Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Sunday, 24 July 2011

Rilex Juara Festival Band Akustik

New Heart Beat Compilation

Kelompok musik Akustik Rilex Band, berdomisili di Perumnas Kota Maumere, menyabet juara pertama pada Festival Band Akustik yang digelar di Lapangan Umum Kota Baru Maumere, Sabtu (23/7/2011). Festival dengan tema “New Heart Beat Compilation” di selenggarakan oleh Neibers Event Organizer dengan dukungan sponsor utama rokok NUu Mild. Iven yang baru pertama kali diadakan di Kota Maumere bahkan di Flores diikuti enam kelompok band akustik yang tersebar diberbagai daerah di Kota Maumere. Mereka adalah Rilex Band, Comet Six Band (CSB), Coovy Band, Bhaktyarsa Band, Riferm Band dan Pixel Band. Ke-enam band tampil bersaing membawakan lagu wajib "Laskar Pelangi” dan lagu pilihan dari panitia. Persaingan dalam musik akustik diselingi hiburan dari Salsa Dancer serta penampilan panas DJ Vicky dan DJ Axelia dalam tema heboh, “New Heart Beat Compilation”.

Festival dihadiri ribuan penonton yang membanjiri Lapangan Umum Kota Baru. Peserta yang rata-rata terdiri dari 5 personel diwajibkan membawakan satu lagu berjudul “Laskar Pelangi” dan satu lagu pilihan. Mereka bebas mengaransmen lagu-lagu tersebut dengan kreasinya masing-masing.


Penampilan pertama Festival Band Akustik yang dimulai pukul 20.00 Wita dibuka oleh grup band Comet Six Band. Kemudian diikuti oleh The Pixel, Coovy Band, Rilex, Bhaktyarsa, serta diakhiri oleh grup Riferm.

Rilex Band tampil sebagai kampiun setelah tiga Juri masing-masing Edmond Bura , Robbie dan Vian memberikan nilai 5080. Sedang posisi kedua disabet Riferm Band. Band yang tampil dengan pemanis pada instrumen musik biola ini mendapat nilai 4710. Sebagai juara ketiga Comet Six Band meraih nilai 4115.

Juri festival, ki-ka: Robbie, Edmond & Vian VS Sikka Akustik (Bintang Tamu)

Penampilan Comet Six Band masih 'dingin' diawal lagu “Laskar Pelangi”, namun band yang bermukim di kawasan Perumnas Maumere mampu bangkit dan tampil secara baik saat membawakan tembang Pelangi (Boomerang).

Penampilan apik ditunjukan sang kampiun Rilex Band. Dengan punggawa berpengelaman di berbagai panggung musik, Rilex Band tampil bagus saat mengatasi lagu semacam To Be With You (Mr. Big). Dilatari vokal punggawa lainnya, vokalis Rino mampu menyajikan lengkingan indah.

Rilex Band dan Riferm Band

Bhaktyarsa dan Croovy Band

Penampilan juara kedua Rifrem Band tak jauh beda. Peforma band ini lumayan mendapat perhatian penonton. Menampilkan vokalis cewek, pemanis lainnya adalah instrumen musik biola yang dibawakan salah satu personilnya. Lagu pilihan To Be With You terasa merdu mengalir dalam balutan petikan gitar bersama gesekan biola.

Punggawa Rilex Band, masing-masing Bung (gitar), Jupe (gitar) Rino (vokal), Nolly (bongo), Gomez (bass) mengungkapkan kegembiraan atas keberhasilan band mereka meraih kemenangan. “Senang dan bangga,” ucap mereka bersamaan saat ditemui di belakang panggung.
“Secara khusus kemenangan ini kami persembahkan buat kemajuan musik di tanah Sikka. Untuk Neibers Even Organizer serta NUu Mild kami ucapkan terima kasih telah mengadakan acara dahsyat ini. ” ungkap Jupe yang diamini Gomez.

