Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 6 November 2012

Secuil Waigete

Wisata Alam masih Terbenam

Ini dia salah satu tempat favorit untuk menyakasikan matahari terbenam. Kilauan cahaya kuning keemasannya mampu membuat mata terpana. Hahahaha lebay. Selain dikenal sebagai daerah perkebunan, wilayah Waigete menawarkan sejumlah lokasi wisata alam eksotik namun terbenam dalam promosi. Misalnya Gua Alam Patiahu, Air Panas Blidit, Puncak Gunung Egon, Hutan Lindung, Wilayah penyelaman Teluk Maumere, Kapal Karam Nipon Maru dan Bola Mentari yang tenggelam serta masih banyak lagi. Ada pula ritual-ritual adat yang biasa dilaksanakan ketika kita akan memasuki sebuah wilayah wisata tertentu. Ritual ini berhubungan dengan alam dan leluhur. Tempat-tempat wisata di wilayah ini masih sangat alamiah. Bahkan untuk mencapainya membutuhkan tenaga ekstra. Satu hal lagi bahwa disebagian besar wilayah ini masih dipercaya memiliki para "penghuni". Sehingga ritual 'permisi' tersebut kadang dilakukan sebagai bentuk sapaan antara kita dan para 'penguasa wilayah'.

Dimusim kemarau ini berdampak pada sebagian besar wilayah Waigete. Kekeringan yang melanda berpengaruh pada kehidupan. Misalnya kekurangan air akibat sungai-sungai kering. Dan standart kehidupan yang masih dibawah rata-rata.
Pengelolahan wisata di wilayah ini mesti terus digiatkan. Tak perlu hanya mengandalkan wisata penyelaman saja. Karena jujur saja, wisata alam lain masih menunggu sentuhan dan promosi. 
Satu paket wisata alam Waigete bisa anda nikmati mulai dari penyelaman kapal karam Jepang, Gua Patiahu, Air panas Blidit, Air terjun, Pundak Egon. Anda juga bisa menyaksikan berbagai ritual budaya dibawah kaki Egon. Memacu Adrenalin? MunGkin!!
Ada lagi! Berlibur kepulau berpasir putih Pangabatang yang berada tak jauh dari pesisir ini. Oya, pulau mungil ini juga masih belum dikelolah baik. Jadi kalo kesana mesti siapkan bekal. Mesti sewa perahu motor yang bikin jantung berdetak cepat. Dinas Pariwisata didaerah ini masih belum mengembangkan tempat-tempat wisata alam secara baik. Promosinya lemah. Bahkan infrastruktur dan sarana masih minim. Lantas apa tawaranya? Jelas eksotiksme alam wisatanya. Bukan saja bawah laut Teluk Maumere, Pasir putih dan beningnya air laut. Bahkan pemandangan lainnya  yang mampu menciptakan lirik hati nan damai.(Oss)


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 5 November 2012

Keindahan Teluk Maumere yang Terabaikan

FRANS Seda (alm), ekonom dan mantan menteri tiga periode, memiliki visi luar biasa tentang industri pariwisata di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Keindahan Taman Laut Teluk Maumere menjadi andalan, selain obyek wisata lain. Ia pun membangun obyek wisata di pesisir itu, yakni Sao Wisata, untuk mempromosikan Teluk Maumere. Namun sayang, keindahan teluk itu sampai hari ini tidak dikelola baik oleh pemkab setempat. Seda saat masih hidup (1927-2011) tidak hanya berbicara tentang pariwisata Maumere. Putra Sikka ini membuktikan langsung di lapangan dengan mendirikan pusat wisata bahari di pesisir Teluk Maumere, diberi nama Sao Wisata, dalam bahasa Sikka-Lio artinya rumah wisata. Kawasan ini memiliki luas 7,5 hektar, di antaranya 2,5 hektar untuk bangunan dan sisanya menjadi daya dukung lingkungan agar tetap sejuk dan hijau.

