Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Sunday, 18 September 2011

Duo Filipino Takluk di Maumere

Isack Pertahankan Gelar, Kopa Juara Baru..

Petinju kebanggaan NTT dan Indonesia Isack Junior, secara menyakinkan menaklukan penantangnya Bert Bekawang dari Filipina dengan kemenangan angka mutlak. Pertarungan sengit 12 ronde yang berlangsung di Gelora Samador Maumere, Sabtu (17/9/2011) berjalan dalam tempo cepat yang dihiasi jual beli pukulan. Bekawang yang telah berumur 39 tahun meladeni semangat Isack (23) yang didukung penuh ratusan penonton. Tiga juri nasional memberikan penilaian 119 – 109, 117 – 111 dan 118 – 110 untuk kemenangan Isack. Dengan demikian, Isack Junior (23), petinju kelahiran Alor, NTT berhasil mempertahankan gelar WBO Asia Pasifik dari penantangnya berperingat 6 tersebut. Pertarungan yang tak kalah serunya dipertontonkan Robert Kopa (Rokatenda BC) saat meladeni petinju Filipina lainnya, Ernie Sanches. Robert Kopa, petinju kelahiran Bajawa, Flores, oleh para juri diberi kemenangan angka mutlak. Pertarungan keduanya merupakan perebutan gelar WBO Oriental. Kopa pun berhak menyandang predikat juara WBO Oriental Asia Pasifik.

Gelar pertarungan tinju international memperebutkan sabuk WBO Asia Pasifik dan WBO Oriental, Sabtu (17/9/2011) tersebut dipromotori oleh Damianus Wera. Promotor internasional kelahiran Palue, Kabupaten Sikka, Flores tersebut sengaja menggelar pertandingan international di Kota Maumere untuk mengangkat lagi animo tinju di Sikka selain mempromosikan nama Maumere di kancah tinju dunia.

Jalannya Pertandingan
Isack Junior langsung mengambil inisiatif serangan. Kombinasi pukulannya langsung dibalas Bekawang. Petinju asal Filipina tersebut terus merengsek maju mendekati Isack. Terkadang di sebuah sudut ring, keduanya saling memberi pukulan. Secara umum Isack kelihatan tenang dan sangat lihai memperdaya serangan Bekawang. Beberapa kali pukulan Isack mampir diwajah Bekawang namun sang lawan tak mundur. Pertarungan 12 ronde tersebut, keduanya memperlihatkan kualitas pertarungan sengit dan tak membosankan. Sorak sorai penonton yang mendukung Isack menambah semangat sang juara untuk terus mendaratkan pukukulan-pukulan telak. Pertarungan keduanya memang pantas mendapat apalus penonton. Dan Isack, anak muda berusia 23 tahun tersebut layak mendapatkan kemenangan. Pukulan-pukulan Bekawang jarang yang mengena telak akibat pertahanan ketat Isack. Sebaliknya Bekawang harus menerima beberapa kali pukulan telak. Akibatnya, wajahnya lebam terkena sengatan Isack.


Pada pertandingan lainnya memperebutkan gelar juara WBO Oriental, Robert Kopa mengejutkan seisi stadion ketika sang lawan asal Filipina, Ernie Sanches dipukul jatuh diawal ronde kedua dan mendapat hitungan wasit. Melihat lawan terkejut, Kopa tak memberi ruang dan terus menggempur Sanches. Namun Sanches (19) bukannya menghindar malah memberi perlawanan sengit. Ronde-ronde berikutnya keduanya masih saling memberi pukulan. Kopa bahkan harus menerima beberapa kali pukulan telak dari Sanches akibat pertahanannya yang cukup terbuka. Seperti pertarungan Isack melawan Bekawang, Kopa dan Sanches pun mempertontonkan hiburan menarik bagi seisi stadion.

Saling jual beli pukulan antar keduanya berlangsung hingga ronde keduabelas. Kopa yang didukung penonton Maumere begitu bernapsu ingin menjatuhkan lawannya. Namun ketenangan Sanches mampu meredam Kopa. Sanches yang selalu melakukan tanda salib setiap awal bel berbunyi menyulitkan Kopa. Ketenangan dan pukulan-pukulannya banyak yang mendarat di wajah Kopa. Usai pertandingan oleh para juri, Kopa dinyatakan menang angka mutlak dan berhak atas gelar juara WBO Oriental. Sang juara baru dibadan tinju WBO Oriental telah lahir dari bumi Flores.