Sebagai pemenang, Rilex Band mendapat hadiah Rp 1,5 juta bersama satu buah piala tetap. Sedangkan juara kedua Referm Band membawa pulang hadiah uang sebesar Rp 1,25 juta serta satu piala tetap dan Comet Six Band di posisi ketiga mendapat hadiah Rp 1 juta dan satu piala tetap.

Francois Tondong menyerahkan hadiah kepada pemenang pertama & Audy kepada pemenang kedua

Audy dari Neibers Event Organizer mengatakan tujuan diadakan festival dan hiburan ini sebagai wadah berkreasi dan berekspresi kawula muda Maumere terutama pecinta musik. “Selain itu tujuan lainnya mengajak para muda Kota Maumere agar selalu berkreasi secara positip dan menjauhi hal-hal negatip,” ucap Audy. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak karena mendukung keberhasilan festival band akustik tersebut.

Neibers Event Organizer menggandeng rokok NUu Mild sebagai sponsor utama kegiatan festival. Francois Tondong, District Supervisior NUu Mild wilayah NTT turut hadir menyaksikan kehebohan “New Beat Compilation”. Ia mengatakan senang dan bangga sebab acara tersebut berjalan aman dan mampu menghibur sebagian warga Kota Maumere. “Anak-anak muda disini sangat kreatip dan kami dari NUu Mild bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan positip semacam ini,” ujarnya.

Usai persaingan para band akustik, DJ Vicky dan DJ Axelia langsung mengatasi penonton dan mengajak ber-dugem ria. Keduanya saling berkoloborasi dalam berbagai pilihan lagu dengan beat-beat menggoda. Dentuman musik yang dimainkan DJ Vicky dan DJ Axelia berasa beda pada malam itu. Area dancefloor yang biasanya menjadi tempat berolahraga berubah menjadi arena para pemuja musik remix. Kehebohan para penonton semakin terasa meski waktu semakin merambat. Apalagi penampilan duo deejay asal Kota Kupang ini kian panas. Hasilnya para pemujanya tak beranjak hingga lagu terakhir. Meski peluh bercucuran, kedua deejay ini terlihat sangat menikmati kehebohan.

DJ Vicky n DJ Axelia beraksi

Konsep festival band akustik yang dipadu dengan penampilan DJ benar-benar menghibur penonton. Salah seorang pengunjung, Ronald mengatakan, tidak menyangka malam ini disuguhkan musik yang oke dari seorang DJ cewek yang cantik dan musiknya beda. “Yo'i, saya benar-benar suka dan tentunya menikmatinya. Daripada pusing dirumah disini bisa tuntaskan semuanya. Lihat to saya dari tadi bergoyang?” katanya.

Iven yang dipandu MC Lucky Reyner, selain mendapat dukungan sponsor utama dari NUu Mild juga didukung oleh Transnusa Air Service, Toko Buku Gramedia, Sonia FM, Nara Sound, Sikka Akustik, Polres Sikka dan www.inimaumere.com. Festival musik dan hiburan ini selain menggelar kuis-kuis menarik juga tak dipungut biaya masuk, alias gratis.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Maumere, Sunrise dan Segelas Kopi


Byyyararrrr...kepala-kepala kecil itu menusuk lautan dangkal. Lantas kepermukaan dengan senyum riang. Lalu satu dua kembali ke dermaga, melempar kembali kail yang tadi disimpan. Mereka saling bercanda. Padahal didasar dermaga Ikan-ikan kecil sedang menggoda kail mereka. Mereka tak peduli malah berkejar-kejaran sambil tertawa lepas riang. Yang lain menikmati sendiri sambil menekuk kaki. Pandangan mata erat memagut batas tepi samudera. Udara pagi nan sejuk perlahan usir suntuk. Huh! Padahal surya keemasan mulai mereyap pelan keatas. Pelan-pelan pecah memendar ketika tinggi diatas batas samudera. Sinarnya semakin terang dan seakan membentuk cincin nan indah. Orang-orang disekitar tak mempedulikannya. Mungkin sudah biasa.
Pagi, sunrise dan segelas kopi. Sambil manyun dipinggir pantai, memandang indahnya sang mentari di hari minggu. Eh, dari sebuah kamar sempit mengalun lembut suara Imanez “......dengan segelas kopi ku pandang lautan lepas... nggak kenal waktu..nggak kenal hari...pagi selalu...”.... Yap Maumere, Sunrise dan segelas kopi...

