Suasana yang tentram dan nyaman saat pergantian tahun membuat Kapolres Sikka AKBP Ghiri Prawijaya atas nama institusi Polri dan TNI meyampaikan terima kasih kepada masyarakat di Kabupaten Sikka yang telah memberi dukungan kepada polisi dan TNI dalam pengamanan malam pergantian tahun tanpa konvoi dan pesta minum-minuman keras dijalan raya dan tempat-tempat umum. Seperti dikutip dari harian Flores Star, " Terima kasih masyarakat Kabupaten Sikka memberikan dukungan kepada Polri dan TNI, kata Ghiri Prawijaya, di Maumere.
Tuesday, 3 January 2012
Pesta Kembang Api Hiasi Langit Maumere
Malam perggantian tahun 2011 ke 2012 di Maumere dihiasi pesta kembang api diberbagai sudut kota. Tanpa raungan dan pawai kendaraan bermotor, suasana kota terlihat lebih nyaman dan tentram. Hanya bunyi petasan dan kembang api serta meriam bambu yang terus menerus menghiasi suasana kota ditingkahi bunyi musik dan geke gole disejumlah rumah penduduk. Semua berakhir sekitar pukul 01.00 tepat awal tahun 2012 ketika hujan turun deras hingga pagi buta. Dan perayaan ini menjadi satu-satunya perayaan tahun baru tanpa hingar bingar kendaraan bermotor. Polres Sikka dan Kodim 1603 Sikka menerjunkan sejumlah personilnya dilapangan untuk menjaga kenyamanan warga melaksanakan kegiatan tanpa pawai dan konvoi. Hal ini berkaitan dengan himbauhan Kapolres Sikka AKBP Ghiri Prawijaya agar warga merayakan malam pergantian tahun tanpa pawai kendaraan dan mabuk-mabukan ditempat umum dan jalan raya. Diberbagai sudut dan tempat strategis dalam kota sejumlah aparat bergerombol menjaga situasi.
Tepat malam perggantian tahun, langit Maumere meriah dengan berbagai kembang api. Di Kampung Kabor, Kota Uneng, Penerangan, Wai oti, Jalan Brai, Centrum, Kesokuit, Beru, kawasan pelabuhan, lapangan umum, Perumnas, pertokoan dan beberapa tempat lainnya terlihat sejumlah warga bermain kembang api.
Salah satu tempat yang paling meriah adalah kawasan pertokoan. Kembang api dengan bunga warna warni dalam berbagai bentuk terus menerus diluncurkan sejam menjelang pergantian tahun. Anak-anak kecil bergabung dengan orang dewasa meluncurkan bunga-bunga api keangkasa. Lokasi ini akhirnya ramai dikunjungi warga kota yang ingin menyaksikan malam pergantian tahun.
Di beberapa tempat, warga merayakan dengan menyalakan musik dan bergembira sambil bercanda dengan satu dua sloki moke. Tak ada hingar bingar seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua merayakan dalam suasana yang lebih nyaman.
Suasana yang tentram dan nyaman saat pergantian tahun membuat Kapolres Sikka AKBP Ghiri Prawijaya atas nama institusi Polri dan TNI meyampaikan terima kasih kepada masyarakat di Kabupaten Sikka yang telah memberi dukungan kepada polisi dan TNI dalam pengamanan malam pergantian tahun tanpa konvoi dan pesta minum-minuman keras dijalan raya dan tempat-tempat umum. Seperti dikutip dari harian Flores Star, " Terima kasih masyarakat Kabupaten Sikka memberikan dukungan kepada Polri dan TNI, kata Ghiri Prawijaya, di Maumere.Dari RSUD TC Hillers Maumere, dilaporkan tidak ada korban luka berat dan meningal dunia akibat kecelakaan lalulintas yang dirujuk atau dirawat di rumah sakit.
Hujan di Awal Tahun
Awal tahun 2012, Maumere manise dilimpahi berkah turunnya hujan dihampir semua wilayah. Hujan yang turun meski dalam intensitas kecil mampu memberikan rasa segar akibat cuaca panas yang menyelimuti beberapa bulan terakhir. Awal turunnya hujan di tahun 2012 ini dimulai pada hari pertama pukul tanggal 1 januari 2012 sekitar pukul 01.00, usai perayaan malam tahun baru. Saat itu hujan turun hingga pagi hari yang dilanjutkan kembali saat siang hari. Pada tanggal 2 januari kembali hujan membasahi kota gersang ini sejak siang hingga magrib. Rintik-rintik hujan kembali jatuh saat tanggal 3 januari menjelang petang.
