Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 30 July 2013

75 Kapal Layar Belum Tiba, Sail Komodo 2013 Ditunda

Pelaksanaan Sail Komodo yang sedianya dilaksanakan mulai hari ini, Senin, 29 Juli 2013, ditunda karena keterlambatan peserta Sail dari 20 negara tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). "Harusnya upacara penjemputan peserta Sail dilaksanakan hari ini. Ternyata belum semua peserta tiba di Kupang, sehingga diundur lagi hingga besok," kata Sekretaris Dinas Pariwisata NTT, Doris Rihi, Senin, 29 Juli 2013. Menurut dia, hingga siang ini, baru dua kapal yang tiba di Kupang. Sedangkan 158 peserta lainnya masih dalam perjalanan menuju Kupang dan diprediksi baru akan tiba di Kupang pada Selasa, 30 Juli 2013. "Baru satu kapal yang telah selesai menjalani pemeriksaan," katanya.

Dia memperkirakan malam ini ada enam kapal peserta Sail Komodo yang akan tiba di Kupang, sehingga pemerintah setempat bisa menggelar acara penjemputan peserta Sail Komodo, sebelum dilepas pada 4 Agustus 2014 ke 21 destinasi di daerah itu. Rencananya, peserta Sail akan dilepas Wakil Presiden Boediono. "Peserta lain masih dalam perjalanan," katanya.
Informasi yang diterima, keterlambatan tibanya peserta Sail Komodo karena dihadang angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga tidak bisa tiba sesuai jadwal. "Mereka dihadang gelombang tinggi, sehingga terlambat masuk Kupang," katanya.
Jumlah peserta Sail Komodo yang dilepas dari Darwin, Australia Utara, pada 27 Juli 2013 lalu sebanyak 160 kapal. Terdiri dari 86 kapal layar dari Darwin, Australia; menyusul Portugal dengan 60 kapal layar; 30 kapal dari Filipina; dan 15 kapal dari Timor Leste.(tempo.co)
Selengkapnya...

Wednesday, 17 July 2013

Aksi Damai, Usut Tuntas Kasus Penembakan


Ratusan warga dari Pemana berunjuk rasa dalam aksi simpatik mengelilingi Kota Maumere, Selasa (17/7/2013) pagi. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap kematian dua nelayan asal Pulau Pemana Baharudin La Bau (46) dan La Salim Asis (15). Kedua korban ditembak hingga tewas di perairan Riung, Kabupaten Nagakeo, Flores, Kamis (4/7/2013) lalu. Kecaman datang berbagai pihak, menuntut pihak kepolisian menangkap pelakunya. Pihak Polda NTT pun menahan dan menetapkan oknum Polair Briptu IS sebagai tersangka. Untuk kepentingan penyidikan IS ditahan di Polda NTT dalam waktu 20 hari kedepan. Penatapan ini tidak serta merta selsai. Warga Pemana terus bertanya hingga terjadi aksi damai hari ini, Selasa (17/7). Salah satu tuntutannya adalah agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

Aksi damai dimulai sekitar pukul 11.00 wita. Dengan iringan motor dan mobil yang berjumlah puluhan, mereka melakukan long marc dimulai dari jalan Hasanudin. Melintasi beberapa ruas jalan, massa kemudian berorasi di Polres Sikka sebelum melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Sikka, Jalan Eltari.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Api Bakar Rumah di Kimangbuleng


Sebuah rumah yang berada di Jalan Kimangbuleng Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Selasa (17/7) pagi sekitar pukul 09.30 wita dilahap si jago merah. Kebakaran tersebut hampir merambat ke rumah tetangga lainnya. Untungnya petugas pemadam kebakaran tiba dilokasi. Dengan bantuan mobil pemadam kebakaran tersebut api tidak berhasil merambat dan membakar rumah tetangganya. Namun rumah yang menjadi sumber api ludes terbakar. Tak tersisa seikitpun barang-barang yang bisa dimanfaatkan. Kebakaran yang cukup menghebohkan ini terjadi kala masyarakat sedang beraktivitas. Bantuan warga sekitar di kompleks tersebut turut membantu memadamkan api.


