Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Friday, 15 August 2008

Bupati Kunjungi Bumi Perkemahan Pramuka di Boganatar..

Bupati Sikka Drs.Sosimus Mitan dan Wakil Bupati Sikka dr.Damianus Wera beserta rombongan dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Sikka dan anggota DPRD Sikka tanggal 13 agustus 2008 mengunjungi bumi perkemahan Pramuka di desa Boganatar dalam wilayah kecamatan Talibura(70 Km dari ibukota kabupaten Sikka,Maumere).Kunjungan kerja ini adalah dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Pramuka Indonesia ke 47 yang jatuh pada tanggal 14 agustus 2008.Kegiatan perkemahan Pramuka di desa Boganatar telah berlangsung dari tanggal 11 dan berakhir tanggal 14 agustus 2008 yang pembukaannya dilakukan oleh Camat Talibura Vincentius Liwu .Kegiatan perkemahan Pramuka diikuti oleh anggota Pramuka sekecamatan Talibura dalam naungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sikka dengan ketuanya Pius Ola Witing.Bumi perkemahan berada dalam lingkungan Sekolah Dasar Katolik 031 Boganatar,sebuah sekolah yang berdiri tahun 1924.


Selain Kegiatan Perkemahan Pramuka di Boganatar(sebuah desa yang berdekatan dengan wilayah Flores Timur sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa Sikka(dialek Tana Ai)dan bahasa Muhang,Flotim) yang belum terjamah peneragan listrik dilangsungkan pula
berbagai kegiatan seperti TNI Manunggal,pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan,BKKBN dan TNI AD 1601 Sikka serta malam pentas seni budaya dari setiap desa di wilayah Kecamatan Talibura.

Dengan tema "Bersama Kita Membangun Gerakan Pramuka Mulai Dari Desa" kurang lebih pukul 18.30 Witeng,Bupati dan rombongan memasuki lapangan perkemahan Pramuka untuk mengikuti upacara penyalaan api unggun.Bupati Sosimus selaku pembina upacara diberi kehormatan untuk menyalakan api unggun diikuti lagu 'api kita sudah menyala'.Berbagai lagu dari kelompok koor Pramuka ini mengiringi upacara malam penyalaan api unggun.

Kira-kira pukul 7 malam bupati dan rombongan meninggalkan lapangan perkemahan untuk bersantap malam dan selanjutnya menyaksikan pentas seni dan budaya.Bupati dan rombongan bermalam di desa Boganatar yang berhawa dingin untuk selanjutnya tanggal 14 agustus besoknya mengikuti apel akbar yang merupakan puncak acara dari peringatan HUT
Pramuka ke 47.Ikut serta dalam rombongan bupati adalah Thomas Noang anggota DPRD Kabupaten Sikka yang juga merupakan ketua Koalisi Bersama Membangun Sikka.




www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 12 August 2008

Sikka ekspor rumput laut ke Amerika

Setiap bulan panen rumput laut di Kabupaten Sikka mencapai 350 ton hingga 450 ton. Dari jumlah itu sekitar 300 ton diekspor ke Amerika Serikat (AS), sedangkan sisanya sekitar 50 ton sampai 150 ton diekspor ke Filipina, Cina, Singapura, Thailand dan Malaysia.

Hasil panen rumput laut kering yang dikirim ke luar negeri diolah menjadi bahan dasar untuk pembuatan makanan, minuman termasuk untuk membuat bahan bakar minyak.
Hal itu disampaikan oleh Direktur UD Purnama, dr. Hendra Sudarmaji dan Kasubdin Sumber Hayati Keluatan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Heribertus, di Maumere, Minggu (27/07/2008), terkait hasil produksi rumput laut di Sikka dan program Coremab.

Heribertus mengatakan, budidaya rumput laut di Sikka mulai dikembangkan tahun 2004. Dan, hingga saat ini program Coremab sudah masuk 21 kecamatan di wilayah pesisir pantai utara dan selatan Pulau Flores.

