak di Laut Flores dan menurunkan sejumlah personilnya kedarat. Operasi juga menunjukkan masuknya bala bantuan personil dari darat, laut dan udara dengan berbagai macam peralatannya. Simulasi melibatkan tim operasi dari Tagana, Sukarelawan, TNI dan sejumlah unsur bantuan lainnya. Warga lantas dievakuasi.
Operasi diteruskan dengan menolong para korban luka parah dan yang terjepit diantara reruntuhan. Bantuan medis berdatangan, rumah sakit darurat didirikan. Pendataan pengungsi, masuknya peralatan berat dan bantuan logistik menggunakan pesawat hercules yang melepas parasut logistik dari udara. Operasi juga menggunakan helikopter dan sejumlah armada serta laut lainnya.
Dari geladi lapangan ini tergambar kordinasi bantuan ke tengah masyarakat yang terkena dampak bencana. Simulasi yang berjalan ditengah teriknya mentari disaksikan sejumlah masyarakat, Kepala BNPB Dr. Syamsul Maarif, M.Si, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, anggota DPR RI dari Komisi VIII, Direkur Tanggap Darurat, Ir.Tri Budiarto,M.Si, Direktur Bantuan Darurat, Brigjen TNI DMP Nainggolan,SIP, Kepala BPBD NTT Tiny Thadeus,SH , Bupati Sikka Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Kepala BPBD Sikka Z.H.Siku, Dandim Sikka, Kapolres Sikka, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Suhardjono, mahasiswa dari Universitas Pertahanan Jakarta serta tamu undangan lainnya dari Pemerintah Pusat, Pemprov dan Kabupaten Sikka.
![]() | ![]() |
Geladi Lapangan yang berlangsung di Patisomba, Rabu (28/9/2011) merupakan puncak kegiatan dari Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang dimulai sejak 24 September 2011. Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana gempa tsunami, Maumere terpilih menjadi tuan rumah.
Geladi ini dimaksud untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat, aparat pemerintah dan non pemerintah pada semua tingkatan khususnya kabupaten dan Propinsi NTT terhadap ancaman gempa tsunami. Terlepas dari segala kekurangan, simulasi nasional ini paling tidak memiliki dampak baik bagi masyarakat yang terlibat.
Maumere dan sejumlah kabupaten lain di Pulau Flores, tanggal 12 Desember 1992 dihajar gempa yang diikuti tsunami. Lebih dari 2000 orang tewas dan pemerintah pusat menyatakan gempa tsunami tesebut sebagai bencana nasional.
![]() | ![]() |
foto by: Vicky da Gomez & Fiko Koban
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 04:25 0 comments
Label: Berita
Tuesday, 27 September 2011
Gempa, Warga di Evakuasi ke Lapangan Kota Baru
Geladi Nasional Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Maumere
![]() | ![]() |
Sejak pukul 09.30 Wita, Selasa (279/2011), Lapangan Umum Kota Baru Maumere serasa ada yang berbeda. Dalam naungan cuaca cerah, ratusan warga dari 9 kelurahan di pesisir pantai di evakuasi kedalam tenda-tenda darurat. Evakuasi dilakukan karena warga terkena dampak bencana gempa tsunami. Bencana ini menelan cukup banyak korban. Sirene meraung kencang memenuhi isi jalan. Pusat evakausi di lapangan umum mendapat perhatian warga sekitar. Sebelumnya dalam Geladi Nasional Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tersebut, diasumsi gempa bumi terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Dilokasi yang terkena gempa warga langsung melakukan evakuasi mandiri, dimana warga yang telah dilatih, setelah bangkit usai gempa dapat menolong korban disekitarnya. Langkah-langkah koordinasi juga dilakukan oleh aparat pemerintah yang membentuk pos komando guna melakukan upaya menolong korban secara tepat. Saat evakuasi mandiri tersebut, warga kemudian berkumpul di titik kumpul dan dilarikan ke tempat pengungsian. Dalam geladi ini, lapangan kota baru menjadi pusat evakuasi.
