Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 3 December 2009

Tsunami Menerpa Sikka..

Maumere_ Gelombang Tsunami setinggi puluhan meter, Sabtu (21/11/2009) sekitar pukul 09.15 WITA menerpa Desa Nangahale, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka. Tsunami terjadi akibat Gempa Tektonik berkekuatan 7.5 schalarichter. Gelombang Tsunami di Sikka ini mengakibatkan 12 warga Desa Nangahale, mengalami patah tulang dan luka berat.

Korban patah tulang dan luka berat ini pada umumnya dialami para pelajar sekolah dasar yang ada di Nangahale ini, akibat tertimpah runtuhan bangunan dan terinjak saat berupaya menyelamatkan diri.

Menurut Staf Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta, Daryono,M.Si saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pusat gempa berada di Laut Flores sebelah Utara Kepulauan Teluk Maumere Flores NTT, dikedalaman 20 kilometer. Gempa dan Tsunami ini terjadi akibat pergeseran salah satu lempeng bumi yang ada di Pulau Flores.

“ Sikka dan daratan Pulau Flores masih berpotensi Gempa dan Tsunami, karena Flores berada di antara dua lempengan yakni Lempeng Indo-Australia di Selatan Flores dan Lempengan Euroasia sebelah utara Pulau Flores. Pergeseran dua lempengan ini sangat berpotensi menimbulkan gempa dan tsunami dengan kategori VIII MMI yang artinya berpotensi gempa berkekuatan besar dan menimbulkan tsunami dengan model gelombang yang dapat menimbulkan kerusakan yang sangat parah ” jelas Daryono.

Ketika ditanya jumlah korban yang meninggal dan hilang akibat gempa dan tsunami di Nangahale, Daryono yang juga Staf Peneliti pada Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Univeritas Gajah Mada Yogyakarta ini, mengakui tidak ada korban meninggal maupun hilang karena gempa berkekuatan 7.5 schalarichter dan Tsunami ini hanya merupakan bagian dari rangkaian simulasi penanggulangan dan pengurangan resiko akibat bencana alam gempa bumi dan tsunami.

Simulasi ini melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten, Kecamatan aparat Desa Nangahale, Unsur Masyarakat, Organisasi Pemuda dan Para Pelajar di Kecamatan Talibura.

Pengurus Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Univeritas Gajah Mada Yogyakarta, Ir. Lie Rahayu WF,M.P. dalam penjelasannya menghimbau pemerintah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Sikka dan Daratan Flores supaya giat melakukan sosialisasi, simulasi dan persiapan lain dalam menangani dan mengurangi resiko kerusakan dan korban meninggal akibat gempa dan tsunami. karena Pulau Flores dan Kepulauan lain di NTT berada di antara dua lempengan bumi yakni Lempeng Indo-Australia di Selatan Flores dan Lempengan Euroasia sebelah utara Pulau Flores yang sangat berpotensi gempa dan tsunami apabila terjadi pergeseran atau patahan pada salah satu lempengan tersebut.

“ Sosialisasi dan simulasi penting dilakukan mengingat Kabupaten Sikka dan Wilayah Kepulauan di NTT kedepannya masih berpotensi mengalami gempa dan tsunami. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana alam gempa dan tsunami secara gencar diselenggarakan pemerintah melalui dinas instansi terkait. Bila perlu diselenggarakan perlombaan simulasi dalam kaitannya dengan bencana alam gempa dan tsunami “ jelas Rahayu.

Simulasi ini merupakan hasil kerjasama Departemen Sosial Republik Indonesia dan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Univeritas Gajah Mada Yogyakarta serta Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sikka.

Menurut Michael Mane, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sikka, sebelum digelarnya simulasi penanganan korban gempa dan tsunami, penyelenggara terlebih dahulu melakukan sosialisasi penanggulangan dan pemutaran film documenter terkait bencana alam gempa dan tsunami, di Aula Kantor Desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Kamis (19/11/2009).

Acara Pembukaan Sosialisasi ini dibuka Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang yang diwakili Asisten I Bidang Tata Praja, Melky Gedho,S.H. dalam sambutannya Gedho menjelaskan bahwa bencana tidak dapat dicegah namun hanya dapat dikurangi resiko kerusakan dan korban meninggal.