"Hasil produksi rumput laut kering mencapai 350-450 ton setiap 40 hari sesuai jadwal panen. Rumput laut ini dijual Rp 10.000,00/kg sehingga total produksi sebesar Rp 3,5 miliar - Rp 4,5 miliar/empat puluh hari. Jumlah ini cukup fantastil," kata Heribertus.
Ia menjelaskan, tahun 2007/2008, Kabupaten Sikka kembali menerima dana Coremab Rp 300 juta, yakni terdiri dari kegiatan fisik teknis Rp 270 juta, dan sisanya untuk kegitaan konsultasi. Pada thun 2008, Coremab bermitra dengan pengusaha UD Purnama-Maumere.

"Budidaya rumput laut dilakukan sebagai mata pencaharian alternatif warga setempat. Namun justru mata pencaharian alternatif ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Darmaji menambahkan, tahun ini pihaknya mengembangkan rumput laut di wilayah selatan, di Desa Lela, Kolidetung dan di wilayah timur. Budidaya rumput laut mulai dari proses pembibitan, pengembangan sampai produksi. "Target produksi dua desa di selatan sebanyak 15 ton per 40 hari," kata Darmaji.

Untuk pemasaran, pengusaha rumput laut yang sudah berkiprah beberapa tahun di Sikka ini mengatakan, pangsa pasar di Philipina, China, Singapura, Thailand dan Malaysia.
Manfaat rumput laut, kata Darmaji, untuk bahan emulsi fire, yakni bahan pembuatan larutan menjadi homogen. Setelah itu, diolah di pabrik menjadi bahan dasar untuk 340 jenis bahan baik untuk bahan makanan, minuman, farmasi maupun kosmetik.

Untuk budidaya rumput laut setiap kepala keluarga mendapat 300 kg bibit yang dalam pengembangan pertama (3-4 minggu) mampu berproduksi 1.200 kg (300 x 4) dan untuk pengembangan II (3-4 minggu berikutnya) bisa berproduksi 4.800 kg (1.200 x 4). Jika satu kg rumput laut kering Rp 10 ribu, maka petani bisa menerima Rp 4.800.000,00. "Mata pencaharian alternatif ini sangat membantu perekonomian warga. Usaha ini akan dirintis pada desa pesisir pantai," tambahnya.(Spirirt Entete)
Selengkapnya...

Bagi-Bagi Hadiah di Pesta Rakyat..

Menjelang peringatan HUT kemerdekaan Rebuplik Indonesia yang ke 63 bertempat dilapangan Stadion Gelora Samador da Cunha kota Maumere berlangsung kegiatan pesta rakyat yang diperuntukan bagi warga kota Maumere dan sekitarnya.Pesta rakyat tersebut berlangsung 2 hari yakni tanggal 8 dan 9 agustus 2008 serta di sponsori oleh Simpedes Bank Rakyat Indonesia(BRI)dan didukung sepenuhnya oleh Choin Entertainment dan GEMS PRO(Generasi Muda Sikka Production).
Pesta rakyat yang berlangsung 2 hari tersebut mencapai puncaknya tepat malam minggu dengan hadir dipentas panggung artis dangdut ibukota yang merupakan juara kedua acara ajang pencari bakat Kondang-in Indosiar 2006,Elvi Zubay.


Meski cuaca kota Maumere malam hari begitu dingin namun antusias warga kota untukmenikmati pesta rakyat kali ini terlihat begitu besar.Beberapa tenda yang sengaja dibangun untukpesta rakyat dengan menjajakan beraneka barang dagangan maupun sovenir yang berada disekitar panggung pertunjukan diserbu pengunjung.Warga kota mengambil kesempatan di acara pesta rakyat kali ini untuk mengisi waktu bersama keluarga selain untuk menghibur diri setelah jenuh bekerja selama hampir sepekan.Berbagai kegiatan yang menghibur digelar untuk memeriahkan pesta rakyat.Hadiah-hadiah berupa uang sebesar Rp 1 Juta dan suvenir-suvenir cantik dibagi-bagikan kepada pengunjung setelah melewati proses permainan diatas panggung(lucky draw)yang berlangsung kocak,seru dan menghibur.Dua hari berturut-turut BRI yang empunya hajatan ini tak segan-segan memanjakan pengunjung dengan banjir hadiah dan hiburan menarik.

