Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 14 August 2013

Tempati Bekas Kantor Bupati

Tiga hari sudah bencana meletusnya Gunung Roaktenda berlalu. Korban yang diakibatkan oleh meletusnya Penjaga Palue itu berjumlah lima orang. Tiga tewas dan dua lainnya hilang. Dampak dari letusan itu mengakibatkan dua desa di Palue nyaris luluhlantak. 560 orang sampai dengan Selasa (13/8) mengungsi ke Maumere. Letusan kali ini oleh sejumlah warga Palue mengaku adalah yang paling dahsyat. Bahkan Desa Rokirole yang tidak pernah tersentuh, kali ini mesti menjadi korban berikutnya. Bahkan banjir lumpur panas membelah bukit dan turun menerjang hutan pepohonan hingga pantai. Akibatnya pantai dan laut penuh dengan potongan-potongan pepohonan gosong. Lantas hari ini, tiga hari setelah letusan, saudara-saudara kita yang sebelumnya berada ditenda-tenda pengungsian, dievakuasi lagi. Kemana?

Pemkab Sikka tanggap terhadap ketidakkenyamanan para pengungsi. Lokasi yang tidak memungkinkan di halaman Kantor Bapeda membuat 560 orang kemudian ditempatkan di lokasi baru, yakni bekas Kantor Bupati yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Baru. Kantor Bupati Sikka tersebut tidak dipakai lagi akibat kebakaran melanda tahun 201o lalu.
Di tempat ini ada 18 ruangan yang layak digunakan oleh saudara- saudara kita. Dengan ruangan-ruangan yang masih layak digunakan, tembok-temboknya mampu mengusir hawa dingin di malam hari. Dibandingkan dengan pengungsian sebelumnya tempat ini masih lebih baik.
Pantauan inimaumere.com Selasa (13/8) petang, para pengungsi terlihat bergerombol dibeberapa tempat. Ada senyum yang hadir dicelah senja. Anak-anak muda nampak lalu lalang dipelataran kantor.
Ditempat pengungsian yang baru ada dua MCK yang berdiri. Dua lagi sedang dikerjakan. Dengan kehadiran para saudara kita ditempat evakuasi yang baru, maka bekas kantor bupati yang sebelumnya merana tak terurus rupanya kini menjadi tempat yang berguna, setidaknya sebelum relokasi ke lahan baru.


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 13 August 2013

`511 Jiwa Telah Dievakuasi Ke Maumere

Letusan Gunung Rokatenda

Setelah kemarin Minggu (11/8) berhasil mengevakuasi 437 jiwa penduduk desa Nitung dan Rokirole, Palue, hari ini Senin (12/8) evakuasi lanjutan membawa 74 jiwa pengungsi dari kedua desa tersebut. Dengan demikian jumlah pengungsi yang berada di tenda-tenda pengungsian yang disiapkan Pemkab Sikka di Kota Maumere berjumlah total 511 orang jiwa. Evakuasi berlangsung selama empat jam lebih dari Palue menuju Maumere menggunakan dua kapal motor kayu bernama Km Embun Pagi dan Putri Dela . Seusai merapat di Pelabuhan Lorens Say, 74 jiwa pengungsi itu dibawa menggunakan dua bus Damri dari Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informasi Sikka menuju lokasi pengungsian yang berada di halaman Kantor Bapeda Sikka. Halaman pengungsian ini berada persis disamping Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.

