Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 21 January 2013

Maumere Surga Seafood


Bentangan laut yang begitu luas di depannya, membuat Maumere dikenal sebagai surga seafood bagi penikmati makanan laut. Dimana ikan yang dijual, apalagi langsung dari para nelayan, dapat membuat Anda kalap. Ikan bakarnya, mage wair (kuah asam, khas Maumere) yang telah diolah ataupun ikan-ikan segarnya bisa dijumpai dengan mudah. Harga jualannya sangat murah dibandingkan di kota besar. Beberapa tahun lalu, jumlah pengusaha makanan ikan laut dapat dihitung dengan jari, tapi kini sudah mencapai ratusan, hingga persaingan pun memaksa harga ikan tak bisa terlalu tinggi. Maka di sinilah Anda dapat melampiaskan kerinduan akan seafood yang melimpah. Maumere.


Di Kota Maumere khususnya, anda dengan mudah bisa menjumpai makanan laut dengan mudah. Ikan bakarnya yang terkenla gurih bahkan dijual dipinggiran jalan sehngga tak perlu repot untuk mencicipinya. Anda tinggal memilih ikan-ikan tersebut, lantas menunjukannya dan kemudian sang pedanagang akan membakar didepan mata Anda. Butuh waktu tak berapalama, hidangan gurih sudah siap disantap.
Saat musimnya tiba dimana lautan tanpa gelombang dan dalam situasi normal. Lautan Maumere akan menyediakan berbagai makanan laut seperti cumi, gurita, udang dan makanan laut lainnya tentu dengan harga yang pantas.
Bahkan, ikan-ikan segar bisa ditemui dengan mudah di Pasar Ikan yang terdpat dibeberapa pasar tradisional seperti Pasar Alok maupun Pasar Baru. Keduanya terdapat didalam kota. Belum lagi penjual dadakan yang menjajakan ikan segar dipinggiran jalan kota. Meski terlihat menganggu, namun warga sepertinya maklum karena cukup membantu.
Begitulah sekilas jajanan laut di Maumere. Kalau sesekali ke kota ini jangan lupa mencicipi ikan bakarnya, mau diwarung dengan harga sedikit mahal boleh, atau dipinggiran jalan yang murah meriah, semua tersedia. www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Jembatan Kaliwajo Diperlebar


Pernah kearah selatan Kabupaten Sikka? Khususnya kedaerah Paga yang memiliki kekayaan alam nan cantik. Diruas jalan tersebut terdapat jembatan yang sangat terkenal sejak dulu kala yakni Jembatan Kaliwajo. Jembatan yang terdapat di ruas jalan menuju Kabupaten Ende tersebut sangat sempit. Sehingga hanya bisa menampung satu mobil saja. Alhasil mmelewati jembatan ini terpaksa mesti menunggu jika dari arah berlawana melintas mobil lain. Nah, kerinduan masyarakat akan jembatan yang lebar dan nyaman akhirnya terwujud. Jembatan Kaliwajo di ruas jalan trans Flores yang menghubungkan Maumere-Ende tengah akhirnya dibangun baru oleh Pemerintah Pusat. Dan enaknya, jembatan baru yang dibangun ini memiliki lebar 9 meter atau lebih luas dari ukuran jembatan lama yang berukuran lebar hanya 3,5 meter.

Saat ini pembangunan jembatan sedang dilakukan. Pembangunan jembatan yang sangat vital bagi masyarakat Sikka dan Ende seperti dilansir Pos Kupang, mendapat dukungan APBN tahun 2012 sebesar Rp 10 miliar lebih.
Pekerjaan akan diteruskan hingga selesai. Untuk saat ini dilakukan pekerjaan bawah, dan dalam tahun ini langsung dilanjutkan pekerjaan bagian atas atau badan jembatan dan jalannya dengan lebar 9 meter, yakni 7 meternya badan jalan, dan 2 meternya untuk trotoar kiri-kanan masing-masing 1 meter.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 11 January 2013

