Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Saturday, 3 December 2011

PORKAB Sikka Berakhir, Alok Barat Juara Umum

Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) Sikka 2011 berakhir hari ini, Sabtu (3/12/2011). Wakil Bupati Sikka Wera Damianus menutup secara resmi Porkab Sikka 2011 yang ditandai dengan penurunan bendera Porkab. Porkab Sikka 2011 antar kecamatan yang baru pertama kali diadakan akhirnya melahirkan Kecamatan Alok Barat sebagai juara umum. Pekan olah raga tersebut digelar sejak tanggal 26 November 2011, mempertandingkan empat cabang olahraga yakni Sepak bola, bola voley, sepak takraw dan atletik, diikuti 21 kecamatan. Dari 21 Kecamatan, 14 kecamatan menyabet medali sedang 7 kecamatan pulang tanpa medali. Sebelum upacara penutupan yang berlangsung di Gelora Samador da Cunha Maumere, dipertandingankan final sepakbola antara Kecamatan Paga melawan Kecamatan Kangae. Kedua tim menerobos partai final setelah menyingkirkan lawan-lawannya. Di semifinal Paga mengkandaskan perlawanan Alok Barat dan Kangae atasi Kewapante.


Pada penutupan petang hari tadi, KONI Sikka juga mengadakan lomba lari Maumere 10 K yang diikuti 135 atlet lari. Lomba lari dengan peserta umum yang mengambil garis start di Waiara akhirnya dimenangkan pelari Sarman Rajaleu dari Magepanda. Sebagai juara, Sarman mendapat hadiah uang sebesar Rp 5 juta dari total Rp 12 juta yang diperebutkan.

Sarman Rajaleu, atlet harapan Sikka pada lomba lari Maumere 10 K membukukan catatan waktu 39 menit 14,94 detik. Salman menyingkirkan Marselinus Bugu dari SMAN Paga dengan catatan waktu 42 menit 25,81 detik di peringkat kedua dan Eduardus Marinol dari Lela 45.49,09. Selain Maumere 10 K, Sarman pada Porkab Sikka 2011 juga menyapu medali emas pada nomor 5000 meter putra dan 1500 meter putra.

Pada partai final sepakbola secara luar biasa anak-anak dari Kecamatan Paga menggilas kesebelasan Kecamatan Kangae dengan skor telak 6:1 untuk meraih medali emas. Sedangkan di cabang bola voley, atlet-atlet dari Kecamatan Alok Timur merebut medali emas setelah mengkandaskan perlawanan alot Kecamatan Hewokloang. Medali perunggu untuk cabang bola volley diraih atlet-atlet dari Kecamatan Koting.

Porkab Sikka 2001 yang bertujuan menjaring atlet-atlet berbakat untuk persiapan menghadapi Pordafta 2013 di Kabupaten Ende dan kompetisi lainnya diikuti 21 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sikka dengan total medali yang diperebutkan sebanyak 30 medali, yakni emas 10, perak 10 medali dan perunggu 10 medali.

Upacara penutupan Porkab Sikka 2011yang disemarakan dengan parade marching band dari pelajar SMPK Yapenthom I terlihat tak dikonsep dengan baik. Secara umum upacara penutupan terkesan asal jadi. Semoga ditahun-tahun berikutnya panitia bisa bekerja lebih maksimal.

Salah satu atlet peserta Lomba Lari Maumere 10 K pingsan saat menyentuh garis finish & Partai sepak bola Paga (Putih) VS Kangae..


PERINGKAT JUARA PERCABANG OLAHRAGA:

ATLETIK:
1. Magepanda: 2 Emas
2. Lela: 1 Emas 3 Perak
3. Talibura: 1 Emas 4 Perak 1 Perunggu

SEPAK BOLA:
1. Paga : 1 Emas
2. Kangae: 1 Perak
3. Alok Barat: 1 Perunggu

BOLA VOLEY:
1. Alok Timur : 1 EMAS
2. Hewokloang: 1 Perak
3. Koting: 1 Perunggu


SEPAK TAKRAW:
1. Alok Barat: 1 Emas
2. Talibura: 1 Perak
3. Alok: 1 Perunggu


PERINGKAT PEROLEHAN MEDALI:
1. Alok Barat : 2 emas 1 perunggu (JUARA UMUM)
2. Magepanda: 2 emas
3. Paga : 2 emas
4. Lela: 1 emas 3 perak
5. Talibura: 1 emas 1 perak 4 perunggu
6. Nita : 1 emas 1 perak
7. Alok Timur: 1 emas
8. Palue: 1 perak 2 perunggu
9. Kangae: 1 perak 1 perunggu
10. Kewapante: 1 perak
11. Mego: 1 perak
12. Hewokloan: 1 perak
13. Alok : 1 perunggu
14. Koting: 1 perunggu



www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Maumere Gelar Q! Film Festival

