Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 8 April 2013

KERAJAAN KANGAE JATUH KE TANGAN BELANDA

Kangae adalah sebuah kerajaan tradisional, yang didirikan oleh Moa Bemu Aja, seorang keturunan RaE Raja asal dari Banggala-Siam Umalaju (Bangladesh) seputar tahun 900, wilayahnya mencakup wilayah Hook Hewer Kringa, Werang, Doreng, Waigete, Wolokoli, Hewokloang, Ili, Wetakara, Nele, Koting dan Nita, atau disebut Nulan Ular Tana Loran. Kerajaan KangaE mencatat 38 Raja Adat dan seorang Raja Koloni Belanda yakni Ratu Nai Juje (1902-1925). Pada tahun 1600-an Portugis mendirikan kerajaan Sikka diNatar Sikka dan kerajaan Nita di wilayah Hoak Hewe Nita. Dengan demikian sejak tahun 1600-an Nuhan Ular Tana Loran telah terbagi atas 3 wilayah kerajaan yakni kerajaan tradisional KangaE Aradae, dan 2 kerajaan koloni Portugis yakni kerajaan Sikka dan kerajaan Nita.

Pada tahun 1859 Portugis dan Belanda mengakhiri persengketaan mereka atas tanah jajahan di wilayah Hindia Timur, melalui kesepakatan Lisabon. Portugis menyerahkan Hindia Timur kepada Belanda kecuali Tomor-Timur. Dengan itu Belanda mulai berusaha masuk ke Hindia Timur termasuk Sunda Kecil ( Nusa Tenggara). 

Namun Belanda masih menghadapi perlawanan dari raja-raja setempat. Kerajaan Sikka dan Nita sebagai koloni Portugis, baru secara resmi diserahkan kepada Belanda pada 11 September 1885. 

Raja Andreas Jati da Silva dilantik menjadi Raja Sikka. Dan raja Juang Ngaris da Silva dilantik menjadi Raja Nita. Wilayah Kerajaan Sikka yang meliputi Natar Sikka kini bertambah luas dengan masuknya Hoak Hewer Kotin dan Nele ke Kerajaan Sikka. 

Dengan ini ibu kota kerajaan Sikka dipindahkan dari Natar Sikka ke Nuba Nanga Alok Wolokoli, yang kemudian menjadi Kota Maumere. Kerajaan KangaE dengan 8 wilayah Hoak Hewernya menolak kedatangan penjajah Belanda ke Nuhan Ular Tana Loran. 

Karena itu dengan bantuan Raja Andreas Jati da Silva, Belanda mengerahkan pasukan MARSESE-nya untuk menyerang kerajaan KangaE dan daerah takluknya yaitu Kringa, Werang, Waigete, Doreng, Wolokoli, Hewokkloang, Ili, dan Wetakara.

Kisah penyerangan terhadap Kerajaan KangaE itu dapat dipaparkan sebagai berikut:

  • 1. Penyerangan ke Kringa 
  • 2. Penyerangan ke Hewokloang 
  • 3. Penyerangan ke Waigete 
  • 4. Penyerangan ke Natar KangaE 
  • 5. Penyerangan ke Werang 
  • 6. Tiga Kerajaan dilebur jadi Satu 



1. PENYERANGAN KE KRINGA.

Seputar tahun 1893 Pemerintah Koloni Belanda memerintahkan Raja Andreas Jati da Silva untuk menyerang wilayah Hoak Hewer Kringa. Mula-mula diutus 2 orang mata-mata bernama Ramu dan Leba untuk mengintai keadaan dan kekuatan orang Kringa. Tana Puan Gete Kringa bernama Moan Beto mencium bau adanya mata-mata itu maka adiknya Moan Blero diperintahkan untuk membunuh Moan Ramu dan Moan Leba. Tempat kejadian pembunuhan itu sekarang dikenal dengan nama Natar Leba.