Manajer Sao Wisata, Heribertus Ajo, di lokasi Sao Wisata, 9 kilometer dari pusat Kota Maumere, Kamis (30/8/2012), mengatakan, Sao Wisata didirikan Seda tahun 1985 dan beroperasi pada 1987. Kompleks wisata yang dibangun hanya 2,5 hektar untuk kamar penginapan, restoran, aula, mes karyawan, tempat peristirahatan, kolam renang, dan tempat rekreasi.
”Pada awalnya Sao Wisata dibangun tanpa perhitungan profit, terpenting mempromosikan keindahan Teluk Maumere pada khususnya dan Sikka pada umumnya kepada turis mancanegara. Waktu itu Bapak Frans Seda menginvestasi cukup besar di bidang pembangunan listrik dan jaringan telepon sepanjang 9 kilometer dari pusat kota menuju Sao Wisata. Kami tanam tiang-tiang listrik dan telepon dan menyediakan sarana dan prasarana lain dengan biaya sendiri,” kata Ajo.
Tidak hanya itu, Seda mencarter pesawat khusus Merpati tiga kali dalam satu pekan selama dua tahun berturut-turut, membawa sejumlah turis asing ke Teluk Maumere. Manajemen Sao Wisata sejak saat itu terus mempromosikan keindahan Teluk Maumere melalui internet, sejumlah majalah pariwisata, dan flight magazine.
Kerang mutiara Taman Laut Teluk Maumere mengandung sejumlah keindahan, antara lain terumbu karang, beraneka ragam tumbuhan laut, berbagai jenis kerang seperti kerang mutiara (Pinctada margaritifera), udang jarak (Panulirus polyphagus), kima raksasa/kima raja (Tridacna gigas), tiram batu (Spondylus ducalis), dan berbagai jenis ikan.
Tiga tahun berturut-turut (1994-1997) Seda mengadakan lomba foto bawah laut Teluk Maumere yang diikuti 50 fotografer dan turis asing dari 24 negara. Ia menyediakan hadiah 50.000 dollar AS bagi juara 1 hingga 3. Sao Wisata juga mengundang travel writer dari Japan Airlines, Malaysia Airlines, Garuda Indonesia, dan Merpati Nusantara Airline. Mereka tinggal di Sao Wisata hampir tiga bulan untuk menulis tentang Teluk Maumere.
”Kami ini pioneer operator pariwisata di Sikka. Awalnya kami tidak mengejar keuntungan, yang penting Maumere dan Sikka dikenal di berbagai mancanegara melalui keindahan taman lautnya,” kata Ajo. Namun, sejumlah promosi Sao Wisata tidak ditopang kebijakan Pemkab Sikka yang tepat. Keindahan Teluk Maumere juga tidak terjual karena tidak didukung promosi dan kerja sama dari pemda setempat. Padahal, Teluk Maumere begitu strategis dan menyimpan keanekaragaman hayati laut yang sangat unik dan khas.
Akibatnya, promosi wisata yang disponsori Sao Wisata tidak membawa dampak besar. Sejumlah turis asing tiba di Bandara Maumere justru langsung melanjutkan perjalanan ke Moni, kemudian menuju Danau Kelimutu, sekitar 85 kilometer arah barat Kota Maumere.
Direktur Yayasan Aksi Cinta Kehidupan Lamber Dore Purek mengatakan, jika taman laut Teluk Maumere ditata lebih baik, turis asing akan lebih lama berada di Sao Wisata. Penataan itu menyangkut pengadaan kapal pesiar, pelestarian terumbu karang, dan perlindungan sejumlah biota laut. Di sini banyak turis asing melakukan kegiatan diving, tetapi promosi masih sangat terbatas. Jika taman laut ditata, kapal-kapal milik operator pariwisata bisa difungsikan. Para turis pun lebih lama menetap untuk diving.
Destinasi pendukung selain taman laut antara lain Seminari Tinggi Ledalero, tradisi Jumat Agung peninggalan Portugis di Desa Sikka, Museum Bikon Blewut, dan tradisi membuat gerabah tradisional di Wolokoli. (KORNELIS KEWA AMA/travel.kompas)
Selengkapnya...

