Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Thursday, 2 September 2010

Gempa Guncang Maumere dan Ende

Saat berita ini ditulis, gempa baru saja mengguncang Maumere. Gempa yang membuat panik penduduk ini terjadi Kamis (02/09/2010) dengan guncangan yang lumayan besar. Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sikka menyatakan gempa berkekuatan 5.0 Skala Richter terjadi pukul 11.38 Wita, berada pada titik pusat 8.43 lintang selatan (LS) - 121.83 bujur timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer. Posisi gempa berada 51 km arah timur laut Kabuten Ende, NTT. Gempa dengan guncangan yang cukup keras terasa hingga Kabupaten Sikka. Akibatnya aktifitas masyarakat Maumere sedikit terhenti. Ada yang mengatakan mereka merasakan gempa terjadi hingga dua kali. Gempa tersebut terasa beberapa detik dan mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah.

Kota Maumere yang berada ditepi bagian utara Pulau Flores dan Ende di bagian selatan pernah dihajar gempa berkekuatan 6,9 SR di tahun 1992 yang disusul dengan tsunami hebat di bagian utara. Gempa tsunami saat itu memakan korban tewas lebih dari 2000 orang.

Akibat trauma yang masih menghantui warga Maumere dan Flores umumnya tersebut, saat terjadinya gempa tadi, masyarakat spontan berhamburan dan lari keluar rumah. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan gempa susulan yang lebih besar ataupun tsunami. Di Beru, ada warga yang sampai memukul tiang listrik tanda terjadinya gempa. Juga ada teriakan dari ibu-ibu yang ketakutan. Maklum diwilayah ini, tsunami 1992 pernah memporak-porandakan Beru.

Beberapa sekolah seperti SMPK Yapenthom I, SMPN Tampil I dan beberapa sekolah lain terpaksa memulangkan murid-muridnya sebelum waktu pelajaran berakhir. Nona, seorang siswa SMPK Yapenthom dengan antusias menceritakan bagaimana pelajaran kelas harus berhenti karena semua siswa berhamburan keluar.

“Sampai dengan sekarang disekolah kami tak pernah ada pelatihan simulasi gempa tsunami, jadi kami saling tabrak sana sini karena panik dan takut,”ujarnya.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Tapi belum diperoleh informasi resmi soal adanya korban jiwa maupun kerusakan fisik akibat gempa.

Gempa ini adalah yang terbesar setelah gempa tsunami 1992 yang meluluhlantakan hampir seluruh Pulau Flores dan melumpuhkan semua aktifitas masyarakat dalam beberapa bulan. Jika ingin mengetahui kejadian gempa 1992, bisa klik disini...

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 25 August 2010

Ketika V.D da Costa Versus P.Samador da Cunha

Sedikit menoleh e to’e mai (ke belakang), pernah ada pertarungan seru diawal berdirinya kabupaten ini. Saat itu VD da Costa bertarung dengan Paul Samador da Cunha. Ini merupakan sejarah karena pertama kali sebagai daerah otonom, rakyat Sikka melalui wakil-wakilnya dalam lembaga DPRD Peralihan Kabupaten Daswati II Sikka memilih seorang pemimpin puncak untuk wilayah ini berdasarkan UU No I tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah.
Tanggal 19 November 1959 dalam situasi dan kondisi yang sangat tenang dan demokratis, Partai Katolik yang merupakan kekuatan tunggal dalam pertarungan politik jaman itu, sebagai pemenang mutlak Pemilu 1955 dan menguasai mayoritas kursi keanggotaan pada Lembaga DPRD Sikka, memegang peran penting dalam kerja politik ini. Berdasarkan keputusan Konferensu Nele 1959 yang bersejarah, Partai Katoliki mengajukan dua nama calon untuk dipilih dalam persidangan DPRD, yaituh V.B da Costa dan P.S da Cunha.

