Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 21 June 2008

Ada Pentas Seni Kawula Muda di Barata..

Masyarakat di Kota Maumere malam minggu tanggal 21 Juni 2008 memenuhi parkiran depan Barata, pusat belanja murah yang diresmikan bulan Desember 2007 . Ada apa disana?Sttttttt…ternyata malam minggu ini ada pentas seni bagi para kawula muda kabupaten Sikka. Acara yang berlangsung dari jam 7 malam sampai dengan pukul 10 malam tersebut berlangsung meriah dengan diisi oleh berbagai band di kota Maumere, sanggar tari, dancer dan berberapa hiburan.


Warga kota yang memang haus dengan hiburan semacam ini menjelang malam telah mendatangi Barata dan memenuhi halaman parkiran.Ada yang datang dengan pasangannya,ada yang sekeluarga,ada yang sendiri saja(jomblo nih yeee) ada pula yang datang secara gerombolan dengan masing-masing gengnya.

Menurut Yeni Kabupung yang merupakan salah satu anggota dari tim Games Pro,acara ini dimaksud sebagai wadah untuk menampilkan bakat seni dikalangan anak muda sekabupaten Sikka yang menurutnya kurang diperhatikan di tanah sendiri. Dengan menggandeng beberapa pihak tersebut Yeni berharap semoga kegiatan ini bisa berlangsung terus secara regular di tanah Sikka. Yeni juga berharap agar pihak-pihak yang memiliki otoritas di kabupaten ini agar ikut serta memberi perhatian terhadap bakat seni anak muda Maumere.

Seturut dengan Yeni Kabupung, Inus Florasta yang juga merupakan salah satu tim dari Games Pro mengharapkan pula agar kegiatan postif semacam ini terus di kembangkan sehingga anak muda kabupaten Sikka bisa menyalurkan bakat seni dan kemampuan mereka lewat pentas-pentas seni yang diselengarakan.

Pelangi Band, Nidi band, Plur Band, Delta, Total Alaradalah beberapa band yang mengisi pentas semalam sedangkan sanggar dancer yang ikut serta memeriahkan acara malam tadi adalah Benza Dancer, Kamb’ja Dancer, Virgine Dancer sedangkan tarian Sikka dibawakan oleh sanggar Sora dari Koting dengan rancak dan cukup untuk membius penonton apalagi para penari tersebut masih berusia Sekolah Dasar. Acara pentas seni juga disi oleh hiburan dari Olga Cs yang cukup meriah dengan aksi-aksi kocak yang dibawakan di panggung.

Sempat juga ada Kelvin yang berasal dari Koting yang naik ke panggung untuk membacakan puisi yang menyentuh hati. Oya, Kelvin ini anak berumur 6 tahun yang cacat fisik(buta). Kelvin sempat membuat terharu para penonton dengan puisinya.

Ini foto-foto yang sempat kami abadikan semalam...

Plur Band


Anak SD lewat Sanggar SORA melestarikan Tarian Sikka





Olga cs,menghibur dengan lagu Naif 'bila kumati kau juga mati'



Masyarakat padati parkiran Barata




www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 20 June 2008

DINAS PENDIDIKAN TIDAK DUKUNG ANAK DIDIK

PRIHATIN PRIHATIN PRIHATIN !! Hanya itu yang bisa kami bilang,mau dibawa kemana masa depan anak bangsa di Kabupaten Sikka? Anggaran untuk yang lain malah keluar dengan deras,ah sudahlah,ini memang potret pendidikan di tanah kita sendiri,meang..itu saja !!Baca berita dibawah ini....

Sikap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang tidak memberangkatkan sembilan siswa untuk mengikuti Olimpiade MIPA tingkat NTT,dinilai sebagai sikap yang tidak mendukung anak didik di daerah itu dalam meningkatkan kualitas dirinya.

