Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 15 July 2008

Tarian Dalam Adat Upacara di Kabupaten Sikka..

Kelahiran, perkawinan dan kematian, adalah tiga peristiwa penting dalam hidup manusia. Para leluhur telah menandai lintasan hidup yang patut dikenang itu dalam berbagai bentuk seremoni atau upacara adat yang menggugah. Upacara-upacara itu telah merupakan satu rangkaian dan untaian tradisi yang membudaya dan melekat turun temurun dalam kebiasaan hidup masyarakat Sikka. Demikian pula berbagai upacara adat yang bersifat musiman, berhubung dengan alam dan pertanian, seperti membuka kebun, memohon hujan, menanam, memetik hasil, syukuran atas panen, menolak bala, dan lain-lain, juga merupakan bagian yang sudah tak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Seluruh rangkaian upacara adat tersebut, didukung dengan penyelenggaraan pesta yang dimeriahkan dengan penampilan seni tari, seni musik, seni suara dan seni sastra, juga merupakan pola upacara dan keramaian yang sudah mencapai bentuknya yang baku.
Meskipun dari sudut pandang para ekonom, bahwa adanya upacara dan pesta adat itu dianggap sebagai pemborosan dana, waktu dan tenaga, karena biayanya sangat besar dan makan waktu berhari-hari, namun dalam kebiasaan yang tak pernah menjemukan inilah, ditemukan nilai-nilai kegotong-royongan, musyawarah dan kekeluargaan yang akrab, yang tak dapat dibeli dengan uang, sekaligus mengungkapkan karakteristik budaya masyarakat setempat.
Makanya, bukan saja satu karunia bakat dan ketangkasan, tapi lebih merupakan satu kekayaan seni budaya yang mengundang perhatian, karena dampaknya sangat besar bagi dunia wisata. Kabupaten Sikka mencatat 28 jenis tari tradisional, terdiri dari tarian perang/kepahlawanan, tarian pesta/pergaulan, tarian yang berhubungan dengan alam dan karya tani, dan jenis tarian ketika mendirikan rumah,membuat perahu, menyembelih hewan kurban, dan lain sebagainya.

Tari klasik seni drama "Soka Bobu", adalah tarian ceritera perkawinan ala Portugis yang dibanggakan di kampung Sikka. Diiringi nyanyian koor dalam bahasa Portugis, dengan tambur, suling dan giring giring, sendratari itu telah banyak menarik perhatian wisatawan.
Sementara itu "Toja Bobu" di kampung Paga yang dikenal sebagai "BoboUta", juga tarian kepahlawanan peninggalan Portugis yang perlu dibenah dan dipentaskan lagi dalam hubungannya dengan melesatnya arus wisatawan sekarang ini.

Oleh kemajuan perkembangan zaman, kini muncul tarian kontemporer, sepertigali-gali, rokatenda, joget, tari sirili pinang, tari nyiur, dan lain-lain. ROKATENDA, tarian pergaulan muda mudi yang diangkat dari gaya tari "togo"( tandak) PaluE, pulau gunung api Rokatenda itu, diiringi musik klasik, suling atau gong gendang, kini selalu menjadi acara tetap mengisi kemeriahan pesta-pesta dan acara-acara dalam resepsi resmi. Malah seorang Dubes Denmark untuk Indonesia bersama istrinya begitu tertarik dengan gerak gaya dan suasana yang tumbuh dari situasi tari ini, sampai sendiri berhura-hura menari dan menyanyi berjam-jam, sambil meneguk tuak Wairbleler.

Tari kreasi baru dalam bentuk sendra tari yang dipetik dari ceritera rakyat setempat, seperti tari "Du'a Nalu Pare" (dramatari mitologi), tari "Kapalelu" (dramatari dongeng) dan tari "Gareng Lameng", sempat mencengangkan turis bule dan domestik. Ketiga tarian "moderen" ini adalah gubahan yang kreatif dari HERMAN YOSEF, seorang seniman tamatan ASRI Yogyakarta.

"GARENG LAMENG", jenis tari yang pernah dipentaskan ke Kupang dan ibukota Jakarta itu adalah gubahan yang kreatif dari kemampuan prima seniman HERMAN YOSEF setelah memperoleh inspirasi dari upacara adat penyunatan anak di kawasan budaya Tana Ai, Kecamatan Talibura.


'Menantang Badai di Bumi Tsunami'-Bapak EP da Gomez
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 14 July 2008

Sikka United Gemilang,Pssi Sikka Siap Hadapi Piala Eltari..