Kedua tokoh politik dari Partai Katolik ini, sama-sama mantan anggota Konstituante (1956-1959). P.S da Cunha sebelumnya adalah anggota DPD Flores dan sementara memegang jabatan sebagai Pejabat Sementara Sekretaris Daswati II Sikka. Sedangkan V.B da Costa masih seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogya.

Pada sidang pleno terbuka DPRD Sikka 19 November 1959, hadir 17 anggota DPRD untuk memberikan suaranya secara bebas dan rahasia, tanpa pengaruh dan tekanan dari siapapun. “Pimpinan Partai Katolik Subkomda Sikka menyerahkan sepenuhnya keputusan terakhir pada hati nurani para anggota DPRD sendiri,” kisah F.M Hekopung, salah seorang anggota DPRD yang jadi pelaku sejarah dalamm perisitiwa penting ini.

Setelah pemungutan suara (voting) secara tertutup selesai dilaksanakan, Ketua DPRD Jan Djongmenunjukan bahwa V.B da Costa mendapat dukungan 9 suara dan P.S da Cunha memperoleh 8 suara. Adapau 17 anggota DPRD itu terdiri dari 16 anggota Partai Katolik dan i orang Partai Masyumi. Kemanakah 17 suara itu terbagi untuk kedua calon itu menurut peta perpolitikan Kabupaten Sikka saat itu? Itu rahasia. Namun dari situasi, kondisi dan perkembangan politik menurut sentimen kewilayahaan saat itu, menurut F.M Hekopung, perolehan suara untuk masing-masing calon, diperkirakan sebagi berikut :

>>Calon V.B da Costa mendapat dukungan 9 suara dari Jan Djong, Stephanus Leong Liwu, Donatus Daga, A.B Kondi Pareira, Th. M. Sogo Chinde, Sebastianus Seso, Piet Pedo, J.Djuang Da Costa dan Umar Salia. Bearti 8 suara dari Partai Katolik dan 1 suara Masyumi.
>>Calon P.S da Cunha mendapat dukungan 8 suara (seluruhnya Partai Katolik): Fredrick Djati, Pieter Pedor, F.M Hekopung, Martinus Timu, Remigius Esy, H. Tinus, Philipus Dorus dan D.Z Wodong.

Hasil pemilihan itu segera diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri di Jakarta, yang kemudian menetapkan P.S da Cunha terpilih sebagai Bupati Kepala Daerah Swantantra Tingkat II Sikka. Beliau dilantik tanggal 1 Maret 1960 oleh Gubernur NTT W.J Lalamentik.

Menurut UU Nomor 1 Tahun 1957, masa jabatan Bupati Kepala Daerah ditetapkan selama 4 tahun. Akan tetapi berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden Nomor 5 Tahun 1960, bagi yang dedang memegang jabatan Bupati Kepala Daerah diperkenankan melanjutkan tugasnya sampai terbentuknya DPRD hasil pemilu yang akan menggantikan DPRD Gotong Royong (Konsep Demokrasi Terpimpin Presiden Soeharto).

Disadur dari: E.P da Gomez dalam Buku "Sepanjang Jalan Kenangan"

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Monday, 23 August 2010

Berdoa Dengan Bahasa Sikka (Ngaji Sara Sikka)

Ngaji sara Sikka wi ‘ami kela ne’i e’i olang e’i, tepo e’i naruk “Kantate” (Perc. Arnoldus Ende, 1998) wi mo’ang: M. Mandalangi Parera, Orestis Parera, Edmundus Parera, nora Tuang Bosco Terwinju Pr, beler godong ne’ing.
Kamang naruk ‘epang-wohong mole santo, ‘odi beli ita ‘ihing-wair gawang. Newang dadi nang ganu ‘ai tukeng ha, ‘lewe tena ngaji-kantar, plewo-plewang, ‘Amapu, wi du’e reta Nirang-tiong, gera reta seu lape pitu, reta kota lape walu. Kamang ‘apa wi ami kela ne’ing ‘ei dadi nang golo ganu wair matang ha, wi blanar beli rahmet mole benjer ei Deos Lero-Wulang mai, beli kunung serani sawe.

