Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Tuesday, 23 September 2008

Roy Boomerang dan Andy /rif Tiba di Maumere


Dari Bandara Wai Oti Menuju Gading Beach Hotel & Resort

Dua vokalis band rock papan atas indonesia akhirnya hadir di kota Maumere. Keduanya tiba sekitar pukul 02.30 Wita menggunakan pesawat Trans Nusa. Kehadiran pentolan /rif band dan Boomerang ini disertai para manajer dan Maumere menjadi kota pertama yang mereka jejaki di NTT. Kehadiran Andy dan Roy Jeconia di Bandara Wai Oti dijemput panitia yang terdiri Sonia FM, Choin Entertaiment dan dari sponsor utama A Mild Live. Roy dan Andy /rif akan mengadakan konser musik rock yang pertama di daratan Flores. Keduanya dijadwalkan menggebre udara Maumere, besok malam 24 september.

Setelah berisitirahat sejenak di ruang VIP, sekitar 15.00 wita, rombongan berangkat menuju Gading Beach Hotel & Resort. Di hotel tepi pantai ini keduanya akan bersantap siang sekaligus beristirahat.

Menurut panitia acara, Gading Beach Hotel & Resort dengan panorama laut yang indah rombongan akan menginap beberapa hari selama konser musik rock 'Flores Breaking Music With Roy Boomerang 'N Andy /Rif' di Gelora Samador berlangsung.

Ketika tiba di Gading, Roy dan Andy terlihat asik menikmati panorama pantai yang sejuk dan nyaman. Meski kelihatan sangat letih namun keduanya berusaha untuk tetap santai. Apalagi angin laut yang segar menerpa tubuh mereka dengan keindahan pantai gading yang eksotik.

Roy dan Andy bersama rombongan kemudian bersantap bersama, menikmati gurihnya ikan dari hasil laut Flores yang terkenal nikmat
Setelah bersantap siang,rombongan keduanya lantas beristirahat. Direncanakan besok sore sekitar pukul 15.00 wita akan digelar jumpa fans dilanjutkan test sound di Samador. Sebelumnya pawai kendaraan akan membawa mereka bertemu masyrakat Maumere.


ini foto-fotonya :

VIP Bandara,Lucky(kanan)
VIP Bandara
Bersantai di Gading Beach Hotel
Bersantai di Gading Beach Hotel
Santai di Kafe
Santai

Santap Siang
Santap Siang
Santaiiiii.....
foto Bersama Fans


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 21 September 2008

Telah Hadir Di Maumere, Gading Beach Hotel And Resort

Lokasinya sangat cantik, nyaman, segar dan tertimbun dari hingar bingar kebisingan lalu lintas kendaraan. Berdiri tepat dibibir pantai utara laut Flores yang begitu biru jernih dan dihiasi panorama alam samudera Flores yang eksotik.
Gading Beach Hotel & Resort telah beroperasi beberapa waktu lalu dan dikelola secara profesional oleh pengusaha muda yang sedang menanjak F. Roberto Diogo atau akrab di panggil Robby Idong yang juga pemilik Nara Hotel di Kota Maumere.

Mencari ketenangan dan kesendirian atau hendak mengusir kepenatan dan segala kesibukan yang memberatkan otak dan pikiran, Gading Beach Hotel & Resort menjadi pilihan yang tepat. Bangunan yang berdiri diatas bidang tanah seluas 1 Ha terletak pada lingkungan yang nyaman dan alami, terkesan memadukan unsur-unsur natural dan moderen yang dirancang cermat sesuai konsep hotel & resort tepi pantai.

Dihadapan laut Flores dengan hamparan pasir pantai yang bersih, Anda boleh bersantai ria sepuas-puasnya. Juga tersedia sebuah balkon yang di disain dengan sentuhan alami dan berada tepat diatas kafe yang disediakan dibibir pantai.

Ya, dengan menikmati secangkir teh atau kopi sambil membaca koran atau berjemur rileks anda dipersilakan sepuas-puasnya menikmati panorama terbitnya matahari (sunrise) atau tenggelamnya sang mentari (sunset). Dikejauhan nampak para nelayan yang sibuk memancing.
Kalau malam tiba, apalagi jika sang bulan sudi memancarkan purnamanya yang bersinar kemilau suasana akan sungguh-sungguh menghanyutkan apalagi jika anda bersama-sama pasangan tercinta dan sedang tertikam panah asmara dengan bunga-bunga api cinta yang meletup-letup.

Reservation ;

081-338-709-569

085-239-004-490




Beberapa Fasilitas

Gading Beach Hotel & Resort menyediakan kebutuhan sarana transportasi dengan armada angkutan yang memadai dan cukup lumayan. Armada ini siap melayani para tamu hotel untuk jadwal kedatangan dan keberangkatan dengan biaya cuma-cuma alias gratis.

Gading Beach Hotel memiliki beberapa kamar tidur yang menawarkan kesan dengan nuansa alamiah dan dibaluti suasana pantai yang nyaman bersih dari hiru pikuk.