Maumere

Maumere

Maumere


www.inimaumere.com


Selengkapnya...

719 Pulau Belum Diberi Nama

Sebanyak 719 dari 1.192 pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga saat ini belum diberi nama. Penyebabnya, NTT memiliki kondisi georafis yang sulit dijangkau, yaitu banyak pulau kecil dan besar termasuk pulau kecil terdepan.
"Nusa Tenggara Timur memiliki 1.192 pulau, 472 pukau telah diberi nama, 719 pulau belum diberi nama," ujar Gubernur Frans Lebu Raya, pada rapat pembinaan dan pembakuan nama-nama rupabumi wilayah adminstrasi bersama 290 camat se-Nusa Tenggara Timur, di Kupang, baru-baru ini. Menurut Gubernur Lebu Raya, persoalan penamaan dan pembakuan rupabumi, masih merupakan persoalan tersendiri di daerah ini, karena karakteristik yang dimiliki daerah ini. Gubernur Lebu Raya mengatakan secara administratif saat ini NTT memiliki 290 kecamatan, 2.650 desa dan 316 kelurahan.

"Kondisi ini membutuhkan keseriusan semua pihak untuk melakukan pendataan permukaan bumi dengan sebaik-baiknya. Untuk itu pada kesempatan ini, para camat dan pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan pendataan dengan akurat di lapangan, karena camat, lurah dan desalah yang paling mengetahui wilayahnya," ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Gubernur meminta kepada panitia di kabupaten/kota agar memperhatikan tiga hal pokok yaitu identifikasi rupa bumi harus dilakukan dengan teliti. Berikut pemberian nama kepada unsur rupa bumi harus sesuai dengan kondisi apa adanya di lapangan dan selanjutnya pembakuan nama unsur rupa bumi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kepada unsur pimpinan daerah terutama Komandan Lantamal VII Kupang, Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan kabupaten/kota, saya harapkan pula dukungan agar penamaan dan pembakuan nama rupa bumi terutama identifikasi koordinat, proses penamaan dan pembakuan nama rupabumi pulau yang belum diberi nama dan pulau kecil terdepan segera dilakukan," ujar Gubernur.(ant/mi)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 14 July 2011

Neibers Gelar Festival Band Akustik

Gratis, 23 Juli 2011 Lapangan Umum Kota Baru
Kabar gembira bagi band-band kamu. Neibers Event Organizer kembali menggelar pentas festival musik di Kota Maumere. Persembahan bertema Festival Band Akustik "New Heartbeat Compilation" menggandeng sponsor utama rokok NUu Mild. Festival akan berlangsung pekan depan, 23 Juli 2011 di Lapangan Umum Kota Baru Maumere. Selain musik, ajang juga menampilkan hiburan menarik dari duo deejay dan sexy dancer. Audy dari Neibers Event Organizer mengatakan pentas festival musik akustik bertujuan memberikan wadah berkreasi dan berekspresi bagi kelompok band lokal yang jumlahnya cukup banyak namun jarang tampil karena minimnya iven. “Selain totalitas berekspresi, bermain dan bersaing dalam kompetisi musik akustik akan menjadi tantangan bagi band mereka. Siapa yang terbaik akan menggondol hadiah menarik,” jelas Audy. Nah, bagi band-band yang ingin tampil pendaftaran telah dibuka dari tanggal 1 Juli 2011 dan akan ditutup 20 Juli 2011. Pendaftaran bisa dilakukan di Radio Sonia Fm dan Toko Buku Gramedia Maumere dengan biaya Rp 100 ribu/band. Panitia mensyaratkan peserta berusia 17 hingga 40 tahun dengan personil 3-6 orang dalam satu band.
Sudah siap?