Sikka United FC secara gemilang menjuarai Turnamen Sepakbola Antar Klub PSSI Sikka 2008 setelah menaklukan Persewa Waioti FC 5:4 lewat adu tendangan pinalti setelah bermain imbang 1:1 di waktu normal dan perpanjangan waktu yang berlangsung di Gelora Samador hari minggu sore 13 juli 2008.Disaksikan oleh 3000-an pasang mata pada babak pertama lewat Elchon,Sikka United yang sebagian besar diisi oleh pemain muda dari SMPK dan SMUK Frater berhasil mencetak gol terlebih dahulu.Kedua tim menyuguhkan permainan cantik,menawan dan saling menyerang.


Namun diakhir babak kedua Sikka United yang dilatih oleh Freny Mari ditekan habis oleh Persewa yang akhirnya membuahkan hasil dengan gol yang dicetak oleh Deny.Pada babak perpanjangan waktu,Persewa yang dilatih oleh Anis Wangge tetap menyerang dan mengurung pertahanan Sikka United namun penyelsaian akhir yang buruk membuat serangan gencar yang dilakukan Persewa tidak membuahkan gol.

Hasil seri tersebut membuat kedua tim harus menyelesaikan pertandingan untuk menentukan sang juara lewat adu tendangan pinalti.
Dalam adu tendangan pinalti tersebut akhirnya Sikka United berhasil menang sekaligus menjuarai turnamen ini dengan menggondol uang pembinaan sebesar Rp 5juta plus satu piala tetap dan satu piala bergilir PSSI Sikka.Sedangkan Persewa Waioti sebagai juara kedua membawa pulang satu piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 3juta.Kejuaraan ini di sponsori oleh Pemda Sikka dan didukung oleh BRI,Gudang Garam,Toko Go,Toko Mustika.

Kejuaraan Antar Klub PSSI Sikka telah berlangsung dari tanggal 7 juni sampai 13 juli dan diikuti oleh 27 klub sekabupaten Sikka dengan melangsungkan 41 pertandingan.Kejuaraan ini menurut Bpk Idris Boli selaku sekretaris Pssi Sikka dimaksud sebagai ajang pembinaan bagi klub dan sebagai wadah seleksi untuk persiapan tim Persami menuju Piala Eltari yang akan dimainkan di Bajawa,Ngada.Seleksi bagi para pemain yang dipanggil akan dimulai tanggal 15 juli 2008.
Dalam kejuaraan antar klub Pssi Sikka tahun ini digunakan pula sistim pembatasan umur untuk para pemain yang diturunkan.Batas umur 19(1988) dibolehkan turun bermain 6 orang sedangkan kelahiran 1985,1986,1987 diturunkan 3 pemain dan senior tanpa batas umur 2 pemain.

Pssi Sikka juga akan merubah sistim turnamen seperti ini dan menggantinya dengan sistim Divisi.Untuk sementara menggunakan divisi 1 dan divisi 2.Klub-klub yang akan ikut dalam divisi satu adalah 8 tim yang lolos perempat final dalam turnamen Pssi Sikka ini serta runner-up dari masing-masing grup.Sedangkan yang bermain didivisi dua adalah tim-tim yang tidak lolos(urutan 3 masing-masing grup) ditambah klub-klub baru yang mendaftar.

Wakil Bupati Kabupaten Sikka Bpk. Wera Damianus yang hadir dan menyaksikan partai final ini bersama ketua Pssi Sikka Bpk.Pedro Rodriquez menutup secara resmi kejuaraan antar klub Pssi Sikka.Dalam sambutannya antara lain wakbup mengharapkan agar kedepannya banyak lagi pihak-pihak pendukung(sponsor)untuk terlibat dalam turnamen-turnamen sepakbola di tanah Sikka sehingga sepak bola di kabupaten ini tetap bergairah dan bisa menelorkan prestasi membanggakan.


Data dan Fakta:
  • Top Score :Hendrik Diaz (PSN Nangahure,9 gol)
  • Pemain Terbaik : Elson Rojan (Sikka United)
  • Juara 4 : Putra Samudra (Beru)
  • Juara 3 : PSN Nangahure
  • Pelatih Persami : Eddy MBW
  • Wasit partai final : Linus Mitan (Wasit nasional)
  • Asisten wasit I : Thomas Aquino
  • Asisten wasit II : Fransisco Jari
  • Pengawas Pertandingan : Yance Padeng
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 12 July 2008

Menyaksikan Keelokan Senja Nusa Flores dari Atas Kapal..

