Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Sunday, 10 June 2012

Chris Rotok Minta Restu Masyarakat Kabupaten Sikka

Bupati Kabupaten Manggarai, Christian Rotok meminta restu masyarakat Kabupaten Sikka untuk maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013-2018 bersama Abraham Paul Liayanto sebagai Calon Wakil Gubernur (Bacawagub). Permintaan tersebut disampaikan saat Chris bertemu Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Damianus Wera dan sesepuh masyarakat Sikka, Daniel Woda Palle di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Jumat (1/6/12). Kepada Damianus Wera, Chris meminta dukungan agar mau membantu mengenalkan paket Cristal (Cristian Rotok – Abraham Paul Liyanto) kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk dipilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Sebab, Pilgub yang bakal dilangsung pada tahun 2013 mendatang akan dilaksanakan secara langsung.
Bupati Kabupaten Manggarai, Christian Rotok meminta restu masyarakat Kabupaten Sikka untuk maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013-2015 bersama Abraham Paul Liayanto sebagai Calon Wakil Gubernur (Bacawagub).

Permintaan tersebut disampaikan saat Chris bertemu Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Damianus Wera dan sesepuh masyarakat Sikka, Daniel Woda Palle di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Jumat (1/6/12). Kepada Damianus Wera, Chris meminta dukungan agar mau membantu mengenalkan paket Cristal (Cristian Rotok – Abraham Paul Liyanto) kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk dipilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Sebab, Pilgub yang bakal dilangsung pada tahun 2013 mendatang akan dilaksanakan secara langsung. Usai bertemu Damianus Wera di Rumah Jabatan Wabup Sikka, Chris kemudian bertemu Daniel Woda Palle. Kepada mantan Ketua DPD I Partai Golkar NTT dan Ketua DPRD NTT itu, Chris meminta doa restu sebagai orang tua yang pernah bertugas di Manggarai.

 Damianus Wera mengatakan, Chris Rotok merupakan Bacagub NTT yang pertama yang datang ke Sikka dan melapor sekaligus meminta restu masyarakat Sikka. Karena itu atas nama pemerintah dan masyarakat Sikka ia sangat berterima kasih atas kehadiran Chris Rotok yang mau melapor diri saat sedang berada di Kabupaten Sikka.

Selain bertemu tokoh dan masyarakat Sikka, Chris juga menemui masyarakat Manggarai Raya yang ada di Kabupaten Sikka. Sementara itu, hari ini Chris Rotok dipastikan akan bertemu pengurus dan anggota PMKRI Cabang Sikka. “Ya, hari ini pak Chris akan bertemu PMKRI Cabang Sikka,” ujar Jubir Paket Cristal, Valent Blikilolong saat dibubungi sergapntt.com via HP, Sabtu (2/6/12) pagi.(sergapntt.com)
Selengkapnya...

14 Oknum Polisi Terindikasi Narkoba

Empat belas oknum polisi di wilayah hukum Polres Sikka terindikasi sebagai 'pemain' narkotika dan obat terlarang (narkoba). Hal ini diketahui saat dilakukan tes urine di Polres Sikka minggu lalu. Terhadap temuan ini, Kapolda NTT, Ricky HP Sitohang, kecewa dan marah. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP Sitohang, dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Antonia Pah, Senin (4/6/2012), membenarkannya. Antonia menjelaskan, 14 oknum anggota Polres Sikka tersebut akan dilanjutkan dengan pemeriksaan darah guna mendapatkan hasil yang lebih sempurna.

Antonia enggan menyebut nama-nama oknum anggota polisi yang terindikasi menggunakan narkoba itu kepada wartawan. "Kini, sedang dilakukan periksa darah 14 oknum anggota untuk menguatkan hasil tes urine mereka di Polres Sikka," kata Antonia.

Dikatakannya, satu oknum anggota polisi sudah menjadi tersangka dan saat ini sedang diproses hukum (kasus penangkapan narkoba di Maumere). "Ke-14 anggota polisi tersebut di luar dugaan ketahuan menggunakan narkoba," ujarnya.

Antonia menjelaskan, pemeriksaan urine bagi seluruh anggota polisi di wilayah hukum Polda NTT merupakan tindak lanjut perintah Kapolda NTT guna meminimalisir dan mengantisipasi meluasnya penggunaan narkoba di kalangan anggota polisi.