Jatuhnya hujan ke bumi Maumere tanpa angin kencang membuat kota ini menjadi lebih nyaman dan segar. Selain hujan, selama tiga hari diawal tahun ini, mendung gelap terus menyelimuti kota Maumere. Turunnya hujan terus menerus ini bisa saja menimbulkan banjir, seerti yangb terjadi di Palue 17-18 desember lalu, ketika banjir badang melanda. Semoga saja berkah hujan membawa dampak yang baik bagi kehidupan..
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 18:02 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Tuesday, 27 December 2011
Ivan Nestorman Hanyutkan Maumere
Sejumlah penonton hanyut dalam pegelaran live concert Ivan Nestorman & Friends di Benggoan 3 Maumere, Rabu (21/12/2011) malam. Musisi nasional asal Manggarai, Flores ini tak hanya mampu memuaskan penggemarnya tapi juga menyajikan musik berbeda dan enak ditelinga. Musik yang dibawakan seakan penuh daya hipnotis. Penggemarnya hanyut terbawa irama indah beraliran tropical jazz sepanjang pegelaran. Dipadu tata lighting dan panggung sederhana, Ivan Nestorman dengan dukungan Andre de Romma (perkusi), Agam Hamzah (Gitar) dan Ahmad Oktaviansyah (bass) tampil energik. Pertunjukan musik dengan gaya berbeda ini memberi catatan sendiri bagi Ivan. Pasalnya pertama kali ini, sang maestro yang telah lama malang melintang dengan berbagai musisi tanah air mengunjungi penggemarnya di Sikka. Selain Kota Maumere, Ivan juga menggelar pegelaran serupa di Ende, Labuhan Bajo dan kota kelahirannya, Ruteng. Pegelaran musik dibeberapa kota di Flores ini merupakan ajang spesial Ivan dan penggemarnya sekaligus mempromosikan beberapa lagu hasil karyanya yang telah menjadi NSP. Misalnya, Haleluyah, Ajaib Tuhan, Santus Dominus Deus, Emanuel,dan Jangan Cemas.
![]() | ![]() |
----------------------------------------------------------------------------------------------
Sayangnya, konser bermutu dengan tiket masuk Rp 20 ribu tak didukung dengan promo pegelaran yang baik. Hal ini terbukti dari banyaknya bangku kosong tanpa penonton.
Ruangan yang cukup luas tersebut hanya di hadiri puluhan fansnya. Banyak penggemarnya tak mengetahui Ivan and friends akan menggelar pertunjukan di Maumere.
Mengenai pegelaran konsernya, beberapa penonton mengaku puas. "Sangat puas, meski sederhana. Apalagi pegelaran ini didukung gitaris jazz Agam Hamzah dan musisi asal Maumere, Andre. Rasanya seperti raja karena mereka bermain di depan segelintir penonton," ujar Kang Ded bangga. Penonton lainnya juga sependapat. Misalnya Jun Juje, yang tak beranjak dari bangku saat pegelaran di mulai pukul 20.00 wita. "Musiknya tak membosankan, keren," ungkapnya. Ditangannya dia memegang CD kaset Ivan yang dibelinya usai acara.
Konser musik Ivan Nestorman n Friends didukung oleh salah satu musisi kelahiran Maumere, Andre de Roma. Kehadiran pria asal Kabor ini sekaligus sebagai ajang reuni ke kota asalnya. Andre de Roma adalah penggebuk drum pada grup reggae asal Jakarta, Matahari Band.
Bagi sebagian besar penggemarnya, Ivan Nestorman dikenal bukan hanya sebagai musisi jazz namun bersama jenis aliran tersebut ia telah lama memperkenalkan lagu-lagu daerah NTT dalam berbagai penampilannya baik di dalam maupun di luar negeri. Ivan mengarasemen lagi lagu-lagu daerah NTT dengan jenis musik lain tanpa menghilangkan karakter aslinya. Ia memberikan sentuhan baru sehingga memiliki karakter berbeda.
Musisi gimbal ini mungkin namanya tak bergema luas meski telah banyak menelurkan karya-karya brilian. Maklum sebagian besar karyanya adalah lagu-lagu yang "tak biasa" untuk kalangan anak negeri. Dia mengusung musik jazz dengan memadukan unsur etnik yang kental. Sebuah aliran yang terasa aneh ditelinga apalagi bagi sebagian besar orang Flores yang terbiasa mendengar musik dan lagu dengan irama tak macam-macam. Namun bagi orang Flores, Ivan tetaplah kebaanggaan. Musisi dan penyanyi ini akan selalu dinanti kehadirannya di Flores dan NTT.