Menurut informasi yang berkembang, kebakaran tersebut berawal dari pemasak nasi listrik magic jar. Setelah memasang magic jar, sang ibu dan anaknya keluar untuk keperluan membeli obat. Tak disangka, sekembalinya dari membeli obat, rumah yang dihuninya tersebut telah terbakar. Api yang berkobar tak mampu dielakan. Oto tangki dan pemdam kebakaran tiba diloksi ketika rumah dalam jilatan api. Sebelum merambat kerumah tetangganya, api tersebut dipadamkan dengan bantuan warga sekitar.
Hingga berita ini dinaikan, puing-puing sisa kebakaran masih terlihat. Masyarakat sekitar mengumpulkan sumbangan untuk membantu korban.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Oknum Polair Jadi Tersangka Penembakan Dua Nelayan


Polda NTT menetapkan oknum Polair Briptu IS sebagai tersangka dalam kasus penembakan dua orang anak buah kapal nelayan asal Pulau Pemana, Kabupaten Sikka.Oknum Polair IS menjadi tersangka utama dalam kasus penembakan hingga menewaskan Baharudin La Bau (46) dan La Salim Asis (15), di perairan Riung, Kabupaten Ngada, Kamis (4/7/2013) lalu. Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi I Ketut Untung Yoga Ana yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas AKBP Okto Riwu membenarkan penetapan oknum Polair IS sebagai tersangka kasus penembakan tersebut di Kupang, Kamis (11/7/2013). Untuk kepentingan penyidikan IS ditahan di Polda NTT dalam waktu 20 hari kedepan.


Menurut Okto, penetapan IS sebagai tersangka setelah polisi memeriksa beberapa saksi dan alat bukti lainnya. Dari pemeriksaan itulah untuk sementara IS orang yang paling bertanggung jawab terhadap tewasnya Baharudin dan Salim dalam kasus tersebut.
Tentang motif penembakan, Okto menyatakan, tersangka IS menembak keduanya lantaran mengira kapal yang ditumpangi korban mengangkut bahan peledak. Lantaran melawan maka IS menembak kedua nelayan tersebut.
Kendati demikian, kata Okto, penyidik tidak begitu saja mempercayai dalih yang disampaikan tersangka. Polisi akan terus mendalami keterangan dari para saksi untuk menungkap fakta yang sebenarnya.*(pos-kupang)
Selengkapnya...

Thursday, 11 July 2013

Magewaer Tu'ir, Kuliner dari Maumere

Salah satu kuliner terbaik dari Nian Tana (Kabupate Sikka) adalah Mage Waer alias kuah asam. Olahan bumbu-bumbu pilihan kuah asam selalu membangkitkan selera khas yg menggoda. Jadi jika Anda mampir di Kota Maumere jangan lupa mencicipi kuah asam tersebut. Selain rasa yang membangkitkan selera, kuah asam juga diisi berbagai macam daging ikan. Jeni ikan apa saja bisa diolah sesuai selera. Mau pedis atau tidak. Bisa diatur. Nah, suatu saat saya pernah mencoba rasa kuah asam yang unik. Mungkin baru pertama kali mencoba. Kuah asam alias magewaer tersebut dimasak bukan ditempat biasa. Loh?!

Koki kampung asal Koting bernama panggilan Masto adalah biangnya. Menurut lelaki yang pintar memasak makanan khas daerah Maumere ini mengelolah kuah asam mesti ada seninya. Dan seninya itu mesti beda, unik.
Maka, saat berpetualang ke Kolisia beberapa hari lalu, Masto mempraketkan masakan kuah asam lezat. Gimana tidak coba! Kuah Asam tersebut dimasak didalam bambu dan menggunakan air kelapa muda.
Potongan daging ikan dimasukan bersama bumbu-bumbu penyedap alamiah tanpa satupun penyedap berbahan yang dibeli di kios/toko. Semuanya asli dari alam. Ikan yang telah dipotong-dipotong dan dihaluskan lantas dimasukan kedalam bambu.
Terakhir air kelapa muda dan asam beberapa potong. Lantas bagian bambu ditutup rapat dengan daun pisang sedemikian rupa. Olahan kuah asam dalam bambu kemudian dimasukan kedalam api yang berkobar. Seru!!
Beberapa saat kemuduan, setelah dirasa cukup matang, bambu tersebut diangkat dari api. Kemudian dibuka tutupnya dan bruarrrrrrrrrr....isi dan kuahnya mengepulkan selera yang tiada tara. Enak dan lezat.
Jangan ditanya lagi rasanya, host jejak petualang Ratna Dewi sampe berkeringat menikmati masakan yang enak ini.
Begitu juga teman2 dr Maumere Offroad (MOFF) bersama kami dibibir pantai Waer Nokerua mereguk tiada puas hingga kekenyangan bersama ikan bakar pilihan.
Maknyus-nya masakan ini sesekali memang perlu dicoba (lagi).