Mahasiswa Tuntut Pembebasan Ketua LMND Sikka

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Peduli Persoalan Rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi massa di kantor DPRD NTT, Kamis (10/1). Mereka menuntut pembebasan Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sikka, Yohanes Kia Nunang, yang ditangkap oleh Polres Maumere. “Penangkapan kawan Yohanes adalah bentuk kriminalisasi aktivis pejuang rakyat. Kawan Yohanes ditangkap karena memperjuangkan hak-hak korban letusan gunung Rokatenda,” kata Ketua LMND Kupang, Andrey Umbu Sunga. Menurut Andre, tudingan bahwa Yohanes melakukan pengrusakan dan mengancam seorang camat, yakni camat Nita, hanyalah dalih untuk menghentikan gerakan rakyat yang sedang menuntut haknya. “Polisi hanya menerima laporan sepihak dari camat Nita, tetapi tidak mengkonfirmasi pihak lain untuk membuktikan tudingan tersebut,” ujar Andrey.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak agar DPRD menekan kepolisian untuk membebaskan Yohanes. Selain itu, mereka juga mendesak agar DPRD NTT lebih memperhatikan rakyat korban letusan gunung Rokatenda di Sikka.
Dalam Front Peduli Persoalan Rakyat NTT ini tergabung sejumlah organisasi, diantaranya, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Senat Mahasiswa FKIP UKAW Kupang, Kemahnuri, Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Untuk diketahui, penangkapan Yohanes Kia Nunang bermula dari aksi protes warga Palue, Sikka, pada tanggal 28 dan 29, Desember 2012 lalu. Mereka mempertanyakan tidak adanya perhatian Pemda Sikka terhadap para korban bencana letusan gunung Rokatenda.
Saat itu, camat Nita, Dominikus Mena da Silva, menyatakan dirinya tak ada urusan dengan pengungsi Rokatenda. Pernyataan itulah yang memancing kemarahan massa aksi, yang berujung pada penahanan mobil sang camat tersebut. Kasus penghadangan mobil itulah yang dijadikan dasar Camat Nita melaporkan Yohanes ke polisi.
Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20130110/mahasiswa-ntt-tuntut-pembebasan-ketua-lmnd-sikka.html
Selengkapnya...

Wednesday, 9 January 2013

Hujan Angin Landa Maumere

tumbang di jln Eltari
Hujan deras yang disertai angin mengakibatkan beberapa pohon tumbang di wilayah Kota Maumere. Selain sejumlah pohon, angin kencanmg juga menumbangkan baliho. Hujan angin yang melanda Maumere terjadi sejak Selasa (8/1/13) pagi yang berlanjut hingga siang ini, Rabu (9/1/13) saat berita ini dinaikan. Dari pantuan inimaumere.com, dikawasan Eltari, beberapa pohon besar tertidur mencium bumi. Nampak juga sebuah pohon besar yang berdiri gagah di pinggir jalan Pasar Bongkar, Jalan Pahlawan tumbang. Angin yang lumayan besar juga menumbangkan pohon yang menghadang jalan di Wairotang (belakang Kantor Pengadilan) sehingga memacetkan arus lalulintas. Selain pohon, baliho-baliho politik yang berdiri dibeberapa tempat strategis juga disapuh angin. Ada yang sekedar jatuh tapi ada pula yang tercabut hingga terbawa angin beberapa meter. Hujan angin yang menyapuh Maumere rupanya juga menyisakan sampah yang berserakan di beberapa ruas jalan.