So, selamat bermusik dan teruslah berkarya, Ivan!
*Beberapa Karya IVAN (dari berbagai sumber):
1. Nera - Ivan Nestorman, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Adi Darmawan dan Krisna Prameswara
2. Vivo - Lounge Of Love - Ivan Nestorman, Andy Bayou, Vony Sumlang
3. World Peace Orchestra - Ivan Nestorman, Dwiki Dharmawan, Dira Yulianti
4. Embong - (Ivan Nestorman, Ferry Nggaro, Nimfa Sehadoen, Illo Djeer dll
5. Naringgo Choir - Ivan Nestorman, Thoby Mutis, Naringgo Choir
6. Wasiat Perdamaian - Ivan Nestorman, NERA, Franky Sahilatua, Iga Mawarni, Trie Utami,
Doel Sumbang, Edo Kondolongit, Gilang Ramadhan, Tropical Mood
7. Tropical Mood - Ivan Nestorman, Tony Soe
8. From Flobamora with Hope - Ivan Nestorman, Niko (musisi sasando asal Kupang)
9. Beberapa album Lagu-lagu Rohani Katolik bersama Naringgo Choir
10. Aransemen dan lirik untuk penyanyi-penyanyi seperti Glenn Fredly, Edo Kondologit, Franky Sahilatua, Black Sweet, Chrisye, Andre Hehanusa, dll. serta aktif mempromosikan Komodo ke dunia internasional (terakhir ikut dalam rencana pemembuatan film tentang Komodo).
Andre de Roma - Ivan dan fansnya
![]() | ![]() |
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 05:20 0 comments
Label: HiburaN..
Sunday, 25 December 2011
Suasana Perayaan Natal di Maumere
Umat nasrani di Kota Maumere Sabtu (25/12/2011) malam memadati gedung-gedung gereja untuk mengikuti misa dan kebatian malam natal. Ketenangan dan kedamaian menaungi jalannya misa di berbagai gereja. Umat mengikuti dengan kuyshuk meski meluber hingga ke halaman gereja. Misalnya di gereja Katedral St. Yosep, St. Thomas Morus, Centrum, Perumnas dan lainnya, nampak umat bergerombol di luar. Bahkan ada yang sengaja membawa kursi dari rumah. Sedang yang lain menguikuti misa dengan berdiri. Sejumlah gereja katolik memang tak mampu menampung umatnya. Tak ada kursi-kursi dan tenda yang disediakan bagi umat yang tak kebagian tempat. Padahal moment ini biasanya dihadiri banyak umat. Apalagi cuaca lagi tak menentu. Tak ada yang menyangka hujan akan turun. Sehingga berlari cemas mencari tempat perlindungan.
Seperti kejadian di Gereja St. Thomas Morus, Paroki Thomas Morus. Umat dihalaman gereja seketika berhamburan saat hujan tiba-tiba saja turun. Langsung saja teras gereja jadi penuh sesak. Karena umat berdesakan diteras yang cukup kecil tesebut. Gereja yang berdiri megah menggantikan gereja lama yang runtuh akibat gempa 1992, saat misa malam natal tak mampu menampung umatnya.
Misa di Thomas Morus hanya berlangsung sekali. Misa diadakaan mulai pukul 18.00 Wita. Begitu pula umat yang mengikuti misa di gereja centrum. Sedangkan di Katedral St. Yoseph, misa diadakan dua kali yakni pukul 17.00 dan pukul 20.00. Misa malam natal kedua di Katedral, Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Kherubim Parerai, SVD memimpin misa malam natal. Uskup menekan kerendahan hati dan kesederhanaan natal di tengah perkembangan dunia, Hendaknya hidup dalam kesederhanaan dan cinta kasih. Kebaktian di Gereja Protestan Kota Baru dan Pantekosta, dimulai pukul 18.00 Wita dihadiri sejumlah umat. Gereja-gereja non katolik nampak tak terlihat umat meluber ke halaman gereja.
Malam Natal di Maumere berjalan dengan suasana tenang.Cuaca bagus. Meski sekitar pukul 19.00 hujan turun sehingga sempat membuat kepanikan umat yang tak dapat mendapatkan tempat.
