Wednesday, 11 February 2009
Monday, 9 February 2009
Lebih Dekat Dengan Lucky Reyner..
Sepintas jika melihat perawakan laki-laki ini dengan rambut dreadlock panjang memenuhi punggungnya maka ingatan langsung tertuju pada sosok dewa musik reggae yang melegenda, Bob Marley. Rambut gimbal panjang tersebut telah menjadi indentitas lelaki ini yang kemana-mana selalu menunggangi motor RGR kuning kesayangannya. Lucky Reyner sang empunya rambut gimbal tersebut, alumnus SMAK St Paulus Bandung memang dikenal hampir semua anak muda di Kota Maumere. Sebagai seorang MC (Master Of Ceremony) panggung berpengelaman sekaligus sebagai GM (General Manager) Radio Sonia FM Maumere. Si Gimbal yang sampai saat ini masih senang menjomblo dikenal juga sebagai penyiar pada dua acara favorit di Sonia FM Maumere yakni Gokil dan M2M.
Apa sih yang membuatnya tertarik dengan dunia panggung hiburan dan penyiaran radio? Bagaimana pula kisah-kisah unik lain dibalik senyum khas lelaki berdarah Koting kelahiran Maumere ini? Ikuti kisahnya bersama kami yang akhirnya bisa menangkap makhluk aneh ini setelah sekian lama pasang perangkap...!@!
Lucky mengakui menjadi seorang MC dengan belajar secara otodidak. Ia menjadikan pengelaman-pengelaman membawakan acara-acara panggung sebagai ilmu untuk mengasa kemampuannya.
Untuk saat ini ia telah memetik buahnya, menjadi seorang MC papan atas yang telah diakui oleh para pelaku bisnis hiburan di Tanah Sikka bahkan mulai menjangkau NTT. Ya, dengan jam terbang yang cukup tinggi tak salah lagi, sosok lelaki yang mengidolakan presenter kondang Indi Barends dan Farhan ini menjadi ikon panggung hiburan di Kabupaten Sikka. Ia meneruskan MC panggung jaman dulu yang kini telah pensiun, diantaranya Om Sius Fernandez dan Almahrum Jhon Jalo.
Menikmati dunia panggung ternyata membawanya berkenalan dengan segala macam artis papan atas nasional.
Pengelaman yang paling berkesan adalah saat ia menetralisir keadaan grogi manggung para personil Anima Band ketika tampil di Maumere atau pun saat tampil sebagai MC pada pentas konser rock musisi Roy Boomerang dan Andy rif/.
Lucky yang mengidolakan penyanyi Bob Marley, Stev Tyler dan grup band Slank serta Koil ini naik kepanggung untuk yang pertama kalinya saat membawakan sebuah acara di tahun 1991. Acara yang diadakan oleh dua kelompok geng musik di Maumere saat itu yakni Metal Cruiser ( musik cadas ) dan Public Enemy (Rap) membuatnya jatuh hati dan tertarik menjadi seorang Pembawa Acara (Pewara) panggung.
Perlahan-lahan ia terus belajar sambil terus menerima tawaran menjadi Master Of Ceremony dipentas-pentas apa saja. Lucky biasa memandu acara dengan sisi yang berbeda, Kebanyakan yang hadir merasa apa myang disajikan Lucky tidak monoton. Selalu saja joke-joke kecil ia lemparkan untuk membuat suasana menjadi semakin meriah dan segar.
Selain dikenal sebagai seorang MC atau Pewara yang handal, Lucky juga dikenal sebagai seorang penyiar radio yang berpengelaman. Sebut saja Gokil, sebuah acara SMS/Cerita Humor yang menarik penikmat radio di seluruh Kabupaten Sikka. Acara Gokil begitu indentik dengan Lucky. Sebut Gokil berarti teringat Lucky. Tak aneh kalau Lucky begitu dikenal oleh berbagai kalangan.
Lalu mengapa ia begitu mencintai dunia radio? Kisahnya berawal dari Radio Cakram di tahun 1999. Radio swasta dengan basis anak muda Maumere yang kini telah tutup usia tersebut ternyata telah melahirkan banyak penyiar radio berbakat di Maumere. Di Radio Cakram yang beralamat di jalan Mawar saat itu, Lucky mulai merintis kariernya. Ia bersama pernyiar Cakram lainnya seperti KD (kini di RSPD Sikka), Anthony Fernandez ( Rogate FM), Nicky DG ( RSPD Sikka) menjadi ujung tombak radio swasta satu-satunya saat itu. Radio yang menjadi corong hiburan anak muda di Kabupaten Sikka tersebut kemudian bubar.
Lucky yang merasa telah banyak menimba pengelaman kemudian bersama dengan penyiar lainnya mendirikan Radio Sonia Fm.
Jatuh bangun menjaga awetnya Radio Fm agar tak mati seperti Radio Cakram adalah pengelaman-pengelaman yang membuatnya semakin percaya bahwa keutuhan tim penyiar merupakan salah satu kuncinya.
Penyuka aliran musik bernuansa reggae dan Rock ini juga memimpikan untuk tampil bareng sang dewa musik balada Indonesia Iwan Fals di Kota Maumere (wow!).
Maunya seh pengen menjadi MC panggungnya Iwan. Sebuah cita-cita yang belum kesampaian.
Lucky yang menyukai masakan Magewair dan Lawar (masakan khas Maumere) juga berbicara tentang dunia panggung dan pentas musik di Maumere. Menurut Lucky untuk mementaskan hiburan yang bagus dan enak ditonton dibutuhkan sarana dan peralatan yang mendukung. "Sayangnya, di Maumere kita belum memilki perangkat-perangkat berkelas untuk mendukung panggung pementasan,"katanya.
Kedatangan artis-artis papan atas ke Kota Maumere merupakan sebuah bisnis yang telah dijadikan semacam kelender tahunan namun berbenturan dengan perangkat pendukung pertunjukan seperti lighting,sound. Biasanya peralatan pendukung tersebut d didatangkan dari Kota Kupang atau Makasar.
Pagar tembok Stadion Samador juga menjadi sorotan Lucky. Ia berharap, agar yang memiliki kewenangan memperhatikan masalah ini, meninggikan pagar tembok Stadion Samador. Biasanya dari pagar tembok stadion inilah kebocoran penjualan tiket terjadi. Sangat disayangkan jika hal vital semacam ini tidak diperhatikan secara serius, ujar Lucky.
Ya, sepeti yang kita lihat, dari dulu sampai saat ini Stadion Samador yang terletak di tengah kota tidak pernah berubah. Tetap berdiri begitu saja bersama prestasi olahraga khususnya sepak bola Kabupaten Sikka yang terus-terusan semaput alias tidak bisa berbuat apa-apa meski dari kabupaten ini lahir banyak pemain bebakat. Apa ada yang salah Bos...?(loh kok jadi curhat sepak bola?)..
Lucky Dan Sisi Lainnya.
Sore itu hujan turun dengan tidak begitu deras namun tetes airnya membentuk tulisan di udara dengan kalimat yang rada-rada ngancem..”Saya tak akan pernah berhenti turun sebelon Oss interogasi Lucky.” Hehehehe...
Ya terpaksa, dengan ditemani pisang goreng dan teh panas kami pun duduk manis diteras rumah Osy sambil cerita kesana-kemari, keatas-kebawah, kedepan-kebelakang, kekiri-kekanan, tentang apa saja meski bidikan sebenarnya tentang Lucky.
Lucky curhat abes ke kami, tentang ternak babinya, tentang tengkorak koleksinya, tentang cium bangkai, tentang rambut gimbalnya, tentang kenapa dia harus jomblo (mau masuk bruder kali hehehe), ketemu bugil di studio Sonia dan lain-lain.
Lucky yang memang senang humor ini bercerita tentang ternak babinya.Ternyata dibelakang rumahnya ia memelihara dan merawat (cieeee..kayak pengasuh panti hehehe) 25 ekor babi dari usia yang lagi semangat-semangat netek sampai usia nenek-nenek.
Ada beberapa babi kecil berwarna putih yang kalau di Maumere biasa dibilang babi belanda . Babi mungil ini menjadi pilihan Lucky untuk mengobati rasa suntuk yang kadang datang menghampirinya.
Ngelihat si babi yang mukanya culun tanpa dosa tersebut Lucky langsung merasa nyaman dan damai, entah kenapa. Namun babi-babi itu tidak selamanya berada bersama Lucky, mereka akan berpisah (hiks..hiks..hikss..) jika ada yang ingin membelinya. Jika harganya cocok, babi itu akan pergi meninggalkan Lucky.
Berapa seh harga babi seekor? Babi dewasa yang cukup besar dilepas dengan harga Rp 4-5 juta per ekor, lumayan buat nambah uang saku..hehehe. Si babi selain diperdagangkan di warung dengan masakan babi yang lezat-lezat juga digunakan sebagai salah satu hewan penting dalam berbagai upacara di Kabupaten Sikka, tak aneh kalau harganya bisa mahal.
Lagi asik-asiknya bercerita, tiba-tiba dari kegelapan muncul seorang laki-laki yang lagi basah-basahan dengan tanpa basa-basi langsung nodong kami untuk ngelihat koleksi batiknya. Rupanya Si Mas penjual Batik.
“Ini sebelumnya saya minta maaf ya, bukannya mau lancang tapi saya ke sini mau nawarin kain batik dengan kualitas bagus. Coba lihat, bagus kan? Apalagi kalau dipakai istri-istri sampeyan,”nyerocos terus Si Mas tanpa nanya-nanya dulu ke kami.