“ Saya berharap agar melalui simulasi ini, wawasan dan pengetahuan masyarakat akan bahaya dan tindakan pengurangan resiko kerusakan kematian dapat bertambah, sehingga masyarakat menjadi lebih siap menghadapi dan mengatasi bencana alam gempa dan tsunami “ kata Gedho. (***)










www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 26 November 2009

TIGA PIMPINAN DEWAN SIKKA DILANTIK

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Maumere PM Silalahi, di Aula Lepo Kulababong DPRD Sikka Senin (23/11/2009) pagi mengambil sumpah dan melantik tiga pimpinan DPRD Sikka, yakni Rafael Raga, S.Pi dari Partai Golongan Karya, sebagai Ketua, Drs. Alexander Longginus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Drs. Felix Wodon dari Partai Demokrad, masing – masing sebagai Wakil Ketua DPRD Sikka.
Usai pelantikan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga dalam sambutannya mengajak DPRD Sikka supaya meneladani dan mencontohi kepemimpinan Yesus Sang Raja.
Kata Raga Dewan kedepan akan menerapkan pola kepemimpinan 3A: yakni saling awas, saling asah, dan saling asuh dalam upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Sikka Sosimus Mitang meminta DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sikka supaya membangun hubungan kemitraan dan relasi yang baik menjalankan roda pemerintahan dan mewujudkan pembangunan yang pro pada kepentingan masyarakat.

Hadir saat pelantikan ini, Bupati Sikka Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Wisnu BW, Kajari Maumere Sanadji, utusan unsur Muspida Kabupaten Sikka, Sekda Sabinus Nabu, Rohaniwan Pendamping Romo Frans Fao, Pr, para asisten dan pimpinan SKPD Sikka, dan ratusan undangan lainnya.

NOCE FERNANDEZ DILANTIK GANTIKAN MARSEL ISAK

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga usai dilantik menjadi Ketua DPRD Sikka Defenitif, Senin (23/11/2009) di Aula Kulababong DPRD Sikka, langsung memimpin upacara pelantikan Yunus Noce Fernandez dari Partai Demokrat sebagai anggota DPRD Sikka periode 2009-2014.
Noce Fernandez dilantik Raga menggantikan posisi Marsel Isak anggota DPRD Sikka terpilih yang tidak dapat dilantik karena masalah ijasah.

Dalam sambutannya, Raga meminta Noce Fernandes yang baru dilantik untuk menjalankan tugas Dewan sesuai kewenangan dan amanat yang diberikan masyarakat

Diinformasikan Raga, bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku DPRD Kabupaten Sikka Masa Bhakti 2009 - 2014, terdiri atas 6 fraksi yaitu:
Fraksi Partai Golongan Karya (beranggotakan 9 orang dengan Ketua Gorgonius Nago Bapa, SE); Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (beranggotakan 4 orang dengan ketua Darius Evensius, S.Sos);
Fraksi Partai Demokrat (beranggotakan 5 orang dengan Ketua Drs. Jelalu Petrus);
Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (beranggotakan 4 orang dengan Ketua Drs. Paolus Nong Susar);
Fraksi Gabungan Nasionalis (beranggotakan 4 orang dengan Ketua Silverius Florentinus Angi); dan Fraksi Gabungan Pembaharuan (beranggotakan 4 orang dengan Ketua Ambrosius Dan) (djo)
www.inimaumere.com





www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Monday, 23 November 2009

Formasi CPNSD Sikka Tahun 2009: Tenaga Guru dan Kesehatan Masih Prioritas

Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sikka, Drs. J. A. Nong Baba, saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (12/10/2009).
Nong Baba menjelaskan, jumlah formasi sebanyak 532 orang untuk Kabupaten Sikka tahun 2009 merupakan hasil penetapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 113F/M.PAN/7/2009, tanggal 10 Juli 2009 tentang persetujuan prinsip tambahan formasi CPNSD tahun 2009 untuk Kabupaten Sikka.
Berdasarkan SK tersebut, jelas diuraikan mengenai jumlah CPNSD yang akan diterima di Kabupaten sikka, berdasarkan tingkat dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Diantaranya, 422 pelamar umum, yang terdiri dari 163 tenaga guru, 173 tenaga kesehatan, dan 86 tenaga teknik.

Dibawah ini adalah formasi yang dibuka untuk para pelamar umum dlm bentuk image.

Nong Baba menjelaskan, untuk tahun 2009 penerimaan CPNSD masih prioritas tenaga guru dan tenaga kesehatan, karena berbagai pertimbangan tentang kebutuhan di tingkat kabupaten.