Ada beberapa bungalow yang berdiri tepat menantang laut Flores dihadapannya. Bungalow ini memiliki teras untuk bersantai sambil bermalas-malasan menikmati panorama laut. Anda bahkan bisa menyaksikan kesibukan para nelayan kecil yang sedang mencari ikan. Jika berniat ingin memancing atau menjadi nelayan sesaat, anda bisa langsung mewujudkan niat dan mimpi anda tersebut, ya sekedar melepas kejenuhan, apa salahnya? Gading Beach Hotel & Resort menyediakannya.

Beberapa Bungalow Di Gading Beach Hotel & Resort







Selain itu Gading Beach menawarkan pula paket wisata bahari seperti Snorkling, Diving dan Manta Tow. Manta Tow merupakan paket wisata bahari unggulan yang ditawarkan Gading Beach Hotel & Resort. Anda bisa merasakan serunya berada didalam air dan ditarik oleh speedboat sambil melihat keindahan turumbu karang yang masih asli dan tentu saja indah. Jadi ketika ditarik anda bukan berada di diatas air tapi didalam air, membingungkan? Nah,buktikan saja bersama teman-teman atau keluarga anda di Gading Beach Hotel & Resort.

Untuk wisata bahari ini para tamu hotel diberi tawaran dengan harga promo yang termasuk cukup murah dan sesuai isi kantong.

Untuk 5 orang perpaket di dipatok dengan harga Rp.150.000 dengan durasi waktu 6 jam.

Nah, kalau datang berlima atau beberapa orang lumayanlah untuk menikmati panorama laut Flores yang cantik dengan paket wisata bahari yang ditawarkan. Ada pula perahu-perahu kecil yang tertambat di pinggir pantai dan siap sedia memandu anda menyusuri keindahan panorama laut Flores. Perahu-perahu kecil ini termasuk dalam paket yang ditawarkan diatas.

Bagi para tamu yang ingin menginap,Gading Beach Hotel & Resort menyediakan kamar tidur dengan dukungan fasilitas pendingin ruangan (Ac) maupun non Ac (fan) dengan harga promo ;

* Rp.120.000/malam + makan pagi(breakfast) untuk satu orang ( menggunakan AC )

* Rp. 80.000/malam + makan pagi (breakfast) untuk satu orang ( tanpa AC /menggunakan fan)

Juga ditawarkan harga promo lainnya untuk penginapan,yakni;

* Rp. 210.000/malam untuk 2 orang dan mendapatkan menu makan spesial untuk makan pagi,makan siang dan makan malam dengan kamar ber-AC

* Rp.180.000/malam untuk 1 orang dan mendapatkan menu makan spesial untuk makan pagi,makan siang dan makan malam

Kamar Tidur disetiap Bungalow









Gading Beach Hotel & Resort juga menyediakan menu masakan laut atau sea food dengan memilih masakan dengan bahan-bahan hasil tangkapan laut Flores yang terkenal dengan ikan-ikannya yang gurih dan lezat.
Perut anda terasa lapar?Tinggal pesan saja menu-menu yang disediakan, misalnya untuk paket murah anda bisa memilih menu sesuka hati dengan harga berkisar Rp. 20.000 sampai Rp.40.000.


Nama Gading Beach atau Pantai Gading berasal dari para nelayan asal pulau Palu'e (sebuah pulau kecil di utara Flores) yang sering menyinggahi pantai tersebut.Para nelayan tersebut selalu menyebut pantai tempat persinggahan mereka dengan nama Pantai Gading yang diduga kuat berasal dari pohon kelapa gading yang banyak tumbuh dipesisir pantai tersebut.

So,jangan lupa kalau ke Maumere,Gading Beach Hotel & Resort menjadi pilihan yang tepat bagi anda.

Anda Bisa Bersantai di Kafe Sambil Menikmati Panorama Laut








www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 18 September 2008

Gading,Simbol Keperawanan Dara Sikka

Kabupaten Sikka secara khusus begitu mencuat dengan seni budayanya.Seni tenun ikat yang menghasilkan kain Sikka yang sangat cantik.Motif-motifnya sangat mempesona.Kain Sikka itu juga dikenakan oleh kaum wanita Sikka dengan cara yang unik,tidak seperti di daerah lainnya.
Wanita Sikka dalam dandanan baju kebaya,kain sarung Sikka dengan rambut yang disanggul,berikut -nah ini dia- gelang gading.Kalau di daerah lain kita hanya lihat bagaimana wanita hanya bisa mengenakan satu atau dua buah gelang gading,maka di Sikka(kabupaten Sikka) wanita Sikka bisa mengenakan 10 atau belasan gading dikedua tangannya.Konon,jumlah gading yang dikenakan menunjukan status sosial dari wanita yang bersangkutan.