Di tempat ini, ke-74 jiwa pengungsi yang sebagian adalah anak-anak usai sekolah kemudian didata serta diberi makan minum. Dua desa mereka terkena muntahan Rokatenda dan memaksa terjadinya pengungsian ke Maumere.
Sebelumnya tadi pagi, Senin (12/8), Bupati Ansar Rera dan Wabup Nong Susar menerima kunjungan Kapolda NTT Brigjend. Yoga Untung. Kedatangan pimpinan tertinggi kepolisian wilayah NTT ini juga disambut Kapolres Sikka AKBP Budi Hermawan, Danlanal Kolonel Andy Willy dan Dandim 1603 Sikka Letkol Satrya.
Setelah mendapat penjelasan dari Bupati Ansar dan melakukan kunjungan ke pengungsian beliau memberikan bantuan yang diterima perwakilan pengungsi.
Dalam kunjungan tersebut hadir juga Bapak Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Kherubim Pareira, SVD.
Upaya evakuasi dari Palue ke Maumere telah berlangsung dua hari. Niat baik pemerintah dibawah kendali Yos Ansar Rera dan Paolus Nong Susar sebagai bupati dan wabup Sikka patut dihargai.
Pemkab Sikka juga membuka lokasi pengungsian yang siap menampung para pengungsi dibeberapa tempat seperti di halaman kantor bupati lama, di Jalan Ahmad Yani Maumere.
Setidaknya, hingga kini BMKG masih menetapkan status Gunung Rokatenda berada dalam status Siaga 3.
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 12 August 2013

Ratusan Warga Dievakuasi

Bupati Ansar Rera Pimpin Evakuasi
Ratusan warga dari dua desa yakni Rokirole dan Nitung Lea telah diungsikan ke Maumere tadi siang, Minggu (11/8). Evakuasi menggunakan beberapa kapal motor yang dimulai dari pelabuhan Cua, Palue. Letusan Gunung Rokatenda yang terjadi pada hari Sabtu (10/8) sekitar pukul 04.00 wita mengakibatkan Desa Rokirole dan Nitunglea porak poranda disapuh lahar panas. Akibat bencana tersebut 3 warga Rokirole tewas terkena lahar panas dan dua orang masih belum litemukan. Ketiga korban yang tewas tersebut saat ditemukan telah menjadi gosong dan dikebumikan sore harinya di Dusun Cawalo. Letusan Gunung Rokatenda menyemburkan awan panas dan memuntahkan lahar panas yang mengalir dari Woje Wubi sampai ke Pantai Punge di Desa Rokirole.

Evakuasi para korban letusan Rokatenda berlangsung sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 wita. Bupati Sikka Ansar Rera memimpin langsung upaya evakuasi tersebut. Didampingi Dandim 1603 Sikka dan Danlanal Sikka, Bupati Ansar nampak mengkoordinasi kegiatan evakuasi warga Palue yang terkena semprotan lahar panas.
Bupati Ansar Rera sendiri berada di Palue sejak hari Sabtu (10/8). Usai menerima kabar Rokatenda meletus, belkiar bersama Danlanal, Dandim 1603 Sikka, mantan Wabup Sikka Wera Damianus, SAR Sikka, BPBD, Tagana dan sejumlah awak media langsung berangkat menuju Palue. Seketika tiba disana rombongan masih sempat mengunjugi Desa Rokirole dan mengikuti pemakaman 3 korban tewas.
Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan dua alternatip pengungsian yakni di Maumere dan di kota kecamatan Uwa. Kedua opsi ini diberiikan untuk evakuasi warga korban letusan. Akibat letusan Rokatenda, semburan debunya menghampiri enam desa di Palue. Namun hanya dua desa yang terkena dampak dahsyat letusan yakni Desa Rokirole dan Nitung.
Ratusan warga yang menghuni kedua desa itu akhirnya dievakuasi pagi hari hingga siang, Minggu (11/8) lewat Pantai Cua. Evakuasi sendiri dipimpin Bupati Sikka Ansar Rera. Tiga warga Desa Rokirole, Kecamatan Palue , yaitu Aloysius Roga (65), Maria Wea (58) dan Petrus Ware (69).

