Wednesday, 5 December 2012
Proyek Air di Sikka Rp 2,7 M Untuk Siapa?
Proyek air bersih senilai Rp 2,7 miliar 'digugat' warga Desa Wairhubing, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Proyek tanpa sasaran jelas itu kini mubazir karena warga Wairhubing tidak pernah menikmati air dari proyek itu.
"Kami mau tanya, proyek ini dibangun untuk siapa. Kepentingan siapa. Masa bangun proyek bernilai miliaran rupiah, kami warga Wairhubing masih beli air. Padahal di desa ini ada pembangunan sarana air bersih," kata Yance Moa, warga Desa Wairhubing kepada Pos Kupang dan Kompas, Senin (26/11/2012) siang.
Yance mengatakan, proyek air bersih senilai Rp 2,7 miliar itu dikerjakan oleh kontraktor tanpa melapor kepada pemerintah desa dan warga setempat. Makanya warga mempertanyakan untuk siapa pembangunan proyek air tersebut. "Awalnya untuk irigasi, lalu dialihkan untuk air bersih. Tetapi sampai sekarang pembangunan jaringan air bersih di Wairhubing hanya menjadi pajangan saja," ungkap Yance.
Ia mengatakan, proyek air di Desa Wairhubing itu tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. "Maka itu kami tanya, bangun air bersih ini untuk kepentingan siapa. Kepentingan politik atau masyarakat?" tanya Yance.
Ia merincikan ada enam bak hydrant yang dibangun dan satu bak besar di permukiman warga. "Kalau ada bak hydrant, itu pasti untuk kepentingan banyak orang. Pak lihat sendiri bak hydrant itu. Setelah dibangun dipagari warga karena bak itu berada di tanah warga. Kami tidak bisa ambil air karena pemilik tanah memagar bak itu," ujar Yance.
Senada dengan Yance, Marten Adji, warga Desa Wairhubing juga mempertanyakan kapan proyek air bersih senilai Rp 2,7 miliar milik pemerintah pusat yang dikerjakan kontraktor asal Semarang, Jawa Tengah, menjadi tanggung jawab P2AT di Sikka untuk kepentingan masyarakat. "Proyek ini dananya dari pusat senilai Rp 2,7 miliar. Kontraktornya dari Semarang. Proyek ini melibatkan P2AT Sikka," kata Marten, Senin (26/11/2012) siang saat dihubungi Pos Kupang per telepon.
Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, yang dihubungi Pos Kupang, Senin (26/11/2012) mengatakan, banyak proyek propinsi di Sikka tidak pernah didata secara baik oleh pemerintah daerah.
Akibatnya, tumpah tindih dan sulit diawasi oleh DPRD dan masyarakat Sikka. Oleh karena itu, DPRD Sikka meminta pemerintah mendata proyek kabupaten, propinsi dan pusat di Sikka. "Ini penting sehingga bisa diawasi masyarakat. Banyak proyek yang dikerjakan di Sikka hasilnya tidak tepat sasaran. Maka itu perlu didata dan harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah di Sikka," kata Rafael.
Proyek air bersih di Wairhubing, diakui Rafael, DPRD Sikka sudah pernah mengangkat masalah itu. Namun pihaknya akan meminta DPRD Propinsi NTT untuk meminta pertanggungjawaban Dinas Pekerjaan Umum NTT. "Saya akan hubungi anggota DPRD NTT dari Sikka agar bicara masalah air bersih di Wairhubing," ujar Rafael.
Kooordinator P2AT Sikka, Petrus Rasnan, yang dihubungi Pos Kupang per telepon tidak mengangkat handphone (HP-nya) walau ada panggilan masuk. (ris/pos kupang))
Diposkan oleh Megu Nora Au di 15:02 0 comments
Sunday, 25 November 2012
Unipa Maumere Wisuda 300 Sarjana dan Diploma
Maria Dolorosa Nenu Wea, Lulusan Terbaik Unipa 2012/2013
Universitas Nusa Nipa Maumere, Sabtu (24/11/2012) di usia yang ke-8, periode wisuda yang ke-4, mewisuda dan melantik 300 orang Sarjana dan Diploma serta 42 Ners tamatan S1 Keperawatan. Acara bahagia tersebut berlangsung di aula Hotel Silvya dihadiri keluarga serta undanga. Dalam sambutan tertulis, Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Drs. Amandus Embo, M.Ed mengucapkan proficiat kepada semua wisudawan dan berharap lulusan Unipa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara serta mampu mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di Unipa ketengah masyarakat. 300 wisudawan/wati berbahagia tersebut berasal dari 11 program studi jenjang S1 dan 2 program studi D3. Jenjang Sarjana meluluskan 252 orang dan Diploma melahirkan 48 ahli madya. Kelulusan pada wisuda angkatan ke-4 tersebut menambah komunitas kelulusan Unipa menjadi 1200 orang.
