Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 4 March 2014

Mengais Emas di Kampung Sikka

Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT tiga minggu terakhir ini heboh. Pasalnya di desa yang memiliki keterkaitan sejarah dengan bangsa Portugis ini ditemukan berbagai macam potongan yang mirip emas. Emas? Yap benar. Emas-emas tersebut telah dikumpulkan kemudian dijual pada dua pedagang asal Makasar yang beroperasi di Kampung Sikka. Dari jerih payah mencari emas kini ada sejumlah warga megaku hasil tersebut bisa membantu keperluan anak-anak sekolah dan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kisah penemuan emas tersiar sampai Kota Maumere. Berbekal kabar tersebut, kami menuju Kampung Sikka. Maka inilah laporan kami dari kunjungan tersebut, Minggu 2 Maret 2014.

Kampung Sikka berjarak 28 Km dari Kota Maumere. Ia berada persis di pantai selatan Laut Sawu. Khasnya adalah ombak besar bergulung dan batu-batu karang yang menyebar rata di pesisir pantai.

Pukul 11.00 wita kami tiba. Selain saya (Oss) dari inimaumere.com ada juga rekan media Flobamora.net Vicky da Gomez dan Fico Koban TV-One. Sayangnya saat tiba air laut belum surut. Berarti belum ada warga yang turun mencari emas.

Menurut Agustinus Nong, tokoh pemuda di Kampung Sikka, air surut terjadi sekitar pukul 14.30 wita. Cukup lama. Maka untuk meluangkan waktu kami berisitirahat di rumah Agustinus. Ia menyiapkan makan siang, sebotol moke dan lepeng. Ah terima kasih Mo'at Agus. Sambutan yang tulus dari warga Sikka.

Setelah makan siang, masih ada waktu yang cukup lama. Menunggu air surut, kami putuskan bertemu nara sumber di Kampung Sikka yang sedikit banyak mengetahui keberadaan penemuan emas. Kami juga bertemu Bapak Kepala Desa Sikka.

Dari Mo'at Kepala desa dan Agustinus Nong, kami kemudian dituntun bertemu para penemu emas yang telah menikmati hasil penjualannya, juga warga yang masih menyimpas emas tersebut.

Moat Manda da Cunha: Emas Sudah Ada Sejak Dulu Kala

Pertama kali kami bertemu Moat Manda da Cunha. Beliau telah berumur 76 tahun. Rambutnya putih mengisahkan perjalanan hidupnya yang panjang. Ia menyambut kami dengan ramah. Dirumahnya yang sederhana ia kemudian bertutur soal kisah penemuan emas yang kini ramai dibicarakan dimana-mana.

Ditengah angin pantai yang bertiup kencang dan matahari yang ganas membakar, kami diperlihatkan sebuah mangkok antik bermotif bulu ayam. Mo'at Manda berkisah bahwa mangkok tua tersebut ditemukan didalam tanah di pekarangan rumahnya yang tak jauh dari pantai. Selain itu ia juga memperlihatkan kepada kami potongan-potongan emas hasil penemuan cucunya bernama Cindy da Cunha di pantai Sikka.

Cindy yang berumur 10 tahun dengan malu-malu bercerita bahwa emas yang didapatnya tersebut berasal dari pesisir pantai Sikka. Ia menemukan emas tersebut setelah mendengar kabar rekan ciliknya Da Eba menemukan emas dipantai Sikka.

Mo'at Manda yang duduk disamping cucunya kemudian bercerita tetang masa lau ketika ia masih sekecil Cindy. Dari kiisah Moat Manda ditemukan kisah menarik. Bahwa sebenarnya emas yang ditemukan di Pantai Sikka tersebut sudah ada sejak duku kala.

 "Saya waktu itu masih kecil umur SD (sekolah dasar) pernah dapat emas di Pantai Sikka, dekat Lepo Gete," cerita Mo'at Manda sambil menarik dalam rokoknya. Lepo Gete adalah pusat pemerintahan Kerajaan Sikka, merupakan Istana Kerajaan Sikka yang telah ada sejak tahun 1500-an.