Indah (Indah Lestari Beding) sendiri saat pertama memperhatikan sempat tertawa lepas,geli sendiri.Karena Indah juga memiliki duah buah gelang gading.Geli menyadari nilainya,ya,yang Indah kenakan ialah gelang gading domestik,sedangkan yang dikenakan wanita Sikka itu adalah gelang gading adat.Gelang gading yang menunjukan jati diri wanitanya.

Gelang gading dan gading itu sendiri tak dapat dipisahkan dari ritus kawin mawin.Dan gading itu sendiri mempunyai dua kisah sebagai yang asli dan sebagai yang datang dari luar.Kalau dari Flores Timur yang ada cerita itu dari Barat,dari Sumatera,yang dibawa oleh pedagang-pedagang dahulu kala dalam membuka perdagangan melalui pelabuhan Maumere dan Larantuka.Gading/bala,dari Sumatera,dari Malaka,dari India.

Namun di Sikka ada cerita khusus,gading-gading itu selain dibawa 70 batang oleh Don Alessu dari Malaka,gading-gading itu juga simbol kebesaran leluhur Nita.Bahwa gading itu berasal dari perut bumi Nita itu sendiri.Jumlahnya begitu berlimpah untuk dijadukan pagar rumah,kandang babi,untuk tiang dan tada nira(penampung nira).Bingung
juga ketika pertama mendengar cerita itu dengan hanya melihat gelang-gelang gading besar di Blikon Blewut dan Regalia Nita.Sulit membayangkan bagaimana gading-gading dahulu kala di Nita yang dilukiskan berlimpah ruah.

Indah Lestari Beding,dalam buku Pelang Sikka

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 14 September 2008

'Flores Breaking Music With Roy Boomerang 'N Andy /Rif' di Gelora Samador


Geliat panggung hiburan musik di tanah Maumere kembali akan di guncang oleh artis sekaligus musisi papan atas Indonesia asal kota Bandung dan Surabaya. Mereka akan menggebrak dengan aksi-aksi menarik dengan aroma sentuhan ala rocker's indonesia.
Ya, Andi /rif, vokalis grup musik cadas  asal Bandung dan Roy Jeconiah vokalis band Boomerang asal Surabaya akan memenuhi undangan pecinta musik cadas di daratan Flores. Keduanya hadir sekaligus menghibur warga kota Maumere dan Flores umumnya di Gelora Samador Maumere.
Jangan lupa tanggal 24 september 2008 jam 7 malam Wita!

Kedua rocker papan atas Indonesia yang kini bermukim di Jakarta merupakan vokalis band rock terkenal dan telah diakui oleh pasar musik tanah air maupun internasional.
Bersama band /rif,Andy (vokal), Iwan (bas), Adji (gitar), Maggi (drum), dan Denny (gitar) mereka merambah studio rekaman di tahun 1997, dan merilis album pertama Radja yang melejitkan hits berjudul sama "Radja".

Pada bulan Oktober 1998 /rif meluncurkan album kedua, Salami, sebuah album yang sarat dengan muatan moral untuk peduli pada alam. Dua tahun kemudian, tepatnya April 2000 album ketiga berjudul Nikmati Aja diluncurkan. Dan di tahun 2002 kembali mereka merilis album keempat berjudul ... Dan Duniapun Tersenyum.

Sedang Roy Jeconiah yang memiliki nama lengkap Roy Jeconiah Isoka Wurangian (lahir 6 November 1969) adalah vokalis grup musik Boomerang. Roy bergabung dengan Lost Angles (sebelum berganti nama Boomerang) menggantikan vokalis Inno Daon yang hengkang.
Roy menikah dengan Precillya Grace Tulelenan pada 3 September 2005.

Kini kedua rocker yang memiliki karakter suara yang benar-benar ngerock abess akan membakar suasana malam di stadion Samador. Konser kedua rocker papan atas ini merupakan konser musik rock pertama di tanah Flores.

Konser dengan tema ‘Flores Breaking Music With Roy Jeconiah N Andy Rif’ merupakan bentuk kerja sama Choin Entertaiment dan Radio Sonia FM dan disponsori oleh A Mild Live serta didukung sepenuhnya oleh www.inimaumere.com, Gading Beach Hotel n Resort,Delta FM Ende,Smile FM Larantuka,Agung Motor.

Harga tiket masuk untuk umum Rp.10.000/orang dan VIP Rp.100.000 untuk 2 orang.Tiket bisa dipesan di studio radio Sonia Fm dan bursa kaset Bogadharma Maumere, bagi yang berdomisili di Flores pesan sekarang juga,jangan lewatkan kesempatan ini!!

Konser pembuka akan diisi oleh band asal kota Ende yang juga merupakan juara Festival Musik Flores-Lembata 2008 di Maumere dan Doctor 4 asal Larantuka.

Jangan lewatkan pula kesempatan jumpa fans dan talk show yang rencananya akan berlangsung di studio radio Sonia Fm jalan Wairklau nomor 1 Maumere.Bagi yang tinggal di Maumere,anda bisa hadir untuk berjumpa dengan sang bintang.