“Mas sorry ya ,kami semua masih jomblo alias belum ada istri, enak aja ngomong dengan yakin sekali..”Kata si Lucky sambil melotot Si Mas penjual batik..(masa gimbal pakai batik seh..hihihihi??)
“Sorry mas, abisnya kalo dilihat dari tampang-tampang sampeyan ini kayaknya banyak cucu malah...kalo mas ga ngaku juga ga apa-apa kok...” kata Si Mas sambil tertawa dan ngeloyor pergi tanpa pamit . Ya sudah,kita tinggalkan mas gendeng tersebut dari pada stres...
Si Gimbal ini ternyata memiliki koleksi yang rada-rada aneh juga. Apa seh koleksinya? Mhh..rupanya dia termasuk salah satu penggemar tengkorak binatang. Barang-barang koleksinya disimpan dengan aman dalam sebuah bangunan yang dibuatkan khsusus di belakang rumahnya. Banyak tengkorak binatang yang sudah dimilikinya, mungkin cuma tengkorak Kingkong saja yang belom. Lalu tengkorak itu didapatnya dari mana?Ya dari pemberian teman, nyari sendiri tengkoraknya atau didapat secara sengaja (buseeett, hobinya aneh cekale?).
Nah kalau suatu saat Anda jalan-jalan bareng Lucky dan tiba-tiba secara ga sengaja tercium bau bangkai, jangan heran ya kalo Lucky secara reflek akan berhenti, mengendus-ngendus bau bangkai kira-kira dimana letaknya, mengikuti jejak bau bangkai dan kalo menemukannya segera akan dibawa pulang namun kalo ga ada kesempatan bangkai tersebut akan disembunyikan ditempat yang aman untuk diambil kembali dilain kesempatan (pantas masih jomblo hihihi).
Untung saja selama ini ga pernah salah sasaran, ngendus bau bangkai ketemu bunga bangkai hihihhi..Ya ini adalah bagian dari realita hidupnya bos..
Lucky yang juga mahir dalam menulis skenario iklan (sekaligus pembuatnya) bahkan sebagai pengisi suara untuk keperluan iklan radio tersebut pernah marah besar (bisa marah toh rupanya..) pada para bule yang saat itu melakukan talk show di Radio Sonia FM.
Bule-bule ini adalah para pemusik aliran Punk yang berasal dari Amrik sono. Mereka cukup lama tinggal di Maumere dan berkoloborasi dengan band Punk dari Maumere Total Alarm dalam beberapa lagu ciptaan bersama untuk keperluan pembuatan video clip yang dibuat di Bali.
Namun saat Talk Show di Sonia, para bule bukannya ngomong eh malah saling baku maki di corong radio. Terang saja si Lucky yang bertanggungjawab penuh atas Sonia FM tidak bisa menahan emosinya dan menyuruh penyiar acara tersebut untuk menghentikan wawancaranya.
Sejak saat itu Lucky mulai merasa 'trauma' melihat para bule (kecuali bule wanita ..).
Lucky Reyner n Style..
(inimaumere) *Dede,sejak kapan neh rambut gimbal lo panjangin?
(Lucky) **Sejak tahun 1992 atau tepatnya sejak terjadinya gempa tsunami 1992.Sejak itu rambut gimbal ini gw biarin aja panjang dan memenuhi punggung gw,kenapa?loe ga suka ya lihat gw gimbal?
*Ah,suka kok cuman mau nanya neh,apa nyaman neh tiap hari ada aja bagian tubuh yang digelitik oleh rambut gimbal tersebut..
**Ya nyaman donk..!! Kalo ga nyaman udah dari dulu gw botakin..tau ga loe..!!
*Iya..iya tau..Tapi jangan dibotakin dong DeDE,nanti kelihatan lucu loh..
**Ada-ada saja loe..
*dEdE,loe kalo libur dari kerjaan biasanya ngapaen seh?
**Biasalah,loe kan tau gw paling suka tuh namanya Travelling,yang penting jalan-jalan kemana yang gw suka,bisa ke pulau-pulau kecil bisa juga naik-naik ke puncak gunung atau ke tempat-tempat yang rada-rada aneh gitu.
*Wah DeDE ati-ati loh, nanti bisa-bisa jadi presenter acara Uka-Uka loh ihhh seremmm..!!
** ha..ha..ha.. bisa aja nih anak..
* Ceritain donk dEdE, gunung-gunung apa saja yang pernah dEdE pergi, gunung loh bukan gunung..
**Gunung Gede, Gunung Curuk Cijalu di Jawa Barat.dll. Kalo di Maumere gw dah pernah sampe di atas Gunung Egon loh..
*Wah enak dong DeDe bisa maen-maen ke gunung.. Kapan-kapan ngajak dong kalo mampir di gunung Merapi ya..
** ha..ha..ha bisa...bisa..!!
*Oya,Napa seh DeDE masih jomblo ?
**Mau tau aja loe dengan urusan orang,ini urusan dalam negeri gw tau..
*Iya..iya...gitu aja kok repot hihihi..
*Denger-denger dEdE ma teman-teman punya Band aliran Metal ya..
**Ada seh tapi masih orok banget..
*Apa seh namanya kalo bole tau?
**Samana Pitu Band
*Wah serem banget namanya, jadi ingat bola guling neh..hehehehe
**Kalo ga serem bukan band Metal namanya..Ngerti Ora son..
*Ngerti..ngerti..tapi ga usah nyinggung jin dan jun dong DeDe..
**Biarin...!!
*Diam-diam Dede rupanya jago melukis ya..dari karikatur sampe lukisan-lukisan dengan gaya apa saja..
**Ya begitulah, bakat alam men..
*Sudah berapa lukisan yang dibuat?
**Buanyaaakkk,udah ga kehitung deh..
*Ada yang dijual ga ..
**Ga pernah seh,cuma buat nyalurin hoby n'biar bisa ilangin suntuk dan ngisi waktu aja..napa?lo mau di lukis ya..
*Mau seh dilukis tapi dilukis dari belakang aja ya..
**Ga usah dari belakang,dari bawah aja hehehe..
*Hussss...!!Ga bole tau..Oya, Kalo karikatur juga dah sering ya..
** Sering seh biasanya buat penuhin permintaan temen-temen..
*Wah..kapan-kapan bikin karikatur tim inimaumere ya,bisa ga Dede..
**Wah bisa dong,malah itu udah masuk kelender gw..
*Trims Dede udah punya perhatian..
**Sama-sama men..
*Oia, Acara M2M atau Melody To Memory yang Dede bawain kayaknya tambah rame aja ..
**Bener, sambutan anak muda di Kota Maumere cukup lumayan..
*M2M tuh gimana seh acaranya..
** Biasanya Gw bacain semacam diary kiriman pendengar,nah dari situ gw mutarin musik yang pas bener dengan jalur cerita yg gw bawain tadi..
*Wah perlu dong dinaikin di internet biar dirembuk bersama wue wari itan..
**Wah..ide yang bagus...nanti loe baca aja deh di Heart Of Maumere..nanti ditanggapi ya..
* Pasti dong..Ya kayaknya DeDe postingkan saja di Heart Of Maumere ya..
**Ya,tunggu saja..
*Dede...
**Napa?
*Hujan udah redah tuh,cabut yok..
*Lo duluan deh,gw masih ada urusan ma Osy..Lagian rumah kita beda-beda..
*Iya..iya..hati-hati di jalan ya..
*Loe tuh yang harus hati-hati di jalan,kan lo yg duluan pulang..
*hihihihi..iya lupa gw..
**hehehehehe makanya nyari istri cepetan biar ada yang ingatin..
*Loe juga dong..biar kita nikah massal hehehe
**seppp men hihihi

Oleh : Oss
Selengkapnya...
Apa sih yang membuatnya tertarik dengan dunia panggung hiburan dan penyiaran radio? Bagaimana pula kisah-kisah unik lain dibalik senyum khas lelaki berdarah Koting kelahiran Maumere ini? Ikuti kisahnya bersama kami yang akhirnya bisa menangkap makhluk aneh ini setelah sekian lama pasang perangkap...!@!
Lucky mengakui menjadi seorang MC dengan belajar secara otodidak. Ia menjadikan pengelaman-pengelaman membawakan acara-acara panggung sebagai ilmu untuk mengasa kemampuannya.
Untuk saat ini ia telah memetik buahnya, menjadi seorang MC papan atas yang telah diakui oleh para pelaku bisnis hiburan di Tanah Sikka bahkan mulai menjangkau NTT. Ya, dengan jam terbang yang cukup tinggi tak salah lagi, sosok lelaki yang mengidolakan presenter kondang Indi Barends dan Farhan ini menjadi ikon panggung hiburan di Kabupaten Sikka. Ia meneruskan MC panggung jaman dulu yang kini telah pensiun, diantaranya Om Sius Fernandez dan Almahrum Jhon Jalo.
Menikmati dunia panggung ternyata membawanya berkenalan dengan segala macam artis papan atas nasional.
Pengelaman yang paling berkesan adalah saat ia menetralisir keadaan grogi manggung para personil Anima Band ketika tampil di Maumere atau pun saat tampil sebagai MC pada pentas konser rock musisi Roy Boomerang dan Andy rif/.
Lucky yang mengidolakan penyanyi Bob Marley, Stev Tyler dan grup band Slank serta Koil ini naik kepanggung untuk yang pertama kalinya saat membawakan sebuah acara di tahun 1991. Acara yang diadakan oleh dua kelompok geng musik di Maumere saat itu yakni Metal Cruiser ( musik cadas ) dan Public Enemy (Rap) membuatnya jatuh hati dan tertarik menjadi seorang Pembawa Acara (Pewara) panggung.
