Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 20 August 2009

Gebyar Suara Sikka di Tengah Pameran Pembangunan..

Pameran Pembangunan Kabupaten Sikka dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-64 dan HUT Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Sikka ke-20 resmi dimulai, Rabu (19 Agustus) malam di buka oleh Wakil Bupati Sikka Wera Damianus. Banyak masyarakat turut hadir untuk menyaksikan momen tahunan yang digelar di halaman samping kantor Bupati Sikka ini. Pameran Pembangunan yang berlokasi di eks Kantor DPRD Sikka ini di ikuti oleh berbagai instansi baik dari kalangan pemerintah maupun swasta dan direncanakan berlangsung sampai dengan tanggal 26 Agustus 2009.
Meriahnya Pameran Pembangunan kali ini tak lepas dari campur tangan Radio Suara Sikka, Radio Siaran Pemerintah Daerah. Bukan hanya kali ini Radio Suara Sikka terlibat dalam kemeriahan Pameran Pembangunan. Sejak beberapa tahun lalu radio pemerintah yang beralamat di Jl. Ahmad Yani No. 42 sudah sering terlibat dengan mengadakan berbagai festival baik tradisional maupun moderen dan berbagai perlombaan yang lebih bertujuan memacu kreativitas anak-anak muda. Terobosan yang kreatif dan mendapat sambutan dari berbagai kalangan terutama anak-anak muda ini juga dalam rangka memperingati hari lahirnya Radio Suara Sikka yang ke-20, berulang tahun tepat tanggal 28 Agustus mendatang. Suara Sikka adalah radio pertama di Kabupaten Sikka dan menjadi salah satu stasiun radio kebanggaan masyarakat Sikka umumnya. Kini telah mencapai usia yang terbilang sedang mekar-mekarnya, seperti gadis jelita yang sedang tumbuh riang gembira.

Mengangkat dengan tema ‘Gebyar Suara Sikka’, pentas menampilkan berbagai perlombaan yang menarik seperti Gong Waning Kreasi, Rokatenda Kreasi, Vokal Group, Lomba Lagu Keroncong, Lomba Drumband dan masih banyak lagi. Direncanakan final dari perlombaan ini akan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2009. Acara ini didukung sepenuhnya oleh www.inimaumere.com , Raja Jaya Motor Motor (dealer resmi sepeda motor Honda) dan Koperasi Kredit Obor Mas Maumere.

Menurut Kang Ded alias Dedy Parera dari Suara Sikka, acara ini bertujuan untuk menampilkan berbagai macam kreatifitas dari beberapa kelompok seni tradisional yang ada agar selalu mendapat tempat di hati masyarakat dan tak ditinggalkan oleh generasi sekarang.
“Banyak dari seni budaya lokal seperti tari-tarian tradisional yang telah dilupakan oleh generasi sekarang seperti Tarian Rokatenda. Untuk kali ini Suara Sikka mencoba mengangkat kembali tarian tradisional asli Sikka agar tak tersingkir oleh tarian-tarian luar Sikka seperti Ja’i dan lain-lain,” kata Dedy di sela-sela acara.

Dimalam pertama festival budaya Sikka ini menampilkan perlombaan Musik Gong Waning Kreasi dari 9 Kelompok Musik Gong Waning yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Sikka; antara lain SMK St Gabriel, SMAK St Maria – Rubit, SMAN 1, SMAN II, SMAK Yoh. Paulus II, SMAK St Thomas, SMAK Virgo Videlis dan SMAK Frater.

Radio Suara Sikka pertama kali diresmikan oleh Bupati A.M Conterius tahun 1989. Bekerja di gelombang 262,3 MB dengan frekwensi 1026 KHz , Radio Suara Sikka didirikan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan informasi dan hiburan bagi segenap masyarakat di wilayah Kabupaten Sikka.

Selamat Ultah Radio Suara Sikka, Tetap Jayalah di Udara.!!