Dihari pertama kegiatan pesta rakyat diisi dengan tampilnya beberapa band,dancer dan sendra tari dari sanggar Benza.Beberapa band yang tampil malam itu adalah grup-grup band yang terkenal di Kabupaten Sikka seperti Sparky band,Re band dan Total Alarm.Banjir hadiah bagi pengunjung telah berlangsung mulai malam pertama perhelatan pesta rakyat.Acara bagi-bagi hadiah yang dipandu pembawa acara kawakan di tanah Sikka bung Lucky Rener seperti kuis-kuis atau permaianan(games)lebih banyak membuat peserta harus menahan perasaan akibat terus-terusan di gojlok oleh bung Lucky dan para penonton.

Dihari terakhir merupakan puncak pergelaran pesta rakyat.Selain acara bagi-bagi uang dan hadiah lainnya lewat berbagai permainan tentu saja acara yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung adalah goyang dangdut bersama Elvi Zubay.Elvi yang tampil menggoda diatas panggung cukup memanaskan suasana dengan beberapa nomor hits berirama dangdut.
Elvi tak segan-segan mengajak penonton menari bersama diatas pentas dan yang pasti penonton yang punya nyali bergoyang dangdut bersama Evi ketiban rejeki nomplok Rp 500 ribu.


Ada pula penyerahan hadiah bagi peserta yang memenangkan perlombaan untuk tenda terbaik.Seperti tenda Samosir(perkumpulan masyarakat Batak di Maumere)menyabet hadiah sebesar Rp 1 juta untuk kategori tenda terbaik atau tenda Putra Kewa yang kebagian juara untuk kategori masakan terbaik.Yang pasti banjir hadiah bagi pengunjung di obral habis oleh Simpedes BRI Kabupaten Sikka untuk hajatan yang mengambil tema’Pesta Rakyat Simpedes’.
Lagu legendaris Maumere Manise yang dibawakan oleh keluarga besar BRI Kabupaten Sikka mengantar pulang pengunjung pesta rakyat dari stadion Gelora Samador da Cunha.


Selengkapnya...

Wednesday, 6 August 2008

Apa kabar Bapak Daniel Woda Pale Hari Ini?

Kesan pertama ketika pertama kali bertemu Bapa Dan Pale (mantan Bupati Kabupaten Sikka) adalah melihat sosok yang akrab, ramah dan bersahaja. Keramahan tersebut terlihat dari sikap beliau ketika menerima kami di rumahnya sore hari tanggal 5 agustus 2008. Dirumahnya yang asri, sejuk dan memiliki halaman luas dengan kebun kecil sosok mantan pemimpin Sikka yang berkharisma ini menikmati hari-harinya dengan berkebun. Dirumahnya yang berdekatan dengan SMAK St Gabriel, Bapa Dan yang bernama lengkap Daniel Woda Pale sedang terlihat sibuk menata dan merapikan tanaman-tanaman dikebunnya. Menjadi seorang petani dikebun kecilnya adalah waktu keseharian Bapa Dan setelah mengundurkan diri dari jajaran pemerintahan dan perpolitikan di Nusa Tenggara Timur.

Meski telah berumur, Bapa Dan masih terlihat kuat, enerjik dan raut wajahnya masih terlihat segar. Kami merasa beruntung bertemu dengan beliau.

"Bapa telah dilatih oleh orang tua untuk bertani sejak kecil. Bertani adalah pekerjaan mulia dan membuat kita terlihat segar. Dengan bertani,l ihat bapa masih terlihat segar dan sehat",kata beliau sambil tersenyum bangga.

Diusia 65 tahun Bapa Dan Pale memutuskan mengundurkan diri dari semua kegiatan birokrasi dan perpolitikan .Jabatan terakhir yang disandang beliau adalah ketua Partai GOLKAR NTT dan ketua DPRD NTT.

"Setelah sampai dipuncak kita harus tahu diri, berisitirahat dan mendorong kaum muda dan mereka yang ingin maju",begitu kata beliau tentang mundurnya dia dari hiru pikuk perpolitikan di NTT.

Bapa Dan Pale merupakan anak ke 6 dari 8 bersaudara dan merupakan anak laki-laki satu-satunya.
"Saat Sd kelas 5 di Lela saya bercita-cita menjadi seorang pastor namun bapa saya menentangnya karena saya anak laki-laki tunggal dalam keluarga, jadi agar saya tidak masuk seminari bapa memulangkan saya kembali ke desa Paga untuk meneruskan kelas 6 Sd disana",kenang beliau tentang masa kanak-kanaknya.
Kemudian Bapa Dan Pale meneruskan Smpnya di SMP Ndao (1951-1954) dan meneruskan SMA di kota Solo, Jawa Tengah.

