Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 8 December 2012

Satu Dekade Radio Sonia FM bersama Doddie Latuharhary

Stadion Gelora Samador, 15 Desember 2012

Menyemaraki 10 tahun Radio Sonia FM Maumere, manajemen radio yang beralamat di Wairklau Maumere berencana mendatangkan artis penembang lagu-lagu cinta berbahasa Ambon Doddie Latuharhary. Artis yang memiliki sejumlah pengemar fanatik di berbagai wilayah Indonesia Timur ini didapuk menjadi bintang utama dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka memperingati Ultah Radio Sound of Nian Tana (Sonia) FM. Lucky Reyner, General Manager Radio Sonia mengatakan pegelaran bertema Konser Amal Mendukung Sikka Menuju Kabupaten Layak Anak  merupakan persembahan Radio Sonia FM, KPID NTT dan Forum Anak Sikka (FAS) bagi Soniers dan fans Doddie di Maumere.

Radio Sonia FM katanya, diusia satu dekade ini telah mengalami perjalanan panjang dengan sejumlah dinamika, namun mampu melewatinya hingga berada digaris terdepan menjadi radio legal pertama di Kabupaten Sikka. Ia mengatakan punggawa Sonia, manajemen dan Soniers merupakan kunci keberhasilan radio swasta ini bertahan hingga sekarang, bahkan menjadi satu-satunya radio yang mengudara di bumi Sikka. Untuk itu lanjutnya, kehadiran Doddie di Satu Dekade Sonia FM adalah kebanggaan bagi para Soniers yang telah bersama Sonia FM dalam 10 tahun di Maumere. Rencananya Doddie akan manggung di Stadion Samador Maumere tanggal 15 Desember 2012 dengan harga tiket masuk variatif.

Harga tiket untuk konser malam tersebut dijual untuk kelas undangan VIP, VVIP dan untuk umum. Untuk kelas VIP undangan disebar dengan harga Rp 150 ribu, kelas VVIP Rp 250 ribu dan kelas umum tiket dijual dengan harga Rp 10 ribu. Penjualan tiket VVIP dan VIP terbatas sehingga jangan lewatkan kesempatan mendapatkan kenyamanan. Sedangkan tiket umum dijual pada pukul 17.00 Wita tanggal 15 Desember menjelang konser Doddie malam hari.

Untuk kelas VIP dan VVIP undangan akan berada disekitar panggung konser. Kelebihannya undangan bisa lebih dekat dengan sang maesto cinta. Tentunya sambil duduk nyaman tanpa saling berdesakan. Sedangkan penonton dengan tiket umum akan berada di bawah panggung dengan barikade pembatas tanpa kursi. Kelas festival tersebut diperkirakan akan dibanjiri para penggemar Doddie hingga memenuhi seisi lapangan stadion.
Undangan VVIP dan VIP bisa didapatkan di Studio Radio Sonia FM, Jalan Wairklau Maumere. Undangan terbatas, kata Lucky.

Dalam catatan inimaumere.com, konser Doddie Latuharhary di Maumere merupakan yang kedua. Doddie Latuharhary yang meledak dengan tembang "Dingin", "Seng Usah Lai", "Putus Di Lampu Lima" memiliki ribuan penggemar di Maumere, Flores juga NTT.

  Untuk melengkapi Konser Nyong Ambon Manise di Maumere tanggal 15 Desember 2012, Doddie Production,. manajemen dari artis Doddie akan mendukung dengan menampilkan band pengriing dan dancer. Anda pasti penasaran, bagaimana sang maestro cinta ini meledakan hati anda? Datang saja di Samador Tanggal 15 Desember 2012. Eitssss...jangan lupa pesan dulu undangannya. Langsung ke Studio Sonia FM.

Konser bertabur cinta satu dekade Sonia FM di dukung oleh: Hotel Sao Wisata, Lintas Arung Tour & Travel, Fajar Timur Motor, Apotik K-24 dan inimaumere.com. Penyelenggara event ini adalah Choin Entertainment.

