Wednesday, 3 July 2013
Petani, Nelayan dan Pendorong Gerobak Hadiri Syukuran Bupati Sikka
"Semua pihak di Sikka dan di luar Sikka kami akan undang dalam acara syukuran Pelantikan Bupati dan Wabup Sikka yang dilantik Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya, Sabtu (6/7/2013) pagi di Kantor DPRD Sikka. Habis pelantikan kami akan lakukan misa syukuran yang dipimpin oleh Uskup Maumere, Mgr.Gerulfus Kherubiem Pareira,SVD. Misa syukuran yang diadakan dalam rangka syukuran pelantikan kami ini sebagai tanda syukuran atas kemenangan rakyat yang telah memilih Paket An-Sar menjadi Bupati dan Wabup Sikka. Semua akan kami undang baik yang pro dan kontra. Sekarang ini kita satu untuk sama membangun Sikka. Kami sudah undang kalau mau baik ke depan mari kita sama merayakan syukuran melalui misa,"
Demikian penegasan Bupati Sikka Terpilih, Drs.Yoseph Ansar Rera alias Bupati Ansar, yang ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Litbang, Kota Uneng, Selasa (2/7/2013) pagi.
Bupati Ansar menjelaskan, undangan yang disiapkan keluarga ada 2.000 undangan yang akan disebarkan. Yang mana undangan itu diberikan kepada Bupati dan Walikota di NTT, Ketua DPRD se-NTT, Sekda se-NTT, mantan Bupati di Sikka, mantan para calon yang ikut bertarung dalam Pilkada Sikka Putaran Pertama dan Kedua, mantan Sekda di Sikka, Muspida di NTT, Muspida di Sikka, para tokoh di Sikka dan unsur masyarakat seperti petani, nelayan, tukang gerobak dan buruh pelabuhan serta semua masyarakat.*(pos kupang).
Diposkan oleh Megu Nora Au di 13:11 0 comments
Label: Berita
Monday, 1 July 2013
Kebebasan Itu Telah Diraih
Kebebasan kadang menjadi barang yang mahal. Kadang air mata ikut berderai ketika kekebasan mampu diraih dengan penuh kesabaran. Doa dan harapan yang tak putus menggambarkan bahwa sesuatu yang dipercaya akan terbukti. Begitu pula yang terjadi dengan Jun. Setelah divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri Maumere dengan hukuman kurungan 5 tahun penjara. Akhirnya lelaki yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sikka dibebaskan pada tingkat kasasi. Thomas Claudius Ali Junaidi (38) nama lengkap dari Jun, dibebaskan oleh putusan kasasi MA bernomor 920K/Pid.Sus/2013 karena telah membantu penyidik mengungkap mafia narkoba di Maumere. Pidana penjara 1 tahun diberikan, namun Thomas tak perlu menjalaninya jika dalam 2 tahun tidak mengulangi perbuatannya memakai narkoba.
Kamis (27/6) siang, disambut para saudara dan sahabatnya, Jun melangkah pasti keluar dari penjara Rutan Kelas IIB Maumere. Seketika itu pula ia menangis histeris meledak kesunyian. Satu tahun dikurung dalam bui pengap, ia menumpahkan semua kegundahan hati. Air mata yang berderai menyiratkan kebahagiaan yang tiada tara.
Dari Rutan, menumpang mobil, Jun ngebut menuju Pantai Paris. Disini, sesuai kepercayaan umum mandi di laut merupakan suatau cara untuk membuang sial. Demikian juga kejadian siang itu ditengah keluarga. Kepalan tangan meninjau langit seakan menyatakan sebuah penegasan masa depan yang yang terbentang luas.
Putusan sebelum sampai di kasasi, Jun divonis Pengadilan Negeri Maumere karena melanggar pasal 114 ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika. Pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 1 miliar diganjarkan kepadanya pun dikuatkan Pengadilan Tinggi Kupang.
