Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 12 July 2008

Menyaksikan Keelokan Senja Nusa Flores dari Atas Kapal..

Tiupan angin kencang dan hawa dingin yang menyapa disertai deburan ombak pantai dengan suara riuhnya selaksa nyanyian seorang perindu mengiringi lepasnya tambatan KM Awu dari pelabuhan Sadang Bui menuju samudera luas.Bagaikan titik kecil yang tak bearti apa-apa ditengah kebesaran alam,KM Awu melaju membelah pantai utara Maumere yang elok disertai ikan-ikan kecil yang mengiringi sang saujana disisi-sisinya.Matahari yang indah dengan kilau sinarnya yang mulai meredup menambah keindahan pemandangan yang terlukis bagai bola api yang menaungi jagat samudera Nuhan Flores.



Pukul 4 lewat 30 menit sore hari,sang kapal mulai mendekati pijar mentari yang mulai turun bagai bola api raksasa yang seakan ingin membakar pulau kecil Pemana.Lensa kamera bersiap-siap dan jepret..jepret..satu dua foto di ambil.Senja yang indah,senja yang begitu indah akhirnya terekam juga.

Kapal melaju terus membelah samudera luas sampai akhirnya memasuki wilayah Flores bagian timur dan lukisan alam hasil karya sang pencipta seakan selalu ingin dinikmati dan tidak ingin terlewatkan.Sekali lagi lukisan indah itu diabadikan lewat foto-foto dibawah ini.Maumere menuju Flores bagian timur dengan alam yang begitu indah seakan tak ingin hilang dari ingatan seakan tak ingin hilang dari bayangan.Tanah Flores bagaikan bidadari cantik yang belum terjamah,bagaikan sang dara yang lagi berkembang,masih perawan.
Jika anda menuju Flores jangan kaget melihat pesona alam yang luar biasa,bagaikan Pulau Bali yang masih tertidur.....

Foto-Foto yang sempat di ambil Mo'at Boim saat berangkat ke Kupang..

Di jepret dari Sadang Bui

Seakan membakar pulau Pemana..

Pulau kecil Koka,dihuni burung-burung laut









Menakjubkan..





Nian Tana..




Memasuki Wilayah Flores Timur.....

Senja bersama Gunung Ile ape,Lewoleba..














Posting :Oss --- Foto-Foto : Boim
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Desa Sikka Dapat Bantuan Dari Portugal..

Pemerintah Portugal melalui Instituto Portugues de Apoio ao Desenvolvimento(IPAD) membantu pembangunan tambatan perahu sebasar Rp.299 juta didesa Sikka,kecamatan Lela.Pembangunan telah selesai dan siap dimanfaatkan para nelayan diwilayah itu untuk peningkatan usaha mereka.


Bangunan tambatan perahu terletak dibagian timur dusun Sikka seluas 2500 meter persegi dengan panjang bagian depan 25 meter dan bagian samping belakang 50 meter.Bangunan yang dibuat sangat kokoh dan disesuaikan dengan kondisi gelombang ganas.Sarana tambatan perahu ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas penerangan seperti 2 tiang listrik dan enam tiitk lampu berkekuatan 6.000 watt.

Bangunan tersebut sebagai salah satu wujud kerja sama antara pemerintah Portugal dan pemerintah Kabupaten Sika yang dirintis pemerintah sebelumnya.Bangunan tambatan perahu itu mulai dibangun 18 April 2008.Secara teknis,kontruksi bangunan bagian depan dibuat dari beton bertulang dan beton rabat k125 dengan ketinggian 4 meter dan menggunakan batu kali.

Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk memudahkan para nelayan menambah perahu dan sarana yang ada dapat memberikan perlindungan pantai diwilayah itu dari hantaman gelombang dan abrasi.
Menurut Kepala Desa Sikka Hipolitus Agustalis dan ketua BPD Sikka Agustinus Nong keberadaan sarana tambatan perahu itu sangat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan setempat.Dari 355 KK di wilayah tersebut sebanyak 67 KK diantaranya berprofresi sebagai nelayan.Merka memiliki 29 unit perahu deng rincian perahu berbobot 1-2 ton sebanyak 3 unit dan 500-800kg 1 unit dan perahu berbobot 100-200 kg sebanyak 25 unit.
Ketua BPD Agustinus Nong dan para nelayan serta kepala dusun setempat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Portugal melalui IPAD yang peduli terhadap nelayan di Sikka.


www.inimaumere.blogspot.com

Selengkapnya...

