Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 9 April 2008

Kepala BPN Sikka Disandera Lima Jam

Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Sikka, Herman Bela, S.H, Senin (7/4/2008), sejak pukul 08.30 Wita hingga pukul 13.30 Wita atau selama lima jam disandera oleh Falerianus sekeluarga. Penyanderaan yang terjadi di ruang Kepala seksi (Kasi) Sengkela Konflik dan Perkara (SKP) BPN Kabupaten Sikka itu terjadi lantaran sertifikat hak milik tanah nomor 138 atas nama Falerianus Selong/Lamahala masih 'ditahan' kepala BPN.

Herman baru bisa dibebaskan atau dikeluarkan dari ruangan itu setelah Wakapolres Sikka, AKP Matheus Mau, dan sejumlah anggota brimob Sikka datang menyelamatkan dan mengevakuasi Herman keluar dari Kantor BPN untuk diberangkatkan ke Jakarta hari itu juga.
Sebelumnya, Falerianus didampingi istrinya, Gema Magdalena, dan sejumlah anggota keluarganya antara lain Betty Amalo, Andras FL, Dominggus M ND, Moce ND, Ota Dubu, Magdalena Lorche dan Gerson ND, menemui Herman Bela mempertanyakan sertifikat hak milik nomor 138 yang belum diberikan kepada ahli waris, Falerianus. Namun karena tidak tercapai kata sepakat, keluarga Falerianus langsung 'menyekap' Herman di ruang Kasi SKP. Falerianus Cs berdiri memalang di pintu ruangan itu sehingga Herman tidak bisa keluar.
Aksi ini dilaporkan ke Polres Sikka, sehingga sejumlah aparat Polres mendatangi lokasi dan mencoba melakukan negosiasi pembebasan Herman. Keluarga tetap menuntut hari itu juga Herman menyerahkan sertifikat itu kepada mereka.
Hingga pukul 13.00 Wita, Falerianus dan keluarganya masih 'menyekap' Herman di ruangan itu. Sekitar pukul 13.30 Wita, Wakapolres Sikka, AKP Matheus Mau, datang bersama sejumlah anggota brimob berpakaian lengkap. Setelah tiga menit berbicara dengan Herman di dalam ruangan itu, Matheus keluar dan bernegosiasi dengan keluarga Falerianus untuk bisa membebaskan Herman.
Matheus menjelaskan, Herman tidak bermaksud 'menahan' sertifikat itu, namun karena ada sedikit masalah saat proses ukur tanah, maka hal itu harus diklarifikasikan lagi dengan BPN NTT dan BPN pusat. "Kita akan bertemu kembali di sini tanggal 21 April. Sekarang Kepala BPN mau ke Jakarta untuk konsultasi masalah itu," kata Matheus meminta pengertian keluarga Falerianus.
Namun keluarga Falerianus tetap bersikeras meminta sertifikat itu. Karena tidak tercapai kata sepakat, maka Wakapolres dengan tegas memerintahkan anggota brimob mengamankan dan mengevakuasi Kepala BPN. "Saya perintahkan, amankan Kepala BPN sekarang juga, keluarkan, evakuasi dia. Cepat!" perintah Matheus langsung diikuti anggota brimob. Keluarga Falerianus berang. Namun berkat kesigapan brimob, Herman bisa diselamatkan dan dievakuasi.
Dikonfirmasi wartawan, salah seorang anggota keluarga Falerianus bernama Betty menjelaskan, tanah hak milik bersertifikat nomor 138 itu atas nama nenek mereka, Selong Lamahala, dengan ahli waris ayah mereka, Falerianus Selong. Namun sejak tahun 1970-an Falerianus merantau hingga pulang tahun lalu.
Proses pembukuan sertifikat dilakukan neneknya sejak tanggal 21 September 1991 lalu, namun hingga saat ini sertifikatnya belum diambil. Ketika Falerianus kembali dari rantau, sebagai ahli waris, Falerianus menemui pihak BPN untuk mengambil sertifikat itu sejak lima bulan lalu. "Namun tiap kali kami datang, kepala BPN hanya suruh kami menunggu. Belakangan hari baru dia bilang hilang dan ketika sudah ada sertifikat pengganti dia masih tahan juga. Padahal kata staf BPN, sertifikat pengganti itu sudah ada di kepala," kata Betty.


sumber : poskup

Selengkapnya...

DON THOMAS,Wafat Ditengah Rekan Seprofesi...