Foto Lomba Musik Gong Waning Kreasi







MC-nya Bung Kanis




Wakil Bupati Sikka bersama rombongan ketika meninjau Stan Pameran










www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 19 August 2009

Lokasi Pertadingan dan Jadwal Sepak Bola

Lokasi Pertandingan Pordafta Sikka 2009

Tinju : Halaman Koramil Kota

Karate : Aula Allan Waidoko

Kempo : Aula Biara Karmel Waiklau

Tenis Meja : Aula Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Tenis Lantai : Lapangan Polres, Kodim dan Kimpraswil

Bulu Tangkis : Gudang Surya Mekar Nangalimang

Silat : Aula Smk Yohanis XXIII

Tak Kwon Do : Aula St Theresia Avila SSpS

Atletik : Gelora Samador (pagi)

Sepak Bola : Gelora Samador (sore)

Volley : Gelora Samador (sore/malam)


Jadwal Pertandingan Sepak Bola (Gelora Samador) :


Minggu (27/09/2009) jam 14 Ende vs Lembata

Minggu (27/09/2009) jam 16 Sikka vs Matim

Senin (28/09/2009) jam 14 Sikka vs Flotim

Senin (28/09/2009) jam 16 Matim vs Lembata

Selasa (29/09/2009) jam 14 Ende vs Matim

Selasa (29/09/2009) jam 16 Flotim vs Lembata

Rabu (30/09/2009) jam 14 Sikka vs Lembata

Rabu (30/09/2009) jam 16 Flotim vs Ende

Kamis (01/10/2009) jam 14 Flotim vs Matim

Kamis (01/10/2009) jam 16 Ende vs Sikka

Jum ad (02/10/2009) FINAL BOLA KAKI



jadwal dapat berubah sewaktu - waktu

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Meriah Karnaval Kemerdekaan Di Maumere..

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 meriah di berbagai sudut Kota Maumere. Sebelumnya, perayaan HUT RI ini juga telah dimeriahkan oleh berbagai komunitas warga dengan mengadakan lomba-lomba yang lebih bertujuan untuk menghibur masyarakat. Nah, sehari setelah Apel Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus yang diadakan di Lapangan Umum Kota Baru Maumere, tepatnya hari Selasa 18 Agustus 2009 diadakan Karnaval mengelilingi Kota Maumere. Pawai Karnaval yang melibatkan berbagai tingkatan sekolah di Kota Maumere dari TK sampai Perguruan Tinggi dan juga beberapa komunitas paguyuban dari etnis pendatang mampu menyedot masyarakat umum yang tumpah ruah dipinggiran jalan. Pawai karnaval sendiri dimulai sekitar pukul 2 siang dengan dimulai dan berakhir di Lapangan Umum Kota Baru Maumere.

Pawai yang melintasi jalan-jalan utama di Kota Maumere ini sangat meriah dibandingkan dengan acara serupa yang diadakan tahun lalu. Lagian, karnaval kali ini memiliki jumlah peserta yang lebih banyak sehingga memakan waktu cukup lama. Karnaval sendiri berakhir sekitar pukul 7 malam ketika ekor dari peserta pawai mencapai garis finish. Namun kali ini mobil-mobil karnaval ataupun sepeda motor yang dihiasi sedemikian rupa seperti biasanya nampak tak terlihat, cuma satu dua kendaraan beroda empat yang ambil bagian.
Enaknya, langsung saja melihat foto-foto dan video yang sempat diambil www.inimaumere.com saat meliput acara tahunan ini.

Seorang bocah dengan keringat bercucuran berlari kearah ibu gurunya yang memegang air mineral. Kondisi bocah yang baru saja mengikuti pawai dengan berjalan kaki ini terlihat lelah. Cepat-cepat ia meneguk air tanpa tersisa. Beberapa temannya pun demikian. Setelah meneguk air, ia kemudian tersenyum ketika www.inimaumere.com akan memotretnya, bocah itu menolak dengan berlari ketengah kerumunan teman-temannya. Beberapa peserta lainnya kondisinya pun demikian, tak jauh berbeda.

Seperti yang kami lihat, selama pawai yang melelahkan ini tak ada logistik air bagi adik-adik peserta. Masyarakat cuma menonton, menghibur diri mereka (daripada tak ada kerjaan) tanpa turut terlibat membantu anak-anak dengan memberikan satu dua teguk. Apalagi yang punya gawean, nihil. Untungnya anak-anak ini tak menyerah. Meski kondisi drop dan kelelahan mereka tetap saja mempertontonkan aksi-aksi mereka. Semuanya demi satu kalimat ‘ Merayakan Hari Kemerdekaan RI Ke 64’.

Tak apa. Dulu pun, para pahlawan kita memperjuangkan kemerdekaan dengan mengorbankan nyawanya demi menendang para penjajah. Dari perjuangan merekalah kini kita bisa hidup bebas dari kungkungan penjajah. Bahkan, adik-adik yang lelah tanpa minta ini itu saat mengikuti pawai lebih mulia daripada para benalu yang masih bercokol di birokrat pemerintah maupun parlemen. Para benalu ini telah menyepelekan perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga. Yang ada kini, mereka hanya selalu minta ini itu meski sudah kenyang. Cari muka, jilat sana- sini tanpa malu.