Ternyata Perkedel Ikan Pemicu Keracunan di Maumere

Hasil pendataan dan identifikasi Tim Polres dan Dinas Kesehatan Sikka menyebutkan warga Pemana yang keracunan pada pesta nikah Rizal dan Ani Mawarni karena diduga mengonsumsi perkedel ikan. Sementara jumlah korban keracunan bertambah dari 61 orang menjadi 84 orang. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sikka, AKBP Drs. Ghiri Prawijaya, melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad, S.H, menyampaikan hal itu saat dihubungi Pos Kupang dari Maumere ke Pemana, Kamis (1/11/2012) siang. Ahmad menjelaskan, menjelang pagi hari sekitar pukul 01.00 Wita, Kamis (1/11/2012) dini hari, para korban keracunan memenuhi ruangan Puskesmas Gunung Sari. Pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Gunung Sari 76 orang, Pustu Pemana dua orang, enam orang lainnya di rumah warga. Para pasien yang dirawat di puskesmas, pustu dan rumah warga sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan Tim Dinkes Sikka yang terjun ke lokasi.
Hingga pukul 12.00 Wita, Kamis (1/11/2012), masih ada empat pasien yang belum membaik dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Gunung Sari.
Ahmad menjelaskan, warga Pemana yang keracunan setelah makan makanan di tempat pesta pengantin pria, Rizal. Pagi itu, tutur Ahmad, usai acara pernikahan di masjid, keluarga dan tamu berkumpul di rumah pengantin pria. Mereka memberikan selamat dan ingin mengantar pengantin pria ke rumah pengantin wanita agar menetap di sana.
"Di rumah pengantin pria ada acara makan bersama sekitar pukul 10.00 Wita. Habis makan para korban muntah-muntah dan badan mereka lemas. Itu terjadi sekitar pukul 14.00-15.00 Wita dan korban dibawa ke Puskesmas Gunung Sari," jelas Ahmad.

Ambil Sampel
Menu apa saja yang disajikan di rumah pengantin pria, Ahmad menyebut mie dan perkedel ikan. "Sampelnya sudah kami ambil. Para korban mengaku banyak mengonsumsi perkedel ikan. Untuk memastikan apakah karena perkedel ikan, tim Dinkes Sikka akan memeriksanya di laboratorium," kata Ahmad.
Ahmad dan Tim Dinkes Sikka juga menelusuri bagaimana cara pengelohan perkedel ikan itu. Bumbu-bumbu apa yang digunakan, jangan sampai sudah kadaluwarsa. "Dari informasi itu baru kami cari tahu siapa yang memasak dan membeli bumbu-bumbu tersebut, serta di kios mana dibeli. Polisi kerja pakai bukti dan fakta agar jelas," tegas Ahmad.
Sebelumnya diberitakan, 61 warga Desa Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, yang menghadiri pesta pernikahan Rizal dan Ani Mawarni di desa itu keracunan makanan di tempat pesta. Para korban yang keracunan muntah-muntah dan lemah usai makanan di tempat pesta, Rabu (31/10/2012) pagi. Mereka yang muntah dan lemas kini sedang menjalani perawatan di Puskesmas Gunung Sari. (ris/pos-kupang))
Selengkapnya...