Magewair TU'IR (kuah asam dr masakan dlm bambu), cita rasa khas dr Nian Sikka bisa menjadi masakan unggulan utk wisata. Nah, jika berkelana ke Maumere bisa mengontak inimaumere.com untuk mencoba masakan magewaer dengan dimasak langsung oleh Koki Masto, gimana?

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Lagi, "Sikka Bergerak" Drop Bantuan untuk Pengungsi Palue


Melanjutkan aksi-aksi sebelumnya, hari Minggu (7/7/2013), sekelompok anak muda Maumere yang tergabung dalam komunitas "Sikka Bergerak" kembali turun ke lapangan. Bantuan dalam bentuk uang yang telah dijadikan barang kemudian diangkut menggunakan dua oto pick up. Bantuan tersebut didrop ketengah pengungsian yang berjumlah 43 KK (kepala keluarga). Mereka adalah warga korban letusan Gung Rokatenda di Pulau Palue.  Para pengungsi ini menetap pada lahan yang diberikan Mosalaki (kepala suku) di Ae Wora, Kabupaten Ende. Aksi dikoordinir Willy Otak Mofers dibantu Hiler Ratu, Mark Jago'z dan sahabat-sahabat lainnya. Aksi Sikka Bergerak telah berlangsung beberapa bulan, meski minim dalam dukungan namun terus bergerak.


Minggu 7 Juli 2013 pukul 10.00 Wita, dimulai dari Studio Radio Sonia FM di Jalan Wairklau, Sikka Bergerak bersiap menuju Ropa. Wialayah ini meruapakan salah satu tempat pengungsian di wilayah Kabupaten Ende. Menurut Willy, sejumlah rekan tidak bergabung karena berhalangan. Pukul 12.00 wita menggunakan 2 mobil pickup dengan barang bantuan yang telah siap komunitas kemanusiaan ini bergerak menuju ke lokasi.

Willy,  Koordinator Gerakan Sikka Bergerak mengatakan, perjalanan ke lokasi penerima bantuan memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Melintasi beberapa jalan berliku dan berlubang akibat kikisan ombak pantai sebelum tiba dilokasi.
 "Kami parkirkan di salah satu rumah warga pengungsi dan barang-barang sumbangan disiapkan untuk di bagikan," kata pemuda yang selalu ramah ini.

Ia menambahkan, sumbangan yang selama ini di salurkan dari wilayah Maumere maupun Ende kebanyakan yang diketahui yaitu pengungsian di Ropa, sehingga para pengungsi di wilayah Aewora sering di lewatkan.

Padahal kebanyakan pengungsi di camp pengungsian Jitabewa, Aewora mengalami kekurangan air. Air yang biasanya mereka peroleh dengan mengangkut menggunakan jerigen dan ember harus menempuh jarak yang berkilo-kilo . 
Air sebagai kebutuhan sehari - hari mereka juga biasanya 4 hari sudah habis dan mereka setiap 4 hari harus berjuang mengengkut air sebagai kebutuhan sehari-hari mereka, jelas Willy.

Para kepala keluarga dan pemuda yang berada di camp pengungsian umumnya mengisi aktifitas sehari-hari sebagai nelayan di wilayah sekitar pengungsian dan apabila masyarakat setempat membutuhkan jasa mereka untuk bekerja di ladang , maka mereka juga langsung mengambil bagian agar mendapatkan upah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan pembagian sumbangan di awali dengan membagikan sabun mandi dan deterjen bubuk, dimana tiap-tiap Kepala Keluarga (KK) memperoleh 6 bungkus sabun mandi dan 16 sachet deterjen bubuk. Di lanjutkan lagi dengan pembagian minuman kemasan dan pakaian dan perlengkapan penerangan berupa kabel, lampu, viting dan steker bagi KK yang membutuhkan persediaan penerangan.

"Kegiatan di tutup dengan pembagian alat penerangan dan kami juga bersiap untuk berpamitan dengan warga, kata Wily.

"Motivasi kami untuk terus berjuang bagi nasib mereka..dan rasa amarah dan sejuta pertanyaan , kenapa saudara-saudara kami ini belum mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah???? Apakah mereka harus mengemis dan memohon? Apakah mereka harus bersembah sujud kepada sesama kita manusia?," tanya Willy kemudian.