Ganu norang naruk ngaji-kantar wi laeng norang ei baung, ‘ami bui mora meteng gete, pina mora paok mosang, newang ‘ami toma ‘ei wue-wari, dena weru wenger kesa naruk hormat-plewang ‘itang weli Deos. ‘Kesa walong tena ngaji Sara Sikka ‘ene potat lemer nang e’i niang itang, me blutuk itang. Epang Gawang. ‘Amapu Benjer ita mogat sawet.


1. TADANG KRUS (Tanda Salib)

Nora ‘Ama nora Me Lai nora Spiritu Santo narang Rimung. Amen

2. HORMAT ‘EUNG (Kemuliaan)

Hormat ‘eung tora ‘Ama, tora Me La’i, tora Spiritu Santo,

Ganu saing ‘enahung, sape te’i, sape dudeng-dading. Amen.

3. ‘AMA ‘AMING (Bapa Kami)

‘Ama ‘aming reta seu,

Beli ‘eung ‘ata bi’ang sawe tena santo le’u narang ‘Aung,

Beli ‘eung ‘ukung parenta ‘Aung bo’u ‘ei ‘ami,

Beli ‘eung ga’i ‘Aung dadi ‘ei tana sawe ganu reta seu ‘uneng.

Ngawung ‘ami gea lerong-lerong, beli ‘eung ‘ami ‘ena te’i.

Mole ‘ampon leu hala ‘aming ganu ‘ami di ‘ampon beli ‘ata hala ba’a lora ‘ami.

Mole lopa mora ‘ami ma ‘ei ‘olang ‘ane humang,

Ko ‘e’i naruk gois mai, dena beli ‘eung ‘ami lose mang. Amen.

4. AVE MARIA (Salam Maria)

‘Ave Maria, ‘au ngawung seu benu, ‘Amapu nora ‘au, ‘Amapu benjer nei ‘au to’i le’u du’a henei sawe, mole benjer ne’i me ‘aung Yesus.

Santa Maria, ‘Amapu ‘ina nimung, neni beli ‘eung ‘ami ‘ata mora dosa, neni toma te’i, mole nora ‘ami gro’o mate. Amen.

5. ANGELUS

‘Amapu anjo nimung dewa beli ba’a santa Maria,

Mole nimu oma ta’ing ‘lorang nora Spiritu Santo mai

Ave Maria…..

‘Au ‘Amapu bi’ang nimung,

Dadi ‘eung nora ‘A’u, ganu ‘au herong.

Ave Maria…..

‘Amapu Me Lai toma ba’a tebong,

Na deri ba’a nora ‘ita.

Ave Maria….

‘Eh ‘Amapu ‘Ina nimung santa, neni beli ‘eung ‘ami, iana ‘ami dadi ‘epang dugar mora Kristus jaji ne’i.

Ngaji ‘eung:

‘Eh Amapu, ‘ami neni, bihi beli ‘eung ngawung ‘Aung seu e’i ‘wate ‘aming, iana ‘ami wi ra’intang ba’a, loning ‘anjo dewa ne’i, Me ‘Aung Lai tia dadi wi’ing ba’a ‘atabi’ang, kenang nora susar Nimung, nora krus Nimung, wi nora ‘ami sape bekor mang mora sareng Nimung. Amen.

6. RATU DU’A SEU (Ratu Surga)

Ratu Du’a Seu ‘wateng grengang ‘eung, Alleluya.

Loning Kristus ‘au bua ne’i, Alleluya.

Bekor nang ba’a e’i kewo, ganu nimu tutur ne’ing ba’a,Alleluya.

Neni beli ‘eung ‘ami ‘e’i Amapu, Alleluya.

Bo’a- ga’i ‘eung na wateng grengang ‘eung ‘waebu’ang Maria, Alleluya.