Malam Natal kali ini, Polres Sikka menerjunkan sejumlah personilnya ke lapangan. Nampak pihak kemanan berjaga-jaga di sejumlah tempat ibadah umat nasrani dan titik-titik lainnya.
Di depan Gelora Samador, Jalan Nong Meak, Kabor, pihak kepolisan Resort Sikka mendirikan pos keamanan natal dan tahun baru.
Usai Misa Malam Natal, langit Maumere kembali berhias kembang api. Letupan bunyi dari meriam bambu dan mercon saling bersaing. Sesuatu yang cukup menghibur dan memberi warna ditengah suasana sepi menjelang natal dan malam natal. Sangat berbeda jika bunyi-bunyian tak dimainkan anak-anak. Tak ada sama sekali kesan kota ini sedang menyambut natal. Sangat biasa-biasa saja.
Mengenai bunyi-bunyian dari mainan kembang api dan mercon, sejumlah warga mengeluh karena merasa terganggu ketentraman dan kenyamanan. Sebab kesannya permaianan, kembang api dan meriam bambu serta mercon sudah tak terkendali lagi. Menleang Natal, bunyi-bunyian itu semakin ramai terdengar. Warga merasa terganggu namun permaianan tersebut terus berlanjut. Hingga puncaknya malam natal.
Menjelang natal juga diwarnai dengan langkahnya minyak tanah disejumlah kios dan pangakalan, angin yang mulai tesasa kencang dan mendung yang senantiasa tebal sesekali hujan. Bahkan tanggal 17-18 desember lalu, beberapa desa di Palue diserang banjir badang. Warga Palue berduka.
Sejumlah pasar ramai didatangi pembeli, beberapa toko membuka grosiran dan bursa pakaian murah. Suasana agak terasa berkesan natal ketika memasuki Barata Dept Store karena disambut pernak-pernik hiasan natal, Santa Klaus, pohon-pohon natal dan kidung natal non stop.
Suatu hal yang hilang dari perayaan natal di kota ini hanyalah indentitas ke-nasrani-an yang seolah lenyap. Sebagai kota mayoritas nasrani, tidak terlihat bahwa saat ini umat mayoritas sedang menyambut natal. Yang nampak jelas hanyalah permaihnan kembang api, mercon dan meriam bambu yang seolah-olah mengingatkan kembali, bahwa kota ini sedang meyambut hari Natal. Meski permainanan itu sendiri dikeluhkan sejumlah warga. Sebab bunyi-bunyi tersebut dirasakan sangat mengganggu ketenangan dan kenyamanan istirahat menjelang natal. So, jika kota ini pun sepi dari hingar bingar bunyi-bunyian, siapakah yang menyangka kota ini sedang turut berbahagia menyambut natal, sedangkan indentitas kenasranian menjelang natal saja tak terlihat setitikpun di kota ini...
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 17:01 0 comments
Label: Berita
Monday, 19 December 2011
PANGABATANG
Pangabatang, pulau kecil berpenduduk sekitar 80 jiwa, merupakan salah satu destinasi wisata penyelaman di Kabupaten Sikka, Flores NTT. Untuk mencapai pulau kecil berpasir putih ini, Anda bisa menggunakan kapal motor dengan rata-rata waktu perjalanan selama 30 menit dari Nangahale Gete di Kecamatan Talibura. Untuk menyewa perahu motor, Anda bisa merogoh kocek sekitar Rp 200-300 ribu tergantung tawaran. Pulau ini selain memiliki keindahan pasir putihnya, juga pemandangan alam yang mempesona. Air lautnya bening membiru. Serta beraneka keindahan terumbu karang dan aneka biota didasar laut. Pulau yang dihuni etnis Tidung Bajao adalah salah satu pulau dari rangkaian 17 buah pulau dalam wilayah Kabupaten Sikka. Masih dalam Gugus Teluk Maumere yang dihiasi tujuh pulau kecil unik dan indah memanjakan mata. Pulau Besar, Pulau Sukun, Pulau Kambing, Pulau Pangabatang, Pulau Babi, Pulau Pemana dan Pulau Kondo yang memiliki pantai berpasir putih. Keindahan kala senja ketika sunset turun dibatas samudera juga bisa Anda dinikmati.
Sejuta keindahan disana dipadu suasana nan sepi bisa menjadi tempat spesial memanjakan diri. Jarang Anda menemukan wisatawan lain. Yap pulau ini sepi dari kunjungan wisatawan.