Setitik cerita tentang wafatnya Raja Sikka,Don Josephus Thomas Ximenes Da Silva,yang kami cuplik dari buku karya bapak E.P da Gomes dan Bapak Oscar P.Mandalangi "Don Thomas Peletak Dasar Sikka Membangun".
Cerita tentang kehidupan Raja Thomas,sejarah berdirinya kota Maumere,Sikka dan Maumere dimasa pendudukan Belanda dan Jepang dari buku tersebut akan kami postingkan terus di blog ini agar generasi muda kabupaten Sikka bisa mengetahui siapa sebenarnya Raja Thomas yang merupakan peletak dasar pembangunan di Sikka dan pernah menjabat sebagai Raja Sikka.
Kunjung terus www.inimaumere.blogspot.com.....eee

Dengan tidak disangka-sangka,pada tanggal 18 mei 1954 jam 14.55,raja sikka Don Josephus Ximenes da Silva menghembusakan napasnya yang terakhir dikamar nomor 5 Hotel Flores dikota Ende,ibukota Daerah Flores.Beliau terkena serangan jantung yang mendadak.Dokter diminta segera datang.Tapi tibanya terlambat,sehingga tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Sejak tanggal 15 mei Don Thomas berada di Ende untuk turut menyambut kunjungan Presiden Rebuplik Indonesia Ir.Soekarno.Setelah Presiden dan rombongannya meninggalkan Ende,beliaupun berkemas untuk kembali ke Maumere.Tapi apa mau dikata sudah suratan takdir bahwa perjalanan hidup Don Thomas harus tamat di Ende.Rupanya telah demikian takdir Tuhan pula,bahwa beliau sebagai seorang tokoh Pamongpraja yang tertua usianya,berpengalaman dan sangat dihormati di daerah Flores ini harus wafat di tengah sekalian rekan seprofesinya,dan bukan di Maumere,dilingkungan keluarga DA SILVA LEPO GETE,handai tolan dan rakyat yang sangat dicintai dan mencintainya.Justru beliau wafat ditengah kehadiran para pejabat teras daerah Flores,para Raja,para Anggota Dewan Pemerintah Daerah Swapraja dan para anggota DPRD Flores.

Sebenarnya waktu itu kondisi kesehatannya belum mengijinkannya untuk bepergian jauh.Akan tetapi karena begitu besar niat dan minatnya untuk bertemu dan berbicara dengan Bung Karno,maka beliau memaksakan diri datang ke Ende.Dari Maumere beliau menyetir sendiri mobil sedannya EB 6 itu, dan sopir pribadinya Dorus Da Silva duduk disampingnya.Salah seorang rekan Raja menegurnya karena beliau menyetir sendiri mobilnya.Tapi dengan santai Don Thomas menjawab:"biar saya mati,asal saya bole bertemu dulu dengan Bung Karno".

Dan ternyata dalam upacara penyambutan itu,Don Thomas mendapat kehormatan untuk duduk berdampingan dengan Bung Karno dan boleh berbicara sepuasnya sambil berguarau dan berkelakar segar.Selanjutnya diujung jembatan pelabuhan laut Ende,sebelum Bung Karno turun menuju pesawat amphibi Catalina,kedua tokoh itu tampak masih bercakap-cakap serius lalu saling memberi salam dan berjabat tangan pamitan.Setelah Presiden Soekarno terbang meninggalkan Ende,Don Thomas tidak segera kembali ke Maumere.Beliau sempat berkeliling melihat komplek SMAK "Syuradikara" yang sedang marak dibangun oleh Serikat Sabda Allah(SVD),SMA pertama yang didirikan di Flores.Rasa capainya hilang sementara,karena melihat pemuda pemudi harapan rakyat Flores akan ditempah di taman pendidikan itu.

Karena merasa sangat lelah,beliau langsung menuju Hotel Flores untuk beristirahat.Ketika duduk menegangkan kaki dan lututnya,beliau terserang batuk dan begitu meregang napas kecapaian dan maut datang menyosongnya denagn tiba-tiba,lalu......wafatlah sang Raja Sikka itu pada tanggal 18 mei 1954.Terbetik berita dari istana negara Jakarta Bung Karno mnegetok kawat ucapan belasungkawa atas kepergian Don Thomas.

Jenazah Raja yang bernama besar ini segera diantar ke Maumere dengan iringan puluhan mobil membawa para pelayat dari seluruh Flores.Tiba di Maumere pada pagi hari 19 mei 1954 dan disemayamkan dirumah Jabatan Raja Sikka(kini rumah kediaman Ketua DPRD Kabupaten Sikka) untuk mendapat pelayatan dan penghormatan dari seluruh lapisan masyarakat.

Jenazah DON THOMAS dikemas dalam sebuah peti yang indah yang didesain dan dihadiahkan oleh Misi Katolik Ende dan dimakamkan dipekuburan Paroki St.Yosef Maumere,diliang lahat yang dikerjakan oleh Misi Katolik Maumere,sebagai tanda terima kasih atas jasa beliau bagi perkembangan Gereja Katolik.