Pemesanan Tiket Pertunjukan Dapat Menghubungi Saudara;

Lucky,HP : 0852 394 237 57

Ossy ,HP : 081 339 117 123

So,jangan ngaku rocker kalo tidak datang di konsernya !!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Ketawa Gila Sara Maumere....(5)

Tambah satu Tumpuk

Malam itu dingin sekali. Berto menarik jaketnya rapat-rapat sambil lingkar di pu tangan satunya di bahu nona Berti kekasihnya yang jalan di sebelahnya. Nona Berti ini mirip sekali dengan penyanyi Alicya Keys. Sambil dorang makan ubi goreng, Berto tak segan kasih sikap romantis. Ceritanya mereka dua baru pulang nonton pameran dan pentas hiburan. Berto yang memang belum makan akhirnya te kasih habis ubi goreng yang tinggal satu di nona Berti pu tangan.


Berti : Kaka, kau rakus sekali eee... tadi belum makan ko?

Berto : yaa iyaaalaaaa...abisnya orang di rumah tadi tida masak diii...semua pigi acara masuk keluarga di Kota Uneng.

Berti : Pantas kaka lapar sekali, sambal juga licin kaka babat, ade takut kaka sakit perut nanti...

Berto (ketawa): hiiiii..tida mungkinkah ade, kaka pu perut kan kebal, cuma ubi goreng sa ade takut..

Berti(pasrah): bae sudahhhh...

Sambil jalan-jalan santai mereka suda masuk di kawasan perumnas dimana nona Berti tinggal. Tiba-tiba te Berto rasa dia pu perut sepertinya agak onar sedikit. Rasanya ada yang minta permisi mau keluar.Tanpa sadar Berto remas kuat-kuat jemari nona berti, tentu saja berti kaget..

Berti (heran karena tumben berto remas kuat golo): Ada apa kaka?

Berto : aduh aduh aduuhhhh..saya pu perut sakit sekali eee..kayaknya harus bongkar nihh ade..

Berti panik : aduh kaka tahan dulu ka, tinggal sedikit kita su sampe di rumah jugaaaaa...nanti baru kaka bongkar disana.

Berto dengan setengah jongkok tahan sakit : aeeee, saya su ter bisa, kayaknya harus sekarang eee..

Sambil berlari berto masuk di pekarangan rumah om Theus dan langsung bongkar muatan disana. Nona Berti cuma tear (melongo) berdiri dekat pagar sambil H2C (harap2-harap cemas) takut om Theus keluar lihat di pu rumput pancasila kesayangannya disiram pupuk dari Berto.

Setelah puas dan lega meski masih sakit-sakit sedikit berto siap-siap kotir (kabur) sambil pikir-pikir nanti di rumah Berti baru kasih bersih (hussssssss..au jorok sekali Berto hihihi). Pas mau keluar pagar terdengar suara nyaring di belakang Berto.

Om Theus : Bagus Berto, nanti kalo sakit perut lagi main-main kesini poi..kasih kuning sa pu rumput..

Berto : maaf ko Om,saya tida tau kalo ini om Theus pu rumah

Om Theus (pasang muka sangar) : sudah Berto,au bayar saja karena su boker disini, bayar 5 ribu kau boleh pulang..

Berto : sep om Theus ganteng..ade kau ada 5 ribu ko? bayar om theus dulu..

Berti yang tadi cuman takut-takut diluar pagar langsung datang ke TKP(Tempat Kejadian Penumpukan)
Berti : ada kaka tapi 10 ribu..tida ada 5 ribu pas

Berto ambil uang terus kasih di Om Theus..

Om Theus : aduh tida ada kembaliannya, tida ada 5 ribu pas ka?

Berti : aduh tida ada di Om..

Om Theus pikir-pikir : begini Berto eee, karena tida ada kembalian, biar pas kau buat satu tumpuk lagi disini biar genap 10 ribu..

Berto(sambil pasang muka go’it): bae Om Theus matre, pasti uang tadi au mau beli moke..saya tau ba’a..

Theus : sudah, cerewet poi..bikin satu tumpuk dekat yang tadi, jangan malu-malu..
Berti(dengan sedih campur dendam) : ade au minggir jauh golo...atau au walong duluan eee..
Haaaaahaeeeeeeeeeeee



Beli Babi

Servus baru beli babi satu ekor dipasar alok,biasa dia pu ade mau ulang tahun jadi dia kasih hadiah buat adenya satu ekor babi buat makan bersama.Tapi Servus bingung waktu mau pulang ke kampungnya di Bola karena oto(mobil angkutan) yang biasa ke kampungnya sekarang enggan bawa babi di dalam mobilnya.Tentu saja Servus bingung,dia cari akal biar dia pu babi bisa naik di oto.Akhirnya te Servus dapat akal,dia kasih bungkus babi di karung tanpa lupa pula untuk ikat moncong babinya biar tida ribut di atas oto.