Thursday, 3 July 2008

Agatha Trisnawati, Membela Tim PON NTT Lewat Pencak Silat

Malam itu kami mengunjungi tempat pemusatan latihan Perguruan Silat Perisai Diri yang berlokasi di belakang Gereja Misir, Maumere. Tempat latihan dengan ruangan yang cukup luas itu ternyata telah melahirkan beberapa juara nasional maupun daerah lewat cabang pencak silat.
Perguruan Silat Perisai diri juga mewakilkan salah satu anak didik terbaiknya untuk membela tim PON NTT.
Ketika memasuki ruangan latihan dan mengambil tempat duduk dibelakang, dara manis kelahiran kewapante 21 mei 1989 yang bernama lengkap Agatha Trisnawati sedang melakukan gerakan-gerakan beladiri lewat nomor seni tunggal dengan diawasi sang pelatih yang juga kelahiran Maumere, Yoseph Otu.

Ya,Agatha Trisnawati merupakan satu-satunya atlet asal tanah Sikka yang ikut serta dalam rombongan tim PON NTT ke Kalimantan.

“Tiga menit “teriak sang pelatih. Waktu tersebut telah menunjukan waktu yang tepat bagi Agatha yang menyelesaikan latihan nomor seni tunggalnya. Agatha pun beristirahat dan digantikan oleh pesilat yang lain.

Agatha yang biasa dipanggil Meme oleh rekan-rekannya bersedia memberikan waktunya sebentar untuk kami kula babong (berbincang) dengan kami.

Dalam rangka persiapan Tim PON NTT ini Agatha dilatih oleh para pelatih dari Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Sikka yakni Yoseph Otu, Gideon dan Nelson Leki. Juga terlihat Ni Putu Yuliarsi yang juga merupakan mantan juara dunia dari Bali yang memberikan waktunya untuk memoles Meme.

Sebelumnya, sebulan lalu Agtaha dalam seminggu dikunjungi dan dilatih oleh Pelatih Nasional dari Jakarta Fahmi Fadli yang memang diperbantukan untuk memoles Agatha.

Menurut Pelatih Yoseph Otu Agatha secara teknis telah siap untuk bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVII dengan target medali emas untuk tim PON NTT. Cuma kendala mental yang masih terus di poles dan tingkatkan menjelang keberangkatannya.

Agatha masuk perguruan silat Perisai Diri tahun 2002 saat masih duduk dibangku kelas dua SLTP. Bulan Oktober tahun 2003 Agatha mengikuti Kejuaraan Silat versi Perisai Diri dan menyabet Juara I.

Tahun yang sama Agatha menuju Bali untuk mengikuti Kejuraan Silat nasional namun gagal . Menurutnya kegagalan tersebut merupakan pengelaman berharga untuk terus mengasah kemampuannya.
Tahun 2004 mengikuti kejuaran international untuk Kategori Serang Hindar.
Tahun 2005 Agatha menyabet Juara I versi Serang Hindar di Kejuaraan Perisai Diri yang diikuti pesilat-pesilat dari kawasan Flores, Lembata, Rote Ndao,

Tahun 2006 Juara 1 versi Serang Hindar di Kejuaraan Perisai diri se NTT. Kemudian mengikuti POPDA(Pekan Olah raga Pelajar Daerah) di Kupang dan menyabet juara 1 untuk versi seni tunggal.

Setelah itu megikuti Popda, Agatha kemudian mengikuti POPWIL (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah) 3 yang diikuti pesilat-pesilat dari daerah Jawa Timur, NTB, NTT, SULSEL, SULTENG juga merebut juara 1.Selanjutnya mengikuti PraPon wilayah IV dan menyabet juara 2 .

Agatha juga mengikuti POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) mewakili NTT. Dikejuaraan tersebut Agatha mendapati lawan-lawan tangguh seperti dari DKI, Kaltim, Jatim namun Agatha berhasil menyabet juara IV.

Agatha yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Yoseph Tarsisius asal Lio Ende dan mama Pricilla Celly asal Bola, Maumere bertekad mengalahkan lawan-lawannya. Tak ada rasa takut meski lawan yang dihadapi merupakan para juara dunia dari daerah-daerah tangguh seperti DKI, Bali, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Kaltim.
Namun dengan persiapan matang dan polesan para pelatih nasional dan daerah Agatha siap untuk bertarung di Kaltim.

Agatha yang berdomisili di kawasan Perumnas kota Maumere meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat NTT dimana saja berada agar bisa memenuhi target yang dibebankan kepadanya.

Wajar bila target emas dibebankan kepadanya lewat cabang silat sebab selama ini hasil terbaik cabang silat adalah perak.
Seperti dituturkan oleh pelatih Yoseph Otu,Pelatih Silat Nasional Fahmi Fadli ketika menangani Agatha melihat bahwa anak ini mempunyai bakat yang luar biasa dan yakin kalau Agatha akan bisa bersaing di PON mendatang.
Fahmi Fadli jugalah pelatih yang telah melahirkan banyak juara dunia yang beberapa nantinya akan menjadi lawan Agatha di PON mendatang.