Tiupan angin kencang dan hawa dingin yang menyapa disertai deburan ombak pantai dengan suara riuhnya selaksa nyanyian seorang perindu mengiringi lepasnya tambatan KM Awu dari pelabuhan Sadang Bui menuju samudera luas.Bagaikan titik kecil yang tak bearti apa-apa ditengah kebesaran alam,KM Awu melaju membelah pantai utara Maumere yang elok disertai ikan-ikan kecil yang mengiringi sang saujana disisi-sisinya.Matahari yang indah dengan kilau sinarnya yang mulai meredup menambah keindahan pemandangan yang terlukis bagai bola api yang menaungi jagat samudera Nuhan Flores.



Pukul 4 lewat 30 menit sore hari,sang kapal mulai mendekati pijar mentari yang mulai turun bagai bola api raksasa yang seakan ingin membakar pulau kecil Pemana.Lensa kamera bersiap-siap dan jepret..jepret..satu dua foto di ambil.Senja yang indah,senja yang begitu indah akhirnya terekam juga.

Kapal melaju terus membelah samudera luas sampai akhirnya memasuki wilayah Flores bagian timur dan lukisan alam hasil karya sang pencipta seakan selalu ingin dinikmati dan tidak ingin terlewatkan.Sekali lagi lukisan indah itu diabadikan lewat foto-foto dibawah ini.Maumere menuju Flores bagian timur dengan alam yang begitu indah seakan tak ingin hilang dari ingatan seakan tak ingin hilang dari bayangan.Tanah Flores bagaikan bidadari cantik yang belum terjamah,bagaikan sang dara yang lagi berkembang,masih perawan.
Jika anda menuju Flores jangan kaget melihat pesona alam yang luar biasa,bagaikan Pulau Bali yang masih tertidur.....

Foto-Foto yang sempat di ambil Mo'at Boim saat berangkat ke Kupang..

Di jepret dari Sadang Bui

Seakan membakar pulau Pemana..

Pulau kecil Koka,dihuni burung-burung laut









Menakjubkan..





Nian Tana..




Memasuki Wilayah Flores Timur.....

Senja bersama Gunung Ile ape,Lewoleba..














Posting :Oss --- Foto-Foto : Boim
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Desa Sikka Dapat Bantuan Dari Portugal..

Pemerintah Portugal melalui Instituto Portugues de Apoio ao Desenvolvimento(IPAD) membantu pembangunan tambatan perahu sebasar Rp.299 juta didesa Sikka,kecamatan Lela.Pembangunan telah selesai dan siap dimanfaatkan para nelayan diwilayah itu untuk peningkatan usaha mereka.


Bangunan tambatan perahu terletak dibagian timur dusun Sikka seluas 2500 meter persegi dengan panjang bagian depan 25 meter dan bagian samping belakang 50 meter.Bangunan yang dibuat sangat kokoh dan disesuaikan dengan kondisi gelombang ganas.Sarana tambatan perahu ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas penerangan seperti 2 tiang listrik dan enam tiitk lampu berkekuatan 6.000 watt.

Bangunan tersebut sebagai salah satu wujud kerja sama antara pemerintah Portugal dan pemerintah Kabupaten Sika yang dirintis pemerintah sebelumnya.Bangunan tambatan perahu itu mulai dibangun 18 April 2008.Secara teknis,kontruksi bangunan bagian depan dibuat dari beton bertulang dan beton rabat k125 dengan ketinggian 4 meter dan menggunakan batu kali.

Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk memudahkan para nelayan menambah perahu dan sarana yang ada dapat memberikan perlindungan pantai diwilayah itu dari hantaman gelombang dan abrasi.
Menurut Kepala Desa Sikka Hipolitus Agustalis dan ketua BPD Sikka Agustinus Nong keberadaan sarana tambatan perahu itu sangat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan setempat.Dari 355 KK di wilayah tersebut sebanyak 67 KK diantaranya berprofresi sebagai nelayan.Merka memiliki 29 unit perahu deng rincian perahu berbobot 1-2 ton sebanyak 3 unit dan 500-800kg 1 unit dan perahu berbobot 100-200 kg sebanyak 25 unit.
Ketua BPD Agustinus Nong dan para nelayan serta kepala dusun setempat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Portugal melalui IPAD yang peduli terhadap nelayan di Sikka.


www.inimaumere.blogspot.com

Selengkapnya...