 "Hanya saja tidak heboh seperti saat ini karena menjadi rahasia yang kami jaga," tuturnya.

Ia bercerita emas yang didapatnya tidak jauh dari Istana Lepo Gete. Seperti kisah penemuan sekarang dimana emas-emas tersebut ditemukan pada pesisir pantai yang tak jauh dari Lepo.

 "Anehnya, kalau dulu hanya dapat patahan-patahan (emas) sekarang ini sudah ditemukan butiran-butiran kecil, ini dari mana?" tanyanya.

Asap rokok mengepul di ruang beranda. Bunyi deburan ombak menghantam turap. Kami terdiam sejenak.


Da Eba, Si Cilik Penemu Emas Pertama

 Keluar dari beranda rumah Mo'at Manda, kami dituntun Mo'at Agus Nong dan Bapak Kades Sikka menuju rumah penemu emas pertama, tiga pekan lalu. Dia adalah gadis cilik hitam manis bernama Josephine da Eba.

Siang yang terik, si cilik sedang asik bermain bersama rekan-rekannya. Ia mengendarai sepeda kecil. Kami menyapanya dengan ramah. Ia malu-malu membalas dengan senyum ramah. Tak jauh dari kami nampak Oma (nenek) dan Mamanya sedang memperhatikan kami. Rupanya kabar kedatangan media di Kampung Sikka telah tercium. Sehingga keluarga da Eba telah menunggu kami dihalaman rumah, dibawah pohon sukun yang rindang menabur sejuk.

da Eba kemudian merapat bersama Cindy da cunha yang telah bertemu kami sebelumnya. Dua anak kecil ini kemudian bercerita dengan malu-malu. Menurut Eba, ia pertama kali menemukan emas di pantai Sikka. Kemudian ia membawa pulang dan mengisahkan pada keluarganya.

"Saat itu saya sedang mencari besi tua dipantai. Saya mengorek dan pasir dan sampah mencai besi tua ternyata menemukan emas. Saya tahu itu emas karena mama juga punya," kata Eba.

Menurut Oma dan Mama dari Eba, emas yang didapat sudah tiga kali. Masing-masing sekitar 4 gram.

"Terakhir dapat lima gram, sudah kami gadai Rp 800 ribu," jelas Mama Eba.

"Saya juga membelikan sepeda mini buat Eba, sepeda yang dipakai Eba tadi itu hasil dari emas yang didapatnya. Saya juga membelikan buku-buku pelajaran buat anak-anak. Lumayan membantu sekali keuangan," tutur Mama Eba kemudian.

Eba bercerita bahwa emas-emas yang didapatnya tidak jauh dari Lepo Gete berada. Hal ini sesuai juga dengan apa yang disampaikan Mo'at Manda sebelumnya. Adakah keterkaitan dengan Lepo Gete?

Ditempat ini kami juga diperlihatkan emas-emas yang ditemukan dari pantai Sikka. Ada bentuk patahan, batangan, butiran dan ada yang masih utuh dengan mainan salib kecil. Sungguh penemuan yang menarik.

"Mungkin ini ada hubungan dengan Bahar Lida (hantaran belis) jaman dulu," kisah Mo'at Manda sebelumnya.

Saat kami berbincang, tak disangka hari mulai turun. Matahari mengisaratkan sebentar lagi sore. Banyak warga sudah mulai berseliweran. Perburuan emas mungkin tak lama lagi berlangsung. Air surut sudah diambang pintu. Kami pun bersiap. Tak ingin moment mendebarkan ini terlewat begitu saja.


