Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 18 June 2008

Melihat Sedikit Nian Tana...

Kabupaten Sikka memang kaya akan adat,budaya dan tarian serta berbagai pantai yang indah,sementara ini mari sama-sama untuk melihat foto-foto koleksi dari seorang sahabat kami.

Meski banyak orang luar yang belum tahu Maumere itu dimana atau Maumere itu apa sih namun mulai saat ini mari kita sama-sama mengenalkan Maumere kepada semua orang hingga tidak ada lagi kita dengar cerita-cerita miris seperti pengelaman gadis luar yang bernama Fitria tersebut.


Lihat foto-foto dibawah ini yang diambil beberapa tahun lalu....



Patung Maria Bunda Segala Bangsa


Maumere Dari Nilo


Dari Sea World..


Pantai Kajuwulu


Wodong Beach


Pantai Barat Maumere


Wodong Beach


Dari Sea World..


Sunset Di Pantai Barat..


Kampung Tradisional Wuring

Wisung Fatima Di Lela

Gereja tua di Sikka


Barang Antik Di Museum Bikon Blewut


Gading Besar(Bikon Blewut)

Jong Dobo(Foto Asli)

Toja Bobu,Tarian Peninggalan Portugis

Pasangan Berpakaian Adat Sikka

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

TULUS Unggul di Kabupaten Sikka..

Paket TULUS yang mengusung Ibrahim Agustinus Medah sebagai calon Gubernur dan Paulus Moa sebagai calaon Wakil Gubernur menyalib perolehan sementara perhitungan suara Pilkada NTT dikabupaten Sikka yang sebelumnya sempat dipimpin oleh Paket FREN yang mengusung Frans Lebu Raya sebagai calon Gubernur dan Esthon Foenay sebagai calaon Wakil Gubernur NTT.



Dalam perhitungan suara yang dikeluarkan oleh KPUD Sikka sampai dengan pukul 23.00 waktu indonesia bagian tengah,Paket TULUS yang mengusung salah satu putera terbaik tanah Sikka Bapak Paulus Moa sebagai calon wakil gubernur memimpin angka perolehan suara dengan perolehan suara sebanyak 53.837 suara diikuti Paket FREN dengan perolehan suara sebanyak 49.141 suara pemilih sedangkan Paket GAUL berada di urutan ke tiga perolehan suara yakni sebesar 11.099 suara.

Perolehan perhitungan suara yang dikeluarkan KPUD Sikka malam tadi tersebut masih minus kecamatan PalueE yang belum masuk sampai dengan berita ini diturunkan.Tapi melihat hasil sementara yang sudah dikeluarkan sepertinya Paket TULUS unggul di Kabupen Sikka.

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Tuesday, 17 June 2008

Paulus Moa datangi KPUD Sikka,FREN Sementara Unggul..

Calon Wakil Gubernur NTT, Drs Paulus Moa, yang berpasangan dengan IA Medah (Paket Tulus), Senin (16/6/2008) siang, mendatangi Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka. Kedatangan Moa ke sana untuk mempertanyakan secara langsung hasil perhitungan suara pemilihan gubernur (Pilgub) NTT yang dilakukan KPUD setempat. Moa optmis paket Tulus (Drs. Ibrahim A Medah-Drs. Paulus Moa) akan meraih perolehan suara terbanyak di Kabupaten Sikka.



Disaksikan wartawan, Senin (16/6/2008) pukul 10.30 wita, kedatangan Paulus Moa ke KPU Kabupaten Sikka didampingi sejumlah tim suksesnya dan Ketua TPDI RI, Petrus Salestinus, SH dan Ketua tdi Meridian Dado, SH. Di kantor itu Moa diterima dan bertemua langsung dengan Ketua KPUD Sikka, Robby Keupung. Pembicaraan Moa dengan pihak KPU Sikka berlangsung tertutup selama hampir setengah jam di ruang kerja Ketua KPU Sikka. Moa meminta pihak KPU Sikka bisa mengawal proses perhitungan suara dari berbagai TPS sehingga tidak terjadi indakasi kecurangan.

Usai bertemu KPU, kepada wartawan Moa menjelaskan maksud kedatangannya ke Kantor KPU Sikka. :Saya datang untuk mengecek hasil perhitungan suara di KPU. Hanya itu," kata Moa.

Mengenai hasil perhitungan suara yang diumumkan KPU NTT yang menyebutkan peket Tulus (Drs. Ibrahim A Medah-Drs. Paulus Moa) berada di urutan kedua setelah paket Fren (Drs, Frans Leburaya-Ir. Eston Foenay), Moa enggan menanggapinya. Namun Moa dengan optimis mengatakan hasil perhitungan suara yang dilakukan timnya di lapangan menyebutkan paket Tulus menempati perolehan suara dengan urutan teratas. (vel/Poskupang)

Fren Raih 643.920 Suara

Pasangan Drs. Frans Lebu Raya-Ir. Esthon L Foenay (Fren) terus memimpin perolehan hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT 2008-2013. Data yang diperoleh Pos Kupang dari KPU Kabupaten di seluruh kabupaten di NTT hingga pukul 23.00 wita, Fren meraih 643.920 suara. Jumlah suara sah yang sudah masuk sebanyak 1.486.283 suara.