Pertandingan tinju ini dibuka oleh Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay dihadiri Bupati Sikka Sosimus Mitang, Wakil Bupati Sikka Wera Damianus, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Kapolres Sikka, Dandim Sikka, Bupati Kabupaten Lembata dan masyarakat Maumere yang menyaksikan dengan antusias.
Dari insan tinju, hadir Inspektur Pertandingan KTI (Komisi Tinju Indonesia) Pusat Ebert Hutagalung, supervisior Badan Tinju Dunia WBO Mr.Anthony, dr. Eddy Herman (dokter ring), pengamat tinju nasional Martinez Dos Santos dan rombongan lainnya.


Yang menarik, usai pertandingan petinju Filipina mendapat selamat dan dukungan dari puluhan fans barunya. Para penggemar Sanches ini terus mengikuti Sanches bahkan sampai mengantarnya memasuki mobil yang akan membawanya kembali ke hotel. Para fansnya tak menyiakan kesemptan untuk berfoto bersama Sanches. Sanches dengan ramah terus menebarkan senyum dan mengatakan thank you buat fansnya.

Hasil-hasil Pertandingan lainnya:

Perebutan Sabuk Emas Ketua DPRD Sikka, Kelas Bantam Yunior 52,2 Kg antara Bayu Gedhe Prabowo dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 2 nasional melawan Rian Apriles Jabar dari Pasus Gym Jakarta, peringkat 5 nasional (8 Ronde) dimenangkan Bayu Gedhe Prabowo dengan TKO ronde ke-3.

Perebutan Sabuk Emas Bupati Lembata, Kelas Bantan Yunior 52, 2 Kg antara Jhon Bajawa dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 8 nasional melawan Yulius Lembata dari Pemda Lembata BC, peringkat 12 nasional (6 Ronde), Jhon Bajawa menang TKO ronde-3.

Perebutan Sabuk Emas Dandim Sikka, Kelas Welter 66,6 Kg antara Edi Pio Pikareuw dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 6 nasional melawan Elias Namang dari Citra Lembata BC Kab. Lembata, peringkat 8 nasional (6 Ronde), Edi Pio Pikareuw menang KO ronde Pertama.

Perebutan Sabuk Emas Kapolres Sikka, Kelas Bulu 57,1 Kg antara Yosmar Keffie dari Daud Ballo BC Jakarta, peringkat 2 nasional melawan Asmania dari Lubana BC Tanggerang, peringkat 6 nasional (8 Ronde), Asmania menang angka mutlak.

Kejuaraan nasional dan memperebutkan Sabuk Emas Bupati Sikka versi KTI (Komisi Tinju Indonesia) antara Arief Bleder (Sandoro Satria BC Semarang), juara nasional versi ATI melawan Carlos de Lopez (Juara Nasional versi KTPI) dari sasana Hartoni Tanuwijaya BC di Kelas Bulu Yunior 53,3 Kg, dimenangkan Carlos de Lopez dengan angka mutlak.


www.inimaumere.com

Selengkapnya...

KPK Jangan Diintervensi

Tokoh masyarakat Sikka, Thomas Nining Pau, meminta tidak ada pihak manpun yang mengintervensi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini sudah turun ke Sikka. Mereka sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi bantuan sosial Kabupaten Sikka tahun 2009 sebesar Rp 19,7 miliar.
"Saya sudah mendengar KPK sejak beberapa hari lalu turun ke sini (Maumere), dan itu bagus. Biarkan mereka bekerja, dan tidak boleh ada yang mengintervensi," kata Thomas yang juga mantan anggota DPRD Sikka periode 1973-1977, 1982-1987, dan 1992-1997 itu Sabtu (17/9/2011).Menurut Thomas, penyidik KPK itu telah bekerja di Sikka dari tanggal 15 lalu hingga hari ini. "Kita tentu sepakat hukum supaya ditegakkan, dan koruptor harus dihukum. Dan dalam kasus dana bansos ini supaya semua diperiksa, tidak hanya bupati dan stafnya. Kalau perlu pengusaha yang diduga terlibat," katanya.