Ya, lewat nomor Seni Tunggal cabang silat, Agatha siap membela NTT dan siap bertarung di Kaltim. Kita nantikan saja kiprahnya.

Lewat perguruan silat Perisai Diri cabang kabupaten Sikka juga telah melahirkan pesilat pesilat masa depan NTT seperti Oktovianus Mauritius sikecil berusia sekolah dasar yang merupakan juara 1 Nasional usia dini 2006 di Jakarta dan Bonafasius Yan Nurak juara 3 Nasional usia dini.

Ada pula Ibnu ,9 tahun,anak dari pemilik warung Bangkalan di kota Maumere yang akan bertarung di kejuaraan Nasional mendatang lewat nomor serang hindar.
Ya,mereka semua merupakan aset kabupaten,propinsi dan nasional yang harus terus di kembangkan dan di beri perhatian untuk membawa nama harum daerah dan bangsa kita.


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 2 July 2008

SANTO THOMAS MORUS Martir Teladan Bagi Para Politisi

Baru saja Margareth datang ke Maumere untuk sesuatu yang mulia,konser amal bagi pembangunan gereja St.Thomas Morus.Namun siapakah Santo Thomas Morus?Ini sebuah riwayat singkat sang martir yang rela mati demi suatu kebenaran.

Bukan suatu kebetulan kalau Umat Katolik di Kelurahan Beru, Kota Maumere, pada tanggal 14 Pebruari 1971 telah membangun sebuah Paroki di jantung ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Sikka dengan memilih nama pelindungnya SANTO THOMAS MORUS, saksi kebenaran dan kebebasan hati nurani manusia. Tahun ini, paroki yang dihuni oleh para pemimpin teras Kabupaten Tahun Maria ini, genap berusia 37 tahun. Maka tulisan ini diangkat untuk mengkaji dan mempertanyakan kembali: Mengapa dan untuk apa Paroki ini dibaptis dengan nama THOMAS MORUS ??.


Pada tahun 1935 Sri Paus Pius XI menobatkan THOMAS MORUS menjadi kudus, santo dan diperingati setiap tanggal 22 Juni. Pemuka-pemuka umat memilih THOMAS MORUS, seorang kudus yang pernah hidup sebagai umat biasa, punya istri anak. Seorang kudus dari kalangan kaum awam, yang teladan hidupnya diharapkan dapat menjadi contoh bagi umat yang berdiam di ibukota Kabupaten Sikka ini. Seorang tokoh begawan dan negarawan yang dapat memberi teladan dan memahami cara hidup pegawai, pejabat pemerintah dan kaum politisi. Seorang tokoh yang hidupnya penuh dengan kesibukan urusan duniawi, namun tetap mempertahankan kesucian dan kemurniannya. Hidup penuh integritas.

THOMAS MORUS lahir tahun 1477 di London, ibukota negara Inggris Raya. Dibesarkan dalam rumah yang megah dan kuat dari kalangan kaum menengah. Ia bukan bangsawan, tapi putra seorang advokat yang berpengaruh. Sejak kecil THOMAS MORUS bergaul dengan masyarakat golongan saudagar dan profesi lain yang paling banyak meraih keuntungan dari situasi ekonomi jaman itu. Dalam studinya ia berhasil tampil sebagai seorang ahli hukum dan politikus yang terkenal. Dalam berdebat ia tak pernah kenal menyerah. Ia luwes dalam bergaul, senang melucu dan bersenda gurau. Ia menjalin hubungan dengan kaum intelek di benua Eropa. Ia menjadi seorang kawan yang akrab dari Raja HENRY VIII, dan karena itu ia diterima dalam pergaulan "jet set" di kalangan istana. THOMAS MORUS yang kaya, pintar, selalu berhasil, muncul dan berdiri dengan kokohnya diatas piramida suatu masyarakat Inggris yang feodal, situasi gereja yang korup, dan kekuasaan totaliter Raja Inggris. Dari ketenarannya, kecerdasan dan profesinya itu, ia termasuk orang yang senantiasa diberkahi oleh "Dewi Fortuna".

THOMAS MORUS mengawali karyanya sebagai seorang ahli hukum dan pembela perkara, sambil menjadi penceramah terpuji tenting hukum dan teologi, dalam usia yang sangal muda, 22 tahun. Ketika mencapai usia 33 tahun, ia menjadi hakim pembantu di kota London, lalu diangkat menjadi Menteri Muda Keuangan pada usia 44 tahun. Sebagai Ketua DPR Pusat, tahun 1523, ia memperjuangkan hak para anggota dewan legislatif itu "untuk bebas berbicarn dalam sidang lembagn perwakilan rakyat".