Sementara, berdasarkan pengumuman hasil sementara KPU NTT sekitar pukul 19.00 Wita kemarin, total suara sah 756.303. Jumlah ini direkap dari 20 kabupaten/kota se NTT. Berdasarkan data ini, paket Fren memimpin dengan 322.054 suara, disusul Tulus 269.930 dan Gaul, 164.319 suara sah.

Hasil sementara perolehan suara ini memperlihatkan, paket Fren unggul di sembilan kabupaten/kota, yakni Kota Kupang (14.983), TTU (21.438), Belu (17.519), Lembata (10.499), Flotim (43.317), Sikka (42.740), Ende (56.367), Ngada (29.752) dan Sumba Timur (13.072).

Paket Tulus menang di empat kabupaten, yakni TTS (6.002), Rote Ndao (46.146), Kabupaten Kupang (33.588) dan Alor (29.140). Paket Gaul unggul di tujuh kabupaten, Nagekeo (31.467), Manggarai Timur (4.721), Manggarai (2.652), Manggarai Barat (2.530), Sumba Barat Daya (6.389), Sumba Barat (4.124) dan Sumba Tengah (2.592).

Anggota KPU NTT, Hans Louk, menjelaskan, pengumuman ini untuk memenuhi rasa ingin tahu warga NTT. Ditanya sumber data yang dipakai KPU NTT, Hans Louk mengatakan, pengumuman ini berdasarkan laporan dari setiap KPU kabupaten/kota yang dikirim melalui faksimile.

"Saya ingin tegaskan, hasil sementara yang kami publikasikan ini untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat. Sumber datanya berasal dari KPU di kabupaten yang dikirim melalui faks," kata Hans Louk.

Anggota KPU NTT lainnya, John Depa, menambahkan, hasil penghitungan sementara ini diambil dari lampiran formulir C-1 (berisi tentang hasil perolehan suara untuk masing-masing pasangan). Formulir ini, katanya, salah satu eksemplarnya harus diserahkan oleh KPPS kepada KPU kabupaten/kota. Ditanya apakah formulir yang sama diberikan kepada saksi masing-masing pasangan, John Depa mengakuinya. Karena berasal dari formulir C-1, John Depa menegaskan, data yang dipublikasikan ini otentik.(Poskupang)
Selengkapnya...

"Jong Dobo" Pesona Dusun Dobo"

Jong Dobo' atau disebut juga Jong Gelang terdapat di Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante. Di dusun yang sama juga terdapat megalitik Dobo yang dalam bahasa setampat disebut mahe.

Artefak Jong Dobo berukuran mini/kecil, dengan panjang 60 Cm, lebar 8 Cm, dan tinggi 12 Cm, dengan awak kapal sebanyak 22 orang. Kleteng latar melukiskannya secara khusus, para ahli juga sudah mencatatnya secara ilmiah.


Rumusan dalam Kleteng Latar

Soge Ata Numba,sage Jong Gelang reta,Jong Gelang reta, beli urang nora dada; Poto watu la Dobo, poa inga ia Dobo, Inga ia Dobo, Jong baleng dadi gelang - "Orang Ende (Soge) dari Numba, membawa dan menyembunyikan kapal perunggu itu; kapal perunggu itu, pemberi hujan dan panas matahari; Ketika mengangkat jangkar di Dobo, begitu kesiangan; Karena kesiangan kapal berubah menjadi perunggu".

Sedangkan dalam catatan para ahli menurut Kepala Kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Oscar Pareira Mandalangi(saat itu)antaranya Dr. Verhoeven SVD, bahwa Jong Dobo berasal dan Kebudayaan Dongson di India Belakang atau Tiongkok Selatan (sekarang Vietnam) pada abad 8 M.

Ahli purbakala lainnya Prof. Hugh O'Neil dari Melbourne University Australia mengatakan, artefak Jong Dobo menurut struktur dan bentuknya berasal dari Kebudayaan Sumeria abad 3 SM, dibawa dari Laut Tengah ke India, Benggala dan dalam petualangan migrasi suku bangsa India ke Indonesia, tiba di Nusa Tenggara Timur,di Dobo.

Menurut P.J. Sevink SJ, Bapak Pengasal yang membawa JongDobo ialah Mo'an Lago-Dua Bella. Bahwa artefak Jong Dobo punya awak 22 on ang yang terdiri dari 1 kapten, 3 juru mudi, 8 penumpang dan 12 pendayung.

Pada tanggal 7 Januari 1988, istri Dubes Kerajaan Inggris untuk In. donesia yangjuga ahli sejarah dan peminat benda-benda purbakala, bersama suaminya datang melihat JongDobo. Dikatakannya, "JongDobo merupakan satu-satunya barang langka di Asia, selain satu lagi yang kini tersimpan di Museum Paris."