DON THOMAS dimakamkan dipekuburan Ktolik St.Yosef Maumere pada tanggal 20 mei 1954,dalam suatu upacara kebesaran adat,pemerintahan dan liturgis gereja yang khidmat.Misa requiem dipimpin oleh Pater Adrianus Conterius SVD,imam pertama dari Kabupaten Sikka yang pertama menjabat Ketua DPRD Flores,anggota Parelemen NIT dan pemimpin Redaksi Bentara.Boleh dikatakan bahwa hampir semua pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat dari seluruh Flores hadir mengikuti upacara pemakaman itu,ditengah keluarga DA SILVA LEPO GETE dan ribuan rakyat Sikka yang dikecam kesedihan.Dengan iringan lagu sedih dan syahdu "IN PARADISO",perlahan-lahan keranda DON THOMAS diusung dan arak menuju Pekuburan Katolik St.Yosef Maumere untuk dimakamkan dan semayamkan pada sebuah liang lahat beton setelah disirami air mata dan bunga aneka warna warni.
"REQUIESCAT IN PACE"

Ya seorang pemimpin besar telahpergi,namun pemikiran,gagasan,peranan,karya,pengabdian dan jasa-jasanya tetaplah dikenang sepanjang masa.

www.inimaumere.blogspot.com
(oss,boim,depar)



Selengkapnya...

Tuesday, 8 April 2008

Santunan Kecelakaan Naik 150 Persen

  • * Ny. Samsiar Terima Santunan Rp 25 juta
Nilai santunan kecelakaan bagi pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki yang mengalami kecelakaan lalu lintas (lalin) nilainya bertambah 150 persen dari nominal nilai santunan sebelumnya. Kenaikan jumlah santunan ini berdasarkan Permen Keuangan No. 36/27/PMK.10/2008 tanggal 26 Februari 2008 yang berlaku tanggal 27 Maret 2008. Kenaikan tersebut untuk menjawab kebutuhan hidup masyarakat yang makin meningkat.

Penanggung jawab PT Jasa Raharja di Samsat Maumere, Ignatius Stefanus, menegaskan hal ini, Sabtu (5/4/2008), usai menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris Ny. Samsiar. Ny. Samsiar menerima santunan karena suaminya Rahman, warga Desa Lewomuda, Kecamatan Talibura tewas dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) 28 Maret 2008 lalu.
Stefanus menjelaskan, UU No. 33/34 tahun 1964 mengatur tentang jaminan bagi setiap pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, penumpang angkutan umum, dan tabrakan dua kendaraan. Besaran santunan sebelumnya bervariasi, yakni santunan meninggal dunia atau cacat tetap Rp 10 juta, perawatan maksimal Rp 5 juta dan biaya pemeriksaan Rp 1 juta.
Namun seiring perkembangan zaman dan kenaikan tingkat kebutuhan hidup, maka jumlah santunan dinaikkan. "Kenaikan santunan 150 persen melalui proses dan kajian dari berbagai aspek tentang kenaikan barang dan jasa dari tahun ke tahun, juga merespon keinginan masyarakat berdasarkan hasil survai BPS YLKI dan berbagai LSM," kata Stefanus.
Kenaikan jumlah santunan diatur dalam Permenkeu No. 36/37/PMK.10/2008 tanggal 26 Februari 2008 yang mulai diberlakukan 27 Maret 2008. Jumlah santunan kematian dan cacat tetap naik Rp 25 juta, biaya perawatan menjadi Rp 10 juta dan biaya pemeriksaan menjadi Rp 2 juta.
Khusus kepada Ny Samsiar, penerima santunan laka lantas dengan korban Rahman, Stefanus berharap santunan ini bisa dipergunakan sebaiknya.


Keterangan Lama Baru
Meninggal dunia 10 juta 25 juta
Cacat tetap 10 juta 25 juta
Biaya Perawataan 5 juta 10 juta
Biaya pemeriksaaan 1 juta 2 juta

Sumb: poskup

Selengkapnya...