Loning Tuhan bekor ba’a demeng, Alleluya.

Ngaji ‘eung:

‘Amapu wi beli ne’i ba’a dunia rena grengang rakang, loning Me ‘Aung Tuhan ‘aming Yesus Kristus bekor nimung e’i kewo bawo, ‘ami neni kamang beli ‘eung, nora ‘ina Nimung ‘waebu’ang Maria lakang ‘ami, toma golo moret dading nora grengang nimung.
Kenang nora Kristus Tuhan ‘aming. Amen.

7. NARUK PLOWAR PERSAYA (Aku Percaya)

‘A’u perasaya ‘ora ‘Amapu,

‘Ama kuasa le’u wi sawe,

Kela ba’a seu nora tana sawe.

Mole ‘a’u persaya ‘ora Yesus Kristus,

‘Amapu Meng hawuang, Tuhan ‘itang.

Nora Spiritu Santo kuasa nimung,

Nimu toma ba’a tebong,

‘Waebu’ang Maria bua nei ba’a nimu.

Nimu rasa susar b’aa nora Ponsius Pilatus neti parenta,

‘ata tokang nimu ‘e’i krus,

Mate sawe ‘ata ‘lera le’u ba’a nimu.

Nimu wawa jehen na,

Lerong rabek telu nimu bekor nang ‘e’i kewo.

Nimu reta seu bawo,

Deri ‘e’i Amapu kuasa le’u wi sawe limang wana.

Ia ba’u tia nimu ‘odi bo’u mai,

Tibang le’u bi’ang moret- bi’ang mateng naruk rimung.

‘A’u persaya ‘ora Spiritu Santo

Greja santa katolika

Santo hene’i sawe mogang du hawua ‘lo’a

‘Ampon nete dosa

Nete ‘ata mateng ‘odi bekor ‘e’i kewo

Moret dading ‘lo’a. Amen.

8. NGAJI RUDU WI’IT (Doa Tobat)

‘Amapu ‘a’ung,Tuhan ‘a’ung, ‘a’u ga’i ‘epang ‘ora ‘Au,

‘a’u ga’i dadi ‘walong me ‘Aung ‘epang,

‘a’u ga’i megu ‘walong ora ‘Au,

‘a’u grengang tama seu,

Ko ‘a’u dosa ba’a ‘ora ‘Au ‘Amapu.

‘Wate ‘a’ung susar loning dosa,

‘wate ‘a’ung susar ‘ene poi loning ‘Au ‘ukung gahu,

ko to’i loning dosa ‘a’ung tena ‘lumar ba’a ‘Au, Amapu santo, Au Amapu epang golo.

‘A’u moro ora dosa, suding ora dosa. ‘Ampon beli ‘eung dosa ‘a’ung sawe. Nora lakang ‘Aung a’u ‘le’e dosa walong. Masik naha mate, di ‘le’e dosa walong.Amen.

9. ‘AMAPU PARENTA NIMUNG PULU HA (10 Perintah Allah)

‘A’u Amapu ‘aung:

1. ‘Au lopa depo mole hormat mora kenaha pehang ganu mora ‘Amapu.
2. ‘Au lopa beta Tuhan ‘Amapu ‘aung narang seng poi.
3. ‘Au naha huk pita dena santo ‘Amapu lerong Nimung.
4. ‘Au naha tabe telang mora ‘ina ‘ama ‘aung.
5. ‘Au lopa bati ata.
6. ‘Au lopa dena naruk mi’ak.
7. ‘Au lopa na’o.
8. ‘Au lopa tutur buhe.
9. ‘Au lopa megu mora naruk mi’ak.
10. ‘Au lopa ga’i na’o