Jong Dobo disimpan dan dijaga oleh Lepo Tana Puan, ialah suku yang mengepalai suku-suku lainnya. Karenanya, artefak Jong Dobo dianggap sebagai milik umum, bersama. Sedangkan yang bertanggung jawab langsung ialah juru kunci pertama Mumeng (Si Dungu Bisu), kemudian juru kunci kedua ialah Hendrikus Domi.

Artefak unik Jong Dobo terletak di Dusun Dobo, di atas bukit setinggi sekitar 500 m di atas permukaan laut. Jong Dobo sedianya terletak di tengah hutan di pinggir kampung di atas beberapa buah batu yang disebut mahe. Kemudian karena dikuatirkan bisa dicuri orang, maka Jong Dobo kemudian dipindahkan kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Sikka ke rumah Hendrikus yang diakui masyarakat sebagai "pewaris" yang harus bertanggungjawab atas benda unik tersebut. Pengamanan seperti itu juga berkaitan dengan semaraknYa para pencari-penggali barang-barang antik.

Pemerintah Daerah Tingkat II Sikka, di masa Bupati Sikka Drs. Dan Woda Palle, memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Jong Dobo dengan membuka jalan raya ke situs Jong Dobo. Juga di masa Bupati Drs.Paulus Moa karena menyadari keberadaan Jong Dobo sebagai sebuah aset Sikka ke depan.

Doeloe, di tempatnya di tengah hutan, selain Jong Dobo, dalam onggokan batu-batu itu juga terdapat sebuah kumbang kecil dengan lebar mulut sekitar 10 Cm dan tinggi 25 Cm. Dewasa ini, sebagian mulutnya sudah pecah dan disimpan di kampung lain. Tidak jelas mengapa demikian. Selain di Dusun Dobo, konon, di tempat lain juga terdapat barang-barang perunggu.

Dicuplik dari buku 'Pelangi Sikka'-Michael Beding dan Indah Lestari Beding
www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Sunday, 15 June 2008

FREN Unggul Sementara di Kabupaten Sikka..

Warga Kota Tidak Begitu Antusias..

Hampir disemua TPS dikota Maumere sepi pemilih jika dibandingkan dengan Pilkada Kabupaten Sikka kali lalu.Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya sosialisasi pilkada dan juga dikarenakan masyarakat sudah lelah setelah mengikuti pilkada kabupaten kali lalu yang banyak menyita tenaga dan pikiran.

Dibeberapa TPS malah terlihat para petugas TPS duduk-duduk santai menunggu para pemilih yang datang.Jika dibandingkan dengan Pilkada kali lalu,sejak jauh hari rakyat kota Maumere sudah terlihat sibuk menyiapkan diri menyambut hari pemilihan namun tidak demikian dengan Pilkada NTT kali ini.Namun begitu beberapa warga yang menyadari pentingnya Pilkada NTT kali ini tetap datang ke TPS meski waktu sudah menjelang siang.

Di tiap TPS yang ada di kota Maumere tidak begitu terlihat kerumunan masyarakat yang membludak,tidak ada acara-acara kecil-kecilan sekedar menunggu waktu perhitungan suara seperti Pilkada Sikka kali lalu.Bahkan warga masyarakat lebih terlihat duduk didepan rumah daripada datang ke TPS untuk mencari tahu siapa yang unggul untuk sementara.

FREN Unggul di Sikka

Hasil perhitungan sementara Pilkada NTT sampai dengan Pukul 24.00,Paket FREN mengungguli lawan-lawanya.FREN mendapatkan suara sebanyak 32.478,Paket GAUL mendapatkan suara sebanyak 7.536 dan Paket TULUS yang mengusung salah satu putra terbaik tanah Sikka mendapatkan suara sebanyak 29.153 (sumber;KPUD SIKKA).

FREN Unggul Di NTT

Hasil penghitungan cepat (quick count) Pemilihan Umum Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013, Sabtu (14/6/2008), menunjukkan, pasangan Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (FREN) unggul dengan FREN 38,04 persen.

Posisi kedua diraih pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa (TULUS) dengan 33,04 persen dan urutan ketiga pasangan Gaspar Ehok-Yulius Bobo (GAUL) dengan perolehan suara 28, 66 persen. Demikian hasil Penghitungan Cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) yang diumumkan pukul 17.30 Wita hari ini di Hotel Kristal-Kupang.

Hasil penghitungan cepat itu diumumkan oleh Barkah dan Arman Salam dari LSI serta Setia Darma dari JIP dalam jumpa pers yang dihadiri puluhan wartawan. Pasangan FREN diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), TULUS adalah calon dari Partai Golkar. Sedangkan pasangan GAUL diusung koalisi partai.