Sunday, 6 April 2008

Tinggi,pengguna Narkoba Jarum Suntik di Sikka

Jumah warga Sikka yang mengonsumsi narkoba dan barang-barang berbahaya sangat tinggi.Dari 198 warga berisiko yang dipantau tim yang dipimpin Perkumpulan Keluarga berencana(PKBI)NTT melalui metoda rapis assesment and respondent(RAR)tahun 2007 lalu,sebanyak 104 diantaranya masuk kategori pengguna narkoba dengan cara pemakaian melalui jarum suntik.
Fakta tingginya warga yang mengomsunsi narkoba melalui jarum suntik ini disampaikan staf PKBI,Adrianus Lamuri,yang juga salah seorang peneliti,ketika membawakan materi dalam lokakarya sehari bertema "Persamaan Persepsi Tentang Intravena Drugs Use(IDU)diKabupaten Sikka di Hotel Maiwali(11/2/08).
Lamuri dalam pemaparannya menjelaskan dari 104 pengguna narkoba dengan jarum suntik diatas sebanyak 43 orang diantaranya sebagian besar warga asli Sikka,sisanya berasal dari Jawa,Makasar,Lombok,Bima dan Manado.Bila dirinci seturut profesi,lanjutnya maka ada yang diklasifikasikan ada yang berprofesi pegawai swasta,sopir,PNS,pelayan toko,buruh,pedagang dan profesi lainnya.
Dari segi pendidikan,lanjutnya,pengguna narkoba diklasifikasikan:pendidikan SLTA sebesar 50,64%,tamat SLTP 13,46%,tidak tamat perguruan tinggui 12,18%,tamat perguruan tinggi 11,87%,sisanya tamat diploma,SD dan tidak berpendidikan.
Lokakarya ini juga diperkaya oleh masukan dari peserta diantaranya dokter Clara Yosefina,Veronika Reso,Mannes Tiwang,Ismail,Kristian Ragu,Thomas Tiwa.Peserta menggarisbawahipentingnya upaya penyamaan persepsi oleh seluruh komponen masyarakat yang diaawali dengan promosi,tindakan preventif,pengobatan dan upaya penyadaran dan pendampingan intensif kelompok beresiko lainnya.
Bupati Longginus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol,Sirajudin Paskalis mengimbau warga untuk mendukung langkah pencegahan dan atasi HIV/AIDS melalui program-program baik yang dilakukan KPA kabupaten,pemerintah,LSM dan pemeharti lainnya.

sumber : Flores pos



Konsumsi Narkoba, Empat Orang Sikka Meninggal

Empat dari lima orang di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diindentifikasi meninggal akibat mengonsumsi narkoba dengan cara suntik, satu diantaranya masih hidup, kini sedang dirujuk ke Jakarta.

"Ini kejadian yang direkam dalam dua tahun terakhir. Selain itu, ada satu kasus pidana yang sedang menjalani hukuman karena ditangkap polisi saat sedang membawa shabu-shabu," kata Wakil Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, saat melakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba, HIV/AIDS dan Persamaan Gender di Aula Serba Guna Kantor Desa Tebuk, Kecamatan Nita Sabtu (11/8).

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Sikka ini memaparkan materi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di hadapan anggota karang taruna teras dan masyarakat di desa itu.

Ansar Rera mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja Badan Narkotika Nasional (BNN), dengan tujuan agar Indonesia pada masa yang akan datang menjadi negara yang bebas dari narkotika.

Menurutnya, lima kasus narkotika itu menjadi keperihatinan pemerintah setempat karena angka tersebut dipandang cukup serius untuk untuk ukuran sebuah kabupaten di luar Pulau Jawa dan beberapa tempat lainnya yang marak dengan pengedaran narkoba.

Karena itu Badan Narkotikan Kabupaten Sikka telah mencanangkan sejumlah program antara lain yakn peningkatan dan pemantapan koordinasi antara instansi terkait dan masyarakat dalam upaya P4GN dan peningkatan sosialisasi tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan komunitas tertentu yang berpeluang terjadinya kasus narkoba.

Upaya lain yang dilakukan yakni mencegah masuknya dan beredarnya narkoba di wilayah itu, penegakan hukum bagi pengguna dan pengedar narkoba, meningkatkan pelayanan kesehatan dan rehabilitasi sosial bagi penderita dan korban, dan melengkapi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta penyediaan anggaran yang memadai.

Narkoba, demikian Ansar Rera, membawa dampak serius terhadap korban jiwa dan kerugian sosial ekonomi. "Secara nasional, kerugian negara triliunan rupiah biaya perawatan, terapi dan rehabilitasi sosial," ungkapnya.

Dia merinci, secara nasional, angka kejahatan pidana narkoba di Indonesia meningkat tajam selama kurun waktu 2002- 2006. Selama kurun waktu itu terdapat 52.907 kasus atau atau mengalami kenaikan rata-rata 52% setiap tahun.

Sedangkan jumlah pengguna narkoba yang ditangkap sebanyak 80.765 kasus atau mengalami peningkatan tiap tahun 59%.

sumber : KLC 12 Agustus 2007

Selengkapnya...

Pakaian Linmas Sikka Sistem Swakelola

Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus, menyetujui usulan Kepala Kantor (Kakan) Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Sikka, Emanuel Hurint, S.H, untuk pengadaan pakaian anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dengan prinsip swakelola.