"Untuk tahun ini masih diutamakan untuk mengisi tenaga guru, kesehatan dan tenaga teknis untuk jabatan fungsional tertentu dengan kualifikasi pendidikan minimal D2," jelas Nong Baba.

Nong Baba yang didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengadaan, Portasius K., S.H, menegaskan, BKD Kabupaten Sikka telah menyampaikan rincian formasi kepada Menpan, dan sedang menunggu penetapan kembali oleh Menpan. Namun hingga saat ini belum ada informasi dari Menpan tentang penetapan rincian formasi tersebut.

Sementara untuk waktu penerimaan masih menunggu keputusan Menpan. Setelah ada Keputusan Menpan, akan dikomunikasikan ke tingkat propinsi tentang waktu pelaksanaannya.

"Kalau sudah ada penetapan dari Menpan, kami akan melakukan koordinasi dengan propinsi. Karena akan dilakukan sekaligus di semua kabupaten/kota, seperti penerimaan-penerimaan tahun sebelumnya," jelas Nong Baba.

Sedangkan untuk tenaga honorer, Nong Baba menegaskan, untuk tahun 2009 tenaga honorer dan sekretaris desa (sekdes) mendapat formasi sebanyak 110 orang, yang terdiri dari 87 orang tenaga honorer dan 23 sekdes.

"Untuk tenaga honorer dan sekdes, mulai minggu depan mereka akan dipanggil untuk melengkapi persyaratan administrasinya. Namun harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk penerimaan CPNSD," pungkasnya.(Pos kupang)













www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Maumere, Bandar Lama Menuju Bumi Sang Raja

Sebelum Belanda menginjakkan kakinya di Maumere, tempat ini dikenal dengan nama Sikka Alok atau Sikka Kesik. Berdasar Sikka natar gete, ialah ibu kota kerajaan yang berada di pantai selatan.
Pada masa Raja Don Alessu, hanya dikenal pelabuhan Waidoko (yang terletak di sebelah Barat dari Maumere sekarang). Perlahan-lahan pelabuhan dibuka agak ke timur, di mana Kota Uneng sekarang yang dikenal sebagai daerah pelabuhan yang ramai. Perahu-perahu Bugis Makasar bersilang pergi datang. Lama-kelamaan tempat ini berkembang jadi sebuah pasar dengan sistem perdagangan barter. Barang-harang ditukar dengan barang-barang pedagang dari Cina, Bugis dan Makasar. Perdagangan begitu berkembang, tidak hanya secara normal tetapi juga secara negatif sebagai tempat huru-hara dan penyelundupan candu dan obat bedil.

Di pinggiran ada gubuk-gubuk orangMakasar, sebelah atasnya berdiam penduduk aseli Sikka. Mereka menyebut diri Sikka Kesik atau Sikka Alok yang lazim disebut `Alok. Raja Sikka menempatkan Noang Kurangpung dengan jabatan Commandanti, sebagai pengawas, atau Penguasa Pelabuhan dan Kepala Wilayah Utara. Sedang raja Sikka sendiri berdiam di Sikka (pantai Selatan).

Perkembangannya, kemudian Poshouder Belanda mulai mendiami Sikka Alok dengan membuka Kantor Pemerintah Belanda.

Dengan demikian, kekuasaan Komandanti perlahan dikurangi dan dibatasi sampai pelabuhan langsung diambil alih posthouder. Kegiatan ditingkatkan dengan mengukur dalamnya laut, dalamnya pelabuhan, nama¬nama teluk, tanjung, sungai serta kampung-kampung dalam wilayah untuk

dimasukkan ke dalam Peta Flores dan peta pelayaran. Banyak teluk diberii nama seperti Maunori, Mautenda, Mauwaru, Maurole, Mauponggo, Mauloo dan terakhir Maumere yang dimaksud pelabuhan Sikka Alok. Para nakhoda kapal putih berasal dari Ende hanya langsung mengenal nama Maumere.
Setelah daftar nama-nama itu dikirim ke Pusat, munculah nama Maumere untuk Sikka Alok.

Nama Maumere itulah yang terus dipakai Pemerintah Belanda misalnya untuk sebutan Onderafdeling Maumere, Controleur van Maumere. Begitu juga para pedagang yang hanya mengenal Maumere sementara orang-orang Sikka sendiri masih menggunakan Sikka Natar, Sikka Alok, Wawa Alok atau Lau Alok (sebutan bagi orang-orang Koting, Nelle, dan Ili).
Juga administrasi raja Sikka masih menggunakan istilah Sikka seperti de Radja van Sikka bukan Raja van Maumere.