Waktu kasih naik diatas oto,konjaknya(kernek) agak curiga dengan Servus pu karung.Konjak yang bernama Migu ini mulai interoasi servus.

Migu : mo’at,isi karung itu apa?babi to?

Servus : kau enak saja..itu nangka mo'at

Migu Cuma diam poi percaya tida percaya..
Pas su ditengah jalan menuju kampungnya karena jalan berlobang,babi mengeluarkan suara sedikit.Migu curiga lagi..

Migu : woeee moat,itu babi kan?kau jang tipu ee
Servus : kau kayak jago jago saja..itu bukan babi,itu nangka..

Migu diam lagi..percaya tida percaya..
Oto jalan lagi,terus masuk kekampungnya Servus.Akibat jalan yang turun naik dan goncang sana-sini akhirnya te tali pengikat karungnya sedikit terlepas.Kaki babinya agak keluar tapi untung Migu tida lihat soalnya Servus tutup deng dia pu lipa(sarung) yang dia pake.Akhirnya oto berhenti dan semua penumpang turun.Servus juga turun.Sambil dibantu oleh Migu yang pasang muka curiga,karungnya Servus akhirnya dikasih turun.Pas karung turun Migu lihat dengan jelas kaki babi apalagi babi juga sedikit ngomel-ngomel(cape kali ya..hehehe).Migu kaget gete golo(terkejut setengah mati) karena yang dia curiga ternyata terbukti.Migu pasang muka sangar(meski memang su sangar ee) ke Servus yang su tipu dia..

Migu : mo’at waerumang.!!au su tipu saya,au bilang tadi nangka ternayata yang di au pu karung te babi..kenapa tadi au tida jujur ha?
Servus (tanpa dosa) : he konjak..!!itu memang babi tapi dia pu nama nangka,mengerti tida!!
Migu langsung toki(jitak) Servus pu kepala untung mo'at sopir datang pas waktunya (kayak filem india) jadi tida jadi bakulai...hahahahahaeee

TTM

(Ini cuma cerita fiktif semata, kenyataannya duo wanita ini tidak pernah konser di Maumere).
Waktu itu duo wanita asal jakarta gelar konser. Penonton su baku sesak di stadion semua ingin melihat wajah cantik Mulan Kwok yang ditimpa isu besar kalo dia su kawin deng om Dany.


Nong Dius termasuk fans berat Mulan meski ada Maia tapi Dius tetap naksir Mulan yang menurut Dius te paling cantik dan menggoda..(Diussss...Diusssss au gagah golo..).

Sayangnya nong Dius datang terlambat saat lagu kesayangannya TTM sudah dinyanyikan. Dius yang paling pantang menyerah akhirnya dengan susah payah mendapatkan tempat pas dibibir panggung.

Maia : apakah ada orang Maumere yang mau nyanyi dengan kami diatas panggung?

Cuman berselang sedetik, Dius dengan rambut kriwilnya su lompat diatas panggung mendahului yang lain.

Mulan : aduh manis sekali, siapa namanya?

Dius yang terkejut dijepit Maia deng Mulan ditengah langsung menyahut tersipu-sipu malu : nama saya te Dius tanta..

Mulan (dengan genitnya): ihhh, ngga bole gitu dong, Mulan kan masih muda lagian masih singel juga, kok dipanggil tante sihhh kan jadinya kayak tante-tante, panggil aja Mulan ya mas Dius..

Dius tida mau kalah : ooooo jadi isu tanta nikah dengan om Dany tida benar ko?

Maia langsung terusik dengar nama suaminya disebut, sambil ngancem dengan muka ganas: heee Dius,lu diam lu aman..!

Takut ngejeng (tengkar) dan jambak-jambakan dengan maia gara-gara Dius, Mulan langsung alihkan pembicaraan. Mulan sambil tahan emosi di dada : oke mas Dius minta lagu apa neh, mumpung bisa nyanyi dengan kami.
Dius dengan malu-malu : saya minta lagu TTM

Mulan (tetap sabar lihat wae rumang di depan): aduh mas Dius lagu tadi udah kami bawakan, yang lain aja ya.

Dius tidak mau kalah golo karena lagu itu ada kenangan deng di pu teman baik: tida bisa tanta, saya mau lagu TTM

Mulan benar-benar emosi tapi berusaha tetap sabar dan tenang, Mulan rasa ini ujian terbesar dia : tuh kan manggil tante lagi, ga bole ya Dius..manggilnya mbak Mulan aja..

Maia yang dari tadi cuman tear berdiri langsung interogasi Dius : hee Dius, tadi kamu kemana waktu lagu TTM kami nyanyi..

Dius : saya lagi panjat tembok stadion buat masuk, abisnya saya pu uang tida ada untuk beli karcis di...

Maia dan Mulan yang su jengkel campur sedikit kasihan akhirnya te mengalah dan mau nyanyikan lagu TTM (Teman Tapi Mesra) buat Dius.