Direktur Lembaga Studi Pembangunan dan Analisa Kebijakan (Lespika) Maumere Robby Keupung menyatakan, penanganan kasus dana bansos lebih dipercaya kalau diusut KPK, mengingat kasus ini kental nuansa politiknya. Sebab, kasus ini diduga melibatkan Bupati Sikka Sosimus Mitang, dan banyak tarik menarik politik di lingkungan DPRD Sikka.

Pada hari Kamis lalu, KPK melakukan pemeriksaan di kantor bagian kesejahteraan rakyat (kesra) Sikka. Yang diperiksa antara lain mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Dana Bantuan Keuangan Bagian Kesra Setda Kabupaten Sikka Yosef Otu, dan mantan Kabag Kesra Sikka, Servasius Kabu.

Hari Jumat kemarin, KPK kembali melakukan pemeriksaan di kantor dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah (PPKAD) Kabupaten Sikka. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bupati diperiksa hari ini, tetapi ketika pers menunggui di kantor bupati, maupun di rumah jabatan bupati Sikka sampai sore ini, aparat KPK tidak terlihat.(kompas)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Saturday, 17 September 2011

Maumere Gelar Tinju Internasional

Isack Junior Siap Pertahankan Gelar Juara WBO Asia Pasifik


Maumere yang terkenal dengan cuaca panas Sabtu (17/9/2011) akan bertambah panas. Pasalnya kota utama di Pulau Flores ini akan menggelar pertarungan tinju international. Pertarungan akan mempertemukan petinju nasional Indonesia melawan petinju dari Filipina dan partai tambahan lainnya. Partai utama 12 ronde, pemegang sabuk Kelas Bantam Yunior WBO Asia Pasifik, Isack Junior asal Kabupaten Alor, NTT (Rokatenda BC Surabaya) akan mempertahankan gelar dari penantangnya Bert Betawang asal Filipina, peringkat 6 WBO Asia Pasifik. Pertarungan sengit lainnya akan terjadi pada perbaikan peringkat WBO Oriental Kelas Bulu 57,1 Kg antara Robert Kopa (Rokatenda BC), peringkat 2 WBO Oriental melawan Ernie Sanches asal Filipina, peringkat 4 WBO Oriental. Partai tambahan lainnya adalah kejuaraan nasional dan memperebutkan Sabuk Emas Bupati Sikka versi KTI (Komisi Tinju Indonesia) antara Arief Bleder (Sandoro Satria BC Semarang), juara nasional versi ATI melawan Carlos de Lopez (Juara Nasional versi KTPI) dari sasana Hartoni Tanuwijaya BC di Kelas Bulu Yunior 53,3 Kg. Pertarungan lainnya adalah perebutan Sabuk Emas Daerah. Semua petinju, Jumad (16/9/2011) sore, sekitar pukul 18.00 Wita telah melakukan timbang badan di Hotel Silvia Maumere.


Kejuaraan tinju international ini diselenggarakan promotor tinju international asal Maumere, Damianus Wera. Promotor yang sering menggelar pertandingan tinju di Indonesia ini sengaja membawa para petinju ke Maumere dengan tujuan untuk mengangkat kembali animo tinju di tengah masyarakat Sikka. Dengan digelarnya pertarungan tinju ini, Damianus berharap nama Maumere kian terkenal di kancah international khususnya ditengah masyarakat tinju dunia.

Promotor Damianus Wera dalam kesempatan bersama Inspektur Pertandingan KTI Pusat Ebert Hutagalung, supervisior Badan Tinju Dunia WBO Mr.Anthony, dokter ring KTI Pusat dr.Eddy Herman dan Dandim Sikka dihadapan insan tinju Maumere berharap agar semua petinju bisa menunjukan kualitas pertandingan dan bermain dengan sportif. Ia juga mengajak para juri yang terlibat agar memberikan penilaian yang jujur dan jangan memihak.

Pertarungan tinju ini akan digelar di Gelora Samador da Cunha Maumere dengan harga tiket masuk sebesar Rp 20.000 dan VIP Rp 100 ribu. Dipastikan TVRI akan menyiarkan pertandingan di Maumere ini pada tayangan tundanya, gelar tinju profesional.

Isack Junior dan dua petinju Filipina serta rombongan lainnya tiba di Bandara Frans Seda Maumere Jumad (16/9/2011) sore menggunakan pesawat Batavia Airlines. Isack langsung dikalungi selendang khas Alor oleh para sesepuh asal Alor di Maumere. Begitu pula para petinju Filipina dan rombongan lainnya yang dikalungi selendang khas Maumere dengan iringan pukulan musik gong waning nan meriah. Keluar dari bandara, rombongan kemudian diarak mengelilingi kota dan dilanjutkan dengan timbang badan di Hotel Silvia.

