Monday, 20 May 2013
Bantuan Disalurkan
Bagi Pengungsi Rokatenda
Setelah kegiatan aksi keliling di dua paroki, akhirnya komunitas Sikka Bergerak menyalurkan bantuan berikutnya kepada sejumlah pengungsi Palue. Dua paroki yang terlibat penggalangan dana yakni Paroki Sanctissima Bloro, Kecamatan Nita dan Paroki St. Petrus Kloangpopot, Hewokloang. Selain donasi berupa uang, umat paroki juga menyumbangkan sejumlah sembako. Donasi yang dibagi merupakan hasil kegiatan pemutaran filem dokumenter berjudul Kampung Diatas Api dan kunjungan Sri Paus Jhon Paul II ke Indonesia. Kegiatan penggalamgan dana berlangsung dihalaman gereja kedua paroki. Hasil yang dikumpulkan tersebut akhirnya disalurkan hari minggu 12/5 jelang petang.
Menggunakan dua mobil pick up, bantuan tersebut dibawa menuju Dusun Watu Woga, di Kolisia serta Hewuli. Dikedua dusun tersebut, bantuan yang dibawa disambut dengan baik oleh warga pengungsi Palue korban letusan Rokatenda.
Bersama beberapa pengungsi bantuan diturunkan dan diletakan pada posko bantuan. Selain rekan-rekan Sikka Bergerak, sore hari itu ikut pula Fendy dan rekan-rekan dari Sinoa Fans Club, Paul Prasetya, inimaumere dan beberapa rekan lainnya.
Menurut Koordinator Sikka Bergerak,Willy Otak Mofers, kegiatan yang sama akan dilakukan selama para pengungsi masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Ia mengharapkan agar masyarakat ikut memberikan andil berupa sumbangan, salah satunya lewat komunitas Sikka Bergerak sebagai media penyalur bantuan.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 08:48 0 comments
Label: Berita , SerBa sErBi..
Monday, 13 May 2013
Pulau Flores Dan Mitos Pulau Flores
Setiap suku/etnis memiliki bahasa sendiri dengan lebih dari 100 dialek, memiliki adat, budaya dan kesenian sendiri-sendiri. Hal ini yang mempengaruhi sekaligus menerangkan dan menggambarkan mengapa ada begitu banyak corak hias/ motif tenunan pada kain tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setiap suku mempunyai ragam hias tenunan yang khas yang menampilkan tokoh-tokoh mitos, binatang, tumbuh-tumbuhan dan juga pengungkapan abstraknya yang dijiwai oleh penghayatan yang mendalam akan kekuatan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
SEKILAS TENTANG KAIN TENUN Tenunan yang dikembangkan oleh setiap suku/ etnis di Nusa Tenggara Timur merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diajarkan kepada anak cucu demi kelestarian seni tenun tersebut. Motif tenunan yang dipakai seseorang akan dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau mana orang itu berasal, setiap orang akan senang dan bangga mengenakan tenunan asal sukunya.
Pada suku atau daerah tertentu, corak/motif binatang atau orang-orang lebih banyak ditonjolkan seperti Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, pohon tengkorak dan lain-lain, sedangkan Timor Tengah Selatan banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif.
Pada suku atau daerah tertentu, corak/motif binatang atau orang-orang lebih banyak ditonjolkan seperti Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, pohon tengkorak dan lain-lain, sedangkan Timor Tengah Selatan banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif.
Bagi daerah-daerah lain corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan sedangkan corak motif binatang hanya sebagai pemanisnya saja.
Kain tenun atau tekstil tradisional dari Nusa Tenggara Timur secara adat dan budaya memiliki banyak fungsi seperti :
1). Sebagai busana sehari-hari untuk melindungi dan menutupi tubuh.
2). Sebagai busana yang dipakai dalam tari-tarian pada pesta/upacara adat.
3). Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin)
4). Sebagai alat penghargaan dan pemberian dalam acara kematian.
5). Fungsi hukum adat sbg denda adat utk mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu.
6). Dari segi ekonomi sebagai alat tukar.
7). Sebagai prestise dalam strata sosial masyarakat.