Perlahan-lahan ia terus belajar sambil terus menerima tawaran menjadi Master Of Ceremony dipentas-pentas apa saja. Lucky biasa memandu acara dengan sisi yang berbeda, Kebanyakan yang hadir merasa apa myang disajikan Lucky tidak monoton. Selalu saja joke-joke kecil ia lemparkan untuk membuat suasana menjadi semakin meriah dan segar.
Selain dikenal sebagai seorang MC atau Pewara yang handal, Lucky juga dikenal sebagai seorang penyiar radio yang berpengelaman. Sebut saja Gokil, sebuah acara SMS/Cerita Humor yang menarik penikmat radio di seluruh Kabupaten Sikka. Acara Gokil begitu indentik dengan Lucky. Sebut Gokil berarti teringat Lucky. Tak aneh kalau Lucky begitu dikenal oleh berbagai kalangan.
Lalu mengapa ia begitu mencintai dunia radio? Kisahnya berawal dari Radio Cakram di tahun 1999. Radio swasta dengan basis anak muda Maumere yang kini telah tutup usia tersebut ternyata telah melahirkan banyak penyiar radio berbakat di Maumere. Di Radio Cakram yang beralamat di jalan Mawar saat itu, Lucky mulai merintis kariernya. Ia bersama pernyiar Cakram lainnya seperti KD (kini di RSPD Sikka), Anthony Fernandez ( Rogate FM), Nicky DG ( RSPD Sikka) menjadi ujung tombak radio swasta satu-satunya saat itu. Radio yang menjadi corong hiburan anak muda di Kabupaten Sikka tersebut kemudian bubar.Lucky yang merasa telah banyak menimba pengelaman kemudian bersama dengan penyiar lainnya mendirikan Radio Sonia Fm.
Jatuh bangun menjaga awetnya Radio Fm agar tak mati seperti Radio Cakram adalah pengelaman-pengelaman yang membuatnya semakin percaya bahwa keutuhan tim penyiar merupakan salah satu kuncinya.
Penyuka aliran musik bernuansa reggae dan Rock ini juga memimpikan untuk tampil bareng sang dewa musik balada Indonesia Iwan Fals di Kota Maumere (wow!).
Maunya seh pengen menjadi MC panggungnya Iwan. Sebuah cita-cita yang belum kesampaian.
Lucky yang menyukai masakan Magewair dan Lawar (masakan khas Maumere) juga berbicara tentang dunia panggung dan pentas musik di Maumere. Menurut Lucky untuk mementaskan hiburan yang bagus dan enak ditonton dibutuhkan sarana dan peralatan yang mendukung. "Sayangnya, di Maumere kita belum memilki perangkat-perangkat berkelas untuk mendukung panggung pementasan,"katanya.
Kedatangan artis-artis papan atas ke Kota Maumere merupakan sebuah bisnis yang telah dijadikan semacam kelender tahunan namun berbenturan dengan perangkat pendukung pertunjukan seperti lighting,sound. Biasanya peralatan pendukung tersebut d didatangkan dari Kota Kupang atau Makasar.
Pagar tembok Stadion Samador juga menjadi sorotan Lucky. Ia berharap, agar yang memiliki kewenangan memperhatikan masalah ini, meninggikan pagar tembok Stadion Samador. Biasanya dari pagar tembok stadion inilah kebocoran penjualan tiket terjadi. Sangat disayangkan jika hal vital semacam ini tidak diperhatikan secara serius, ujar Lucky.
Ya, sepeti yang kita lihat, dari dulu sampai saat ini Stadion Samador yang terletak di tengah kota tidak pernah berubah. Tetap berdiri begitu saja bersama prestasi olahraga khususnya sepak bola Kabupaten Sikka yang terus-terusan semaput alias tidak bisa berbuat apa-apa meski dari kabupaten ini lahir banyak pemain bebakat. Apa ada yang salah Bos...?(loh kok jadi curhat sepak bola?)..
Lucky Dan Sisi Lainnya.
Sore itu hujan turun dengan tidak begitu deras namun tetes airnya membentuk tulisan di udara dengan kalimat yang rada-rada ngancem..”Saya tak akan pernah berhenti turun sebelon Oss interogasi Lucky.” Hehehehe...
Ya terpaksa, dengan ditemani pisang goreng dan teh panas kami pun duduk manis diteras rumah Osy sambil cerita kesana-kemari, keatas-kebawah, kedepan-kebelakang, kekiri-kekanan, tentang apa saja meski bidikan sebenarnya tentang Lucky.
Lucky curhat abes ke kami, tentang ternak babinya, tentang tengkorak koleksinya, tentang cium bangkai, tentang rambut gimbalnya, tentang kenapa dia harus jomblo (mau masuk bruder kali hehehe), ketemu bugil di studio Sonia dan lain-lain.
Lucky yang memang senang humor ini bercerita tentang ternak babinya.Ternyata dibelakang rumahnya ia memelihara dan merawat (cieeee..kayak pengasuh panti hehehe) 25 ekor babi dari usia yang lagi semangat-semangat netek sampai usia nenek-nenek.
Ada beberapa babi kecil berwarna putih yang kalau di Maumere biasa dibilang babi belanda . Babi mungil ini menjadi pilihan Lucky untuk mengobati rasa suntuk yang kadang datang menghampirinya.
Ngelihat si babi yang mukanya culun tanpa dosa tersebut Lucky langsung merasa nyaman dan damai, entah kenapa. Namun babi-babi itu tidak selamanya berada bersama Lucky, mereka akan berpisah (hiks..hiks..hikss..) jika ada yang ingin membelinya. Jika harganya cocok, babi itu akan pergi meninggalkan Lucky.
Berapa seh harga babi seekor? Babi dewasa yang cukup besar dilepas dengan harga Rp 4-5 juta per ekor, lumayan buat nambah uang saku..hehehe. Si babi selain diperdagangkan di warung dengan masakan babi yang lezat-lezat juga digunakan sebagai salah satu hewan penting dalam berbagai upacara di Kabupaten Sikka, tak aneh kalau harganya bisa mahal.
Lagi asik-asiknya bercerita, tiba-tiba dari kegelapan muncul seorang laki-laki yang lagi basah-basahan dengan tanpa basa-basi langsung nodong kami untuk ngelihat koleksi batiknya. Rupanya Si Mas penjual Batik.
“Ini sebelumnya saya minta maaf ya, bukannya mau lancang tapi saya ke sini mau nawarin kain batik dengan kualitas bagus. Coba lihat, bagus kan? Apalagi kalau dipakai istri-istri sampeyan,”nyerocos terus Si Mas tanpa nanya-nanya dulu ke kami.
“Mas sorry ya ,kami semua masih jomblo alias belum ada istri, enak aja ngomong dengan yakin sekali..”Kata si Lucky sambil melotot Si Mas penjual batik..(masa gimbal pakai batik seh..hihihihi??)
“Sorry mas, abisnya kalo dilihat dari tampang-tampang sampeyan ini kayaknya banyak cucu malah...kalo mas ga ngaku juga ga apa-apa kok...” kata Si Mas sambil tertawa dan ngeloyor pergi tanpa pamit . Ya sudah,kita tinggalkan mas gendeng tersebut dari pada stres...
Si Gimbal ini ternyata memiliki koleksi yang rada-rada aneh juga. Apa seh koleksinya? Mhh..rupanya dia termasuk salah satu penggemar tengkorak binatang. Barang-barang koleksinya disimpan dengan aman dalam sebuah bangunan yang dibuatkan khsusus di belakang rumahnya. Banyak tengkorak binatang yang sudah dimilikinya, mungkin cuma tengkorak Kingkong saja yang belom. Lalu tengkorak itu didapatnya dari mana?Ya dari pemberian teman, nyari sendiri tengkoraknya atau didapat secara sengaja (buseeett, hobinya aneh cekale?).
Nah kalau suatu saat Anda jalan-jalan bareng Lucky dan tiba-tiba secara ga sengaja tercium bau bangkai, jangan heran ya kalo Lucky secara reflek akan berhenti, mengendus-ngendus bau bangkai kira-kira dimana letaknya, mengikuti jejak bau bangkai dan kalo menemukannya segera akan dibawa pulang namun kalo ga ada kesempatan bangkai tersebut akan disembunyikan ditempat yang aman untuk diambil kembali dilain kesempatan (pantas masih jomblo hihihi).
Untung saja selama ini ga pernah salah sasaran, ngendus bau bangkai ketemu bunga bangkai hihihhi..Ya ini adalah bagian dari realita hidupnya bos..
Lucky yang juga mahir dalam menulis skenario iklan (sekaligus pembuatnya) bahkan sebagai pengisi suara untuk keperluan iklan radio tersebut pernah marah besar (bisa marah toh rupanya..) pada para bule yang saat itu melakukan talk show di Radio Sonia FM.
Bule-bule ini adalah para pemusik aliran Punk yang berasal dari Amrik sono. Mereka cukup lama tinggal di Maumere dan berkoloborasi dengan band Punk dari Maumere Total Alarm dalam beberapa lagu ciptaan bersama untuk keperluan pembuatan video clip yang dibuat di Bali.
Namun saat Talk Show di Sonia, para bule bukannya ngomong eh malah saling baku maki di corong radio. Terang saja si Lucky yang bertanggungjawab penuh atas Sonia FM tidak bisa menahan emosinya dan menyuruh penyiar acara tersebut untuk menghentikan wawancaranya.