Bukti bahwa isu dan desas desus yang menghamipiri Kota Maumere benar adanya. So? klik di sini: Perburuan emas di Pantai Sikka!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 1 March 2014

Harapan Ditengah Hadirnya NAM Air

Kehadiran NAM Air di bumi Nian Sikka hari Jum'at (28/2/2014) disambut beragam oleh sejumlah masyarakat Maumere yang berada di berbagai pelosok dunia. Kebanyakan mereka menyambut baik dan memberikan apresiasi positip terkait hadirnya pesawat tersebut. Harapan postip itu antara lain harga tiket yang murah dan kenyamanan dalam penerbangan. Masyaraat juga berharap agar pesawat yang masih kerabat Sriwijaya Air ini tidak sekedar mampir lantas menutup rute yang telah dibuka. Kehadiran ditengah sambutan meriah di Bandara Frans Seda merupkan bukti nyata adanya harapan besar terhadap maskapai ini.

Kebanggaan masyarakat Maumere dengan masuknya NAM Air diungkapan beragam lewat akun facebook di group facebook www.inimaumere.com. Mereka sangat antusias dan mendukung upaya pemerintah dalam menangani masalah transportasi udara.
Ada harapan beragam. Ada terbersit asa terhadap harga tiket yang murah dan terjangkau. Harapan juga berujung agar rute Nam Air diperlebar ke beberapa kawasan dengan tujuan Maumere.

Tanggapan tersebut merupakan kecintaan mereka pada kemajuan transportasi udara agar daerah-daerah rantau yang sekarang ini mereka huni mencari nafkah juga di buka rute penerbangan. Kita berharap agar semua harapan tersebut bisa didengar dan terealisasi. Meski semua tergantung pada kebijakan perusahaan penerbangan.

"Kami akan menambah 3-4 unit lagi sehinga dapat mengembangkan lagi penerbangan di Flores ini. Untuk kedepannya lagi kami akan menambah pesawat baru untuk mlayani daerah yang lebih terpencil yang memiliki landasan kurang dari 1800 meter, " jelas Jeferson Jowena, Presiden Direktur Nam Air saat memberikan sambutan di Bandara Frans Seda.

 Kami bersama Sriwijaya Air akan terus bersinergi guna merajut jejaring transpottasi udara dari sabang hingga Merauke, sambungnya.



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

NAM Air Mendarat Perdana di Maumere

Disambut Meriah, Diberkati Uskup

Pesawat Nam Air, Jum'at (28/2/2014) mendarat mulus di Bandara Frans Seda Maumere. Kehadiran pesawat dari Srwijaya Family Group ini disambut meriah. Bupati Sikka Ansar Rera beserta pejabat dan unsur Muspida memberikan ucapan selamat datang bagi parawa awak kapal. Hadir dalam pendaratan perdana antara lain Presiden Direktur Nam Air, Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng beserta pilot dan co-pilot. Pendaratan perdana Nam Air di Maumere merupakan sebuah terobosan besar dari maskapai tersebut yang membuka rute baru Maumere-Denpasar (PP). Hadirnya pesawat yang memiliki kapasitas penumpang 120 orang merupakan yang pertama kali dan langsung menjalin kerja sama dengan Pemkab Sikka guna mendukung promosi kepariwisataan daerah ini.

Pukul 11.30 Wita, pesawat bertipe Boeing 737 seri 500 tersebut mendarat. Bupati dan sejumlah pejabat langsung menuju landasan bandara. Dibawah tangga, Presiden direktur Nam Air Jeferson Jowena dan rombongan mendapat pengalungan selendang khas Sikka serta ucapan selamat datang. Rombongan juga disambut secara adat Huler Waer yang merupakan sapaan khas adat Sikka. Percikan air dan sapaan dalam bahasa daerah kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pemberkatan pesawat oleh Uskup Agung Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung.

 Lantas, rombongan kemudian menuju ruangan VIP Bandara. Kali ini tarian Hegong dari Sanggar Doka menyambut di halaman bandara. Seru dan menarik. Ada kemeriahan. Ada harapan bahwa maskapai ini tetap bertahan melayani dan mebantu warga Sikka. Tidak hanya hadir kemduain pergi begtu saja, tapi tetap berada bersama masyarakat disini.