Maumere pada tanggal 6 hingga 11 Desember 2011 akan menjadi tuan rumah pegelaran Q! Film Festival (QFF), Festival film yang bertemakan LGBTIQ, HAM, dan HIV/AIDS yang diusung oleh Q-munity, sebuah lembaga nirlaba yang mengkhususkan di bidang seni. Selama kegiatan di Maumere, QFF bekerjasama dengan Yakkestra (Yayasan Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat Flores-Lembata) dan Toko Buku Gramedia yang menyediakan lokasi pemutaran film. Kegiatan ini didukung weblognya orang Maumere www.inimaumere.com, Toko Buku Gramedia, Sonia FM, Rogate FM, Pos Kupang, Flores Star, serta Raja Jaya Motor. Q! Film Festival adalah ajang tahunan yang memutar film-film alternatif bertema kesetaraan gender dan keragaman identitas seksual dan kini telah memasuki gelaran ke-10.
Di Maumere, film-film Indonesia berkualitas karya para sutradara terkenal di Indonesia telah disiapkan untuk diapreasiasi bersama.

Kegiatan QFF di Kota Maumere bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai isu-isu teraktual tentang LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex dan Questioning), wanita maupun humanrigts secara keseluruhan.
Untuk mengembangkan jangkauannya, sejak beberapa tahun lalu Q! Film Festival mulai diputar di lebih dari 10 kota di Indonesia. Maumere menjadi kota kedua di wilayah Indonesia Timur setelah Makasar yang menggelar Q!FF.


Selama penyelenggaraannya, Q Film Festival telah memutar lebih dari 800 judul film yang dihadiri oleh sekitar 160.000 pengunjung.
Selain memberi pilihan tontonan, festival film ini juga memiliki misi untuk berbagi dan mengangkat wacana lesbian, gay, bisexual, transvestites (LGBT)—sebagai bentuk dukungan atas kebebasan berekspresi dan keberagaman orientasi seksual.

Tahun 2010 lalu, QFF mendapat reaksi dan ancaman keras dari fundamentalis, ekstrimis, dan kelompok agama, namun Q!FF terus berjalan dan pegelaran QFF 2011 di Jakarta telah menayangkan 86 film dari 25 negara di seluruh dunia. Tahun ini Q!FF mempunyai dua orang direktur festival, yaitu: Meninaputri Wismurti dan Ahmad Hally.


Pada pegelaran Q!FF 2011 di Maumere, menurut rencana Film “Perempuan Punya Cerita” karya gabungan sutradara perempuan Upi Avianto, Nia Dinata, Fatimah Rony, Lasjah F. Susatyo yang bercerita tentang isu-isu perempuan dan perjuangan mereka akan menjadi film pembuka festival.

“3 Doa 3 Cinta” dan “Khalifah” karya sutradara Nurman Hakim juga ikut memarakkan.

Selain itu juga, karya gabungan sutradara Sammaria S., Sally Anom S., Yosep Anggi N., Daud Sumolang, dan Nitta Nazyra C. Noer dalam karyanya “Working Girls” serta Ani Erna Susanti, Iwan Setiawan, Muhammad Ichsan, Lucky Kuswandi, dan Ucu Agustin dalam “Pertaruhan” kembali mengangkat isu perempuan dan permasalahan hidup mereka.