Sunday, 21 October 2012

Nyala Terang dari Bumi Watu Cruz Bola

Jumpa Orang Muda Katolik Se-Keuskupan Maumere
Minggu, 14 Oktober 2012 menjadi momen berharga bagi  Orang Muda Katolik se-Keuskupan Maumere. Utusan dari tiap paroki se Keuskupan Maumere berarak dari parokinya masing-masing menuju Ili untuk memulai perjalanan ke Paroki St. Martinus Bola. Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat mereka. Keringat yang menitik tetes demi tetes menandakan hasrat yang membara untuk berpadu bersama rekan-rekan orang muda se-Keuskupan Maumere. Sekitar pukul 13.00 wita, rombongan Orang Muda Katolik menggunakan kendaraan masing-masing berarak perlahan menuju Tadat, tempat penjemputan pertama. Barisan kendaraan motor roda dua dan empat seakan membentuk barisan semut yang tak pernah putus. Sepanjang perjalanan, semua orang disapa dengan sapaan yang khas untuk menunjukkan identitas masing-masing. Seru!

Kontingen OMK Paroki Lei menuju Tenda Utama

Sesampainya di Tadat, dimana dibangun gapura selamat datang, setiap ketua OMK diturunkan dari kendaraan masing-masing dan bergabung dalam barisan para ketua OMK. Diawali tarian penjemputan, barisan kontingen orang muda berarak bersama menuju Kantor Camat Bola. Disertai dengan bunyi-bunyian yang dibuat secara kreatif oleh masing-masing orang muda seakan menambah keriuhan perjalanan.
Di Kantor Camat Bola, setiap kontingen yang masuk pelataran dijemput dengan seruan khas dan lagu daerah menurut asal paroki masing-masing. Orang muda turun dari kendaraannya  dan berbaris rapi menurut papan nama yang dibawa oleh siswa-siswi SMA Negeri Bola. Di depan barisan, drum band dari sisaw siswi SMPK Yapenthom II mengiringi perjalanan kaum muda menuju gereja St. Martinus Bola.
Di sepanjang kiri dan kanan sisi jalan, umat Bola sudah menunggu seakan menjadi pagar ayu dan pagar bagus bagi barisan orang muda yang sedang berarak. Seruan dan lagu yang dikumandangkan setiap kontingen menjadi pesona yang menyemarakkan dan meriuhrendahkan Bola dan sekitarnya.
Di pertigaan menuju gerbang Gereja St. Martinus Bola, rombongan dijemput dengan tarian papak dan hegong. Di depan Patung St. martinus yang merupakan ikonnya umat Bola, setiap Ketua OMK mendapat kaluungan selendang oleh Orang Muda Katolik TPAPT (Tim Pastoral Antar Paroki Tetangga) WAKHAB (Watublapi, Kloangpopot, Halehebing dan Bola). Dengan berpakaian daerah menurut suku yang ada di wilayah Kabupaten Sikka, pasangan kaum muda OMK WAKHAB menyambut teman-temannya dari paroki-paroki se Keuskupan Maumere.
Setelah semua kontingen masuk dan menempati tenda utama yang dibangun di depan Gereja St. Martinus Bola, salib yang akan dibawa oleh utusan orang muda Katolik Keuskupan Maumere menuju Sanggau, Kalimantan Timur diarak masuk diiringi dengan lagu salib yang dikumandangkan oleh orang muda katolik Paroki Thomas Morus dan Spiritus Sancto Misir. Semua peserta diarahkan untuk menatap Yesus yang tersalib yang telah memberikan keselamatan kepada semua umatNya.
Penyambutan dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Pastor Paroki St. Martinus Bola, Rm Arnold Pr. Keterbukaan umat Bola menjadi pijakan awal kaum muda untuk masuk dan tinggal bersama umat Bola selama 4 (empat) hari dan senyuman yang merekah menjadi simbol kesiapan umat Bola menyambut tamunya.
Untuk lebih mempererat persaudaraan di antara sesama orang muda Katolik, Tim Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere mengajak semua orang muda untuk larut dalam suasana yang lebih gembira. Dalam kesempatan penjemputan tersebut, hadir pula Bupati Sikka Sosimus Mitang dan Ketua DPRD Kabupaten Sikka. Hadir pula Bapa Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Kherubim Pareira, SVD. Setelah penjemputan, setiap paroki dibagi menuju penginapannya masing-masing dan dijemput langsung oleh para ketua KUB di lingkungan-lingkungan seputar Gereja St. Martinus Bola.(H.jon)
Penjemputan rombongan OMK di Desa Tadat