Mengenai bahasa masih disebut Bahasa Sikka atau Bahasa Sikka Krowe dan bukan Bahasa Maumere. Maumere kemudian hanya dipakai untuk nama kota, kota Maumere sampai sekarang. Tetapi tahun 2000 muncul suara-suara dan masyarakat Sikka untuk menggantikan nama Maumere dengan nama lain yang lebih berbau Sikka.

Untuk lengkapnya bisa juga dibaca disini ..

Dari Buku Pelangi Sikka

www.inimaumere.com



Selengkapnya...

Sunday, 15 November 2009

Canabis Band Sabet Juara Terfavorit di Parade Band Djarum LA Lights

Canabis Band akhirnya tampil sebagai juara terfavorit pada event Parade Band Djarum LA Ligt’s yang diselenggarakan oleh Neibers Event Organize. Hasil polling ditambah nilai dari para komentator membawa band bergenre reggae tersebut menggondol hadiah uang sebesar Rp 1 juta di tambah piala tetap dan berbagai hadiah lainnya. Urutan kedua ditempati musisi beraliran punk yang tergabung dalam Sumana Pitu Band dan juara ketiga disabet oleh Nidi Band. Sedangkan The Best Player jatuh pada drumer dari Nidi Band, Rilo.
Parade Band yang berlangsung Sabtu malam 14 Nopember 2009 berlangsung aman dan sukses. Mengambil lokasi dilapangan eks Kantor DPRD jalan Ahmad Yani Maumere, event ini diselenggarakan oleh Neibers Event Organize pimpinan Audy dan didukung sepenuhnya oleh produk mi Indo Food serta www.inimaumere.com, Radio Sonia FM Maumere dan Surat Kabar Harian NTT Pos Kupang sebagai media partner.
Event yang disponsori oleh produsen rokok Djarum LA Lights diikuti oleh 25 band anak muda se-Kabupaten Sikka dengan mengambil tema L.A Lights Community Coolbreak IT’S YOUR TIME.

Ebiet, sang vokalis Canabis Band tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Kepada www.inimaumere.com yang menemuinya usai penyerahan hadiah, lelaki yang memiliki senyum manis ini mengungkapkan kebanggaannya,“Kami bangga bisa meraih juara ditengah persaingan yang begitu ketat dari berbagai band dengan masing-masing aliran musik yang berbeda. Kemenangan ini kami persembahkan bagi seluruh komunitas reggae Sikka dimana saja berada.”

Mewakili teman-temannya, Ebiet juga mengatakan bahwa kemenangan yang diperoleh ini juga dipersembahkan bagi semua insan musik yang telah mendukung berkembangnya musik ditanah Sikka.”Terima kasih buat sponsor utama dan pihak promotor penyelenggara yang telah mengadakan event ini,”ungkap Ebiet.

Event berlangsung sejak pukul 18.00 dan berakhir pada pukul 01.00 dinihari. Dalam area pertunjukan, panitia menyiapkan panggung yang cukup luas dengan dukungan sound musik yang lumayan. Event ini berhasil menyedot ribuan penonton yang datang tanpa dipungut karcis pertunjukan.

Pada ajang Parade Band kali ini, sebanyak 25 band berusaha tampil dengan maksimal dan penuh percaya diri. Sayangnya, ada beberapa band yang tampil dengan persiapan yang belum matang alias bermodal nekad, turun dengan vokal dan harmonisasi permainan yang belum layak untuk bersaing. “Tak apa-apa, semoga di lain waktu kalian bisa tampil dengan maksimal dan berkelas. Teruslah berlatih,”ujar Bung Edmond yang mengomentari band-band yang tampil dengan modal nekad.

Tim komentator yang terdiri dari Bung Edmond Bura, Bung Etlif dan Bung Minzenti Arnoldus menitikberatkan pada beberapa aspek penilaian yakni, vokal, harmonisasi permainan, performa panggung dan kostum. Dari keempat penilaian tersebut ditambah hasil polling dipilihlah sang juara yang kali ini jatuh pada Canabis Band.

Menurut Audy pimpinan Neibers Event Organize, kegiatan ini benar-benar menjadi ajang untuk menyalurkan dan pembuktian bakat serta potensi anak muda di Kabupaten Sikka.
"Kita ingin kaum muda mendapat tempat yang baik untuk menyalurkan bakatnya, salah satunya dengan kegiatan ini. Diharapkan event ini akan mengurangi kegiatan negatif di kalangan muda," ungkapnya lagi.