8). Sebagai mitos, lambang suku yang diagungkan karena menurut corak/ desain tertentu
akan melindungi mereka dari gangguan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
9). Sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang (natoni)
Dalam masyarakat tradisional Nusa Tenggara Timur tenunan sebagai harta milik keluarga yang bernilai tinggi karena kerajinan tangan ini sulit dibuat oleh karena dalam proses pembuatannya/ penuangan motif tenunan hanya berdasarkan imajinasi penenun sehingga dari segi ekonomi memiliki harga yang cukup mahal.
Tenunan sangat bernilai dipandang dari nilai simbolis yang terkandung didalamnya, termasuk arti dari ragam hias yang ada karena ragam hias tertentu yang terdapat pada tenunan memiliki nilai spiritual dan mistik menurut adat.
Pada mulanya tenunan dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai busana penutup dan pelindung tubuh, kemudian berkembang untuk kebutuhan adat (pesta, upacara, tarian, perkawinan, kematian dll), hingga sekarang merupakan bahan busana resmi dan modern yang didesain sesuai perkembangan mode, juga untuk memenuhi permintaan/ kebutuhan konsumen.
Dalam perkembangannya, kerajinan tenun merupakan salah satu sumber pendapatan (UP2K) masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat di pedesaan.
Pada umumnya wanita di pedesaan menggunakan waktu luangnya untuk menenun dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarganya dan kebutuhan busananya.
Jika dilihat dari proses produksi atau cara mengerjakannya maka tenunan yang ada di Nusa Tenggara Timur dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni :
1. Tenun Ikat ; disebut tenun ikat karena pembentukan motifnya melalui proses pengikatan benang. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, untuk menghasilkan motif pada kain maka benang pakannya yang diikat, sedangkan tenun ikat di Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan motif maka benang yang diikat adalah benang Lungsi.
2. Tenun Buna ; istilah daerah setempat (Timor Tengah Utara) “tenunan buna” yang maksudnya menenun untuk membuat corak atau ragam hias/motif pada kain mempergunakan benang yang terlebih dahulu telah diwarnai.
3. Tenun Lotis/ Sotis atau Songket ; Disebut juga tenun Sotis atau tenun Songket, dimana proses pembuatannya mirip dengan pembuatan tenun Buna yaitu mempergunakan benang-benang yang telah diwarnai.
Dilihat dari kegunaannya, produk tenunan di Nusa Tenggara Timur terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu : sarung, selimut dan selendang dengan warna dasar tenunan pada umumnya warna-warna dasar gelap, seperti warna hitam, coklat, merah hati dan biru tua.
Hal ini disebabkan karena masyarakat/ pengrajin dahulu selalu memakai zat warna nabati seperti tauk, mengkudu, kunyit dan tanaman lainnya dalam proses pewarnaan benang, dan warna-warna motif dominan warna putih, kuning langsat, merah mereon.
Untuk pencelupan/ pewarnaan benang, pengrajin tenun di Nusa Tenggara Timur telah menggunakan zat warna kimia yang mempunyai keunggulan sepeti : proses pengerjaannya cepat, tahan luntur, tahan sinar, dan tahan gosok, serta mempunyai warna yang banyak variasinya. Zat warna yang dipakai tersebut antara lain : naphtol, direck, belerang dan zat warna reaktif.
Namun demikian sebagian kecil pengrajin masih tetap mempergunakan zat warna nabati dalam proses pewarnaan benang sebagai konsumsi adat dan untuk ketahanan kolektif, minyak dengan zat lilin dan lain-lain untuk mendapatkan kwalitas pewarnaan dan penghematan obat zat pewarna.
Dari ketiga jenis tenunan tersebut diatas maka penyebarannya dapat dilihat sebagai berikut :
1). Tenun Ikat ; penyebarannya hampir merata disemua Kabupaten di Nusa Tenggara Timur kecuali Kabupaten Manggarai dan sebagian Kabupaten Ngada.
2). Tenun Buna ; Penyebarannya di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu dan yang paling banyak adalah di Kabupaten Timor Tengah Utara.