Seperti diwartakan sebelumnya, untuk pertama kalinya, rakyat NTT memilih gubernur-wakil gubernur periode 2008-2013 secara langsung, Sabtu (14/6/2008) ini. Sebanyak 2.646.114 warga NTT yang mempunyai hak pilih yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun dalam daftar pemilih khusus akan menyalurkan hak politiknya itu pada 7.506 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh kabupaten/kota.(sumber;poskupang)

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Saturday, 14 June 2008

Maumere,dalam catatan perjalanan seorang gadis...

Fitria,Nama gadis ini yang melakukan perjalanan ke Maumere,kami mendapatkan kisah ini lewat blog pribadi Fitria,sayangnya Fitria belum mengelilingi Nian tana secara keseluruhan tapi tak apalah karena ini merupakan kisah seorang gadis yang lahir dan hidup dikota besar dimana segala kecanggihan ada disana.Mari kita sama-sama membaca kisah dari Nona Fitria yang asli bukan orang NTT.

Akhirnya, setelah delay pesawat 1 Jam, ada panggilan “Pesawat Merpati MZ680 dengan penerbangan ke Maumere segera boarding, untuk penumpang diharapkan memasuki Gate 15“..

Apa? Maumere? Daerah dimana itu Fit? Ada di peta ga?



Duaarrr,Hp lo kan udah cangguiiih tuch..coba cek deh, Maumere itu masih kebaca GPS kok!! emang sie, ini pertama kalinya aku terbang kearah timur Indonesia, dan aku yakin akan jadi pengalaman yang mengesankan (walaupun aku sudah dijanjikan bahwa tidak akan ada tempat hiburan, makanan serba mahal, ga ada atm BCA!!, ga ada sinyal XL, ga ada tempat billiard, apalagi Club!!!!, pokoknya benar-benar hidup di rantauan antah berantah deh..)(Salah non,kalau mau Clubing,ada BINTANG DISKOTIK loh,itu Diskotik terbesar di NTT,letaknya dipinggiran kota Maumere,kalo non sekali waktu datang lagi ke Maumere kami dengan senang hati mau jadi jadi pengawalnya hehehe/'inimaumere' :D)

Pengalaman tidak mengenakkan sempat bikin aku khawatir kira-kira aku selamat ga ya sampai Maumere(hihihihi aduh non,orang Flores biar kelihatan tampangnya sangar tapi hatinya baik loh,apalagi dibandingkan dengan FPI hihihihi :p /'inimaumere')) karena begitu pesawat landing di Bandara Waingapu untuk transit aja udah bikin kita shock dengan guncangannya yang sangat keras..huhu.. kulihat semua penumpang hingga mengelus dada begitu tahu kita benar-benar bisa mendarat dengan sempurna, dan aku hanya bisa tersenyum miris sambil meliat kedua bule yang duduk di sebelahku berpegangan tangan erat untuk saling menenangkan diri, sedangkan aku… sendirian..benar-benar sendirian.

Ga ada yang spesial lagi saat berangkat lagi ke Maumere dari Waingapu, hanya pada saat Landing untuk yang kedua kalinya aku benar-benar pegangan erat dengan tas jinjing dan banyak-banyak mengucapkan doa… (kali ini deh baru inget Tuhan lagi..) tapi akhirnya semua serba mulus.. dan seperti kata Pinkan Mambo “Aku baik-baik saja”..

Setidaknya Maumere masih lebih baik daripada Waingapu “don’t judge a book by it’s cover, tapi mau gimana lagi yang pertama kali kunilai dari bandaranya saja lah dulu, di Maumere masih terlihat bandaranya benar-benar terlihat seperti bandara sesungguhnya, daripada Waingapu yang bandaranya hanya bangunan kecil amat sangat sederhana.

Semua mata seperti memandangku, padahal aku berusaha berpenampilan apa adanya aja kok, hingga kusadar kalau mereka berkata “Hei Nona, pesan taksi ya Nona..”

Hiyaa…udah GR aja, tapi kulihat di parkiran mana ada mobil-mobil taksi???? “Taksi disini mobilnya Avanza say, keren kan!!” “oh,Okey..iya yah plat nya kuning..trus-trus apalagi?”ujarku. “HP orang-orang disini juga canggih-canggih banget, trus tuh liat..tiap rumah pasti punya parabola, kalo ga gtu mereka ga bisa nonton dengan kualitas gambar jernih”(yang pasti non,di bandara Waioti tuh ga ada copet,preman,pengemis dan segala macam tindak kriminal seperti di kota non sendiri,keren kan?/'inimaumere')

Wow..sebenarnya ini kota terpencil bukan sih..buktinya mereka lebih canggih dari yang kupikir.. “Cuman ya hati-hati saja kadang-kadang mereka penduduknya suka saling bunuh di jalanan, seperti ada perang antar saudara,” (hmmm kpikir masanya perang Padri yang kupelajari di Sejarah udah ga mungkin ada lagi,ternyata masih toh..)( aduh non,dapat cerita seram itu dari mana?kayaknya ga ada tuh orang maumere saling bunuh dijalanan mmmhh makanya jangan sering dengar cerita orang sana,sering-sering mainlah di www.inimaumere.blogspot.com,orang Maumere dan Flores cinta damai loh,pasti non di sana ga punya teman orang Flores kan?hehehe;)/'inimaumere')