Akibat hujan angin tersebut, listrik PLN pun sering padam. Dari Selasa (8/1/13) pagi hingga Rabu tercatat sudah belasan kali listrik dimatikan. Hasilnya warga pelanggan di Maumere mengeluh. Mereka mempertanyakan mati hidupnya listrik tanpa pemberitahuan. Mereka mengkwatirkan barang-barang elektronik yang mereka miliki rusak akibat sering padamnya listrik. Mereka mempertanyakan ganti rugi jika terjadi kerusakan.
BMKG Nasional dalam informasinya mengatakan, kawasan Indonesia akan dilanda hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi disertai angin kencang pada bulan Januari hingga februari.
"Hujan deras disertai kilat dan angin kencang masih terjadi hingga sepekan ke depan," kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatolologi, dan Geofisika (BMKG) Hari Tirto Jatmiko di Jakarta, Rabu (1/2/2012).
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

FRANS SEDA: PANGLIMA PERANG RAKYAT RIABEWA TANA MEGO

Tulisan ini merupakan sejarah singkat Frans Seda yang di kisahkan oleh Daniel Woda Pale kepada Kanis Lewar (alm) Karakter seseorang dapat diketahui dari pintu rumah saat dia keluar dan beranjak pergi. Pepatah klasik ini menggambarkan bahwa rumah, tempat tumbuh-kembangnya perangkat nilai, moral serta semangat hidup yang dijalani para penghuninya menjadi kunci berkembangnya karakter/pribadi di tengah kehidupan yang luas dan bahkan bergejolak. Tata nilai dan moralitas yang yang dijalani secara konsisten dapat melahirkan pribadi yang unik, besar dan kharismatik dalam cara pandang dan karier. Pribadi semacam itu boleh disebut sebagai “sosok pencipta sejarah.” Apalagi mereka yang oleh karena latar budaya dan struktur adat dikukuhkan untuk jabatan tertentu. Baik karena kepribadian mereka yang kharismatik, kompetensi dan kemampuan yang dimiliki maupun karena mandat berdasarkan garis keturunan