3). Tenun Lotis/ Sotis atau Songket ; terdapat di Kabupaten/ Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ngada, Manggarai, Sumba Timur dan Sumba Barat.
Sejarah kependudukan masyarakat Flores menunjukkan bahwa pulau ini dihuni oleh berbagai kelompok etnik yang hidup dalam komunitas-komunitas yang hampir eksklusif sifatnya. Masing-masing etnis menempati wilayah tertentu lengkap dengan pranata sosial budaya dan ideologi yang mengikat anggota masyarakatnya secara utuh ( Barlow, 1989; Taum, 1997b ).
Heterogenitas penduduk Flores terlihat dalam sejarah asal-usul, suku, bahasa, filsafat dan pandangan dunia.
Budaya Flores yang beraneka ragam juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Aneka tarian, lagu daerah, alat musik dan berbagai produk budaya lainnya merupakan kekayaan Flores yang menuntut warganya untuk selalu melestarikannya.
Upacara-upacara adat yang unik juga dapat memberikan ciri khas bagi daerah Flores. Apabila potensi-potensi di bidang budaya ini dikembangkan, akan dapat memajukan dan meningkatkan perekonomian Flores di masa depan.
Pembelajaran, pendalaman, pengembangan dan pelestarian terhadap budaya-budaya Flores harus mulai dilakukan sekarang, terutama oleh masyarakat Flores sendiri.
Suku bangsa Flores dianggap merupakan percampuran etnis antara Melayu, Melanesia, dan Portugis. maka interaksi dengan kebudayaan Portugis pernah terjadi dalam kebudayaan Flores, baik melalui Genetik, Agama, dan Budaya.
Berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat flores, suku Mehen di Flores Timur mempertahankan eksistensinya yang dinilainya sebagai tuan tanah, jadilah mereka pendekar-pendekar perang, yang dibantu suku Ketawo.
Mata pencaharian orang Flotim/Lamaholot yang utama terlihat dalam ungkapan sebagai berikut:
Ola tugu, here happen, Lua watana, Gere Kiwan, Pau kewa heka ana,
Geleka lewo gewayan, toran murin laran.
Artinya: Bekerja di ladang, Mengiris tuak, berkerang (mencari siput dilaut), berkarya di gunung, melayani/memberi hidup keluarga (istri dan anak-anak) mengabdi kepada pertiwi/tanah air, menerima tamu asing.
Masyarakat Nagekeo pendukung kebudayaan Paruwitu (kebudayaan berburu), masyarakat Soa pendukung Reba (kebudayaan tahun baru, pesta panen), Pendukung kebudayaan bertani dalam arti yang lebih luas ialah Ngadhu/Peo, terjadi pada sebagian kesatuan adat Nagekeo, Riung, Soa dan Ngada.
Mata pencaharian masyarakat Sikka umumnya pertanian.
Adapun kelender pertanian sbb:
Bulan Wulan Waran – More Duru (Okt-Nov) yaitu bulan untuk membersihkan kebun, menanam, menyusul di bulan Bleke Gete-Bleke Doi – Kowo (Januari, Pebuari, Maret) masa untuk menyiangi kebun (padi dan jagung) serta memetik, dalam bulan Balu Goit – Balu Epan – Blepo (April s/d Juni) masa untuk memetik dan menanam palawija /kacang-kacangan.
Sedangkan pada akhir kelender kerja pertanian yaitu bulan Pupun Porun Blebe Oin Ali-Ilin (Agustus – September).
Flores khususnya Manggarai dikenal penghasil kopi dan vanili.
Selain bermata pencaharian di bidang pertanian, perkebunan maupun perikanan,di flores juga terdapat anggota masyarakat yang berprofesi sebagai wiraswasta dan pegawai negeri.
pilih berdasarkan kabupaten Lembata, Flores Timur
Sikka
Ende
Nagekeo
Ngada
Manggarai Timur
Manggarai
Manggarai Barat
Orang Flores masih memiliki sikap sombong dan primitif. Orang Flores juga tidak menghargai ilmu pengetahuan. Selain sombong dan primitif, orang Flores itu feodal. Tradisi di masa lalu kemudian mempengaruhi sifat orang Flores yang sombong. Sementara itu, sikap primitif terbentuk dari kepercayaan dinamisme yang dianut dulu, yakni kepercayaan pada dewa-dewa (nitu).