"Salah satu aspek yang harus dibenahi dalam penegakan hukum kita itu bukan berarti vonis 5 tahun terus semuanya juga 5 tahun begitu, tapi konsistensi pertimbangan hakim, konsisten penugasan hakim termasuk pelaksanaan pemberian status justice collaborator," ujar Komisioner Komisi Yudisial bidang Pengawasan dan Investigasi, Suparman Marzuki, kepada detikcom.
Suparman pun menilai putusan majelis hakim kasasi Artidjo Alkotsar, Surya Djaya, dan Sri Murwahyuni yang mengampuni Thomas adalah benar. Hal ini memperkuat peran Thomas yang berani membongkar mafia narkoba sebagai justice collaborator.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 09:23 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Sunday, 30 June 2013
Bupati Sikka Terpilih Dilantik 6 Juli
Bupati dan wakil bupati Sikka terpilih, Drs.Yoseph Ansar Rera-Drs.Paulus Nong Susar (An-sar) periode 2013-2018 akan dilantik pada Sabtu (6/7/2013) mendatang. Pemerintah propinsi NTT telah menyurati Ketua DPRD Sikka untuk melakukan persiapan pelantikannya.
Kepala Biro Administrasi Pemerintahan, Setda NTT, Wilem Foni mengatakan itu ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (28/6/2013). Dijelaskannya, pelantikan bupati dan wakil Sikka yang terpilih berdasarkan surat keputusan (SK) mendagri nomor 131.53-4595 tahun 2013 dan nomor 132.53-4596 tahun 2013. dan berdasarkan SK Mendagri ini, Gubernur telah menindaklanjuti dengan mengirimkan surat pemberitahuan bahwa pelantikan akan dilakukan pada Sabtu (6/7/2013) "Surat kepada Ketua DPRD Sikka itu telah dikirim sejak Senin (24/6/2013),"katanya.
Sebelumnya diberitakan, Wilem Foni mengatakan, pelantikan bupati dan wakil bupati Sikka terpilih, Drs.Yoseph Ansar Rera-Drs.Paolus Nong Susar periode 2013-2018 sudah pasti dilakukan pada awal bulan Juli 2013. Namun jadwal pelantikan Bupati dan Wabup Sikka Terpilih itu masih harus menunggu arahan dari Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya untuk dilakukan pelantikan di Kota Maumere, Kabupaten Sikka.
Dikatakannya, surat keputusan dari Mendagri terkait Bupati dan Wabup Sikka yang terpilih sudah ada dan sudah diajukankan kepada Gubernur NTT untuk arahan selanjutnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Sikka, dr.Valen Sili Tupen, ketika dihubungi Pos Kupang pekan lalu, mengatakan, Pemkab Sikka telah menyiapkan semua acara pelantikan dan tinggal menunggu kepastian tanggal dari Kantor Gubernur NTT untuk proses pelantikan.(roy/ris/oma/Pos kupang)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:59 0 comments
Label: Berita
Menpora Buat Onar di Rote
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo pada saat kunjungan kerja ke Rote Ndao, Kamis (27/6) malam melakukan perbuatan tidak terpuji. Hanya gara-gara kamar hotel, Menpora membuat keributan di Nemberala Beach Hotel. Padahal, peristiwa itu terjadi karena ketidakbecusan para deputinya mengurus penginapan.
Mozad Ndun, salah seorang warga yang sementara menemani tamunya di hotel tersebut mengatakan, kejadiannya terjadi sekitar pukul 21.00 Wita saat Roy Suryo hendak masuk kamar.
Karena ajudan dan pengawal pribadi (walpri) sang isteri tidak mendapat kamar di Nemberala Beach Hotel, sang menteri langsung marah-marah sambil berteriak mengecam manajemen hotel tersebut.