Seperti kata Iwan Fals “Terbanglah garudaku, Singkirkan kutu kutu di sayapmu, Berkibarlah benderaku, Singkirkan benalu di tiangmu'

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN !!

Foto : Oss & Dpar
Video : Boim



Video Karnaval di Maumere
18 Agustus 2009

www.inimaumere.com


































Bangunlah Putra Putri Pertiwi

Penyanyi / Artist : Iwan Fals


Sinar matamu tajam namun ragu

Kokoh sayapmu semua tahu

Tegap tubuhmu tak kan tergoyahkan

Kuat jarimu kala mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam cengkerammu

Angin genit mengelus merah putihku

Yang berkibar sedikit malu malu

Merah membara tertanam wibawa

Putihmu suci penuh karisma

Pulau pulau yang berbencar

Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku

Singkirkan kutu kutu di sayapmu

Berkibarlah benderaku

Singkirkan benalu di tiangmu

Hei jangan ragu dan jangan malu

Tunjukkan pada dunia

Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan pancasila itu

Bukanlah rumus kode buntut

Yang hanya berisi harapan

Yang hanya berisi khayalan



www.inimaumere.com




Selengkapnya...

PRAHARA PANGAN LOKAL..

Maumere_ Minat masyarakat terhadap pangan lokal rupanya kian hari makin meredup, masyarakat kini lebih mencintai masakan siap saji. Padahal pangan lokal memiliki nilai gizi lebih dan sangat bermanfaat bagi tubuh, apalagi yang diolah dengan cara tradisional.
Dari pada beli produk indutri keluaran pabrik yang belum tentu terjamin kesehatannya, mungkin saja mengandung banyak zat kimia. Lihat saja banyaknya komposisi pangan siap saji yang ada di label kemasan produk, nama kimianya saja kita tidak tahu apalagi dampaknya bagi organ tubuh kita.

Itulah sebabnya, Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dan Wakil Bupati Sikka Dr. Wera Damianus,M.M. secara terus menerus mengajak masyarakat Sikka supaya menggemari pangan lokal. Kita sebenarnya kaya dengan pangan lokal, aneka jenis umbi sampai kacang – kacangan yang kalau kita budidayakan dan manfaatkan secara terus menerus kita, Sikka, tidak akan mengalami krisis pangan.

Sosimus Mitang dalam pidato kenegaraan, sehari sebelum peringatan HUT Proklamasi ke 64 Tahun 2009, tepatnya Minggu (16/08/2009) lalu kembali mengajak masyarakat supaya terus menerus memanfaatkan produk – produk lokal baik makanan maupun kerajinan tangan.

“Saya juga menegaskan kepada seluruh masyarakat Sikka terutama yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM), agar memanfaatkan potensi yang dimiliki” jelas Mitang.

Dengan memanfaatkan secara maksimal potensi yang ada, diyakini akan meningkatkan kesejaterahan dan tidak melakukan perjudian, mabuk minuman keras, serta tidak menyelenggarakan pesta lebih dari dua kali dalam setahun.

KK RTM yang kedapatan melakukan tiga hal diatas akan dikenakan sanksi ; tidak terdaftar sebagai KK dari RTM bahkan apabila sudah terdaftar statusnya sebagai RTM akan dihapus.

Menindak lanjuti hal ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka yang dimotori Ny. Fimina Sedo Mitang dan Ny. Reineldys Padji Wera, gencar melakukan sosialisasi dan memberikan pelatihan perihal pengolahan pangan lokal.

Secara gencar pelatihan mengolah pangan lokal menjadi produk lokal yang menarik dan bergizi terus dilakukan PKK Sikka. Sedangkan Dinas Pertanian Kab. Sikka tanpa henti terus melakukan sosialisasi melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) perihal pembudidayaan pangan lokal di halaman maupun kebun.

Sekarang sanggupkah generasi muda Sikka memilih untuk menggunakan produk lokal ? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengan bisa. Sebab jika tidak generasi Nian Tanah hanya akan menjadi penonton di negeri orang, ketika produk lokal yang dulunya menjadi kekayaan orang Sikka akhirnya diolah orang – orang yang mendatangi Sikka.