Terhadap 14 oknum anggota polisi yang terindikasi menggunakan narkoba, kata Antonia, Kapolda NTT, Brigjen Polisi Ricky Sitohang sangat kecewa dan marah. Kecewa dan marah karena seharusnya polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus menunjukkan contoh yang baik, bukan sebaliknya memberikan contoh yang buruk menggunakan narkoba. Ke depan, demikian Abntonia, akan terus ditingkatkan upaya pemberantasan narkoba, baik di lingkungan intern kepolisian maupun di kalangan masyarakat luas.

Antonia mengatakan, polres lainnya akan didatangi tim untuk melakukan tes urine. "Kapolda sudah menegaskan, yang kedapatan menggunakan narkoba, tidak ada ampun, diproses hukum dan terancam dipecat," kata Antonia.

Pada Rabu (3/5/2012), Satuan Narkoba Polda NTT, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTT memeriksa urine 410 anggota Polres Sikka di Maumere.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sikka, AKBP Drs.Ghiri Prawijaya, mengatakan hal itu ketika ditemui usai pemeriksaan urine 410 anggota Polres Sikka menyatakan, pemeriksaan urine anggota Polres Sikka menunjukkan bahwa pihaknya tidak main-main memberantas narkoba di wilayah Sikka. Ia mengatakan, pemeriksaan urine anggota Polres Sika ditangani Satuan Narkoba Polda NTT guna mengetahui ada atau tidak anggota yang terindikasi mengonsumsi narkoba.(kupang.tribunnews.com)
Selengkapnya...

Guru dan Pemerintah, Penyebab Utama Anjloknya Hasil UN 2012 di NTT

Buruknya hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2012 lebih disebabkan oleh peran guru dan pemerintah yang kurang maksimal. Sudah begitu, guru tidak mengupgrade diri sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, sementara pemerintah ciptakan program kurang menyentuh langsung kebutuhan guru dan siswa. “Hasil UN kita buruk. Ya, siswa tidak bisa disalahkan.
Yan dimintai komentarnya terkait buruknya tingkat kelulusan di NTT secara nasional. Lebih dari 2.500 siswa peserta Ujian Nasional SMA/SMK di NTT dinyatakan tidak lulus UN. Meski begitu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, Klemens Meba mengklaim ada kenaikan tingkat kelulusan kurang dari satu persen dibanding tahun lalu. “Hasil UN tahun 2011-2012, bergeser naik. Jadi tahun 2010-2011 itu secara persentase kita berada pada 94,43 persen. Dengan pesertanya adalah 32.532 orang. Sedangkan untuk tahun 2011 – 2012, persentase 94,50 naik 0,7 persen. Dengan jumlah siswanya 36.228. Sedangkan kualitas kelulusan, dilihat dari klasifikasi kelulusan, kita berada pada klasifikasi B,” imbuhnya.

Meba menyebut, beberapa alasan sehingga NTT tetap di urutan terakhir tingkat nasional. Di antaranya, kurang tersedianya sarana laboratorium, perpustakaan sekolah, serta kualitas guru yang belum memenuhi syarat.

 Sementara itu, Kanis Pari (47), salah satu orang tua murid warga Kupang mengatakan, jika pemerintah tahu bahwa sarana prasarana sekolah serta kualitas guru belum memenuhi syarat, maka sudah seharusnya pemerintah menciptakan program yang bisa langsung menyelesaikan persoalan tersebut. “Jangan sudah begini baru mau kasi salah guru. Kemarin kau pejabat ada kemana,” sergahnya.

 Alumni Universitas Pajajaran ini mengaku, kebijakan memanage mutu pendidikan di NTT selama ini lebih bernuansa politik. “Lihat saja alokasi anggarannya. Lebih banyak menuju daerah-daerah yang punya ikatan politik dengan para pemimpin yang ada. Padahal daerah sasaran itu tidak terlalu membutuhkannya. Sementara sekolah-sekolah yang seharusnya dibantu, koq tidak dibantu. Aneh,,,,” tandasnya.(sergapntt)
Selengkapnya...