Didalam ruangan VIP, Jeferson Jowena menandatangai kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendukung promosi kepariwisataan Kabupaten Sikka.

Melchias Markus Mekeng menyambut baik kesepakatan yang terjadi anatra kedua belah pihak. Hal ini sejalan dengan program dari Bupati Sikka yang mencanangkan daerah ini sebagai daerah parwisata. Ini suatu berkah dari Tuhan yang sudah mempertemukan kita disini, jelas Melky.

 "Tugas saya sebagai anggota DPR adalah untuk menunjang semua ini. Kebetulan sebagai ketua badan anggaran saya perpanjang lapangan itu bukan tanpa masksud tapi ada maksud agar pesawat berbadan besar bisa masuk. Dan juga jalan lintas utara, Itu semua untuk mendukung transportasi dan wisata di flores," kata Mekeng.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Pemkab Sikka Jalin Kerja Sama dengan NAM Air

Dukung Promosi Pariwisata Sikka

Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan kesepakatan bersama yang saling menguntungkan dengan Maskapai Nam Air. Perjanjian kerja sama bertujuan untuk mendukung promosi kepariwisataan di Kabupaten Sikka. Penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) berlangsung di ruang VIP Bandara Frans Seda bertepatan dengan pendaratan perdana Nam Ar di Maumere, Jum'at (28/2/2014). Kesepakatan kerja sama ditandatangani Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dan Presiden Direktur Nam Air Jeferson Jaweno. Seperti diketahui, Maskapai Nam Air telah membuka rute baru penerbangan Denpasar-Maumere (PP) terhitng mulai Jum'at 28 Februari 2014. Pemkab Sikka menyambut baik hadirnya maskapai tersebut. Salah satu gebarakan yang dibuat adalah menjalin kerja sama dalam bentuk promosi wisata bersama Nam Air.

Kerja sama anatara kedua belah pihak dalam bentuk promosi pariwisata tersebut menyebutkan pihak Pemkab Sikka akan menyediakan media promosi cetak tentang kepariwisataan sedangkan pihak Maskapai Nam Air berkewajiban menyebarkan media promosi cetak kepada penumpang maskapai penerbangan Nam Air.
Juga disebutkan bahwa Nam Air berkewajiban mempromosikan kepariwisataan Kabupaten Sikka melalui media informasi milik Nam Air.

Bupati Sikka Ansar Rera dalam sambutannya menjelaskan berbagai hal yang bisa diexplore dari kabupaten Sikka dengan hadirnya Nam Air selain penumpang yang bisa meningkatkan perekonomian daerah. Sepeeti potensi pariwisata, kelautan dan perikanan dan pertanian.

Bupati dalam sambutannya berharap agar kerja sama antara PT Nam Air dan masyarakat Kabupaten Sikka ini berjalan terus dan lancar.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

PMKRI Sikka Datangi Kejari Maumere

Pertanyakan Penuntasan Kasus Korupsi

Sejumlah mahasiswa dari PMKRI Cabang Sikka melakukan aksi damai di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, Jum'at (28/2/2014). Aksi dimulai dari Taman Patung Teka Iku Maumere selanjutnya menuju Universitas Nusa Nipa dan berakhir di Kejari. Aksi mereka bermaksud mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri Maumere dalam penuntasan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Sikka. PMKRI Sikka dalam pernyataan sikapnya menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan dan didukung beberapa sumber data terdapat beberapa kasus besar yang sampai saat ini belum ditindaklanjuti proses penanganannya dan masih mengendap, yakni: Kasus dugaan korupsi pendirian Unipa Maumere, Kasus dugaan Alkes Sikka, kasus dugaan korupsi dana operasional, kasus dugaan korupsi PD Mawarani, kasus dugaan korupsi dana PNPM di Nella, kasus dugaan korupsi dana pembangunan pasar alok.