Isack Junior mendapat kerhormatan dari sesepuh warga Alor di Maumere & manajer pelatih serta Bert Betawang dan Ernie Sanches

Partai lainnya:
Perebutan Sabuk Emas Ketua DPRD Sikka, Kelas Bantam Yunior 52,2 Kg antara Bayu Gedhe Prabowo dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 2 nasional melawan Rian Apriles Jabar dari Pasus Gym Jakarta, peringkat 5 nasional (8 Ronde).

Perebutan Sabuk Emas Bupati Lembata, Kelas Bantan Yunior 52, 2 Kg antara Jhon Bajawa dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 8 nasional melawan Yulius Lembata dari Pemda Lembata BC, peringkat 12 nasional (6 Ronde).

Perebutan Sabuk Emas Dandim Sikka, Kelas Welter 66,6 Kg antara Edi Pio Pikareuw dari Rokatenda BC Surabaya, peringkat 6 nasional melawan Elias Namang dari Citra Lembata BC Kab. Lembata, peringkat 8 nasional (6 Ronde).

Perebutan Sabuk Emas Kapolres Sikka, Kelas Bulu 57,1 Kg antara Yosmar Keffie dari Daud Ballo BC Jakarta, peringkat 2 nasional melawan Asmania dari Lubana BC Tanggerang, peringkat 6 nasional (8 Ronde).

para petinju sebelum timbang badan & kanan-kiri, Damianus Wera (promotor), Mr Anthony (WBO), Elbert Hutagalung (KTI), Dandim Sikka dan dr. Eddy Herman (dokter ring)



www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 16 September 2011

KPK Telah Turun ke Sikka

Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata telah berada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Diperkirakan mereka mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Kabupaten Sikka tahun 2009 sebesar Rp 19,7 miliar.
Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Dana Bantuan Keuangan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, Yosef Otu, Kamis (15/9/2011), di Maumere, mengatakan dia telah dimintai keterangan oleh dua penyidikdari KPK. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Bagian Kesra Sikka.
"Saya dimintai keterangan seputar kasus dana bansos sekitar 1,5 jam, bersama dengan Pak Servasius Kabu (mantan Kabag Kesra Sikka). Ada dua orang dari KPK yang memeriksa," kata Yosef Otu, yang dihubungi dari Ende, Flores, Kamis.


Yosef dan Servasius merupakan staf bupati yang memberikan pengakuan kepada panitia khusus (pansus) DPRD Sikka, tentang adanya keterlibatan Bupati Sikka, Sosimus Mitang, dalam penyimpangan dana bansos.

Hasil temuan pansus, penyimpangan dalam kasus ini mencapai Rp 19,7 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang hanya Rp 10,7 miliar.

DPRD Sikka telah mengeluarkan keputusan lewat rapat paripurna pada 4 Juli 2011, melaporkan kasus ini ke KPK.(kompas)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Kasus Dana Bansos Sikka Ditangani KPK

Kasus korupsi dana bantuan sosial pada Sekretariat Daerah Sikka akan ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. Selama kasus korupsi yang merugikan negara senilai Rp 10,7 miliar itu ditangani aparat kejaksaan dan kepolisian di Nusa Tenggara Timur, tidak akan tuntas.Kasus itu terungkap akhir Juni 2011, tetapi belum satu orang pun pun ditetapkan sebagai tersangka. Selama tahun 2011 penangakan kasus korupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkesan jalan di tempat.
Dari kasus sarana kesehatan di RSUD WZ Yohannes Kupang senilai Rp 13,5 miliar yang sudah dihentikan penyidikan oleh Polresta Kupang, korupsi sarana kesehatan di RSUD Larantuka, Flores Timur senilai Rp 6,5 miliar, dan sampai kasus korupsi dana bantuan sosial senilai Rp 10,7 miliar. Semua itu tidak pernah diproses sampai tuntas.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Nusa Tenggara Timur, Sarah Lery Mboeik di Kupang, Kamis (11/8) mengatakan, DPD telah mendorong kasus korupsi dana bantuan sosial pada Setda Sikka senilai Rp 10,7 miliar , dana sarana kesehatan RSUD WZ Yohannes Kupang dan dana sarana kesehatan RSUD Larantuka agar BPK melakukan audit administrasi BPK. Hasil audit itu menunjukkan terjadi penyimpangan yang luar biasa.