Pada tahun 1529 beliau diangkat menjadi Perdana Menteri Inggris. Untuk pertama kalinya sejak berdirinya "demokrasi monarkis", seorang awam bukan Uskup diangkat dalam posisi jabatan tertinggi sesudah Raja. Akan tetapi THOMAS MORUS minta berhenti dari jabatan terhormat itu pada tahun 1532 dengan alasan kesehatan. Tapi sebenarnya, karena ia tidak setuju dengan undang-undang yang mewajibkan orang bersumpah kepada Raja Henry VIII untuk mengakuinya sebagai pemimpin tunggal dalam negara, termasuk mengakuinya sebagai pemimpin gereja di Inggris, lepas dari kekuasaan universal Sri Paus sebagai Pemimpin Gereja Katolik Sejagad Raya. Disitulah pangkal "kcjatuhan"dan awal dari proses pengadilan yang menghantarkan orang yang punya kepribadian ini naik ke tiang gantungan. Sejak tahun 1533 ia tinggal menyendiri bersama keluarganya. Hidup sederhana dengan banyak menulis, dan tidak pernah lagi mengangkat suara melawan Raja Henry VIII yang bertindak semakin brutal dan otoriter. Oleh pemutarbalikan fakta, dengan suapan uang dan saksi palsu yang diatur oleh kaki tangan Raja, THOMAS MORUS dipenggal kepalanya di muka umum pada tanggal 6 Juni 1535.
Apa pasal hukuman yang kejam itu ?? Bermula dari masalah di sekitar perkawinan Raja Henry VIII dengan putri Khaterine, janda kakak kandungnya, dan kemudian kencan gelap sang Raja dengan Anna Boleyn, gadis istana berusia 19 tahun. Rentetan dari kasus perkawinan ini, kekuasaan Sri Paus di Roma tidak diakui. Diproklamirkan kekuasaan mutlak sang Raja sebagai pemimpin politik dan pemimpin Gereja Inggris.

Dengan penuh ketakutan, para uskup pun menyerah kepada Raja. Pada saat yang demikian, hanya seorang yang dapat melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan oleh Raja Henry VIII sebagai satu kesalahan besar, dan orang itu adalah THOMAS MORUS, Perdana Menteri Inggris. Dia berupaya untuk meluruskan jalan bengkok yang ditempuh Raja, namun ditolak oleh Raja dan para pengikutnya; bahkan para Uskup dan Imam mengkhianatinya. Latar belakang segala peristiwa inilah yang membuat THOMAS MORUS menjadi semakin teguh pendiriannya, lalu mengambil keputusan mundur dari jabatan Perdana Menteri. Suatu keputusan yang didorong oleh bisikan suara hati nuraninya yang ia pegang dengan segala kekuatan yang dimilikinya biarpun semua orang lain dengan takut dan terpaksa harus mengikuti arcs situasi dan kondisi zaman itu.

Disitulah tertanam rasa harga diri yang semakin kokoh kuat dalam kepribadian THOMAS MORUS. Ia tak pernah mau menjual dirinya secara murah hanya demi kedudukan dan uang. Ia mengetahui dengan hakul yakin, apa yang boleh diserahkan kepada orang lain, dan apa yang harus dipertahankannya. lapun sadar dan mengerti bahwa sampai berapa jauh ia boleh berkompromi. Dan ia telah berkompromi cukup jauh, namun akhirnya ia berhenti berkompromi, karena ia tahu dimana batas-batasnya. Berdiri tegak dengan pendiriannya yang tegar, ia akhimya mengundurkan diri dari segala kompromi, dan tinggal kesendirian dengan sikap pribadinya yang mendalam, bagian yang tidak diserahkannya kepada siapapun.

THOMAS MORUS tidak mengejar mahkota seorang martir, tapi iapun tahu apa yang tidak boleh ia kompromikan. Ia cerdas dalam berpolitik, bersilat lidah dan beradu argumen agar tidak terkena amarah sang Raja Diraja atau hukuman undang-undang, tapi sekali lagi ia tahu batas komprominya itu. Jiwanya dinilai amat mahal untuk dapat dipermain gilakan orang lain. Ia yakin bahwa seluruh perjalanan sejarah Gereja membenarkan sikapnya. Namun, ia mati seorang diri, bahkan ditinggalkan oleh istrinya yang tercinta dengan umpatan yang tajam dan kejam: "Suami macam apa engkau ini ?! Apakah hati nuranimu dapat membenarkan engkau membiarkan istrimu dan anak-anakmu terlantar tanpa perlindungan seorang ayah ?". Dan kata-kata pahit itu tetap bergema ditelinganya sampai di tiang gantungan. Ia meninggal tanpa dukungan dan dampingan seorang Uskup atau Imam, karena semuanya telah menyerah kepada paduka Raja. THOMAS MORUS menaruh nyawanya di atas panggung kematian sebagai suatu jaminan tentang KEBENARAN dan KEADILAN. Ia tahu akan batas-batas kompromi.