Lihat saja ketika pisang goreng diperdagangkan dipasar oleh saudara – saudara kita dari Jawa, begitu diminati oleh generasi muda kita. Padahal kita sendiri masih bisa mengolahnya. Lucunya pisang yang dijual satu buah seharga hanya Rp. 250.- dibagi dua dan dijual masing – masingnya seharga Rp.500.- . tapi minat masyarakat terhadap sepotong dan mungin saja seperempat pisang yang sudah di goreng tetap tinggi. (djo)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 14 August 2009

Menghilangnya Mutiara Koja Doi

Plok plak plak plak plok, bunyi mesin tenun tradisional memecah suasana sepi Dusun Koja Doi I Desa Koja Doi Kecamatan Alok Timur. Suara sentuhan perkakas tenun ini karena digerakan tangan Hajrah, ibu setengah baya yang sedang menenun lipa dengan motif khas dari wilayah Aiwora Ende. Menurut Hajrah, dirinya mulai menenun sejak rumput laut yang menjadi andalan warga Koja Doi mulai menunjukan gagal panen sejak akhir tahun 2007. Sehingga sepanjang tahun 2008, rumput laut yang menjadi andalan warga setempat sudah tidak di budidayakan lagi hingga saat ini.
Dengan wajah haru dan raut muka tampak mengenang masa indah saat menjadi petani rumput laut. Hajrah berkisah, kalau semasa masih menjadi petani rumput laut keadaan ekonomi rumah tangga lebih baik dari sekarang. Pasalnya sekali panen rumput laut yang dikelolahnya bersama anggota keluarga lainnya bisa mencapai 500 kg, dengan harga penjualan Rp. 3.500.- per kilogramnya.

Namun saat ini, pendapatannya sebagai penenun hanya meraup keuntungan Rp. 30.000.- per minggu. Itu pun bergantung pada selesai tidaknya hasil tenunan, modal usaha untuk menenun diperolehnya dari seorang pedagang sarung dari Aiwora Kabupaten Ende. Sehingga Hajrah berharap agar Pemerintah Kabupaten Sikka maupun pihak lainnya yang ada di Kabupaten Sikka supaya dapat memberikan modal usaha menenun.

Tak hanya Hajrah, Rusdah juga mengakui setelah tidak lagi bertani rumput laut kaum ibu yang ada di Koja Doi banyak yang menjadi penenun lipa (sarung untuk laki – laki). Walau hanya mendapat keuntungan yang tidak seberapa, aktivitas ini tetap terus dilakukan, demi menambah penghasilan dalam rumah tangga.
“ Yang menjadi kendala bagi kami untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga dengan menenun, adalah modal usaha dan pemasaran yang belum memadai. Minat masyarakat untuk membeli lipa ini sangat rendah, padahal motif yang diperdagangkan pun sangat beragam “ keluh Rusdah.

Rumput laut yang dulunya bak mutiara, kini sepertinya menghilang seperti ditenggelamkan lautan luas. Perubahan – perubahan diberbagai sisi kehidupan masyarakat Koja Doi sangat terasa, nampak jelas dan benar – benar terlihat.
Rasa perubahan itu mulai terlihat ketika kapal yang kami tumpangi dengan bebasnya melaju, tak seperti pengalaman dua tahun silam. Ketika itu ada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fredy Numberi, ke Koja Doi.

Sepanjang bibir pantai yang ada hanyalah botol – botol bekas dan gabus yang terapung rapi, terikat sambung menyambung tanpa putus dengan rumput laut yang terlilit tali nilon. Sehingga pemandangan menjadi beralih ke rumput laut, laju kapal pun benar – benar diperhatikan sehingga tidak merusak ladang rumput laut yang ada.

Tak hanya itu, sepanjang jalan, lorong dan halaman serta balai – balai rumah pun penuh dengan rumput laut yang sedang dijemur. Pemandangan rumput laut ini seperti seledang sutera berhias butir – butir mutiara yang berkilauan sedang dikenakan seorang putri. Tapi seledang sutera berhias mutiara itu kini tak ada.

Pesisir pantai yang dahulunya dipadati rumput laut dengan petani bertopi melingkar dikepala sedang membersihkan rumpu laut dari hama dan tanaman pengganggu lainnya kini tampak lenggang, sunyi dan sepi.

Rombongan dari Balai Budidaya Laut Lombok yang dipimpin Buntaran, S.Pi.M.M. pun mengaku kaget dan heran dengan kondisi ini. Tak hanya mereka, Camat Alok Timur, Konstantia Tupa Aran Kojas.S.Sos. juga mengaku heran dengan kondisi ini.

Betapa tidak, dulunya rumput laut asal petani yang ada di Gugusan Pulau Teluk Maumere sukses menembus pasaran nasional bahkan sempat mendunia, karena memiliki mutu yang terbaik. Sukses besar para petani rumput laut ini, sempat mengharumkan nama Maumere dan Kabupaten Sikka.