Penilaian ini dilontarkan salah seorang pemerhati masalah pendidikan di Kabupaten Sikka, Vinsensius Asno kepada Flores Pos di Maumere, Kamiss (19/6).
"Dari penjelasan kepala dinas maupun' Kasubdin Dikdasmen, memang terungkap ada salah urus di lembaga itu. Tetapi saya berani mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka sama sekali tidak mendukung anak didik di daerah ini," kata Asno.


Mestinya, kata dia, tidak perlu ada alasan tidak ada uang untuk memberangkatkan siswa yang ikut olimpiade. Sebab, ditingkat nasional maupun di semua daerah, anggaranpendidikan naik dari tahun ke tahun.Hal ini menjadi ironi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sikka.

"Seharusnya tidak ada kata tidak untuk anggaran pendidikan. Apalagi ini untuk peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak didik. Kita berharap masalah ini tidak akan terulang lagi di masa-masa mendatang,"kata Asno.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Sikka ini menambahkan,peristiwa yang menimpa sembilan peserta olimpiade mungkin bagi segelintir orang di Dinas Pendidikan Sikka dianggap masalah sepele, tetapi menjadi preseden buruk bagi para guru, orang tua, dan menurunkan motivasi bagi anak didik. Dia berharap ke depan penempatan staf di Dinas Pendidikan setempat harus dari orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, meskipun mereka umumnya berkutat dengan urusan administrasi.

"Betul bahwa para staf di Dinas Pendidikan itu memang tenaga administrasi.Tetapi kalau mereka tidak punya kecintaan terhadap dunia pendidikan, bisa hancur pengelolaan pendidikan di daerah ini. Sebab, bagaimanapun kendali administrasi pendidikan ada di tangan mereka," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Robert da Silva yang dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, ketidakberangkatan sejumlah peserta olimpiade itu memang di luar dugaannya. Sebab,seminggu sebelumnya ia telah mendisposisikan kepada bendahara di kantor itu untuk mengurus keuangan peserta Olimpiade MIPA, termasuk tiket keberangkatan.(FLORES POS)


Selengkapnya...

Empat SLTA Lulus 100 Persen..

SMK Budi Luhur I Lulus 5 Persen

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Kamis (19/6) mengumumkan kelulusan siswa SLTA sekabupaten Sikka. Dari 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada,SMK Budi Luhur I Maumere masuk kategori terendah kelulusan siswanya di mana dari 39 peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) hanya 2 siswa yang lulus atau 5,13 persen.

Sedangkan 2 SMK yang lulus 100 persen yakni SMK Santa Elisabeth Lela dengan jumlah siswa 48 orang dan SMK Tawa Tana dengan jumlah siswa 7 orang.Persentasi kelulusan SMK lainnya: SMK Sint Gabriel (96,02%). Disusul SMKN Talibura (95,65%), SMK Yohanes XXIII (94,25%), SMKN I Maumere (89,33%), SMK Bina Maritim (82,86%), SMK Budi Luhur II (54,29%), SMK St. Thomas (44,25%), dan SMK Yapenrays (11,76%).


Untuk SMA, yang lulus 100% ada dua sekolah yakni SMA Muhammadyah dan MA AT Taqwa. Disusul SMAN I Maumere dengan persentasi kelulusan (95,951%), SMA Santa Maria (93,023%), SMA Alvares (85,185%), SMAK Frater (84%), SMAN II Maumere (74,074%), SMAN Talibura (62,5%), SMAN Nita (55,556%), SMAK Bhaktyarsa (54,478%, SMA PGRI (45,455%), SMAN Bola (43,75)%, SMAK Sint Ga¬briel (35,417%), SMA St. Petrus (33,333%), dan SMAK Yohanes Paulus II (21,721%).

Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Yohanes Rana kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/6) menjelaskan dari 1.527 siswa SMA, sebanyak 603 di antaranya tidak lulus. Persentasi kelulusan siswa SMA 60,51%. Sedangkan dari 955 siswa SMK yang tidak lulus sebanyak 185 orang. Persentasi kelulusan siswa SMK 80,63%.