Saturday, 26 May 2012

Sembilan Sekolah Seratus Persen

Hasil UN SMA/MA, SMK 2011/2012

Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA,SMK/MA di Kabupaten Sikka pada tahun 2012 diumumkan hari ini, Sabtu (26/5). Sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Sika menunai hasil 100 persen kelulusan. Untuk tahun ajaran 2011/2012 jenjang SMA/MA ada enam sekolah yakni SMAK St. Alvares Paga, SMAN 1 Nita, SMAN Bola, SMAK St. Maria Rubit, SMA Muhamadiyah dan SMA Roledelu. Tiga sekolah kejuruan yang meraih hasil seratus persen yakni SMK Tana Tawa, SMK Yapenrais dan SMK Budi Luhur. Hasil ini kalah satu sekolah dibanding tahun ajaran 2011/2012 yang meraih kelulusan seratus persen di sepuluh sekolah. Untuk tahun ini, Ujian Nasional (UN) Kabupaten Sikka tingkat SMA/MA diikuti peserta sebanyak 1442 siswa dari 17 sekolah. Jumlah siswa yang lulus sebanyak 1304 siswa (91.70%) dan yang tidak lulus sejumlah 118 siswa. Jenjang SMK 2011/2012 jumlah total sebanyak 2041 siswa peserta dari 12 sekolah, lulus 1948 siswa (95,44%) dan tak lulus sebanyak 93 siswa. Sedang Jumlah total peserta UN 2011/2012 SMA/MA, SMK tahun 2011/2012 sebanyak 3463 siswa. Tidak lulus 211 siswa dan lulus sebanyak 3252 siswa.)
Lengkapnya bisa dilihat dibawah ini:

Prosentase UN SMA/MA Kab Sikka 2012 :

SMA Negeri I Maumere
Jumlah Peserta295
Tidak Lulus :1
Lulus 294
99.66%

SMA Negeri II Maumere
Jumlah Peserta : 210
Tidak Lulus 32
Lulus :178
84.76%

SMAK St.Gabriel Maumere
Jumlah Peserta : 135
Tidak Lulus:30
Lulus : 105
77.78%


SMAK PGRI Maumere
Jumlah Peserta: 22
Tidak Lulus : 7
Lulus:15
68.18%

SMAK Yoh. Paulus II
Jumlah Peserta : 59
Tidak Lulus : 6
Lulus :53
89.83%

SMAK Bhatyarsa Maumere
Jumlah Peserta :100
Tidak Lulus:1
Lulus: 99
99.01%

SMAK St Petrus
Jumlah Peserta :48
Tidak LuLus:22
Lulus:26
54.17%

MA AT Taqwa Maumere
Jumlah Peserta: 54
Tidak Lulus: 6
Lulus: 48
88.89%

SMAK ALVARES Paga
Jumlah Peserta:  65
Tidak Lulus: 0
Lulus: 65
100%

SMAN I Nita
Jumlah Peserta: 50
Tidak Lulus :0
Lulus: 50
100%

SMAN Bola
Jumlah Peserta: 47
Tidak Lulus : 0
Lulus: 47
100%

SMAN Talibura
Jumlah Peserta: 69
Tidak Lulus : 5
Lulus: 64
92.75 %

SMAK St Maria
Jumlah Peserta: 49
Tidak Lulus : 0
Lulus: 49
100 %

SMAK Frateran
Jumlah Peserta: 134
Tidak Lulus : 2
Lulus: 132
98.51%


SMA Muhamadyah
Jumlah Peserta: 28
Tidak Lulus : 0
Lulus: 28
100%

SMAK Roledelu  
Jumlah Peserta: 35
Tidak Lulus : 0
Lulus: 35
65.71 %

MA Muhadiyah Nanaghure
Jumlah Peserta: 33
Tidak Lulus : 9
Lulus: 24
72.73 %

TOTAL :
JUMLAH PESERTA : 1422
TIDAK LULUS : 118
LULUS : 1304
Prosentase Kelulusan : 91,70 %



Prosentase UN SMK Kab Sikka 2012 :