Warga yang telah dievakuasi ke Lapangan Kota Baru kemudian dilakukan pendataan. Sedang korban terluka langsung mendapat perawatan ekstra dari tim medis. Dinas Sosial Sikka juga melakukan upaya pertolongan. Dapur-dapur umum didirikan untuk membantu warga dalam distribusi makanan. Bantuan logistik terus berdatangan kelokasi evakuasi. Dalam situasi tersebut, sirene terus berbunyi dari tim yang membawa korban bencana. Suasana di Lapangan Umum pun menjadi berbeda. Ditempat itu warga dari 9 kelurahan dan aparat pemerintah terkait, secara langsung mendapatkan pelajaran berharga dalam upaya mewaspadai dan kesigapan dalam situasi gempa tsunami.
Usai simulasi yang berlangsung hinga pukul 11.00, Geladi Nasional Penanggulangan
Bencana Gempa Bumi dan Tsunami diteruskan dengan pembacaan Deklarasi Siaga Relawan yang dilanjutkan dengan pemakaian rompi secara simbolis oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional(BNPB) Dr. Syamsul Maarif, M.Si kepada Siaga Relawan. Syamsul juga menyerahkan sertifikat kepada para relawan dan selanjutnya secara simbolis menyerahkan bantuan bibit mangrove dan vaksin anti rabies kepada warga.![]() | ![]() |
Simulasi juga diwarnai dengan aksi anak-anak sekolah dasar dari SDK Maumere II . Bocah-bocah ini didepan para pejabat pusat dan daerah serta warga dan ‘korban bencana’ melakukan aksi demo siaga dengan mendirikan tenda darurat secara cepat. Aksi mereka mendapat sambutan tepuk tangan dan jepretan kamera dari sejumlah media dan beberapa warga yang ingin mengabadikan karya mereka.
Siaga lain dilakukan oleh utusan dari warga tradisional. Salah satunya dengan memperagakan pukulan kentong dari bahan bambu dengan ritme ketukan yang telah diatur. Hal ini dimaksud untuk memberitahu warga sekitar bahwa telah terjadi gempa tsunami. Peragaan kesiagaan untuk memberitahu warga bahwa terjadi gempa tsunami juga dilakukan dengan menggunakan tanduk kerbau. Suara hasil tiupan yang keluar cukup besar dan kencang. Dan ini dilakukan dalam situasi ketika banyak yang berlari dan berteriak. Kode dari tiupan ini akan menarik perhatian warga.
![]() | ![]() |
Diakhir acara, para penari dari Kelurahan Tanjung Kota Ende kemudian memperagakan tarian tradisional Lio, Gawi. Dan bersama-sama para pejabat, mahasiswa Universitas Pertahanan Jakarta, tim relawan, dan sejumlah warga mereka turut bergembira dalam irama gawi dan ja’i.
Hadir dalam kegiatan Evakuasi Mandiri ini Kepala BPNB Dr. Syamsul Maarif, M.Si, Direkur Tanggap Darurat, Ir.Tri Budiarto,M.Si, Direktur Bantuan Darurat, Brigjen TNI DMP Nainggolan,SIP, Kepala BPBD NTT Tiny Thadeus,SH , Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus,Kepala BPBD Sika Z.H.Siku, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Suhardjono, serta tamu undangan lainnya dari Pemerintah Pusat, Pemprov dan Kabupaten Sikka, Lembaga Internasional, TNI, SAR, Tagana dan sebagainya
Simulasi evakuasi hari selasa ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak hari Sabtu (24/9/2011). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka yang dikepalai Z.H.Siku menjadi tuan rumah nasional bertempat di Maumere yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebelumnya pada hari Senin (26/4/2011) dilakukan kegiatan persiapan dan pelaksanaan geladi posko dan geladi lapangan serta simulasi bencana di 9 kelurahan, yakni Wai Oti, Wailiti, Wairotang, Beru, Kota Baru, Wuring, Kabor, Kota Uneng, Desa Wolomarang.
Seperti diketahui, Maumere dan kabupaten lainnya di Pulau Flores, pernah digoyang gempa dan disapuh tsunami yang merenggut lebih dari 2000 orang meninggal dalam petaka nasional Gempa Flores yang terjadi tanggal 12 Desember 1992.