“Nah ini Pengadilan Negerinya Maumere, baru dibangun lagi karena dulu sempat dibakar massa waktu kerusuhan… Itu dia lautnya..deket banget kan dengan laut..dulu kan daerah ini juga sempat kena Tsunami sampai Pulau Babi tenggelam semua, makanya sebenarnya orang juga males datang ke Maumere karena terkenal sering gempa,tapi akhir-akhir ini ga lagi kok”…
“Cukup..cukup” batinku.. rasanya cukup deh cerita-cerita mengerikan itu(ya ampun non,ga ada loh cerita mengerikan dari Maumere,ah rasanya non kurang jalan-jalan tuh,kurang berakrab ria dengan rakyat maumere yang hatinya baik banget,kalau tidak baik kok banyak orang luar yang beribu-ribu jumlahnya merantau dan mencari makan di Maumere dan disambut baik oleh warga Maumere?hehehe non kurang jalan-jalan ya,ketahuan hehehe/'inimaumere):)..sisanya dari Mumere biar aku tahu sendiri aja. “Tapi katamu Maumere itu panasnya bukan main, sejuk ini loh..”kataku ga mau kalah karena aku ingin sekali saja kota ini terdengar indah..(memang indah loh non dan sangat aman/'inimaumere')

Kamu jam berapa nyampe sini? jam 5 kan, udah sore, coba kita lihat besok ya keluar pas siang-siang puanaseee buanged!” Fiuh.. yawes deh aku nyerah ajah.. yang penting aku udah sampe sini… sampe MAUMERE.. ya nikmati sajalah.. (pasrah..) tapi setidaknya ada yang bisa kuceritakan untuk anak cucu kan???(pasti non dan jangan lupa datang lagi ke Maumere ya karena kota ini sangat aman dan jauh dari tindak kriminal,kaya budaya pula/'inimaumere') :D

habis Maumere..enaknya kemana lagi ya?..hehe
(BANYAK LOH NON,NONA BISA KE MUSEUM BIKON BLEWUT DI LEDALERO,ISTANA KERAJAAN SIKKA DAN GEREJA TUA DI SIKKA,NYELAM DI SEA WORLD,PASIR PUTIH DI BOLA,ZIARAH KE PATUNG BUNDA MARIA DI NILO DAN MELIHAT KEINDAHAN KOTA MAUMERE DARI PUNCAKNYA,WAER NOKERUA dan masih banyak lagi..dan masih banyak lagi..datang lagi ya,kami tunggu..).
Diceritakan oleh FITRIA
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 10 June 2008

Don Thomas,Penggila Surat Kabar dan Berita Radio

Sebuah ceritera dari saksi sejarah Mo'at Lodovikus Teka da Lopez yang dekat dengan sang Raja sebagai Sopir Pribadi.Simak pula bagimana nene'LODO(Tiu Dagang) menyaksikan Patung Kristus Raja di porakprandakan oleh tentara Jepang

Tiada hari tanpa siaran radio

Jika Anda melontarkan pertanyaan kepada Raja Don Thomas, apa yang paling asyik dan menguntungkan dilakukan pada setiap senja hari,maka satu jawaban yang pasti adalah mendengarkan berita radio! Kota Maumere yang juga disebut Sikka Lotik,pada paruh tahun 1930-an itu masih merupakan sebuah kampung besar yang selalu menyambut datangnya malam dalam sunyi dan dekapan gulita. Belum ada penerangan listrik, apalagi lampu jalan.


Tak ada pilihan yang menguntungkan bagi Raja selain berjalan-jalan menyusuri keremangan kota ini atau mengaso di serambi kerajaan dan mengikuti sepak terjang perlawanan imperialisme melalui gelombang radio dari Kantor Berita Antara dan siaran luar negeri.Karena mengikuti jejak langkah perjuangan kemerdekaan dan perlawanan terhadap militerisme asing di Indonesia hanya bisa diperoleh dari akses informasi yang bisa diandalkan adalah siaran radio.Semua stasiun radio yang bisa dipantau harus diikuti raja mengingat sirkulasi media cetak saat itu masih susah diperoleh lantaran minimnya arus transportasi.

Tercatat nama-nama seperti Opas Domi dan Opas Nakang yang secara rutin menjadi pengatur gelombang.Semua informasi dan berita radio harus dipantau dan raja pun menghabiskan setiap subuh hingga malam hari dengan mendengarkan siaran berita. Bila raja hendak jalan-jalan menikmati malam di kota tsunami ini maka yang diajak menyertai beliau adalah si pembawa radio. Tak heran,raja tahu persis perkembangan politik dan sepak terjang imperialisme asing dari waktu ke waktu. Si pengemudi mobil raja, sekaligus pembawa radio itu adalah Lodovikus Teka da Lopez. "Lantaran tugas itu, teman-teman menjuluki saya "suangi malam", kenangnya berderai tawa. Kalau raja ingin jalan-jalan usai santap malam, satu¬satunya perangkat yang harus dibawa serta adalah pesawat radio. "Sambil nyetir, saya atur gelombangnya sehingga raja bisa mendengarkan siaran dan mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi pacla hari itu".