"Semua pejabat di daerah itu memanfaatkan dana sesuai kepentingan pribadi dan kelompok, antara lain untuk membiayai kuliah kedokteran anggota keluarga, belanja di toko-toko, biaya perjalanan pejabat Pemda dan anggota DPRD Sikka, dan lainnya. Singkatnya, sejumlah pejabat dengan seenaknya menggunakan dana itu, diluar ketentuan yang berlaku," kata Mboeik.

Penanganan kasus korupsi di NTT tidak mengalami kemajuan. Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena itu KPK didorong menangani kasus-kasus korupsi itu.

Meski kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang atau saksi terkait kasus itu, tetapi kalau pemeriksaan itu tidak mempunyai tujuan tertentu yakni kerugian Negara, dan mendorong kasus ini masuk tingkat penyelidikan maka sulit terungkap.

Kepala Seksi Penyuluhan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Muib, di Kupang, Kamis (11/8) mengatakan, Kejaksaan Tinggi NTT sampai hari ini belum menetapkan status tersangka kasus korupsi dana bantuan social kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur senilai Rp 10,7 miliar. Sepuluh orang yang diperiksa masih sebatas saksi dan terperiksa.

Pemeriksaan terakhir dilakukan terhadap tiga pegawai inspektorat Sikka yakni Firmus Satu, Ansel Esau, dan Ade Nong. Tetapi ketiganya tidak masuk kategori sebag ai saksi, hanya orang yang terperiksa.

"Mengungkap kasus ini tidak gampang, butuh waktu. Kami minta masyarakat bersabar. Meski sedikit tersendat, tetapi pasti akan terungkap sampai tuntas," kata Muib.(Kompas)

foto: aksi salah satu elemen mahasiswa (GMNI) di halaman DPRD Sikka, mentuntut KPK tangani kasus bansos Sikka

wwww.inimaumere.com

Selengkapnya...

Servas dan Yos Tolak Diperiksa Jaksa

Terkait Kasus Dana Bansos di Sikka
Servasius Kabu, mantan Kabag Kesra Setda Sikka dan Yosef Otu, mantan Bendahara Bagian Kesra Setda Sikka kembali menolak diperiksa jaksa Kejati NTT. Keduanya bersih keras hanya mau diperiksa oleh KPK mengenai dugaan korupsi dana Bansos di Bagian Kesra. Catatan Flores Star, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT sudah empat kali melayangkan surat panggilan kepada Servas dan Yos untuk datang ke Kupang guna diminta keterangan terkait kasus dana bantuan sosial. Namun keduanya tidak mau ke Kupang antara lain dengan alasan tidak ada dana dan keduanya hanya mau diperiksa oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Surat panggilan dari Kejati NTT, dibawa oleh penasehat hukum keduanya, Marianus Renaldy Laka, S.H. Kepada Flores Star, Senin (12/9/2011), Laka mengatakan sudah menyampaikan surat panggilan jaksa itu kepada Servas dan Yos melalui istri masing-masing. Tanggapan keduanya terhadap panggilan jaksa tersebut, kata Laka, tetap sama yakni hanya mau diperiksa oleh KPK.

“Saya yang bawa surat itu dari Kejati NTT mengharapkan kedua saksi ini bisa hadir di Kupang pada hari Selasa (13/9/2011) agar bisa diperiksa. Saya sudah serahkan surat panggilan itu hari Sabtu (10/9/2011) siang setelah turun dari pesawat dari Kupang. Surat panggilan itu sudah diterima istri Servas dan Yos dirumah mereka. Saya sudah sampaikan melalui istri mereka bahwa ada surat panggilan dari jaksa di Kupang. Namun pada Sabtu (10/9/2011) malam Servas dan Yos menegaskan tidak mau ke Kupang guna menemui Kejati NTT. Mereka mau tunggu KPK dan hanyalah ke KPK mereka mau memberikan keterangan,” kata Laka.

“Keduanya telah siap menerima segala resiko hukum terkait sikap mereka,” kata Laka.
Sebagai kuasa hukum Laka mengaku sudah memberikan penjelasan bahwa jaksa membutuhkan keterangan mereka dan mengharapkan keduanya agar koperatif, namun keduanya tetap pada pendirian, tidak mau diperiksa oleh jaksa.