Adapun beberapa keutamaan orang flores antara lain
* Percaya kepada Tuhan yang Kuasa misalnya: dalam doa-doa orang flores “Lera Wulan Tanah Ekan guti na-en”: Tuhan mengambil pulang miliknya.
* Kejujuran dan Keadilan Kepercayaan yang kuat dan penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan menimbulkan nilai-nilai keutamaan lainnya yang juga dijunjung tinggi orang Flores seperti kejujuran dan keadilan. Nilai ini muncul sebagai keyakinan bahwa ‘Tuhan mempunyai mata’ (Lera Wulan Tanah Ekan no-on matan) . Tuhan melihat semua perbuatan manusia, sekalipun tersembunyi. Dia menghukum yang jahat dan mengganjar yang baik.
* Penghargaan yang Tinggi akan Adat dan Upacara Ritual studi Graham (1985) mengungkapkan bahwa dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Flores Timur, ada empat aspek yang memainkan peranan penting, yaitu episode-episode dalam mitos asal-usul, dan tiga simbol ritual lainnya yakni nuba nara (altar/batu pemujaan), korke (rumah adat), dan namang (tempat menari yang biasanya terletak di halaman korke). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang Flores memiliki penghargaan yang sangat tinggi akan adat-istiadat dan upacara-upacara ritual warisan nenek-moyangnya.
* Rasa Kesatuan Orang Flores. Ikatan kolektif yang sangat kuat dalam masyarakat Lamaholot terjadi pada tingkat kampung atau Lewo. Masyarakat Lamaholot pada umumnya memiliki keterikatan yang khas dengan Lewotanah atau tempat tinggal. Melalui ukuran kampung, mereka membedakan dirinya dengan orang dari kampung lainnya. Kampung merupakan kelompok sosial terbesar, dan kesadaran berkelompok hampir tidak melampaui batas kampung (Vatter, 1984: 72-73). Di Flores sebetulnya tidak ada kesadaran akan persatuan yang bertopang pada pertalian genealogis, historis maupun politis (nangalitmajakarta.wordpress.com)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 08:55 0 comments
Saturday, 11 May 2013
BLORO Mengetuk Nurani
Solidaritas "Sikka Bergerak untuk Rokatenda"
Bloro, sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Nita dan berhawa sejuk menjadi bagian rangkaian kegiatan keliling penggalangan dana bagi korban letusan gunung berapi Rokatenda. Seperti diketahui, para pengungsi Rokatenda saat ini masih bertahan di lokasi penampungan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka dan Ende. Sekitar 8000 jiwa masih bertahan di Pulau Palue dengan kondisi memprihatinkan. Bantuan kemanusiaan mengalir dari Charitas, organisasi kemausiaan lainnya serta anak-anak muda yang memiliki kepedulian. Di Kota Maumere, berdiri komunitas "Sikka Bergerak" yang dimotori Wily, Patrick Padeng, Semut dan Hiller. Bersama pendukung kelompok ini, sejak satu bulan lalu bergerak mengetuk nurani warga Kabupaten Sikka. Mulai dari Ngamen Amal di perempatan Lampu merah serta pementasan penggalangan dana. Kali ini Desa Bloro menjadi bagian pertama aksi keliling menggalang dana, sebuah bentuk Solidaritas bagi korban Rokatenda.
Di Bloro, umat Paroki Sanctissima menyambut gembira. Apresiasi dari Sikka Bergerak diberikan bagi Pastor Paroki dan umat yang antusias memberikan bantuan.
Menurut Wily Otak Mofers, Ketua Koordinator Gerakan Sikka Bergerak, kegiatan yang dimulai dari Paroki Bloro merupakan bentuk penggalangan dana dengan cara jemput bola yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kegiatan penggalangan dana yang dilakukan berupa pemutaran filem dokumenter "Kampung Diatas Api" dan Kunjungan Bapa Paus Jhon Paul II saat ke Indonesia.