Mekanisme swakelola dipakai karena limit waktu terbatas mengingat pakaian ini akan dimanfaatkan tanggal 28 Maret-12 April 2008. Saat ini pihak Satpol PP sedang melengkapi sejumlah administrasi untuk proses pengadaan pakaian linmas. Persetujuan bupati ini tertuang dalam surat rekomendasi Bupati Sikka tanggal 27 Maret 2008 No. Pb.600/242/2008 kepada Kakan Satpol PP Sikka yang diperoleh Pos Kupang, Jumat (4/4/2008) pagi.
Surat itu menyebutkan, permohonaan Kasatpol PP tentang pengadaan pakaian dinas dan atribut di Kantor Satpol PP Sikka senilai Rp 1.350.000.000,00 agar dilaksanakan dengan metode swakelola disetujui bupati.
Dasar pertimbangan persetujuan bupati, pertama, kegiatan ini dikategorikan kebutuhan mendesak karena pakaian dinas dan atribut akan dipakai dalam pengamanan penyelenggaraan pemungutan suara pada Pilkada Bupati/Wakil Bupati Sikka yang dijadwalkan 16 April 2008. Juga akan digunakan untuk penyelenggaraan pillkada gubernur tahun 2008.
Limit waktu yang tersedia untuk proses pengadaan barang terbatas karena pakaian akan digunakan sejak masa kampanye 28 Maret 2008-12 April 2008, dan seterusnya sampai pelantikan bupati/wabup terpilih.
Selan itu, mekanisme swakelola bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sumber daya manusia sesuai fungsi dan tugas pokok Satpol PP Sikka. Mekanisme swakelola tidak memperhitungkan jasa/keuntungan bagi pengelola kegiatan. Meski dilaksanakan dengan metode swakelola, Bupati Sikka berharap Satpol PP tetap mempedomani aturan dalam Keppres 80/2003.
Kasat Pol PP Sikka, Emanuel Hurint, S.H, dikonfirmasi, kemarin, mengatakan pihaknya tengah mengurus administrasi. "Kami sudah terima surat bupati. Sekarang lagi urus administrasi. Sebelum pemungutan suara pakaian linmas sudah tiba di Maumere," tambahnya.
Untuk diketahui, pengadaan pakaian dinas dan atribut TA 2008 di Kantor Sapol PP Sikka sebanyak 2.670 stel atau senilai Rp 1.350.000.000,00 diduga bermasalah. Pememang Lelang, CV Sinar Tiga Satu (STS), diduga tidak memenuhi sejumlah persyaratan sebagaimana diatur dalam dokumen lelang. Namun panitia memenangkan rekanan ini. Karena itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diminta membatalkan pemenang lelang.

sumber: poskup

Selengkapnya...

Tuesday, 1 April 2008

KeTaWa GiLa SaRa MaUmErE....(2)

Ketawa gila sambungan dari bagian pertama..mai to sai... :0 :0

Lomba balap...
Pada suatu hari di Maumere diadakan lomba motor atau bahasa gaulnya mereka bilang gestrek.Nah waktu itu di lapangan sirkuit di Maumere su rame orang datang mau liat jago-jago balap dari daratan Folres beradu kehebatan masing-masing.Tidak mau kalah deng yang lain,Demus ikut lomba lewat grupnya Cipika Cipiki Racing Team. :D. DEMUS aslinya adalah seorang tukang ojek tapi karena pingin cepet terkenal Demus ikut lomba.Sebenarnya Nimus yang punya Club Cipika Cipiki Racing Team mau menolaknya tapi melihat kegigihan Demus yang besar untuk ikut akhirnya Nimus mengijinkannya.

Singkat cerita,pas mau perlombaan,Demus su stel abis dengan dia pu baju balap yang kayak robot.Dia ikut balap kelas bebek.Nimus yakin Demus akan berbuat banyak untuk timnya.Perlombaan pun dimulai,bendera diangkat,Demus langsung kencang memimpin didepan,Nimus senang sekali melihat Demus memimpin.Tapi Nimus juga heran melihat Demus tiap tikungan selalu membunyikan bel... tit...tit.. Nimus heran golo.
Tiba-tiba terdengar dari penonton teriak pas Demus lewat.."ojek..ojek..ojek..."Demus yang telah lama berkiprah didunia ojek spontan berhenti didekat penonton sambil melihat kearah penonton,"ojek ko?",tanya Demus,dia tidak tau atau lupa kalo dia sekarang adalah pembalap bukan tukang ojek yang lagi cari penumpang.Gara-gara berhenti,Demus tersusul.
Nimus yang melihat ulah demus benar-benar jengkel golo,spontan Nimus teriak,:woe Demus au balap atau mau ojek?"
Saat itu juga Demus dipecat.
hahaha dasar Nimus.. :0 :0


Inus sakit kepala

Mo'at Inus sakit kepala,jadi siang itu mo'at inus lagi tidur di kamar.Ter lama ada tukang jual daging yang bernama Sedes yang su biasa lewat dikampung itu lewat. Dia teriak kuat-kuat golo. “Daginggggg sapiii!! Daginggg Sapiiiii!”

Makin ke dekat moat Inus pu rumah,suara Sedes makin kuat.“Daginggg sapiii!”

Moat Inus emosi gete golo, dia ter tahan deng penjual daging Sedes pu suara yang bikin dia pu kepala tambah pusing.Inus kasi keluar kepala dari jendela dan teriak penjual daging. “Hehhh Sedes... ter bisa suara pelan kah??? Au pu otakkkk kah tidak???"