258 sarjana SI pada sebelas program studi tersebut terdiri dari Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan yang melahirkan 105 orang sarjana, Teknik Informatika (23 sarjana), Teknik Sipil (5 Sarjana), Teknik Arsitektur (7), Agribisnis (16), Agroteknologi (11), Manajemen Sumber Daya Perairan (9), Studi Akutansi (12), Manajemen (43), Psikologi (13) dan Komunikasi 8 Sarjana.
Untuk jenjang Diploma III, masing-masing untuk Program Studi Keperawatan melahirkan 38 ahli madya dan Bahasa Inggris yang mendulang 10 lulusan diploma.
Kelulusan tahun akademik 2012/2013 juga melahirkan lulusan Terbaik pada masing-masing Fakultas.
Pada Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan: Lulusan Terbaik diraih Emelinda Hopong Ngantak, dari Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan dengan IPK 3,43. Pada Fakultas Teknik, Ifania Wunu Resi dari Teknik Informatika menjadi teratas dengan perolehan IPK 3,30.
Sedangkan Fakultas Kelautan dan Perikanan melahirkan lulusan terbaik yang diraih Agnes Josefine Farenheit dari Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan. Fakultas Pertanian melahirkan Maria Wihelemina Sae dengan perolehan IPK 3,67. Fakultas Sosial melahirkan lulusan terbaik yang diraih Vinsensina Kety Muku dengan perolehan IPK 3,48. Sedangkan Fakultas Ekonomi lulusan terbaiknya diraih Magdalena Nona Frencis dengan IPK 3,76. Diprogram Studi D3 Bahasa Inggris, Maria Dolorosa Nenu Wea meraih posisi terbaik dengan perolehan IPK 3,85.
Dari 300 orang Sarjana dan Diploma Universitas Nusa Nipa Maumere Tahun Akademik 2012/2013, Lulusan Terbaik diraih Maria Dolorosa Nenu Wea dari Prodi Bahasa Inggris dengan IPK 3,85, diikuti Maria Nona Frencis, Program Studi Akutansi (IPK 3,76) dan Maria Wihelmina Sae dari Program Studi Agribisnis dengan IPK 3,67.
Rektor menjelaskan, Unipa telah mengalami kemajuan berarti karena dalam tiga tahun terakhir 12 program studi telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Jakarta. Selanjutnya Unipa mendapat ijin Dikti untuk menyelenggarakan program profesi Ners bagi tamatan S1 Keperawatan. Tanggal 30 Agustus 2012 lalu, Unipa memperoleh ijin resmi dari Kemendikbud RI untuk menyelenggarakan 5 program studi keguruan jenjang S1, yakni Prodi PGSD, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Biologi, Kimia dan Fisika. Dengan demikian, menurut Rektor Amandus, di tahun akademik 2012/2013 Unipa menyelenggarakan 18 program studi.
Rektor berpesan agar wisuda yang terjadi hari ini bukanlah akhir perjuangan para lulusan. Menurutnya ada tantangan yang lebih besar dan kompleks di tengah masyarakat. Oleh karena itu kata rektor, sarjana yang baik harus memiliki keterbukaan untuk terus menerus belajar, memiliki kejernihan berpikir dan menyampaikan gagasan, kedalaman komitmen dan berani untuk memperjuangkan kejujuran.