Sementara itu, dalam event ini juga dihadirkan berbagai macam kuis bagi para penonton dengan sejumlah hadiah menarik dari sponsor. Ajang ini juga menampilkan beberapa grup dancer disela-sela parade band. Acara ini dipandu oleh Audy dan Anton sebagai MC.

Pada Parade Band semalam setiap band dengan vokalis cowok diharuskan membawakan lagu wajib berjudul Rumah Kita dari God Bless dan sebuah lagu pilihan sendiri. Untuk band dengan cokalis cewek diwajibkan membawakan nomor lagu berjudul Bendera dari Coklat Band dan sebuh lagu pilihan.

25 Band yang tampil pada Parade Band kali ini adalah :
Atlantic Band, Aneka Band, Belkom Band, Canabis Band, Cancer Band, 23 Band, Sumana Pitu Band, d’Solois Band, The Crois Band, d’ Greens Band, Meteroit Band, Crazy Band, Mistiq Band, Rock Station Band, Nidi Band, Plur Band, Lahan Petani Band, Cocain Band, Virtual Band, Brizik Band, GeneFfo Band, Charmichel Band, Reinkarnasi Band, Tumben Band dan Mathilda Band.

Komunitas Anak Band Sikka mengaku mengharapkan ajang semacam ini terus diselenggarakan di Kabupaten Sikka.

Maju terus Musisi Muda Kabupaten Sikka.

www.inimaumere.com

Beberapa foto Parade Band :

Lahan Petani Band

Mathilda Band

Sumana Pitu Band

Nidi Band

Atlantik Band

Crazy Band

Komentator

Audy ke 2 dr kanan,foto bareng para juara


Oss & Boim
www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Friday, 13 November 2009

Rumput Laut Koja Doi Harus Mulai Dibudidayakan

Selain memiliki panorama alam yang mempesona dan layak menjadi obyek wisata yang patut untuk dikunjungi, gugusan pulau yang ada di Teluk Maumere Laut Flores juga menyimpan Sumber Daya Alam (SDA) yang belum dimanfaatkan dan kelolah secara baik.
Rumput laut Pulau Koja Doi dan beberapa pulau yang ada disekitanya merupakan asset sumber daya alam yang patut kita andalkan. Sebab, petani rumput laut yang ada disana sudah menjadi contoh dibidang budidaya rumput laut bagi daerah lain yang ada di Indonesia.

Karenanya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Sabtu beberapa waktu lalu menggelar Sosialisasi Penyadaran Budidaya Rumput Laut bagi petani rumput laut yang ada di Desa Koja Gete, Desa Koja Doi dan Desa Permaan di Gudang Rumput Laut Koja Doi.
Sosialisasi yang dilakukan sehari ini bertujuan untuk membangkitkan kembali niat para petani yang ada di Wilayah Teluk Maumere supaya terus mengembangkan dan melakukan budidaya rumput di daerah tersebut.

Sebab selama dua tahun belakangan, para petani rumput laut yang ada di Kepulauan Teluk Maumere tidak lagi melakukan aktivitas bertani rumput laut akibat gagal panen.
Menurut Kepala Bidang Perikanan Budidaya Pesisir dan Pulau – pulau Kecil pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sikka, Malik Bakhtiar, S.Pi. gagal panen yang dialami oleh para petani rumput merupakan dampak dari perubahan iklim secara global dan ulah dari para petani rumput laut itu sendiri.

“ Gagal panen rumput laut merupakan bencana. Dan bencana harus dilihat sebagai rahmat dari Allah, yang harus kita maknai secara baik. Untuk itu, masyarakat perlu membangun kesadarannya untuk membudidayakan rumput laut kembali “ harap Bakhtiar.

Dengan membudidaya rumput laut, kondisi perekonomian dalam rumah dapat terbantu. Tinggal bagaimana para petani melakukan kontrol dan memanajemen keuangan yang ada sebagai hasil dari penjualan rumput laut secara baik.

Dikatakan Bakhtiar, hasil penjualan rumput laut supaya dapat dimanfaatkan untuk keperluan dalam rumah, sedang sebagian diupayakan untuk disimpan sebagai modal usaha. Sehingga kegiatan petani rumput laut dalam mengolah dan membudidaya rumput laut terus berkelanjutan.

Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk secara berlebihan dan diluar aturan penggunaan yang ada, serta masyarakat dihimbau untuk menghindari penggunaan bom dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Agar laut tidak tercemar dan menyebabkan rumput laut terserang berbagai penyakit, sehingga petani mengalami gagal panen.

Sementara itu Kepala Seksi Sarana Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sikka, Yosep Klau Berek saat sosialisasi menjelaskan Daerah Kepulauan yang ada di Teluk Maumere merupakan wilayah yang terkenal dengan rumput bahkan menjadi contoh bagi daerah lain di seluruh pelosok Indonesia dalam hal pengelolahan dan budidaya rumput laut.

Untuk itu masyarakat perlu membangun kembali kesadaran dan niat untuk mengembangkan kembali rumput laut, karena hanya dengan kesadaran dan niat upaya untuk meraih kembali masa kejayaan dapat tercapai.
“ Kita harusnya malu, karena secara nasional petani rumput laut yang ada di Koja Doi dan pulau sekitarnya menjadi pusat contoh dan pembelajaran bagi petani rumput laut yang ada di Sumatera, Jawa, Kalimatan dan Bali serta daerah lainnya di Indonesia sementara saat ini budidaya rumput laut di Koja Doi sudah tidak berlangsung” jelas Berek.

Hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat petani rumput laut, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa dari Desa Koja Gete, Desa Koja Doi dan Desa Permaan. Sementara dari dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Ibu Merry Simbolon, Flomeska Juang, Jhoni Lodo, Yohanis Xaverius dan Wenses Maring. (djo)


Pemandangan pantai di sebuah sudut Koja Doi


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

EMPAT PULUH TIGA JEMAAH SIKKA BERANGKAT KE ARAB

Maumere, Sebanyak 43 calon jemaah haji asal Kabupaten Sikka telah diberangkatkan ke Arab melalui Bandar Udara Juanda Surabaya Sabtu (07/11/2009) siang. Sebelumnya ke 43 jemaah asal Kabupaten Sikka dilepas Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang di Ruang Kerja Bupati Sikka Jl. A. Yani Maumere, Rabu (04/11/2009.
Abdurrachman, S.Ag yang adalah Plt. Urusan Agama Islam dan Penyelenggaraan Haji Kantor Departemen Agama Kabupaten Sikka, dalam laporannya menjelaskan bahwa dari Quota 46 Jamaah calon haji, hanya 43 calon Jemaah yang dapat diberangkatkan setelah memenuhi sejumlah persyaratan antara lain : sehat Rohani dan jasmani serta memenihi persyaratan administrasi.
Ke 43 calon jemaah haji itu telah mengikuti 14 kali kegiatan Monasi Haji sejak tanggal 12 – 29 Oktober 2009.

Dirincikannya, para Calon Jemaah Haji itu berasal dari kalangan Nelayan, Pengusaha, Pedagang, PNS dan BUMN, dan berasal dari berbagai wilayah yang ada di Kabupaten Sikka, dengan rincian 25 orang dari kelurahan Wuring, 1 orang dari pulau Pemana, 2 Jemaah dari Pulau Permaan, 1 dari Pangabatang 1 dari Magepanda, 3 dari Kewapante dan 10 orang jamaah dari Maumere.
Rombongan jemaah asal Sikka ini diketuai Haji Musdi Sidik. Kepada para calon jemaah, Sidik mengingatkan agar para jemaah senantiasa siap.


JADILAH PANUTAN DAN GURU

Sementera itu Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang berharap agar Para calon Jemaah Haji dapat menjadi Tokoh Panutan dan Guru Imam setelah kembali menunaikan ibadah Haji di tanah Suci Mekah,
“ Menjadi haji adalah sebuah peningkatan status hidup yang harus disertai perubahan perilaku sehingga bisa menjadi panutan baik dalam keluarga maupun masyarakat.” harap Mitang.

Pada acara pelepasan Sosimus didampingi Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM. menurut Bupati pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka menyatakan rasa bangga atas keberangkatan para calon jemaah hajike tanah suci. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kaum keluarga yang telah merestui salah seorang anggota keluarganya untuk turut serta pada musim haji tahun ini.

Kepada segenap anggota keluarga Sosimus menyampaikan agar senantiasa mendoakan para jemaah haji sehingga tetap sehat sejak pemberangkatan sampai dengan tiba kembali ditengah keluarga. (djo)

www.inimaumere.com



Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---