Thursday, 3 July 2008

Agatha Trisnawati, Membela Tim PON NTT Lewat Pencak Silat

Malam itu kami mengunjungi tempat pemusatan latihan Perguruan Silat Perisai Diri yang berlokasi di belakang Gereja Misir, Maumere. Tempat latihan dengan ruangan yang cukup luas itu ternyata telah melahirkan beberapa juara nasional maupun daerah lewat cabang pencak silat.
Perguruan Silat Perisai diri juga mewakilkan salah satu anak didik terbaiknya untuk membela tim PON NTT.
Ketika memasuki ruangan latihan dan mengambil tempat duduk dibelakang, dara manis kelahiran kewapante 21 mei 1989 yang bernama lengkap Agatha Trisnawati sedang melakukan gerakan-gerakan beladiri lewat nomor seni tunggal dengan diawasi sang pelatih yang juga kelahiran Maumere, Yoseph Otu.

Ya,Agatha Trisnawati merupakan satu-satunya atlet asal tanah Sikka yang ikut serta dalam rombongan tim PON NTT ke Kalimantan.

“Tiga menit “teriak sang pelatih. Waktu tersebut telah menunjukan waktu yang tepat bagi Agatha yang menyelesaikan latihan nomor seni tunggalnya. Agatha pun beristirahat dan digantikan oleh pesilat yang lain.

Agatha yang biasa dipanggil Meme oleh rekan-rekannya bersedia memberikan waktunya sebentar untuk kami kula babong (berbincang) dengan kami.

Dalam rangka persiapan Tim PON NTT ini Agatha dilatih oleh para pelatih dari Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Sikka yakni Yoseph Otu, Gideon dan Nelson Leki. Juga terlihat Ni Putu Yuliarsi yang juga merupakan mantan juara dunia dari Bali yang memberikan waktunya untuk memoles Meme.

Sebelumnya, sebulan lalu Agtaha dalam seminggu dikunjungi dan dilatih oleh Pelatih Nasional dari Jakarta Fahmi Fadli yang memang diperbantukan untuk memoles Agatha.

Menurut Pelatih Yoseph Otu Agatha secara teknis telah siap untuk bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVII dengan target medali emas untuk tim PON NTT. Cuma kendala mental yang masih terus di poles dan tingkatkan menjelang keberangkatannya.

Agatha masuk perguruan silat Perisai Diri tahun 2002 saat masih duduk dibangku kelas dua SLTP. Bulan Oktober tahun 2003 Agatha mengikuti Kejuaraan Silat versi Perisai Diri dan menyabet Juara I.

Tahun yang sama Agatha menuju Bali untuk mengikuti Kejuraan Silat nasional namun gagal . Menurutnya kegagalan tersebut merupakan pengelaman berharga untuk terus mengasah kemampuannya.
Tahun 2004 mengikuti kejuaran international untuk Kategori Serang Hindar.
Tahun 2005 Agatha menyabet Juara I versi Serang Hindar di Kejuaraan Perisai Diri yang diikuti pesilat-pesilat dari kawasan Flores, Lembata, Rote Ndao,

Tahun 2006 Juara 1 versi Serang Hindar di Kejuaraan Perisai diri se NTT. Kemudian mengikuti POPDA(Pekan Olah raga Pelajar Daerah) di Kupang dan menyabet juara 1 untuk versi seni tunggal.

Setelah itu megikuti Popda, Agatha kemudian mengikuti POPWIL (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah) 3 yang diikuti pesilat-pesilat dari daerah Jawa Timur, NTB, NTT, SULSEL, SULTENG juga merebut juara 1.Selanjutnya mengikuti PraPon wilayah IV dan menyabet juara 2 .

Agatha juga mengikuti POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) mewakili NTT. Dikejuaraan tersebut Agatha mendapati lawan-lawan tangguh seperti dari DKI, Kaltim, Jatim namun Agatha berhasil menyabet juara IV.

Agatha yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Yoseph Tarsisius asal Lio Ende dan mama Pricilla Celly asal Bola, Maumere bertekad mengalahkan lawan-lawannya. Tak ada rasa takut meski lawan yang dihadapi merupakan para juara dunia dari daerah-daerah tangguh seperti DKI, Bali, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Kaltim.
Namun dengan persiapan matang dan polesan para pelatih nasional dan daerah Agatha siap untuk bertarung di Kaltim.

Agatha yang berdomisili di kawasan Perumnas kota Maumere meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat NTT dimana saja berada agar bisa memenuhi target yang dibebankan kepadanya.

Wajar bila target emas dibebankan kepadanya lewat cabang silat sebab selama ini hasil terbaik cabang silat adalah perak.
Seperti dituturkan oleh pelatih Yoseph Otu,Pelatih Silat Nasional Fahmi Fadli ketika menangani Agatha melihat bahwa anak ini mempunyai bakat yang luar biasa dan yakin kalau Agatha akan bisa bersaing di PON mendatang.
Fahmi Fadli jugalah pelatih yang telah melahirkan banyak juara dunia yang beberapa nantinya akan menjadi lawan Agatha di PON mendatang.