Rasa kaget dan iba terungkap ketika Rombongan Balai Budidaya Laut Lombok yang dipimpin Buntaran, S.Pi.M.M. didampingi Camat Alok Timur, Konstantia Tupa Aran Kojas.S.Sos serta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, yang diwakili Kepala Bidang Perikanan Budidaya Pesisir dan Pulau – pulau Kecil, Malik Bakhtiar, S.Pi. sesaat akan melakukan Temu Lapang Sosialisasi Demplot Budidaya Rumput Laut di Koja Doi Kec. Alok Timur Kabupaten Sikka, Sabtu (08/08/2009) lalu.

Antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, tak hanya masyarakat Kepala Desa Koja Doi, Ismail serta para tokoh agama, pemuka adat pun menghadiri acara ini. Dengan satu tujuan untuk mengharumkan kembali nama Sikka melalui budidaya rumput laut.

Menurut cerita, macetnya budidaya rumput laut karena jenis tanaman untuk agar – agar dan kosmetik ini mengalami pola hidup yang lambat dan rusak. Entah mengapa, tapi kuat dugaan ini akibat penggunaan pupuk yang berlebihan. Ditambah saling cemburu antar petani rumput laut, sehingga ada tanaman rumput laut yang dirusak menggunakan potas.

“Tak hanya itu, tali rumput laut pun dirusak oleh warga lain” jelas seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Akibat pencemaran air laut oleh potas dan penggunaan pupuk yang berlebihan, para nelayan mengaku ada tumbuhan lumut baru yang ada di batu karang yang merupakan rumah bagi ikan. Hal ini menuai rasa kuatir para pemburu ikan, apabila hal ini akan berdampak pada pertumbuhan dan populasi ikan.

Upaya masyarakat petani rumput laut saat ini adalah menunggu hingga laut yang ada menjadi bersih dari polusi dan kembali seperti sedia kala. Namun mereka juga bertekad untuk tidak menggunakan pupuk serta tetap berharap peran pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi terkait pengembangan dan budidaya rumput laut.
Dengan demikian, upaya Balai Budidaya Laut Lombok yang dipimpin Buntaran, S.Pi.M.M. untuk menjadikan pengelolaan rumput laut di Koja Doi sebagai kebun contoh bagi daerah lain dapat terwujud dengan seperti yang diharapkan.( djo )

Mama Hajrah


WWW.INIMAUMERE.COM

Selengkapnya...

Wednesday, 12 August 2009

Semarak Perayaan HUT RI Ke 64 di Maumere

Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 semarak dirayakan di Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka. Hal ini bisa di lihat dari berbagai iven yang diselengarakan oleh berbagai kelompok masyarakat dari kalangan bawah sampai atas. Berbagai kantor atau instansi pemerintah turut pula terlibat dalam pesta merayakan peringatan HUT Kemerdekaan yang akan jatuh beberapa hari lagi ini. Diberbagai sudut kota, atribut yang didominasi warna merah dan putih nampak mewarnai suasana perayaan. Para pedagang atribut merah dan putih tak ketinggalan untuk menjajakan dagangan mereka diberbagai tempat bahkan sampai menggunakan trotoar jalan.
Nah hari ini tepatnya tanggal 12 agustus 2009, www.inimaumere.com sempat mengabadikan salah satu moment dalam rangka merayakan sebuah peringatan hari ulang tahun yang paling sakral dalam sejarah perjalanan republik ini.

Berlokasi di jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi kantor Pemda Kabupaten Sikka, sejumlah 38 tim gerak jalan dari berbagai kantor pemerintah dan sekolah – sekolah menengah atas di Kota Maumere ikut terlibat mengikuti perlombaan gerak jalan. 22 tim dari berbagai instansi pemerintah dan 16 tim putera dari sekolah menengah berlomba secara sportif , melintasi jalur sepanjang 10 Km melewati jalan-jalan utama di Kota Maumere. Beberapa hari sebelumnya peserta anak sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMU/SMK (tim puteri) telah selesai mengikuti perlombaan ini dengan jalur dan jarak yang berbeda. Juara dari perlombaan gerak jalan ini akan diumumkan saat hari terakhir Pameran Pembangunan Kabupaten Sikka yang sebentar lagi akan diadakan dihalaman eks Kantor DPRD Sikka.

Foto Oleh : Oss & Boim

















WWW.INIMAUMERE.COM
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---