 Akhir kata, Selamat Datang Bung Doddie, Happy Berthday Sonia FM....!!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 5 December 2012

Pantai yang Terbengkalai

Keindahan pantai berpasir putih di wilayah Kabupaten Sikka tidak kalah dibanding di daerah lain. Mulai dari pesisir pantai utara hingga pantai selatan. Keelokan dan pesona pasir putihnya telah mengundang segelintir wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung. Sayangnya dukungan pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata belum maksimal. Mulai dari promosi hingga pengelolahannya. Bisa dikatakan pariwisata alam di Sikka belum mampu menghasilkan sesuatu bagi daerah dan masyarakat setempat. Jika dibanding daerah lain, jelas wisata Sikka tertinggal jauh. Pesonanya masih menunggu garapan dan campur tangan pemerintah lebih serius. Termasuk infrastruktur jalan misalnya. Kita lihat saja di Koka. Pantai yang sangat indah ini bahkan seolah-olah dipandang tak berharga.

Akses jalan menuju Pantai Koka dikeluhkan sebagian besar wisatawan. Jalan sepanjang 2,5 Km rusak berat. Mobil tak berani masuk dan menerrjang ruas jalan berbatu tersebut.
Kita bisa berbenah, ada pemasukan dari sektor ini jika pariwisata alam dikelolah dengan baik. Harapannya, pantai-pantai indah tersebut bisa dijadikan salah satu modal pengembangnan ekonomi rakyat. Termasuk penyerapan tenaga kerja dan promosi masing-masing wilayah. Sayangnya kita masih berdiam diri. Entah sampai kapan.
Foto dibawah ini adalah contoh dari berbagai pantai yang ada di wilayah Kabupaten Sikka:



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sumur Baluk dari Ksatria Asal Bola

Baluk diambil dari nama seorang ksatria dari Bola, dia adalah pemberani yang berperang kemana-mana.. Dona Agnes da Silva yang memerintah Kerajaan Sikka 1613-1620, mensyairkan Baluk yg bertempur kemana-mana, dalam baitan adat; “Ung Baluk raning, wi neti nora urung, neti nora urung, halo Terong Lamahala. Lobo Lau Terong, atang mole Lamahala, mole Lamahala, brau hala mate golo. Lobo ei Terong, Tau mole Lamahala, Lamahala laeng raning, poi rado laeng pasak” “Bahwa lasykar dari Bola, Baluk yang gagah berani, telah membumihanguskan Terong serta Lamahala. Kalau tidak bertahan, karena kecut, pasti kalah. Bahwa lasykar Lamahala hanya membidik dengan senjata dan belum menembak”.

Kepahlawanan dan kehebatan Baluk sampai Pantai Bola dimateraikan dengan namanya, bahkan sumur Portugis itu juga diberi nama Wair Baluk ( air Baluk) yang masih di fungsikan sampai sekarang. Wair Baluk itulah yang menyegarkan dan mengharumkan masyarakat Bola dengan syair terkenal:
Blatan Plahar, blatan plahar, Wair Baluk blatan plahar. Mi hure, Mi hure, otang Bola mi hure// Bahwa dinginnya ketawaran air baluk, dapat membuat orang suka minum dan merasa betah. Sampai dengan sekarang ini Sumur Baluk yang terletak tak jauh dr pantai Watu Cruz masih difungsikan oleh penduduk setempat..
(foto: sumur Baluk/inimaumere.com)
Selengkapnya...

Proyek Air di Sikka Rp 2,7 M Untuk Siapa?

Proyek air bersih senilai Rp 2,7 miliar 'digugat' warga Desa Wairhubing, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Proyek tanpa sasaran jelas itu kini mubazir karena warga Wairhubing tidak pernah menikmati air dari proyek itu. "Kami mau tanya, proyek ini dibangun untuk siapa. Kepentingan siapa. Masa bangun proyek bernilai miliaran rupiah, kami warga Wairhubing masih beli air. Padahal di desa ini ada pembangunan sarana air bersih," kata Yance Moa, warga Desa Wairhubing kepada Pos Kupang dan Kompas, Senin (26/11/2012) siang. Yance mengatakan, proyek air bersih senilai Rp 2,7 miliar itu dikerjakan oleh kontraktor tanpa melapor kepada pemerintah desa dan warga setempat. Makanya warga mempertanyakan untuk siapa pembangunan proyek air tersebut. "Awalnya untuk irigasi, lalu dialihkan untuk air bersih. Tetapi sampai sekarang pembangunan jaringan air bersih di Wairhubing hanya menjadi pajangan saja," ungkap Yance.