Adalah sang ayah yang menyuruhnya balik kembali ke Flores setelah beliau menamatkan sekolahnya di Solo.
"Bapa saya kuatir kalau saya tetap di jawa saya akan melanjutkan di seminari seperti cita-cita masa kecil saya atau saya mencari cewek Jawa", kenang Bapa Dan sambil tertawa.

Setelah ditarik pulang ke Flores beliau langsung diterima kerja di Kantor Pemerintahan Daerah Flores (dengan ibukota Ende waktu itu) saat berusia 18 tahun dan langsung diberi jabatan Kepala Bagian Politik. Disinilah awal mula karier beliau dibidang politik dan pemerintahan .

Kini setiap hari beliau mengisi waktunya dengan berkebun, bercanda dengan cucu-cucunya serta menghadiri undangan di luar rumah.

Dihalaman rumah yang nampak asri, sejuk dan tidak membosankan ini Bapa Dan tetap asik bekerja sambil bercerita kepada kami. Beliau kelihatan sangat bersemangat kalau sedang bekerja serta tidak sungkan-sungkan untuk tertawa lepas bersama kami.

Beliau bangga dengan kebun kecil miliknya karena dengan adanya kebun tersebut beliau bisa bekerja sebagai seorang petani.
Di kebun ini terdapat berbagai jenis pohon pisang, berbagai jenis pohon mangga,j ambu air, bunga warna-warni, pohon singkong dan lain-lain. Kebanyakan warga Kabupaten Sikka masih mengenang kepemimpinan beliau saat menjabat sebagai bupati Sikka 2 periode(19 september 1977 sampai 21 mei 1988). Keramahannya serta kesahajaanya saat sebagai seorang pejabat kabupaten sampai sekarang masih diingat banyak orang.

Bapa Dan menikahi Ibu Maria Wihelmina Kaunang dan dikarunia 5 orang anak dan 9 orang cucu. Kini di usia 69 tahun Bapa Dan menduduki jabatan sosial sebagai Ketua Panitia Pembangunan Gereja Paroki Paga.


Tak terasa obrolan kami hampir sampai di ambang malam. Kami bergegas pamit pada beliau. Dengan di antar oleh beliau dan seorang cucu cantiknya ke pintu pagar kami meninggalkan rumah asri tersebut dan membawa pulang segudang cerita beliau dan keramahan sang mantan pemimpin yang dijaman pemerintahannya terkenal sebagai seorang pamongpraja karier yang enerjik, dinamis dan menyimpan segudang cita-cita besar untuk kemajuan daerahnya. Epang gawang (terima kasih) Bapa Dan atas waktunya.



www.inimaumere.com/oss boim dpar
Selengkapnya...

Monday, 4 August 2008

Jepretan Perjalanan ke Maumere..

Kisah perjalanan mas Sigit Mbonk Widyananto 4/Juli/2008 ketika mampir di Maumere..
http://mbonk.multiply.com/

Setelah berpisah dengan crew By Any Means sore itu, gue menghabiskan waktu sejenak menikmati pemandangan pelabuhan. Apa bagusnya ya pemandangan pelabuhan? Secara umum, pelabuhan ya adalah tempat para kapal parkir, apa lagi yang istimewa?!.

Ya, betul sekali.. Pelabuhan Maumere, gue bilang indah karena airnya jernih, bisa keliatan dasarnya, dan ikan kecil warna warni berenang di sela karang hidup. Indahnya..


Anak anak dan pemuda2 banyak yang girang bermain air. Mereka bersampan dan berenang rame-rame. Banyak yang menyelam memperebutkan uang yang dilempar ke air. Eh ada juga yang akrobat bergelantungan di tali kapal, trus nyebur ke laut, ikutan berebut uang yang dilempar. Orang-orang melempar uang ribuan kertas yang diremes2 biar jatuhnya cepat. Dan anak-anak ini tetep girang walau gak dapet duitnya. Udah cukup senang liat orang2 menyorakinya. Kereen abiiss..