![]() | ![]() |
korban dan tenda dalam simulasi
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 18:55 0 comments
Label: Berita
Sunday, 25 September 2011
Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Tsunami di Maumere
Kabupaten Sikka pada 24-28 September menjadi tuan rumah nasional Geladi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Kegiatan ini difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka dan BPBD NTT. Geladi penanggulangan bencana ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat, aparat pemerintah dan non pemerintah pada semua tingkatan khususnya kabupaten dan Propinsi NTT terhadap ancaman gempa tsunami serta membangun komitmen bersama untuk meningkatkan upaya pengurangan resiko bencana. Geladi yang diikuti BPBD dari sejumlah kabupaten di NTT dimulai Sabtu (24/9/2011) bertempat di aula Hotel Silvia dengan agenda hari pertama Pra Latihan.
Mewakili Kepala BNPB, Direktur Kesiapsiagaan Ir. Bernardus Wisnu Widjaja,M.Sc secara resmi membuka Pra Latihan Geladi Posko Penanggulangan Bencana di aula Hotel Sylvia, Maumere, Flores. Tiga kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/9/2011) adalah persiapan yang meliputi perencanaan Evakuasi Mandiri , Geladi Posko dan Geladi Lapangan.
Sejumlah nara sumber BNPB ikut memberikan pemaparan terkait geladi penanggulangan bencana. Kesempatan itu dijelaskan berbagai macam hal tentang ancaman dan bahaya kejadian hingga pengurangan resiko. Selain dibuka sesi tanya jawab, dijelaskan pula hal-hal penting mengenai pedoman komando saat tanggap darurat dilokasi bencana, tata cara pemberian bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar saat darurat bencana.
Sejumlah undangan ikut hadir dalam Pra Latihan ini antara lain Direkur Tanggap Darurat, Ir.Tri Budiarto,M.Si, Direktur Bantuan Darurat, Brigjen TNI DMP Nainggolan, SIP, Kepala BPBD NTT Tiny Thadeus,SH dan Kepala BPBD Sikka Z.H.Siku, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Suhardjono, serta tamu undangan lainnya dari Pemerintah Pusat, Pemprov dan Kabupaten Sikka, Lembaga Internasional, TNI, SAR, Tagana dan sebagainya.
Kesempatan ini diadakan Pra Latihan Geladi Posko (Pos Komando) dan Pra Geladi lapangan. Geladi Posko dimaksud untuk melatih kesigapan mengambil langkah-langkah dan operasi awal yang cepat dan terarah agar tak gagap dalam membantu masyrakat yang sedang dilanda bencana. Geladi Posko ditujukan bagi aparat di lapangan dari perangkat pemerintah desa, kelurahan dan kabupaten serta unsur pemerintah lainnya. Geladi Lapangan dititkberatkan pada kesigapan awal membantu dan menyelamatkan korban dilapangan baik lewat operasi darat, laut dan udara.
***
Ir. Bernardus Wisnu Widjaja,M.Sc yang didampingi Kepala BPBD Sika Ir. Z.H.Siku saat bertemu sejumlah media di Maumere Jumat (23/9/2011) menjelaskan, aktivitas penanggulangan bencana akan ditunjukan oleh BNPB diantaranya melibatkan unsur TNI
yang siaga memarkir kapal perang KRI di laut Flores untuk evakuasi ,pemberian bantuan dan operasi darurat. Ia menggambarkan, selain unsur pemerintah dan TNI, aksi Tim SAR juga akan ditunjukan dalam operasi darat, laut dan udara. Termasuk pengerahan helikopter dalam operasi pemberian bantuan, evakuasi korban ke titik aman dan pengerahan ambulans untuk menolong korban usai evakuasi dari helikopter. Dalam simulasi ini pun akan kerahkan rumah sakit lapangan dari Kostrad Divisi II Malang untuk menolong korban evakuasi. Kerja sama dengan dinas sosial daerah juga diaktifkan dalam upaya membantu korban seperti menyiapkan dapur-dapur umum, kendaraan dapur umum dan penampungan pengungsi. Semua akan ditunjukan dalam simulasi tsunami ini hingga pada tahap perbaikan darurat. BNPB juga akan turut bekerja sama dengan pihak Telkom untuk mengatasi masalah komunikasi dalam situasi bencana dengan mengaktifkan jalur telpon selular dalam radius 10 Km.Kegiatan sosialisasi dan geladi di Kabupaten Sikka akan dilakukan pada 9 kelurahan dan 4 kecamatan yakni Wai Oti, Wailiti, Wairotang, Beru, Kota Baru, Wuring, Kabor, Kota Uneng, Ds Wolomarang serta 4 kecamatan yaituh Alok Timur, Alok Barat, Alok dan Paga.