Bahkan manajer hotel itu, Yanto Kore Mega didorong-dorong oleh Roy Suryo. Pemandangan itu membuat para penghuni lain yang merupakan wisatawan mancanegara mendatangi ke tempat kejadian.
wisatawan asing yang berada di situ. “Keributan itu sangat memalukan karena dilakukan oleh seorang menteri,” tambah Mozad. Manajer Nemberala Beach Hotel Yanto Kore Mega yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya menjelaskan, saat tim advance membooking hotel untuk Menpora, sebenarnya sudah tidak ada kamar kosong. Tapi karena untuk Menteri, maka dia memberikan dua kamar yang tamunya baru akan datang minggu depan.
wisatawan asing yang berada di situ. “Keributan itu sangat memalukan karena dilakukan oleh seorang menteri,” tambah Mozad. Manajer Nemberala Beach Hotel Yanto Kore Mega yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya menjelaskan, saat tim advance membooking hotel untuk Menpora, sebenarnya sudah tidak ada kamar kosong. Tapi karena untuk Menteri, maka dia memberikan dua kamar yang tamunya baru akan datang minggu depan.
Menurutnya, sang menteri memaksakan ajudan dan walpri isterinya menginap juga di hotel itu. Padahal hanya dua kamar yang dibooking panitia. “Kejadian itu tidak perlu terjadi apabila Pak Menpora menanyakan terlebih dahulu. Namun karena orangnya mungkin tidak sabaran, sehingga membuat keributan dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan,” jelasnya.
Salah seorang panitia lokal Merajut Indonesia yang enggan dikorankan namanya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak hotel tidak bisa disalahkan, karena stafnya yang membooking hanya dua kamar untuk Menpora dan isteri, serta Wakapolda NTT. Sementara ajudan dan walpri sang isteri tidak tersedia kamar lagi di hotel itu.
Bahkan ada kata-kata yang tidak pantas dikeluarkan oleh Menpora dan isterinya. “Bupati harus tanggung jawab. Saya tidur di rumah Bupati saja. Jika tidak bisa, kalau ada pesawat malam ini kita balik nginap di Kupang saja. Besok baru balik lagi untuk lanjutkan kegiatan,” kata dia menirukan ucapan Menpora.
Sumber lainnya menambahkan, Menpora Roy Suryo sempat pula mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan turis asing yang banyak menginap pada saat itu. “Ini negara saya, kenapa banyak bule yang memenuhi tempat ini,” katanya sembari mendorong bahu pengelola hotel. Menpora akhirnya memilih meninggalkan hotel tersebut dan pindah ke hotel lain di Nemberala. (enq/R-2/sumber: victorynews-media.com)
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:34 0 comments
Label: Berita
Wednesday, 19 June 2013
Konser Amal Rokatenda, dari Sydney untuk Maumere
Ditengah Gerimis Konser tetap Berlangsung
![]() |
| Theresia Tomahu (foto: Bernard Samalona) |
I Will Always Love You menjadi tembang pembuka Konser Amal Untuk Rokatenda. Suara merdu Theresia Tomahu seakan menggelitik telinga. Suara emasnya tak hanya mampu menghipnotis segelintir penonton, namun cara berinteraksi yang sangat akrab cukup memukau. Suasana Stadion Samador Selasa (18/Juni 2013) malam tersebut perlahan-lahan mencair. Bersama gerimis yang jatuh satu-satu, beberapa tembang mengalir. Malam yang kelam menjadi saksi betapa Theresia, sang penyanyi yang bermukim di Australia itu, telah kembali ke Maumere. Ia tak henti-henti berterima kasih. "Epang gawan..Epang gawan..Thank You Very Much," katanya terharu.
Selain I Will Always Love You milik Whitney Housten, tembang lain yang disajikan antara lain, To Love Somebody, Falling in Love With You dan beberapa tembang lainnya.
Diatas spanggung permanen, Theresia menggandeng beberapa penyanyi lokal. Diantaranya Inez Tomaho, Crist Tomaho yang merupakan keponakan Theresia.
Konser yang didedikasikan bagi para pengungsi Letusan Rokatenda dengan mengumpulkan sumbangan dari penonton dimulai sekitar pukul 20.30 wita. Diawali dengan bintang pembuka Take Off Band, acara terus berlangsung dengan kehadiran artis-artis lainnya hingga kemunculan Theresia. Setelah 25 tahun meninggalkan Maumere, kini dihadapan segelintir penonton beliau kembali.
Theresia mengatakan ia sangat puas dengan kehadiran di Maumere meski diakui acara yang digelar kurang maksimal karena hujan dan lainnya. Ditengah gerimis usai manggung, segelintir penonton memberikan jabat erat buat beliau.