Suatu ketika, saat hari menjelang malam, datang sejumlah Tai Nippon bertamu ke istana raja. Seperti layaknya, raja selalu menyambut hangat para tamu, lantas larut dalam obrolan penuh jenaka. Apalagi bila minuman bir atau sejenis vodka sudah menyusuri jaringan urat darah,aneka cerita pun berseliweran seakan tak terkendali. Suasana itu tentu saja menyusahkan raja untuk mendengarkan berita radio. Yang jelas, bukanlah Raja Thomas jika talc punya intrik. Mau tak mau pelayan kerajaan dititahkan untuk menambah minuman hingga orang Nippon berkulit kuning itu jadi sempoyongan. Dalam kesempatan itu Raja Thomas minta dihidupkan pesawat radio untuk mendengarkan siaran berita dengan lebih leluasa. Informasi dan perkembangan terakhir hari itu pun bisa diikuti, meski harus dibayar dengan busa bir tanpa mengurangi tali persaliabatan antara raja dan rival imperialisme.

Sumber informasi lain yang selalu digeluti raja membentuk kepemimpinannya secara otodidak. Setiap waktu luang selalu dimanfaatkan untuk membaca. Untuk mendapatkan sumber informasi,Raja Thomas tak segan-segan menjalin hubungan balk dengan para misionaris Katolik.Dari tokoh-tokoh agama yang konsern itu beliau mendapatkan berbagai jenis bacaan.Beberapa surat kabar yang menjadi sumber informasi untuk dibaca saban hari di antaranya: Bintang Timoer, Java Bode,De Kurier,Nationale Komentar,Bentara,Kristoes Ratoe Itang dan Suara Katolik.

Nampaknya Raja Thomas telah paham betul bahwa kuasa tanpa pengetahuan dan kemampuan intelektual akan memojokkan sang penguasa dari lingkungan pergaulan yang lebih luas dan hanya berkubang di perairan sendiri. Untuk konsumsi pergaulannya dengan para misionaris dan penguasa asing ia juga harus punya pengetahuan yang lebih tentang apa saja, khususnya peta politik, karya misi dan perkembangan kekuasaan imperialisme.

Punya Lawan dan musuh

"Saya mengenal Raja Thomas sebagai seorang pemimpin yang punya cita-cita dan kemauan sangat besar untuk melakukan perubahan bagi Kerajaan Sikka balk dalam bidang sosial politik, pendidikan dan kesehatan, bidang ekonomi dan kesejahteraan serta tata pemerintahan. Tapi justru perjuangannya dalam mewujudkan berbagai harapan itu, mengundang banyak musuh dan rival politik", tandas Moat Lodo,sapaan akrabnya. Sebagai sopir pribadi raja, saya se-ring mengantar raja untuk pertemuannya dengan orang-orang Belanda balk misionaris maupun petinggi Hindia Belanda. Di istana kerajaan, saya juga sering menyaksikan betapa banyak tamu asing bertandang.Mereka disambut hangat oleh raja diruang tamu. Saya terkesima ketika mereka mengobrol dengan hangat dalam bahasa Belanda yang cukup kental. Raja Thomas punya banyak sahabat orang Belanda. Ketika pernikahan putrinya' Dona Martina Kanena da Silva (12 Juli 1938), saya diperintahkan untuk menjemput Pastor Raatz di Ende", kisahnya.

Raja Thomas juga menjalin hubungan baik dengan warga Tionghoa. Relasi beliau dengan kaum mata sipit itu juga merupakan ekspresi raja dalam men¬ciptakan ruang kondusif guna menyuburkan dunia perdagangan. Kedekatan raja dengan kelompok minoritas ini bukan sekedar perhitungan untung rugi melainkan prakondisi untuk menghidupkan sektor informal yang punya dampak positif terhadap perekonomian rakyat.Pada hari raya Tahun Baru Cina, pegawai kerajaan diperintahkan untuk potong sapi dan dibagi-bagikan kepada keluarga Tionghoa. Sebaliknya pada perayaan Tahun Baru Mesehi, keluarga Tionghoa mengantar bingkisan ke istana dan raja membagi-bagi bingkisan itu kepada semua pegawai kerajaan.