Sedes sebagai penjual daging langsung sambung:
”Aduhh, maaf mo'at,Otak sapinya sawe ba'a(su abis),yang ada cuma daging dan hati sapi poi,mo'at mau boter(beli)berapa kilo? “

Moa't Inus kasi keluar dia pu tangan yang su kepal, “Ko mau ini kah???”

Sedes langsung sumpit,ilang dibelakang rumah!
:o

Salah Mengerti
Ada satu orang anak sd yang nakal di waidoko yang bernama Tinus.Suatu pagi dia dapat suruh sama dia pu bapa,kalau ada dia pu bapa pu kawan yang datang,suruh tunggu dan sekalian tolong dikasi air panasnya.

Bapa : "Tinus,nanti kalo bapa pu kawan Om Ari deng Om tomy datang,kasi air panas ya?"
Tinus : "Beres bapa..., jang khawatir,pasti sa kasi nanti..."

Selanjutnya dia pu bapa pi mandi. Ter lama begitu te Tinus pu bapa pu teman dua datang.

Om ari: "Permisi... Tinus... kau pu bapa ada?"
Tinus: "Bapa lagi mandi,"

Tida pikir panjang lagi,Tinus pigi ke blakang ambil air panas ke depan dan langsung disiram air panas ke dua Om tadi.Kena telak golo,Om tomy deng Om ari kotir(lari) sambil maki-maki Tinus.Dorang dua lari sudah mau.Setelah selesai mandi,Bapa tanya:

"Tinus ganteng kayak bapa,mana bapa pu teman,dorang su datang kah?"

Tinus: "Sudah,malah sa su kasi air panas mendidih di dorang dua pu badan,om tomy
kotir,om ari pu badan melepuh-mlepuh,"

Bapa : " Haaaa?? Kurang ajar kau Tinus jelekkkkkkkkkk"
Tinus yang heran langsung sumpit,ilang dari rumah.hahahaha :D

Beli Paku
Suatu hari Mo'at Dius pigi toko lio mo beli paku,abisnya dia pu jendela rumah agak rusak jadi dia mau perbaiki.Sampe di toko Lio,Dius langsung teriak ke baba yang lagi sibuk deng para pembeli lain.
Dius: Baba,beli paku setengah kilo".
Baba yang asik melayani para pembeli lain cuek saja deng Dius,tapi sebenarnya Baba denagr Dius pu suara.
Dius jengkel tidak sabar:"woe baba,beli pakuuuu".
Baba masih cuek karena memang pembeli banyak,akhirnya Dius tunggu sambil jengkel.
ter lama te,baba su selsai deng pembeli lain,dia lihat dius yang lagi tunggu dia.
Baba tanya:"mo'at pakunya bungkus ko?"
Dius yang su jengkel jawab : tida,makan disini"
Baba langsung tau kalo Dius lagi Doge alias ngambek hahaha
Su besar juga ngambek..diusss diussss,kata baba dalam hati,Kalo omong langsung baba takut kena tumbuk...hahaha


Razia Preman
Suatu waktu polisi mengadakan razia prema dipasar baru Maumere.Para anak nakal yang suka mabuk-mabukan dan suka ganggu para pembeli akan di ciduk.Polisi pun menangkap beberapa preman tersebut.Tapi sialnya Dacus juga diciduk polisi karena punya tato di kedua lengannya yang menurut polisi sangat mengggangu.Padahal Dacus tergolong preman baik dipasar baru.
Para preman pun dibawa kekantor polisi.Sampe dikantor,polisi pun menanyai mereka satu persatu bahkan ada beberapa yang ditindak jika tidak mau bekerja sama alias melawan dalam pemeriksaan.
pas sampe digiliran Dacus,polisi langsung memukul Dacus,abisnya dia pu tato di kedua lengan sangat seram,tato ditangan kanan tulisnya "Jagal",tato di tangan kiri "Pasar"
jadi bacanya 'jagal pasar', seram sekali cus...
Setelah selesai dipermak,polisi suruh Dacus buka baju,pas buka polisi kaget setengah mati dan langsung minta maaf di Dacus.Ternyata yang membuat polisi kaget,ditangan kanan dari pergelangan sampe lengan dacus sebenarnya tatonya tertulis " jagalah kebersihan"
pas dipergelangan tangan kanan sambungannya "pasar" dibaca "jagalah kebersihan pasar"
Ternyata dacus anak baik ...hihihihihi..makanya cus,pake tato tuh yang jelas....hahahah


Jendela pecah

Disebuah sudut kota Maumere ada seorang anak kecil yang nakal yang bernama Kosi sedang bermain bola sendirian.Asiknya lagi bermain tiba-tiba te tida sengaja dia tendang bola keras golo dan bikin pecah kaca rumah tanta Marta.Kosi pun langsung kotir ketika tanta Marta keluar dan teriak dia.Kosi pun berpikir untuk kembali.Sapa tau bolanya dapat diambil lagi.Kosy pikir-pikir ganupae supaya newang buhe tanta Marta.