Ya, lewat nomor Seni Tunggal cabang silat, Agatha siap membela NTT dan siap bertarung di Kaltim. Kita nantikan saja kiprahnya.

Lewat perguruan silat Perisai Diri cabang kabupaten Sikka juga telah melahirkan pesilat pesilat masa depan NTT seperti Oktovianus Mauritius sikecil berusia sekolah dasar yang merupakan juara 1 Nasional usia dini 2006 di Jakarta dan Bonafasius Yan Nurak juara 3 Nasional usia dini.

Ada pula Ibnu ,9 tahun,anak dari pemilik warung Bangkalan di kota Maumere yang akan bertarung di kejuaraan Nasional mendatang lewat nomor serang hindar.
Ya,mereka semua merupakan aset kabupaten,propinsi dan nasional yang harus terus di kembangkan dan di beri perhatian untuk membawa nama harum daerah dan bangsa kita.


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 2 July 2008

SANTO THOMAS MORUS Martir Teladan Bagi Para Politisi

Baru saja Margareth datang ke Maumere untuk sesuatu yang mulia,konser amal bagi pembangunan gereja St.Thomas Morus.Namun siapakah Santo Thomas Morus?Ini sebuah riwayat singkat sang martir yang rela mati demi suatu kebenaran.

Bukan suatu kebetulan kalau Umat Katolik di Kelurahan Beru, Kota Maumere, pada tanggal 14 Pebruari 1971 telah membangun sebuah Paroki di jantung ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Sikka dengan memilih nama pelindungnya SANTO THOMAS MORUS, saksi kebenaran dan kebebasan hati nurani manusia. Tahun ini, paroki yang dihuni oleh para pemimpin teras Kabupaten Tahun Maria ini, genap berusia 37 tahun. Maka tulisan ini diangkat untuk mengkaji dan mempertanyakan kembali: Mengapa dan untuk apa Paroki ini dibaptis dengan nama THOMAS MORUS ??.


Pada tahun 1935 Sri Paus Pius XI menobatkan THOMAS MORUS menjadi kudus, santo dan diperingati setiap tanggal 22 Juni. Pemuka-pemuka umat memilih THOMAS MORUS, seorang kudus yang pernah hidup sebagai umat biasa, punya istri anak. Seorang kudus dari kalangan kaum awam, yang teladan hidupnya diharapkan dapat menjadi contoh bagi umat yang berdiam di ibukota Kabupaten Sikka ini. Seorang tokoh begawan dan negarawan yang dapat memberi teladan dan memahami cara hidup pegawai, pejabat pemerintah dan kaum politisi. Seorang tokoh yang hidupnya penuh dengan kesibukan urusan duniawi, namun tetap mempertahankan kesucian dan kemurniannya. Hidup penuh integritas.

THOMAS MORUS lahir tahun 1477 di London, ibukota negara Inggris Raya. Dibesarkan dalam rumah yang megah dan kuat dari kalangan kaum menengah. Ia bukan bangsawan, tapi putra seorang advokat yang berpengaruh. Sejak kecil THOMAS MORUS bergaul dengan masyarakat golongan saudagar dan profesi lain yang paling banyak meraih keuntungan dari situasi ekonomi jaman itu. Dalam studinya ia berhasil tampil sebagai seorang ahli hukum dan politikus yang terkenal. Dalam berdebat ia tak pernah kenal menyerah. Ia luwes dalam bergaul, senang melucu dan bersenda gurau. Ia menjalin hubungan dengan kaum intelek di benua Eropa. Ia menjadi seorang kawan yang akrab dari Raja HENRY VIII, dan karena itu ia diterima dalam pergaulan "jet set" di kalangan istana. THOMAS MORUS yang kaya, pintar, selalu berhasil, muncul dan berdiri dengan kokohnya diatas piramida suatu masyarakat Inggris yang feodal, situasi gereja yang korup, dan kekuasaan totaliter Raja Inggris. Dari ketenarannya, kecerdasan dan profesinya itu, ia termasuk orang yang senantiasa diberkahi oleh "Dewi Fortuna".

THOMAS MORUS mengawali karyanya sebagai seorang ahli hukum dan pembela perkara, sambil menjadi penceramah terpuji tenting hukum dan teologi, dalam usia yang sangal muda, 22 tahun. Ketika mencapai usia 33 tahun, ia menjadi hakim pembantu di kota London, lalu diangkat menjadi Menteri Muda Keuangan pada usia 44 tahun. Sebagai Ketua DPR Pusat, tahun 1523, ia memperjuangkan hak para anggota dewan legislatif itu "untuk bebas berbicarn dalam sidang lembagn perwakilan rakyat".