Sidney Hook dalam The Hero in History menggunakan dua term yakni eventful man dan event-making man. Yang pertama adalah orang yang terlibat bersama sejumlah orang dalam sebuah peristiwa; dan yang kedua adalah orang yang menciptakan peristiwa, sejarah atau karya-karya monumental.
Sidney Hook, pribadi yang menciptakan peristiwa adalah figur yang mampu mengendalikan peristiwa, bahkan mampu mengarahkan masyarakat sesuai dengan yang diinginkannya. Seorang tokoh karismatik biasanya lebih beruntung karena selalu berada pada posisi dan waktu yang tepat, mengambil keputusan yang berdampak besar bagi masyarakat luas. Soekarno atau Mahatir, dengan pidato-pidatonya yang inspiratif termasuk dalam kategori ini (Aswi Warman Adam, Tempo, 16 Nov.2003 hal. 116)
Panglima Perang dan Putra Seorang Guru SR
FRANSISKUS XAVERIUS SEDA yang lebih dikenal dengan sapaan Frans Seda, lahir di Biri Gaka, Nangablo. Pada tanggal 04 Oktober 1926, anak pertama dari tujuh bersaudara yakni Fransiskus Xaverius Seda, Yoseph Soa Seda (meninggal tahun 1991), Henny Seda (meninggal pada usia 1 tahun), Rince Seda (meninggal pada usia 2 tahun), Alexander Sega Seda (meninggal pada tahun 1976), serta kembar Bonifasius Bedo Seda dan Skolastika (meninggal pada saat dilahirkan). Ketujuh bersaudara ini adalah buah cinta dari pasangan suami istri Almarhum Paulus Setu Seda yang berprofesi sebagai Guru SR (Sekolah Rakyat) dan Almarhumah Maria Sipi Soa Seda, seorang ibu rumah tangga yang rajin bertani.
Fransiskus Xaverius Seda pada saat kelahirannya hendak diberi nama FRANSISKUS XAVERIUS SOA yang merupakan nama dari kakeknya SOA LIGA (Ayah dari MARIA SIPI SOA). Tetapi nama itu kemudian dibatalkan oleh Kakeknya SEDA MUDE, ayah dari PAULUS SETU SEDA.
Pada saat pemberian nama Fransiskus Xaverius Seda, terlontarlah uangkapan spontan dari Seda Mude tentang Frans Seda. Ungkapan itu dalam bahasa Lio Mego disebut “Kase”, sebagai berikut:
Frans Seda Koba Kela Su’a Taka Deki Belanda Leja Kai Meta Uja Kai Dusa*). Ungkapan ini bermakna sakti yakni, Frans Seda akan menjadi seorang tokoh kesohor; dan sekali waktu akan menginjakkan kakinya di negeri penjajah, Belanda. Langkah kariernya tak akan bisa dihentikan oleh siapapun ( = menjalar dan terus berbuah). Dia akan melahirkan dan meninggalkan perbuatan-perbuatan besar ( = jasa-karya bakti) bagi tanah air dan dunia international.
Ungkapan serupa kemudian didaraskan lagi oleh Guru Mali pada upacara peringatan pernikahan FRANS SEDA dengan JOHANA MARIANA PATINAJA SEDA pada minggu ketiga Agustus 1961 di Gereja Maria Imaculata Lekebai. Inilah anak kami. Ele leja di kainara meta; Ele wuja di kainara jigha (= Inilah anak kami, biarpun hujan mengguyur sepanjang musim, tetaplah kau berbunga; biar panas mengganas sepanjang tahun tetaplah kau tegar dan mekar.
Ketika Frans Seda berhasil dalam hidupnya, ia juga tak lupa akan kampung halaman dan tanah kelahirannya dengan memberikan sumbangan demi kemajuan di bidang ekonomi, kerohanian, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan. Beliau banyak memberikan sumbangan untuk pembangunan dan renovasi Gereja Sta. Maria Immaculata Lekebai, SD Katolik Lekebai, rumah Adat, Balai Budaya, membukan jalan yang terisolasi dengan system padat karya melalui Yayassan Dobo Nualolo.
Dalam struktur ada Lio Mego, Frans Seda menduduki jabatan sebagai “Kororia” (Panglima Perang) yang merupakan jabatan dalam struktur Riabewa Tana Mego. Jabatan ini diwariskan secara turun temurun dari Kakeknya bernama Seda Mude yang berasal dari Woloboa ( sekarang Desa Dobo Nuapuu, Kecamatan Mego).
Kakek Seda Mude pada waktu itu harus berpindah ke Nualolo karena diangkat sebagai Kapitan Mego Wena dan ana Wawo Pare di Nualolo dan menikahi Sikka. Dari pernikahan ini lahirlah lima bersaudara yakni: Sare Seda, Sega Seda, Wasa Seda, Mbu Seda dan Paulus Setu Seda. Setelah Seda Mude wafat, jabatan Kororia dan Kapitan jatuuh ke tangan Sega Seda, sebagai laki sulung.
*). Koba Kela = koba lala ke’na tana (sejenis tanaman yang menjalar yang pada musim panas berwarna hijau dan pada musim hujan warnanya memudar.
Kapitan Sega Seda menikah dengan Dua Kolo Mera yang berasal dari Kampung Sikka dan dikaruniai dua orang putri yakni Asella Sega dan Maria Imakulata Sona. Karena Sega Seda menghendaki anak laki-laki, maka Frans Seda pada usia 1 tahun oleh Kapitan Sega Seda yang merupakan kakak kandung dari Paulus Setu Seda diangkat menjadi ana dari nia pase lae orang tua Sega Sega.
Berproses dari Anak Desa menjadi anak Internasional Kehidupan masa kecil Frans Seda dihabiskan di Lekebai, Desa Bhera, Kecamatan Mego sampai tamat Sekolah Desa. Dari Sekolah Desa di kampung halamannya Lekebai, Frans Seda melanjutkan pendidikannya ke Schakel School di Ndao Ende tahun 1935 – 1941.
Meninggalkan kampung halaman dan menuju Ndao dalam sejarah hidup Frans Seda adalah sebuah “proses” perluasan wawasan yang juga dibutuhkan untuk mengukuhkan dimensi kewenangannya sebagai “Ata Laki” dalam struktur Riabewa. Di Ndao ini Frans Seda justru menyadari bahwa kewenangan yang diwariskan kepadanya sebagai Ata Laki adalah hal yang rada kecil bila dibentangkan di atas Geografi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pandangan itu semakin menguat ketika untuk pertama kalinya Frans Seda bertemu Bung Karno yang berkunjung ke Ndao.
Dari Ndao, Frans Seda melanjutkan pendidikan ke Xaverius Kolege, Muntilan Jawa Tengah. Di lembaga pendidikan yang didirikan oleh Romo Frans van Lith ini, ia mengenal tokoh-tokoh nasional dan juga tokoh pendidikan seperti Romo Frans van Lith. Moral katolik yang mengalir sejak Frans Seda kecil kemudian menasional sebagaimana diungkapkannya dalam “Pengakuan Muntilan”, “Muntilan tempat saya dididik, merupakan pusat nasionalisme dari kalangan Katolik. Dan saya ada di sana mengambil seluruh predikat tersebut.(Frans Seda, Atma Jaya Baktiku dan Titipanku, dalam buku Atma Jaya: Universitas untuk Umat dan Bangsa Menelusuri Jejak Keterlibatan Frans Seda, hal.282-283).
Tahun 1950 Frans Seda melanjutkan studi di Katholieeke Economische Hogcschool Tielburg, Belanda atas prakarsa Pater Frans Cornelissen, SVD. Kebanggaan dirinya sebagai manusia Flores yang katolik sekaligus yang Indonesia, ditantang dalam sebuah dunia baru: dunia Internasional. Keinternasionalan Tielburg memiliki akar yang sama seperti yang dialami sebelumnya yakni sekolah dengan suasana katolik. “Saya seperti masuk dalam dunia, tempat semua manusia dipandang sama”. Sekembalinya dari Negeri Belanda, Frans Seda mengabdikan dirinya untuk Bangsa dan Negara tercinta Republik Indonesia.
Saat pulang kampung, Frans Seda selalu berceritera dan memberikan motivasi kepada anak-anak sekolah dan kaum muda Lekebai. Salah satu nasehat penting yang disampaikan beliau dalam bentuk ungkapan miu naja tau jadi manusia harus pake ote noo ate. Artinya, kalau ingin menjadi manusia yang baik dan berguna harus menjaga keseimbangan antara akal budi dan hati atau moralitas. Ungkapan inilah yang masih terpateri dalam pikiran dan hati anak-anak muda Mego hingga saat ini.