Audy menjelaskan, untuk memenangkan persaingan setiap band akustik diwajibkan membawa lagu “Laskar Pelangi” (Nidji Band) dan beberapa lagu pilihan yang disiapkan panitia.
Lagu-lagu pilihan tersebut adalah “Kuyakin Cinta” (D’Cinnamons), “Jangan Menyerah” (D’Massive), "Janjiku" (Gigi), “Pelangi” (Boomerang), To Be With You (Mr. Big), “Hotel California” (The Eagles). Peserta diberi kebebasan untuk mengaransemen lagu-lagu tersebut secara akustik.

Tambah Audy, semua peralatan band akustik disiapkan panitia kecuali instrumen keyboard. Tapi panitia tidak membatasi jika ada kelompok akustik yang ingin mengunakan peralatan musik sendiri. "Boleh, jika ada kelompok band yang ingin tampil dengan peralatan band sendiri. Tapi panitia tetap mempersiapkan peralatan akustik di panggung," jelasnya.

Jadi tampilkan performa band kamu sebaik mungkin, soalnya hadiah yang ditawarkan cukup lumayan. Misalnya, untuk hadiah pertama panitia menyiapkan hadiah uang sebesar Rp 1,5 juta. Juara kedua Rp 1,25 juta dan juara ketiga Rp 1 juta.

Selain sebagai ajang musik akustik, festival yang di dukung penuh Transnusa Air Service ini akan dimeriahkan beberapa sajian menarik. DJ (disc jockey) Axelia dan DJ Vicky dari Kupang direncanakan akan unjuk kebolehan meramu musik dan lagu sekaligus menghibur penonton dan peserta di Lapangan Kota Baru.

Selain kedua deejay, hiburan menarik lainnya adalah tampilnya grup dancers lokal. “Kami inginkan sesuatu yang berbeda dan jarang diadakan disini. Musik deejay dan sexy dancer ditengah kompetisi musik akustik. Selain sebagai sarana berkespresi, festival ini juga untuk menghibur masyarakat Maumere,” ujar Audy.

Bagi yang ingin menghibur diri, menyaksikan dan mendukung peforma band-band sahabat kamu di Festival Musik Akustik “Heartbeat Compelation” datang saja di Lapangan Kota Baru, 23 Juli 2011. Festival bernilai positif ini sama sekali tak dipungut tiket masuk bagi penonton. Jadi serba gratis.

Neibers Event Organizer sebelumnya pernah menyelenggarakan Parade Band beberapa waktu lalu di Maumere. Saat itu, Canabis Band keluar sebagai pemenang favorit.

So, yang di Maumere jangan berdiam diri lagi. Siapkan personil yang mumpuni. Daftar band kamu sekarang. Kompetisi siap berjalan. Jangan sampai dilewatkan.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

KPK Sudah Lama Incar Bansos

Juru bicara (jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan, KPK sudah lama mengincar kasus dugaan penyimpangan dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 10,7 miliar tahun 2009 di Kabupaten Sikka. Dugaan penyimpangan dana bansos itu hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT. Namun baru Rabu (13/7/2011), KPK menerima laporan resmi dari DPRD Sikka. "Sudah lama kami lirik kasus ini (bansos). Tetapi selama ini tidak ada laporannya. Ini kasus korupsi pertama dari NTT. Selama ini kami juga heran kok NTT mulus-mulus saja. tidak ada laporan kasus korupsi," kata Johan Budi, kepada utusan DPRD Sikka sebagaimana dituturkan Ambros Dan, yang ikut mengantar rekomendasikan kasus dugaan penyimpangan dana bansos ke kantor KPK, Rabu (13/7/2011) siang. Utusan DPRD Sikka mengantar rekomendasi DPRD yakni enam orang anggota pansus DPRD menyetujui kasus dana bansos ditangani KPK, sedangkan tiga anggota pansus tidak setuju.

Dua anggota DPRD Sikka yang ikut adalah Ketua Fraksi Gabungan Nasionalis, Siflan Angi dan Ketua Fraksi Demokrat, Piet Jelalu. Pertemuan dengan Jubir KPK berlangsung selama 45 menit mulai pukul 14.00 Wib.