Ia mengatakan, proyek air di Desa Wairhubing itu tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. "Maka itu kami tanya, bangun air bersih ini untuk kepentingan siapa. Kepentingan politik atau masyarakat?" tanya Yance.
Ia merincikan ada enam bak hydrant yang dibangun dan satu bak besar di permukiman warga. "Kalau ada bak hydrant, itu pasti untuk kepentingan banyak orang. Pak lihat sendiri bak hydrant itu. Setelah dibangun dipagari warga karena bak itu berada di tanah warga. Kami tidak bisa ambil air karena pemilik tanah memagar bak itu," ujar Yance.
Senada dengan Yance, Marten Adji, warga Desa Wairhubing juga mempertanyakan kapan proyek air bersih senilai Rp 2,7 miliar milik pemerintah pusat yang dikerjakan kontraktor asal Semarang, Jawa Tengah, menjadi tanggung jawab P2AT di Sikka untuk kepentingan masyarakat. "Proyek ini dananya dari pusat senilai Rp 2,7 miliar. Kontraktornya dari Semarang. Proyek ini melibatkan P2AT Sikka," kata Marten, Senin (26/11/2012) siang saat dihubungi Pos Kupang per telepon.
Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, yang dihubungi Pos Kupang, Senin (26/11/2012) mengatakan, banyak proyek propinsi di Sikka tidak pernah didata secara baik oleh pemerintah daerah.
Akibatnya, tumpah tindih dan sulit diawasi oleh DPRD dan masyarakat Sikka. Oleh karena itu, DPRD Sikka meminta pemerintah mendata proyek kabupaten, propinsi dan pusat di Sikka. "Ini penting sehingga bisa diawasi masyarakat. Banyak proyek yang dikerjakan di Sikka hasilnya tidak tepat sasaran. Maka itu perlu didata dan harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah di Sikka," kata Rafael.
Proyek air bersih di Wairhubing, diakui Rafael, DPRD Sikka sudah pernah mengangkat masalah itu. Namun pihaknya akan meminta DPRD Propinsi NTT untuk meminta pertanggungjawaban Dinas Pekerjaan Umum NTT. "Saya akan hubungi anggota DPRD NTT dari Sikka agar bicara masalah air bersih di Wairhubing," ujar Rafael.
Kooordinator P2AT Sikka, Petrus Rasnan, yang dihubungi Pos Kupang per telepon tidak mengangkat handphone (HP-nya) walau ada panggilan masuk. (ris/pos kupang))
Selengkapnya...

Sunday, 25 November 2012

Unipa Maumere Wisuda 300 Sarjana dan Diploma

Maria Dolorosa Nenu Wea, Lulusan Terbaik Unipa 2012/2013

Universitas Nusa Nipa Maumere, Sabtu (24/11/2012) di usia yang ke-8, periode wisuda yang ke-4, mewisuda dan melantik 300 orang Sarjana dan Diploma serta 42 Ners tamatan S1 Keperawatan. Acara bahagia tersebut berlangsung di aula Hotel Silvya dihadiri  keluarga serta undanga. Dalam sambutan tertulis, Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Drs. Amandus Embo, M.Ed mengucapkan proficiat kepada semua wisudawan dan berharap lulusan Unipa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara serta mampu mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di Unipa ketengah masyarakat. 300 wisudawan/wati berbahagia tersebut berasal dari 11 program studi jenjang S1 dan 2 program studi D3. Jenjang Sarjana meluluskan 252 orang dan Diploma melahirkan 48 ahli madya. Kelulusan pada wisuda angkatan ke-4 tersebut menambah komunitas kelulusan Unipa menjadi 1200 orang.