Penutup Sejak tahun 1959 sampai 2009 sudah diangkat 147 orang pahlawan nasional. Kini masyarakat diramaikan dengan usulan pengangkatan Abdurachman Wahid (Jawa Timur), Soeharto (Jawa Tengah), dan Frans Seda (Nusa Tenggara Timur). Aswi Warman Adam, Kompas, 09 Januari 2010, hal.6). Taman Makam Pahlawan Kalibata saat ini terdapat lebih dari 7.000 orang tokoh. Enam ribu diantaranya berasal dari kalangan militer dan hanya seribuan orang dari kalangan sipil.
Kalangan militer masih jauh lebih banyak. Mengapa? Jawabannya ada pada definisi pahlawann itu sendiri seperti tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 1964 yakni (1) Warga Negara RI yang gugur dalam perjuangan – yang bermutu – dalam membela bangsa dan negara serta (2) Warga Negara RI yang berjasa membela negara dan bangsa yang dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh satu perbuatan yang membuat cacat nilai perjuangannya.
Dengan persyratan kedua – tidak ternoda – maka para tokoh nasionalis dari kalangan yang telah berjasah dan tanpa cacat dalam mengabdikan dirinya bagi kemajuan bangsa seperti Drs. Frans Seda, sudah sepantasnya menerima gelar Pahlawan Nasional. DRS. DANIEL WODA PALE./KANIS LEWAR(nian alok)
Selengkapnya...