Hadir dalam kesempatan tersebut, para keluarga dan orangtua wisudawan yang berbahagia, turut pula Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Koordinator Kopertis Wilayah III, Kadis Kesehatan NTT, Senat Unipa, Para Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, citivas akademi Unipa dan para awak media serta undangan lainnya.(oss)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 16:57 0 comments
Label: Berita
Thursday, 22 November 2012
Antri Panjang Gara-gara Bensin
Harga Eceran Melonjak, Warga Mengeluh
Antrian kendaraan bermotor dibeberapa tempat pengisian bensin (SPBU) Kota Maumere akhirnya terjadi setelah diketahui bahan bakar bensin yang ditunggu telah dipasok ke masing-masing Spbu. Sebelumnya, pengendara kesulitan mendapatkan stok bensin sejak Selasa (20/11) siang sekitar pukul 12.00 Wita. Kelangkaan bensin yang sempat membuat panik pemilik kendaraan bermotor tersebut terjadi di tiga tempat pengisian bensin SPBU di Maumere dan dua di luar kota. Hasilnya, harga eceran bensin yang dijual di pinggiran jalan mengalami kelonjakan signifikan. Kelangkaan bensin juga memantik kenaikan harga ojek motor. Kendaraan sewa tersebut mematok harga Rp 5000 sampe Rp 10.000, tergantung jarak yang ditempuh. Kelangkaan bensin juga membuat pengendara bermotor lainnya semakin hemat. Bensin perlahan mulai memperlambat aktivitas warga namun untungnya sejak pagi hari Rabu (21/11) sudah terlihat antrian dibeberapa SPBU. Pasokan bensin kembali diisi meski dibatasi.
![]() |
| antrian bensin di SPBU Waidoko, Rabu (21/11/2012) |
Di dalam kota, antrian terjadi di tiga SPBU yakni. Yakni SPBU Waidoko, Wai Oti dan Madawat. Antrian yang terjadi bahkan hampir mencapai dua ratus meter.
Seperti terjadi di SPBU Waidoko sejak pagi hingga siang hari. Antrian memanjang hampir mencapai Pura Hindu. Antrian terjadi dalam dua baris, kiri dan kanan. Para pengendara mengaku stok bensin kendaraan mereka telah menipis. Mau tidak mau mereka mesti ikut mengantri. Mereka tak peduli meski kendaran yang mengantri memanjang jauh.
Begitu pula yang terjadi di SPBU Madawat dan Waioti. Antrian kendaraan nampak memanjang.
Antrian kendaraan yang menunggu pasokan bensin berlangsung hingga malam hari. Di SPBU Madawat, pasokan bensin yang habis sejak siang hari, kembali dibuka pada magrib. Meski hujan turun, para pengantri tetap sabar. Hingga pukul 20.00 Wita antrian yang lumayan panjang tersebut bubar setelah diketahui stok bensin di Madawat habis.
Sedangkan di pengisian bensin SPBU Waidoko, antrian panjang sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita masih berlangsung. Diketahui, pengisian di SPBU tersebut akan berakhir pukul 24.00 wita.
Kelangkaan bensin memicu kenaikan harga eceran yang dijual di pinggiran jalan. Kenaikan tersebut membuat sejumlah warga pengguna bensin mengeluh. Soalnya harga yang dikenakan naik berkali lipat. Harga eceran setengah botol kemasan besar yang biasa dijual Rp 5.000 naik menjadi Rp 25.000.Sedangkan harga eceran satu botol kemasan penuh dijual dengan harga Rp 50 ribu.
Untuk mengatasi penimbunan dan permainan harga, pengisian bensin tidak melayani isian jerigen dan lain-lain. Sejumlah SPBU hanya melayani pengisian untuk kendaraan bermotor. Nampak pula aparat kepolisian dari Polres Sikka ikut mengamankan aktivitas pengisian bensin di beberapa SPBU.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti sebab-sebab terjadinya kelangkaan bensin di Maumere. Namun salah satu informasi yang diterima menyebutkan keterlambatan pasokam kapal menjadi alasan kelangkaan bensin yang terjadi di Kabupaten Sikka.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 02:12 0 comments
Label: Berita
Replika Kota Betlehem, Tempat Ziarah Dipunggung Bukit
Di Paroki Nelle, Masih tahap Perampungan
Pertama kali mampir, hati telah tertancap. Tidak saja karena bukitnya yang hijau dan dikelilingi pemandangan menawan tapi juga semilir bayu sejuk yang menyelimuti Replika Kota Betlehem tersebut. Betlehem? Ya benar sekali. Kota Kudus kelahiran Jesus Kristus yang sebetulnya terletak di Palestina kini replikanya sedang dibangun. Replika tersebut terdapat di dipunggung bukit Desa Delang. Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka. Tempat yang berdiri di lahan luas, secara khusus sebagai taman doa. Kota Ziarah yang diperuntukan bagi umat kristiani. Replika Kota Betlehem kebanggaan umat Paroki Nelle memiliki beberapa stasi atau tempat perhentian, dan seratus anak tangga menuju taman Betlehem. Saat inimaumere.com berkunjung kesana pertengahan november 2012, replika kota kudus ini masih dibangun. Banyak arca yang menunggu proses pembentukan akhir, juga taman doa yang belum selesai dengan seratus anak tangganya. Secara umum, replika kota kudus tersebut masih menunggu perampungan pengerjaan.