10. GREJA KATOLIK PARENTA NIMUNG ‘LELE LIMA
(5 Perintah Gereja)

1. ‘Au naha dena santo nete lerong pesta Greja katolik ‘odo.
2. ‘Au naha misa mora hormat nora Duminggu, mole nora lerong pesta Greja katolik ‘odo.
3. ‘Au naha puasa mole pire meing nora lerong Greja katolik odo.
4. ‘Au naha konfesa ‘liwang ha wa’i ha lopa kurang.
5. ‘Liwang-‘liwang ‘au naha sambot nora tempo Pasku.

by:Elvis Baba Putra

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Jumlah Penduduk NTT 4,7 juta orang

Kabupaten Sikka penduduk terbanyak di luar Pulau Timor
Kupang, NTT Online - Kepala BPS Provinsi NTT, Poltak Sutrisno Siahaan mengatakan, Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk NTT sebesar 4.679.316 orang yang terdiri atas 2.323.534 laki-laki dan 2.355.782 perempuan.
Hal ini disampaikannya saat jumpa pers tentang hasil sensus penduduk 2010 Selasa (17/8) di Kupang.
"Penyebaran penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur masih bertumpu di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni sebesar 9,41 persen, kemudian diikuti oleh Kabupaten Belu sebesar 7,53 persen, Kota Kupang sebesar 7,17 persen dan kabupaten-kabupaten lainnya di bawah 7 persen.
Sumba Tengah, Sabu Raijua, dan Sumba Barat adalah 3 kabupaten dengan urutan terbawah yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit yang masing-masing berjumlah 62.510 orang, 73.000 orang, dan 111.023 orang,"urai Siahaan.


Sedangkan Kabupaten Sikka merupakan kabupaten yang paling banyak penduduknya untuk wilayah di luar pulau Timor, yakni sebanyak 300.301 orang.

Dengan luas wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sekitar 49.852,14 kilo meter persegi yang didiami oleh 4.679.316 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebanyak 94 orang per kilo meter persegi Kabupaten/Kota yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kota Kupang yakni sebanyak 2.093 orang per kilo meter persegi sedangkan yang paling rendah adalah Kabupaten Sumba Timur yakni sebanyak 33 orang per kilo meter persegi.

Sex ratio penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebesar 99, yang artinya jumlah penduduk perempuan 1 persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki.

Sex ratio terbesar terdapat di Kabupaten Sumba Barat yakni sebesar 108 yang berarti jumlah penduduk laki-laki 8 persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan.

"Sex ratio terkecil di Propinsi NTT terdapat di Kabupaten Lembata yakni sebesar 89,"jelas Siahaan.

Manurut Siahaan, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur per tahun selama sepuluh tahun terakhir yakni dari tahun 2000-2010 sebesar 2,10 persen.

Kota Kupang adalah yang tertinggi Laju pertumbuhan penduduk dibandingkan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni sebesar 3,56 persen, sedangkan yang terendah di Kabupaten Ende yakni sebesar 1,16 persen.

Kabupaten Timor Tengah Selatan walaupun jumlah penduduknya yang paling banyak namun dari sisi laju pertumbuhan penduduk adalah terendah kedua setelah Kabupaten Ende yakni hanya sebesar 1,26 persen.

walaupun Kabupaten Timor Tengah Selatan jumlah penduduknya yang paling banyak namun dari sisi laju pertumbuhan penduduk adalah terendah kedua setelah Kabupaten Ende yakni hanya sebesar 1,26 persen.

"Sedangkan Sumba Tengah walaupun menempati urutan terakhir dari jumlah penduduk tetapi laju pertumbuhan penduduknyamasih diatas laju pertumbuhan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni hanya sebesar 2,33 persen,"pungkas Siahaan.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Thursday, 19 August 2010