Pementasan kedua filem ini mendapat sambutan. Sejumlah umat paroki berkumpul dihalaman gereja dan antusias memberikan dukungan bagi gerakan solidaritas untuk korba letusan Rokatenda.
Hasilnya. dana yang dikumpulkan dari sumbangan yang diberikan lewat kotak amal yang diedarkan sebedar Rp. 207.000, dan donasi dalam bentuk barang berupa beras berkarung - karung, pakaian, air kemasan, bahan pangan lokal yang di kumpulkan dari masing-masing KUB.
Willy mengatakan, Pemuda Sikka Bergerak memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya bagi umat paroki atas sumbangan yang telah diberikan.
Menurutnya, umat Paroki di Bloro telah memberikan semangat dan melecut Pemuda Sikka Bergerak untuk terus berkreasi memgumpulkan dana dan sumbangan dari masyarakat. Semangat yang diberikan umat di Bloro tak bisa dinilai dengan apapun, katanya.
Untuk selanjutnya, Wily mengatakan kegiatan serupa akan diadakan hari minggu ini tanggal 12 Mei 2013. Tempat yang diadakan tak jauh berbeda dengan di Bloro yakni pemenntasan pemutaran kedua filem dokumenter tersebut dan ditambah acara lainnya. Tempat yang dipilih yakni Paroki St. Petrus - Kloangpopot.
Ia berharap, kegiatan tersebut mampu mengumulkan dana dan sumbangan lagi dari masyarakat.
Terhadap kegiatan tersebut, Willy mengatakan salut dan berterima kasih juga untuk pendukung kegiatan yang selalu mendampingi Sikka Bergerak dari awal kegiatan, yakni: www.inimaumere.com, Choin Entertainment, Radio Sonia FM, Radio LPP Suara Sikka, Nyong Franco, Satria Maliando, Baim, Punk Sikka, Jhosep Riberu, Kominfo Sikka, Sonia Fans club, dan seluruh pihak yang tidak sempat disebutkan satu persatu.
foto-foto oleh : Frietz Baim
Willy mengatakan, Pemuda Sikka Bergerak memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya bagi umat paroki atas sumbangan yang telah diberikan.
Menurutnya, umat Paroki di Bloro telah memberikan semangat dan melecut Pemuda Sikka Bergerak untuk terus berkreasi memgumpulkan dana dan sumbangan dari masyarakat. Semangat yang diberikan umat di Bloro tak bisa dinilai dengan apapun, katanya.
Untuk selanjutnya, Wily mengatakan kegiatan serupa akan diadakan hari minggu ini tanggal 12 Mei 2013. Tempat yang diadakan tak jauh berbeda dengan di Bloro yakni pemenntasan pemutaran kedua filem dokumenter tersebut dan ditambah acara lainnya. Tempat yang dipilih yakni Paroki St. Petrus - Kloangpopot.
Ia berharap, kegiatan tersebut mampu mengumulkan dana dan sumbangan lagi dari masyarakat.
Terhadap kegiatan tersebut, Willy mengatakan salut dan berterima kasih juga untuk pendukung kegiatan yang selalu mendampingi Sikka Bergerak dari awal kegiatan, yakni: www.inimaumere.com, Choin Entertainment, Radio Sonia FM, Radio LPP Suara Sikka, Nyong Franco, Satria Maliando, Baim, Punk Sikka, Jhosep Riberu, Kominfo Sikka, Sonia Fans club, dan seluruh pihak yang tidak sempat disebutkan satu persatu.
foto-foto oleh : Frietz Baim
![]() |
| Penyerahan sumbangan diterima Patrick |
![]() |
| Willy memberikan penjelasan tujuan penggalangan dana |
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 13:02 0 comments
Label: Berita
Tes penerimaan CPNS digelar Agustus 2013
Tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara nasional akan digelar pada Agustus 2013. Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Azwar Abu Bakar di Makassar, Rabu, mengatakan, moratorium penerimaan CPNS reguler telah dicabut, namun jumlahnya terbatas. Jumlah PNS yang memasuki masa pensiun tahun ini mencapai sekitar 110 ribu dan yang akan diterima sekitar 60 ribu CPNS.
Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), masih menunggu usulan kebutuhan CNPS dari daerah sehingga setiap daerah harus mengusulkan berapa jumlah kebutuhannya.
Sementara untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kategori 2, ia mengatakan, jumlahnya mencapai 500 ribu. Kemenpan-RB masih akan melakukan penentuan kuota formasi jurusan dan usulan dari daerah.
Kemudian akan menentukan jumlah kuota yang akan diterima untuk PTT K2. Jika kuota telah ditentukan, maka akan lakukan tes untuk pada Juli atau Agustus.
Tes penerimaan PTT K2 akan disamakan dengan tes penerimaan reguler, diantaranya tes kepribadian, tes potensi akademik dan tes wawasan kebangsaan.
Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Tautoto Tanaranggina, mengatakan saat ini kuota penerimaan CPNS untuk Sulsel masih menunggu kebijakan Kemenpan-RB.
Pihaknya mengusulkan lebih dari 1.885 lebih CPNS untuk penerimaan tahun ini didominasi guru, tenaga kesehatan dan penyuluh. Usulan juga berdasarkan jumlah yang pensiun sekitar 500 orang. (Antara)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 11:48 0 comments
Label: Berita
Dibungkus 3 Tahun, Polisi Bongkar BBM Tower Telkomsel
Jaringan pembelian bahan bakar minyak (BBM) buat tower telkomsel di Pulau Flores dari Ende, Sikka, Flotim dan Lembata yang dibeli dari SPBU di Kota Maumere dibongkar aparat Polsek Alok, Jumat (3/5/2013) malam.
Jaringan pembelian BBM yang dibeli untuk operasional tower telkomsel di Flores Bagian Timur ini telah dibungkus rapi selama kurang lebih 3 tahun lamannya. Di mana pihak ketiga yang bermitra dengan telkomsel bukannya membeli BBM industri malah membeli BBM bersubsidi di SPBU.
Dalam kasus ini, sudah ada dua pelaku yang ditahan aparat Polsek Alok masing-masing Lukas Lupa (40), warga Desa Watuliwung, Kecamatan kangae, Kabupaten Sikka dan Alfonsus Anton Badar (57), warga Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Polisi akan mengembangkan kasus ini karena ada dugaan melibatkan banyak pihak sehingga pembelian BBM ini bisa berjalan aman dan tanpa diketahui aparat kepolisian.
Lukas Lupa, tersangka BBM yang ditemui Pos Kupang di Mapolsek Alok, Jumat (3/5/2013) malam, menjelaskan, dirinya disuruh oleh Marsel Lodan, yang bekerja mengurus tower telkomsel di Flores Bagian Timur.
Marsel memintanya menyimpan BBM yang di rumahnya di Watuliwung. Yang mana BBM tersebut dibawa dengan mobil panther yang dikemudikan Jever, warga Nangalimang.
BBM tersebut, kata Lukas, disimpan di rumahnya hingga satu ton baru diambil Marsel guna diantar ke semua tower telkomsel agar bisa dihidupkan.
"Marsel itu keluarga saya. Dia yang suruh saya simpan BBM di rumah saya. Dulu simpan di Wailiti lalu pindah ke rumah saya dan rumah Alfonsus Anton Badar, warga Watugong," kata Lukas.
Ia menjelaskan, BBM yang disimpan berupa solart menurut penjelasan Marsel untuk kepentingan operasional tower telkomsel.
"Marsel bilang untuk tower telkomsel. Marsel kasih kami uang Rp 100.000,00 sampai Rp 200.000,00. Kami sudah kerja dua bulan dan simpan BBM di rumah saya," kata Lukas.
Lukas menjelaskan, semua BBM yang ditimbun di rumahnya diambil dari SPBU di Kota Maumere lalu diangkut dengan mobil panther. Selanjutnya, ada satu mobil silver ferios juga sering dipakai membawa BBM ke semua tower telkomsel.