Pada tahun 1529 beliau diangkat menjadi Perdana Menteri Inggris. Untuk pertama kalinya sejak berdirinya "demokrasi monarkis", seorang awam bukan Uskup diangkat dalam posisi jabatan tertinggi sesudah Raja. Akan tetapi THOMAS MORUS minta berhenti dari jabatan terhormat itu pada tahun 1532 dengan alasan kesehatan. Tapi sebenarnya, karena ia tidak setuju dengan undang-undang yang mewajibkan orang bersumpah kepada Raja Henry VIII untuk mengakuinya sebagai pemimpin tunggal dalam negara, termasuk mengakuinya sebagai pemimpin gereja di Inggris, lepas dari kekuasaan universal Sri Paus sebagai Pemimpin Gereja Katolik Sejagad Raya. Disitulah pangkal "kcjatuhan"dan awal dari proses pengadilan yang menghantarkan orang yang punya kepribadian ini naik ke tiang gantungan. Sejak tahun 1533 ia tinggal menyendiri bersama keluarganya. Hidup sederhana dengan banyak menulis, dan tidak pernah lagi mengangkat suara melawan Raja Henry VIII yang bertindak semakin brutal dan otoriter. Oleh pemutarbalikan fakta, dengan suapan uang dan saksi palsu yang diatur oleh kaki tangan Raja, THOMAS MORUS dipenggal kepalanya di muka umum pada tanggal 6 Juni 1535.
Apa pasal hukuman yang kejam itu ?? Bermula dari masalah di sekitar perkawinan Raja Henry VIII dengan putri Khaterine, janda kakak kandungnya, dan kemudian kencan gelap sang Raja dengan Anna Boleyn, gadis istana berusia 19 tahun. Rentetan dari kasus perkawinan ini, kekuasaan Sri Paus di Roma tidak diakui. Diproklamirkan kekuasaan mutlak sang Raja sebagai pemimpin politik dan pemimpin Gereja Inggris.

Dengan penuh ketakutan, para uskup pun menyerah kepada Raja. Pada saat yang demikian, hanya seorang yang dapat melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan oleh Raja Henry VIII sebagai satu kesalahan besar, dan orang itu adalah THOMAS MORUS, Perdana Menteri Inggris. Dia berupaya untuk meluruskan jalan bengkok yang ditempuh Raja, namun ditolak oleh Raja dan para pengikutnya; bahkan para Uskup dan Imam mengkhianatinya. Latar belakang segala peristiwa inilah yang membuat THOMAS MORUS menjadi semakin teguh pendiriannya, lalu mengambil keputusan mundur dari jabatan Perdana Menteri. Suatu keputusan yang didorong oleh bisikan suara hati nuraninya yang ia pegang dengan segala kekuatan yang dimilikinya biarpun semua orang lain dengan takut dan terpaksa harus mengikuti arcs situasi dan kondisi zaman itu.

Disitulah tertanam rasa harga diri yang semakin kokoh kuat dalam kepribadian THOMAS MORUS. Ia tak pernah mau menjual dirinya secara murah hanya demi kedudukan dan uang. Ia mengetahui dengan hakul yakin, apa yang boleh diserahkan kepada orang lain, dan apa yang harus dipertahankannya. lapun sadar dan mengerti bahwa sampai berapa jauh ia boleh berkompromi. Dan ia telah berkompromi cukup jauh, namun akhirnya ia berhenti berkompromi, karena ia tahu dimana batas-batasnya. Berdiri tegak dengan pendiriannya yang tegar, ia akhimya mengundurkan diri dari segala kompromi, dan tinggal kesendirian dengan sikap pribadinya yang mendalam, bagian yang tidak diserahkannya kepada siapapun.

THOMAS MORUS tidak mengejar mahkota seorang martir, tapi iapun tahu apa yang tidak boleh ia kompromikan. Ia cerdas dalam berpolitik, bersilat lidah dan beradu argumen agar tidak terkena amarah sang Raja Diraja atau hukuman undang-undang, tapi sekali lagi ia tahu batas komprominya itu. Jiwanya dinilai amat mahal untuk dapat dipermain gilakan orang lain. Ia yakin bahwa seluruh perjalanan sejarah Gereja membenarkan sikapnya. Namun, ia mati seorang diri, bahkan ditinggalkan oleh istrinya yang tercinta dengan umpatan yang tajam dan kejam: "Suami macam apa engkau ini ?! Apakah hati nuranimu dapat membenarkan engkau membiarkan istrimu dan anak-anakmu terlantar tanpa perlindungan seorang ayah ?". Dan kata-kata pahit itu tetap bergema ditelinganya sampai di tiang gantungan. Ia meninggal tanpa dukungan dan dampingan seorang Uskup atau Imam, karena semuanya telah menyerah kepada paduka Raja. THOMAS MORUS menaruh nyawanya di atas panggung kematian sebagai suatu jaminan tentang KEBENARAN dan KEADILAN. Ia tahu akan batas-batas kompromi.