Sejak saat itu Lucky mulai merasa 'trauma' melihat para bule (kecuali bule wanita ..).
Lucky Reyner n Style..
| |
| |
| |
| |
| |
| |
(inimaumere) *Dede,sejak kapan neh rambut gimbal lo panjangin?
(Lucky) **Sejak tahun 1992 atau tepatnya sejak terjadinya gempa tsunami 1992.Sejak itu rambut gimbal ini gw biarin aja panjang dan memenuhi punggung gw,kenapa?loe ga suka ya lihat gw gimbal?
*Ah,suka kok cuman mau nanya neh,apa nyaman neh tiap hari ada aja bagian tubuh yang digelitik oleh rambut gimbal tersebut..
**Ya nyaman donk..!! Kalo ga nyaman udah dari dulu gw botakin..tau ga loe..!!
*Iya..iya tau..Tapi jangan dibotakin dong DeDE,nanti kelihatan lucu loh..
**Ada-ada saja loe..
*dEdE,loe kalo libur dari kerjaan biasanya ngapaen seh?
**Biasalah,loe kan tau gw paling suka tuh namanya Travelling,yang penting jalan-jalan kemana yang gw suka,bisa ke pulau-pulau kecil bisa juga naik-naik ke puncak gunung atau ke tempat-tempat yang rada-rada aneh gitu.
*Wah DeDE ati-ati loh, nanti bisa-bisa jadi presenter acara Uka-Uka loh ihhh seremmm..!!
** ha..ha..ha.. bisa aja nih anak..
* Ceritain donk dEdE, gunung-gunung apa saja yang pernah dEdE pergi, gunung loh bukan gunung..
**Gunung Gede, Gunung Curuk Cijalu di Jawa Barat.dll. Kalo di Maumere gw dah pernah sampe di atas Gunung Egon loh..
*Wah enak dong DeDe bisa maen-maen ke gunung.. Kapan-kapan ngajak dong kalo mampir di gunung Merapi ya..
** ha..ha..ha bisa...bisa..!!
*Oya,Napa seh DeDE masih jomblo ?
**Mau tau aja loe dengan urusan orang,ini urusan dalam negeri gw tau..
*Iya..iya...gitu aja kok repot hihihi..
*Denger-denger dEdE ma teman-teman punya Band aliran Metal ya..
**Ada seh tapi masih orok banget..
*Apa seh namanya kalo bole tau?
**Samana Pitu Band
*Wah serem banget namanya, jadi ingat bola guling neh..hehehehe
**Kalo ga serem bukan band Metal namanya..Ngerti Ora son..
*Ngerti..ngerti..tapi ga usah nyinggung jin dan jun dong DeDe..
**Biarin...!!
*Diam-diam Dede rupanya jago melukis ya..dari karikatur sampe lukisan-lukisan dengan gaya apa saja..
**Ya begitulah, bakat alam men..
*Sudah berapa lukisan yang dibuat?
**Buanyaaakkk,udah ga kehitung deh..
*Ada yang dijual ga ..
**Ga pernah seh,cuma buat nyalurin hoby n'biar bisa ilangin suntuk dan ngisi waktu aja..napa?lo mau di lukis ya..
*Mau seh dilukis tapi dilukis dari belakang aja ya..
**Ga usah dari belakang,dari bawah aja hehehe..
*Hussss...!!Ga bole tau..Oya, Kalo karikatur juga dah sering ya..
** Sering seh biasanya buat penuhin permintaan temen-temen..
*Wah..kapan-kapan bikin karikatur tim inimaumere ya,bisa ga Dede..
**Wah bisa dong,malah itu udah masuk kelender gw..
*Trims Dede udah punya perhatian..
**Sama-sama men..
*Oia, Acara M2M atau Melody To Memory yang Dede bawain kayaknya tambah rame aja ..
**Bener, sambutan anak muda di Kota Maumere cukup lumayan..
*M2M tuh gimana seh acaranya..
** Biasanya Gw bacain semacam diary kiriman pendengar,nah dari situ gw mutarin musik yang pas bener dengan jalur cerita yg gw bawain tadi..
*Wah perlu dong dinaikin di internet biar dirembuk bersama wue wari itan..
**Wah..ide yang bagus...nanti loe baca aja deh di Heart Of Maumere..nanti ditanggapi ya..
* Pasti dong..Ya kayaknya DeDe postingkan saja di Heart Of Maumere ya..
**Ya,tunggu saja..
*Dede...
**Napa?
*Hujan udah redah tuh,cabut yok..
*Lo duluan deh,gw masih ada urusan ma Osy..Lagian rumah kita beda-beda..
*Iya..iya..hati-hati di jalan ya..
*Loe tuh yang harus hati-hati di jalan,kan lo yg duluan pulang..
*hihihihi..iya lupa gw..
**hehehehehe makanya nyari istri cepetan biar ada yang ingatin..
*Loe juga dong..biar kita nikah massal hehehe
**seppp men hihihi

Oleh : Oss
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:54 0 comments
Label: Sosok
Bob Marley Selalu Dikenang..
Tepat tanggal 6 february 1945 lahirlah seorang bayi mungil hasil perpaduan kulit hitam (ibu) dari etnis Jamaica dan kulit putih dari ayah asal Inggris di St. Ann, Jamaika.Bayi itu akhirnya disematkan nama yang kemudian membawanya menjadi seorang Nabi musik reggae yang melegenda.Robert Nesta Marley,sang legenda yang terus menyuarakan perdamaian lewat lagu-lagu anti penindasan dikenal juga sebagai seorang tokoh legendaris dari bagian gerakan pembebasan kaum buruh di Jamaika yang merasa diperlakukan tidak adil oleh kaum elite dalam tatanan sosial, yaitu kelompok pemilik lahan dan pedagang.Lahir sebagai seorang Katholik lewat kedua orang tuanya ia lalu berpindah keyakinan sebagai penganut Rastafarian yang taat.Lewat lagunya Get Up Stand Up,Bob mengkritik keyakinan kristiani akan Jesus namun disaat maut akan menjemput dia di usia 36 tahun ia meminta untuk kembali dibaptis sebagai pengikut Kristus,Bob rupanya tetap yakin cuma lewat Kristus jiwanya diselamatkan.
Keterlibatannya dalam pembebasan kaum buruh di Jamaika dimulai ketika Michael Manley dari Partai Republik Nasional memegang kekuasaan pemerintahan sekitar tahun 1970-an.
Di era itu, Jamaika sedang dilanda gejolak sosial dan politik pascakolonialisme. Berkuasanya Manley menandai tumbangnya dominasi Partai Buruh Jamaika yang dinilai gagal memperjuangkan harkat dan martabat kaum buruh. Sejak tahun 1962, Partai Buruh Jamaika tidak mampu mempersempit jurang kesenjangan antara kaum buruh dan kaum elite.
Manley yang berusaha menciptakan persamaan derajat antara kaum buruh dan kaum elite memanfaatkan kaum muda-yang kemudian dikenal sebagai kaum rastafari-untuk melakukan perubahan revolusioner dalam tatanan kehidupan masyarakat Jamaika. Mendobrak sekat-sekat sosial yang memisahkan kaum buruh dengan kaum elite.
Kaum rastafari telah ada di Jamaika seputaran tahun 1930 dan mencakup lima persen dari 2,5 juta penduduk. Kaum rastafari selalu tertindas dengan berbagai perlakuan diskriminatif. Misalnya,perlakuan polisi yang sering menjambak rambut dreadlock mereka.Peningkatan terus dikampanyekan ke masyarakat Jamaika, salah satunya melalui para artis, termasuk di dalamnya Bob Marley.Bob Marley kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk
memopulerkan musik reggae. Ia yang membentuk grup musik Bob Marley and The Wailers kemudian sukses dengan album Natty Dread, yang dirilis tahun 1974. Sekitar Februari 1975, album ini masuk dalam 100 album musik laris di Amerika Serikat. No Woman No Cry yang mengisahkan tentang kebersamaan, merupakan salah satu lagu yang menjadikan Natty Dread makin populer. Bahkan, disebut sebagai album terbaik Bob Marley and The Wailers dan harus dimiliki oleh penggemar musik reggae.One World, One Love adalah visi yang dipegang oleh Bob Marley.Visi itu terinspirasi oleh kepercayaan rastafari yang dianutnya. Marley memperjuangkan hak-hak kaum tertindas melalui lagu-lagunya yang bertemakan kritik sosial dan kehangatan cinta. Lagu I Shot The Sheriff merupakan kritik terhadap perlakuan aparat hukum yang tidak adil terhadap kaum rasta. Penggalan liriknya," if i am guilty i will pay", merupakan gambaran hukum yang bisa dibeli dengan uang. Juga, kata-kata "freedom came my way oneday", merupakan ungkapan kerinduan akan kebebasan untuk beraktivitas maupun berpikir.
Pesan-pesan untuk membangkitkan semangat pembebasan terus disampaikan melalui musik reggae yang makin dikenal oleh masyarakat dunia. Sampai saat ini pun semangat itu masih terus hidup.Lirik "emancipate yourself from mental slavery, none but ourselves can free our minds" dari lagu Redemption Song merupakan ajakan untuk meninggalkan mental budak dari diri manusia. Semua itu kembali lagi kepada kita yang mampu menjadi pembebas bagi diri sendiri.