Alfonsus Anton Badar, tersangka BBM juga kepada Pos Kupang, mengatakan, rumahnya di Watugong dipakai menyimpan BBM karena ada permintaan Marsel, yang adalah keluarga. Di mana Marsel bekerja untuk mengurusi tower telkomsel di Flores Bagian Timur.
"BBM di rumah saya baru disimpan satu bulan. Kalau sudah banyak ada yang datang ambil dengan mobil. Mereka antar ke rumah pakai mobil," kata Anton.
Baik Lukas dan Anton mengatakan, cara mengisi BBM di SPBU menggunakan mobil lalu di rumah disalin ke dalam jerigent 30 dan 20 liter.
Malam itu, dalam penggerebekan polisi di rumah Lukas di Watuliwung ada 5 jerigent berukuran 20 dan 30 liter berisi solar.
Sedangkan di rumah Anton di Watugong ada 21 jerigent berukuran 20 dan 30 liter. Dengan demikian total BBM yang ditemukan 712 liter di dua lokasi penggerebakan.
Indra, Staf Telkomsel Maumere, yang ditemui wartawan, di Kantor Telkomsel Maumere, Sabtu (4/5/2013) siang, mengatakan,sepengetahuan dirinya BBM untuk tower dibeli dengan harga industri dan dibeli langsung ke pertamina.
"Kami tidak beli langsung di pertamina tapi ada pihak ketiga yang dipakai untuk mengurus tower telkomsel termasuk mengurusi masalah BBM untuk tower telkomsel. Untuk pembelian BBM industri bagi operasional tower telkomsel semua ada kwitansi dari pertamina," kata Indra.
Namun Indra tidak menjawab lagi pertanyaan mengenai keterlibatan Marsel, pihak ketiga yang bekerjasama dengan telkomsel.
Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, S.Ik melalui Kapolsek Alok, Iptu Nur'aini, kepada wartawan di Mapolsek Alok, Sabtu (4/5/2013) siang, menegaskan,semua pihak yang terlibat akan dipanggil dan diproses secara hukum.
"Kalau terlibat kita panggil dan periksa dalam kasus ini. Sementara ini tersangkanya masih dua orang," kata Kapolsek Nur'Aini.(ris/oma(Pos-kupang.com)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 11:41 0 comments
Label: Berita
Penyair Beraksi Di Taman Kota
Sejumlah penyair menyemaraki Taman Kota Maumere, Kamis (2/5/2013). Kehadiran mereka berkaitan dengan kegiatan baca-baca puisi. Acara yang digagas grup Kumpulan Terbuang Penyair Flores berlangsung dari sore hingga malam hari.
Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di kota panas tersebut seakan merubah kota ini menjadi lebih menarik. Dengan panggung pentas seadanya, sederhana dan bebas berekspresi, ratusan puisi mengalir memenuhi inci demi inci sudut kota. Apa sebenarnya tujuan kegiatan ini? Itho Ladapase, penyair sekaligus salah satu pencetus kegiatan mengatakan baca-baca puisi tersebut sebagai sarana ekspresi seniman sekaligus kopi darat para penyair Flores. Menurutnya, selama ini para penyair hanya berinteraksi lewat jalur internet (online). Dari rembuk bersama lahirlah inisiatp berinteraksi dan saling berbagi ditengah hawa kota yang sejuk.
Selama ini, para penyair Flores bertemu secara online di grup puisi "Kumpulan terbuang Penyair Tanah Flores". Di grup ini, ratusan bahkan ribuan puisi telah diciptakan dan disebarkan. Lewat grup yang berdiri sejak awal 2011, para penyair yang bermukim di Maumere, puluhan penyair Flores di berbagai daerah saling berinteraksi. Sehingga baca-baca puisi kemarin adalah langkah awal untuk kegiatan kopi darat yang lebih luas, demikian Itho Ladapase.
Para penyair yang turun gunung kemarin antara lain, Itho Ladapase, Even Edomeko, Oss Rebong, Vicky da Gomez, Lucky Reyner, Yanto Kaliwon serta didukung para pembaca puisi dari "Komunitas Sikka Bergerak", serta kehadiran pembaca lainnya seperti Farid Ladapase, Marthen Rudy serta lainnya.