Penyelenggaraan geladi posko dan geladi lapangan di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT merupakan geladi menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami melibatkan kementerian/lembaga termasuk TNI/Polri dan pemangku kepentingan yang meliputi asosiasi pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi dan pihak swasta, media serta publik yang luas dalam penanggulangan bencana. Kegiatan ini dirangkaikan dengan bakti sosial dalam bentuk pelayanan dan perbaikan lingkungan untuk mengurangi kerentanan bencana.
Dipilihnya Maumere, NTT sebagai tempat latihan Geladi Penanggulangan Bencana kali ini sangat beralasan. Sebab daerah ini termasuk rawan terhadap bencana alam gempa bumi tektonik maupun gempa vulkanik. Seperti diketahui, Pualu Flores pernah dilanda bencana gempa yang diikuti terpaan gelombang tsunami dalam petaka nasional gempa Flores tanggal 12 Desember 1992 yang merenggut nyawa lebih dari 2000 orang.
***
Agenda 26 September 2011 : Pelaksanaan Geladi Posko meliputi Persiapan Pelaksanaan, Pelaksanaan Geladi Posko Move 1, Pelaksanaan Geladi Posko Move 2, Pelaksanaan Geladi Posko Move 3, Pelaksanaan Geladi Posko Move 4, Evaluasi, Deabriefing, Evaluasi Tim AAR/ Obseverser.Agenda 27 September 2011 : Latihan Masyarakat – Evakuasi Mandiri meliputi Kejadian Gempa Bumi, Masyarakat Melakukan Evakuasi Mandiri, Masyarakat Berkumpul di Titik Kumpul, Masyarakat Dibawa Ke Lapangan Kota Baru, Pendataan Pengungsi dan Pembagian Kosumsi, dan sejumlah kegiatan lainnya.
Agenda 27 September 2011: Malam Syukuran di Wailiti Beach Hotel.
Agenda 28 September 2011 : Pelaksanaan Geladi Lapangan.
foto: Wisnu Wijaya (BNPB) didampingi Kepala BPBD Sika Z.H.Siku
wwwinimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 14:41 0 comments
Label: Berita
Monday, 19 September 2011
Umat Katolik Maumere Sambut Bunda La Pieta
Prosesi akan berlanjut hingga Jakarta
![]() | ![]() |
Syukur dan puji-pujian yang elok terlantun dari umat merdu meyambut kedatangan Sang La Pieta. Sang Bunda Maria Lapieta (Bunda Yang Berduka Cita) yang dihantar dengan iring-iringan mobil disambut ratusan umat katolik yang berkumpul didepan Gereja Katedral St Yoseph. Alunan kidung rohani terus terlantun hingga La Pieta diturunkan. Beberapa orang pemuda kemudian mengaraknya perlahan-lahan kedepan pintu masuk gereja. Disitu Bunda Maria La Pieta disambut dengan huler wair (percikan air) dan sapaan secara adat oleh Ketua Santa Anna di Paroki St. Yosep, Katedral Maumere, Ibu Emy Parera. Lantas Sang Bunda La Pieta kemudian dikalungi selendang khas Sikka oleh Valentinus Bronville, ketua Serikat St. Yohakim di Paroki St. Yospeh. Huler wair dan pengalungan selendang merupakan tradisi adat ketika meyambut kedatangan tamu penting di Sikka. Sang Lapieta kemudian dihantar ke dalam gereja dengan iringin umat dibelakangnya. Di Gereja Katedral St. Yoseph, Bunda akan disemayamkan sementara hingga besok, Selasa (20/9/2011) akan melanjutkan perjalanan ke lintasan barat Flores hingga Jakarta.
La Pieta atau Bunda Yang Berduka Cita merupakan arca yang menggambarkan kedukaan Maria, pada masa Jesus putranya disalibkan. Citra patung itu memperlihatkan tubuh Jesus dalam pangkuan Bunda Maria yang bersedih melihat putranya usai diturunkan dari atas salib. Maria berduka.