Karena itu dikirimlah pasukan MARSESE di bawah komando Raja Andreas Jati da Silva, menyerang Kringa. Pertempuran sengit terjadi di dataran Nebe, namun kemudian Moan Beto dan Blero berhasil ditangkap masukan Marsese. Beto dan Blero menyatakan takhluk kepada Belanda dengan membayar rampasan perang berupa batang gading dan gong, serta tanah dataran Nebe. Perlawanan itu dikenang sebagai Sejarah Perlawanan Beto Blero di Kringa. Mereka telah tiada, namun mereka adalah pejuang lokal yang menolak penjajahan di atas dunia. Mereka mewariskan nilai-nilai kepahlawanan cinta tanah air dan kerelaan berkorban untuk membela nusa dan bangsa. Masyarakat Kringa patut berbangga memiliki pahlawan kemerdekaan tanpa tanda jasa dan lencana perjuangan.

 2. PENYERANGAN KE WAIGETE

Pada tahun 1898 Raja Andreas Jati da Silva wafat, maka penyerangan terhadap kerajaan KangaE dialihkan ke tangan penggantinya Raja Yoseph Mbako II da Silva. Seputar tahun 1900 datanglah laskar MARSESE di bawah komando Raja Yoseph Mbako II da Silva ke Waigete. Raja memanggil Tana Puan Gete di Hoak Hewer Waigete bernama Moan Jawa Baoleng. Tana Puan Jawa Baoleng menolak undangan Raja. Maka secara paksa laskar Marsese menjarah 5 batang gading dari rumah Tana Puan Baoleng. Pertempuranpun tak terelakkan, dan pasukan Waigete di bawah komando Moang Baoleng, mengejar pasukan Marsese sampai masuk kota Maumere.

 Akhirnya Post Houder dapat melunakan hati Moan Baoleng, sehingga beliau menyatakan takhluk. Perlawanan Tana Puan Gete Moan Jawa Baoleng disebut juga Perlawanan Jawa Umok yang artinya perlawanan Moan Jawa dari Puncak Gunung Api ( Gunung Egon ). Jawa Baoleng seorang pejuang dan pemberani. Beliau punya semangat juang cinta tanah air, memiliki kerelaan berkorban demi nusa dan bangsa. Jawa Baoleng patut dikenang sebagai pahlawan daerah tanpa tanda jasa dan tanpa menyandang lencana kehormatan.

 3. PENYERANGAN KE HEWOKLOANG

Seputar Oktober 1902 Belanda minta bantuan laskar dari kerajaan Larantuka. Raja Larantuka mengirim laskar dari Solor, dan menancapkan bendera Belanda di dataran Namang Kewa. Masyarakat Hoak Hewer Hewokloang di bawah komando Moan Raja Juje melakukan perlawanan dan mencabut bendera Belanda. Terjadilah pertempuran sengit di dataran Namang Kewa. Namun akhirnya pasukan Hewokloang terpukul mundur. Sekitar akhir Oktober 1902 pasukan Solor sudah menembus masuk kampunh Heo, Kewa, dan Hewokloang. Rumah-rumah penduduk dibumihanguskan dan pasukan Hewokloang yang ditemukan dibantai oleh laskar Solor.

Tinggal kenangan di benak masyarakat Hewokloang ialah Perlawanan Namang Jawa yang artinya Perang melawan orang Jawa da dataran Namangkewa. (Orang Jawa Larantuka) Darah para pahlawan leleuhur Hewokloang membasahi bumi Hoak Hewer Hewokloang demi cinta Tanah Air dan kerelaan berkorban demi Nusa dan Bangsa. Mereka menjadi bunga-bunga bangsa tanpa tanda jasa dan lencana kehormatan. Semangat dan nilai kebangsaan yang mereka wariskan patut diteladani.