Mengetahui bencana Rokatenda dari inimaumere.com dan berita televisi dinegerinya, hatinya tergerak untuk berbagi. Theresia menghubungi Maumere hingga terjadilah konser amal ini.
Ia berjanji akan kembali lagi dengan konser amal dilain waktu.
Hujan turun sejak pukul 18.30 wita dengan curah yang tak begitu besar namun cukup lama. Hal ini membuat acara yang telah digagas dengan cara mengumpulkan sumbangan dari hasil penjualan tiket berlangsung tak lancar.
Konser Amal untuk Rokatenda diselenggarakan Tim Peduli Kasih didukung Fajar Timur Motor, Sonia FM, Rogate FM, inimaumere.com, Resque Bro, Unipala, PMI, Tagana.
Theresia Tomahu adalah seorang seniman yang bermukin di Sidney, Australia. Di negeri Kangguru tersebut beliau merintis karier sebagai penyanyi, guru musik dan pencipta lagu.
Alumnus SD Contoh dan SMPK Vigo Fidelis ini, masa kecilnya dihabiskan di Maumere mengikuti jejak orang tuanya yang bertugas.
Meski telah melanglang jauh ke negri orang, ia mengaku masih selalu ingat akan kota kecil yang pernah dihuninya. Sebab selain masa remajanya, di kota ini bermukim keluarga sedarahnya. Diantaranya kedua kakak kandung Theresia yakni Boby Tomaho dan Ece Tomaho beserta anak dan cucu mereka.
Theresia cukup gembira hadir di Maumere. Ini merupakan kali kedua kunjungannya setelah 25 tahun merantau ke negeri orang.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 11:18 0 comments
Label: HiburaN..
Tuesday, 18 June 2013
Gubernur Sahkan SK Bupati Sikka Terpilih
Gubernur NTT telah menandatangani atau mensahkan Surat Keputusan (SK) penetapan Bupati dan Wakil Bupati Sikka terpilih untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta.
Hal ini disampaikan Juru Bicara KPUD Sikka, Alfonsius Hilarius Ase, kepada Pos Kupang di Bandara Frans Seda Maumere, Sabtu (15/6/2013), ketika baru tiba dengan penerbangan pesawat Merpati dari Kupang. Hadir bersama Ase di bandara itu, Ketua KPUD Sikka, Albertus Ben Bao.
Ase diminta penjelasan soal wacana yang dimediakan yakni dugaan yang menyebutkan Bupati terpilih, Drs. Yoseph Ansar Rera tidak memiliki ijazah SD dan SLTP sebagaimana digulirkan salah satu forum di Sikka.
Ase mengatakan, pelaksanaan Pilkada Sikka telah melalui suatu proses dan tahapan yang benar. Proses itu dimulai dari
pendaftaran calon hingga penetapan. Termasuk di dalamnya mengenai proses verifikasi administrasi hingga waktu yang diberikan soal masa keberatannya.
Keterkaitan dengan ijazah, diakui Ase, adalah lampiran dari model BB 11 merupakan daftar riwayat hidup. Sehingga verifikasi terhadap kebenaran dokumen yang dilakukan sesuai riwayat hidup. Soal polemik ijazah dan menggunakan surat keterangan yang keluarkan adalah resmi dalam proses administrasi yang dilakukan. Surat keterangan itu, tegas Ase, ada legalisasi dari lembaga yang berwenang.
Menyinggung soal penulisan nama ada huruf yang beda, Ase menandaskan, kalau soal nama, dalam dokumen pencalonan yang diverifikasi isi nama yang ada sesuai KTP.