Film “Cin(t)a” karya Sammaria Simanjuntak bercerita tentang perjuangan mendapatkan cinta dari sepasang kekasih yang berbeda latar belakang akan diputar pada akhir kegiatan dan ditutup dengan film “Madame X” dari sutradara Lucky Kuswandi, mengisahkan tentang seorang pahlawan super pembela kaum minoritas.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Bandara Frans Seda-Maumere Diperpanjang

Bandara Frans Seda di Kabupaten Sikka, NTT, diperpanjang menjadi 2.250 meter dari sebelumnya 1.850 meter atau bertambah 400 meter. Sedangkan lebar landasan tetap sama,30 meter.
Demikian dijelaskan Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Leonardus Paseli Soba ditemui di Ruang Kerjanya, Selasa (29/11/2011).
Penambahan panjang landasan pacu, kata Leo maka Bandara Frans Seda sudah bisa menjadi bandara Alternatif bagi Bandara Eltari Kupang.
“Jika sudah selesai nanti, ini bisa jadi bandara alternatif untuk Eltari Kupang. Kalau Kupang cuaca buruk dan pesawat tidak bisa mendarat, maka bisa dialihkan ke Frans Seda,” kata Leo.

Selama ini, jelas Leo, jika pesawat tidak bisa mendarat di El Tari Kupang mereka kembali ke Surabaya atau Denpasar-Bali. Sebab belum ada Bandara alternatif untuk pendaratan.

Boeing 737 Seri 300 dengan kapasitas penuh 148 tempat duduk, misalnya, sudah bisa mendarat di Frans Seda.(pos-kupang/tribunnews.com)
Selengkapnya...

Thursday, 1 December 2011

Magepanda Sementara Pimpin perolehan Medali

PORKAB Sikka 2011
Magepanda memuncaki perolehan sementara medali sampai hari ke-5 penyelenggaraan PORKAB (Pekan Olah Raga Kabupaten) Sikka 2011 di Maumere dengan mengumpulkan 2 emas. Magepanda mendepak Kecamatan Lela yang di hari sebelumnya berada diposisi pertama dengan raihan medali 1 emas dan 3 perak. Adalah sprinter andalannya, Saman Rajaleu yang menambahkan satu lagi medali emas bagi kontingen Magepanda lewat cabang Atletik 1500 meter putra. Daftar perolehan sementara medali tersebut masih dari cabang ateltik. Sedangkan tiga cabang lainnya yakni sepakbola, sepak takraw dan bola volley masih berkompetisi. Pada pertandingan Bola Voley kemarin, Rabu (30/11/2011), Lela menang 2:0 atas Alok, Paga dan Alok Barat menang WO atas lawan-lawannya yakni Waiblama dan Talibura. Kecamatan Nita kandaskan Koting 2:0, Waigete atasi Hewokloang 2:0.


Sepakbola yang hari ini dijadwalkan memasuki babak semifinal, Alok Barat menang 2:0 atas Lela, Alok imur kalah 2:4 dari Kewapante lewat adu pinalti. Sedangkan pertandingan lainnya antara Paga melawan Magepanda dan Alok dengan Kangae ditundfa sementara setelah terjadi protes dari beberapa tim. Lihat daftar lengkap perolehan medali.

Magepanda 2 emas,
Lela 1 emas 3 perak
Nita 1 emas 1 perak
Talibura 1 emas 3 perunggu
Paga 1 emas 3 perunggu
Palue 1 perak 2 perunggu
Mego 1 perak
Kangae 1 perunggu

Final sepakbola dijadwalkan berlangsung di Stadion Samador bertepatan dengan penutupan Porkab Sikka 2011. Pada hari terakhir pula, Samador akan menjadi saksi sejarah sang juara pada kompetisi perebutan medali emas atelatik lari 10 K (10 Kilometer). Direncanakan Nangahure menjadi awal start para pelari dan berakhir atau finish di Samador da Cunha Maumere sebelum upacara penutupan. Keduanya berlangsung dihari terakhir, Sabtu 3 Desember 2011.

Porkab Sikka 2011 merupakan ajang olahraga yang bertujuan untuk menjaring atlet-atlet berkualitas dari tiap kecamatan yang akan dipersiapkan menghadapi PORDAFTA 2O11 di Ende.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Kabupaten Sikka Kekurangan 600 Guru

Tahun 2011 ini, dunia pendidikan Kabupaten Sikka boleh sedikit berbangga. Karena sebanyak 26 sekolah terdiri dari SLTP dan SMA mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui dana Blok Grand untuk pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas.
Meskipun sampai November 2011, jumlah tenaga pendidik atau lebih lazim disebut guru mencapai lebih dari 40 ribu orang, Kabupaten Sikka ternyata saat ini tengah mengalami kekurangan guru sebanyak 600-an orang. Kekurangan itu terjadi di semua jenjang pendidikan, terutama jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD).
"Sekarang kita mengalami kekurangan guru lebih dari 600 orang. Angka itu belum termasuk guru-guru yang akan memasuki pensiun pada April 2012. Kekurangan itu merata di semua jenjang pendidikan. Yang paling banyak mengalami kekurangan yakni guru SD," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka, Yohanis Rana, pekan lalu di ruang kerjanya.