Bob Marley meninggal dunia tanggal 11 Mei 1981, dalam usia 36 tahun. Sepuluh hari kemudian, ia dikebumikan di St Ann, Jamaika, dalam sebuah upacara keagamaan Katholik dan kenegaraan. Delapan hari sebelum dimakamkan,album Legend yang baru diselesaikannya langsung bertengger di urutan pertama di Inggris dan bertahan selama 12 pekan, belum termasuk selama 129 minggu dalam kategori 100 album terbaik.Kematian Bob Marley diawali saat jogging di Central Park, New York, Amerika Serikat, tanggal 21 September 1981. Marley mendadak pingsan karena kanker otak dan paru-paru yang dideritanya kambuh lagi.
Perayaan Ultahnya Bob Marley..
www.inimaumere.com
Selengkapnya...
Keterlibatannya dalam pembebasan kaum buruh di Jamaika dimulai ketika Michael Manley dari Partai Republik Nasional memegang kekuasaan pemerintahan sekitar tahun 1970-an.
Di era itu, Jamaika sedang dilanda gejolak sosial dan politik pascakolonialisme. Berkuasanya Manley menandai tumbangnya dominasi Partai Buruh Jamaika yang dinilai gagal memperjuangkan harkat dan martabat kaum buruh. Sejak tahun 1962, Partai Buruh Jamaika tidak mampu mempersempit jurang kesenjangan antara kaum buruh dan kaum elite.
Manley yang berusaha menciptakan persamaan derajat antara kaum buruh dan kaum elite memanfaatkan kaum muda-yang kemudian dikenal sebagai kaum rastafari-untuk melakukan perubahan revolusioner dalam tatanan kehidupan masyarakat Jamaika. Mendobrak sekat-sekat sosial yang memisahkan kaum buruh dengan kaum elite.
Kaum rastafari telah ada di Jamaika seputaran tahun 1930 dan mencakup lima persen dari 2,5 juta penduduk. Kaum rastafari selalu tertindas dengan berbagai perlakuan diskriminatif. Misalnya,perlakuan polisi yang sering menjambak rambut dreadlock mereka.Peningkatan terus dikampanyekan ke masyarakat Jamaika, salah satunya melalui para artis, termasuk di dalamnya Bob Marley.Bob Marley kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk
memopulerkan musik reggae. Ia yang membentuk grup musik Bob Marley and The Wailers kemudian sukses dengan album Natty Dread, yang dirilis tahun 1974. Sekitar Februari 1975, album ini masuk dalam 100 album musik laris di Amerika Serikat. No Woman No Cry yang mengisahkan tentang kebersamaan, merupakan salah satu lagu yang menjadikan Natty Dread makin populer. Bahkan, disebut sebagai album terbaik Bob Marley and The Wailers dan harus dimiliki oleh penggemar musik reggae.One World, One Love adalah visi yang dipegang oleh Bob Marley.Visi itu terinspirasi oleh kepercayaan rastafari yang dianutnya. Marley memperjuangkan hak-hak kaum tertindas melalui lagu-lagunya yang bertemakan kritik sosial dan kehangatan cinta. Lagu I Shot The Sheriff merupakan kritik terhadap perlakuan aparat hukum yang tidak adil terhadap kaum rasta. Penggalan liriknya," if i am guilty i will pay", merupakan gambaran hukum yang bisa dibeli dengan uang. Juga, kata-kata "freedom came my way oneday", merupakan ungkapan kerinduan akan kebebasan untuk beraktivitas maupun berpikir.
Pesan-pesan untuk membangkitkan semangat pembebasan terus disampaikan melalui musik reggae yang makin dikenal oleh masyarakat dunia. Sampai saat ini pun semangat itu masih terus hidup.Lirik "emancipate yourself from mental slavery, none but ourselves can free our minds" dari lagu Redemption Song merupakan ajakan untuk meninggalkan mental budak dari diri manusia. Semua itu kembali lagi kepada kita yang mampu menjadi pembebas bagi diri sendiri.
Bob Marley meninggal dunia tanggal 11 Mei 1981, dalam usia 36 tahun. Sepuluh hari kemudian, ia dikebumikan di St Ann, Jamaika, dalam sebuah upacara keagamaan Katholik dan kenegaraan. Delapan hari sebelum dimakamkan,album Legend yang baru diselesaikannya langsung bertengger di urutan pertama di Inggris dan bertahan selama 12 pekan, belum termasuk selama 129 minggu dalam kategori 100 album terbaik.Kematian Bob Marley diawali saat jogging di Central Park, New York, Amerika Serikat, tanggal 21 September 1981. Marley mendadak pingsan karena kanker otak dan paru-paru yang dideritanya kambuh lagi.
Perayaan Ultahnya Bob Marley..
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 03:28 0 comments
Saturday, 7 February 2009
Gelombang Air Laut Terjang Kawasan Pesisir Pantai Wai Oti
Sebagian penduduk dikawasan pesisir pantai komplek Lorong Kaget Kelurahan Wai Oti tadi malam (06/02/2009) berhamburan dari rumah mereka masing-masing akibat gelombang pasang yang menyerbu masuk ke areal pemukiman
penduduk. Gelombang pasang ini di akibatkan oleh tingginya intensitas laju angin yang menerpa laut Flores beberapa hari belakangan. Gelombang setinggi 4 meter lebih tersebut merusak pertahanan terakhir masyarakat yang dibangun secara sederhana. Sebuah rumah hilang dihempas amukan gelombang dan beberapa lainnya rusak diterjang gelombang. Kejadian ini menurut penduduk setempat terjadi jumad malam antara pukul 7 - 10 malam wita dimana saat itu terjadi air pasang. Angin kencang ini telah berlangsung selama satu pekan dan melanda hampir semua kawasan pantai dan daratan Kabupaten Sikka.
Bapak Martin,salah seorang warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai tersebut mengatakan angin kencang yang mengakibatkan gelombang besar tersebut mengakibatkan rumah milik salah seorang warga yang dibuat dari halar (bambu) terhempas di hajar angin dan gelombang laut yang mengamuk.
"Air laut tersebut naik sekitar 40 meter kedarat dan menghempaskan rumah ini.Kami tak bisa berbuat banyak," ujarnya dengan sedih sambil menunjukan sebuah rumah yang terlihat cuma tertinggal lantai semen yang tertutup pasir.
Menurut Pak Martin, kejadian ini merupakan peristiwa tahunan dan sering terulang dan menjadi 'lagu lama' yang sangat dihapal oleh masyarakat setempat.
"Kami sudah beberapa kali meminta kepada pihak pemerintah untuk menanggulangi masalah tahunan ini,namun sampai sekarang tidak di tanggapi," sambung Martin.
Kepala Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Gregorius Rehi yang ditemui terpisah di lokasi mengatakan pemerintah telah beberapa kali melakukan pertolongan dan bantuan kepada masyarakat setempat diantaranya dengan melakukan tanggap darurat(bantuan makanan,pengobatan dll), transmigran dan translok serta bantuan pembanguan dan perbaikan rumah warga yang rusak.
"Ada beberapa titik yang rencananya akan dijadikan tempat relokasi penduduk dikawasan ini antara lain di Talibura dengan koordiansi dinas terkait, Wairita(belakang Asrama Brimod) dan Patisomba," jelas Rehi. "Tahun lalu ketika ada kejadian seperti ini misalnya saat itu ada rumah warga yang rusak berat pemerintah langsung memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah tersebut. Dan perlu di ingat,sudah pernah warga di sini yang ditransmigrasi ke Kalimantan dan dipindahkan ke pemukiman yang lebih aman namun akhirnya mereka pulang dan kembali menetap dikawasan ini,"lanjutnya.
Namun menurut Rehi, yang perlu segera dilakukan untuk saat ini adalah membangun tanggul penahan gelombang seperti yang telah berdiri di sepanjang jalur pantai dari pesisir pantai di Kelurahan Wairotang sampai Kelurahan Beru.
"Untuk itu dalam Tahun Anggaran 2009 ini direncanakan pembangunan tanggul penahan gelombang sepanjang 400 meter dikawasan pesisir ini,sehingga penduduk setempat bisa nyaman menetap," demikian Rehi menjelaskan.
Seperti yang terlihat di kawasan itu, Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka mendirikan sebuah tenda darurat untuk pengobatan dan bantuan makanan bagi warga di lokasi tersebut. Ibu Dondi yang mendampingi Kepala Kantor Dinas Sosial menambahkan, untuk sementara ini bantuan makanan dan pengobatan kepada penduduk setempat tetap diberikan dan terus melakukan pemantauan di kawasan pemukiman pesisir pantai 1x24 jam selama angin kencang melanda kawasan Sikka.
Gelombang laut yang menerjang kawasan pesisir pantai ini tidak mengakibatkan korban meninggal maupun luka berat atau ringan namun kecemasan sangat terlihat di wajah penduduk setempat.
Selengkapnya...
penduduk. Gelombang pasang ini di akibatkan oleh tingginya intensitas laju angin yang menerpa laut Flores beberapa hari belakangan. Gelombang setinggi 4 meter lebih tersebut merusak pertahanan terakhir masyarakat yang dibangun secara sederhana. Sebuah rumah hilang dihempas amukan gelombang dan beberapa lainnya rusak diterjang gelombang. Kejadian ini menurut penduduk setempat terjadi jumad malam antara pukul 7 - 10 malam wita dimana saat itu terjadi air pasang. Angin kencang ini telah berlangsung selama satu pekan dan melanda hampir semua kawasan pantai dan daratan Kabupaten Sikka.