Arca Bunda Maria Lapieta sebelum masuk ke wilayah Keuskupan Maumere, bersemayam di Keuskupan Larantuka. Arcaini memulai prosesi perjalanan dari wilayah Timor Barat, tepatnya dari Keuskupan Atambua. Dari Atambua, La Pieta terus berjalan dan meyinggah kota-kota lainnya di Timor seperti Kefa, So’e dan Kupang. Lantas Sang Lapieta melintasi laut menuju Larantuka di Pualu Flores. Dari Larantuka, Sang La Pieta melanjutkan berkat perjalanannya ke Maumere.
Di Kota Maumere ini, umat sendiri merasa simpang siur berita kedatangan Bunda. Untuk berjaga-jaga, sejak siang umat telah bersiap-siap meyambut. Umat juga diberitau dengan pengumuman dari mobil keliling sejak siang harinya, Selasa (19/9/2011) bahwa akan datang La Pieta. Lantas, menjelang sore, dilintasan trotoar umat telah menanti Sang Bunda. Begitu pula di depan Gereja Katedral, jalur kendaraan sejak pukul 4 sore dialihkan lintasan dari depan gereja. .
Sekitar pukul 17.30 Wita, iring-iringan yang membawa Patung Bunda Maria La Pieta memasuki Kota Maumere dan perlahan-lahan menuju Katedral. Sepanjang jalan umat memberikan salam bagi Sang Bunda.
La Pieta usai ibadat misa penerimaan oleh Fr.Donnie, lantas disemayamkan di dalam Katedral. Malam ini akan ada doa bergilir oleh umat hingga pagi. Pukul 06.00 Wita akan diadakan misa pelepasan Sang Lapieta.
Bunda akan meneruskan perjalanannya ke Ende melewati jalur utara Flores, ke Kota Baru, Kabupaten Ende. Dari Ende, Bunda akan meneruskan perjalanannya ke Mbay, Bajawa, Ruteng hingga Labuhan Bajo diujung barat Flores. Dan Sang Lapieta akan menerukan perjalanannya hingga berakhir di Keuskupan Jakarta.
Prosesi perjalanan Bunda La Pieta mengelilingi Indonesia bertujuan membawa misi perdamaian antarumat beragama sekaligus memperingati 50 tahun hierarki gereja Katolik di Indonesia. Prosesi ini menjadi arak-arakan terpanjang di dunia dengan rute Atambua-Flores-Bali-Kalimantan-Sulawesi-Papua-Jawa. Jakarta menjadi tujuan terakhir kegiatan tersebut.
Patung Maria La Pieta dibuat Michel Angelo pada tahun 1498-1500 dari bongkahan marmer carrara. Pieta adalah sebuah kata di dalam bahasa Italia yang artinya “turut merasakan penderitaan orang lain”.
Patung tersebut dibuat atas permintaan Kardinal Jean de villiers de la groslaye, Duta Besar Perancis untuk negara Roma. Patung La Pieta menampilkan sosok Maria yang sedang memangku Jenazah Yesus setelah peristiwa penyaliban.
Selamat Jalan Bunda La Pieta. Doakan kami disini. Amien.
Arca Bunda Maria Lapieta sebelum masuk ke wilayah Keuskupan Maumere, bersemayam di Keuskupan Larantuka. Arcaini memulai prosesi perjalanan dari wilayah Timor Barat, tepatnya dari Keuskupan Atambua. Dari Atambua, La Pieta terus berjalan dan meyinggah kota-kota lainnya di Timor seperti Kefa, So’e dan Kupang. Lantas Sang Lapieta melintasi laut menuju Larantuka di Pualu Flores. Dari Larantuka, Sang La Pieta melanjutkan berkat perjalanannya ke Maumere.
Di Kota Maumere ini, umat sendiri merasa simpang siur berita kedatangan Bunda. Untuk berjaga-jaga, sejak siang umat telah bersiap-siap meyambut. Umat juga diberitau dengan pengumuman dari mobil keliling sejak siang harinya, Selasa (19/9/2011) bahwa akan datang La Pieta. Lantas, menjelang sore, dilintasan trotoar umat telah menanti Sang Bunda. Begitu pula di depan Gereja Katedral, jalur kendaraan sejak pukul 4 sore dialihkan lintasan dari depan gereja. .