Karnaval Hari Merdeka Meriah

Maumere,18Agustus 2010_Wajah Kota Maumere berubah. Ratusan pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, paguyuban serta pihak swasta didaulat menjadi aktor utama diatas panggung jalan. Aneka aksi dan berbagai pernak-pernik fashion adalah hiasan yang menakjubkan di kala mentari mulai jatuh di sebelah barat. Sebuah pemandangan yang hanya terjadi sekali setahun. Tepatnya sehari setelah Peringatan Kemerdekaan RI Ke-65. Panggung karnaval beralaskan aspal jalan, bukanlah sebuah kegiatan ritual tahunan belaka. Tapi telah menjadi sebuah trend, dimana kesempatan berpartisipasi paling dinanti oleh sebagian besar peserta, terutama anak-anak.
Mereka bisa berlenggaklenggok bebas di atas pentas jalan, dengan kreatifitas menarik yang kadang nyentrik memikat mata penonton. Ditengah kemilau mentari, pukulan irama drumband kadang berpadu dan menyatu bersama irama musik gong waning Etnik Sikka, tetarian pemandu sorak drumband kadang berganti dengan tari-tarian rakyat Sikka. Dan para penonton menjadi juri menyenangkan sepanjang jalan. Aksi riang bersimbah peluh dan debu jalan adalah nilai plus yang tak bisa dilupakan, termasuk bagaimana sibuk dan capeknya para orang tua mencari kostum bagi anak-anaknya.

Sebelum karnaval kemerdekaan dimulai, Bupati Sikka Sosimus Mitan, diberi kesempatan terhormat untuk mengangkat bendera start. Dan kemudian mengalirlah perbagai penampilan anak-anak dan para peserta lainnya. Dimulai dari Lapangan Umum Kota Baru dimana sehari sebelumnya menjadi arena apel peringatan Proklamasi RI Ke-65.

Orang-orang tua, mendampingi anak-anaknya yang masih kecil-kecil dengan telaten dan sabar. “Capek sekali, benar-benar hari yang melelahkan,” ujar seorang ibu yang setia berada disisi putra dan putri kecilnya. Di hadapan tamu kehormatan para peserta melakukan unjuk kebolehan, seperti yang dilakukan kelompok marching band dari SD, SMP dan SMA. Bahkan marching band dari SDK Lela dan SMPK Nita tak ketinggalan meramaikan karnaval tahun ini. Kedua sekolah ini pun tak luput mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Parade pakaian adat dari berbagai daerah, Perwakas (Persatuan Waria Kabupaten Sikka) dan keterampilan olah raga bela diri terlihat sangat antusias mengikuti karnaval. Para penonton bersorak sorai, tertawa dan terkesima. Kegembiraan ditengah macetnya laju lalu lintas. Dan Maumere pun lumpuh.

Panggung karnaval dimulai dari Jalan Ahmad Yani, Kartini, Hasanudin, Pertokoan, Patung Kristus Raja, Kota Uneng, Eltari, Perumnas, Samador, Polres Sikka dan kembali ke Lapangan Kota Baru yang berada di Jalan Ahmad Yani. Berangkat saat mentari perlahan turun yakni sekitar pukul 14.00 dan berakhir menjelang magrib. Pesta rakyat pun usai ditengah kebanggaan anak-anak yang ikut serta.

Bupati Sikka mengangkat bendera start dan marchingband


Taekwondoo dan Ogo-ogo Sangut dari Paguyuban Bali di Maumere

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 18 August 2010

Kado Ultah Bersejarah untuk Gress

Sebuah kenangan yang sangat sulit dilupakan. Di saat bingung merayakan usia ke-17, justeru gadis manis kelahiran Maumere, 18 Agustus 1993 ini mendapatkan kado ultah yang paling bersejarah. Siswi Kelas I SMAK St. Gabriel Maumere ini mendapat tugas kenegaraan yang begitu mulia sebagai seorang pembawa bendera merah putih pada upacara Apel Bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-65 di Lapangan Umum Kota Baru Maumere.
Mulanya Gress – begitulah Teroci Gress Nastasia Kupa ini biasa disapa – tidak menyangka akan dipercayakan sebagai pembawa bendera merah putih. Bagi Gress, menjadi salah seorang pasukan pengibar bendera (paskibra) yang diutus sekolahnya dirasakan sudah sebagai sebuah pengalaman berharga. Ternyata postur tubuh, face, sikap, dan tingkah laku selama latihan menjadi faktor penting kenapa Gress terpilih menjalani tugas ini. Dia pun menerima tugas ini dengan semangat patriotik yang tinggi