Bapak Martin,salah seorang warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai tersebut mengatakan angin kencang yang mengakibatkan gelombang besar tersebut mengakibatkan rumah milik salah seorang warga yang dibuat dari halar (bambu) terhempas di hajar angin dan gelombang laut yang mengamuk.
"Air laut tersebut naik sekitar 40 meter kedarat dan menghempaskan rumah ini.Kami tak bisa berbuat banyak," ujarnya dengan sedih sambil menunjukan sebuah rumah yang terlihat cuma tertinggal lantai semen yang tertutup pasir.
Menurut Pak Martin, kejadian ini merupakan peristiwa tahunan dan sering terulang dan menjadi 'lagu lama' yang sangat dihapal oleh masyarakat setempat.
"Kami sudah beberapa kali meminta kepada pihak pemerintah untuk menanggulangi masalah tahunan ini,namun sampai sekarang tidak di tanggapi," sambung Martin.
"Ada beberapa titik yang rencananya akan dijadikan tempat relokasi penduduk dikawasan ini antara lain di Talibura dengan koordiansi dinas terkait, Wairita(belakang Asrama Brimod) dan Patisomba," jelas Rehi. "Tahun lalu ketika ada kejadian seperti ini misalnya saat itu ada rumah warga yang rusak berat pemerintah langsung memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah tersebut. Dan perlu di ingat,sudah pernah warga di sini yang ditransmigrasi ke Kalimantan dan dipindahkan ke pemukiman yang lebih aman namun akhirnya mereka pulang dan kembali menetap dikawasan ini,"lanjutnya.
"Untuk itu dalam Tahun Anggaran 2009 ini direncanakan pembangunan tanggul penahan gelombang sepanjang 400 meter dikawasan pesisir ini,sehingga penduduk setempat bisa nyaman menetap," demikian Rehi menjelaskan.
Seperti yang terlihat di kawasan itu, Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka mendirikan sebuah tenda darurat untuk pengobatan dan bantuan makanan bagi warga di lokasi tersebut. Ibu Dondi yang mendampingi Kepala Kantor Dinas Sosial menambahkan, untuk sementara ini bantuan makanan dan pengobatan kepada penduduk setempat tetap diberikan dan terus melakukan pemantauan di kawasan pemukiman pesisir pantai 1x24 jam selama angin kencang melanda kawasan Sikka.
Gelombang laut yang menerjang kawasan pesisir pantai ini tidak mengakibatkan korban meninggal maupun luka berat atau ringan namun kecemasan sangat terlihat di wajah penduduk setempat.
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 21:13 0 comments
Label: Berita
Thursday, 5 February 2009
Melihat Spesies Bawah Laut Maumere..
Diposkan oleh Megu Nora Au di 22:52 0 comments
Label: Nian Tanah Foto..
Wednesday, 4 February 2009
ALMAWIYATA : STOP GLOBAL WARMING
Tanam, tanam dan tanam... seruan yang dalam satu dekade ini terus dikumandangkan oleh siapapun yang peduli dengan lingkungan di berbagai belahan dunia. Keprihatinan ini pun sampai pada kelompok arisan “ALMAWIYATA” (ALUMNI MARDI WIYATA) – MAUMERE yang dimotori oleh Yunda Keupung dan dr. Titin Nabu di tengah menjalani kesibukan keseharian mereka. Menggaet sejumlah alumni SMPK Frater – Maumere, pada Minggu, 1 februari 2009 bertempat di Kapela Wairumbia Paroki Katedral St. Yoseph, ALMAWIYATA menggelar penghijauan dengan menanam sejumlah pohon.
“Kami bisa bereuni dan ngerumpi sambil beraktifitas yang punya manfaat untuk lingkungan. Semua orang juga tahu kalau ketidakseimbangan lingkungan bisa berakibat bencana. Sekalipun kegiatan ini masih berskala kecil, namun kami percaya ada manfaatnya untuk umat di Kapela Wairumbia” ungkap Yunda dan teman-teman sejumlah alumni SMPK – Frater Maumere.
Seru dan menarik, penuh energi, semangat dan ceriwis, itulah kekuatan kaum perempuan yang selalu menjadi pendongkrak kaum pria. Semua tampak dalam kesibukan menanam pada minggu pagi itu. Ikatan emosional sebagai sesama alumni mardiwiyata masih terasa begitu kuat. Juga tentunya goosip.... yang tak pernah berhenti keluar dari bibir mereka. Semua itu menjadi fenomena yang bermuara pada positifitas kegiatan menanam yang sangat mendukung isu global tentang pemanasan dunia yang semakin menggila. Tentunya ini menggugah semua orang yang masih ingin kehidupan yang sejuk di bumi untuk jangan berhenti menanam dan menjaga alam. Jelas sekali hakekat kegiatan ini, kecil tapi bermanfaat.
Rm. Kanisius Pr. salah satu pastor yang berkarya di keuskupan maumere kebetulan hadir dalam kegiatan itu pun menyempatkan diri terlibat dalam kegiatan positif ini. Tanggapan yang bagus dan keinginan untuk mendukung kegiatan menanam untuk skala yang lebih luas disampaikan oleh Rm. Kanis.
“Sesungguhnya Tuhan telah menjadikan alam dengan kesempurnaan dan sudah menyediakan kenyaman bagi umat manusia. Namun kadang manusia pun ingin lebih hebat dari Allah dan merusak ekosistem yang sudah ada. Saatnya kewajiban manusia untuk mengembalikan kenyamanan alam yang sudah ada sejak dulu. Gereja sendiri sangat memperhatikan pemanasan global yang disebabkan oleh tindakan merusak lingkungan oleh manusia. Sekitar 1000 tanaman sudah saya tanam di kota Maumere, tentunya untuk mendukung semua upaya pemulihan lingkungan. Saya sangat mendukung kegiatan ini dan berharap untuk kegiatan yang lebih besar. Saya selalu mendoakan” ungkap Rm.Kanis ketika dimintai komentarnya.
Kebersamaan dan ikatan emosional menjadi modal besar untuk sebuah kegiatan positif. Dengan bantuan bibit tanaman dari pemerintah daerah Kabupaten Sikka melalui dinas kehutanan, kegiatan ini terselenggara dengan baik. “Awal yang bagus bagi rekan-rekan alumni SMPK – Frater Maumere untuk berpartisipasi lebih banyak dalam membantu masyarakat dan pemerintah. Saya himbau kepada rekan-rekan alumni lain yang ingin bergabung, setelah ini akan ada kegiatan penanaman yang lebih luas skalanya. Ayo bergabung, jangan sungkan, sekecil apa pun partisipasi teman-teman pasti punya manfaat yang besar bagi alam dan kehidupan” demikian himbauan Edmon Bura sebagai alumni dan mantan Ketua OSIS yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan menanam tersebut.
Lebih besar harapan untuk menjadi lebih kuat dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain di tengah kesibukan menjalani keseharian kita. Bukankah harkat kita sebagai manusia menjadi lebih bernilai? Maju terus ALMAWIYATA...! dan jangan lupa gosip-gosip hangatnya..... he.he..
Yap,bagi yang tinggal di Maumere dan pengen kegiatannya di angkat di www.inimaumere.com silakan menghubungi kami di email inimaumere@yahoo.com atau kontak hape kami yang telah ada di blog ini,salam..!!
Beberapa Foto Kegiatan:
Yang Rajin Ya..
Aduh Panasnya..
Semangat-Semangat...!!
Wah Semangatnya Bung Edmond..
Generasi Muda Peduli Lingkungan..
www.inimaumere.com
Jangan Lupa Komentarnya..
Selengkapnya...
“Kami bisa bereuni dan ngerumpi sambil beraktifitas yang punya manfaat untuk lingkungan. Semua orang juga tahu kalau ketidakseimbangan lingkungan bisa berakibat bencana. Sekalipun kegiatan ini masih berskala kecil, namun kami percaya ada manfaatnya untuk umat di Kapela Wairumbia” ungkap Yunda dan teman-teman sejumlah alumni SMPK – Frater Maumere.
Seru dan menarik, penuh energi, semangat dan ceriwis, itulah kekuatan kaum perempuan yang selalu menjadi pendongkrak kaum pria. Semua tampak dalam kesibukan menanam pada minggu pagi itu. Ikatan emosional sebagai sesama alumni mardiwiyata masih terasa begitu kuat. Juga tentunya goosip.... yang tak pernah berhenti keluar dari bibir mereka. Semua itu menjadi fenomena yang bermuara pada positifitas kegiatan menanam yang sangat mendukung isu global tentang pemanasan dunia yang semakin menggila. Tentunya ini menggugah semua orang yang masih ingin kehidupan yang sejuk di bumi untuk jangan berhenti menanam dan menjaga alam. Jelas sekali hakekat kegiatan ini, kecil tapi bermanfaat.
Rm. Kanisius Pr. salah satu pastor yang berkarya di keuskupan maumere kebetulan hadir dalam kegiatan itu pun menyempatkan diri terlibat dalam kegiatan positif ini. Tanggapan yang bagus dan keinginan untuk mendukung kegiatan menanam untuk skala yang lebih luas disampaikan oleh Rm. Kanis.