Bupati Sikka (jaket itam/kiri) bersama Dandim 1603 Sikka serta Danlanal Sikka 
Di Lokasi Evakuasi, Cua, Palue


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Meletus Lagi, Rokatenda

Rokatenda, Gunung Berapi aktif yang berada di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT meletus lagi, Sabtu (10/11). Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 wita dan menjadi letusan paling dahsyat dibanding letusan yang pernah terjadi. Semburan debu panas mencapai enam desa namun yang terkena dampak paling dahsyat mencakup dua desa yakni Desa Rokirole dan Nitung. Di kedua desa ini Rokatenda memuntahkan lahar panas dan mengancam keselamatan warga setempat. Selain lahar panas, semburannya juga mengakibatkan awan panas menaungi udara dikedua desa tersebut. Akibat letusan yang terjadi, tiga orang tewas dan dua lainnya hilang. Ketiga korban tewas telah dikuburkan, Sabtu sore sekitar pukul 17.00 wita di Cawalo, Rokirole, Palue.

Ketiga mayat ditemukan dalam keadaan memrpihatinkan karena kondisi yang sangat buruk. Korban letusan Rokatenda ini terlihat gosong alias menjadi hitam arang. Lahar panas menyapu mereka ketika asik beristirahat usai melaut di sebuah pondok. Penemuan ketiga korban karena bagian tubuhnya bisa dilihat sehingga mudah untuk diketahui. Sedangkan dua lainnya yang masih berusuia bocah yakni Lengga (5) dan Nong Pio alias Nong Ririn (8) belum ditemukan.
Rokatenda hampir setahun ini terus meletus dan memaksa sebagian penduduknya mengungsi. Sedangkan sebagian lainnya memilih tetap menetap. Letusan yang terjadi agustus 2013 ini menurut warga setempat merupakan letusan paling dahsyat.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sejumlah Rumah Rusak, Tiga Tewas Dua Hilang

Sejumlah rumah di kedua desa yang terkena dampak langsung letusan Rokatenda yakni Desa Rokirole dan Nitung di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT rusak total. Menurut Mama Maria, salah satu pengungsi dari Desa Nitung, atap seng dan dinding rumah rusak total disapuh lahar panas. Lahar panas yang terjadi juga mengakibatkan ratusan pohon hangus dan berserakan dilaut Palue bagian utara. Ratusan pohon tersebut terlihat telah menjadi gosong. Bencana letusan Gunung Rokatend terjadi hari Sabtu (10/8) subuh, sekitar pukul 04.00 wita. Kejadian tersebut sempat membuat semua warga Palue terkejut. Gemuruh gempa yang disusul letuan membuat panik warga desa yang kemudian mencari tempat aman. Lahar panas menyapuh hingga ke Pantai Punge di Desa Rokirole.

Letusan yang dahsyat ini dikatakan melebihi letusan yang pernah terjadi. Kepada inimaumere.com beberapa warga mengatakan nyala api menghiasi langit malam dan menjadi terang benderang. Nyala api ini disertai gemuruh dan letusan berulang. Letusan Gunung Rokatenda menyemburkan awan panas dan memuntahkan lahar panas yang mengalir dari Woje Wubi sampai ke Pantai Punge di Desa Rokirole.
Akibatnya letusan tersebut tiga orang ditemukan tewas yaitu Aloysius Roga (65), Maria Wea (58) dan Petrus Ware (69). Karena terbakar lahar panas saat sedang tidur di Pantai Punge, Desa Rokirole. Sedangkan dua warga lainnya, yakni Lengga (5) dan Nong Pio alias Nong Ririn (8 belum ditemukan. Dua orang yang belum ditemukan ini cucu dari Aloysius Lala yang tidur di pantai usai melaut.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 30 July 2013

Ayo Semua Dukung Kevin Hillers!