Jika ingin ke Pangabatang, sama seperti destinasi wisata lainnya di Kabupaten Sikka, Anda mesti menyiapkan bekal perjalanan. Bisa air minum, makanan ringan atau apa saja. Maklum saja di sana Anda tak akan menemukan kios atau warung atau beraneka ragama jajanan.
Hingga kini, keindahan Pangabatang belum di optimalkan secara maksimal oleh otoritas wisata setempat. Jika Anda berada disana, usahakan menjadi raja dan ratu sejenak dalam pelukan bidadari Pangabtang, semoga..........
**Disarankan, mengunjungi Pangabatang dilakukan sebelum musim barat tiba (musim angin kencang) yang biasa melanda Flores (dan kawasan Indonesia umumnya) sekitar bulan desember hingga maret..
***Kesulitan menjelajahi keindahan alam dan budaya di Kab. Sikka, bisa hubungi: 082 135 024 996 atau email: disini

www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 03:11 0 comments
Label: Pesona Sikka
Banjir Bandang, Satu Sekolah Rusak Berat di Pulau Palue
Banjir bandang yang menerjang Pulau Palue di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (17/12/2011), mengakibatkan SD Inpres Langawai di Desa Lidi rusak berat.
Dari tujuh ruang yang ada, 4 ruang telah hancur rata dengan tanah, termasuk kantor guru, dan atap tiga ruang kelas yang lain meski atap masih utuh, tetapi semua kaca pecah dihantam banjir.
"Diperkirakan banjir yang melanda tingginya sekitar 5 meter, dengan membawa lumpur dan batu-batu besar," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Palue Hermanus Pele, Minggu (18/12/2011), di Palue.
Menurut Hermanus, dari pendataan sementara, SDI Uwa di Desa Reruwaerere juga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar karena seluruh ruangan dipenuhi lumpur.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Sikka Ajun Komisaris Besar Ghiri Prawijaya mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan di lapangan.
Dari tujuh ruang yang ada, 4 ruang telah hancur rata dengan tanah, termasuk kantor guru, dan atap tiga ruang kelas yang lain meski atap masih utuh, tetapi semua kaca pecah dihantam banjir.
"Diperkirakan banjir yang melanda tingginya sekitar 5 meter, dengan membawa lumpur dan batu-batu besar," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Palue Hermanus Pele, Minggu (18/12/2011), di Palue.
Menurut Hermanus, dari pendataan sementara, SDI Uwa di Desa Reruwaerere juga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar karena seluruh ruangan dipenuhi lumpur.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Sikka Ajun Komisaris Besar Ghiri Prawijaya mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan di lapangan.
"Kami sudah menurunkan anggota dari Polres Sikka untuk membantu dua anggota pos polisi di Palue melakukan pendataan, juga membantu masyarakat. Pendataan juga tidak mudah sebab banyak badan jalan tertutup lumpur, dan daerah yang diterjang banjir dipenuhi lumpur," kata Ghiri.
Menurut Ghiri, dalam empat hari terakhir cuaca di Palue sangat buruk. "Saat ini masuk musim barat, cuaca juga tidak menentu. Selain angin kencang, gelombang tinggi di laut, juga terjadi hujan lebat," kata Ghiri.
Dalam kejadian ini, dua korban hilang. Mereka warga dari Desa Lidi, yakni Theresia Tia dan anak perempuannya, Zaskia Putri (7). Kedua korban diperkirakan tertimbun material lumpur dan batuan, atau turut hanyut dalam banjir hingga terbawa ke laut. Pencarian terhadap korban masih dilakukan.(kompas.com)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 02:43 0 comments
Label: Berita
Memeras WNA, Pejabat Imigrasi Sikka Dilaporkan Ke Polri
Tiga warga negara asing asal India melaporkan dugaan pemerasan oleh oknum pejabat kantor Imigrasi Maumere, Kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, ke Mabes Polri, Jumat (4/11).
Ketiga WNA India Peter Damien, Benjiman Vargheese dan Aloysius Paul, mendatangi Propam Mabes Polri. Tujuan kedatangan ketiganya untuk melaporkan Kapolres Sikka dan Kasatserse Polres, yang diduga melindungi Kepala Kantor Imigrasi Maumere, karena diduga memberi celah anak buahnya, memeras ketiga WNA asal India itu.
Pemeras ketiga Warga negara India yang juga Kepala Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Maumere, berinisial PST, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Sikka.