Ambros dihubungi Flores Star Rabu (13/7/2011) malam melukiskan suasana pertemuan sangat dinamis. Jubir KPK mendengarkan penjelasan mengenai latar belakang sampai muncul kasus bansos, permasalahan dan fakta-fakta yang ditemukan selama pansus DPRD. Semua hal disampaikan Drs. Landoaldus Mekeng, diminta anggota lainnya sebagai wakil DPRD.

"Kami jalan tanpa didampingi pimpinan DPRD Sikka, sehingga kami berinisiatif sendiri meminta Pak Landoaldus Mekeng, menyampaikan masalah ini. Tidak tahu apa alasaannya, tidak ada pimpinan yang ikut," keluh Ambros.

Jubir KPK, kata Ambros, menyatakan menerima laporan resmi DPRD Sikka akan ditelaah selama 30 hari. KPK akan menghubungi tim DPRD mengklarifikasinya. "Mereka akan menghubungi DPRD untuk melakukan klarifikasi," kata Lando.

Dugaan penyimpangan dana bansos tahun 2009 di Bagian Kesra Setda Sikka, terkuak dan menjadi buah bibir seluruh warga Sikka setelah temuan BPK Perwakilan NTT dipublikasikan gencar media massa lokal. Tekanan dilaksanakan pansus DPRD Sikka menyelidiki kasus ini dan mendorong dibawa ke KPK. DPRD Sikka menerima laporan pansus DPRD merekomendasikan kasus ini di tangani KPK.

Dugaan korupsi terbesar dalam sejarah pemerintahan di Sikka menurut rekomendasi DPRD menyeret sejumlah pejabat elit pemerintahan di Sikka yang kelak berurusan dengan aparat hukum.(ius/floresstar)
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Sunday, 10 July 2011

Nua Bari

Desa Nua Bari di Kabupaten Sikka, Flores adalah sebuah desa yang memiliki keunikan dalam hal ritual penguburan jenasah. Setiap jenasah orang yang meninggal biasanya di kuburkan dalam sebuah batu. Menurut kepercayaan masyarakat setempat arwah orang yang dikuburkan tersebut akan berada dalam ketenangan abadi. Tradisi penguburan jenzah dalam batu tersebut telah berlangsung ratusan tahun hingga sekarang. Secara tradisi yang dikuburkan hanya orang-orang yang dianggap dituakan. Anak-anak dari turunan keluarga tersebut dapat pula dikuburkan apabila kelak mereka diistimewakan oleh masyarakat setempat atau dari kalangan keluarga yang mampu. Batu kubur tersebut dipahat untuk dilubangkan sebagai tempat menaruh jenazah dengan kedalaman kira-kira 80 cm dan lebarnya sesuai dengan ukuran batu yang di gunakan dan memakan waktu kira-kira 3 hari memahat nonstop dengan peralatan sederhana. Sedangkan sebagai penutup batu kubur menggunakan lempeng batu.

Lempeng batu tersebut diambil dari tempat-tempat yang disekitar desa tersebut oleh masyarakat yang terlibat. Jadi dalam hal pembuatan batu kubur seluruh warga kampung memang dilibatkan untuk bergotong royong mempersiapkan tempat keabadian seorang warga yang akan meninggal.

Setiap jenasah yang diletakan dalam sebuah kubur batu tersebut diposisikan duduk dengan kaki di tekuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti seorang bayi yang berada dalam kandungan yang secara harafiah berarti manusia itu kembali ke pada posisi awal dalam rahim.
Bagi masyarakat biasa dimakamkan dalam kuburan umum yang terdapat di sekitar Desa Nua Bari.