Pengalungan selendang kepada Para Ketua OMK se Keuskupan Maumere

Dinamika Kelompok oleh Tim Komkep Keuskupan Maumere

SELAMAT BUAT KEGIATAN JUMPA OMK KEUSKUPAN MAUMERE

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 19 October 2012

Gong Pilkada Sikka telah Ditabuh

Gong telah ditabuh 15 Oktober 2012 di KPUD Sikka oleh Bupati Sikka Sosimus Mitang. Pertanda bahwa tahapan awal menuju PEMILU rakyat Kabupaten Sikka untuk memilih pemimpinnya periode 2013-2018 telah resmi dimulai. Dari proses awal ini akan berakhir pada pelantikan calon terpilih yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2013. Sesuai dengan jadwal KPUD Sikka, proses Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Sikka akan diselenggarakan tanggal 18 Maret 2013. Acara Penabuhan Gong Pilkada oleh Bupati Sikka tersebut berlangsung di halaman KPUD Sikka yang dihadiri ratusan undangan dan awak media yang meliput. Sesuai dengan tema KPUD Sikka: " Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Sikka 2013, Mewujudkan Pemilukada Sikka yang Damai, Bertanggungjawab, Santun dan Bermartabat". Bupati Sosimus juga mengharapkan agar penyelenggaraan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Sikka 2013 dapat berjalan damai. Ia juga berharap partisipasi aktif para pemilih untuk memberikan suaranya.

Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2013 yang dikeluarkan KPUD Sikka menyebutkan beberapa program dan kegiatan seperti, Tahapan Persiapan yang meliputi Penabuhan Gong Pemilu Bupati dan Wakil Bupati yang dilanjutkan pembentukan PPK,PPS,DPPS , pembentukan tim pemantau. 

Tahapan berikutnya adalah Pelaksanaan yang dimulai dengan kegiatan Pemuktahiran dan Daftar Pemilih dari tangggal 16 Oktober 2012 hingga 12 Maret 2013. Kemudian Pencalonan yang dimulai dari pengumuman penyerahan dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan 25-29 November hingga Pengumuman dan Pendaftaran Bakal pasangan calon yang diusung parpol dan/atau gabungan parpol dan perseorangan dari 26 Desember 2012 sampai 2 Januari 2013, berikutnya pada tahapan pencalonan ini dilakukan pemeriksaan kesehatan pasangan calon pada 28-29 Desember 2012. Tahapan Pencalonan diakhiri Pengumuman nomor urut pasangan calon Bupati dan Waki Bupati Sikka tanggal 2-4 Februari 2013.

Usai penetapan Nomor Uurut Pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati, dilanjutkan ke Tahapan Kampanye. Masa Kampanye dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 14 Maret 2013. diikuti Masa Tenang berlaku 15-17 Maret 2013 meliputi pembersihan atribut dan alat peraga kampanye.

Puncaknya tanggal 18 Maret 2013, dimana pada tanggal ini dilaksanakan Tahapan Pemungutan Suara sekaligus Penghitungan Suara. usai penghitungan berita acara dan reka[itulasi hasil penghitungan suara tingkat Desa/Kelurahan oleh PPS, penghitungan berita acara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan oleh PPK dan penghitungan berita acara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten oleh KPU Kabipaten Sikka serta penetapan pasangan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Sika yang maju ke Putaran Kedua. Dan secara resmi dumumkan Hasil Perolehan Suara Pasangan Calon. Dan pada tangggal 25 Maret sampai 27 Maret 2013, Pengumuman Hasil Perolehan Suara Pasangan Calon.