Diakuinya, persentasi kelulusan SMK mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun lalu sebesar 75,02%.Sedangkan persentasi kelulusan SMA hampir sama tahun lalu 62,06%.

Kepada siswa-siswi yang tidak lulus, Rana menyarankan untuk menyiapkan diri ikut ujian paket C dalam waktu dekat. "Siswa harus belajar keras agar lulus ujian paket C," katanya.(FLORES POS)


Selengkapnya...

56.499 Pemilih di Kabupaten Sikka Tidak Coblos

Dari Sikka dilaporkan, sebanyak 56.499 dari 187.603 pemilih terdaftar di Kabupaten Sikka tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT, 14 Juni lalu.
Hal ini diketahui dari hasil rapat pleno perhitungan dan penetapan perolehan suara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT oleh KPU Sikka yang dilaksanakan di Aula Kantor Ca-mat Alok, Rabu (19/6).

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Sikka ini,jumlah pemilih yang menggunakan suaranya pada saat pencoblosan sebanyak 131.104 pemilih. Dari jumlah ini,suara sah sebanyak 128.288, sedangkan suara tidak sah berjumlah 2.816.


Ketua KPU Sikka, M.P. Robby Keupung yang dimintai konfirmasinya usai rapat pleno KPU mengatakan,ada berbagai faktor yang menyebabkan banyak pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada saat pencoblosan.Namun semuanya itu karena kurang sosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk kondisi KPU Sikka, kurangnya sosialisasi ini terkait dengan mepetnya waktu persiapan Pilgub dengan pemilihan bupati dan wakil bupati Sikka.Ini yang menyebabkan sosialisasi tidak berjalan maksimal," katanya.

Sementara itu kondisi di luar KPU Sikka yang turut mempengaruhi warga tidak menggunakan hak pilihnya adalah adanya sikap apatisme masyarakat untuk datang ke TPS meskipun mereka sudah memegang kartu pemilih. "Faktor lain, kurangnya interaksi antara partai pengusung calon dengan konstituennya serta kegiatan kampanye yang hanya berpusat di ibukota kabupaten," kata Keupung.

Terpaut 5.482 Suara

Berdasarkan hasil pleno KPU Sikka, perolehan suara pasangan Ibrahim Agustinus Medah - Paulus Moa (Tulus) dengan pasangan Frans Lebu Raya-Eston Foenay (Fren) terpaut 5.482 suara. Tulus meraih dukungan terbanyak yakni 60.294 suara, sedangkan Fren mendapat 54.812 suara. Pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo ( Gaul ) mendapat 13.162 suara.

Paket Tulus menang di 12 kecamatan dari 21 kecamatan yakni Alok Timur,Kangae, Kewapante,Hewokloang,Bola,Doreng, Waigete,Waiblama,Palue,Nele,AlokBarat dan Alok. Sedangkan sembilan kecamatan lainnya dimenangkan paket Fren yakni Paga, Mego, Tanawawo,Lela,Nita,Koting,Magepanda,Mapitara dan Talibura.

Anggota KPU Sikka, Vivano Bogar mengatakan, hasil rapat pleno KPU tentang penetapan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur segera di bawah ke Kupang untuk disampaikan dalam rapat pleno KPU NTT. "Hari ini hasil rapat pleno langsung di bawah ke Ku-pang. Besok akan dilakukan rapat pleno di tingkat KPU NTT," kata Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan suara ini.(FLORES POS)

Selengkapnya...

Fren Unggul di 8 Kabupaten

Hasil pleno penghitungan suara di 19 KPUD kabupaten/kota menunjukkan, paket calon Gubernur NTT periode 2008-2013 dari PDIP, Frans Lebu Raya - Esthon L Foenay (Fren) unggul di 8 kabupaten, Gaul menang di tujuh kabupaten dan lima kabupaten lainnya Tulus unggul.

Demikian data hasil penghitungan suara di 19 kabupaten/kota yang diperoleh Kamis (19/6/2008).Sementara KPUD Kabupaten Kupang sampai kemarin, belum menggelar rapat pleno.Dari jumlah perolehan suara, termasuk hasil sementara di Kabupaten Kupang yang belum diplenokan dimana Tulus unggul (lihat tabel), Fren masih di posisi teratas disusul Tulus dan Gaul.