Jadi bagi sobat yang ingin berziarah ketempat ini, mesti sedikit bersabar. Kami yakin, saatnya akan tiba dimana peziarah bisa datang, berdoa dan menjadikan tempat ini sebagai momentun pendalaman iman.
Tempat ziarah yang dibangun dari swadaya umat Paroki Nele tersebut terletak diketinggian. Dari tempat ini kita bisa menyaksikan pemandangan luas ke Kota Maumere. Disekelilingnya, hutan perkebunan hijau tampak sekali menentramkan hati. Cocok sebagai tempat doa, tempat ziarah nan damai.
Sekali lagi Replika Kota Betlehem ini masih dalam tahap pengerjaan, jika telah rampung dan dibuka untuk umat, inimaumere.com akan segera memberikan informasinya. Semoga!
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:59 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Ini Pelanggaran Hukum Terkait Oknum Perwira "Bermain" BBM
Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT, Meridian Dewanta Dado, SH melaporkan salah seorang perwira yang pejabat di Polres Sikka kepada Kepala Kepolisian RI (Kapolri) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT terkait dugaan tindakan "nakal" yang dilakukan pejabat itu di wilayah Polres Sikka.
Pejabat yang dimaksud adalah mantan Kasat Reskrim yang saat ini menjabat sebagai Kasat Samaptha (Sabhara) Polres Sikka, AKP. MAS, SH.
Terkait dengan pengaduan ini, AKP. MAS, SH yang tengah bertugas di Adonara yang baru berhasil di konfirmasi Pos Kupang dari Maumere ke Ponselnya, Senin (19/11/2012) mengatakan, silahkan yang bersangkutan buktikan atas tuduhannya itu. Apa yang disampaikannya itu, tandas MAS, merupakan tindakan pembohongan.
Dado menegaskan, kegiatan pengangkutan (mungkin juga Penyimpanan) dan memperdagangkan (niaga) Solar tersebut jelaslah merupakan Tindak Pidana Migas sesuai Undang-Undang RI Nomer 22 Tahun 2001, yaitu Pasal 53 huruf (b) : "Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasai 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana denganpidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp. 40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah)", sementara Pasal 53 huruf (c), lanjut Dado, berbunyi :"Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa lzin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp. 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah)".
Selanjutnya Pasal 53 huruf (d) mendalilkan : "Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasai 23 tanpa lzin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp. 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah)".
Bahkan, Dado mengungkapkan, tindak-tanduk yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Polisi tersebut dapat dikategorikan sebagai Tindak Pidana Migas sesuai Pasal 55 Undang-Undang RI Nomer 22 Tahun 2001 tentang MIGAS yang berbunyi : "Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)".
Dado mengatakan, Dengan adanya indikasi-indikasi Tindak Pidana Migas yang di duga kuat dilakukan oleh oknum Polisi itu, maka dirinya sudah menyurati KAPOLRI dan KAPOLDA NTT untuk mendesak Bapak KAPOLRI dan Bapak KAPOLDA NTT ataupun Pejabat Polri yang berwenang lainnya agar m enurunkan Tim PROPAM Polri guna mengusut dan melakukan penangkapan terhadap oknum Polisi yang bersangkutan yang diduga kuat terlibat dalam Tindak Pidana MIGAS sebagaimana terurai diatas;
Berikutnya, lanjut Dado, Menggelar pemeriksaan internal Polri (Persidangan Disiplin) terhadap yang bersangkutan terkait Dugaan Tindak Pidana MIGAS di atas, termasuk bisa dilakukan penuntutan melalui Peradilan Umum manakala segenap alat bukti sudah mencukupi.