258 sarjana SI pada sebelas program studi tersebut terdiri dari Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan yang melahirkan 105 orang sarjana, Teknik Informatika (23 sarjana), Teknik Sipil (5 Sarjana), Teknik Arsitektur (7), Agribisnis (16), Agroteknologi (11), Manajemen Sumber Daya Perairan (9), Studi Akutansi (12), Manajemen (43), Psikologi (13) dan Komunikasi 8 Sarjana. 
Untuk jenjang Diploma III, masing-masing untuk Program Studi Keperawatan melahirkan 38 ahli madya dan Bahasa Inggris yang mendulang 10 lulusan diploma. Kelulusan tahun akademik 2012/2013 juga melahirkan lulusan Terbaik pada masing-masing Fakultas. 
Pada Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan: Lulusan Terbaik diraih Emelinda Hopong Ngantak, dari Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan dengan IPK 3,43. Pada Fakultas Teknik, Ifania Wunu Resi dari Teknik Informatika menjadi teratas dengan perolehan IPK 3,30.
  Sedangkan Fakultas Kelautan dan Perikanan melahirkan lulusan terbaik yang diraih Agnes Josefine Farenheit dari Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan. Fakultas Pertanian melahirkan Maria Wihelemina Sae dengan perolehan IPK 3,67. Fakultas Sosial melahirkan lulusan terbaik yang diraih Vinsensina Kety Muku dengan perolehan IPK 3,48.  Sedangkan Fakultas Ekonomi lulusan terbaiknya diraih Magdalena Nona Frencis dengan IPK 3,76. Diprogram Studi D3 Bahasa Inggris, Maria Dolorosa Nenu Wea meraih posisi terbaik dengan perolehan IPK 3,85. 
Dari 300 orang Sarjana dan Diploma Universitas Nusa Nipa Maumere Tahun Akademik 2012/2013, Lulusan Terbaik diraih Maria Dolorosa Nenu Wea dari Prodi Bahasa Inggris dengan IPK 3,85, diikuti Maria Nona Frencis, Program Studi Akutansi (IPK 3,76) dan Maria Wihelmina Sae dari Program Studi Agribisnis dengan IPK 3,67.
Rektor menjelaskan, Unipa telah mengalami kemajuan berarti karena dalam tiga tahun terakhir 12 program studi telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Jakarta. Selanjutnya Unipa mendapat ijin Dikti untuk menyelenggarakan program profesi Ners bagi tamatan S1 Keperawatan. Tanggal 30 Agustus 2012 lalu, Unipa memperoleh ijin resmi dari Kemendikbud RI untuk menyelenggarakan 5 program studi keguruan jenjang S1, yakni Prodi PGSD, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Biologi, Kimia dan Fisika. Dengan demikian, menurut Rektor Amandus, di tahun akademik 2012/2013 Unipa menyelenggarakan 18 program studi.
Rektor berpesan agar wisuda yang terjadi hari ini bukanlah akhir perjuangan para lulusan. Menurutnya ada tantangan yang lebih besar dan kompleks di tengah masyarakat. Oleh karena itu kata rektor, sarjana yang baik harus memiliki keterbukaan untuk terus menerus belajar, memiliki kejernihan berpikir dan menyampaikan gagasan, kedalaman komitmen dan berani untuk memperjuangkan kejujuran.
Hadir dalam kesempatan tersebut, para keluarga dan orangtua wisudawan yang berbahagia, turut pula Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Koordinator Kopertis Wilayah III, Kadis Kesehatan NTT, Senat Unipa, Para Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, citivas akademi Unipa dan para awak media serta undangan lainnya.(oss)
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 22 November 2012

Antri Panjang Gara-gara Bensin

Harga Eceran Melonjak, Warga Mengeluh
antrian bensin di SPBU Waidoko, Rabu (21/11/2012)
Antrian kendaraan bermotor dibeberapa tempat pengisian bensin (SPBU) Kota Maumere akhirnya terjadi setelah diketahui bahan bakar bensin yang ditunggu telah dipasok ke masing-masing Spbu. Sebelumnya, pengendara kesulitan mendapatkan stok bensin sejak Selasa (20/11) siang sekitar pukul 12.00 Wita. Kelangkaan bensin yang sempat membuat panik pemilik kendaraan bermotor tersebut terjadi di tiga tempat pengisian bensin SPBU di Maumere dan dua di luar kota. Hasilnya, harga eceran bensin yang dijual di pinggiran jalan mengalami kelonjakan signifikan. Kelangkaan bensin juga memantik kenaikan harga ojek motor. Kendaraan sewa tersebut mematok harga Rp 5000 sampe Rp 10.000, tergantung jarak yang ditempuh. Kelangkaan bensin juga membuat pengendara bermotor lainnya semakin hemat. Bensin perlahan mulai memperlambat aktivitas warga namun untungnya sejak pagi hari Rabu (21/11) sudah terlihat antrian dibeberapa SPBU. Pasokan bensin kembali diisi meski dibatasi.