But, well... What next??

Jadwal kerja gue selanjutnya adalah kembali ke Bali untuk mengerjakan laporan scouting. Dan gue dapet tiket pesawat ke Denpasar Bali itu Kamis 4/Juli 16.45. Dengan demikian bisa dihitung, gue masih punya waktu bebas dari sore gue nyampe di Maumere jam 15.00 sampe besok sore jam 15.00.

Horeee.. punya waktu 20-24 jam di siniii... cihuy!!
Tapi mo ngapain? Mo kemana? Gue memang tidak merencanakan sesuatu di Maumere ini. Gak pernah ke tempat ini sebelumnya, dan kantor Bali memang tidak mempersiapkan akomodasi khusus karena gue bukan crew.

Yah, gue perkirakan bahwa gue bakalan capek. Jadi gue gak kemana2, cuma istirahat - tidur panjang di sebuah hotel/losmen. Trus berkeliling kota besok paginya, kalo beruntung bisa dapet koneksi, ya gue akan menghabiskan waktu di warnet. Begitu pikiran gue sewaktu menikmati memotret anak2 yang nyebur2 laut.

Sampai kemudian datang seorang pemuda berjaket lusuh, agak aneh melihat dia pake jaket di bagian depan badan. Rupanya dia tukang ojek, menawarkan diri untuk mengantar gue. Sekelebat, kayaknya dia juga bilang bersedia nganter ke Kelimutu. Hah? Kelimutu?? Hmm.. terdengar menarik..

"Yah, nanti ya bang.. saya tunggu feri berangkat dulu"
Gue harus memastikan semua kru sudah berangkat dulu. Sebelumnya gue juga udah membina hubungan baik dengan para ABK feri, memberi imbalan tips yang pantas untuk melayani keperluan kru sampai mereka tiba di Kupang esoknya. Lagi pula mereka sudah dekat juga dengan kapten feri sehingga bisa memudahkan semua keperluan kru.

Feri pun lepas tambatan.. gudlak ya Charley, Russ, Mungo n Anne..

All by myself... terngiang lagu itu, hiiii gue sendirian booo.. hwokeh.. mana tuh tukang ojek tadi.. Lumayan dah.. ada yang sudah menyediakan diri untuk mengantar.. Tukang ojek tadi masih setia nungguin deket gue. Kami pun ngobrol2 mengenai pemandangan apa aja yang bisa dinikmati di Maumere ini. Dia nyebut beberapa pantai, dan Danau Kelimutu

*lalu terlintas pikiran gila petualang gue..
"Sius {namanya Canisius}, kau tinggal dekat sini? Bagaimana kalau aku istirahat di rumahmu, kita pergi ke Kelimutu besok pagi, lalu langsung sudah itu kita ke bandara?"

Dia terlihat kaget mendengar permintaan gue. Melihat keraguan di wajahnya, gue langsung bilang:
"Tak perlu repot2, aku bisa tidur di mana saja, di tikar atau kursi, asalkan bisa berteduh, biar uang jatah hotelku nanti bisa kau kasi ke mamamu, bagaimana?"

Sius yang saat itu ditemani Rico (yang ternyata adalah sepupunya) lalu bertanya ke Rico, Rico pun lalu menelpon keluarganya. Sebentar kemudian Rico tersenyum,

"Iyo bisa mas, tapi tempatnya jelek, tak apa ya??"

"Ah tak apa lah..yang penting kita bisa istirahat nanti"

"Iyo mas.. mari sini tasnya, motornya di situ" berasa kayak ndenger orang jawa ngomong, bilang "iya"-nya "iyo" gitu..

Kami pun menuju rumah Rico, karena Sius bilang rumah Rico lebih mudah dijangkau dan ada kamar yang kosong. Ternyata "konsep jarak" yang gue anut itu beda dengan yang mereka anut..hehehe.. Mereka kan bilang "deket", gue mikir kan di daerah lalulintas lancar seperti ini kan gak lebih dari 15 menit. Sampe gue liat jam gue udah berlalu 15 menit tapi blom nyampe juga. Hwee..jadinya 30 menit juga boo.. yah.. berarti rasio perbandingan jarak antara gue dan mereka adalah 1 banding 2.