 4. PENYERANGAN TERHADAP NATAR KANGAE.

Natar KangaE adalah ibukota Kerejaan KangaE yang pada saat itu diperintah oleh Ratu Keu Nago, Raja Adat ke-38 atau terakhir ( +1876-1902). Setelah menakhlukan Kringa, Waigete, dan Hewokloang, penyerangan mulai diarahkan ke pusat kerajaan di Natar KangaE Hoak Hewer Ili. Menurut tuturan lisan kakek Mitan Nago dan dilanjutkan Om P.Y Bapa, Yosep Jeng, dan Gervasisus Gaing, bahwa penyerangan itu terjadi 2 hari sebelum wafatnya Raja Yoseph Mbako II da Silva.

Karena itulah diduga penyerangan terhadap KangaE terjadi pada 26 Nopember 1902. Kisah penyerangan itu masih diwariskan dalam bentuk Duan Moan Latung Lawang sebagai berikut:

  •  Ama Moan Keu Nago – Ayahanda Keu Nago
  • Ratu reta deri lepo – Ratu pewaris takhta
  • Raja reta gera woga – Raja penerus suku
  • Jong Lolong Bako Bait – Kapal armada Bako Bait
  • Lolong Bait Bako Sikka – Armada pahit Bako Sikka
  • Ratu Reta Lepo Brinet – Keratuan Sunyi Senyap
  • Raja reta Woga nelar - Kerajaan kosong melompong



  •  Jong Lolon Bako Bait – Kapal armada Bako yang kejam
  • Ratu nian dadi nurak – Keratuan porak-poranda
  • Raja Tana dadi lalang – Kerajaan hancur berantakan
  • Bewu Kewut Lait Labang – Penuh debu dan sarang laba-laba
  • Tawa tana pleho waen - Anak tana berkhianat
  • Rebang bura reba ra – Anjing putih datang menindas
  • Raja mitan klako kepor – Anjing hitam ketakutan
  • Gala mitan goen gaet – Tinta hitam tergoreskan
  • Ia gu demen – Lalu terjadilah
  • Tawa Tana Nurak Lalang- Bumi asli berantakan
  •  Ratu gala mitan – Keratuan berdasarkan tulisan
  • Raja mitan leda bura- Kerajaan hitam di atas putih
  • Ratu Nai gapu api – Raja Nai memanggul senjata
  • Lau Tuan Kloangpedat – Di hutan Kloangpedat
  • Waipare Watumilok – Waipare Watumilok
  • Ratu Nai Juje – Ratu Nai Juje
  • Ratu lau hera watan- Ratu di pesisir pantai
  • Raja lau bura Jong- Raja di Kapal orang Putih


 Kisah tradisi lisan ini dilengkapi dengan tuturan lisan kakek Mitan Nago sebagai saksi sejarah maka penyerangan terhadap kangaE ini dapat diperjelas sebagai berikut:

 1. Pada masa itu Kerajaan KangaE diperintah oleh Ratu Keu Nago Raja KangaE ke-38 (_+1876-1902 ) dan adalah raja adat KangaE terakhir. Seputar 26 Nopember 1902 datanglah ”Jong Lolong Bako Bait”( kapal armada yang dipimpin Bako Bait ) Kapal armada Bako Bait itu memuat laskar MARSESE di bawah komando Raja Yoseph Mbako II da Silva, bertolak dari Maumere menuju Waipare. 

Dari Waipare Ratu Bako Sikka bersama Moang Nai Juje (saudara sepupu Ratu Keu Nago) dikawal pasukan berkuda menuju markas penyerangan di kampung Bei. Sedangkan serdadu Marsese mulai melakukan penyisiran dua arah yaitu pertama Waipare-Kahat Ili-Detun-KangaE dan ke dua arah Waipare- Natar Werut (Orin Mude), Lihantahon-Paurau-Nitun-KangaE. Bedil berbunyi serempetan, rakyat tunggang langgang berlarian menyembunyikan diri. 