Walau dekat dengan orang Belanda khususnya pegawai Hindia Belanda, namun Raja Thomas selalu bersikap diplomatis dan penuh perhitungan politis. Bila tidak cocok atau beda pendapat,strategi raja adalah menentukan sikapnya secara proporsional. Beliau juga dikenal teguh berpendirian terhadap berbagai argumentasi yang penuh jebakan. Justru dengan bersikap demikian raja semakin disegani dan dihormati.Lingkungan para Kapitan apalagi. Mereka sangat semen dan menghormati Raja. Bahkan apa yang dikatakan raja selalu diterima sebagai yang benar. Tetapi Raja Thomas sebetulnya sangat terbuka terhadap setiap saran yang diusulkan oleh para kapitan dalam rapat bersama terutama bila ada masalah mendesak yang harus dibahas.Keputusan raja selalu mendasar pada pertimbangan-pertimbangan yang paling menguntungkan secara politis.

Karena kemauannya yang keras dan ketegar¬annya dalam berprinsip, Raja harus menerima konsekuensi hadirnya banyak musuh. "Saya ingat suatu ketika, Moat Wena Parera melayangkan surat proles kepada Raja. Setelah dibaca, Raja menjadi sangat berang dart langsung perintahkan agar Moat Wena dyebloskan ke dalam tahanan.Tapi Raja kemudian jatuh hati dart membebaskan Moat Wena serta menjanjikannya untukjabatan Kapitan".

Raja butuh sopir terpercaya

Keselamatan dan rasa aman adalah dua tuntutan dasar yang dipertaruhkan ke pundak seorang pengawal atau pengemudi kerajaan.Sebetulnya hal yang paling diperhitungkan raja dalam setiap perjalanan tugasnya bukan cuma otoritas dan kehormatan sebagai penguasa melainkan juga keselamatan. Semuanya itu bertumpuh pada pengawalan dan pengamanan para opsir, juga di tangan sang sopir.Jika raja tidak hendak mengikutsertakan para opsir atau pengawal maka sang pengemudilah satu-satunya jaminan keselamatan raja. Dari balik harapan sebesar itu,suatu ketika Don Thomas - sang raja berujar kepada Moat Lodo sopir pilihannya: "Saya butuh sopir terpercaya, untuk itu taruhan dalam setiap perjalanan saya adalah bila raja tidur di kasur, kamu juga harus tidur di kasur dan beristirahatlah bila raja beristirahat. Saya minum kopi susu, sopir juga harus minum kopi susu," begitu kenang Moat Lodo. "Demi memenuhi harapan raja itu, saya selalu berusaha menjalankan kemudi kendaraan raja dengan sebaik-baiknya sejak tahun 1938 saatmenjadi sopir raja pada usia 15 tahun”.

Ketika Raja Thomas menjabat Kepala Daerah Flores, saya merasa tertantang.Ruas bentangan jalan dari Flores Timur hingga Manggarai dengan kondisi lumpur,penuh jurang dan berbatu, menjadi ujian berat buat saya. Hidup dan keselamatan raja ada di tangan saya. Tumpuan harapan keluarga, isteri dan anak-anak saya bisa pupus jika saya celaka dalam perjalanan. Di balik itu, satu keuntungan yang kini jadi kenangan yang membanggakan adalah bahwa saya mengenal raja-raja Flores dan sanak keluarganya. Bahkan dalam kunjungan dinas lintas Flores saya menjadi "tokoh" incaran para informan raja-raja Flores. Mereka mencari saya untuk menanyakan berbagai informasi tentang sepak terjang kepemimpinan Raja Thomas, tentang watak, kebiasaan raja menjamu para tamu dan bagaimana beliau berdiplomasi. Saya juga pernah bertemu dan mengenal Bapak Kaya ketika mengantar dan menyertai Raja Thomas dalam perjalanan mengunjungi Raja Adonara itu di Sagu, Adonara Barat.

Ada kenangan romantis yang mengisi lembaran sejarah hidup Lodo da Lopez. Soal jodoh pun jadi perhatian raja. "Saya dgodohkan raja dengan seorang gadis, puteri Opzieger Pramoto. Bila saya nikah dengan gadis pilihan raja itu, akan mendapat hadiah satu bidang tanah". Mungkin raja berpikir bahwa dengan terpenuhinya dua hal itu dalam diri saya, hidup saya akan jadi lebih tenang dan mengemban tugas sebagai pengemudi dengan lebih baik. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Saya jadi bingung lantaran sang gadis yang dijodohkan bukanlah gadis pilihanku. Raja murung ketika melihat gelagat penolakan saya terhadap gadis berdarah Jawa itu. Biar tidak runyam suasana di kerajaan maka saya memilih mundur dari istana.Demikian tugas sebagai pengemudi kerajaan pun berakhir dan raja sangat kesal oleh sikap dan keputusan ini.