Yohanis menjelaskan, sampai dengan November 2011, jumlah guru di Kabupaten Sikka sebanyak 40 ribu orang. Kekurangan ini terjadi pada tahun ajaran 2011. Diyakini akan terjadi pula pada tahun 2012, karena April 2012 banyak guru yang akan memasuki masa pensiun. Itu artinya, lanjut Yohanis, Kabupaten Sikka akan mengalami kekurangan lebih dari 600 guru, bahkan bisa mencapai lebih dari 800 orang.

Perkiraan jumlah kekurangan guru, jelas Yohanis, dihitung dari jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran dengan jumlah guru dalam satu sekolah. Rata-rata per mata pelajaran minimal 2 sampai 6 jam pelajaran dalam satu minggu. Sedangkan jumlah mata pelajaran, diantara, SD dan SMP 10, sedangkan SMA/SMK bervariasi.

Yohanis mengatakan, untuk mengatasi masalah kekurangan guru itu, setiap sekolah diberi kesempatan melakukan rembuk bersama dengan Komite Sekolah mencari solusi. Salah satu yang dilakukan selama ini yakni sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan guru, menerima guru honor yang gajinya dibayar oleh Komite Sekolah.

"Kita beri kebijakan kepada sekolah dan komite untuk mencari guru dan membayar gaji dari komite. Dan banyak sekolah di Sikka sudah melakukan itu," jelasnya.

Meski begitu Yohanis mengaku, kalau guru honor terutama honor komite mendapatkan gaji di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Selain gaji yang relatif sangat rendah, guru-guru honor juga dibebankan tugas yang sangat banyak. Biasanya yang terjadi, guru-guru PNS salah memanfaatkan keberadaan guru honor komite itu.

Tidak dapat dipungkiri lagi, lanjut Yohanis, guru-guru honor ini dibebankan tugas yang berlebihan oleh guru-guru PNS. Dengan alasan ke Kantor Dinas atau berbagai alasan lain, guru-guru PNS meninggalkan sekolah dan memberi beban tugas kepada guru honor komite.

"Dalam setiap kesempatan, saya menyampaikan, agar setiap guru ke dinas membawa buku tugas dari sekolah masing-masing. Buku tugas itu dimaksudkan untuk mengontrol kinerja guru-guru, artinya kalau kedatangan mereka ke dinas karena tugas yang diberikan sekolah. Biasanya alasannya ke dinas ternyata pergi ke mana-mana," katanya.

Selain memberi kebijakan itu, Dinas PPO Sikka, katanya, telah dengan berbagai cara melakukan agar kekurangan guru di wilayah Kabupaten Sikka dapat teratasi. "Pada prinsipnya, kita tidak menghendaki murid atau peserta didik menjadi korban dari kekurangan guru. Karena itu, selain meminta agar sekolah dan komite sekolah rembuk bersama, Dinas PPO juga sudah melakukan rapat dan berkoordinasi dengan Dinas PPO Provinsi. Kita berharap masalah ini dapat diatasi," katanya.

Data yang dihimpun koran ini dari Dinas PPO Kabupaten Sikka menyebutkan, jumlah SMA 16 unit, SMK 12, SMP 68, SD 328, TKK 68, PAUD 116.

Terpisah, Bupati Sikka, Sosimus Mitang juga mengakui, selain masih mengalami kekurangan ruang kelas dan berbagai fasiltas pendukung, Kabupaten Sikka saat ini tengah mengalami kekurangan guru. Kepada wartawan, Sosimus mengatakan, dalam mensiasati kekurangan guru yang trejadi saat ini, untuk tahun 2011, belum ada kebijakan pusat membuat suatu keputusan yang pasti.