Di Natar KangaE tinggal Ratu Keu Nago dan beberapa pengawalnya yang setia. Sama sekali tidaka ada perlawanan dari Ratu Keu Nago agar tidak terjatuh banyak korban. Ratu Keu Nago menyarahkan diri dan menyerahkan tongkat kerajaan , mahkota lado balik, dan medali Wuli Jedo kepada Saudara sepupunya Moan Nai Juje. Ratu Keu Nago dituntut membayar rampasan perang berupa gading dan emas. Konon diserahahkan 30 bala repan (gading sedepa ) dan emas 30 sodu (tas dari anyaman daun lontar ). 

Tidak terhitung gading kecil dan emas dari rumah-rumah penduduk dijarah oleh laskar Marsese. Semua MAHE (batu memgalit) wisung diporak-poarandakan. Hanya tersisa ialah sebuah batu sesajen dari geraham Gajah (WATU MAHANG GAHAK AHANG), sebuah arca Budha (WATU DEOT) dan benang tenunan (GORE KAPA BEKOR). Dan harta yang paling indag yang tak dapat diporak-porandakan ialah NARUK DUAN MOAN LATUNG LAWANG sebagai warisan turun termurun. Ratu Keu Nago dilucuti bahkan diperlakukan secara kasar/ditempeleng oleh Ratu Bako. 

Ratu Bako Raja yang pahit (kejam). Ratu Keo Nago hanya menatap wajah Ratu Bako dengan tenang dan senyum, sambil bibirnya kimat-kamit. Tidak diketahui apa yang dikatakannya. Pada 27 Nopember 1902 Ratu Bako menuju Leku. Malamnya beliau terserang sakit perut. Besoknya 28 Nopember 1902 dalam perjalanan menuju Bola Raja Don Yosephus Mbako II da Silva menghembuskan nafasnya yang terakhir.

 2. Kapal armada Bako Bait telah membuat Kerajaan KangaE hancur berantakan melalui sebuah politik adu domba antara Ratu Keu Nago dengan sepupunya Moan Nai Juje sehingga Belanda dapat menguasai dan menjajah Kerajaan KangaE melalui kontrak Korte Verklaring yang ditandatangani pada 8 Desember 1902. 

3. Raja Nai Juje menjadi Raja Koloni Belanda berdasarkan sebuah Kontrak Korte Verklaring(= Sebuah kontrak perjanjian pendek yaitu memberi monopoli dagang bagi Belanda) dan mengakui kedaulatan Belanda atas Kerajaan KangaE Raja Nai Juje menjadi Raja KangaE ke-39 dan satu-satunya Raja Koloni Belanda di Kerajaan KangaE. Beliau memerintah Kerajaan KangaE dari 8 Desember 1902 sampai dengan 14 Nopember 1925. Kerajaan KangaE menamatkan riwayatnya karena 3 kerajaan di wilayah Onderafdeling Maumere (Sikka, Nita, dan KangaE) dilebur menjadi satu dengan nama Kerajaan Sikka dengan Rajanya Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva. Kerajaan KangaE adalah sebuah Kerajaan tradisional yang berkiprah di Nuhan Ular Tana Loran selama kurang lebih 1025 tahun (900-1925) dengan memiliki 39 Raja yang masih dapat dituturkan secara utuh dan kronologis.

 4. PENYERANGAN TERHADAP WERANG

Sejak 8 Desember 1902 kerajaan KangaE secara resmi takhluk kepada penjajah Belanda dengan ditandatangani kontrak Korte Verklaring oleh Ratu Nai Juje. Rupanya penandatanganan kontrak Korte Verklaring itu berkaitan dengan kesepakatan perbatasan wilayah Onderafdeling, yang berdampak terhadap batas-batas wilayah kerajaan.

