
Beberapa hari sebelumnya, ponsel saya menerima beberapa sms dan telepon. Maklum saja, lapangan katedral yang cukup strategis terlihat berbeda dengan penataan sana sini. Pada intinya mereka menanyakan akan ada kegiatan apa disana.
Maumere In Love sepi dari publikasi? Entah. Kenyataannya, tak ada jumpa pers atau pers rilis bagi media lokal.
Hari pertama MIL alias Maumere In Love sepi dari pengunjung. Menampilkan berbagai atraksi etnik budaya lokal diatas panggung yang cukup luas, kehadirannya hanya dinikmati segelintir pengunjung. Hujan yang membasahi Lapangan Katedral St. Yoseph usai magrib menjadi alasan.
Hujan bahkan terus turun hingga malam, meski sempat berhenti beberapa saat sebelumnya.
Kehadiran MIL ditengah galaunya dunia pariwisata dan kewirausahaan masyarakat Flores khususnya Sikka menjadi harapan besar. Peluang ini sebenarnya bisa diambil masyarakat. Namun expo produk unggulan Flores ini hanya diikuti segelintir dunia usaha kecil dan menengah. Bahkan, meski judulnya ada embel-embel Flores, Kabupatn Flores Timur, dengan tenda yang terlihat mencolok diujung arena menjadi kabupaten yang hadir. Lah, kabupaten lain mana? Mungkin di hari kedua?
Di panggung pertunjukan etnik Flores, sejumlah sanggar etnik dari berbagai kabupaten ikut meramaikan malam pertama MIL. Meski judulnya Pekan Pesona Flores, sanggar budaya dari Kabupten Sumba Timur tak ketinggalan unjuk kebolehan. Segelintir penonton terlihat rileks memberi dukungan aplaus ditengah gerimis yang tak berhenti turun.
Sayang juga, sejumlah pengunjung yang datang dan berada dibawah tenda yang disediakan, menonton dengan tak nyaman. Tenda yang cukup besar dan luas untuk menyaksikan festival budaya bocor sana sini. Alhasil, kursi-kursipun basah. Pengunjung lain jadi ekstra waspada meski mndapatkan tempat aman. Yang lain pindah sana sini menghindar tetesan air yang jatuh dari balik atap tenda. Nonton pun jadi tak nyaman.
Bagaimana dengan hari kedua, Sabtu, (18/2/2012)? Nah ini dia. Ibu Menteri Pariwisata dan konomi Kreatif direncanakan akan membuka secara resmi MIL. Dimulai dari depan Polres Sikka, pukul 15.00 Wita, akan diadakan defile menampilkan warna warni tenun khas dari 9 etnik di Flores. Rencananya peserta parade berjumlah 600 orang dan akan berjalan sepanjang 2 Km menuju komplek katedral, ah menarik.. (Oss).




