Hal penting lainnya, tandas Dado, Segera mencopot atau memutasikan oknum polisi tersebut dari jabatannya saat ini dan memindahkan yang bersangkutan agar tidak lagi berada di Maumere, Kabupaten Sikka demi menghindari pengulangan kejahatan atau perilaku tercela lainnya. (Pos Kupang/oma)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:44 0 comments
Monday, 12 November 2012
"Surya Soundphoria" Memang Meriah
Pesta Musik di Lapangan Kota Baru Maumere
Pecinta musik Kota Maumere, malam minggu, Sabtu (10/11/12) memadati Lapangan Kota Baru Maumere menyaksikan pegelaran musik bertema "Surya Soundphoria". Choin Entertainment selaku penyelenggara event dengan dukungan sponsor Surya 12 menyajikan pesta musik dengan lighting panggung menawan. Sebanyak lima band termasuk rapper daerah Xelont MC ikut menyemarakan pesta musik yang dihelat gratis bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Selain penampilan grup band papan atas Maumere, pegelaran semakin panas dengan atraksi dancer dari tiga kelompok dancer remaja. Tak ketinggalan koloborasi band rock Koma band bersama violis muda Ays Lasar. Oshy Lelo selaku penyelenggara dari Choin Entetainment mengatakan perhelatan Surya Soundpohoria merupakan persembahan terhadap insan musik di Maumere. Penyelenggaran ini menurutnya bertujuan menghibur warga Maumere dan mengajak anak-anak muda berekpresi secara positip dibidang musik. Acara yang di pandu MC Lucky Reyner dan Desi asal Kota Ende menguncang panggung musik takala kelompok hardcore Jet Coaster diberi kesempatan pertama meraung..
Sebentar saja jedah, panggung sudah diisi grup band D'Solois. Grup band yang mengusung genre pop rock mengaku baru pertama kali tampil di Kota Maumere. D'solois digawangi anak-anak muda asal kampung Habi dan sempat berkarier di Jakarta. Mereka membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri dan mendapat sambutan hangat.
aksi Max n Amril (Jet Coaster) dan D'solois Band
|
|
Kembali di panggung, rapper asal Maumere berdarah Bola Xelont MC tampil membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Ia mendapat dukungan penonton yang dibatasi barikade panggung ketika lagu karyanya Nona Sikka dilempar. Xelont didampingi dua raper tampak meyakinkan generasi rapper Maumere yang masih menunjukan eksitensi di blantika musik.
Usai Xelont, grup band Sparky tampil berikutnya. Sepertinya tak perlu disangsikan lagi. Penampikan mereka selalu meyakinkan dengan penggemarnya yang senantiasa setia hadir. Dipanggung, mereka mengusung sejumlah lagu dari grup-grup band nasional dan berkoloborasi dengan rapper Frengky asal Kota Uneng serta vokalis cewek, IN.
|
|
Malam perhelatan Surya Soundphoria yang didominasi musisi senior ini semakin mematrikan nama Maumere diblantika panggung music di Pulau Flores. Hal ini tak lepas dari pihak penyelenggara Choin Entertainment yang terus menggebrak. Dengan mengandeng pihak sponsor, Choin semakin eksis dranah hiburan. Musisi Maumere dan Flores umumnya semakin mendapat kesempatan tampil dan menunjukan eksitensi. Beberapa kali pula musisi nasional turut diundang menyemarakan gempita panggung hiburan di Maumere.
Kembali ke panggung, pegelaran Surya Soundphoria yang dipadati penggemar musik diakhiri penampilan band rock Koma Band. Menjadi menarik ketika grup band yang digawangi Rino (vokal), Arie Riberu (Guitar), Jack (Bass), Erick (Keyboard) dan Nollye (drum) mengajak violis Arys Lasar ikut berkoloborasi. Arys Lasar yang sebentar lagi menimba ilmu di sekolah musik Jogja, nampak tak canggung. Beberapa nomor lagu yang dibawakan apik oleh vokalis Rino disantapnya dengan manis. Begitu juga akhir koloborasi menawan dengan suguhan gesekan biola pada nomor I'll Be There for U milik Bon Jovi.