“Perasaan saya campur aduk, ada rasa bangga, senang, gembira, juga terharu. Bangga, karena tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini. Saya menerima tugas ini dengan satu tekad menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” ungkap anak ketiga Mohamad Rusli Kupa dan Yuliana Parera ini.


Sebagai implemetasi terhadap kepercayaan yang telah diberikan, Gress benar-benar serius dalam latihan. Semua instruksi dan arahan dari para pelatih diserapnya semaksimal mungkin. Apabila ada yang dirasakan kurang atau ragu-ragu, dia tidak segan-segan menanyakannya. Prinsipnya dia berupaya berbuat sebaik mungkin, karena dia sadar memikul tugas dan peran yang vital dalam upacara kenegaraan seperti ini.

Adakah perasaan takut dan beban terhadap tugas ini? Ternyata Gress sama sekali tidak pernah takut atau merasa beban. Ketika ditemui saat pengukuhan paskibra di Rujab Bupati Sikka Senin (16/8), Gress mengaku telah membuang jauh-jauh perasaan itu.

“Saat ini adalah bagaimana saya mempersiapkan diri untuk besok. Saya sudah siap sekali memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sikka,” janji alumni SMPK Yapenthom I Maumere ini.

Gress tidak main-main. Dia melaksanakan tugasnya dengan prima pada saat-saat bersejarah itu. Di hadapan kurang lebih 1.000 orang yang mengikuti upacara kenegaraan, Gress tampil meyakinkan. Ayunan langkahnya teratur rapi, seirama dengan aba-aba dari komandan paskibra.

Dia sukses memainkan peran ini, dari menerima bendera merah putih dari Bupati Sikka Sosimus Mitang, dan menyerahkan kepada 3 rekan pengerek bendera Yoseph Elisensi, Yulius Hedang Lamanepa, dan Yohanes Jafrintus Moa, yang kemudian dikibarkan. Dia juga sukses menyerahkan bendera merah putih kepada Wakil Bupati Wera Damianus usai upacara penurunan bendera pada sore harinya.

“Hanya ini yang bisa saya berikan untuk negara, melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Saya harapkan semangat ini terus terbawa ke adik-adik yang nantinya mendapatkan kesempatan sebagai paskibra pada tahun-tahun ke depan,” harapnya.

Lanjutkan terus perjuanganmu, proficiat. (e. vicky da gomez)

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Tuesday, 17 August 2010

Khidmat, Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Maumere

12 Napi di Rutan Negara IIB Maumere terima Remisi Bebas

Upacara Peingatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65 di Kabupaten Sikka dipusatkan di Lapangan Kota Baru Maumere, berlangsung dalam suasana khidmat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang. Peringatan detik-detik menjelang Proklamasi Kemerdekaan tersebut juga dihadiri oleh unsur Muspida, Anggota DPRD Sikka, Kepolisian, TNI, Staf di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka serta pelajar SD, SMP/MTs, SMA/SMK dan masyarakat umum.
Emilianus Gibe (Kasat Ops) Polres Sikka bertindak sebagai Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia. Sedangkan teks Proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sikka Rafael Raga.
Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan ke-65 ini ditandai dengan pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibra) Kabupaten Sikka. Paskibraka ini terdiri dari 70 orang siswa-siswi yang diseleksi dari berbagai sekolah di Kota Maumere. Paskibraka yang berkostum putih-putih menggunakan formasi 17, 8, dan 45 sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.