PMKRI menyatakan sampai saat ini belum ada penyelsaian yang jelas mengenai penuntasan kasus-kasus tersebut dan secara tegas PMKRI Sikka mengatakan lewat pernyataan sikap bahwa pihak Kejari Maumere telah gagal dan tidak mampu menangani kasus-kasus tersebut.

Aksi damai meminta bertemu Kepala Kejari Maumere yang sayangnya tidak berada ditempat.

"Aspirasi ditampung, dalam hal ini yang berwenang adalah Pak Kejari yang kebetulan ada undangan rapat Muspida . Kami minta adik-adik disini, datang lagi kesini, kapan ada waktu, kapan disepakati kita akan audensi bareng dengan adik-adik ini. Silakan lakukan aksi damai, semua aspirasi kami terima," ujar salah satu staf Kejari.

 PMKRI mengatakan sebelumnya surat pemberitahuan aksi sudah diberikan kepada pihak Kejari. Terkait tidak bertemu Kepala Kejari Maumere PMKRI Sikka berjanji akan kembali ke Kejari minggu ini.
** 
Foto: teretrikal didepan kantor kejari maumere, yg mengkritik penanganan kasus2 korupsi yg mengoyak rasa keadilan masyarakat kecil

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 24 February 2014

Tim Observasi Lapangan Pantau Maumere dan Waiara

Pemekaran dari Kabupaten Sikka

Tim Observasi Kemendagri Kunjungi Waiara
Keinginan masyarakat Maumere mengimpikan Kota Otonom Maumere, terpisah dari Kabupaten Sikka tingggal selangkah lagi. Menurut informasi, tanggal 6 Maret 2014 merupakan hari penantian dimana akan dumumkan daerah pemekaran baru oleh pusat. Daerah Otonom Maumere berada di urutan 14 dari 65 daerah calon pemekaran di Indonesia. Harapan terwujudnya Daerah Otonom Baru (DOB) Maumere semakin besar ketika Tim Observasi Lapangan dari Kementeriaan Dalam Negeri RI berkunjung ke ibukota Kabupaten Sikka kemarin, Sabtu (15/2/2014). Tim Observasi yang diketuai Kepala Sub Direktorat Penataan Daerah Wilayah I, Direktoral Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Ir. Rosihan, MUEM memberikan penjelasan dalam Tatap Muka bersama Pemkab Sikka, tokoh masyarakat dan agama di Aula Rujab Bupati Sikka, Jalan Eltari, Maumere.

Ir. Rosihan, MUEM, mengatakan perlu diantisipasi berbagai hal agar kabupaten induk tetap terurus setelah adanya pemekaran. "Jangan sampai anaknya belum bisa berlari ibunya melahirkan lagi. Sehatkan dulu. Jadi jangan keburu napsu, mari kita laksanakan dan perjuangkan sebaik mungkin. Ada waktunya kalau memang ada hasrat untuk itu, akan bisa tercapai," katanya.

Ia menambahkan mudah-mudahan tidak ada konflik masalah perbatasan. Karena bagaimanapun juga banyak pengelaman mengenai batas setelah pemekaran. Ini menjadi masalah. Seperti yang disampaikan dalam presentasi Bupati tadi, semoga induknya melahirkan bayi yang sehat. Jangan sampai setelah melahirkan anaknya sehat ibunya sakit-sakitan. Analoginya seperti itu, kata Rosihan.

"Mudah-mudahan perjuangan yang panjang dalam rangka pembentukan Kota Maumere pemekaran dari Kabupaten Sikka ini ada hasilnya. administrasi syukur tidak ada yang kurang, sudah lengkap semua. Soal jadi atau tidak tidak jadi itu ada yang lebih berhak menentukannya. Mudah-mudahan doa kita semua terwujud sehingga Maumere terpilih sebagai kota otonom,' Demikian Rosihan menyambut harapan masyarakat Maumere.

Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera dalam mukadimah tatap muka sebelum presentasi tentang kondisi Kabupaten Sikka menjelaskan tentang perjuangan panjang dalam usaha membentuk Kota Otonom Maumere, sejak Kotif, kotamadya hingga sekarang.

Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim observasi di Maumere. Bupati Sikka yang baru terpilih 6 Juli 2013 lalu tersebut mengatakan bahwa usulan dengan berbagai ketentuan persyaratan sudah disampaikan. Tetapi berdasarkan peryasaratan-persyaratan tersebut, kelayakan mesti sesuai ketentuan peraturan yang ada. Pembentukan suatua daerah pemekaran menurutnya tidak lepas dari kondisi daerah asalnya, yaituh kabupaten.

Tim Observasi beranggotakan empat orang bersama Ketua Ir. Rosihan. Anggota lainnya adalah; Rony Saragih, S.Sos, Msi, Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementeriaan Dalam Negeri,
Erwin Fauzi, SH, MH, Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Dewan Perancangan Peraturan Daerah Wilayah I, Kementeriaan Hukum dan HAM,
Haryadi Ikshan, AMD, Staf Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kementeriaan Dalam Ngeri
dan Philip Corputty, S.Sos. Staf pada Direktorat Penataan Daerah Kemneteriaan Dalam Negeri. Dari Pemerintahan Provinsi NTT diwakili Kristianus Rony Tobu, ST, Kepala Sub Bagian Pengembangan Daerah pada Biro Pemerintah Provinsi NTT.

Sedang Pemerintah Kabupaten Sikka diwakilkan Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Yosep Benyamin, SH, Kepala Bagan Pemerintahan Setda Kabupaten Sikka, Rafael Raga, SP, Ketua DPRD Sikka dan Mayor (Arm) Drs. Syafei, Kepala Staf Kodim 1603 IX Udayana.

Usai melakukan tatap muka, Tim Observasi didampingi Wakil Bupati Sikka dan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga berkeliling ke beberapa tempat di dalam kota Maumere serta mngunjungi Wolon Bue di Desa Waiara dimana wilayah ini akan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Sikka.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 12 February 2014

Banjir Badang, Warga Mengira Gunung Egon Akan Meletus

Tidak Ada Korban Jiwa, Wabup Sikka Turun ke Lokasi

Selasa (11/2/2014) malam, tidak ada hujan yang turun di pesisir Waigete. Namun sekitar pukul 22.00 wita bunyi gemuruh terdengar menakutkan. Awalnya warga yang tinggal dikawasan dataran tiga desa yakni Desa Nangatobong, Wairterang dan Egon mengira Gunung Egon bergetar. Kepala Desa Nangatobong kemudian menyampaikan pada warganya agar bersiap malam itu. Betul saja, sekelebat banjir datang dan memenuhi lahan dan  rumah mereka. Ternak-ternak ikut berteriak. Lahan pertanian pun rusak. Malam itu pula, sekitar 18 KK dari Desa Nangatobong secara spontanitas mengungsi menuju ibukota Kecamatan Waigete yang berkondisi baik. Mereka menempati kantor polisi dan kantor camat.

Hujan yang turun diketahui kemudian berasal dari kawasan lereng Egon. Ada warga di Blidit yang bercerita bahwa hujan telah turun sejak pukul 5 sore. Cukup deras hingga jelang tengah malam.