SMK St Gabriel
Jumlah Peserta: 233
Tidak Lulus :  4
Lulus: 229
98.28 %

SMK St Elisabeth
Jumlah Peserta: 143
Tidak Lulus : 3
Lulus: 140
97.90 %

SMK Tawa Tana
Jumlah Peserta:69
Tidak Lulus : 0
Lulus: 69
100 %

SMK Negeri Talibura
Jumlah Peserta: 59
Tidak Lulus : 7
Lulus: 52
88.14 %

SMK Yohanes XXIII
Jumlah Peserta: 247
Tidak Lulus: 12
Lulus: 235
95.14%

SMK Budi Luhur
Jumlah Peserta: 30
Tidak Lulus : 0
Lulus: 30
100 %

SMK St.Thomas
Jumlah Peserta: 343
Tidak Lulus :  13
Lulus: 330
96.21 %

SMK Bina Maritim
Jumlah Peserta: 72
Tidak Lulus : 11
Lulus: 61
84.72%

SMK Negeri I Maumere
Jumlah Peserta: 213
Tidak Lulus : 25
Lulus: 188
88.26 %

SMK Negeri 2 Maumere
Jumlah Peserta: 33
Tidak Lulus :2
Lulus: 31
100 %

SMK Yapenrais
Jumlah Peserta: 15
Tidak Lulus : 0
Lulus: 15
50.00 %

SMK Mathilda
Jumlah Peserta:584
Tidak Lulus : 16
Lulus: 568
97.26 %

TOTAL :
JUMLAH PESERTA : 2041
TIDAK LULUS : 93
LULUS : 1948
Prosentase Kelulusan: 95.44%




Keseluruhan Kabupaten Sikka :
Jumlah Total Peserta :3463
Tidak Lulus : 211
Lulus : 3252

Sumber: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Sikka


Untuk membandingkan dengan hasil UN 2011 (Tahun lalu) klik saja disini



***
Selengkapnya...

DUA KROWE MANUSIA ASAL TANAH DI MEKEN DETUN WOLOLARU

oleh Longginus Diogo

Kisah tradisi lisan lepo meken, desa Meken Detun, kecamatan Kangae, Kab. Sikka, bertutur tentang adanya DUA KROWE DUA TAWA TANA (dua krowe perempuan asal tanah ) di kawasan Meken Detun-Nuhan Ular Tana Loran. Dua krowe inilah menjadi leluhur pertama dari dua etnis penduduk asli di Nuhan Ular Tana Loran. Yaitu Etnis Krowe dan Etnis Krowin. Naruk Duan Moan Latung Lawang atau kisah tradisi lisan itu bertutur sebagai berikut: Au lai laka moan lalang - Aku putra laka lalang Nuhu ora ata liman blon - Perang dengan orang tangan panjang Ata epak klewang - Dan bertelapak lebar Atan saben rigan - Orang berbulu kasar Mole unur leen - Dan berkuku runcing Ata ikit etan lea mein - Pemangsa daging,peminum darah Ata higi mitan - Orang pengecup hitam Ata here meran - Orang pencedok merah Ata wada ponun koparaE - Kuntilanak koparaE
Lutan bita doto wulan - Puntung terbang menuju bulan Waran gogo dolu lero - Bara begulir menuju matahari Poto glejor Jlin Goran - Nyala menjilata gunung goran KaparaE ami lobo - Musuh – musuh kutaklukan Nuhu tia au weta - Perang itu ku beri nama
 NUHU LUTAN BITO - PERANG PUNTUNG TERBANG WARAN GOGO - BARA BERGULIR

 Au lai laka lalang - Aku putra laka lalang
 kare tua wali gajun loran - Menyadap tuak ditengah rimba
 Gu ita ora dua ha - Dan kulihat seorang gadis
 Bepur lora tanah luk - Bercebur debu tanah
 Au wae hale weta koparaE - Kukira itu kuntilanak
 Gele nora tua bura - Menginginkan tuak putih
 Beta wair blatan epan - Sebagai air penyejuk
 Kaman paret wiin boir - Untuk pemuas dahaga
 Aning liro bliran - Angin bertiup menyegarkan
 Balatan jaju jek - Sejukpun membuat kantuk
 Lupan glumak geru nolek - Kantuk hingga tertidur lelap
  Nora au matan naran - Ketika aku terjaga
 Ita wulu kruut pereng sawe - Bulu kotor habis tercukur
 Dadi nan waebuan mior - Ia jadi gadis yang cantik
 Nimu hui wiin dau wiin - Ia memandikan diri
 Lou wiin nore wiin - Menyiram dan menguras rambutnya
Hubit wiin sokung wiin - Menyisir dan menata rambutnya
 Ganu ata dua bukan - Bagai gadis pingitan
 Waebuan bura barek - Gadis mudah yang cantik
 Nimu tia - Dia itulah INA DUA LUK TANA - IBUNDA LUK TANA DUA WAI LAKA LALANG – ISTRI DARI LAKA LALANG.

