Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Friday, 17 August 2012

Detik-Detik Proklamasi Ke-67 di Maumere

83 Warga Binaan dapat Remisi
Seperti pula dikota-kota lainnya di Indonesia, di Maumere peringatan Detik-detik Proklamasi berjalan khidmat. Apel Peringatan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-67 berlangsung di Lapangan Kota Baru Maumere. Bupati Sikka Sosimus Mitang bertindk sebagai Inspektur Upacara. Apel yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita diikuti sejumlah pelajar, PNS, Polisi dan peserta lainnya serta masyarakat umum. Pasukan pengibar merah putih tampil gagah, rapi dan mengundang decak kagum. Ketekunan mereka berlatih mempersiapkan diri membuahkan hasil yang memuaskan. Para pengibar bendera dari sejumlah murid terpilih di berbagai SLTA di Maumere bersama anggota TNI dan Polisi mengibarkan bendera dalam apel kemerdekaan bertema "Dengan Semangat 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras Untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-Hasil Pembangunan Untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" .

Naskah Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Iptu (Pol) Amirul Hakim.

Sebagai pembawa baki bendera tahun ini dipercayakan pada Rosita Paskalia Dewi Ayu asal SMAN I dalam barisan bersama anggota paskibraka, TNI dan Polisi. Tiga putra paskibraka yang terpilih mengibarkan sang saka adalah Yohanes Viney dari SMAK Bhaktiyarsa, Muhamad Darwin, SMKN Bina Maritim dan Stefanus Koda Adejon dari SMAN 1. 

Bupati Sosimus Mitang dalam pidato yang dibacakan, menegaskan agar semangat pejuang yang gigih, ulet tanpa pamrih dan rela berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan tetap menjadi cermin dimasa sekarang untuk bekerja keras dengan hati nurani guna mencapai kemajuan bersama yang adil dan merata bagi masyarakat. 

Usai pengibaran bendera, kelompok barongsai asal Makasar, GX Lion Dancer yang sengaja didatangkan ke Maumere melakukan atraksi hiburan dihadapan pejabat, peserta apel dan masyarakat umum. Kehadiran pertama kalinya barongsai di Maumere dalam sebuah acara menarik perhatian dan tepuk tangan. Selain barongsai, atraksi drumband dari SMAK St Gabriel dan paduan suara dari SMAK Yohanes 23 Maumere mewarnai jalannya peringatan kemerdekaan. 

Dengan kehadiran barongsai bersama atraksi drumband, perayaan kemerdekaan kali terasa berbeda dan semakin menarik. 

83 Warga Binaan dapat Remisi
Sebanyak 83 Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Maumere mendapat remisi (pengurangan masa tahanan). Penyerahan remisi secara simbolis dilakukan Wabup Sikka Wera Damianus dalam upacara di Rutan Maumere. Dari 83 warga binaan, 3 orang langsung bebas sedangkan 80 lainnya mendapat remisi anatara 1 sampai 6 bulan. 

 Rutan Maumere saat ini dihuni 151 Warga Binaan dari berbagai macam kasus.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 15 August 2012

Jembatan Unik Kojadoi

Kenyataan ada yang unik dari sekian eksotisme 17 buah pulau yang bertebaran di perairan Laut Flores, Kabupaten Sikka. Selain beningnya laut, keindahan alam bawah laut serta pasir putihnya, ada satu hal yang menarik perhatian. Yakni sepotong jembatan yang menghubungkan Pulau Kojadoi dan Kojadoi Gete. Apa pasalnya? Seperti yang terlihat difoto halaman ini, kedua pulau yang dihuni penduduk beretnis Tidung Bajao ini memiliki jembatan penghubung yang tersusun rapi dari tumpukan batu-batu. Keadaan topografi laut yang tak begitu dalam membuat warga dikedua dusun tersebut mengambil inisiatip sendiri. Dengan jembatan yang cukup unik, penduduk kedua dusun tersebut merasakan dampaknya. Yakni bisa berpergian tanpa menggunakan sarana transportasi laut. Kegunaannya sudah dirasakan warga selama ini, sejak jembatan tersebut berdiri beberapa tahun lalu. Jembatan batu yang menghubungkan Dusun Kojadoi (Pulau Kojadoi) dan Dusun Koja Besar (Kojagete) memiliki panjang sekitar 500 meter. Saat air 'pasang'jembatan tersebut akan tertutup air.

Menurut Coremap, Pulau Kojadoi yang relatif kecil tersebut dihuni sekitar 150 rumah tangga, merupakan daerah/pulau yang sebelumnya sudah tenggelam akibat bencana gempa dan tsunami tetapi ditimbun oleh penduduk setempat sehingga membentuk sebuah pulau kecil. Pulau ini hanya digunakan untuk areal pemukiman penduduk karena kondisi tanah buatan yang tidak cocok untuk ditanami berbagai tanaman. 