 5.1 Perbatasan Onderafdeling Maumere dan Flores Timur a. Wilalyah Muhan dari Kerajaan Larantuka Onderafdeling Flores Timur ditarik masuk distrik Kringa/Kerajaan kangaE/Onderafdeling Maumere. b. Wilayah Hewa dari distrik Werang Kerjaan KangaE/Onderafdeling Maumere ditarik masuk ke Kerajaan Larantuka/Onderafdeling Flores Timur.

 5.2 Distrik Doreng dan Wolokoli masuk Kerajaan Sikka wilayah Hoak Hewer Doreng dan Wolokoli ditarik dari kerajaan KangaE dan dimasukkan ke Kerajaan Sikka, dengan nama Wilayah distrik Doreng dan Wolokoli.

 5.3 Perbatasan Onderafdeling perbatasan Maumere dan Ende a. Pulau PaluE, wilayah Bu-Mbengu, dan Mego Wena ditarik dari kerajaan Lio Lise dan dimasukkan ke Kerajaan Sikka.

 b. Wilayah Mego Wawo (Magepanda) ditarik dari kerajaan Lio Lise/Onderafdeling Ende dan dimasukkan ke kerajaan Sikka/Onderafdeling Maumere. Meskipun demikian seorang perempuan dari wilayah Krowin (Kringa Werang) bernama Dua Toru yang adalah Tana Puan Gete di Hoak Hewer Werang, masih terus menolak kedatangan penjajah Belanda. Raja Nai Juje diperintahkan Belanda untuk menyerang parlawanan Werang dibawah komado Dua Toru pejuang dari Werang itu. Tentara Warsese mulai menyisir rumah penduduk mulai dari Nangahale, Tuabaao, dan Natamage. Rakyat berlarian, rumah penduduk dibumihanguskan.

Di Tuabao terjadi pertempuran sengit antara pasukan Marsese dengan Pasukan Dua Toru. Seputar bulan Agustus 1912 Dua Toru tertembak peluru yang menembusi dadanya.

Pasukkan Werang lari berhamburan menyembunyikan diri. Sebagai rampasan perang dataran Nangahale diserahkan menjadi milik Belanda.

Dua Toru seorang perempuan Krowin (Tana Ai) telah menunjukan kesetaraan gender, menjadi pejuang dan pemberani yang sungguh mencintai Tanah Air dan rela berkorban demi nusa dan bangsanya di Werang.

Dengan demikian sejak tahun 1912 Belanda telah secara penuh menguasai Wilayah Nuhan Ular Tana Loran dan ditambah PaluE, Lio, dan Muhan.

 6. Tiga Kerajaan Dilebur Jadi Satu Kerajaan. Seputar tahun 1925 Raja Nai Juje dari kerajaan KangaE dan Raja Don Yuan da Silva dari Kerajaan Nita, sudah memasuki usia yang lanjut. Belanda ingin melakukan penghematan biaya, maka diambillah langkah kebijakkan, untuk melebur 3 kerajaan Sikka, Nita, dan KangaE menjadi satu Kerajaan saja.

Ratu Nai Juje dipensiunkan setelah memerintah Kerajaan KangaE selama 23 tahun (1902-1925). Raja Don Yuan da Silva dipensiunkan setelah memerintah Kerajaan Nita selama 16 tahun (1909-1925).

Kini hanya ada satu kerajaan di wilayah Onderafdeling Maumere, dengan Rajanya Don Yosephus Thomas Ximenes da Silva, yang dilantik pada 14 Nopember 1925. Dan sejak itu tamatlah riwayat kerajaan kerajaan KangaE dan Nita. Kewapante,

LONGGINUS DIOGO
Selengkapnya...