Apa sebabnya tokoh THOMAS MORUS ini masih berpengaruh hingga sekarang, dan bahkan Parlemen Inggris telah membangun baginya sebuah monumen ?? Tidak cukuplah halaman SUARA PAROKI ini membentangkan seorang THOMAS MORUS sampai menyeluruh dan menjelimet. Pelajaran dari apa yang ditangkap diatas adalah, bahwa kini, di abad komputer dan teknologi yang semakin canggih ini, umat kita sangat membutuhkan banyak THOMAS MORUS baru.


(Suara Paroki St. Th. Morus, Februari 1996)/Buku 'Menantang Badai di Bumi Tsunami'-Bapak EP da Gomez
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 1 July 2008

Konser Amal Margareth Meriah....

Margareth Siagian, peraih Juara II Mamamia Indosiar tahun 2007 mampu menghayutkan ribuan penonton yang datang di Gelora Samador untuk menyaksikan secara langsung konser amal sang dara cantik pujaan para ibu dan ABG ini.
Konser Amal yang mengambil tema Solidaritas Bagi Sesama Untuk Penggalangan Dana Bagi Pembangunan Gereja Paroki St Thomas Morus Maumere berlangsung sangat meriah. Tiket yang dijual dengan harga Rp 5.000 untuk umum dan Rp 100.000 untuk undangan habis terjual. Setiap sudut stadion hampir terisi penuh oleh ribuan penonton yang didominasi oleh ABG dan para ibu. Sejauh mata memandang yang terlihat cuma kepala para penonton. Sangat luar biasa.




Menjelang malam masyarakat telah mendatangi kawasan stadion. Antrian para penonton yang membludak terlihat di setiap loket penjualan karcis dan semua pintu masuk stadion. Sebelumnya, sore hari Margareth diarak keliling kota dengan mobil bak terbuka melintasi jalan-jalan utama di kota Maumere.Margareth juga melakukan sesi tanya jawab dan jumpa fans lewat siaran yang dipancarkan secara langsung oleh radio Sonia FM dan dipandu oleh Lucky Rener.

Konser amal Margareth ‘Mamamia’ ini disponsori oleh PCP (Prima Citra Permai) yang bergerak di bidang usaha furniture dan elektronik dan didukung oleh FIF, Suara Nipa FM dll. Melihat kondisi gereja St Thomas Morus yang masih belum selesai-selesai juga pembangunnya sejak gempa meluluhlantakan Pulau Flores desember 1992, maka patutlah kita berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah sengaja mendatangkan sang bintang untuk mengumpulkan sumbangan dana bagi pembangunan gereja lewat konser amal ini.

Setelah tampilnya para artis lokal lewat Sparky, Reband dan Pelangi serta artis lokal lainnya seperti Yenny Kabupung bersama Game’s Pro, menjelang pukul sembilan lewat, Margareth yang tampil cantik dengan kostum panggung menawan berwarna merah naik keatas panggung dan disambut tepuk tangan membahana serta teriakan histeris para penonton. Dengan MC kawakan Lucky Rener yang mengiringi sang bintang mamamia ini maka kehadiran Margareth di panggung mampu dihidupkan meski suasana malam hari terasa diselimuti hawa dingin.

Tanpa basa-basi Margareth langsung melantunkan lagu pembuka yang diambil dari albumnya sendiri.Lagu yang berjudul ‘Tak Tahan Sepi’ mampu membuat penonton terkesima. Lagu berirama mellow tersebut dibawakan dengan kualitas vocal yang sempurna dan dinyanyikan dengan penuh perasaan.
Ketika Margareth mencoba maju kebibir panggung tak pelak lagi para penonton abg langsung maju menyambut Margareth dengan histeris.Tentu saja security dari pihak panitia langsung maju menutup gerak para penonton muda ini yang mencoba menyalami sang pujaan. Kilatan lampu kamera dari para penoton pun tak ketinggalan menyambut bintang kesayanganya yang selama ini hanya mereka saksikan lewat layar kaca.

Setelah lagu ini dibawakan, Mama Saida yang juga merupakan pujaan para penonton tampil ke panggung. Lucky Rener yang sudah malang melintang sebagai pembawa acara dipentas-pentas lokal langsung menyambut Mama Saida dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat ibu kandung dari Margareth ini harus tersipu-sipu malu.

“Saya grogi berada diatas panggung ini”kata mama Saida terbata-bata.

Mama Saida juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Maumere yang telah hadir menyaksikan konser amal ini. Mama Saida tidak menyangka begitu besar minat masyarakat Maumere untuk datang menyaksikan konser amal dari sang buah hatinya dan ini membuatnya terharu.