Apa sebabnya tokoh THOMAS MORUS ini masih berpengaruh hingga sekarang, dan bahkan Parlemen Inggris telah membangun baginya sebuah monumen ?? Tidak cukuplah halaman SUARA PAROKI ini membentangkan seorang THOMAS MORUS sampai menyeluruh dan menjelimet. Pelajaran dari apa yang ditangkap diatas adalah, bahwa kini, di abad komputer dan teknologi yang semakin canggih ini, umat kita sangat membutuhkan banyak THOMAS MORUS baru.


(Suara Paroki St. Th. Morus, Februari 1996)/Buku 'Menantang Badai di Bumi Tsunami'-Bapak EP da Gomez
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 1 July 2008

Konser Amal Margareth Meriah....

Margareth Siagian, peraih Juara II Mamamia Indosiar tahun 2007 mampu menghayutkan ribuan penonton yang datang di Gelora Samador untuk menyaksikan secara langsung konser amal sang dara cantik pujaan para ibu dan ABG ini.
Konser Amal yang mengambil tema Solidaritas Bagi Sesama Untuk Penggalangan Dana Bagi Pembangunan Gereja Paroki St Thomas Morus Maumere berlangsung sangat meriah. Tiket yang dijual dengan harga Rp 5.000 untuk umum dan Rp 100.000 untuk undangan habis terjual. Setiap sudut stadion hampir terisi penuh oleh ribuan penonton yang didominasi oleh ABG dan para ibu. Sejauh mata memandang yang terlihat cuma kepala para penonton. Sangat luar biasa.




Menjelang malam masyarakat telah mendatangi kawasan stadion. Antrian para penonton yang membludak terlihat di setiap loket penjualan karcis dan semua pintu masuk stadion. Sebelumnya, sore hari Margareth diarak keliling kota dengan mobil bak terbuka melintasi jalan-jalan utama di kota Maumere.Margareth juga melakukan sesi tanya jawab dan jumpa fans lewat siaran yang dipancarkan secara langsung oleh radio Sonia FM dan dipandu oleh Lucky Rener.

Konser amal Margareth ‘Mamamia’ ini disponsori oleh PCP (Prima Citra Permai) yang bergerak di bidang usaha furniture dan elektronik dan didukung oleh FIF, Suara Nipa FM dll. Melihat kondisi gereja St Thomas Morus yang masih belum selesai-selesai juga pembangunnya sejak gempa meluluhlantakan Pulau Flores desember 1992, maka patutlah kita berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah sengaja mendatangkan sang bintang untuk mengumpulkan sumbangan dana bagi pembangunan gereja lewat konser amal ini.

Setelah tampilnya para artis lokal lewat Sparky, Reband dan Pelangi serta artis lokal lainnya seperti Yenny Kabupung bersama Game’s Pro, menjelang pukul sembilan lewat, Margareth yang tampil cantik dengan kostum panggung menawan berwarna merah naik keatas panggung dan disambut tepuk tangan membahana serta teriakan histeris para penonton. Dengan MC kawakan Lucky Rener yang mengiringi sang bintang mamamia ini maka kehadiran Margareth di panggung mampu dihidupkan meski suasana malam hari terasa diselimuti hawa dingin.

Tanpa basa-basi Margareth langsung melantunkan lagu pembuka yang diambil dari albumnya sendiri.Lagu yang berjudul ‘Tak Tahan Sepi’ mampu membuat penonton terkesima. Lagu berirama mellow tersebut dibawakan dengan kualitas vocal yang sempurna dan dinyanyikan dengan penuh perasaan.
Ketika Margareth mencoba maju kebibir panggung tak pelak lagi para penonton abg langsung maju menyambut Margareth dengan histeris.Tentu saja security dari pihak panitia langsung maju menutup gerak para penonton muda ini yang mencoba menyalami sang pujaan. Kilatan lampu kamera dari para penoton pun tak ketinggalan menyambut bintang kesayanganya yang selama ini hanya mereka saksikan lewat layar kaca.