Kami pun sampai di rumah Rico. Papa mamanya sedang tidak di tempat. Gue ama Rico lalu mencari warnet. Rico bilang warnet itu buka sore jam 4, jadi sebelum itu gak buka. Ok dee, coret 1 lagi rencana untuk internetan pagi siang.

Warnet di kota itu berada di sebuah sekolah dan dibuka untuk umum sampai jam 9 malam. Cek dan bales email, 1 1/2 jam lalu tenggo lagi untuk cari makan malam.

Tapi Rico bilang, mamanya akan masak malam ini, waduh.. gue langsung menyadari kesalahan gue fait a compli Rico dan keluarganya.. jangan2 dia sembelih ayam kesayangan untuk dihidangkan buat gue. huhuhuhu...buru2 gue bilang,
"Tak perlu repotkan mama Rico, kita bisa cari makan nanti".
"tak apa mas, memang mama masak selalu banyak, keluarga kami besar".
"baiklah, kita kembali dulu ke rumah jumpa mama papa, tapi sebelumnya kita coba singgah, lihat pantai" *dalam hati gue emang lagi ngejar matahari terbenam..pengen motret ;-pp

gue dan Rico ke pantai deket rumahnya.. **dalem hati gue mbatin.. enak bener ya serasa pantai itu jadi teras rumah

*project mengejar matahari terbenam agak2 gagal karena kamera gue agak alergi dengan pencahayaan yang gelap, yang mana guenya juga gak ngarti gimana ngatur setelan kamera..lengkap sudah azab ini.. hwoke deh..

"Rico, besok kita kejar matahari terbit..matahari terbit di sisi mana?"
Ternyata pantainya Rico menyediakan matahari terbit di sebelah kanan dan matahari tenggelam di sebelah kiri. Wah keren neh.. tak sabar menanti esok..

Kami pun pulang dan berjumpa dengan orang tua Rico. orang tua Rico mengundang untuk makan malam. Kami makan dengan ikan kakap goreng, juga sup kakap,nasi panas, dan sambal.. *gue bukan penyenang sambal, tapi demi sambal yang ini gue merelakan mulut menganga terdera pedas..enak banget booo... hehehe..

Usai makan, mulu asam ingin merokok.. lalu bertanyalah diriku pada mereka:
"adakah warung dekat di sini Rico?"
"warung? mas mau cari makan apa mas?"
"tidak, saya mau cari rokok"
"di warung orang tidak jual rokok mas"
*gue menangkap ada yang aneh, juga membaca wajah mereka yang bingung..
"masa'? tidak ada orang jual rokok dekat sini?"
"oh mas.. kalo rokok dijual di toko, kalau warung orang menjual nasi"
"ooh" terhenyak gue menyadari kepandiran gue.. hehehe..
"ya itu.. kita cari toko"
hehehe.. ada ada saja..

gue ama Rico ke toko beli rokok, lalu ke rumah Sius yang cuman 200 meter di belakang rumah Rico. Hwiiii gile bow.. listrik kan adanya di rumah.. nah di jalan menuju tempat Rico melewati pematang kebun yang tidak ada lampu sama sekali.. huhuhu, gue kan bawa senter, jadi gak kuatir.. tapi sebelum gue menyalakan senter.. gue terkagum2 ama atap langit yang bertaburan ribuan bintang...tsahhh jernih booo.. gelap sempurna dan kita bisa liat semua bintang berklip2 di sana.. indahnyaaa...keliatan tuh sabuk Bimasakti membentaaaang....
**gue jadi teringat pengalaman gue dengan seorang dokter di Kupang, taraf gokilnya sedikit di atas rata-rata.. dia ngajak gue ke airport malem2... gue kira ada emergensi darurat, taunya dia mo nunjukkin tempat yang beratap taburan ribuan bintang...its amazing...

when you wish upon a star..now i can wish upon million stars hehehehe...

yah gitu deh.. ketemu Sius, siapin rencana perjalanan Kelimutu besok, cek motor, bensin, ban dan cari helm.. hehehe.. sayang disayang wahai kepala ini..
Rencana berangkat jam 6 pagi, perkiraan sampai di Kelimutu jam 9, lalu habiskan 1 jam di sana, trus pulang ke Maumere sampai di bandara bisa jam 2 sore.. yah masih sempat waktu untuk berjaga2... tokh flight jam 16.45 bisa stand by di aiport jam 15.45 ato jam 16.00. tapi sebagai warga yang baik dan santun mari kita bersiap lebih awal.. yah jam 15.00 sudah di bandara kan masih enak..tak terlalu lama menunggu juga..bisa istirahat..

yah di lanjut besok lagi ah..saat perjalanan menuju Kelimutu dan liputan danaunya itu sendiri..

yuuukk...
*bweh.. kok jadi panjang geneh??