Beberapa saat,Kosi pun mengetuk rumah tanta Marta tadi dan bilang ke tanta Marta,“Sa pu bapa nanti datang dan bikin baik tanta pu jendela.”

Tida beberapa lama datanglah seorang Mo'at dengan kotak perkakas dan bilang ke tanta Marta, “Permisi tanta.Saya mau bikin baik jendela tadi…”

Tanta Marta pun mempersilahkan mo'at tersebut masuk untuk memperbaiki jendelanya.Pas mo'at itu bikin baik jendela,Kosy minta dia pu bola kembali.Tanta marta pun kasih bola sambil berpesan agar lain kali hati-hati. Kosi itu pun pulang.

Setelah selsai bikin baik jendela,mo'at tadi langsung memberikan tagihan kepada tanta marta.Tanta marta pun kaget golo dan berkata, “Moat,au kan dia pu bapa?”
Moat juga kaget gete golo dan bilang, “Lho,kan au dia pu mama?”
Dua-duanya pun sadar karena mereka baru saja ditipu kosy...


Saudara Ipar
Sepasang suami istri,mo'at lipus deng tanta Moni sedang pigi ke bajawa mau lihat saudara yang tinggal disana.Mereka melintasi jalanan desa.Pas lagi jalan karena cape mereka saling diam poi.Tapi sebenarnya mereka dua tukang debat dan tidak mau kalah golo.

Tiba-tiba mereka lewat dekat desa yang banyak orang lepas sapi,kambing,dan babi.Mo'at Lipus iseng-iseng te omong ke tanta Moni, "kau pu saudara ya ...?"
Jengkel dihina,tanta Moni jawab.
"Yap, tapi saudara ipar."
Moat Lipus langsung bile(diam) 7 ribu bahasa golo.

(oss)



Selengkapnya...

Perkawinan Adat Sikka, Pesta Sebenarnya

Sebuah pesta perkawinan di tanah Sikka yang diliput oleh wartawan Kompas.Simak paparan orang luar Maumere yang meliput pesta perkawinan bernuansa adat Sikka. :D

Berita tentang akan digelarnya pesta perkawinan adat Sikka sudah kami terima sejak sore.Seorang teman memastikan pesta itu akan berbeda dari kebanyakan pesta perkawinan di Pulau Jawa. Ternyata ucapan itu bukan omong kosong. Pesta perkawinan adat Sikka memang sebenar-benarnya pesta.

Hari itu kami menyaksikan pesta perkawinan Quirinus Vincentius (30) dan Fransisca Andeja (27) di sebuah rumah tidak jauh dari pemakaman, tepatnya di Kelurahan Kota Uneng, Alok, Maumere, NTT. Seusai pemberkatan nikah, pelataran rumah selebar lapangan voli berubah jadi arena dansa. Alunan lagu-lagu daerah, pop tahun 1970-an, disko, dangdut, poco-poco, hingga house music bergantian disetel. Dan, para pengunjung pesta laki-perempuan, tua-muda, om-tante asyik berjoget sampai pagi.

Ayo dansa. Di sini semua orang harus gembira, kata seorang pemuda yang sejak acara dimulai sudah berpromosi kepada Kompas bahwa pesta akan dahsyat.

Kami pun melenggang ke arena dansa yang sudah sesak, mengikuti gerakan tari j'ai serupa poco-poco yang berputar-putar. Hihaa..., ayo menari, teriak beberapa orang sambil tertawa cekikikan.

Ternyata satu tarian memang tidak cukup. Kami pun ketagihan dan mencoba tari gawi, roka tenda, gong waning, dan akhirnya goyang bebas dengan iringan musik dangdut, house music, dan cha-cha sampai keringat mengucur deras. Dari sana kami jadi tahu mengapa hampir semua orang Sikka berbinar-binar jika mendengar akan ada pesta perkawinan.

Tepat pukul 24.00, acara dansa-dansi dipotong prosesi tama olauneng, yakni pengantin wanita dan pria dibimbing masuk kamar pengantin. Acara ini dipimpin tante besar dari pengantin perempuan yang biasa disebut a'a gete atau tante besar. Tante akan menjemput mempelai perempuan ke dalam rumah dan membimbingnya untuk meminta restu kepada seluruh keluarga besar, lalu pengantin perempuan dibawa masuk kamar.

Selanjutnya, tante menjemput pengantin pria dari kursi pengantin, dan membawanya ke rumah perempuan. Tante sekali lagi membimbing pengantin pria meminta restu kepada seluruh keluarga besar pihak perempuan. Setelah itu, dia dibimbing masuk ke kamar. Tante, kemudian, mengunci kamar dan menunggunya hingga pagi hari. Dia akan membangunkan dan membuka pintu kamar pengantin. Sementara pengantin berada di dalam kamar, pesta dansa-dansi dilanjutkan hingga pagi.