Dana Putaran Kedua Pilkada Sikka Rp 5 M

"Kami masih ke Jakarta dan akan ke MK. Kami ke MK guna siapa yang mengajukan keberatan dengan menggugat hasil perolehan suara Pilkada Sikka. Jika ada yang keberatan pasti kami akan menunggu karena pasti ada gugatan di MK yang harus kami hadapi. Namun kalau tidak maka kami akan menemui MK dan membawa surat yang menjelaskan kalau rekapitulasi Pilkada Sikka tidak ada keberatan dan gugatan di MK. Kami masih tunggu surat MK itu," Demikian penegasan Ketua KPUD Sikka, Albertus Ben Bao, S.Sos, yang dihubungi Pos Kupang, per-telepon, Selasa (2/4/2013) pagi dari Kota Maumere.
Ben Bao yang dihubungi sedang berada di Kupang dan akan ke Jakarta,Selasa (2/4/2013) siang guna ke Kantor MK di Jakarta.
"Kami akan ke Jakarta guna meminta rekomendasi dari MK tentang tidak ada pihak yang keberatan tentang rekapitulasi perhitungan suara di Pilkada Sikka," kata Ben Bao.
Ia menegaskan, hingga kini pihaknya belum tahu apakah ada yang mengajukan gugatan hukum ke MK ata tidak. "Kami belum tahu apakah ada yang gugat di MK atau tidak maka itu kami ke Jakarta," papar Ben Bao.
Kalau tidak ada yang menggugat ?, Ben Bao mengatakan, pihaknya akan membawa rekomendasi MK dan melakukan pleno untuk putaran kedua.
Bagaimana pelaksanaan putaran kedua, Ben Bao mengatakan, untuk putaran dua dana yang dibutuhkan sebesar Rp 5 M dan sudah diajukan kepada pemerintah. Yang mana dana itu akan dipakai untuk pengadaan logistik dan keperluan Pilkada Sikka.
"Untuk logistik tinggal di cetak dan nomor urut yang dicetak akan tetap. Jadi nomor urut tidak akan diganti tetap memakai nomor urut yang ditarik saat penarikan nomor urut di KPUD Sikka. Jadi Paket Alex-Idong tetap nomor empat dan An-Sar nomor 9. Semua akan disiapkan dan akan dicetak," kata Ben Bao.*(pos-kupang.com)
Selengkapnya...

Mutasi Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro Dinilai Risiko Karier

Mutasi terhadap Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso dan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Sabar Rahardjo merupakan risiko jabatan militer. Meski, pengamat militer LIPI, Ikrar Nusa Bakti mengakui pemindahan kedua pimpinan itu tidak bisa dilepaskan dari insiden Lapas Cebongan, Sleman. "Mutasi wajar, yang jelas itu adalah risiko dari sebuah karier seorang anggota TNI atau Polri," kata Ikrar, di Warung Daun Cikini, Sabtu (6/4). Ikrar tidak melihat keputusan mutasi itu sebagai tindakan yang reaktif. Karena dalam menjalankan tugas militer, baik Pangdam maupun Kapolda memiliki kewajiban dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. 

Sebagai pimpinan, mereka memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan memastikan pasukan masing-masing tidak melakukan upaya pelanggaran hukum dan senantiasa menjaga keamanan di wilayah satuan kerja masing-masing. Jika fungsi pengawasan berjalan, lanjut Ikrar, insiden yang terjadi di lapas maupun di Hugo's cafe tidak akan terjadi.

"Tidak reaktif. Bila perlu begitu kejadian langsung dipecat, tidak perlu menunggu pemberitaan menjadi lebih masif lagi," ujarnya.

Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo dimutasi dari jabatannya, pada 5 April, kemarin. Posisi Kapolda DIY kini diisi Kepala Biro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Haka Astana.
Sedangkan, hari ini Pangdam Diponegoro IV Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso juga dimutasi. Dia dipindahkan menjadi staf KSAD di Mabes AD.(republika.co.id)
Selengkapnya...