“Sesungguhnya Tuhan telah menjadikan alam dengan kesempurnaan dan sudah menyediakan kenyaman bagi umat manusia. Namun kadang manusia pun ingin lebih hebat dari Allah dan merusak ekosistem yang sudah ada. Saatnya kewajiban manusia untuk mengembalikan kenyamanan alam yang sudah ada sejak dulu. Gereja sendiri sangat memperhatikan pemanasan global yang disebabkan oleh tindakan merusak lingkungan oleh manusia. Sekitar 1000 tanaman sudah saya tanam di kota Maumere, tentunya untuk mendukung semua upaya pemulihan lingkungan. Saya sangat mendukung kegiatan ini dan berharap untuk kegiatan yang lebih besar. Saya selalu mendoakan” ungkap Rm.Kanis ketika dimintai komentarnya.
Kebersamaan dan ikatan emosional menjadi modal besar untuk sebuah kegiatan positif. Dengan bantuan bibit tanaman dari pemerintah daerah Kabupaten Sikka melalui dinas kehutanan, kegiatan ini terselenggara dengan baik. “Awal yang bagus bagi rekan-rekan alumni SMPK – Frater Maumere untuk berpartisipasi lebih banyak dalam membantu masyarakat dan pemerintah. Saya himbau kepada rekan-rekan alumni lain yang ingin bergabung, setelah ini akan ada kegiatan penanaman yang lebih luas skalanya. Ayo bergabung, jangan sungkan, sekecil apa pun partisipasi teman-teman pasti punya manfaat yang besar bagi alam dan kehidupan” demikian himbauan Edmon Bura sebagai alumni dan mantan Ketua OSIS yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan menanam tersebut.
Lebih besar harapan untuk menjadi lebih kuat dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain di tengah kesibukan menjalani keseharian kita. Bukankah harkat kita sebagai manusia menjadi lebih bernilai? Maju terus ALMAWIYATA...! dan jangan lupa gosip-gosip hangatnya..... he.he..
Yap,bagi yang tinggal di Maumere dan pengen kegiatannya di angkat di www.inimaumere.com silakan menghubungi kami di email inimaumere@yahoo.com atau kontak hape kami yang telah ada di blog ini,salam..!!
Beberapa Foto Kegiatan:
Yang Rajin Ya..
Aduh Panasnya..
Semangat-Semangat...!!
Wah Semangatnya Bung Edmond..
Generasi Muda Peduli Lingkungan..
www.inimaumere.com
Jangan Lupa Komentarnya..
Diposkan oleh Megu Nora Au di 23:06 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Sikka, Desa Tua yang Terlupa!
Oleh : Bung Junaedi (www.pencangkul.blogspot.com)
JARUM jam baru menunjukkan angka 07.15 WITA, ketika kami meninggalkan homestay di Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka. Agenda kami hari ini adalah menuju kawasan pesisir pantai Desa Sikka untuk melakukan penyelaman di beberapa titik. Desa Sikka adalah desa yang menjadi cikal bakal Kabupaten Sikka yang beberapa waktu lalu saya sempat menuliskannya. Silahkan klik di sini untuk melihat posting-an sebelumnya.
Baiklah, pada posting-an kali ini saya tak ingin cerita tentang penyelaman, ini karena dalam tim ini, saya hanya menjadi penggembira saja. Saya tak punya keahlian berenang, apalagi menyelam. Kami yang terdiri 7 orang, tak semuanya ahli selam, hanya 3 orang saja kawan saya yang ahli selam termasuk team leader kami Doktor MJU, ahli biologi laut yang menghabiskan studi S2 dan S3-nya di negeri kangguru. Pada kesempatan ini hanya 2 orang saja yang akan melakukan penyelaman, yang notabene 2 orang yang direkrut ini adalah mantan mahasiswa Pak MJU di Kupang.
Sebenarnya saya punya tujuan khusus mengikuti agenda kawan-kawan di hari itu. Snorkeling! Ya, saya ingin sekali menikmati dasar laut dari permukaan. Kebetulan perangkat snorkeling juga dibawa. Namun, karena kondisi ombak yang sangat besar, saya jadi berpikir seribu kali untuk masuk laut.
Bertamu ke Rumah Raja
Tak ada rotan akar pun jadi, tak bisa masuk lautan, jalan ke tempat lain pun tak kalah enjoy. Saya pun langsung menuju rumah adat yang dulu merupakan rumah raja Sikka. Rumah ini berada tak jauh dari tempat kami memulai penyelaman. Letaknya juga tepat di bibir pantai Sikka. Bentuk panggung dengan ketinggian panggung sekitar 2 meter dan beratap rumbia atau ilalang. Bahan bangunan hampir semuanya menggunakan kayu lokal dan kayu kelapa. Sambungan kerangka rumah pun menggunakan kayu dengan cara dipantek (Jawa). Kecuali pemasangan papan sebagai dinding dan lantai sudah menggunakan paku.
Sayangnya kondisi rumah Raja Sikka ini kurang terurus, meskipun tiang pancangnya masih kokoh, namun lantai, dinding dan perabotan berupa kursi dan meja kondisinya berantakan. Lantai dan dinding banyak yang terlepas dari kerangkanya dan berlubang-lubang. Kursi sudah tak tertata lagi sebagaimana mestinya bahkan banyak yang protol atau terlepas.
Ketika saya bertemu beberapa orang dan ibu-ibu pedagang kain tenun ikat yang ”mengejar” kami (kami dianggap turis dan mereka menawarkan produknya), mereka menjelaskan bahwa rumah raja ini kurang terawat karena tak ada dana perawatan dari keluarga atau keturunan para raja, sementara pemerintah juga kurang perhatian. Padahal, tempat ini sering didatangi turis-turis manca terutama dari Portugis. Wajar saja Desa Sikka dulunya menjadi tempat tinggal orang-orang Portugis juga menyimpan banyak bangunan tua peninggalan kolonial Portugis.
Pada abad ke-17, Sikka merupakan pusat pemukiman orang-orang Portugis di Flores. Di sini pula terdapat bangunan gereja tua yang dibangun pada tahun 1899. Dulu dekat Desa Sikka, tepatnya di Desa Lela, juga terdapat sebuah seminari yang didirikan Pastor Frans Cornelissen SVD pada tahun 1926. Seminari ini pada awalnya didirikan di Sikka sebelum dipindahkan ke Todabelu, Mataloko. Dan sejak tahun 1937 di pindah ke kawasan Ledalero.
Pusat Tenun Ikat
Di Desa Sikka ini pula dihasilkan kain tenun ikat yang cukup di Kenal di daratan NTT. Hampir semua rumah di sepanjang jalan utama memiliki peralatan tenun. Beberapa nona (sebutan untuk wanita Sikka, tak peduli sudah menikah atau belum) terlihat mengemasi benang aneka warna yang telah dijemur dan beberapa memindahkan kain tenun ke dalam rumah. Satu tenunan dapat dihasilkan dalam jangka waktu sebulan dan bahkan lebih lama. Ini karena mereka mengerjakannya masih menggunakan peralatan tradisional atau alat tenun bukan mesin. Tergantung dari bahan terutama benang. Kain akan berharga lebih mahal apabila dibuat dari bahan alami. Kain tenun dari daerah Sikka cukup terkenal dan telah dipasarkan ke daerah-daerah lain.
Selain itu, mereka juga menjual langsung ke wisatawan yang kebetulan singgah atau mengunjungi Desa Sikka, terutama wisatawan manca yang kebanyakan dari Portugis. Sikka dan Portugis memang mempunyai hubungan sejarah yang erat. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa di desa inilah dulu menjadi pusat pemukiman orang-orang Portugis. Mungkin saja mereka menapaktilasi jejak leluhurnya yang dulu banyak menapakkan kaki di Desa Sikka.
Karena peralatan-peralatan tenun itu semuanya tanpa menggunakan mesin, maka untuk menggerakannya hanya mengandalkan kaki-kaki dan tangan-tangan terampil nona-nona. Namun, informasi yang saya dapatkan, saat ini kebanyakan para perajin tenun adalah wanita-wanita paruh baya. Sedangkan nona-nona muda sekarang jarang yang bisa mengerjakannya. Sepertinya mereka kurang tertarik untuk belajar dan mewarisi keterampilan ini dari leluhurnya ini. Ini mungkin yang disebut dengan pergeseran orientasi budaya kaum muda yang katanya serba instan, sebab membuat kain tenun ikat ini menuntut proses belajar yang terus menerus dengan tingkat kesabaran yang tinggi, cita rasa seni serta mungkin idealisme untuk melanggengkan warisan leluhur.
Sementara itu, bahan-bahan tenun (benang pintal) pada umumnya dibeli di kota Maumere dan kebanyakan bahan-bahan ini didatangkan langsung dari Pulau Jawa sebab sangat jarang bahan-bahan ini dipintal sendiri di Sikka. Harga selembar kain tenun dengan ukuran lebar kurang dari 1 meter dan panjang juga kuran 2 meter, rata-rata Rp. 200.000.,- Tetapi kalau kita pandai menawar bisa turun menjadi Rp. 150.000,-. Harga ini tergantung dari bahan, motif dan lebar kain. Yang saya sebutkan ini adalah dengan bahan yang murah, motif standar dan tidak terlalu lebar.
Kain-kain tenun tersebut bisa kita manfaatkan untuk berbagai keperluan. Bisa untuk hiasan, baju, rompi, tas, sarung, sajadah, taplak meja dan sebagainya. Di Kabupaten Sikka, kain-kain tenun ini menjadi pakaian resmi ala baju batik di Jawa. Beberapa hari dalam satu minggu, pegawai-pegawai pemerintahan diwajibkan memakai pakaian dari bahan ini. Anak-anak sekolah pun pada hari-hari tertentu wajib memakai rompi dari kain tenun ikat ini. Sementara nona-nona golongan older atau age spots pun masih banyak yang memakainya sebagai pakaian sehari-hari, “semacam sarung” dan kadang diselampangkan ke pundak. Seperti layaknya gambar pakaian-pakaian adat di dalam buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau gambar-gambar di bagian belakang buku-buku atlas yang sering saya lihat waktu sekolah dasar dulu.