Kemudian bersama ibunya, Margareth kembali membuat penonton terkesima degan lagu berikutnya. Lagu yang diambil dari milik penyanyi papan atas Agnes Monica mengalir membahana memenuhi setiap rongga stadion gelora samador. Lagu berjudul ‘matahariku’yang menutut kualitas vocal yang teruji mampu dibawakan oleh Margareth dengan mulus. Berikutnya diteruskan dengan lagu berirama agak sedikit ngerock milik band terkenal Radja. Lagu berjudul ‘Patah Hati’ini langsung memanaskan suasana. Margareth mencoba untuk mendekati penonton yang berada dibawah panggung. Penonton yang memang sudah menunggu kesempatan ini langsung mendekati sang bintang dengan antusias. Namun pihak keamanan panggung langsung pele(menghadang) mereka semua. Meski ada sedikit kekecewaan dari penonton namun semuanya terbayar lunas dengan keramahan Margaret, kemanjaan Margareth yang khas abg serta kecentilannya dia diatas panggung yang membuat suasana terasa lain. Margareth mampu menghanyutkan para penonton.

Setelah lagu ketiga dibawakan, Virgine Dancer tampil diatas panggung menggantikan sementara Margareth yang beristirahat sebentar di ruang tertutup dibelakang panggung.

Kembali Margareth tampil setelah Virgine dancer yang menari-nari sexy. Kali ini tubuh cantik Margaerth berganti kostum. Dengan kostum yang lebih sexy, Margareh bersama Lucky Rener dan Edmond membuka sesi sumbangan spontan bagi pembangun gereja.S umbangan spontan dibuka dengan sumbangan dari Suster Lucia sebesar Rp 5 juta dan dikuti para penyumbang spontan lainnya.

Ada pula sumbangan uang dari anak-anak balita yang yang besarnya rata-rata Rp.50 ribu. Mereka maju keatas panggung dengan lugu sambil membawa uang ditangan mereka dan menyerahkan langsung pada nona Margareth. Margareth pun dengan gaya khas abg-nya langsung menggoda anak-anak kecil. Pokoknya pas sesi sumbangan dengan anak-anak balita lah yang paling seru hehehe

Ada pula anak balita yang menyumbangkan Rosario buat Margareth dan disambut dengan antusias oleh du’a Margareth sambil mencium sang balita tersebut.

Setelah menarik sumbangan,kembali du’a Margareth tampil masih tetap dengan gaya dan suara khasnya. Tercatat ada 6 lagu dibawakan oleh Margaret malam itu. Margareth juga tampil bareng dengan artis lokal seperti pada lagu ‘Ketahuan’punya Matta band bersama Thomas dan Marisa serta pada lagunya Naif ‘Akhirnya Kumenemukanmu’ duet bersama Vincen dari FIF.

Sebelum mengakhiri konsernya Margareth mengajak penonton untuk hari minggu besoknya (29 juni pagi) bersama-sama Margareth misa kedua di Gereja St Thomas Morus.

Sambil berterima kasih buat orang Maumere, Margareth mengakhiri konser amalnya. Epang gawan du’a Margareth yang sudah jauh-jauh datang ke Maumere untuk sesuatu yang mulia,Tuhan memberkatimu nona cantik….

Kapan-kapan datang lagi ya, GBU……

Foto-Foto yang sempat kami ambil..

Antrian depan pintu masuk utama




Tampil cantik diawal lagu..




Mama Saida,Margareth dan Lucky Rener





Virgine Dancer beraksi..



Mencari dana lewat sumbangan spontanitas

.....

mmhhhhh..

Balita ketik he'i tida mau kalah...ikut sumbang..

Si kecil ini kasih kado Rosario buat kaka Margareth..

Duet bersama Vincen dari FIF

Bersama Thomas dan Marisa,luar biasa kompakya..



Keamanan sibuk halau penonton..


'ONE FEEL' Band MOF pengiring MargAreth ..

Masyarakat Padati Samador..



Bos PCP

Antusias..

Antusias..






Posting; oSS ---- fOTO: bOiM
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Download Lagu Asli Maumere/Flores.....(4)

Setelah mendapatkan lagunya mari kita ucapkan terima kasih kepada yang telah menyanyikan dan memproduksi lagu-lagu daerah kita...

Ada lagu Nian Tana juga lagu dari Flores Timur,yang dari bajawa dan ende kan sudah(tapi akan ada lagi).Lagu daerah Manggarai akan hadir juga berikutnya...
Mai sai wue wari,du'a mo'at,oa juga no dari nagi..mai download lagu walong...



Setelah muncul tampilan berikutnya,silakan klik di 'Download Now' tunggu beberapa saat jika keluar tampilan berikutnya lagi,klik lagi di 'Click here to download this file' untuk mendapatkan lagunya.Kapasitas lagu telah kami perkecil untuk mempermudah proses download.