 Rangkuman isi kisah tradisi lisan ini dapat dapat di uraikan sebagai berikut:

  1. Moan laka lalang keturunan dari Leluhur Uka. Pale Manusia pertama di pulau Ular Naga Sawaria yang disebut ATA BEKOR.Laka Lalang menemukan kawasan Meken Detun Wololaru.Ia ingin menguasai kawasan itu tetapi dalam rimba itu terdapat banyak musu. a. Ata liman Blom Epak Klewang artinya makhluk bertangan panjang, bertelapak lebar. Kemungkinan makhluk ini adalah RAKSASA. b. Ata Saben Rigan Unur Leen artinya makhluk berbulu kasar, dan berkuku runcing.kemungkinan makluk ini adalah ORANG HUTAN. c. Ata Wada Ponun KoparaE artinya kuntilanak KoparaE Sebagai makhluk “ikitetan lea mein” artinya makhluk pemangsa daging dan peminum darah. 
  2. Laka Lalang melakukan sebuah siasat perang yaitu “Nuhu Lutang Bito Waran Gogo” artinya Perang Puntung Terbang Bara Bergulir. Laka Lalang melontarkan puntung kayu api menuju bulan dan menggulingkan bara api menuju matahari. Laka Lalang memohon doa restu dari sang penguasa tertinggi yang disebutnya AMA LERO WULAN ( BAPAK LANGIT). Nyala api menjilati gunung Jlin Goran( Gunung yang gundul )dan Laka Lalang mengalahkan semua musuh penghuni kawasan Meken Detun wololaru Mei Erin Blata Tatin Poma Pihak Watu Daring. 
  3. Laka Lalang menguasai kawasan Meken Detun,dan mulai melakukan kegiatan bercocok tanam (=Gua Uma Kare Tua). Pada suatu hari ia sedang meyadap tuap di tengah rimbah di sebuah tempat bernama Todang Tedung (sebelah barat daya gunung Jlin Goren). Dari atas pohon tuak (pohon enauk) ia melihat seorang gadis yang sedang bercebur debur di pemukaan tanah. Dan ia mengirah itu adalah kuntilanak / KoparaE yang mau minta minum tuak putih untuk pemuas dahaganya. Karena tiupan angin yang menyegarkan dan ia pun terlelap sejenak, ketika terjaga di lihatnya semua buluh kotor dari gadis itu sudah habis tercukur. Perempuan itu menjelma menjadi seorang gadis yang sangat cantik bagai gadis pingitan. Laka Lalang memperistri gadis itu dan diberi nama DUA LUK TANA (=perempuan debu tana) sebuah nama yang mengandung arti simbolik manusia yang masih sangat primitif.  
Kemudian anak dari Laka Lalang dan Dua Luk Tana, bernama Lai Meken (=putra asal Meken Detun) membangun sebuah ”MAHE MOAN” (=megalit agung) di Todang Detung tempat Dua Luk Tana ditemukan Mahe Moan itu sebagai Tugu peringatan ”munculnya Dua Luk Tana”yang diberi nama MAHE KROWE KUAT PUAN artinya megalit krowe asal-mu-asal marga. Dan sejak itu Dua Luk Tana mulai di panggil Dua Krowe. Dua Krowe juga di juluki Dua Tawa Tana artinya perempuan asal tana di Mekenng, Detun Wololaru-Nuhan Ular Tana Loran. Dua krowe menjadi leluhur pertama etnis Krowe dan etnis Krawin (=berasal dari Krowe ). etnis Krowe adalah keturunan dari Lai Meken, Raga,Wanga, Pore, Dopeng, Tobi, Hoba, Sira dan Bao, yang tercebur di wilayah Hoak Hewer, Jli, Wetakara, Nele, Koting, Nita, Wolokoli , Doreng, Hewokloang dan Waigete. Sedangkan etnis Krowin adalah keturunan dari Kesa, Kuit, Kudi, dan Kleteng yang tersebar di wilayah hoak Hewer Kringa dan Werang termaksud hewa yang sekarang masuk flores timur. 
 