Hengkang dari istana, saya ditawari tugas baru, menjadi sopir Dai Nippon pada tahun 1942, awal invasi militer Jepang di Asia Timur.Menjadi sopir militer Jepang juga merupakan sebuah pengalaman yang unik. Saya mendapat banyak teman dari kalangan Tai (serdadu) Nippon. Salah seorang Tai yang menjadi teman akrab saya adalah Nakatzu. Persahabatan kami sangat akrab karena punya tahun dan tanggal lahir yang sama yaitu 2 Februari 1923. Tapi saya dan Nakatzu harus terpisah oleh perang yang tidak bersahabat di saat kekalahan Jepang. Semua Tai dan Heiho dipanggil pulang ke Maumere dan selanjutnya meninggalkan Indonesia. Semua peralatan perang seperti senjata, alat komunikasi dan uniform serdadu Jepang hams dikumpul, dipaketkan dan selanjutnya dimusnahkan sebagai bukti kekalahan tersebut. Sebagai sopir Jepang saya adalah satu-satunya orang Flores yang jadi saksi mata. Malam di akhir Agustus 1945, setelah sekutu Amerika membombardir kota Nagasaki dan Hirosima, sayalah yang mengantar paket-paket itu menuju perairan laut Flores. Nakatzu termasuk salah seorang Tai Nippon yang ditugaskan untuk memusnahkan paket perlengkapan perang Jepang di perairan antara pulau Flores dan Pulau Pemana.

Di akhir sepak terjang dan kekalahan Dai Nippon itu saya mendapat kecelakaan lalu lintas dan hams beristirahat selama 3 bulan.Tapi kekalahan Jepang juga adalah awal perjalanan pulang saya ke lingkungan istana.Atas permintaan Raja Thomas,saya diberi Rebewys atau Surat Ijin Mengemudi dan terhitung sejak akhir tahun 1945 mendapat kepercayaan untuk kembali jadi sopir mobil istana.Saya menyadari bahwa Raja Thomas tidak menaruh dendam dan sungguh menghonnat keputusan saya.Rupanya reputasi saya sebagai sopir terpercaya tetap diperhitung¬kan, dan beliau meminta saya kembali mengemban peran itu dengan pesan yang sama: "Raja dan Kepala "Daerah Flores tetap membutuhkan seorang sopir ter¬percaya."

Meskipun masa invasi Jepang hanya berlangsung 3 tahun tapi bara perang yang dinyalakan pasukan Tai Nippon sungguh menorehkan luka yang pedih. Pada bulan April 1942,nafsu tempur Tai dan Heiho Jepang mulai memberangus kota Maumere.Mulanya mereka meledakkan jembatan Kampung Kabor dan sasaran berikutnya adalah Patung Kristus Raja. Tapi kemegahan patung yang terletak di pertengahan ruas jalan Mgr. Soegiyopranoto sekarang ini, lebih kurang 100 m di ujung barat jembatan Kampung Kabor itu tak goyah sedikitpun oleh dahsyatnya ledakan bom pada medio April itu. Patung yang me¬nampilkan keagungan Kristus sebagai Raja dengan mahkota dan tongkat di tangan itu tetap tegak dan utuh.Lantaran itu, semakin memancing amarah para Tai Nippon.Malam harinya, para serdadu yang tengah kerasukan perang dan mabuk alkohol, merobohkan kemegahan patung itu dengan besi hingga patah dan jatuh. Sebagai sopir yang masuk dalam barisan Tai Nippon, saya menyaksikan tragedi yang melukai imanku sendiri dengan rasa takut. Patung Kristus Raja sesungguhnya tidak hancur oleh bom melainkan oleh kekerasan tangan besi para serdadu Jepang.

Kesaksian ini terasa penting untuk meluruskan kisah sejarah yang ditulis para tokoh Gereja terdahulu. "Pada Perayaan Nasional Tahun Maria 1988, Sekretariat Panitia Daerah menanyakan pada saga ihkwal kehancuran Patung Kristus Raja ini. Saya katakan patung itu tidak dihancurkan oleh bom tetapi dipukul oleh tentara Jepang. Narrum banyak orang tidak percaya dan Panitia masih meragukan sumber sejarah dan saksi mata. Padahal peristiwa penghancuran itu juga diketahui oleh Felix Hekopung. Kesaksian kami berdua tidak diakomodir oleh pihak dokurnentasi sekretariat panitia."

Lantas bagaimana peran sang otodidak Don Thomas selama inovasi militer Jepang? Moat Lodo yang juga disapa "Tiu Dagang" oleh sementara keponakannya, lantaran ikut kegiatan bongkar muat pada kapal De Reys, mengatakan bahwa sebagai kepala atau raja pada wilayah pendudukan Hindia Belanda hams takluk pada kekuasaan Jepang yang memenangkan perang Asia Timur Raya. Tapi otoritas beliau sebagai raja sangat diperhitungkan dan disegani Dai Nippon. Inilah kekuatan yang mengalir dalam setiap pertemuan diplomatisnya dengan Jepang sehingga masyarakat banyak tidak dikorbankan secara semena-mena.

Dicuplik dari dari buku karangan Bapak E.P. da Gomez-Oscar P.Mandalangi yang berjudul 'DON THOMAS PELETAK DASAR SIKKA MEMBANGUN'

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---