KPUD Sikka Verifikasi Berkas Cabup-Cawabup Sikka

Proses pelaksanaan Pilkada Sikka 2013-2018 sudah memasukki tahapan verifikasi berkas syarat cabup-cawabup Sikka yang didukung oleh partai politik (Parpol). Untuk itu, sejak tanggal 3-8 Januari 2013 KPUD Sikka memulai proses verifikasi dukungan calon di KPUD NTT dan KPUD NTT tentang kepengurusan parpol pendukung calon dan SK Penetapan dukungan calon yang sudah mendaftar ke KPUD Sikka sebagai pasangan Cabup-Cawabup Sikka melalui jalur parpol. "Kami akan sampaikan secara terbuka dan jujur kepada semua paket tentang kekurangan apa yang ditemukan KPUD Sikka saat proses verifikasi.

Maka itu, KPUD Sikka sejak tanggal 3-8 Januari 2013 sedang berada di Kupang dan Jakarta guna mengecek kepengurusan parpol dan rekomendasi parpol melalui SK Penetapan Dukungan terhadap calon. KPUD Sikka akan mengecek hal-hal tersebut," kata Albertus Ben Bao, Ketua KPUD Sikka, Jumat (4/1/2013) siang per-telepon dari Kupang.
Ben Bao menjelaskan, di tingkat Provinsi NTT berkas syarat pencalonan akan verifikasi oleh Ketua KPUD NTT, John Depa dan di tingkat pusat oleh empat anggota KPU Pusat.
"Semua akan diteliti dan akan kami sampaikan pada tanggal 9 Januari 2013 di Sikka kepada semua calon yang melamar melalui parpol termasuk jalur independen kekurangannya akan kami sampaikan semua. Jadi, yang melamar melalui parpol ada enam paket yakni Solid, An-Sar, Alex-Idong, Aura, Garansi dan Satria. Yang paling utama kami teliti siapa yang memberikan SK dukungan akan kami lihat sesuai ketentuan yang berlaku tentang syarat pencalonan," papar Ben Bao.
Ia mengatakan, pada Kamis (3/1/2013) pagi KPUD Sikka juga telah memanggil semua calon guna mengikuti rapat tentang pemeriksaan kesehatan pada tanggal 7 Januari 2013 mendatang RSUD TC.Hillers Maumere dan IDI Sikka.*(pos kupang)

Selengkapnya...

Monday, 17 December 2012

Konser Romantis Doddie di Maumere

Satu Dekade Sonia FM

Nyong Ambon Doddie Latuharhary sukses membuat penonton histeris lewat konser yang digelar tadi malam, Sabtu (15/12/12). Penyanyi yang dikenal lewat tembang-tembang manis penuh romantis mampu menyihir sejumlah fans-nya. Diatas panggung utama yang berdiri disisi kiri Samador, Doddie melelehkan hati mereka. Tampias. Menusuk hingga ada yang sukarela meneteskan airmata. Mereka berteriak histeris disetiap tembang dan membiarkan tubuh mereka berdesak-desakan demi menyentuh pujaannya. Tampil tanpa beban, Doddie membawakan lagu-lagu cinta miliknya yang populer dan digilai fansnya . Beberapa kali dia mengajak penonton ikut bersama bernyanyi. Dalam suanasa romantis tembang-tembang cinta disantap seisi Samador. Memukau.