Sebagai akhir dari tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Sikka, adalah penetapan pasangan calon terpilih, pengesahan, pengesahan pengangkatan, dan pelantikan calon terpilih yang berlangsung dari 2 April hingga pelantikan 31 Mei 2013.

foto: Vicky da Gomez
www.inimaumere
Selengkapnya...

Suhu Panas Landa Maumere

Maumere dilanda peningkatan panas yang tidak seperti hari-hari biasa. Suhu kota ini mengalami kenaikan yang drastis. Dampak kenaikannya terasa sangat mengganggu pekerjaan. Bahkan tak jarang pekerjaan ditinggalkan sejenak. Warung-warung es diserbu. Adapula memilih bercengkerama diluar rumah. Misalnya duduk-duduk dibawah pepohonan rindang atau diteras-teras rumah. Ini dilakukan agar bisa dibelai angin yang berkeliaran dari pepohonan. Kenaikan suhu udara yang melanda Maumere bukan hanya siang hingga sore tapi terjadi hingga malam hari. Ini berbeda dengan hari-hari biasa. Bulan oketober ini memang sungguh diluar perkiraan. Tanaman mengering dan tanah menjadi tandus dimana-mana.

Seperti pula kota pantai lainnya, Maumere berada di belahan bibir pantai. Sehingga merupakan kota yang terkenal cukup panas. Akibatnya, jika musim panas melanda, kota ini terlihat kering kerontang. Pohon dengan dedaunan hijau terbakar. Tersissa ranting-ranting kering. Atau dahan-dahan keriput karena tak kuat menahan deraan sinar mentari diatas rata-rata.
re.com Namun berbeda dengan akhir-akhir ini. Suhu bukan saja panas tapi meningkat naik. Sehingga peluh menyeruak ketika angin tak menjangkau tubuh. Warga mengeluh karena panasnya tak seperti biasa.
Meurut sumber BMKG NTT, Suhu meningkat karena perputaran matahari mulai mendekati khatulistiwa. Suhu ekstrem terjadi saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa seperti yang terjadi dibulan Oktober.
www.inimaume
Selengkapnya...

80 LITER MOKE ASAL SIKKA DISITA DI BALIKPAPAN

Jajaran kepolisian Polsek Was Pelabuhan Semayang terus menggiatkan razia terhadap para penumpang kapal yang turun di Pelabuhan Semayang. Razia ini menyasar para penumpang yang membawa produk ilegal, seperti senjata tajam, narkoba, bahan peledak hingga teroris. Seperti yang dilakukan Senin (15/10/12) pagi. Razia dimulai pukul 7.30 Wita saat KM Bukit Siguntang dengan rute, Maumere, Makasar, Pare pare dan Balikpapan merapat di dermaga penumpang di Pelabuhan Semayang. Puluhan anggota polisi sudah bersiap di dekat pintu masuk ruang kedatangan penumpang dan mengarahkan para penumpang untuk masuk ke ruangan. Barang bawaan mereka langsung diperiksa, berikut identitas para penumpang. Hasilnya, polisi mendapatkan 80 liter miras tradisional asal Nusa Tenggara Timur yaitu mokke, dalam kemasan jerigen lima liter.

Sementara 60 liter lainnya tidak Dari jumlah tersebut, 20 liter atau empat jerigen diketahui milik Elisabet Ansel (35), warga Ds Tanadue Kecamatan Kanaya, Kabupaten Sikka, NTT.
pemiliknya. Karena sudah lebih dulu kabur saat mengetahui ada pemeriksaan aparat kepolisian.
"Razia pada para penumpang kapal merupakan kegiatan rutin, jajaran kami di Pelabuhan Semayang. Sasarannya semua barang atau produk yang dilarang. Namun, kali ini kami menyita 80 liter mokke atau minuman tradisional khas NTT dan menangkap satu warga yang membawa minuman tersebut," kata Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono didampingi Kapolsek Was Pelabuhan Semayang Kompol Suharno. (pos-kupang.com)
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---