“Menurut jaksa di Kejati NTT, akhir september ini kasus dana bansos sudah dinaikan ke penyidikan. Jadi jaksa berharap agar Kabu dan Otu bisa ke Kupang untuk memberikan keterangan. Kejati NTT melalui Asintel, Sang Ketut Mudita, S.H waktu bertemu dengan saya malah akan memberikan uang transpor untuk Kabu dan Otu ke Kupang, tetapi saya tidak mau terima. Saya hanya sampaikan kalau saya akan sampaikan harapan dan surat panggilan tersebut kepada mereka. Mereka sudah bersikap tidak mau ke Kupang dan hanya mau ke KPK,”katanya.

Laka menjelaskan pihaknya juga sebagai kuasa hukumnya juga mengharapka agar KPK yang menangani kasus tersebut. Namun, jika Kejati NTT yang menangani, maka pihaknya tidak akan melakukan intervensi.
Tidak Datang Tidak Apa-apa
Humas Kejati NTT Muib S.H menagatakan jaksa akan mengambil sikap dan membahas sikap Servas Kabu dan Yos Otu yang tidak mau diminta keterangan oleh jaksa. Jakasa akan tetap bekerja untuk mengungkap kasus dana bansos di Sikka.

"Kalau mereka tidak datang tidak apa-apa. Kami kerja terus. Masih banyak alat bukti yang kami kejar. Kami kerja ada ketentuan dan harus lapor ke Kejagung di Jakarta. Kami sudah buat panggilan dan surat panggilan itu dibawa oleh kuasa hukum mereka. Kami sudah sampaikan agar keduanya koperatif. Kepada kuasa hukum mereka, juga kami sampaikan agar bisa memberikan masukan yang baik agar kasus ini bisa diungkap. Masalah KPK atau Kejati NTT yang tangani, juga sudah kami jelaskan bahwa jika kasus korupsi sudah ditangani jaksa, maka KPK hanya melakukan supervisi saja," kata Muib. (/flores star/ris)
www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Monday, 12 September 2011

Sambut Baru

Seorang teman bercerita bahwa dia mendapat undangan untuk menghadiri pesta sambut. Jumlahnya ada 23. Semuanya undangan dari kerabat dekat dan teman baik. Dia mengganggap undangan untuk menghadiri syukuran tersebt merupakan kehormatan. Artinya bahwa yang punya hajatan masih mengingatnya, ditengah segala kesibukan mempersiapkan pesta bagi si kecil. Dengan undangan yang cukup banyak tersebut, dia harus mengatur jadwal sebaik mungkin agar semuanya bisa dihadiri. Dengan 23 buah kartu undangan, dia pun harus berjaga-jaga agar bisa terhindar dari makanan berkoresterol dan nikmatinya moke (minuman tradisional berakhol). Sambut Baru bagi dia merupakan saat yang tepat menghilangkan sumpek ditengan rutinitas sehari-hari dalam setahun. Ditempat pesta, dia bisa kembali bertemu para sahabat dan kenalan, bisa tertawa, bercerita ditengah dentuman musik dan orang-orang yang menghibur diri dalam hanyut irama lagu daerah.


Sambut Baru sebenarnya merupakan bagian penting dari kultur sakramen bagi penganut katolik dimana seseorang didepan altar gereja secara iman mendapat pengakuan. Dalam iman katolik secara resmi menerima Sakramen Ekaristi. Sambut Baru menjadi moment pengungkapan syukur atas rahmat sakramen ekaristi yang diterima yang meneguhkan eksistensi seorang Kristen dalam perjamuan bersama . Pengakuan ini bagi sebagian besar keluarga katolik di daratan Flores dirayakan dengan meriah. Dengan pesta seharian. Padahal dibuat sesederhana mungkin pun tak jadi soal.

Bagi anak-anak katolik seusia kelas 5 SD (Sekolah Dasar), sambut baru merupakan hadiah paling indah dalam hidup kanak-kanaknya. Pada hari menjelang dan seusai menerima sakramen, anak-anak ini akan mendapat perhatian lebih dari orang-orang terdekatnya. Dia merasa bak seorang pangeran dan putri kerajaan. Hadiah bertumpuk, setiap detik adalah waktu yang menyenangkan. Teman-teman dan adik kakaknya hanya menatap iri. Dengan segala kemampuan keluarganya akan mempersiapkan pesta untuk membahagiakannya. Uang yang keluar untuk sebuah hajatan, tak dihitung, asal anak senang orang tua turut bahagia.