Sikka :

Florasta - Lau Ole.mp3

Florasta - Naruk Tutur.mp3

Rindu Maumere.mp3

gambus do mbele.mp3 Papache


bake sai.mp3 Cruz cs


su terlalu.mp3 Papache


Inang.mp3 Centhus


SIKIT NONGAR.mp3 Fortes


02. Track 2.mp3 Fortes


Flores Timur/Nagi :

ADONARA - Ake Susa Ake Kuran.mp3


Bale Nagi.mp3 Beny Penjaitan

Carolina.mp3

Cinta & Permata.mp3 /versi nagi/Benny Penjaitan

Rindu Nagi.mp3

WOLELE.mp3


BLACK SWEET :

Rintihan Sebuah Hati.mp3

Anggelin.mp3

Hati Yang sedih.mp3

Kau Aku Dan Dia.mp3

Kenangan Masa Remaja.mp3

Nostalgia.mp3


Lagu Portugal ;

Adalberto e Adriano - Xotear.mp3


Alo - Roberto Carlos - Brasileiro.mp3


Gilberto e Gilmar - Com Um Pe Na U.T.I.mp3


Rastaclone - Fuma_a.mp3

Ucapkan terima kasih kepada yang telah menciptakan,menyanyikan dan memproduksikannya...epang gawan golo..

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Ketawa Gila Sara Maumere...(4)

Cabut Rambut

Disuatu desa di kota Maumere ada pasangan yang sedang jatuh cinta hebat golo.Nong Tinus deng nona Tina.Mereka dua pu hubungan ternyata diketahui oleh Om Tory,bapanya Nona Tina.Mereka dua dilarang tida bole pacaran lagi.Tentu saja mereka dua bingung ka.

Akhirnya te nona Tina minta di nong Tinus agar putar otak supaya mereka pu pacaran tida diganggu sama om Tory,bapanya Tina.

Tina: Kaka,au cari akal ko biar ita bisa pacaran terus tiap malam minggu.Saya su malas kalo tiap kali pacaran malam minggu au ajak di lapangan umum.Tida enak disana,mana orang ju tiap malam latihan motor tida selsai-selsai juga”.

Tinus: Ade tau ko bapa pu kelemahan.

Tina: Tau ka,kalo bapa tuh ada yg cabut dia pu rambut dikepala langsung du’e nyenyak golo”.

Tinus pikir-pikir akhirnya te dia dapat ide.

Tinus: Begini ade,nanti pas kaka pi di ade pu rumah tiap malam minggu nanti dari samping rumah kaka nyanyi lagu”.

Tina:Haaa?tumben kaka nyanyi,biasanya siul saja fals,kaka nyanyi lagu dangdut ko?”.

Tinus:Hiiiii kau enak saja,tida level ka deng kaka yang ganteng begini,nanti kaka nyanyi lagu daerah poi,judulnya ‘malam bae’ yang ade biasa soka dipesta itu,”malam bae malam bae selamat malam bae, bae tua bae muda selamat malam bae” nah itu tanda kaka su datang”.

Tina:Terus?

Tinus: Nanti ade buka jendela kamar bapa,pertama ade pura-pura cari kutu dibapa pu kepala biar dia agak tidur sedikit,nanti kaka sambung cabut bapa pu rambut biar dia nyenyak golo terus kita bisa pacaran bebas”.

Tina:Ah,kaka memang pintar,tida salah ade dapat kaka”

Minggu Pertama,Tinus babat:Malam bae malam bae…………”

Nona Tina langsung buka jendela kamar Om Tory.Nong tinus masuk langsung cabut2 rambut Om Tory yang tidur-tidur manis.Pasti Om Tory kira nona Tina yang cabut rambutnya,begitu pikir Tinus.

Malam minggu kedua dan ketiga juga sama persis deng malam minggu pertama.
Malam minggu ke empat,Tinus nyanyi santai poi ,”Malam bae malam bae selamat malam bae bae tua bae muda selamat malam bae”.

Kali ini sepi.Nona tina tida buka jendela kamar dia pu bapa.
Tinus heran,bano pae nona Tina,nimu selingkuh pasti ba’a,begitu Tinus pikir.

Tinus nyanyi walong:Malam bae malam bae selamat…………….”

Tiba-tiba te dari dalam kamar terdengar suara Om Tory yang nyaring golo:Tinus,lama-lama saya pu kepala botak,au menegrti tidak..!

Tida taunya Om Tory yang muncul.

Om Tory sambung lagi:Tinus kau lihat bapa pu kepala nih hampir botak gara-gara kau nyanyi lagu malam bae tiap malam minggu”.

Tinus langsung kotir,hilang dikegelapan malam pulang kembali kekomplek nongkrongannya ,biasa dipelabuhan,temani Nelus teman baiknya yang lagi asik pancing ikan seriding di pelabuhan hahahaha.