Eh baru musik pembuka Dius su kasih berhenti lagu tersebut. Maia dan Mulan tear (melongo) berdiri sambil dalam hati berkata, ini anak tadi malam pasti makan batu merah..haaahaeeeeee (husssss tante, ketawanya sedikit sopan nape hihi).

Maia mencoba pake jurus lembut : Dius,itu kan lagu TTM yang kamu minta, kenapa dihentikan sayang?

Dius : bukan lagu itu mbak Maia yang cantik..

Mulan yang jengkel dengar Dius bilang Maia cantik sedang dia dipanggil tante langsung pasang muka nenek sihir yang wajahnya sedang disisir ke Dius : terus maksud kamu lagu TTM tuh yang mana? TTM kan teman tapi mesra Dius jeleeeekkkkkk.......

Dius : bukan teman tapi mesra,tanta

Mulan yang panasnya su diubun-ubun langsung teriak tanpa malu-malu meski didengar seisi stadion : terus apa...terus apa...terus apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..........!!!

Dius yang terkenal dikotanya suka bikin orang jengkel langsung memonyongkan bibirnya seakan-akan menuduh-nuduh ke Mulan : Tupu-Tupu Malam......tanta

Mulan langsung pingsan dalam pelukan Maia.
Dius akhirnya di giring keluar stadion..

Huaaahahahaaha Dius Diussss..

Cerita diatas cuma menghibur saja,tidak ada maksud-maksud tertentu dengan tujuan tidak menyenangkan..
www.inimaumere.blogspot.com
Selengkapnya...

Saturday, 13 September 2008

Gading, Primadona Sikka...

Sikka dalam soal budaya begitu identik dengan gading. Dan gading itu sendiri tak dapat dipisahkan dengan masalah harkat dan martabat kaum wanita. Gading untuk Sikka ternyata mempunyai dua versi kisah sebagai "yang datang dari seberang" dan sebagai "yang muncul dari perut buana".
Hal yang unik tentang gading ialah bahwa kisah tentang gading telah begitu memitos di Sikka khususnya di Nita jauh sebelum Mo'ang Alessu membawa 70 batang gading dari Tana Bara, Malaka. Menurut "pengaman" Regalia Nita, Don Hubertus Emanuel Nong Baba da Silva dan Peter Piet Petu SVD dari Museum Blikon Bwewut dalam suatu wawancara khusus, gading bagi Nita adalah kisah warisan lebuhurnya sebagai yang asli dan bukan yang datang dari luar/dari seberang.

Sejarah Nita mencatatkan, gading adalah bagian kekayaan dari Moang Sisa dan Moang Hilla. Dicatatkan, Mo'ang Sisa dan Mo'ang Hilla adalah dua putera Desa Gaur -yang biasa disebut secara terpadu sebagai Sisa-Hilla- yang ternama karena kaya gading dan kaya harta karun lain sebab rajin menggarap bahan, menyadap nira, menyuling tuak.
Tentang penimbunan gading Sisa-Hila sekian besar, demikian juga harta karun lain yang sekian hebat, mereka cenderung menganggapnya barang sepele seperti penggambaran tentang tindak-tanduk mereka sebagai berikut:

Gading dijadikan kayu pagar pekarangan -niha bala; Gading dijadikan tempat makanan babi -denak bala; Gading dijadikan tempat menampung nira -tereng tua/prekong bala; Gelang tangan pun dan gading -mone bala; Malah rantai emas dijadikan tali gantungan prekong bala penutupnya menggunakan kain tola heet yaitu kain sutera kuning yang halus dan berharga mahal menggantikan ijuk atau dedaunan.
Di antara gading-gading pusaka mesti ada yang digunakan sebagai kayu penahan tanah di anglo yaitu perapian atau dapur kebesaran yang disebut Bala langat. Pasangan bala langat ialah puang toa atau moko perunggu. Dua benda antik ini dibaitkan sebagai Li'at Toa Langat Bala yaitu dapur kebesaran.
Di tempat ini ibu rumah memenuhi tugas kewajiban dalam urusan rumah tangga yaitu mempersiapkan makanan pada waktunya. Jadi periuk masak harus tetap terjerang di batu tungku atau puang toa. Di sana periuk masak harus tetap terjerang karena keamanan hidup rumah tangga, kedamaian ataupun yang sebaliknya bergantung dari ketelitian mengurus atau mengabaikan hat toa bala langat itu.

