Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Friday, 6 November 2015

TENUN IKAT SIKKA PECAHKAN REKOR MURI


Festival Tenun Ikat Sikka 2015, Pemecah Rekor MURI Terbanyak 2015 Bagi seluruh warga Kabupaten Sikka dibuka kesempatan seluasnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan pada Festival Tenun Ikat Sikka di Maumere, 10 hingga 11 November 2015. Tempat Pendaftaran: Kantor Deperindag Kabupaten Sikka (Ibu Megi 085253455874), Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Dekranasda Kab. Sikka, Jaya Baru, Jln Ahmad Yani (Ibu Sherly 081 339 062 999), Salon Gemini, Jln Baru ( Ibu Yuliana Daton 081 339 417 909),


Gratis alias tidak dipungut biaya pendaftaran...
Kegiatan Berupa:





A. Tanggal 10 NOVEMBER 2015
Pukul 09.00 - 13.00 Wita. Seminar Rias Wajah Pengantin Modifikasi Sikka dan Ceramah Kepribadian tampil anggun dan cantik bertempat di Aula Mardiwiyata, SMPK Frater, Jalan Kimang Buleng No 3 Maumere.

@Pukul 13.00 - 14.00 Wita
Pengarahan Peserta Festival Busana Tenun Ikat

@Pukul 16.00
Persiapan peserta pengrajin tenun pemecah rekor.

B. Tanggal 11 NOVEMBER 2015

@Pukul 08.00 - 14.00 Wita
Pembukaan Festival Tenun Ikat Sikka dan Pegelaran Pengrajin Tenun Ikat Sikka 500 Peserta. – Rekor MURI Tenun Ikat Sikka (Proses Menenun 500 orang secara bersama-sama)
- Rekor MURI memakai Busana Tenun Ikat Terbanyak
- Lomba Busana Tenun Ikat Sikka

@Pukul 14.00 - 17.00 Wita
Dilanjutkan Penyerahan Piagam MURI di Lapangan Kantor Bupati Sikka - Pameran Budaya-Tenun Ikat, Kerajinan dan Aneka Makanan Lokal Sikka

Penampilan Lomba Busana Tenun Ikat Pemecah Rekor MURI,
-Kelompok Anak-anak 3-8 Tahun
Kelompok Anak-anak 9-17 Tahun
Kelompok Remaja 18 tahun keatas.


@Pukul 17.00 Wita
Penyerahan Penghargaan MURI Tenun Ikat Sikka dan Penampilan busana tenun ikat cantik Terbanyak serta Penyerahan Piagam dan Juara Pemenang Busana Tenun Ikat.

Kegiatan Festival Tenun Ikat Sikka akan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati, Jalan Eltari, Maumere.

Fini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka dan Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia.

@Semua Peserta Mendapat Piagam Penghargaan dan Juara Lomba mendapat Piagam dan Piala Bupati.
Selengkapnya...

Monday, 7 September 2015

Baksos dan Trip Wisata dari Berbagai Komunitas

fotografer: Marthen Rudy Duna
Berbagai Komunitas dan perorangan turut hadir pada aksi sosial dan trip wisata yang digelar Komunitas Kaki Gatal bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan Magepanda, Minggu (6/9/2015). Aksi ini bergerak dari keprihatinan terhadap wisata pantai Wairi'i dan Pantai Kajuwulu yang mulai ditebari racun sampah. Kadang pengunjung lupa setelah menikmati pantainya yang indah melanjutkan dengan meninggalkan sampah-sampah yang berserakan.

Ide memungut sampah dipadu trip wisata mendapat respon baik dari pemuda Maumere dan Sekcam Magepanda Edmon Bura. Hanya dalam waktu dua hari persiapan diadakan langsung digelar.

Iringan motor dimulai dari Cafe Sonia dan terus beranjak menuju pantura. Kurang lebih 100-an sepeda motor beranjak rapi dalam dua barisan.

Para komunitas dan perorangan yang hadir sebagai berikut: 
 Komunitas Interisti (Inter Milan Maumere), Milanisti, Barcanolista, Madridista), Komunitas Epak Apar, Komunitas Sant'Egidio Mof, organisasi PSHT (persaudaraan setia hati terate), fotografer Marthen Rudy Duna, Mphy Lamanepa, Will Ero, Boby Salva dan lainnya, para pemuda dari HIMMAM (Himpunan Mahasiswa Maumere Makasar) yg turut serta terlibat dalam aksi baksos dan pengawasan saat diadakan trip adventure.