Naskah Proklamasi

Disebuah Kampung terpencil di Kabupaten Sikka…hiduplah sepasang suami istri; moa’t Kletus dan Du’a Keseng..Demi menyukseskan Program Keluarga Berencana, sejak awal menikah mereka sepakat memiliki 2 anak cukup….
Akhirnya lahirlah Simon dan Petu.

Karena tinggal di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan Kesehatan yang layak…kedua anak ini tumbuh dan berkembang dalam suasana kurang Gizi alias Gizi Buruk sampai pada usia sekolah….akibat asupan gizi yang kurang berdampak pada kemampuan berpikir mereka..sehingga mereka terkenal bodoh disekolah mereka….Ibu Tince pun sampai kesulitan mengatasi mereka….Ibu Tince yang sepintas mirip penyanyi R n B Lauren Hill dibikin pusing oleh ulah Simon n Petu ini…
Pada suatu kesempatan di sekolah ibi Tince memberikan pekerjaan rumah alis PR untuk Simon n Petu…
Ibu Tince : Simon…Petu, sekarang ibu kasih PR buat kalian berdua; coba kalian cari tahu
Siapakah yang menandatangani Naskah Proklamasi….besok pagi dikumpulkan….demikian kata bu Tince
Mendengar itu Simon dan Petu pusing golo…..
Setelah pulang sekolah mereka langsung kotir pulang rumah…lempar tas sekolah terus langsung tanya di mereka pu bapa..

Simon: Bapa tau kah siapa yang tanda tangan Naskah Proklamsi
Moat Kletus : Ah….kau Tanya kau pu mama sana,,,,saya tidak tau; kata Moat Kletus
sambil Gulung dia pu tembakau sek andalan…(.lintingan samsu ko)
Simon n Petu bingung…mereka mau Tanya sapa lagi…mereka dua hilang pi main bola dulu..sore pas mereka dua balik ke rumah; moat Kletus su tunggu depan rumah dengan kayu Kukun besar…mereka heran ???????
Moat Kletus : Simon..Petu..sekarang bapa mo Tanya kam dua…Siapa sebenarnya yang tanda tangan Naskah Proklamasi
Moat Kletus ; Simon sekarang kau yang jawab duluan….jawab dengan jujur e….klo tidak bapa hantam kau deng kayu kukun ini..cepat!!!!!!
Simon : Saya tidak tau bapa..benar bapa saya tidak tau..
Mendengar jawaban Simon; moat Kletus langsung ayun itu kayu kukun hantam telak di simon pu pantat..punggung..betis…simon beteriak kesakitan sambil berkata..benar bapa saya tidak tau..saya jujur bapa…ampun bapa..ampun….

Moat Kletus : Petu..sekarang au pu giliran..au harus jujur…jawab dengan jujur; siapa yang tanda tangan naskah proklamasi?

Petu : Benar bapa saya tidak tau bapa..saya sumpah bapa
Moat Kletus : au su liat Simon to…bapa hantam dia karena dia tidak jujur..kau jawab sudah..

Karena ketakutan akhirnya Simon bilang ke moat Kletus dengan gemetar ngeri(takut kukun) kalo sebenarnya yang tanda tangan naskah proklamsi itu dia sendiri….

Moat Kletus :ini anak nih….coba kau bilang dari tadi bae…kau liat simon bapa su pukul benjol baru kau mengaku klo kau yang tanda tangan tangan….

Moat Kletus : Besok pagi kita ke sekolah kasitau bu Tince..klo sebenarnya yang tanda tangan Naskah Proklamasi itu Petu…

Ha…ha….ha..ternyata sekeluarga benar-benar Kurang Gizi..ha..hae.


Tida Masuk Sekolah

Ibu guru Mia tanya kepada Okto yang tida masuk sekolah kemarin.

Ibu Guru Mia:Okto,au kemarin tida masuk sekolah kenapa?jang kau bilang surat tida balas heeee..”

Okto: aduh bu,pas kemarin mau pi sekolah te saya kena hujan.Saya pu baju kan Cuma satu jadi te saya cuci dulu,jadi tida masuk sekolah..”

Ibu Guru Mia : Bae su..

Dua hari kemudian, Okto tida masuk sekolah lagi..

Ibu Guru Mia : Okto,au kenapa juga tida masuk sekolah kemarin..”

Okto : Aduh Bu…kemarin saya su berangkat ke sekolah tapi pas lewat di ibu pu rumah te saya lihat ibu pu baju lagi jemur,saya pikir ah pasti ibu tida masuk sekolah jadi te saya juga tida masuk sekolah ka…

Ibu Gurui Mia : bae su..sekarang au pi berlutut di tiang bender sana..cepat…..!!

hihihihihi....

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---