Maka, kota kecil yang telah terbiasa disengat mentari terik akan bewarna-warni saat puncak acara. Anggaran yang yang disediakan untuk sebuah hajatan bukanlah kecil. Dan bagi para orang tua berapapun biaya tak jadi soal. Hal inilah yang beberapa tahun belakangan menimblkan pro dan kontra ditengah masyarakat. Bahkan gereja pun terpaksa menghimbau agar umatnya mengadakan pesta sesederhana mungkin. Uang untuk hajatan bisa dialihkan untuk persoalan yang lebih mendesak. Tapi tetap saja. Himbauan ataupun kritikan tak mampu menyurutkan para keluarga membahagiakan anaknya. Akhirnya sampai dengan saat ini, saat sambut baru, kota kecil ini tetap ramai dengan dentuman musik dari segala sudut. Pesta meriah terus berlangsung.

Sebagian masyarakat masih menggangap bahwa pesta sambut baru adalah sebuah tradisi turun temurun. Sejak dari jaman bapak ibunya masih kecil, pesta seperti ini sudah ada, bahkan lebih meriah. Susah memang.

Maka pada hari pesta sambut baru, jika Anda berada di Flores, maka jangan kaget. Sebab jika mau berpergian ke suatu tempat bisa terhadang tenda pesta yang berdiri mengangkangi jalan.

Dijalanan hampir semua orang hilir mudik dengan pakaian rapi, sepatu licin mengkilap. Mereka berkunjung dari satu rumah, kerumah lain. Makan enak, bertemu sobat lama, keluarga, minum seteguk moke, dan bergoyang. Semua menikmati dengan kemeriahan yang cuma terjadi satu tahun sekali. Lantas kemudian, jika undangan ditangan masih ada, para tamu akan pamit dan kemudian beranjak ke undangan berikutnya.

Hampir rata-rata yang membuat syukuran sambut baru, menggelontorkan dana tidak sedikit. Tanggal 11 September 2011 ini, di Paroki St. Thomas Morus Keuskupan Maumere ada 441 anak sambut baru yang serentak dilaksanakan penerimaan sakramen ekaristi di gereja Thomas Morus dan Gereja Centrum. Dengan asumsi 5 juta rupiah per pesta maka potensi pengeluaran pesta sambut baru lumayan besar. Pengeluaran ini belum termaksud pesta di luar kota Maumere. Ada gurauan, jika anak minta uang untuk beli pensil maka orang tua akan menjawab “uang tidak ada”, namun untuk pesta ada uang. Sepertinya orang tua lebih mengutamakan pesta sambut baru daripada kepentingan pendidikan anak.


Tapi inilah kenyataan yang terjadi di Maumere. Sebenarnya dana yang dikeluarkan lebih bermanfaat bagi kepentingan sekolah sang anak. Pesta bisa dirayakan dengan sesederhana saja. Namun untuk memuwujudkan dan menyadarkan sebagian besar keluarga bukanlah perkara gampang. Sudah seringkali dihimbau tetap setiap tahun perayaan sambut baru berlangsung dalam suasana meriah. Epen?? Emang penting??Tanya mereka...hahahaha

Dan sambut baru benar-benar menjadi pesta rakyat. Dari siang hingga malam, sejumlah warga hilir mudik dari satu hajatan ke hajatan lain. Lebih lucunya lagi ada dua pom bensin yang tidak beroperasi. Entah berkaitan dengan pesta sambut baru (memberi kesempatan bagi karyawannya) ataukah ada alasan tertentu, namun penutupan ini tak seperti lazimnya. Selain itu warung-warung makan, jajanan ikan bakar dan lain-lain yang dimiliki oleh penduduk lokal menghentikan kegiatannya sementara. Sepertinya sambut baru telah menyedot perhatian ekstra.

Ah, kelamaan nulis jadi lupa kalo siang ini harus ke pesta sambut baru. Sobat lama mengundang. Putra pertamanya sambut baru. Lumayanlah, mau isi perut dan minum segelas moke. Anda mau? Epeennnnn..(oss)

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---