Dilukiskan, puang toa atau toa saja di zaman Sisa-Hilla dijadikan tempat ayam bertelur dan mengeram - toa Lena bera man u. Gading utama yang paling besar, paling panjang, berat dan mahal disebut Bala Ngeng, yang di Nita di¬sebut Bala Bara, masih tetap ada di Lepo Ratu sebagai warisan yang mem¬banggakan anak cucu. Tetapi dewasa ini, demikian Don Hubertus Ema¬nuel Nong Baba da Silva, gading yang dahulu berkelimpahan itu sekarang tinggal hanya beberapa batang. Bala Ngeng sendiri hanya lima batang:

1. Bala Ngeng ke-1
Diameter lubang mulut 11 Cm.
Panjang 233 Cm, berat 33 Kg.

2. Bala Ngeng ke-2
Diameter lubang mulut 11 Cm.
Panjang 197 Cm, berat 29 Kg.

3. Bala Ngeng ke-3
Diameter lubang mulut 13,5 Cm.
Penjang 194 Cm, berat 28,5 Kg.

4. Bela Ngeng ke-4
Diameter lubang mulut 11,5 Cm.
Panjang 193 Cm, berat 28,5 Kg.

5. Bala Ngang ke-5
Diameter lubang mulut 14 Cm.
Panjang 172 Cm, berat 31,5 Kg.

Don Hubertus Emanuel Nong Baba da Silva dan Pater Piet Petu SVD menegaskan, betapa gading-gading itu, sejak dahulu, adalah warisan leluhurnya dan bukan dibawa dari seberang. Bahwa gading-gading dan harta karun semuanya sudah dinubuatkan sejak leluhur Moang Desa dan Moang Raga sekitar abad 12, sebagai kekayaan yang dihasilkan buminya dan bukan yang datang dari luar.

Gading dalam sejarahnya di Sikka selain di Nita juga dikenal di Sikka di zaman Raja Don Alessu Ximenes da Silva ketika balik dari Tana Bara, Malaka, yang membawa 70 batang gading yang dibagikan kepada para tua adat dengan gelar Mo'ang Mangung Lajar.

Gading kemudian jadi begitu penting sebagai simbol harkat dan martabat wanita yang dijadikan sebagai belis di zaman pemerintahan Ratu Dona Inez da Silva dan Ratu Dona Maria da Silva. Kiranya di zaman inilah gading jadi begitu penting di setiap urusan kawin-mawin .

Referensi Buku : Pelangi Sikka; B.Michael Beding - Indah Lestari Beding
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 9 September 2008

Menyusuri Desa Sikka....

Desa Sikka dalam kenangan perjalanan seorang pelancong dari Jombang,mas Junaedi..

RASANYA terlalu manis untuk melewatkan begitu saja tanpa menancapkan “prasasti aksara”, untuk sedikit mengabadikan jejak langkah di kawasan ini. Semoga ini akan menjadi landasan utama prasasti itu. Saya mulai saja dari Desa Sikka. Ini adalah salah satu desa di antara puluhan desa yang telah saya telusuri. Namanya persis dengan nama kabupaten yang menjadi homebase saya, yaitu Kabupaten Sikka. Konon, desa inilah yang menjadi cikal-bakal lahirnya Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini.

Desa ini berada cukup jauh dari ibukota Kabupaten Sikka, Maumere. Perjalanan dengan mobil menempuh waktu sekitar 1 jam 30 menit dari Maumere dengan kondisi jalan beraspal menanjak-menurun-menukik dan berliku-liku. Kalau tidak biasa, bisa membuat kepala pusing, perut mual dan mabuk perjalanan. Kondisi aspal banyak yang terkelupas dan menimbulkan lubang menganga yang sangat berbahaya.

Jalan yang berlubang menganga ini mengingatkan saya pada salah satu aktor yang politisi, yang bulan lalu tewas terhempas akibat jalan berlubang di daerah Ngawi, Jawa Timur. Salah siapakah ini? Adakah para pemimpin kita yang bertanggungjawab tentang hal ini? Adakah para pemimpin kita yang seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menangis dan bersujud mohon ampun kepada Allah SWT gara-gara seekor unta yang terpeleset di jalan di wilayah pemerintahannya?

Kembali ke Sikka, meskipun banyak jalan berlubang, sepanjang perjalanan akan nampak dengan jelas keindahan alam Flores yang panas ini. Padang ilalang yang mulai menguning keemasan, puncak gunung Egon yang beberapa waktu lalu memuntahkan isinya, dan tentu saja rimbunnya kebun coklat, jambu mete, dan ribuan kelapa yang menancap di lereng-lereng gunung hingga tepian pantai, adalah pesona yang dianugerahkan Tuhan. Semua menawarkan keindahan dan tentu saja seharusnya memberikan kesejahteraan rakyat di kawasan ini.

Desa Sikka sendiri persis berada di wilayah selatan Kabupaten Sikka. Posisinya langsung menghadap Laut Sawu, laut yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Ombak di perairan ini sangat besar dan mengerikan, apalagi di kala musim barat. Namun demikian, dikala tenang kondisinya sangat bagus dan menakjubkan, hijau kebiru-biruan dan kemilau warnanya ketika diterpa matahari.

Dari perjalanan saya, saya mendapat sedikit informasi dari mulut ke mulut dan beberapa referensi tertulis tetapi terpisah-pisah tentang sejarah desa ini. Jadi, bagi yang lebih memahami kawasan ini, mohon kiranya memberi koreksi jika ada yang “tidak pas” dengan tulisan ini.