Sekitar pukul 17.30 Wita, iring-iringan yang membawa Patung Bunda Maria La Pieta memasuki Kota Maumere dan perlahan-lahan menuju Katedral. Sepanjang jalan umat memberikan salam bagi Sang Bunda.
![]() | ![]() |
La Pieta usai ibadat misa penerimaan oleh Fr.Donnie, lantas disemayamkan di dalam Katedral. Malam ini akan ada doa bergilir oleh umat hingga pagi. Pukul 06.00 Wita akan diadakan misa pelepasan Sang Lapieta.
Bunda akan meneruskan perjalanannya ke Ende melewati jalur utara Flores, ke Kota Baru, Kabupaten Ende. Dari Ende, Bunda akan meneruskan perjalanannya ke Mbay, Bajawa, Ruteng hingga Labuhan Bajo diujung barat Flores. Dan Sang Lapieta akan menerukan perjalanannya hingga berakhir di Keuskupan Jakarta.
Prosesi perjalanan Bunda La Pieta mengelilingi Indonesia bertujuan membawa misi perdamaian antarumat beragama sekaligus memperingati 50 tahun hierarki gereja Katolik di Indonesia. Prosesi ini menjadi arak-arakan terpanjang di dunia dengan rute Atambua-Flores-Bali-Kalimantan-Sulawesi-Papua-Jawa. Jakarta menjadi tujuan terakhir kegiatan tersebut.
Patung Maria La Pieta dibuat Michel Angelo pada tahun 1498-1500 dari bongkahan marmer carrara. Pieta adalah sebuah kata di dalam bahasa Italia yang artinya “turut merasakan penderitaan orang lain”.
Patung tersebut dibuat atas permintaan Kardinal Jean de villiers de la groslaye, Duta Besar Perancis untuk negara Roma. Patung La Pieta menampilkan sosok Maria yang sedang memangku Jenazah Yesus setelah peristiwa penyaliban.
![]() | ![]() |
Selamat Jalan Bunda La Pieta. Doakan kami disini. Amien.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 20:30 0 comments
Label: Berita
Sunday, 18 September 2011
Duo Filipino Takluk di Maumere
Isack Pertahankan Gelar, Kopa Juara Baru..
![]() | ![]() |
Petinju kebanggaan NTT dan Indonesia Isack Junior, secara menyakinkan menaklukan penantangnya Bert Bekawang dari Filipina dengan kemenangan angka mutlak. Pertarungan sengit 12 ronde yang berlangsung di Gelora Samador Maumere, Sabtu (17/9/2011) berjalan dalam tempo cepat yang dihiasi jual beli pukulan. Bekawang yang telah berumur 39 tahun meladeni semangat Isack (23) yang didukung penuh ratusan penonton. Tiga juri nasional memberikan penilaian 119 – 109, 117 – 111 dan 118 – 110 untuk kemenangan Isack. Dengan demikian, Isack Junior (23), petinju kelahiran Alor, NTT berhasil mempertahankan gelar WBO Asia Pasifik dari penantangnya berperingat 6 tersebut. Pertarungan yang tak kalah serunya dipertontonkan Robert Kopa (Rokatenda BC) saat meladeni petinju Filipina lainnya, Ernie Sanches. Robert Kopa, petinju kelahiran Bajawa, Flores, oleh para juri diberi kemenangan angka mutlak. Pertarungan keduanya merupakan perebutan gelar WBO Oriental. Kopa pun berhak menyandang predikat juara WBO Oriental Asia Pasifik.
Gelar pertarungan tinju international memperebutkan sabuk WBO Asia Pasifik dan WBO Oriental, Sabtu (17/9/2011) tersebut dipromotori oleh Damianus Wera. Promotor internasional kelahiran Palue, Kabupaten Sikka, Flores tersebut sengaja menggelar pertandingan international di Kota Maumere untuk mengangkat lagi animo tinju di Sikka selain mempromosikan nama Maumere di kancah tinju dunia.