Ketiga WNA India Peter Damien, Benjiman Vargheese dan Aloysius Paul, mendatangi Propam Mabes Polri. Tujuan kedatangan ketiganya untuk melaporkan Kapolres Sikka dan Kasatserse Polres, yang diduga melindungi Kepala Kantor Imigrasi Maumere, karena diduga memberi celah anak buahnya, memeras ketiga WNA asal India itu.
Pemeras ketiga Warga negara India yang juga Kepala Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Maumere, berinisial PST, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Sikka.
Seorang korban, Peter Damien menilai, dugaan pemerasan itu didasari atas perintah Kepala Kantor Imigrasi Maumere. Karena oknum pejabat kantor imigrasi Maumere meminta uang Rp. 20 juta, agar para korban yang dikarantina dapat dibebaskan. Setelah memberi uang Rp. 20 juta per orang, ketiga WNA India itu dapat dibebaskan. (K-5/Achiel/komhukum.com)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 02:41 0 comments
Label: Berita
Monday, 12 December 2011
Tiga Ribu Lilin untuk Korban Gempa '92
Malam Renungan di Taman Kristus Raja
![]() | ![]() |
Mengenang korban dan peristiwa gempa tsunami yang melanda Pulau Flores 12 Desember 1992, puluhan pelajar SDK 2 Maumere berkumpul bersama mengikuti malam renungan dan penyalaan 3000 lilin di Taman Kristus Raja Maumere,Senin (12/12/2011). Kegiatan ini diprakarsai Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) Kabupaten Sikka. Ketua Divisi Penanggulangan Resiko Bencana, Wim Keupung mengatakan malam 3000 lilin tersebut untuk mengenang sekitar tiga ribu korban yang tewas saat bencana nasional tersebut melanda. Sebelumnya pada pagi hingga sinag hari FPPB menggelar evakuasi laut dari Basarnas (Badan SAR Nasional) Sikka dan Tireben (Tim Reelawan Bencana) Sikka serta penaburan bunga ke laut di pesisir pantai Wuring. Kampung Wuring merupakan salah satu lokasi yang mengalami kerusakan parah dan jumlah korban yang tak sedikit. Begitu pula beberapa tempat lain seperti Pulau Babi, Pulau Sukun dan lain-lain. Di daratan, puluhan ribu rumah hancur dan korban berjatuhan lantaran tertimpa bangunan yang rubuh.
![]() | ![]() |
Diantara remang-remang cahaya lilin, lantunan doa rosario mengalir dari bibir para bocah. Begitu pula saat Emanuel Ola, guru SDK 2 memberi sebuah renungan atas peristiwa memilukan 19 tahun lalu tersebut. Para bocah-bocah yang tak pernah mengalami peristiwa itu mengikuti dengan seksama.
Disebagian renungannya, Ola mengajak umat manusia agar tidak mevonis para korban pada kejadian bencana sebagai sebuah azab. Ia mengatakan meski bermaksud memberi peringatan kepada kita yang masih hidup dan jauh dari bencana, namun pesan-pesan itu tak perlu dibumbui dengan vonis dosa bagi para korban bencana. “Tidak ada bedanya seperti mengolok-mengolok bencana itu sebagai bahan tertawaan. Bila kita tak mampu menolong orang lain, berusahalah untuk tidak menyakitinya,” ajak guru asal berdarah Lembata yang telah lama menetap di Maumere.
![]() | ![]() |
Bencana gempa yang diikuti tsunami pada tanggal 12 desember 1992 menghancurkan sebagian wilayah Flores. Tercatat ada empat kabupaten yang terkena dampak bencana tersebut yakni Kabupaten Sikka yang mengalami kerusakan dan korban jiwa terbanyak, Flores Timur, Ende dan Bajawa.
Bencana tersebut juga ditetapkan pemerintah pusat sebagai bencana nasional. Bantuan nasional dan international kemudian turun meringankan beban para korban. Presiden Soeharto dan Ibu Tin beserta pejabat negara kemudian meakukan kunjungan ke Maumere dan bertatap muka serta memberi bantuan bagi warga. Banyak kejadian dan cerita pahit namun tak sedikit juga mengalami perisitiwa ajaib.
Kita mestinya tetap waspada karena bencana gempa dan tsunami datang tanpa kita tahu. Bahkan Flores oleh para ahli disebut sebagai daerah merah alias rawan gempa.
![]() | ![]() |
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 21:36 0 comments
Label: Berita





