Mendapat dukungan dari berbagai pihak, bakti sosial dipadu trip wisata akn terus bergulir di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.
Selengkapnya...

Berbagai Komunitas Dukung Trip Wisata dan Bakti Sosial Berikutnya

Foto:Bertyn Pareira
Berbagai Komunitas pemuda yang mengikuti kegiatan Bakti Sosial dipadu trip wisata mengaku senang serta mendukung kegiatan tersebut diadakan kembali. Trip wisata dan Bakti Sosial pada Minggu (6/9/2012) yang diadakan Komunitas Kaki Gatal sengaja mengajak berbagai komunitas dan perorangan membersihkan sampah di dua pantai wisata yakni Wai Ri'i dan Pantai Kajuwulu. Di hari minggu/libur kedua pantai ini dipenuhi sampah bawaan pengunjung. Pembershan sampah dipadu wisata petualang sungguh menantang para peserta.

Kegiatan dimotori Komunitas Kaki Gatal didukung pemerintah Kecamatan Magepanda. Trip wisata yang ditawarkan yakni wisata adventure Bukit Kolsia serta Wisata Rohani di Bukit Maria Tabaleta Kolsiia.

Kepada inimaumere.com para peserta mengaku puas meski cuaca begitu panas. Mereka juga mendukung trip wisata dan bakti sosal lainnya.

Sekitar 100-an sepeda motor berhasil menembus adventure Bukit Kolisia. Pemandangan yang menakjubkan dimana barisan sepeda motor dengan berbagai atribut dan bendera komunitas bergerak beriringan.

Sampai diatas bukit berlatar keras menakjubkan, kelapa muda dari Sekretaris Kecamatan Magepanda, Edmon Bura sejenak menghilangkan rasa haus dan dahaga.

Aksi sosial para komunitas mengusung slogan LISA = Liat Sampah Ambil !!



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

AKSI SOLIDARITAS BERSIH SAMPAH DI PANTAI WISATA

Kurang lebih 200 pemuda Maumere terlibat dalam aksi sosial di dua pantai dalam wilayah Kecamatan Magepanda, hari Minggu (6/9/2015). Pantai Wai Ri'i dan Kajuwulu menjadi lokasi solidaritas pembersihan sampah yang dibuang pengunjung. Aksi ini dimotori Komunitas Kaki Gatal Maumere serta diikuti berbagai komunitas bola dan komunitas pemuda lainnya di Maumere. Aksi ini mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan Magepanda.

Berangkat dari Studio Sonia FM, jalan Don Thomas, sekitar 100-an sepedar motor bergerak beriringan menuju arah barat. Mengeakan atribut dan bendera komunitas yang berkibar sepanjang perjalanan, iringan motor menarik perhatian.

Di Pantai Wai Ri'i yang dipenuhi pepohonan sejuk, Sekretaris Kecamatan Magepanda Edmon Bura sudah menunggu bersama sekelompok anak-anak bersepada. Brifing yang bagus dari salah satu petinggi Kaki Gatal, Lucky Reyner serta sambuatan dari Sekcam Magepanda mengawali aksi bersih-bersih sampah.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pemuda Maumere akan buruknya kesadaran para pengunjung yang seenaknya membuang sampah. Kepedulian ini niscaya akan terus berlanjut, demikian sapa Edmon Bura.
Aksi Sosial ini di
motori Komunitas Kaki Gatal yang menyertakan trip wisata petualang dan wisata rohani. Area yang dipilih adalah adventure Bukit Kolisia dan Wisata Gua Maria Tabaleta. Semuanya berada dalam wilayah Kecamtan Magepanda.

Meski meelewati bukit tandus dengan cuaca yang begitu panas namun rata-rata peserta mengaku puas. Pasalnya trip cukup menantang dan tidak biasa. Dipadu pemandangan yang menawan serta air kelapa muda yang telah disiapkan Sekcam Edmon Bura.

Wisata petualang yang cukup sensasional berakhir di Bukit Maria Tabaleta. Pemandangan yang dahsyat mengobati rasa capek yang mulai mengggerogti pserta. Namun semangat kebersamaan terus berlanjut hingga akhir kegiatan di Pantai Kajuwulu.

Pantai berpasir putih yang dipenuhi sampah-sampah plastik dan sisa kertas makanan pengunjung dibersihkan dengan antusias. Tak sampai 30 menit sampah-sampah tersebut akhirnya dibakar langsung di tempat tersebut. Asap membumbung angkasa disertai tepuk tangan peserta.