Nuabari berada delapan Km dari Wolowiro, wilayah selatan Kabupaten Sikka. Persimpangan menuju Nubari dari jalan utama (lintasan ke Kabupaten Ende) berdekatan dengan Pantai Koka.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

“Ke-11-an” DPRD Sikka

Ke KPK Kenapa Harus Ramai-Ramai?
Oleh: Frans Anggal
Sebanyak 11 anggota DPRD Sikka dan beberapa staf sekretariat DPRD (setwan) ke Jakarta, Senin 11 Juli 2011. Mereka ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mengantar keputusan DPRD yang merekomendasikan kasus dana bansos Sikka tahun 2009 senilai Rp10,7 miliar ditangani KPK (Flores Pos Kamis 7 Juli 2011).
"Kesebelasan" DPRD ini terdiri ketua, wakil, dan utusan dari enam fraksi. Koq sebanyak itu? "Saya pikir angka itu berlebihan," kata E P da Gomez, politikus senior PDI-P Kabupaten Sikka. "Yang berangkat cukup ketua DPRD, seorang staf sekretariat dewan. Dan, kalau anggaran memungkinkan, dengan utusan fraksi," katanya.
Anggaran pasti memungkinkan. Kalaupun tidak, bisa dimungkin-mungkinkan. Semuanya bisa diatur koq. "Soal biaya, ada pos pembiayaan konsultasi," kata Ketua DPRD Rafael Raga. Kentara di sini, pos anggaran dihadapi dengan logika pemakaian, bukan logika pemanfaatan atau logika penggunaan.


Logika pemakaian mengandung kata dasar "pakai". Pemakaian atas cara apa, bukan soal. Boros atau hemat, bukan masalah. Yang penting ada nomenklaturnya. Ini berbeda dengan logika pemanfaatan atau logika penggunaan yang mengandung kata dasar "manfaat" atau "guna". Keber-manfaat-an atau keber-guna-an menjadi unsur penting tindakan. Nomenklatur saja tidaklah cukup.

Dengan logika pemakaian atas pos pembiayaan konsultasi itulah Rafael Raga dkk berangkat ke Jakarta. Rombongan ini sudah pasti habiskan ratusan juta rupiah. Uang negara dipakai begitu banyak hanya untuk antar sebuah rekomendasi. Padahal, semestinya, menurut keber-manfaat-an atau keber-guna-annya, yang berangkat cukup ketua dan seorang staf setwan. Selebihnya, pemborosan.

Menanggapi sorotan pemborosan ini, yang antara lain disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Pusat Petrus Salestinus, jawaban Rafael Raga mengejutkan. "Jangan dilihat dari banyaknya anggota dewan yang pergi (ke Jakarta)," katanya. "Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan DPRD dan masyarakat Sikka untuk tuntaskan (kasus) dana bansos."

Wah, wah. Banyaknya anggota dewan yang berangkat merupakan wujud keseriusan penuntasan kasus. Berarti, semakin banyak yang berangkat, semakin seriuslah DPRD. Kalau begitu, 11 orang itu masih kurang dong. Semestinya, demi keseriusan paripurna, seluruh anggoa dewan berangkat. Makin lama di Jakarta, makin seriuslah mereka.

"Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan DPRD dan masyarakat Sikka …." Sebut masyarakat Sikka? Ini manipulasi. Kalau DPRD dengarkan masyarakat, dalam pengertian mempertimbangkan kepentingan umum, kenapa sebanyak itu yang berangkat? Akal sehat masyarakat akan menyetujui E P da Gomez. Yang berangkat cukup ketua dewan dan seorang staf setwan.

Ke Jakarta, antar rekomendasi ke KPK, "… untuk tuntaskan (kasus) dana bansos." Itu bukan langkah yang menuntaskan kasus. KPK tidak bodoh mene¬rima rekomendasi pengalihan penanganan sebuah kasus yang sedang gencar ditangani kejaksaan.

Jadi? Jauh dari menuntaskan kasus, keberangkatan kesebelasan DPRD itu hanya melahirkan kasus baru. TPDI mengadukan 11 anggota DPRD ke KPK. Mereka dinilai menghalang-halangi dan mengintimidasi kejaksaan. Juga, tentunya, memboroskan uang negara dengan alasan yang rapuh. Hmmm, kesebelasan DPRD Sikka.(http://frans-anggal.blogspot.com)

”Bentara” FLORES POS, Jumat 8 Juli 2011

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---