Meski cuma segelintir penonton yang menyaksikan dari jauh, pementasan puisi kemarin berhasil mewadahi keinginan para penyair. Menurut rencana, kegiatan yang sama akan dilakukan kembali dengan mengajak muris-murid dan mahasiswa Komunikasi Unipa bergabung. Bahkan pemenatasan di lingkungan sekolah atau ruang publik lainnya akan diupayakan.
Diposkan oleh Megu Nora Au di 11:23 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Monday, 22 April 2013
Berbagi Kasih di Lapangan Katedral!
![]() |
| Baca puisi "Damai Tercabik di Rokatenda" |
Puncak kegiatan Ngamen Amal Sikka Bergerak untuk Rokatenda, Sabtu 21/4 di Lapangan Katedral St Yosep berjalan mulus. Belasan band dari berbagai genre, remaja-remaja cantik dari klub dancer, raper, penyair, reggaeman serta pemutaran filem dokumenter letusan Rokatenda ikut ambil bagian mengetuk nurani. Alhasil dari ngamen tersebut, dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 1.038.500 serta 6 dos mi instant.
Kegiatan yang telah berjalan satu mingggu lebih, mengusung tema "Sikka Bergerak Untuk Rokatenda". Panggung dibuat alakadarnya menggunakan panggung permanen yang berdiri diujung barat lapangan. Sebuah spanduk bercoret tema acara dan lapangan terbuka tanpa kursi seperti menceritakan kesederhanaan. Sejak siang hari, persiapan telah dilakukan. Sesuai rencana setelah misa sore kegiatan ngumpul sumbangan dimulai.
Pemandu acara Lucky Reyner dan Papache tak henti-hetinya mengajak penonton memberikan sumbangan. Sumbangan diberikan lewat kotak amal yang disebar diberbagai sudut. Mereka terus mengetuk disela penampilan berbagai band.
Waktu beranjak dan lapangan terus dipadati pengunjung. Beberapa penyanyi hip hop ikut menyemarakan panggung. Tak ketinggalan komunitas punk Maumere yang dari pertama kegiatan ini menjadi salah satu punggung pencarian dana.
Rupanya bukan hanya artis-artis musik, penyari Maumere yang bergabung dalam grup Facebook "Kumnpulan Terbuang Penyair Tanah Flores" menyentuh lewat puisi tiga bagian Damai Tercabik di Rokatenda. Dilokasi milik Keuskupan Maumere tersebut, sesi pemotretan 5 kali jepret dengan harga Rp 10. ribu digelar, Oshy Lelo dari hoin Studio bertindak sebagai fotografer dengan seting lokasi disekitar katedral. Semua hasil yang diperoleh langsung dimasukan pada kotak amal.
Acara yang dikemas sederhana dan didukung puluhan artis remaja Maumere ditutup dengan pemutaran filem "Kampung Diatas Api" karya Papache.
Alhasil sumbangan yang diperoleh sebesar Rp 1.038.000 plus hasil ngamen jalanan sehari sebelumnya Rp 1.110.500 dan hasil ngamen minggu lalu, plus hasil dari service laptop/komputer, layanan fotografi dan lain-lain akan disumbang secepatnya bagi pengungsi Rokatenda. Sumbangan ini belum ditambah donatur dari Batam Jones Jens yang menyumbang 100 dos air mineral, mi instan dan lain-lain.
Terima kasih buat semua pengunjung yang telah menyisihkan sumbangan.
Kegiatan yang dimotori Willy, Hiller, Patrick, Semut dari "Sikka Bergerak" didukung penuh inimaumere.com, Radio Sonia FM, Choin Studio, TIK Sikka, Nyong Franco, Punk Sikka, Satria Maliando, Jhosep Riberu, Dewata Sound, George Wora, Yoga, Papache, dll serta semua pengisi acara.
Koordinator Sikka Bergerak mengucapkan terima kasih buat semua warga Kota Maumere yang menyumbang.. :) Kegiatan akan terus berlanjut, mohon dukungannya e..
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 10:56 0 comments
Label: SerBa sErBi..
