Menyangkut perkembangan proses pengesahan yang ada, Ase mengatakan, untuk perkembangan proses pengesahan SK penetapan, gubernur telah menandatanganinya. Saat ini ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat untuk memrosesnya di sana. Ditanya apakah jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih sesuai jadwalnya tanggal 22 Juni 2013, Ase mengatakan, jadwal pelantikannya demikian, namun kita menunggu karena sedang diproses. (oma/pos-kupang))
Diposkan oleh Megu Nora Au di 12:40 0 comments
Label: Berita
Hitung-hitungan Subsidi BBM
Meski Indonesia bukan negara sejahtera (welfare state), jenis dan kuantitas subsidi yang dialokasikan pemerintah bagi masyarakat tak bisa dibilang kecil. Nilai subsidi 2012 mencapai Rp 346,4 triliun atau 34,33 persen dari belanja pemerintah pusat. Tak kurang dari 61,17 persen dari total subsidi dialokasikan untuk BBM (Rp 211,9 triliun) dan 27,30 persen untuk listrik (Rp 94,6 triliun). Subsidi pangan, pupuk, benih, kredit program, dan lain-lain hanya Rp 39,9 triliun atau 11,53 persen dari total subsidi.
Subsidi idealnya disalurkan langsung dan hanya diberikan kepada kelompok sasaran. Salah satu kelompok sasaran tentu saja masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin. Tingkat kemiskinan per September 2012 mencapai 11,66 persen atau sekitar 28,6 juta orang dengan tingkat garis kemiskinan Rp 280.000/orang/bulan (BPS). Dengan total subsidi Rp 346,4 triliun dan subsidi disalurkan tepat sasaran, idealnya tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan itu.
Marilah kita melakukan hitungan sederhana. Jika dilakukan penyaluran subsidi langsung kepada 28,6 juta rakyat miskin sebesar Rp 100.000/orang/bulan, total biaya subsidi per tahun hanya Rp 34,32 triliun. Jika angka ini dilipatduakan, total subsidi yang diperlukan Rp 68,64 triliun per tahun. Jika kita ingin menghilangkan angka kemiskinan caranya mudah, salurkan Rp 281.000/orang/bulan kepada 28,6 juta rakyat miskin sehingga tidak akan ada lagi orang di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Strategi terakhir ini hanya perlu Rp 96,44 triliun per tahun atau 45,51 persen dari subsidi BBM atau 27,84 dari total subsidi 2012!!
Lalu, mengapa jumlah orang miskin masih 28,4 juta, sementara total subsidi 2012 mencapai Rp 346,4 triliun dan meningkat jadi Rp 358,2 triliun di APBN Perubahan 2013? Jawabannya mudah: karena sebagian besar subsidi yang disalurkan salah sasaran.
Proporsi subsidi BBM Rp 211,9 triliun (61,17 persen), tetapi sebagian besar dinikmati para pemilik kendaraan bermotor yang notabene bukan orang miskin. Ketika subsidi dikenakan pada harga barang, dan barang bisa diakses bebas, maka semakin tinggi seseorang mengonsumsi barang itu, semakin tinggi subsidi yang dinikmatinya.
Siapa menikmati?
Data Kementerian ESDM menunjukkan, proporsi BBM bersubsidi dinikmati oleh: 1) pemilik mobil (53 persen) dibandingkan pemilik motor (47 persen); 2) masyarakat di Jawa dan Bali (59 persen); dan 3) angkutan darat (89 persen). Tercatat 25 persen rumah tangga berpenghasilan tertinggi menikmati 77 persen subsidi BBM dibandingkan 25 persen rumah tangga berpenghasilan terendah yang hanya menikmati 15 persen subsidi BBM (Kementerian Keuangan, 2012).
Penggunaan BBM bersubsidi bersifat konsumsi yang terkompensasi (compensated consumption). Berapa pun konsumsi BBM bersubsidi, tak peduli oleh siapa dan untuk keperluan apa, pemerintah pasti menyubsidinya. Semakin banyak mengonsumsi BBM bersubsidi, semakin besar subsidi yang Anda nikmati. Dengan demikian, apakah rasional bagi seseorang untuk menurunkan konsumsi BBM bersubsidi? Bayangkan jika Anda punya kartu kredit yang pagu kreditnya tanpa batas. Lalu berikan kartu kredit kepada seorang remaja yang dibebaskan pergi ke mal mana pun dan membeli apa pun, dan Anda akan membayarkan semua tagihannya.