Sekitar pukul 01.00 Wita, Rabu dini hari, raungan sirene terdengar di Kota Maumere. Sejumlah pasukan relawan dari Tagana dan sejumlah personil dari BPBD Sikka telah bergerak menuju lokasi bencana untuk memberi pertolongan.
Esok paginya nampak jelas. sekitar 18 rumah  di Desa Nangatobong terendam banjir badang. Lahan singkong, jagung, kedelei, kacang ijo dan lainnya disapuh banjir. Bahkan dua makam di salah satu rumah nyaris tertutup tanah.
 Banjir badang juga menghantam jembatan trans Maumere - Larantuka hingga nyaris ambruk. Lalu lintas dua arah pun tersendat. Badan jalan menuju Desa Blidit tertutup tanah dan material lainnya. salah satu sekolah di Blidit terendam air dan tanah, lahan-lahan pertanian sepanjang Sungai Habilogut banyak yang rusak. Sarana vital lainnya adalah putusnya jalur pipa air bersih yang melayani warga di tiga desa tersebut.
Banjir badang juga mengakibatkan putusnya cross way yang menghungkan Desa Nangatobong dan Kokowair yang meupakan daerah vital lalulintas untuk anak-anak sekolah. Di Desa Blidit tak ketinggalan terjadi penimbunan tanah dibadan jalan.
Rabu (12/2/2014) sekitar pukul 0.730 Wita, Wabup Sikka Nong Susar beserta Wakapolpres Sikka, Kadis BPBD Sil Tibo dan peraangkat lainnya turun ke lokasi bencana. Rombongan bertemu masyarakat dan melihat langsung kondisi terakhir. hingga ke pedalaman yang terkena dampak.
Kepala BPBD Sikka Silvanus Tibo yang berada di lokasi sejak malam hari mengatakan, akibat banjir badang pipa air bersih yang melayani tiga desa tersebut mengalami kerusakan. Penanagan darurat sedang dilakukan hingga berita ini dinaikan. Diharapkan sore hari ini (Rabu) atau besok telah bisa kembali normal.
 Ia melanjutkan untuk sementara logstik darurat berupa air mineral untuk komsumsi air bersih sore ini sudah bisa didatangkan. Diupayakan sekitar 20 tandon air untuk masuk ke dua desa yang paling terkenan dampak yakni Desa Egon dan Nangatobong.



Ia juga mengatakan, Alat berat sedang diupayakan untuk melakukan pembersihan material yang menutup badan jalan di Blidit serta perbaikan darurat untuk jalur vital yang putus pada jembatan Wodong. Untuk sementara sampai dengan siang tadi sedang dilakukan pendataan secara umum untuk tiga desa tersebut.
BPBD Sikka sendiri telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan dinas terkait terutama Dinas PU dan Dinas Sosial Tenaga Kerja. Untuk jalur pipa dan jembatan kemungkinan sore atau besok pipa telah selesai diperbaiki.
Rapat BPBD siang tadi di Kantor Desa Nangatobong yang sementara dijadikan Posko Penanganan Bencana, dilakukan pendataan secara menyeluruh serta pembukaan dapur umum dan lain-lain.
Camat Waigete Germanus Gelong mengatakan tidak ada warga yang diungsikan sementara tapi secara spontanitas sendiri menghindar dari musibah yakni sebanyak 18 KK dari Desa Nangatobong. Dimana mereka sempat mengungsi ke Desa Egon tepatnya di Waigete. Tetapi kondisi sampai dengan tadi pagi semuanya sudah kembali untuk melihat rumahnya masing-masing.
Saat ini katanya bantuan yang telah didrop dari BPBD Sikka dan Dinas Sosial berupa air mineral, mi instant, beras dan lauk pauk.

@Data Kerusakan dari Desa Egon yang kami terima sekitar pukul 16.00 Wita, Rabu (12/2/2014):
- Pipa Air Bersih terbawa banjir Lokasi: Dusun Blidit
- Deker Napun Munet patah 4 meter di Dusun Blidit
- Tumpukan Material (batu, pasir dan kayu) sekitar 5 meter, di Dusun Blidit (Napun Munet)
- Lahan pertanian dan tanaman tersapuh banjir, seluas 3 hektar di Dusun Blidit
- Lahan persawahan rusak dan tertumpuk material, seluas dua hektar di Dusun Blidit
www.inimaumere.com

Fotopertama : Kunjungan Wakil Bupati Sikka Nong Susar di Sungai Habologut yang meluap dan merusak lahan pertanian warga.
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---