Aksi sosial dan trip wisata berakhir dengan suguhan ikan bakar sumbangan dari Kepala Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda serta makanan lokal ubi, pisang rebus, sambal serta moke satu dua sloki. Kegiatan berakhir tarian Ge Mu Fa Mi Re. ==========================================================================

Terima Kasih untuk: Komunitas Bola di Maumere (Interisti, Milanisti, Barcanolista, Madridista) , Komunitas Epak Apar, Komunitas Sant'Egidio Mof, organisasi PSHT (Persaudaraan Setia hati teratAI). teman-TEMAN fotografer, serta yang datang perorangan/pribadi untuk bergabung, para sahabat dari HIMMAM (Himpunan Mahasiswa Maumere Makasar) yang turut serta terlibat dalam aksi baksAos dan pengawasan saat diadakn trip adventure...


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 18 August 2015

VIDEO KONSER RAS MUHAMAD DI MAUMERE

Ras Muhamad menikmati Pantai Waiara Maumere
Konser Ras Muhamad di Maumere, Sabtu malam 15 Agustus 2015 belum usai dari pembicaraan kaum muda. Di Maumere, hampir semua pemilik akun facebook memeriahkan beranda mereka dengan berbagai postingan yang mengisahkan kehadiran Ras di Maumere. Ini bukan semata kehadiran seorang artis sehingga kaum muda Maumere pun heboh. Bukan. Ini masalah nilai-nilai musikalitas reggae. Reggae adalah musik nomor satu dikalangan muda. Di Maumere penggemar musik ini cukup banyak. Lebih dari 10.00 penggemarnya tumpah ruah di Lapangan Umum Maumere pada konser yang berjalan damai dan antusias. Simak Videonya dibawah ini..





www.inimaumere.com
Selengkapnya...

RIBUAN PECINTA REGGAE BANJIRI KONSER RAS MUHAMAD

Foto oleh Ossrebong
Ribuan pecinta musik reggae banjiri Lapangan Umum Kota Baru Maumere. Di tempat ini konser pertama Duta Reggae Indonesia, Ras Muhamad, Sabtu (15/8/2015) berlangsung tertib dab sukses. Para reggae mania datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka. Bahkan Konser yang dimulai sekitar pukul 21.00 wita dihadiri penggemar Ras dari Kota Ende dan Larantuka. Lapangan Umum yang tampak gersang di musim kemarau bermandi keringat. Ras yang tampil eksotis dengan rambut gimbal panjang mampu menghipnotis Maumere. Komunikasi antara Ras dan penggemarnya berjalan baik. Konser reggae pertama ini patut diapresiasi positip.

Tembang reggae "Satu Rasa".membuka konser tersebut Ia menyapa penggemarnya yang bergoyang tanpa henti. Ras bukan saja menghibur. Pria yang memiliki rambut gimbal hingga menyentuh tanah juga menari dan berkomunikasi dengan bahasa Sikka.
Kepada penggemarnya ia menyapa "Gumang Epang Maumere......Epang Gawan.....HOROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.......". Kata-kata yang menyihir ribuan penikmat reggae hingga enggan beranjak meski konser telah usai.

Berikutnya Ras menyuarakan tembang Musik Reggae Ini, Unity,Soundbwoy,Musik Reggae Ini,JAH is Love,Salam,Lion Roar. Dia menutup konser yang meriah tersebut dengan tembang cantik "Negeri Pelangi".

Selvy, Ardy, Dian dan Robby, keempat remaja yang hadir ditengah ribuan penonton mengaku sangat terhibur. Mereka terus terang mengaku Ras adalah salah satu penyanyi reggae favorit. Keempatnya ingin bertemu Ras sekalian meminta foto bareng tapi sayang terkendala banyaknya penggemar yang mengelilingi Ras.

Konser reggae semakin istimewa dan menggigit dengan hadirnya The Easy Skankin Band di sisi Duta Reggae. Pasalnya para personil The Easy Skankin Band merupakan para musisi keturunan Flores yang berkiprah secara nasional.

Mereka adalah Ical (Basis) yang berasal dari Manggarai, Jossy Gesiradja (Keyboard) yang memiliki darah keturunan Ende, Ama Tokan (Lead Guitar) keturunan Adonara, Jansen Longga (Keyboard) yang memiliki darah Maumere serta Andre de Romma (Drummer) yang berasal dari Kampung Kabor, Maumere.