Jadi untuk sekarang, jelas Sosimus, kebijakan pemerintah pusat untuk membangun penataan penyebaran guru. Menteri yang membuat keputusan yakni Menpan, Mendikbud, Meneg Agama dan Mendagri. "Tentu keputusan ini akan lebih mempertajam lagi tenaga pendidik," katanya.

Menurut Sosimus, kriteria guru yang disebut bersertifikasi itu seperti apa? Ini yang menjadi pekerjaan para menteri dalam keputusannya nanti. Kebijakan pemerinah pusat saat ini tidak ada penambahan PNS baru. Para kepala Dinas PPO di semua kabupaten termasuk di Kabupaten Sikka harus membuat kebutuhan mendasar guru dari semua jenjang pendidikan.

Misalnya, yang standar, berapa jumlah guru SD, SMP dan SMA. Terkait dengan adanya guru honor komite yakni kebijakan Dinas PPO Kabupaten, Sosimus mengatakan, harus melalui standar kebijakan secara nasional sehingga komite dan sekolah mempunyai pedoman yang sama di seluruh Indonesia.(kr5/ays/jpnn)

www.inimaumere.com


Selengkapnya...

Tuesday, 29 November 2011

Maumere Setelah Satu Tahun

Semenjak kepergian saya ke Maumere 1 tahun yang lalu, alam Flores yang masih 'membumi' terus memanggil manggil saya untuk kembali mengunjungi pulau ini.
Begitu saya tiba di Maumere, saya merasa ini lah rumah ketiga bagi saya. (Jakarta yang pertama, Melbourne yang kedua ^_^)
Saya sangat banyak mendapat pelajaran berharga dari perjalanan ini. Yaitu pelajaran untuk menghargai kehidupan dan mensyukurinya di dalam keadaan kekurangan sekalipun. Saya dan mereka pada dasarnya sama, sama-sama hidup dalam kemiskinan namun dalam bentuk yang berbeda. Mungkin mereka miskin beruntung dalam hal ekonomi, tapi secara spiritual mereka jauh lebih kaya dari saya.Ketika kami tiba di Maumere, cuaca sedikit sejuk dikarenakan hujan. Saya masih ingat dengan jelas kondisi Maumere pada kunjungan pertama saya. Waktu itu, udara sangatlah panas, sungai-sungai kering dan dapat terlihat kondisi tanah yang merekah karena kemarau berkepanjangan.

Kali ini, pemandangan yang saya lihat sedikit berbeda. Lebih hijau dan lebih berair. Dimana-mana dapat terlihat kebun jagung yang berumur satu-dua bulan. Kalau curah hujan tetap tinggi untuk beberapa minggu (atau bulan) ke depan, tanaman itu dapat segera berbunga dan kemudian menghasilkan panen. Dulu, kebun-kebun jagung itu hanyalah merupakan lahan kosong yang kering.

Perjalanan dari bandara menuju biara Karmel, tempat dimana kami menginap, memakan waktu sekitar 20 menit, melalui pusat kota Maumere yang sudah banyak terjadi pembangunan dimana-mana dalam satu tahun terakhir. Sudah ada sebuah 'mall' (jangan bayangkan gedung 3-5 lantai yang mewah nan megah seperti mall-mall di Jakarta) yang terlihat lumayan OK, namun kosong tidak ada pengunjung karena pada dasarnya penduduk setempat tidak memiliki daya beli.

Di tengah perjalanan, saya sempat menengok sebuah sungai besar yang melintasi kota Maumere, yang tahun lalu tidak berair sama sekali (lihat foto di samping). Ternyata di sana sudah dapat terlihat sedikit aliran air walaupun masih tergolong sedikit sekali karena masih ada timbunan tanah di badan sungai tersebut yang menjadi tempat untuk kambing merumput. Perjalanan menuju biara tidak terasa karena saya terkesima melihat banyak pemandangan baru semenjak kunjungan saya sebelumnya.

Perjalanan ke Flores selalu memberi makna tersendiri bagi saya. Kali ini, saya mendapat kesempatan untuk "bermain bersama anak-anak PAUD", dan juga melihat 'the real' Flores yaitu ketika saya ke Bajawa (6-8 jam dari kota Maumere dengan kendaraan melalui jalan pegunungan yang berliku-liku). Pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya selama hidup saya, dan yang akan selalu terekam dalam pikiran saya.