Koma Band feat Ays Lasar dan Desi feat Lucky, pemandu pegelaran Surya Soundphoria
|
|
Ditengah pencahayan panggung warna warni yang khusus didatangkan dari Jakarta, terbersit harapan dan rasa terima kasih atas perhelatan yang memberi ruang bagi musisi Maumere di panggung.
![]() |
| Oshy Lelo |
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 00:04 0 comments
Label: HiburaN..
Sunday, 11 November 2012
50 Ibu Rumah Tangga Penderita HIV/Aids di Sikka
Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Sikka yang terdeteksi menderita penyakit HIV/AIDS cukup tinggi. Data yang ada dari 263 orang penderita HIV/Aids di Kabupaten Sikka, terdapat 50 orang IRT tertular penyakit maut ini, dibandingkan dengan kelompok Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kasusnya berjumlah 15 orang. Jumlah IRT penderita penyakit ini, dibawah satu tingkat dari kategori swasta yang teridentifikasi paling tinggi sebanyak 63 orang pengidap. Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Sikka, Yan Siga kepada Pos Kupang di Maumere, Rabu (7/11/2012) menjelaskan, data perkembangan penyakit HIV/Aids di Kabupaten Sikka sampai bulan September 2012 berjumlah 263 penderita. Jumlah ini terdiri dari HIV sebanyak 75 penderita, dan Aids sebanyak 188 kasus. Siga melanjutkan, dari total penderita -kasus tersebut sebanyak 105 orang telah meninggal, sedangkan yang masih hidup sebanyak 158 orang.
Menurut Siga, total penderita HIV/Aids itu tersebar hampir disemua wilayah di Kabupaten Sikka. Siga merincikan, kecamatan Alok lah memiliki jumlah kasus tertinggi atau ada 30 kasus, kemudian disusul Kecamatan Nita sebanyak 28 kasus, selanjutnya Kecamatan Alok Barat dan Kewapante yang masing-masing. Ada 25 kasus dan diikuti Kecamatan Alok Timur sebanyak 23 kasus. Kecamatan lainnya, berkisar belasan hingga 1 kasus. Sementara yang belum ada laporan dari Mapitara.
"Itu di lihat dari wilayah, sedangkan jenis kelamin, yaitu penderita laki-laki lebih banyak. Laki-laki ada 174 orang dan perempuan 89 orang. Kalau dari segi usia dibawah 1 tahun ada 5 orang, umur 1-14 tahun ada 7 orang, umur 15-19 tahun ada 3 orang, umur 20-24 tahun ada 27 orang, umur 25-49 tahun ada 211 orang, dan usia di atas 50 tahun ada 10 orang,"tambah Siga.
Untuk kategori pekerjaan, Siga menyebutkan, selain swasta dan IRT yang paling tinggi, juga ada petani sebanyak 30 orang, buruh 26 orang, sopir 19 orang, Pekerja Seks Komersial (PSK) ada 15 orang, kategori PNS/TNI/Polri ada 3 orang, Ojek 6 orang, Waria 6 orang.
Menurut Siga, untuk kasus yang dialami IRT ini, biasanya terkenah dari pasangan seksnya.
Siga menjelaskan, Penanggulangan selama ini yang dilakukan oleh pihaknya, lebih banyak menggunakan pendekatan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi). Hal ini untuk membuka cakrawala masyarakat mengenai penyakit tersebut.
Siga menandaskan, pihaknya gencar melakukan penyuluhan kepada kelompok populasi kunci, seperti waria, psk. Sementara bagi penderita, kata Siga, dilakukan pengobatan gratis di Clinic Visity RSUD TC Hillers. Di Clinic itu disiapkan obat ARV (anti Retroviral). Obat ini untuk mengendalikan virus dalam tubuh supaya jangan berkembang.
"Penderita harus memanfaatkan pengobatan yang ada, karena obatnya harga mahal. Obat ini biasanya dibantu Pemerintah Pusat,"jelas Siga.(pos kupang)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:18 0 comments
Label: Berita


