Pegelaran bertajuk "Konser Amal Mendukung Sikka Menuju Kabupaten Layak Anak" merupakan persembahan Radio Sonia FM, KPID NTT dan FAS (Forum Anak Sikka) dalam semarak 10 Tahun Radio Sonia FM Maumere. Disela pegelaran, diisi penyerahan SIP (Surat Ijin Penyiaran) untuk 7 lembaga penyiaran di NTT dan penandatanganan MOU antara FAS dengan lembaga penyiaran.
Memasuki pukul 21.30 Wita. lampu panggung redup sejenak dan band pengiring memainkan musik instrumen. Band yang diisi Martin (Keyboard), Adrian (Gitar), Judit (Bass), Dave (Keyboard) dan Nyong Latuharhary (Drum) membuka konser dengan instrumen musik yang hangat. Tak berapa lama, MC Lucky Reyner dan Jalu meminta Doddie naik ke pentas. Selang beberapa detik, sang pujaan telah berada diatas panggung dan langsung memberi suprise dengan nomor reggae. Ketika pertama kali menampakkan wajahnya, ketika itu pula penonton yang telah lama menunggunya berteriak histeris. Doddie dalam balutan jaket itam sepertinya tahu benar apa yang mesti dilakukannya. Dan saat itu pula Samador dalam genggamannya. Tembang reggae berjudul ''Tree Little Bird' disambung 'To Love Somebody' tersebut dimainkan energik. Penonton menyambutnya dengan meriah. Hangat. Diikuti dengan lagu-lagu romantis seperti Beta Su Bilang, Sunyi, Beta Cuma Tanya. Penonton berhasil dihanyutkan dalam suasana manis. Fansnya ikut bersama bernyanyi.
Beberapa kali ia berusaha mendekati penonton yang berada di bagian VIP. Doodie juga tak lelah memberi sapaan bagi penonton yang berdiri dan jauh dari panggung. Ia tak peduli keringat yang mengalir diwajahnya. Wajahnya selalu memperlihatkan senyum.
Ditembang berjudul 'Cinta Semata Wayang' menjadi lagu jelous bagi sebagian penonton perempuan. Tentu saja. Diatas panggung Doddie nampak berbagi kemesraan dengan seorang gadis. Kemesraan semakin romantis dengan usapan lembut sang gadis menyeka keringat diwajah Doddie. Apalagi ketika Doddie memanggil-manggil sang gadis seakan tak rela si nona meninggalkan panggung. Dibawah panggung, teriakan nama Doddie semakin menjadi-jadi.
Berturut-turut beberapa lagu kembali menghangtakan Samador. Papa Nakal, Mari Datang, Beta Cuma Tanya. Doddie tampil prima dan selalu menarik perhatian.
Lagu romantis 'Dingin' dengan tempo pelan dibawakannya dengan penuh perasaan. Penonton yang mendengar lagu tersebut langsung mengikuti tiap bait lirik yang dilantunkan. Suasana romantis pun semakin terasa. Apalagi sejumlah penonton merupakan pasangan.
Doddie yang telah dua kali menghibur Maumere, mengakhiri pegelaran dengan tembang terakhir berjudul Dangke. Ditembang ini ia turun dari panggung dan berusaha mendekati fansnya. Sambutan dan teriakan histeris membahana kearah mana ia meletakan tangannya memberi salam. Ia terus membiarkan senyum dan keramahannya menyentuh penonton. Dalam kawalan ketat, kepada penonton yang datang ia mengucapkan salam perpisahan. Total selama 90 menit penampilannya, Doddie membawakan sekitar 10 lagu. Usai konser, Doddie dikerubungi fansnya. Meski nampak lelah, sang bintang masih menunjukan keramahan dengan berfoto bersama. Para pengawalnya berusaha keras menyelamatkan Doddie menuju mobil. Ia kembali ke hotel dirngi teriakan para fansnya.
Pegelaran dalam semarak Satu Dekade Ultah Sonia FM dihadri komisaris Radio Sonia Fm Greva Seda, kru Sonia dan sejumlah Soniers. Hadir juga Ketua KPID NTT Ibu Mutia bersama anggotanya serta KPI Pusat. Sejumlah penyiar dari Radio FAS juga turut hadir dan berbahagia. Doddie dan para personil band yang akan meninggalkan Maumere Senin, (17/12/12) diberikan cinderamata kenangan dari KPID NTT dan Sonia FM yang diserahkan Mutia  dan Greva Seda. Secara khusus masing-masing diberikan replika komodo dan kalung Rosario. "Doddie paling suka mengenakan rosario, dan beliau mengoleksi rosario dari berbagai daerah, kata Lucky.
Pegelaran di malam minggu nan cerah didukung oleh Sao Wisata Hotel Maumere, Lintas Arung Tour & Travel Maumere, Dealer Motor Fajar Timur, Resto 78, Apotik K-24, Orin Ita, inimaumere.com dan Event Organizer-nya oleh Choin Enetertaiment.



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---