Kegiatan pengumpulan sumbangan telah berlangsung beberapa bulan,dari ngamen di lampu merah hingga ngamen bersama sejumlah musisi lokal Maumere di Lapangan Katedral St. Yoseph dan pemutaran film dokumenter Palu'e "Kampung Diatas Api" di Paroki Sanctissima Bloro dan Paroki St. Petrus Kloangpopot. Sumbangan berasal dari kasih tulus sejumlah warga Kabupaten Sikka yang peduli.

Setelah disurvey kebutuhan, akhirnya sumbangan dalam bentuk uang dijadikan barang-barang.  Sesuai yang dibutuhkan bantuan tersebut langsung didrop ke sasaran, bercampur dengan sumbangan barang dari masing-masing paroki, yakni Paroki Sanctissima Bloro dan St.  Petrus Kloangpopot.

Kegiatan "Sikka Bergerak" dalam pengumpulan dana sumbangan di lapangan didukung penuh oleh inimaumere.com, Sonia FM, Choin Entertainment, sejumlah musisi  Maumere, Kominfo Sikka, Punk Sikka, Soniers dan para sahabat lainnya yang dgn sukarela telah mengorbankan tenaga, keringat dan waktu utk membantu pencarian dana.

"Sikka Bergerak" hingga tulisan ini dimuat masih menerima segala macam bentuk bantuan untuk disalurkan ke pengunsian. Bisa hubungi Oss di inimaumere.com (082 135 024 996)

Barang yang di sumbangkan : Jumlah KK 43
  •  1. Air minum Kemasan 45 DOS 
  • 2. Sabun mandi (GIV) : 6 Bungkus / KK (dari 43 KK yang ada di desa Aewora). 
  • 3. Deterjen Bubuk : 16 Sachet / KK 
  • 4. Pakaiyan layak Pakai : 28 DOs 
  • 5. Buku Tulis (EB 26 ) : 13 Lembar / Anak ( dari 35 Anak Sekolah) 
  • 6. Pulpen : 4 Buah / anak 
  •  7. Bola Lampu Hemat Energi,Viting dan Steker : 49 buah 
  • 8. Kabel : 3 Rol = 90 Meter 
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 8 July 2013

Ansar Rera dan Nong Susar Resmi Dilantik

Pimpin Sikka 2013-2018

Akhirnya secara resmi Drs. Ansar Rera dan Drs. P. Nong Susar menjabat Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sikka setelah diambil sumpah dan dilantik di Gedung DPRD Sikka oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Sabtu (6/7). Keduanya akan memimpin Nian Tana Kabupaten Sikka selama lima tahun yakni periode 2013-2018. Pelantikan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 wita berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat sedaratan Flores, mantan pejabat, anggota dewan, pemuka masyarakat, kalangan akademisi, rohaniwan dan masyarakat umum serta berbagai media. Sidang Paripurna pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka dipimpin oleh PLT. Ketua DPRD Sikka Nago Bapa dan dihadiri seluruh anggota dewan.

Usai pelantikan Bupati Ansar Rera dan Wakil Bupati Nong Susar mendapat jabatan salam dari segenap kalangan. Kedua pemimpin baru tersebut selanjutnya meninggalkan gedung dewan menuju kediaman Bupati Ansar di Jalan Litbang, Kota Uneng. Ditempat ini sebuah adat dari kebudayaan Lio dipersembahkan bagi kedua pemimpin yang dikenal sebagai Paket An-sar. Mereka diterima dengan percikan air kelapa muda dalam ungkapan adat Huler Wair. Ditempat ini pula sejumlah keluarga dan warga umum menjabat dan memeluk erat pemimpin yang baru saja dilantik.
Dari Litbang, kedua pemimpin lantas menuju kediaman Wakil Bupati Nong Susar yang berada di Lingkar Luar. Seperti pula penerimaan di kediaman Bupati Ansar, bedanya di kediaman ini diterima secara adat Koting, Kabupaten Sikka.
Kemeriahan usai pelantikan dilanjutkan Misa Syukuran dipimpin Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Kherubim Pareira, SVD dan dihadiri berbagai kalangan. Tenda misa tak mampu menampung.
Drs. Y. Ansar Rera dan P. Nong Susar lewat Paket An-Sar terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka setelah dalam Pemilukada Putaran II 23 Mei 2013 berhasil mengumpulkan suara lebih dari 50%. Keduanya menggantikan kekuasaan Sosimus Mitang dan Wera Damianus yang menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2008-2013.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---