Bertindak sebagai pemegang bendera adalah Teroci Gress Nastasia Kupa dari SMAk St Gabriel Maumere, sebelah kanan Yosep Eliensi, sebelah kiri Yulius Hadang Lemanepa, dan sebagai pemimpin pasukan adalah Yohanes Jufrintus Moa. Ketiga siswa ini berasal dari SMAK Bina Maritim Maumere.

Acara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ini menjadi semarak dengan tampilnya koor dari sejumlah murid SMAN1 Maumere dan permainanan musik yang apik dari Drum Band SMAK St. Gabriel Maumere.
Upacara memperingati detik-detik proklamasi tersebut berakhir sekitar pukul 10 siang.



121 Napi Terima Remisi
Berdasarkan SK Kementerian Hukum dan HAM RI bernomor W10-1838-PK.01.01.02 tahun 2010, sejumlah 121 orang narapidana yang berada dalam Rutan (Rumah Tahanan) Negara Klas IIB Maumere juga mendapatkan remisi dihari kemerdekaan RI ke-65 ini. Dari 121 napi tersebut, 12 orang diantaranya menerima remisi umum II atau remisi bebas dan 109 orang napi mendapatkan remisi umum I atau pengurangan masa tahanan.

Ketentuan pemberian remisi diatur dalam PP nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas PP Nomor 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Setiap napi berhak mendapat remisi dengan sejumlah persyaratan diantara nya berkelakuan baik.

Bupati Sikka Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus dan unsur Muspida usai melakukan apel bersama para napi memperingati HUT Kemerdekaan yang berlangsung di rumah tahanan tersebut, didampingi Kepala Rutan Maumere Edy Suryanto langsung melakukan tatap muka dan saling berjabat tangan dengan para narapidana.

Kepada para napi yang mendapatkan remisi bebas pada HUT RI tersebut, Bupati Sosimus mengharapkan agar sekembali ke tengah masyarakat bisa kembali hidup dan berkehidupan dengan baik dan tidak lagi melanggar aturan dan hukum yang ada.

Sedangkan bagi para napi yang masih berada dalam tahanan, Bupati mengharapkan agar warga binaan tersebut bisa berkelakuan baik dan sopan ketika berada di dalam rutan. Mereka diharapkan bisa memanfaatkan beberapa kegiatan postif yang diselenggarakan di rutan, tetap tabah dan disipilin menjalani hidup dan aturan selama berada didalam rutan tersebut.

Yang menarik, ditengah-tengah tatap muka terlihat dua orang tahanan yang menghebohkan Kabupaten Sikka akhir-akhir ini terkait masalah korupsi. Kedua tanahan tersebut adalah Robby Lameng yang terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan alat angkutan darat di Dishubkominfo Kabupaten Sikka dan Emanuel Hurint yang terkait kasus pengadaan pakaian Linmas di Sat Pol PP Kabupaten Sikka.

Keduanya tak bisa menyembunyikan raut kebahagiaan dengan kedatangan mantan kolega mereka di jajaran Pemda Sikka. Secara reflek satu persatu memeluk erat Robby Lameng dan Hurint disela-sela tatap muka bupati dan para warga binaan.

Kunjungan Bupati dan sejumlah pejabat teras Pemda Sikka ke Rutan Maumere dihadiahi oleh berbagai tarian tradisional Sikka dengan iringan gong waning, musik gambus dan berbagai atraksi menarik lainnya dari para warga binaan Rutan Maumere.

Rutan Negara Klas IIB Maumere saat ini dikepalai oleh Edy Suryanto,BC.IP.Spd,MM, dihuni oleh 173 napi dari berbagai latar belakang kasus. Salah satu napi kasus penganiayaan terhadap istrinya, kepada inimaumere.com mengatakan selama 2-3 bulan terakhir ini mereka diperlakukan dengan baik oleh rutan.

Bupati dan Wakil Bupati Sikka serta sejumlah pejabat dengan para tahanan

Robby Lameng & E. Hurint serta hiburan tarian dari para tahanan
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---