Jalannya Pertandingan
Isack Junior langsung mengambil inisiatif serangan. Kombinasi pukulannya langsung dibalas Bekawang. Petinju asal Filipina tersebut terus merengsek maju mendekati Isack. Terkadang di sebuah sudut ring, keduanya saling memberi pukulan. Secara umum Isack kelihatan tenang dan sangat lihai memperdaya serangan Bekawang. Beberapa kali pukulan Isack mampir diwajah Bekawang namun sang lawan tak mundur. Pertarungan 12 ronde tersebut, keduanya memperlihatkan kualitas pertarungan sengit dan tak membosankan. Sorak sorai penonton yang mendukung Isack menambah semangat sang juara untuk terus mendaratkan pukukulan-pukulan telak. Pertarungan keduanya memang pantas mendapat apalus penonton. Dan Isack, anak muda berusia 23 tahun tersebut layak mendapatkan kemenangan. Pukulan-pukulan Bekawang jarang yang mengena telak akibat pertahanan ketat Isack. Sebaliknya Bekawang harus menerima beberapa kali pukulan telak. Akibatnya, wajahnya lebam terkena sengatan Isack.
![]() | ![]() |
Pada pertandingan lainnya memperebutkan gelar juara WBO Oriental, Robert Kopa mengejutkan seisi stadion ketika sang lawan asal Filipina, Ernie Sanches dipukul jatuh diawal ronde kedua dan mendapat hitungan wasit. Melihat lawan terkejut, Kopa tak memberi ruang dan terus menggempur Sanches. Namun Sanches (19) bukannya menghindar malah memberi perlawanan sengit. Ronde-ronde berikutnya keduanya masih saling memberi pukulan. Kopa bahkan harus menerima beberapa kali pukulan telak dari Sanches akibat pertahanannya yang cukup terbuka. Seperti pertarungan Isack melawan Bekawang, Kopa dan Sanches pun mempertontonkan hiburan menarik bagi seisi stadion.
Saling jual beli pukulan antar keduanya berlangsung hingga ronde keduabelas. Kopa yang didukung penonton Maumere begitu bernapsu ingin menjatuhkan lawannya. Namun ketenangan Sanches mampu meredam Kopa. Sanches yang selalu melakukan tanda salib setiap awal bel berbunyi menyulitkan Kopa. Ketenangan dan pukulan-pukulannya banyak yang mendarat di wajah Kopa. Usai pertandingan oleh para juri, Kopa dinyatakan menang angka mutlak dan berhak atas gelar juara WBO Oriental. Sang juara baru dibadan tinju WBO Oriental telah lahir dari bumi Flores.
![]() | ![]() |
Pertandingan tinju ini dibuka oleh Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay dihadiri Bupati Sikka Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Kapolres Sikka, Dandim Sikka, Bupati Kabupaten Lembata dan masyarakat Maumere yang menyaksikan dengan antusias.
Dari insan tinju, hadir Inspektur Pertandingan KTI (Komisi Tinju Indonesia) Pusat Ebert Hutagalung, supervisior Badan Tinju Dunia WBO Mr.Anthony, dr. Eddy Herman (dokter ring), pengamat tinju nasional Martinez Dos Santos dan rombongan lainnya.
Yang menarik, usai pertandingan petinju Filipina mendapat selamat dan dukungan dari puluhan fans barunya. Para penggemar Sanches ini terus mengikuti Sanches bahkan sampai mengantarnya memasuki mobil yang akan membawanya kembali ke hotel. Para fansnya tak menyiakan kesemptan untuk berfoto bersama Sanches. Sanches dengan ramah terus menebarkan senyum dan mengatakan thank you buat fansnya.
Hasil-hasil Pertandingan lainnya:
Perebutan Sabuk Emas Ketua DPRD Sikka, Kelas Bantam Yunior 52,2 Kg antara Bayu Gedhe Prabowo dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 2 nasional melawan Rian Apriles Jabar dari Pasus Gym Jakarta, peringkat 5 nasional (8 Ronde) dimenangkan Bayu Gedhe Prabowo dengan TKO ronde ke-3.
Perebutan Sabuk Emas Bupati Lembata, Kelas Bantan Yunior 52, 2 Kg antara Jhon Bajawa dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 8 nasional melawan Yulius Lembata dari Pemda Lembata BC, peringkat 12 nasional (6 Ronde), Jhon Bajawa menang TKO ronde-3.