Thursday, 28 March 2013

Pilgub NTT Dilaksanakan Dua Putaran


Hasil pleno terakhir rekapitulasi penghitungan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013-2018 dinyatakan berlangsung dua putaran, lantaran tidak ada pasangan calon yang meraih angka 30 persen. Ketua KPU NTT, Jhon Depa kepada Kompas.com, Kamis (27/3/2013) mengatakan, dalam rapat pleno yang ditutup Rabu malam, dinyatakan bahwa pasangan Frans Lebu Raya-Benni Alexander Lytelnoni dan pasangan Esthon L Foenay-Paul Edmunud Tallo yang berhak maju ke putaran dua.

"Karena perolehan suara tak mencapai 30 persen, maka urutan pertama peraih suara terbanyak yakni pasangan Frans Lebu Raya dan Benni Alexander Lytelnoni, yang meraih 681.273 suara atau hanya mencapai 29,80 persen dari 2.270.094 total suara sah, dan urutan kedua pasangan Esthon L Foenay dan Paul Edmundus Tallo 515.836 suara (22,56 persen), yang akan berhak maju pada putaran kedua nanti," jelas Depa.
Sesuai agenda KPU NTT, pemilu Gubernur NTT putaran dua akan berlangsung pada 15 Mei 2013. Frans Lebu Raya yang saat ini merupakan Gubernur NTT akan bertarung dengan Wakil Gubernur Esthon L Foenay.
Informasi yang berhasil dihimpun dari KPU Provinsi NTT, posisi ketiga diraih pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Melkiades Lakalena 514.173 suara (22,48 persen), disusul pasangan independen Christian Rotok-Abraham Paul Liyanto dengan 332.569 suara (14,54 persen), dan urutan terakhir diraih pasangan Benny Kabur Harman-Willem Nope dengan 242.610 suara (10,61 persen).(kompas)
Selengkapnya...

Wednesday, 27 March 2013

Alex-Idong Raih Suara Terbanyak

Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara, An-sar Ungul Tipis atas Garansi
Setelah melalui penghitungan suara yang cukup alot dan memakan waktu empat hari yakni 23-26 Maret 2013 dari dua hari kegiatan yang dijadwalkan yakni 23-24 Maret 2013, akhirnya Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemiluhan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tingkat Kabupaten Sikka berakhir. Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Sikka menempatkan Pake Alex-Idong berada diurutan teratas dan dikuti Paket An-Sar yang berada tipis diatas Paket Garansi diurutan ketiga. Meski tanggal 4 April baru diumumkan penetapan satu putaran ataukah dua putaran, hasil perolehan ini menunjukan adanya pertarungan lanjutan dimana Paket Alex-Idong akan berkompetisi dengan Paket An-sar memperebutkan suara rakyat.

Menarik memang, karena dua calon bupati yakni Alexander Longginus dari kubu Alex-Idong dan Ansar Rera dari kubu An-sar akan saling berhadapan. Padahal keduanya pernah bersatu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka Periode 2003-2008 silam. Persaingan bergengsi antara politikus tulen dan birokrat tulen ini menarik untuk disimak. Okey, kita lanjut saja.

@ Perolehan Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Kabupaten untuk Pemilukada Sikka 2013 yang diumumkan tadi malam, Selasa 26/3 pukul 22.30 wita:
  • 1. Damitrus 7483 suara
  • 2. Satria 7691
  • 3. Garansi 26.676
  • 4. Alex-Idong 44.422
  • 5. Solid 21.452
  • 6. Helo 3376
  • 7. Frendy 12.379
  • 8.Aura 6.331
  • 9.An-Sar 27.443
  •  Suara Sah: 157.253
  • Tidak Sah: 3.677
  • = 160.930
----------------------------------------------------------------------

 Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Kabupaten utk Pemilukada NTT 2013 yg diumumkan tadi malam, Selasa 26/3 pukul 22.30 wita:
  • 1. Esthon - Paul 19.326
  • 2. Tunas 16.668
  • 3. Cristal 14.358
  • 4. Frenly 79.611
  • 5. BKH-Nope 27.342
  •  
  • Sah = 157.324
  • Tidak Sah = 3611
  • = 160.955

inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 20 March 2013

Akhir Maret, Logu Senhor di Kampung Sikka


Akhir maret, tepatnya 29 Maret, umat kristiani akan memperingati kisah sengsara Tuhan Jesus Kristus. Saat-saat tersebut di Kabupaten Sikka, khususnya di Kampung Sikka, Kecamatan Lela biasa dilaksanakan sebuah tradisi keagamaan. Tradisi ini merupakan warisan peninggalan Portugis yang telah berpadu dengan kebudayaan setempat. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi Logu Senhor atau Menunduk dibawah Salib Tuhan. Tradisi Logu Senhor diadakan tepat pada Jumat Agung atau dalam bahasa setempat, Sesta Feria. Prosesi ini telah berlangsung sangat lama. Namun tradisi yang mirip dengan Samana Santa di Larantuka ini belum banyak diketahui oleh umat katolik baik di Kabupaten Sikka sendiri maupun diluar. .


Meski demikian Orang Muda Katolik (OMK) Igantius Loyola tetap menjalankan tradisi yang telah berjalan ratusan tahun dengan penuh khidmat. Kami pernah mengikuti prosesi Logu Semhor tersebut. Dalam suasana yang begitu hening, ribuan orang tumplek memadati kampung ini. Dengan pakaian hitam tanda berkabung, semua tenggelam dalam irama ratapan ovus yang dinyanyikan dalam bahasa Sikka Pada saat itu, Kampung Sikka tenggelam dalam keheningan mendalam dalam kisah sengasara yg diperankan oleh OMK St Igantius Loyola, Kampung Sikka. Pusat Kegiatan Logu Senhor dilakukan di gereja tua St Ignatius. Setiap peserta yang mengikuti Logu Senhor biasanya memiliki devosi dalam ujud/ intensi tertentu.

Senhor atau salib, awal mula dikeluarkan dari persemayamannya yang berada di Kapela Senhor, samping gereja Loyola. Kemudian dipindahkan ke Gereja Loyola untuk dilakukan prosesi Logu. Disini setiap peserta akan menunduk dibawah Senhor sambil mengucapkan atensi arau ujud doa.
Dalam peristiwa ini, setiap peziarah akan berjanji mengikuti prosesi ini kembali enath satu atau dua tahun atau tiga tahun mendatang, jika atensi doa yang diminta dikabulkan.
Selengkapnya...

Akhir Pekan, Rekapitulasi Tingkat KPU Sikka

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Sikka untuk Bupati dan Wakil Bupati periode 2013-2018 telah usai. Rakyat pemilih telah menunaikan tugas demokrasi dengan memberikan hak suara mereka. Meski begitu hingga berita ini dinaikan belum ada putusan final paket mana yang telah memenangkan pilkada dan akan memimpin Sikka lima tahun kedepan. Belum. Sampai dengan kemarin Selasa (19/3/2013) siang, suara yang masuk telah mencapai 80 persen suara. Seperti diberiatakan kemarin, Paket Alex-Idong memimpin daftar perolehan suara dengan capaian suara 36,075 (28,95%). Disusul Paket An-sar 23,060 (18,51)dan Garansi 21,173 (16.99). Hari ini, Rabu (20/3/13) hingga sabtu 23 Maret 2013, KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Sikka akan merekap data suara yang telah masuk.

Menurut informasi, KPUD Sikka akan melakukan Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tingkat kabupaten tanggal 23 Maret mendatang. Memang cukup lama menanti keputusan dari lembaga tersebut. Namun semua pihak diharap untuk membiarkan komisi ini bekerja. Dan menunggu dengan sabar hasil pengumuman yang akan dikeluarkan 23 maret nanti.
Spekulasi satu putaran atau akan diadakan dua putaran pemilihan? Masih kabur. Banyak yang telah hitung-hitungan, namun semua hasil resmi akan dikeluarkan oleh komisi pemilihan umum, 23 maret.
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---