Di dalam kota, antrian terjadi di tiga SPBU yakni. Yakni SPBU Waidoko, Wai Oti dan Madawat. Antrian yang terjadi bahkan hampir mencapai dua ratus meter.
Seperti terjadi di SPBU Waidoko sejak pagi hingga siang hari. Antrian memanjang hampir mencapai Pura Hindu. Antrian terjadi dalam dua baris, kiri dan kanan. Para pengendara mengaku stok bensin kendaraan mereka telah menipis. Mau tidak mau mereka mesti ikut mengantri. Mereka tak peduli meski kendaran yang mengantri memanjang jauh.
Begitu pula yang terjadi di SPBU Madawat dan Waioti. Antrian kendaraan nampak memanjang.
Antrian kendaraan yang menunggu pasokan bensin berlangsung hingga malam hari. Di SPBU Madawat, pasokan bensin yang habis sejak siang hari, kembali dibuka pada magrib. Meski hujan turun, para pengantri tetap sabar. Hingga pukul 20.00 Wita antrian yang lumayan panjang tersebut bubar setelah diketahui stok bensin di Madawat habis.
Sedangkan di pengisian bensin SPBU Waidoko, antrian panjang sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita masih berlangsung. Diketahui, pengisian di SPBU tersebut akan berakhir pukul 24.00 wita.
Kelangkaan bensin memicu kenaikan harga eceran yang dijual di pinggiran jalan. Kenaikan tersebut membuat sejumlah warga pengguna bensin mengeluh. Soalnya harga yang dikenakan naik berkali lipat. Harga eceran setengah botol kemasan besar yang biasa dijual Rp 5.000 naik menjadi Rp 25.000.Sedangkan harga eceran satu botol kemasan penuh dijual dengan harga Rp 50 ribu.
Untuk mengatasi penimbunan dan permainan harga, pengisian bensin tidak melayani isian jerigen dan lain-lain. Sejumlah SPBU hanya melayani pengisian untuk kendaraan bermotor. Nampak pula aparat kepolisian dari Polres Sikka ikut mengamankan aktivitas pengisian bensin di beberapa SPBU.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti sebab-sebab terjadinya kelangkaan bensin di Maumere. Namun salah satu informasi yang diterima menyebutkan keterlambatan pasokam kapal menjadi alasan kelangkaan bensin yang terjadi di Kabupaten Sikka.
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Replika Kota Betlehem, Tempat Ziarah Dipunggung Bukit

Di Paroki Nelle, Masih tahap Perampungan

Pertama kali mampir, hati telah tertancap. Tidak saja karena bukitnya yang hijau dan dikelilingi pemandangan menawan tapi juga semilir bayu sejuk yang menyelimuti Replika Kota Betlehem tersebut. Betlehem? Ya benar sekali. Kota Kudus kelahiran Jesus Kristus yang sebetulnya terletak di Palestina kini replikanya sedang dibangun. Replika tersebut terdapat di dipunggung bukit Desa Delang. Kecamatan Nelle,  Kabupaten Sikka.  Tempat yang berdiri di lahan luas, secara khusus sebagai taman doa. Kota Ziarah yang diperuntukan bagi umat kristiani. Replika Kota Betlehem kebanggaan umat Paroki Nelle memiliki beberapa stasi atau tempat perhentian, dan seratus anak tangga menuju taman Betlehem. Saat inimaumere.com berkunjung kesana pertengahan november 2012, replika kota kudus ini masih dibangun. Banyak arca yang menunggu proses pembentukan akhir, juga taman doa yang belum selesai dengan seratus anak tangganya. Secara umum, replika kota kudus tersebut masih menunggu perampungan pengerjaan.

Jadi bagi sobat yang ingin berziarah ketempat ini, mesti sedikit bersabar. Kami yakin, saatnya akan tiba dimana peziarah bisa datang, berdoa dan menjadikan tempat ini sebagai momentun pendalaman iman.
Tempat ziarah yang dibangun dari swadaya umat Paroki Nele tersebut terletak diketinggian. Dari tempat ini kita bisa menyaksikan pemandangan luas ke Kota Maumere. Disekelilingnya, hutan perkebunan hijau tampak sekali menentramkan hati. Cocok sebagai tempat doa, tempat ziarah nan damai.
Sekali lagi Replika Kota Betlehem ini masih dalam tahap pengerjaan, jika telah rampung dan dibuka untuk umat, inimaumere.com akan segera memberikan informasinya. Semoga!


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---