Perebutan Sabuk Emas Dandim Sikka, Kelas Welter 66,6 Kg antara Edi Pio Pikareuw dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 6 nasional melawan Elias Namang dari Citra Lembata BC Kab. Lembata, peringkat 8 nasional (6 Ronde), Edi Pio Pikareuw menang KO ronde Pertama.
Perebutan Sabuk Emas Kapolres Sikka, Kelas Bulu 57,1 Kg antara Yosmar Keffie dari Daud Ballo BC Jakarta, peringkat 2 nasional melawan Asmania dari Lubana BC Tanggerang, peringkat 6 nasional (8 Ronde), Asmania menang angka mutlak.
Kejuaraan nasional dan memperebutkan Sabuk Emas Bupati Sikka versi KTI (Komisi Tinju Indonesia) antara Arief Bleder (Sandoro Satria BC Semarang), juara nasional versi ATI melawan Carlos de Lopez (Juara Nasional versi KTPI) dari sasana Hartoni Tanuwijaya BC di Kelas Bulu Yunior 53,3 Kg, dimenangkan Carlos de Lopez dengan angka mutlak.

www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 04:33 0 comments
Label: Berita
KPK Jangan Diintervensi
Tokoh masyarakat Sikka, Thomas Nining Pau, meminta tidak ada pihak manpun yang mengintervensi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini sudah turun ke Sikka. Mereka sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi bantuan sosial Kabupaten Sikka tahun 2009 sebesar Rp 19,7 miliar.
"Saya sudah mendengar KPK sejak beberapa hari lalu turun ke sini (Maumere), dan itu bagus. Biarkan mereka bekerja, dan tidak boleh ada yang mengintervensi," kata Thomas yang juga mantan anggota DPRD Sikka periode 1973-1977, 1982-1987, dan 1992-1997 itu Sabtu (17/9/2011).Menurut Thomas, penyidik KPK itu telah bekerja di Sikka dari tanggal 15 lalu hingga hari ini. "Kita tentu sepakat hukum supaya ditegakkan, dan koruptor harus dihukum. Dan dalam kasus dana bansos ini supaya semua diperiksa, tidak hanya bupati dan stafnya. Kalau perlu pengusaha yang diduga terlibat," katanya.
"Saya sudah mendengar KPK sejak beberapa hari lalu turun ke sini (Maumere), dan itu bagus. Biarkan mereka bekerja, dan tidak boleh ada yang mengintervensi," kata Thomas yang juga mantan anggota DPRD Sikka periode 1973-1977, 1982-1987, dan 1992-1997 itu Sabtu (17/9/2011).Menurut Thomas, penyidik KPK itu telah bekerja di Sikka dari tanggal 15 lalu hingga hari ini. "Kita tentu sepakat hukum supaya ditegakkan, dan koruptor harus dihukum. Dan dalam kasus dana bansos ini supaya semua diperiksa, tidak hanya bupati dan stafnya. Kalau perlu pengusaha yang diduga terlibat," katanya.
Direktur Lembaga Studi Pembangunan dan Analisa Kebijakan (Lespika) Maumere Robby Keupung menyatakan, penanganan kasus dana bansos lebih dipercaya kalau diusut KPK, mengingat kasus ini kental nuansa politiknya. Sebab, kasus ini diduga melibatkan Bupati Sikka Sosimus Mitang, dan banyak tarik menarik politik di lingkungan DPRD Sikka.
Pada hari Kamis lalu, KPK melakukan pemeriksaan di kantor bagian kesejahteraan rakyat (kesra) Sikka. Yang diperiksa antara lain mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Dana Bantuan Keuangan Bagian Kesra Setda Kabupaten Sikka Yosef Otu, dan mantan Kabag Kesra Sikka, Servasius Kabu.
Hari Jumat kemarin, KPK kembali melakukan pemeriksaan di kantor dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah (PPKAD) Kabupaten Sikka. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bupati diperiksa hari ini, tetapi ketika pers menunggui di kantor bupati, maupun di rumah jabatan bupati Sikka sampai sore ini, aparat KPK tidak terlihat.(kompas)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 04:32 0 comments
Label: Berita
















