Sebenarnya, tidak hanya pemandangan alam, pegunungan, sawah, danau, taman laut, air terjun, dan pemandian mata air panas saja yang memikat saya. Melainkan, adalah berkenalan dengan penduduk setempat yang bersahabat, ikut merasakan hidup mereka yang sederhana, terlepas dari kebisingan kota, memberikan saya sebuah perasaan kagum, salut, dan juga malu terhadap diri sendiri.

Di tengah kesederhanaan mereka, mereka tidak mengeluh, mereka hidup apa adanya dan tidak pernah merasa "terlalu sibuk" untuk meluangkan waktu beribadah.

Menjadi sebuah hal yang biasa bagi mereka, memakan beras 'raskin' - beras miskin - yang capnya saja sudah tidak enak didengar oleh telinga.

Ketika saya tanya seorang bapak "apakah beras masih sulit didapat?" jawabnya, "yaah,... kami mendapat jatah raskin yang biasanya sudah habis sebelum jatah berikutnya tiba." dengan nada bicara yang 'biasa' dan senyuman.

Ketika bermain dengan anak-anak PAUD, lagi-lagi saya terenyuh melihat mereka yang dengan riang gembira, tanpa beban, datang ke sekolah dengan sepatu yang sol-nya sudah tidak ada. Di sekolah pun, mainan bekas yang menurut saya tampak usang pun menjadi sangat berarti bagi mereka.

Pengalaman ini mengajarkan saya banyak hal, terutama menunjukkan saya indahnya sisi lain dari kehidupan yang tidak serba komersil, dan memberi saya semangat baru untuk kembali melanjutkan kesibukan saya di Melbourne. Saya merasa apa yang saya punya ini memang selayaknya dibagikan untuk mereka yang lebih membutuhkan.

Apa yang dapat saya kerjakan adalah bagian saya, apa yang mereka kerjakan adalah bagian mereka, dan bersama-sama kami adalah satu karena kami saling melengkapi.(diceritakan oleh Elsa di http://ribbon-of-love.blogspot.com)

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Siswa di Maumere Gelisah Usai Nonton Film Porno

Tim Relawan untuk Kemanusian Flores atau yang sering disebut TRuK F menemukan sejumlah pengakuan siswa SMP dan SMA di Kota Maumere yang sering mencari situs porno di warnet-warnet yang ada di kota ini. Berdasarkan pengakuan para pelajar di Kota Maumere selesai menonton film porno yang dicari di internet mereka gelisah usai menonton adegan panas tersebut.
Mereka juga mengaku sering ke warnet karena ada tugas dari guru di sekolah dan berada di warnet 1-3 jam lamanya.
"Kami dari TRuK F Maumere pada tahun ini ada kegiatan sosialisasi tentang kekerasan seksual di beberapa sekolah di Kota Maumere baik SMP dan SMA.Dalam sosialisasi itu ada hal-hal yang kami angkat bagaimana mencegah agar tidak adanya kekerasan seksual. Salah satu yang kami angkat yakni masalah situs porno yang sering dicari pelajar saat berada di warnet.

Saat sosialiasi kami tanya bagaimana perasaan adik-adik habis nonton film porno. Mereka semua jawab kami gelisah," kata Heni Hungan, staf TRuK F yang didampingi rekannya Ice Fernandes, di Kantor TRuK F Maumere, Senin (28/11/2011) siang.

Pengakuan dan penjelasan para siswa saat mengikuti sosialiasi, kata Heni, sungguh membuat TRuK F prihatin. Pasalnya, berdasarkan pengakuan para pelajar mereka ke warnet mencari tugas tanpa didampingi guru mereka.

"Menyuruh anak ke warnet lalu mencari ilmu adalah hal yang sungguh merugikan anak. Anak dididik untuk menjadi manusia instant. Kenapa tidak suruh anak baca buku dari cari buku di perpustakaan atau di toko buku. Jangan suruh ke warnet ini kan sangat merugikan masa depan anak. Anak selesai mencari tugas pasti mencari film porno tanpa mereka diawasi," kata Heni.

Menyikapi masalah itu, lanjutnya, pihaknya menyarankan kepada sekolah agar mendampingi anak saat ia berada di warnet. Jika di sekolah ada warnet maka jangan biarkan anak ke warnet lain sehingga tidak diawasi.(Pos-kupang.com)

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---