Sikka berasal dari bahasa Portugis, sicha yang artinya kering. Sejak abad ke-12, kampung Sikka masih berupa hutan belantara dan di daerah pantainya masih banyak dihuni oleh binatang liar. Kampung pertahanan orang Sikka yang pertama adalah Natar Gahar yang artinya Kampung Tinggi, atau oleh Moang Bata Jawa disebut dalam bahasa Sikka dengan Ina Gete Ama Gahar. Disebut Bata Jawa karena masih ada pengaruh dari Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Bata Jawa adalah seorang ksatria pemberani yang sangat ditakuti musuh-musuhnya dari luar.

Setelah Bata Jawa meninggal, muncullah Moang Baga atau disebut juga dengan Baga Ngang atau Baga Igor. Setelah Moang Baga meninggal, muncul Moang Don Alesu yang kemudian menjadi Raja Sikka I, yaitu pada tahun 1511 dan pada saat itulah masuk agama Katholik yang dibawa oleh bangsa Portugis dengan membangun Gereja Sikka, sehingga setiap tahun, yang istilahnya pada masa sengsara Yesus, diadakan acara keagamaan Jumat Agung. Pada tahun 1859 terjadi penyerahan kekuasaan dari Portugis ke Belanda. Pada masa kolonialisasi Belanda, hanya ada 3 kerajaan di Flores, yaitu Kerajaan Ende, Kerajaan Sikka, dan Kerajaan Larantuka.

Asal-usul keturunan orang Sikka adalah dari Gunung Iligai, yaitu dari keturunan Moang Ria yang mempunyai 5 orang anak perempuan, yaitu Dua Sikka, Dua Krowe, Dua Pau Wai Laju, Dua Lii Wai Bara, dan Dua Lii. Dari kelima anak ini, Dua Sikka dan Dua Krowe yang paling menonjol, sehingga muncullah daerah Sikka dengan dialek atau logat yang lemah lembut dan daerah Krowe dengan dialek atau logat gelombang atau disebut koung kange.

Pada tahun 1871 sudah berdiri Sekolah Yesuit dengan merekrut para muda-mudi menjadi guru umum dan guru agama. Tahun 1904 mulai dibentuk harmente atau distrik atau kecamatan, dan setiap harmente dipimpin oleh seorang Kapitan. Kapitan pertama di Harmente Sikka yang beribukota di Lela adalah Kapitan Nes Fernandez. Kemudian pada tahun 1917 Kapitan Nes Fernandez meninggal dan digantikan oleh Kapitan Sidolo Fernandes. Pada tahun 1920-1943 dipimpin oleh kapitan Kinyu da Silva. Pada tahun 1943-1950 digantikan oleh Kapitan Kristianus da Silva. Selanjutnya sampai tahun 1960 dipimpin oleh Kapitan David Pareira. Tahun 1960-1968 dipimpin oleh Kapitan Dergius, dan pada masa ini terjadi pemekaran wilayah menjadi Harmente Lela dan Desa Sikka, dengan Kepala Desa Sikka adalah Michael da Chunha. Tahun 1968-1973 dipimpin oleh Vincensius da Gomes dan 1973-1978 oleh Dinyo Conterius. Tahun 1978-1982 dipimpin oleh Gervasius Domi. 1982-1983 dipimpin oleh PJS. Rodolfus Pareira kemudian diganti oleh Stefanus Diaken. Tahun 2003-2004 dipimpin oleh Donjela da Lopez. Pada tahun 2004 sampai sekarang dipimpin oleh Hipolitus Agustalis.

Komposisi mata pencaharian masyarakat Desa Sikka adalah 20 % sebagai nelayan, 70% petani daratan atau ladang, 10 % tersebar sebagai pegawai pemerintah, tukang kayu, tukang batu, pedagang ternak atau blantik, dan sebagainya. Kegiatan pertanian merupakan kegiatan utama dari kaum perempuan dan anak. Sementara itu, kaum laki-laki dan anak laki-laki dewasa pekerjaan utamanya adalah melaut dan hanya pergi ke ladang pertanian jika tidak melaut karena sesuatu hal, misal musim, atau ketika panen hasil pertanian.

Hambatan utama dalam sektor pertaniannya adalah curah hujan yang tidak teratur dan hama tikus, yang terkadang menggagalkan panen dan mengakibatkan bencana kelaparan. Kegiatan pertanian dilakukan ketika musim penghujan antara bulan November sampai April atau Juni dengan kegiatan utamanya adalah membersihkan ladang, menanam, membersihkan rerumputan dan memanen. Diantara bulan-bulan tersebut juga seringkali diadakan acara-acara atau upacara-upacara adat. Nah, acara-acara inilah yang ingin saya nikmati selama kaki saya menjejak di bumi Flores ini. Semoga saja!

Tanpa diedit dari : www.pencangkul.com

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---