Todang Detun selanjutnya disebut ”OLANG BEKOR ”atau tempat munculnya manusia dari tanah. Disana ada Mahe Moan Kelan Kirek (= megalit agung yang terukir indah ). Olang Bekor itu menjadi tempat AI TALI atau tempat untuk bertemu dengan leluhur yang disebut Regang Ai Tali, pada setiap ada hajatan keluarga. Semua Mahe di KangaE sudah habis di porak porandakan pada 26 November 1902 dalam penyerbuan tentara ” MARSESE ”( tentara bayaran Belanda ), terhadap kerajaan KangaE. 
 
Dua Krowe Kuat Puan. Dua Tawa Tana di Meken Detun Wololaru. Nuhan Ular Tana Loran. Dua Krowe Manusia asal tanah di Meken Detun Wololaru, yang keturunanya sebagai penduduk asli adalah etnis Krowe dan etnis Krowin.
Kewapante, April 2011 LONGGINUS DIOGO


                             www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Kapolres Sikka: Mau Main Narkoba Pecat

"Saya sebagai Kapolres Sikka sudah warning alias ingatkan jangan main-main dengan narkoba. Mau main resikonya dipecat dari keanggotaan Polri. Saya sebagai pimpinan punya rasa kemanusian dan punya rasa iba. Tetapi ini dalam rangka menegakkan aturan apalagi yang terlibat adalah oknum polisi. Saya tidak mau citra polisi rusak. Saya tegakkan aturan," Demikian penegasan Kapolres Sikka, AKBP.Drs.Ghiri Prawijaya ketika dihubungi Pos Kupang,Kamis (24/5/2012) siang per-telepon. Kapolres Ghiri dikonfirmasi terkait IWC, oknum polisi ditangkap Tim Narkoba Polda NTT dan BNN di Jakarta, Senin (21/5/2012) malam di Lapangan Kiota Baru-Maumere.
Ia menegaskan, setiap kali dirinya selalu memberikan warning bagi anggota Polres Sikka. Warning bagi anggota agar jangan bermain narkoba. "Kita sudah warning. Ini bukti kalau siapa yang mau main-main narkoba kita tindak tegas. Apalagi anggota polisi resikonya jelas. Yang jelas saya usul kalau terbukti dia pecat," tegasnya.

Ia mengatakan, kasus ini membuat mata semua anggota polisi di Polres Sikka. "Mau main silahkan. Ingat resiko dipecat. Jangan anda pikir ada yang bermain saya sebagai kapolres akan bela. Saya minta diproses. Ingat anda punya istri dan anak. Jangan melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Berani berbuat berani tanggungjawab," tegas Kapolres Ghiri.(pos-kupang.com)
Selengkapnya...

Monday, 14 May 2012

Kembali ke Pangabatang

Sepertinya tak habis-habis bikin kisah di Pangabatang. Pulau mungil yang tergeletak diantara beberapa pulau besar dalam gugus Teluk Maumere, Kabupaten Sikka. Kecil-kecil cabe rawit, pulau ini menawarkan sensasi  tak biasa, Tubuhnya berbalut pasir putih nan halus. Airnya bening dan banyak ikan. Pemandangan alam bawah lautnya spektakuler dan lain-lain. Pulau ini tak panjang, sekitar 800 meter dan lebar yang tak lebih dari 100 meter dengan permukaan yang datar. Berada disana bisa jadi pilihan yang tepat ditengah rutinitas. Untuk mencapai Pangabatang dimulai dengan keberangkatan dari Desa Nangahale Gete dipesisir Talibura. Dengan menumpang perahu motor berbadan kecil, juru mudinya setia mendampingi kita hingga usai.
Pangabatang Island saat ini terpencil dari berbagai informasi. Meski cantik, akibat kurangnya promosi pulau ini akhirnya terkukung dalam kesepian. Seperti biasa, Dinas Pariwisata daerah ini entah mengapa, tak merespon baik keindahan ciptaan Tuhan ini. Ataukah ada alasan lain? Disana tak akan ditemui siapapun kecuali penduduk Pangabatang yang mendiami ujung barat pulau itu. Mereka telah hidup di Pangabatang sejak dulu kala. Kini ada sekitar 80 jiwa yang berkehidupan disana sebagai nelayan. Tidak ada sekolah dan bangunan lain selain rumah warga, kesederhanaanya merupakan keunikan sendiri.

baca artikel lengkap: Sensasi di Pangabatang

  PANGABATANG ISLAND

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---