Setelah lagu ini dibawakan, Mama Saida yang juga merupakan pujaan para penonton tampil ke panggung. Lucky Rener yang sudah malang melintang sebagai pembawa acara dipentas-pentas lokal langsung menyambut Mama Saida dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat ibu kandung dari Margareth ini harus tersipu-sipu malu.

“Saya grogi berada diatas panggung ini”kata mama Saida terbata-bata.

Mama Saida juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Maumere yang telah hadir menyaksikan konser amal ini. Mama Saida tidak menyangka begitu besar minat masyarakat Maumere untuk datang menyaksikan konser amal dari sang buah hatinya dan ini membuatnya terharu.

Kemudian bersama ibunya, Margareth kembali membuat penonton terkesima degan lagu berikutnya. Lagu yang diambil dari milik penyanyi papan atas Agnes Monica mengalir membahana memenuhi setiap rongga stadion gelora samador. Lagu berjudul ‘matahariku’yang menutut kualitas vocal yang teruji mampu dibawakan oleh Margareth dengan mulus. Berikutnya diteruskan dengan lagu berirama agak sedikit ngerock milik band terkenal Radja. Lagu berjudul ‘Patah Hati’ini langsung memanaskan suasana. Margareth mencoba untuk mendekati penonton yang berada dibawah panggung. Penonton yang memang sudah menunggu kesempatan ini langsung mendekati sang bintang dengan antusias. Namun pihak keamanan panggung langsung pele(menghadang) mereka semua. Meski ada sedikit kekecewaan dari penonton namun semuanya terbayar lunas dengan keramahan Margaret, kemanjaan Margareth yang khas abg serta kecentilannya dia diatas panggung yang membuat suasana terasa lain. Margareth mampu menghanyutkan para penonton.

Setelah lagu ketiga dibawakan, Virgine Dancer tampil diatas panggung menggantikan sementara Margareth yang beristirahat sebentar di ruang tertutup dibelakang panggung.

Kembali Margareth tampil setelah Virgine dancer yang menari-nari sexy. Kali ini tubuh cantik Margaerth berganti kostum. Dengan kostum yang lebih sexy, Margareh bersama Lucky Rener dan Edmond membuka sesi sumbangan spontan bagi pembangun gereja.S umbangan spontan dibuka dengan sumbangan dari Suster Lucia sebesar Rp 5 juta dan dikuti para penyumbang spontan lainnya.

Ada pula sumbangan uang dari anak-anak balita yang yang besarnya rata-rata Rp.50 ribu. Mereka maju keatas panggung dengan lugu sambil membawa uang ditangan mereka dan menyerahkan langsung pada nona Margareth. Margareth pun dengan gaya khas abg-nya langsung menggoda anak-anak kecil. Pokoknya pas sesi sumbangan dengan anak-anak balita lah yang paling seru hehehe

Ada pula anak balita yang menyumbangkan Rosario buat Margareth dan disambut dengan antusias oleh du’a Margareth sambil mencium sang balita tersebut.

Setelah menarik sumbangan,kembali du’a Margareth tampil masih tetap dengan gaya dan suara khasnya. Tercatat ada 6 lagu dibawakan oleh Margaret malam itu. Margareth juga tampil bareng dengan artis lokal seperti pada lagu ‘Ketahuan’punya Matta band bersama Thomas dan Marisa serta pada lagunya Naif ‘Akhirnya Kumenemukanmu’ duet bersama Vincen dari FIF.

Sebelum mengakhiri konsernya Margareth mengajak penonton untuk hari minggu besoknya (29 juni pagi) bersama-sama Margareth misa kedua di Gereja St Thomas Morus.

Sambil berterima kasih buat orang Maumere, Margareth mengakhiri konser amalnya. Epang gawan du’a Margareth yang sudah jauh-jauh datang ke Maumere untuk sesuatu yang mulia,Tuhan memberkatimu nona cantik….

Kapan-kapan datang lagi ya, GBU……

Foto-Foto yang sempat kami ambil..

Antrian depan pintu masuk utama




Tampil cantik diawal lagu..




Mama Saida,Margareth dan Lucky Rener





Virgine Dancer beraksi..



Mencari dana lewat sumbangan spontanitas

.....

mmhhhhh..

Balita ketik he'i tida mau kalah...ikut sumbang..

Si kecil ini kasih kado Rosario buat kaka Margareth..

Duet bersama Vincen dari FIF

Bersama Thomas dan Marisa,luar biasa kompakya..



Keamanan sibuk halau penonton..


'ONE FEEL' Band MOF pengiring MargAreth ..

Masyarakat Padati Samador..



Bos PCP

Antusias..

Antusias..






Posting; oSS ---- fOTO: bOiM
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---