Tanpa di Edit dari : http://mbonk.multiply.com/

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 2 August 2008

Kerajinan Tenun Ikat Khas Kabupaten Sikka..


Tenun ikat Sikka diproduksi di hampir seluruh desa dan kecamatan yang ada, belum ada data akurat tentang hal itu, mengingat pembuatan tenun ikat kadang hanya kegiatan sambilan para ibu-ibu. Namun desa-desa yang terkenal tenun ikatnya adalah:
Heopuat, Hewokloang, Watublapi, Bola, Nele,Koting,Nita dan Sikka.
Diperkirakan ada 1000 pengrajin tenun ikat, baik untuk utan(g), lipa maupun prenggi



* Kerajinan yang hingga sekarang terus hidup di Sikka adalah kerajinan tenun, selain karena fungsinya sebagai pakaian sehari-hari, kain tenun juga bagian dari adat budaya masyarakat Sikka, seperti mas kawin (belis) dan upacara-upacara adat orang Sikka.

* Kain tenun biasa dipakai untuk sarung perempuan (utang), sarung pria (lipa) dan ikat kepala (lensu). Psan moral edukatif tentang kain tenun dalam adat budaya Sikka adalah Du’a utan(g)ling labu welin(g) “kain sarung dan baju setiap wanita haruslah bernilai, berharga”.

* Warna kain tenun didominasi oleh warna coklat tua dan hitam, namun ada juga varian warna biru atau merah. Pewarna kain tenun menggunakan pewarna alami dari akar mengkudu (bur/buke) dan tarung (tarum hitam) yang diberi ramuan koja gelo.

* Kain ditenun diikat dengan susunan/design hurang(g)-heren(g) ditambah motif simbol-simbol huran(g)-kelan(g) seperti: dala mawarani: bintang kejora, agi pelikano: burung suci pelikan,jarang atabiang: pasangan manusia berkuda, koraseng doberadu: manusia bagai pasangan ayam, naga lalang: ular naga,ruha: rusa, patola: suluran kembang-pengaruh India, dsb.

* Motif kain tenun juga mempunyai arti simbolik seperti utang moko: untuk upacara
perladangan, utang breke: upacara tolak bala, utang jarang atabi’ang: upacara kematian,utang merak: pakaian pengantin perempuan, utang mitang: motif untuk orang tua, utang wenda: motif hidup bahagia, utang rempe sikka: hidup rukun, utang mawarani: bintang kejora,utang sesa we’or: buat pengantin perlambang burung murai berpasangan.

* Kerajinan lainnya yang cukup signifikan adalah kerajinan keramik dan ukir gading. Kerajinan keramik secara turun temurun di produksi di Kecamatan Bola, sedang kerajinan gading dilakukan secara terbatas mengingat bahan baku gading gajah yang langka.





Anda bisa juga mengetahui tentang tenun ikat khas Kabupaten Sikka bahkan bisa memesannya lewat nomor ponsel yang disertakan pada blog www.alfonsadeflores.blogspot.com atau klik saja pada link Tenun Ikat di blog inimaumere.
Selengkapnya...

Wednesday, 23 July 2008

Budaya dan Ragam Tradisi di Kabupaten Sikka

Kabupaten Sikka menyimpan begitu banyak ragam budaya,tradisi,bahasa dan peninggalan-peninggalan masa lampau yang mempunyai nilai peradaban yang tak ternilai.Memang banyak masyarakat dinegara kita yang belum mengetahui karena memang informasi seperti ini bisa dibilang jarang ditemui.
Sedikit informasi tentang keragaman budaya,bahasa yang khas dan unik dari kabupaten Sikka bisa dibaca disini...