Permasalahan kian kompleks ketika alokasi subsidi BBM selalu membengkak setiap tahun. Beberapa faktor yang meningkatkan subsidi BBM: 1) peningkatan aktivitas ekonomi akibat pertumbuhan ekonomi; 2) kenaikan harga minyak dunia; 3) penguatan nilai tukar mata uang asing; 4) pengalihan konsumsi dari Pertamax ke Premium; 5) peningkatan aktivitas pasar gelap untuk keperluan industri; dan 6) penyelundupan BBM bersubsidi ke negara lain/pihak asing.
Dari keenam faktor, lima faktor terakhir adalah faktor eksogen yang tak dapat dipengaruhi pemerintah sama sekali. Artinya, tanpa perubahan kebijakan terhadap subsidi BBM, beban subsidi BBM semakin sulit dikendalikan pemerintah. Konsekuensinya, perekonomian Indonesia semakin rentan, sulit dikendalikan pemerintah, tetapi semakin dikendalikan oleh pasar internasional, pola konsumsi BBM bersubsidi, perilaku pelaku di pasar gelap dan penyelundup BBM bersubsidi.
Konsekuensi berdiam diri
Peningkatan beban subsidi BBM terhadap keuangan negara setiap tahun dapat digambarkan sebagai ”bom waktu yang terus tumbuh dan siap meledak kapan saja”. Konsekuensinya, berdiam diri atau ragu-ragu mengambil kebijakan bukanlah strategi optimal mengingat beban subsidi BBM terhadap APBN dan kerentanan ekonomi akan meningkat sejalan waktu.
Setiap upaya mempertahankan subsidi BBM dapat dimaknai sebagai upaya melanggengkan subsidi untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke atas, menguntungkan para pelaku pasar gelap dan penyelundup BBM bersubsidi, dengan dalih melindungi masyarakat miskin. Jika subsidi BBM dipertahankan, lalu bagaimana nasib masyarakat yang tak punya kendaraan bermotor, yang notabene masyarakat miskin?
Berbeda dengan sebagian besar negara di dunia, terdapat anomali penyaluran subsidi di Indonesia. Alih-alih subsidi disalurkan ke rakyat miskin, fakta menunjukkan subsidi BBM justru dinikmati masyarakat berpendapatan menengah ke atas, para pelaku pasar gelap dan penyelundup BBM bersubsidi. Bahkan, koruptor pun, yang notabene berpendapatan menengah ke atas, ”disubsidi” para pembayar pajak yang budiman.
Hasil estimasi peneliti P2EB FEB UGM menunjukkan, berdasarkan putusan MA 2001-2012, biaya eksplisit korupsi Rp 168,19 triliun, sementara nilai hukuman finansial hanya Rp 15,09 triliun (harga konstan 2012). Dengan demikian, selisih kedua nilai ini, Rp 153,1 triliun, harus ditanggung masyarakat. Dengan kata lain, di negeri ini koruptor disubsidi masyarakat. Lengkap sudah penderitaan rakyat, terutama yang berpenghasilan rendah, karena subsidi yang jadi hak mereka justru dinikmati si kaya.
Setiap upaya realokasi subsidi agar lebih tepat tersalur kepada si miskin selalu dihalangi dengan dalih melindungi si miskin. Setiap upaya mempertahankan subsidi BBM akan menciptakan defisit APBN dan tekanan pada neraca pembayaran. Hal ini harus ditutup melalui pajak, utang dalam negeri, dan utang luar negeri. Pajak tidak hanya terbatas pajak pendapatan, tapi juga pajak pertambahan nilai yang dibayar setiap individu yang membeli barang dan jasa yang dihasilkan sektor formal. Utang dalam dan luar negeri sebagian besar akan ditanggung anak-cucu. Akankah kita jadi orangtua yang justru disubsidi anak-cucu dan mewariskan semua beban kepada mereka?
Rimawan Pradiptyo Deputi Penelitian P2EB FEB UGM dan Dosen pada Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM
Diposkan oleh Megu Nora Au di 09:44 0 comments
Label: Artikel



