Nama Hillers kembali jadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini, terutama di kalangan pengguna jejaring sosial di Maumere. Bukan menyangkut nama Rumah Sakit T.C Hillers. Bukan. Tapi ini berhubungan dengan Pemilihan Model International yang melibatkan 41 negara, termasuk Indonesia. Nah, salah satu Model Indonesia yang mengikuti ajang tersebut menyandang nama Hillers. Dia adalah Kevin Hillers. Pemuda ganteng berumur 23 tahun bertinggi badan 194 Cm, cucu kandung dari Bapak Rumah Sakit T.C Hillers atau Tjark Cornel Hillers, keturunan Belanda. Nah, putra Maumere ini sedang mengikuti ajang bergengsi tersebut. Anak muda ini mengharapkan dukungan kita semua dengan cara memberikan suara di: http://www.modelmanagement.com/contests/fresh_faces_2013_indonesia/contestant/108383/
silakan diklik, Anda bisa memberikan suara tersebut.

Dengan dukungan ini, diharapkan anak muda yang semua keluarganya berdomisili di Kota Maumere ini mampu menaikan peringkat. Kevin Sementara berada di Rangking 153 Dari 2460 Model International dari 41 Negara.
Yuk, Klik dan berikan suara disini:
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

2013, Jatah CPNS NTT Hanya 192 Orang

Pemerintah pusat telah menyetujui formasi untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Propinsi NTT sebanyak 192 orang dari sekitar 300 orang yang diusulkan oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT. Dari jatah 192 orang, 60 persen dialokasikan untuk tenaga kesehatan, 40 persen tenaga teknis lainnya. Kepala Biro Kepegawaian Propinsi NTT melalui Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Biro Kepegawaian, Paul Manehat, menyampaikan hal itu saat dihubungi Pos Kupang melalui telepon selularnya, Minggu (28/7/2013) sore. Paul membenarkan pihaknya baru saja mengikuti rapat di Jakarta membahas alokasi CPNS untuk Propinsi NTT tahun 2013.

"Memang ada 192 yang disetujui untuk itu (formasi CPNS Propinsi NTT). Formasi 60 persen untuk tenaga kesehatan dan 40 persen teknis lainnya. Untuk tenaga teknis lebih banyak akuntansi dan ekonomi," jelas Paul dan mengaku tidak menghafal rincian pasti alokasi formasi CPNS itu.
Ditanya jadwal seleksi CPNS tingkat Propinsi NTT, Paul mengatakan, kemungkinan dilakukan bulan Oktober 2013. Namun, lanjutnya, belum bisa dipastikan karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.
"Ini masih persetujuan prinsip sampai minggu keempat Juli 2013 ini. Kemungkinan besar jadwal seleksi bulan Oktober 2013 mendatang. Kita masih menunggu petunjuk dari pusat," ujarnya.
Tentang seleksi CPNS di kabupaten/kota seluruh NTT, Paul menjelaskan, tidak semua kabupaten/kota di NTT mendapat jatah formasi CPNS.
"Untuk seluruh kabupaten di NTT, belum ada rapat koordinasi sehingga belum diketahui berapa jumlahnya. Nanti awal Agustus 2013 kita akan melakukan rapat koordinasi dengan kabupaten yang mendapat jatah formasi CPNS pelamar umum. Yang jelas tidak semua kabupaten dapat jatah. Karena ini domainnya pusat, maka apakah mereka akan dapat atau tidak, kita belum tahu pasti," kata Paul.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Frans Salem, yang dihubungi terpisah mengatakan, jatah formasi CPNS tingkat Propinsi NTT tahun 2013 yang disetujui pemerintah pusat kurang dari jumlah diusulkan oleh Pemerintah Propinsi NTT.
"Kebutuhan PNS kita sudah kirim. Tenaga kesehatan dan tenaga teknis paling banyak itu memang tenaga akuntansi. Memang tidak hanya akuntansi, tapi dari semua. Yang terbanyak akuntansi dalam rangka membenahi pengelolaan keuangan kita," jelas Frans. Frans mengaku belum mengetahui kapan seleksi CPNS tingkat Propinsi NTT karena belum ada informasi dari pemerintah pusat.(pos/kupang)
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---