- Kepercayaan purba --.> Tuhan, Dewa Matahari-Bulan
- Mo’ang Allessu
* Don Alessu Ximenes da Silva, peletak Agama Katolik di Kerajaan Sikka-Krowe


Bahasa dan Etnik

* Sikka Krowe – Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Sikka, Kelompok etnis yang
mendiami sebagian besar wilayah Kabupaten Sikka yang terdiri dari sub etnis Sikka Lela,Nita Koting, Nelle-Baluele, Habi-lli-Wetakara, Bola-Wolunwalu,Dorang-Halehebing.

* Sikka Muhan – Bahasa digunakan adalah Bahasa Muhan, Kelompok etnis Tana Ai yang
mendiami wilayah sekitar Kringa dan Werang. Penganut sistem kekerabatan matrilinear.
* Muhan mendiami bagian timur Kabupaten Sikka, sekitar perbatasan dengan Kab. Flores
Timur atau sering disebut Muhang Jawa.* Lio – Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Lio, Mayarakat etnis Lio mendiami bagaian
barat Kab. Sikka dan terdiri dari beberapa sub etnis seperti Mblengu, Mego, Nualolo, dan Bu.
* Palue – Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Palue,Kelompok etnis yang mendiami pulau Palue antara lain sub-etnis Nge: Lajangawawi, Lajakarapau, Suria, Kimalaja, Cinde, Pima dan Uwi Muri.
* Tidung – Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Bajo, Kelompok etnis Kidong Bajo berasal dari Sulawesi selatan yang mendiami pulau-pulau sekitar Teluk Maumere dan sepanjang Pantai Utara (Magepanda, Alok, Kewapante, Waigete, Talibura)

Adat upacara

• 2 ritual siklus tahunan, yakni:
- Musim tanam (Wulang Leleng) dan
- Musim panen (Wulang Dereng)

• 3 siklus daur hidup (Hu’erHoreng Ata Bi’ang), yakni:
- Kelahiran (Wua DetAE Doda), terdiri dari 8 ritual, mulai dari pemberian nama hingga
penyunatan

- Pernikahan (Lema Lepo ‘Rawit Woga), termasuk ritual yang paling rumit terdiri dari 11 ritual, mulai dari ritual meminang hingga ritual mengantar istri ke pihak keluarga
suami. Adat mas kawin (belis) menurut para ahli dan sejarahwan berasal dari perintah
Ratu Dona Inez dan Ratu Dona Maria Du’a Lise Ximenes da Silva pada awal abad ke 17, guna mengangkat harkat kaum wanita di Kerajaan Sikka.

- Kematian (Huer Hereng Ata Mateng Potat), terdiri dari 7 ritual, mulai dari ritual
pembawaan kain, lilin hingga ritual minggu pertama dan ketujuh.

Seni tradisi:

• Seni tari terdiri dari:
- Tari Upacara Ritual, berkaitan dengan kelahiran, tanam padi, hingga giring perahu.
- Tari Perang, berkaitan dengan ritual sebelum perang hingga tari kemenangan perang.
- Tari Pergaulan, seperti pesta panen, perkawinan hingga tarian yang diwarisi dari
kebudayaan Portugis seperti Tari Bobu yang merupakan drama tari kehidupan Yesus.

• Musik tradisional di Sikka sangat diwarnai oleh musik perkusi pukul yang disebut gong waning, namun alat musik lainnya juga cukup komplit, mulai dari alat perkusi pukul dari metal dan bambu, perkusi kulit (gendang), musik tiup, alat musik petik hingga gesek.

• Tradisi Tenun ikat, dimana tenun ikat tidak hanya menghasilkan tekstil semata, namun setiap motif tenun ikat selalu punya makna simbolis, bahkan pada jaman kerajaan juga menjadi penanda status adat dan sosial.

Benda Pusaka Budaya

Budaya Sikka sangat kaya dengan barang-barang pusaka budaya, baik yang asli dari
kerajaan Sikka sebelum Portugis datang maupun sesudah Portugis datang. Benda pusaka
budaya antara lain: benda peninggalan pra-sejarah (tempayan dongson, replika perahu perak Dobo), benda-benda peninggalan kebesaran kerajaan disebut Regalia, patung keagamaan(patung Bayi Yesus, Watu Cruz)

www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---