Pesta perkawinan Sikka memang berarti juga pesta seluruh keluarga besar dan pesta orang sekampung. Di setiap pesta hampir dipastikan orang berduyun-duyun. Mereka berkumpul, menari bersama, makan bersama, hingga minum moge (sejenis tuak) dan melupakan persoalan yang mereka hadapi. Tuan rumah juga tidak berpikir apakah angpau yang diberikan tamu akan menutupi seluruh biaya pesta.

Pesta ini juga semacam perayaan kemenangan atas sebuah perjuangan panjang menyatukan dua anak manusia dalam ikatan perkawinan. Pasalnya, prosesi perkawinan adat Sikka tergolong rumit, panjang, dan makan biaya.

Beginilah alur sederhananya: seorang pria yang ingin menikahi seorang perempuan harus menyampaikan niatnya kepada keluarga besar. Untuk menjajaki pernikahan, pihak laki-laki melakukan pano nahu yang bermakna pelacakan pertama yang dilakukan bibi si laki-laki. Si bibi akan menyampaikan isi hati keponakan laki-lakinya kepada pihak keluarga perempuan.

Proses ini boleh jadi tidak berlangsung mulus. Konstentius, warga Maumere, mengatakan, keluarga perempuan belum tentu bersedia membukakan pintu keluarga laki-laki yang datang. Dulu, ketika ikut melamarkan paman saya, kami harus menunggu dari sore hingga pagi di rumah keluarga perempuan. Kami sampai membuat shift untuk bergantian menunggu di depan pintu sampai yang punya rumah membuka, kata Konstentius.

Ini menjadi semacam tes apakah keluarga laki-laki bersungguh-sungguh melamar atau tidak. Saya ingat waktu itu kami baru boleh masuk rumah perempuan sekitar pukul 04.00. Tapi yang seperti ini sekarang sudah mulai berkurang, tutur Konstentius menambahkan.

Tahap pano nahu ini memang menentukan. Jika keluarga perempuan memberi sinyal positif, keluarga laki-laki akan melakukan bowa taa atau membawa sirih dan pinang sebagai simbol lamaran resmi. Setelah itu, pihak perempuan dan laki-laki menaksir jumlah belis (semacam mas kawin) yang harus dibayar pihak laki-laki. Biasanya belis terdiri dari gading utuh, kuda, uang, dan emas yang jika dinilai dengan uang bisa sangat besar.

Untuk meminang Fransisca Andeja, Quirinus Vincentius membayar belis berupa uang Rp 25 juta, dua perhiasan emas seberat 10 gram, gading gajah utuh dua batang (sebatang berharga Rp 7,5 juta), kuda 25 ekor. Ditambah dengan barang hantaran lain dalam bentuk bahan makanan, seperti padi, jagung, pisang, ayam, ikan kering, dan ubi-ubian, biaya yang dikeluarkan pihak laki-laki bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Barang hantaran ini akan dibagikan pihak perempuan kepada keluarga besarnya. Jika belis diterima, pihak keluarga perempuan akan membalas dengan memberi beras, tuak, babi, kambing, dan sarung tenun Sikka yang nilai totalnya juga setara atau lebih dari jumlah yang diberikan pihak laki-laki. Namun, belis dapat diangsur.

Setelah sebagian besar belis dibayar, pihak laki-laki bisa mengajukan waktu pemberkatan nikah di gereja. Prosesi ini disebut tung hakeng. Pihak perempuan akan menentukan hari pernikahan dan pesta adat.

Dalam perkawinan adat Sikka, belis merupakan hal utama dan memberi konsep sosial-budaya atas keseluruhan prosesi perkawinan. Menurut budayawan Oscar Pareira Mandalangi, belis merupakan cara orang Sikka mempererat tali persaudaraan. Belis mendorong gotong royong, sebab sesungguhnya belis dipikul oleh semua anggota keluarga laki-laki, mulai tante, om, orangtua, adik-kakak, ipar, dan seterusnya. Karena itu, perkawinan tanpa belis tidak seutuh perkawinan dengan belis, katanya.

Belis pertama kali ditetapkan oleh seorang raja perempuan Kerajaan Sikka bernama Agnes Donaines Da Silva pada abad ke-17. Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan. Dengan belis, wanita mempunyai nilai yang tinggi. Laki-laki akan berpikir seribu kali untuk poligami karena besarnya belis yang harus dibayar. Jadi, laki-laki dituntut untuk setia, kata Mandalangi.

Meski begitu, saat ini ada persepsi keliru soal belis. Belis dianggap mahal dan menghambat perkawinan sehingga banyak anak muda Sikka yang memilih kawin dengan suku lain agar tidak perlu membayar belis. Yang lebih menyakitkan, ada yang menganggap membayar belis berarti membeli perempuan. Ah, keterlaluan.

dari: Kompas



Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---