Bersama Ras Muhamad The Easy Skankin Band bergerak dari satu panggung ke panggung lainnya. Kepercayaan dalam bentuk profesionalisme dari seorang dedemgkot musik reggae kepada para putra keturunan Flores.

Konser berakhir sekitar pukul 11.00 Wita. Namun sebagian penggemarnya belum mau pulaang. Lapangan Umum Kota Baru kemudian menjadi sepi setelah Ras dan personilnya beranjak. Di tempat ini kembali menjadi bukti sejarah yang terpatri manis. Untuk pertama kalinya lapangan ini menjadi saksi pertama kalinya bintang reggae berskala nasional memahat kehadirannya ditengah kota debu Maumere Manise, juga pertama kali bernyanyi di Pulau Flores dan pertama kali pula dia mengukir senyum perdamaian di bumi NTT.

Horoooooooooooooooooooooo.....istilah yang kian populer di Maumere setelah Ras dengan antusias ikut berteriak kosa kata Bahasa Sikka tersebut. Bahkan di status-status instagram maupun twiter. Ras memuji keindahan alam kita dan kesederhaan tanpa dibuat-buat.
Maumere akan selalu merindukanmu, Ras Muhamad...Jah Bless!

VIDEO KONSER RAS MUHAMAD DI LAPANGAN UMUM bisa Klik Disini


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

MERAH PUTIH DI PERAIRAN KOJA DOI

Peringatan Kemerdekaan Di Tengah Laut
Unik dan baru pertama/foto Bertyn Pareira
Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, warga Desa Koja Gete, Kecamatan Alok Timur mengibarkan bendera merah p-utih di perairan Pulau Koja Doi. Pengibaran melibatkan parra pelajar SMPN 4 Koja Doi dan SMK Tawatana (dibantukan) Koja Doi serta warga Desa Koja Doi. Pengibaran yang berlangsung pukul 09.00 Wita berlangsung sukses ditengah cuaca perairan yang tenang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Alok Timur Frando da Lopez. Pengibaran berlangsung seperti apel kemerdekaan pada umumnya. Yang berbeda adalah tempat berlangsung upacara dan pasukan pengibar yang menggunakan perahu dayung. Bendera dikibarkan di tengah laut oleh dua pengerek yaitu Jodi Satria dan As Ari, keduanya dikawal dalam formasi 8 dan 17.

Apel Kemerdekaan mengundang 3 desa di kepulauan laut Flores yakni Koja Gete, Perumahan dan Koja Doi sebagai tuan rumah. Sumber dari wartawan flobamora net Vicky da Gomez yang meliput kegiatan tersebut menggambarkan podium upacara yang ditempati Camat Alok Timur dan sejumlah undangan ditempatkan di tengah laut, sejajar dengan tiang bendera. Kurang lebih berjarak sekitar 100 meter. Kaki podium dibuat dari kayu-kayu lokal di di desa itu. Podium ini berkapasitas kurang lebih 150 orang.

Selain warga kepulauan, staf kecamatan, perangkat desa dan sejumlah warga Maumere turut hadir di perayaan yang terbiang unik dan baru pertaa terjadi di Kabupaten Sikka, NTT.

Bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Babinsa Kojadoi Bonifasius. Posisi komandan upacara sejajar dengan tiang bendera kurang lebih berjarak 100 meter ke arah barat. Bonifasius pun diantar oleh pasukan katak ke tengah laut menggunakan rakit yang lain.

Para pengibar bergabung dalam formasi 17 dan pasukan 8 menaiki 10 sampan kecil. Di atas sampan itu, ada yang terdiri dari 3 orang, dan ada yang hanya 2 orang saja, sedangkan komandan pasukan menggunakan sampan seorang diri. Dia memimpin konvoi pasukan ini ke tengah laut menuju ke podium upacara untuk menerima bendera dari Camat Aklok Timur.

Konvoi sampan-sampan paskibra ini dilengkapi dengan formasi berkarakter nelayan lokal. Mereka mengayuh dayung dengan irama yang sama, lalu membungkukkan badan, kemudian mengangkat dayung ke atas dengan dua tangannya. Formasi ini terus dilakukan sampai konvoi itu tiba di depan podium upacara. demikian Vicky da Gomez menulis di flobamora net.(OSS)

pulau KOJADOI, tempat berlangsung upacara/foto Bertyn Pareira


Merah Putih sukses dikibarkan/foto Vicky da Gomez
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---