Dari sisi jumlah perolehan suara per kabupaten/kota, Fren menang di Kabupaten Belu, TTU, Kota Kupang, Sumba Timur, Lembata, Flotim, Ende dan Ngada. Sementara Gaul menang di Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Nagekeo. Lima kabupaten lainnya yang dimenangkan Tulus adalah Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Alor dan Sikka.

Sementara dari sisi total perolehan suara, termasuk Kabupaten Kupang yang belum diplenokan (masih data sementara yang belum diplenokan), Fren menang dengan 760.733 suara, disusul Tulus yang diusung Partai Golkar dengan 686.381 suara dan Gaul memperoleh 582.367 suara.

Kabupaten Kupang merupakan satu-satunya kabupaten yang belum menyelesaikan rekapitulasi karena rekapitulasi penghitungan suara enam kecamatan di Pulau Sabu dan Kecamatan Amfoang Utara baru tiba di KPUD setempat, kemarin sore. Sesuai rencananya, KPUD Kabupaten Kupang melakukan pleno hari ini, Jumat (20/6/2008.(Poskupang)
Selengkapnya...

Wednesday, 18 June 2008

Melihat Sedikit Nian Tana...

Kabupaten Sikka memang kaya akan adat,budaya dan tarian serta berbagai pantai yang indah,sementara ini mari sama-sama untuk melihat foto-foto koleksi dari seorang sahabat kami.

Meski banyak orang luar yang belum tahu Maumere itu dimana atau Maumere itu apa sih namun mulai saat ini mari kita sama-sama mengenalkan Maumere kepada semua orang hingga tidak ada lagi kita dengar cerita-cerita miris seperti pengelaman gadis luar yang bernama Fitria tersebut.


Lihat foto-foto dibawah ini yang diambil beberapa tahun lalu....



Patung Maria Bunda Segala Bangsa


Maumere Dari Nilo


Dari Sea World..


Pantai Kajuwulu


Wodong Beach


Pantai Barat Maumere


Wodong Beach


Dari Sea World..


Sunset Di Pantai Barat..


Kampung Tradisional Wuring

Wisung Fatima Di Lela

Gereja tua di Sikka


Barang Antik Di Museum Bikon Blewut


Gading Besar(Bikon Blewut)

Jong Dobo(Foto Asli)

Toja Bobu,Tarian Peninggalan Portugis

Pasangan Berpakaian Adat Sikka

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

TULUS Unggul di Kabupaten Sikka..

Paket TULUS yang mengusung Ibrahim Agustinus Medah sebagai calon Gubernur dan Paulus Moa sebagai calaon Wakil Gubernur menyalib perolehan sementara perhitungan suara Pilkada NTT dikabupaten Sikka yang sebelumnya sempat dipimpin oleh Paket FREN yang mengusung Frans Lebu Raya sebagai calon Gubernur dan Esthon Foenay sebagai calaon Wakil Gubernur NTT.



Dalam perhitungan suara yang dikeluarkan oleh KPUD Sikka sampai dengan pukul 23.00 waktu indonesia bagian tengah,Paket TULUS yang mengusung salah satu putera terbaik tanah Sikka Bapak Paulus Moa sebagai calon wakil gubernur memimpin angka perolehan suara dengan perolehan suara sebanyak 53.837 suara diikuti Paket FREN dengan perolehan suara sebanyak 49.141 suara pemilih sedangkan Paket GAUL berada di urutan ke tiga perolehan suara yakni sebesar 11.099 suara.

Perolehan perhitungan suara yang dikeluarkan KPUD Sikka malam tadi tersebut masih minus kecamatan PalueE yang belum masuk sampai dengan berita ini diturunkan.Tapi melihat hasil sementara yang sudah dikeluarkan sepertinya Paket TULUS unggul di Kabupen Sikka.

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---