Sayangnya, pesona Sikka ini kurang mendapat dukungan sarana yang memadai seperti penginapan dan kondisi jalan yang lebih bagus lagi. Pesona Sikka sebagai desa tua seolah terlupa. Untuk mengunjungi desa ini harus sekali jalan dan langsung pulang ke Maumere dimana hotel dan resort banyak berada di pusat kota ini. Kalau mau, bisa saja menginap di rumah-rumah penduduk. Saya yakin masyarakat di sini akan menerima, sebab mereka terlihat bersahabat dan ramah-ramah menerima tamu, meskipun aksen suaranya keras (khas orang Indonesia Timur, khususnya NTT) dan bila kita tak terbiasa akan menilai mereka kurang bersahabat padahal aksen suaranya tak selalu mencerminkan kekerasan hati dan perangainya. Namun demikian, sepertinya kurang nyaman kalau harus menginap di rumah-rumah penduduk.
Mas Junedy from :
www.pencangkul.blogspot.com
www.inimaumere.com
Selengkapnya...
Baiklah, pada posting-an kali ini saya tak ingin cerita tentang penyelaman, ini karena dalam tim ini, saya hanya menjadi penggembira saja. Saya tak punya keahlian berenang, apalagi menyelam. Kami yang terdiri 7 orang, tak semuanya ahli selam, hanya 3 orang saja kawan saya yang ahli selam termasuk team leader kami Doktor MJU, ahli biologi laut yang menghabiskan studi S2 dan S3-nya di negeri kangguru. Pada kesempatan ini hanya 2 orang saja yang akan melakukan penyelaman, yang notabene 2 orang yang direkrut ini adalah mantan mahasiswa Pak MJU di Kupang.
Sebenarnya saya punya tujuan khusus mengikuti agenda kawan-kawan di hari itu. Snorkeling! Ya, saya ingin sekali menikmati dasar laut dari permukaan. Kebetulan perangkat snorkeling juga dibawa. Namun, karena kondisi ombak yang sangat besar, saya jadi berpikir seribu kali untuk masuk laut.
Bertamu ke Rumah Raja
Tak ada rotan akar pun jadi, tak bisa masuk lautan, jalan ke tempat lain pun tak kalah enjoy. Saya pun langsung menuju rumah adat yang dulu merupakan rumah raja Sikka. Rumah ini berada tak jauh dari tempat kami memulai penyelaman. Letaknya juga tepat di bibir pantai Sikka. Bentuk panggung dengan ketinggian panggung sekitar 2 meter dan beratap rumbia atau ilalang. Bahan bangunan hampir semuanya menggunakan kayu lokal dan kayu kelapa. Sambungan kerangka rumah pun menggunakan kayu dengan cara dipantek (Jawa). Kecuali pemasangan papan sebagai dinding dan lantai sudah menggunakan paku.
Sayangnya kondisi rumah Raja Sikka ini kurang terurus, meskipun tiang pancangnya masih kokoh, namun lantai, dinding dan perabotan berupa kursi dan meja kondisinya berantakan. Lantai dan dinding banyak yang terlepas dari kerangkanya dan berlubang-lubang. Kursi sudah tak tertata lagi sebagaimana mestinya bahkan banyak yang protol atau terlepas.
Ketika saya bertemu beberapa orang dan ibu-ibu pedagang kain tenun ikat yang ”mengejar” kami (kami dianggap turis dan mereka menawarkan produknya), mereka menjelaskan bahwa rumah raja ini kurang terawat karena tak ada dana perawatan dari keluarga atau keturunan para raja, sementara pemerintah juga kurang perhatian. Padahal, tempat ini sering didatangi turis-turis manca terutama dari Portugis. Wajar saja Desa Sikka dulunya menjadi tempat tinggal orang-orang Portugis juga menyimpan banyak bangunan tua peninggalan kolonial Portugis.
Pada abad ke-17, Sikka merupakan pusat pemukiman orang-orang Portugis di Flores. Di sini pula terdapat bangunan gereja tua yang dibangun pada tahun 1899. Dulu dekat Desa Sikka, tepatnya di Desa Lela, juga terdapat sebuah seminari yang didirikan Pastor Frans Cornelissen SVD pada tahun 1926. Seminari ini pada awalnya didirikan di Sikka sebelum dipindahkan ke Todabelu, Mataloko. Dan sejak tahun 1937 di pindah ke kawasan Ledalero.
Pusat Tenun Ikat
Di Desa Sikka ini pula dihasilkan kain tenun ikat yang cukup di Kenal di daratan NTT. Hampir semua rumah di sepanjang jalan utama memiliki peralatan tenun. Beberapa nona (sebutan untuk wanita Sikka, tak peduli sudah menikah atau belum) terlihat mengemasi benang aneka warna yang telah dijemur dan beberapa memindahkan kain tenun ke dalam rumah. Satu tenunan dapat dihasilkan dalam jangka waktu sebulan dan bahkan lebih lama. Ini karena mereka mengerjakannya masih menggunakan peralatan tradisional atau alat tenun bukan mesin. Tergantung dari bahan terutama benang. Kain akan berharga lebih mahal apabila dibuat dari bahan alami. Kain tenun dari daerah Sikka cukup terkenal dan telah dipasarkan ke daerah-daerah lain.
Selain itu, mereka juga menjual langsung ke wisatawan yang kebetulan singgah atau mengunjungi Desa Sikka, terutama wisatawan manca yang kebanyakan dari Portugis. Sikka dan Portugis memang mempunyai hubungan sejarah yang erat. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa di desa inilah dulu menjadi pusat pemukiman orang-orang Portugis. Mungkin saja mereka menapaktilasi jejak leluhurnya yang dulu banyak menapakkan kaki di Desa Sikka.
Karena peralatan-peralatan tenun itu semuanya tanpa menggunakan mesin, maka untuk menggerakannya hanya mengandalkan kaki-kaki dan tangan-tangan terampil nona-nona. Namun, informasi yang saya dapatkan, saat ini kebanyakan para perajin tenun adalah wanita-wanita paruh baya. Sedangkan nona-nona muda sekarang jarang yang bisa mengerjakannya. Sepertinya mereka kurang tertarik untuk belajar dan mewarisi keterampilan ini dari leluhurnya ini. Ini mungkin yang disebut dengan pergeseran orientasi budaya kaum muda yang katanya serba instan, sebab membuat kain tenun ikat ini menuntut proses belajar yang terus menerus dengan tingkat kesabaran yang tinggi, cita rasa seni serta mungkin idealisme untuk melanggengkan warisan leluhur.
Sementara itu, bahan-bahan tenun (benang pintal) pada umumnya dibeli di kota Maumere dan kebanyakan bahan-bahan ini didatangkan langsung dari Pulau Jawa sebab sangat jarang bahan-bahan ini dipintal sendiri di Sikka. Harga selembar kain tenun dengan ukuran lebar kurang dari 1 meter dan panjang juga kuran 2 meter, rata-rata Rp. 200.000.,- Tetapi kalau kita pandai menawar bisa turun menjadi Rp. 150.000,-. Harga ini tergantung dari bahan, motif dan lebar kain. Yang saya sebutkan ini adalah dengan bahan yang murah, motif standar dan tidak terlalu lebar.
Kain-kain tenun tersebut bisa kita manfaatkan untuk berbagai keperluan. Bisa untuk hiasan, baju, rompi, tas, sarung, sajadah, taplak meja dan sebagainya. Di Kabupaten Sikka, kain-kain tenun ini menjadi pakaian resmi ala baju batik di Jawa. Beberapa hari dalam satu minggu, pegawai-pegawai pemerintahan diwajibkan memakai pakaian dari bahan ini. Anak-anak sekolah pun pada hari-hari tertentu wajib memakai rompi dari kain tenun ikat ini. Sementara nona-nona golongan older atau age spots pun masih banyak yang memakainya sebagai pakaian sehari-hari, “semacam sarung” dan kadang diselampangkan ke pundak. Seperti layaknya gambar pakaian-pakaian adat di dalam buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau gambar-gambar di bagian belakang buku-buku atlas yang sering saya lihat waktu sekolah dasar dulu.
Sayangnya, pesona Sikka ini kurang mendapat dukungan sarana yang memadai seperti penginapan dan kondisi jalan yang lebih bagus lagi. Pesona Sikka sebagai desa tua seolah terlupa. Untuk mengunjungi desa ini harus sekali jalan dan langsung pulang ke Maumere dimana hotel dan resort banyak berada di pusat kota ini. Kalau mau, bisa saja menginap di rumah-rumah penduduk. Saya yakin masyarakat di sini akan menerima, sebab mereka terlihat bersahabat dan ramah-ramah menerima tamu, meskipun aksen suaranya keras (khas orang Indonesia Timur, khususnya NTT) dan bila kita tak terbiasa akan menilai mereka kurang bersahabat padahal aksen suaranya tak selalu mencerminkan kekerasan hati dan perangainya. Namun demikian, sepertinya kurang nyaman kalau harus menginap di rumah-rumah penduduk.
Mas Junedy from :
www.pencangkul.blogspot.com
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 22:41 0 comments
Label: Kisah dan Pengelaman..