Sedang Kojagete berbeda, kondisi topografi di daratan Pulau Besar (Kojagete)relatif homogen, ditandai dengan kawasan daratan (pesisir) yang landai di sekitar pantai yang menjadi tempat pemukiman penduduk. 
Daerah pedalaman pulau ini merupakan kawasan tegalan/ladang yang banyak dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian dan peternakan. 

Sedangkan daerah pedalaman di bagian tengah merupakan kawasan perbukitan yang sangat terjal.









 Demikian sekilas gambaran Kojadoi dan Kojagete. Dengan jembatan penghubung yang unik penghubung dua kedua dusuun, di dua pulau.  Masyarakat yang membangun tentunya berharap, pemerintah setempat memeperhatikan kondisi jembatan ini, dengan membangun jembatan penghubung yang lebih layak.

 @dari berbagai sumber 
**foto: Yance 'Flores Paradise'


 www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 14 August 2012

Au Le Ia, Kenangan dari Musisi Tommy

Semenjak tenggelamnya KM Karya Pinang dalam sebuah bencana di perairan Flores 2010, nama musisi Tommy Koropun pun perlahan tak terdengar lagi. Beliau turut hilang bersama 9 penumpang lainnya dalam petaka tranportasi laut di perairan Sada Watumanuk. Namun musisi yang telah menghasilkan banyak karya dan dikenal rendah hati ini tak begitu saja "pergi". Tommy, lewat karya sarat makna, menghasilkan tembang indah yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh penyanyi spesial festival, Kons Lamak . Berduet dengan dr. Yersi, kedua penyanyi yang masih aktif sebagai PNS di Pemkab Sikk, serasi dalam tembang berjudul Au Le Ia. Dalam video klip yang ditangani Even Edomeko, sebagian aktivitas di kota kecil ini tergambar, seturut lagu dan syair yang ditulis Tommy. Apa pendapat, wue wari dengan tembang ini? Secara khusus, inimaumere.com menilai, lagu dan klip dalam video ini telah mewakili kenangan akan sang musisi, terhadap kota kecil Nian Alok. Dan secara khusus pula, lagu tersebut dibawakan penyanyi Kons Lamak. Sebuah penghargaan antara ponakan dan paman, sebelum musisi ini beranjak meninggalkan dunia musik tanah Flores. Meninggalkan semua kenangan.
Intip Video:
Dedikasi buat Tomy:
Kons Lamak feat Yersi Au Le Ia
(2010)
;

download dengan menggunakan IDM

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

STFK Ledalero Terancam Bubar

Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timue (NTT) butuh dukungan dana dari para alumninya guna mengaktifkan lembaga itu. STFK Ledalero terancam bubar karena kesulitan biaya operasional, yang pada tahun ini mencapai Rp 817 juta. Pedonor dari Eropa dan Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi di negaranya, sehingga tidak lagi mengirim bantuan ke STFK. Pastor Provinsial SVD Flores, Leo Kleden mengemukakan, sekolah tinggi itu juga sebagai seminari tinggi yang mendidik para frater untuk menjadi misionaris Katolik. "Saat ini ada 307 frater SVD yang sedang mengikuti pendidikan di sana, belum termasuk frater-frater projo atau diosesan, dan para biarwati yang mengikuti pendidikan di sana," kata Kleden, Sabtu (11/8/2012) di Kupang.
Biaya operasional STFK termasuk seminari tinggi setiap tahun rata-rata mencapai Rp 7,580 miliar. Biaya ini selama ini bersumber dari penderma luar negeri, bantuan dari Roma, dan usaha mandiri STFK sendiri. Tetapi pada tahun 2011, saat krisis ekonomi melanda Eropa, sejumlah pedonor mengendurkan bantuan. Ledalero pun mulai kesulitan biaya operasional dan krisis itu benar-benar terasa sulit diatasi mulai tahun ini, dan mencapai puncak dalam semester ini.

Kristo Blasin, salah satu alumni STFK Ledalero mengatakan, STFK tidak boleh gagal beroperasi karena kesulitan finansial. "STFK tidak hanya melahirkan pastor misionaris Katolik ke 70 negara, tetapi juga mencetak sejumlah pemuda dengan sumber daya yang dapat diandalkan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.(kompas.com)
Selengkapnya...

Friday, 10 August 2012

Sidang Kasus Bansos Sikka Digelar Jumat

Sidang dugaan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kabupaten Sikka dengan terdakwa mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesra) Sekda Sikka, Servas Kabu dan Mantan Bendahara Bagian Kesra Sekda Sikka, Yos Ottu akan digelar, Jumat (10/8/2012)Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang itu, direncanakan akan berlangsung pagi hari, tetapi tergantung kehadiran jaksa, pengacara dan tahanan sendiri. Majelis hakimnya siap untuk menyelenggarakan sidang di pagi hari.


"Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan akan berlangsung Hari Jumat tanggal 10 Agustus 2012. Berkas dari kejaksaan sudah dilimpahkan ke kami," kata Panitera Muda Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Andreas Benu, SH diamini oleh seorang majelis, Fery Haryanta, SH.
Keduanya ditemui di Pengadilan Negeri Tipikor Kupang, Rabu (8/8/2012) pagi kemarin. Dijelaskan, Ketua Majelis dalam sidang tersebut adalah Agus Komarudin, SH serta dua orang anggotanya yakni  Fery Haryanta, SH dan Drs. Julmandapot Lumban Gaul, Ak.
"Sidangnya akan berlangsung pagi hari, tetapi tergantung kehadiran jaksa, pengacara dan tahanannya sendiri. Kalau majelis hakim, siap diselenggarakan pagi hari," kata Fery saat ditemui kemarin.(Tribunnews.com/ser)
Selengkapnya...

Monday, 23 July 2012

Lebih Dekat dengan Experanza Dominne Choir

Menikmati alunan merdu dari lagu-lagu yang dibawakan dengan ritme yang enak diengar bisa mengikis gundah gulana. Apalagi lagu-lagu tersebut dinyanyikan secara kompak oleh sekelompok orang muda dalam satu paduan suara. Inilah yang terangkum dari kelompok koor yang diberi nama anggun "Experanza Dominne Choir" yang selama dua tahun sering tampil di berbagai kesempatan, terkhusus di Kabupaten Sikka. Experanza Dominne Choir telah menjadi sarana bergabungnya berbagai orang muda dengan latar belakang berbeda tapi terdengar rancak dan memukau saat berbagi suara. Keompok paduan suara yang terdiri dari pria dan wanita ini dibentuk bulan november tahun 2010 lalu. Saat ini, Experanza Dominne Choir dipimpin oleh Gerry da Gama, salah satu anak muda yang kini berkarya dilingkungan Pemkab Sikka.

Menurut Gerry, anggota Experanza Dominne Choir saat ini beranggota 27 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan berbeda. Ada yang mengabdi sebagai guru swasta, PNS, pegawai BUMN, pegawai swasta dan mahasiswa, jelas Gery.

"Kami berasal dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Maumere diantaranya Paroki Thomas Morus, Paroki Katedral St. Yoseph, Paroki St. Franciscus Xaverius Koting, Paroki Maulo'o, Paroki Misir, Paroki St Yoseph Freinademz Bolawolon dan Paroki Nelle," tambah anak muda yang ramah senyum ini.

Meski dari berbagai jenis pekerjaan dan wilayah, kelompok yang sering mengenakan kostum dengan motif tradional tenun ikat Sikka ini selalu tampil profesinal dan harmonis diberbagai kesempatan. Dari wadah ini mereka menimbah banyak pengelaman.

Penampilan paduan suara Experanza Dominne Choir ini sering menarik perhatian. Selain kualitas vokal yang merdu, sajian lagu-lagu yang dibawakan tidak asing ditelinga. Dari lagu pop, rohani hingga tembang tradisional, dari bahasa lokal, inggris hingga latin semuanya diolah dengan gaya dan teknik vokal memukau.

Sebagai anak Tuhan yang besar dilingkungan gereja, Experanza Dominne Choir memilih nama yang memiliki arti dalam nuansa religius, Pengharapan Akan Tuhan. Dan saat masih berumur belia, mereka telah melengkapi kelompok paduan dengan dua pemain musik pada instrumen gendang dan okulele serta satu keyboard player.

"Bagi saudara sekalian yang bermukim di Kabupaten Sikka, kami selalu membuka kesempatan untuk menjadi bagian dari kegembiraan. Bisa hubungi Experanza Dominne Choir, kami selalu siap untuk memberikan yang terbaik, ujar Gerry. 

 WWW.INIMAUMERE.COM
Selengkapnya...

Bupati Lantik 26 Pejabat Eselon II dan III

Bupati Sikka,Sosimus Mitang, mengambil sumpah dan melantik 8 pejabat eselon II B dan 18 pejabat eselon III lingkup Pemkab Sikka di Aula Setda Sikka, Kamis (19/7). Bupati Sikka meminta para pejabat terlantik bersatu membangun masyarakat dengan hati nurani. Delapan pejabat eselon II yang dilantik antara lain:Z.Heriando Siku dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, sebelumnya menjabat asisten II. Asisten II dijabat Gerinus Kia Uba, sebelumnya menjadi Kadis Perindag. Kadis Perindag dijabat Rita Diah Harsasi, yang sebelumnya menjabat Kadis Pariwisata. Gregorius Rehi, yang sebelumnya menjabat menjabat Kadis Sosnakertrans Sikka. Kadis Sosnakertrans dijabat Stef Nama Keda, yang sebelumnya menjabat menjadi Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.


Pejabat eselon II lainnya yang di lantik adalah Simon Subsidi yang di lantik menjadi Kepala BKD, sebelumnya menjabat Kepala BPM. Kepada BPM dijabat Wilhelmus Sirilus, yang sebelumnya menjabat Kepala BKD. Kepala Dinas Kehutanan dijabat Yunida Polo. Sementara pejabat eselon III yang dilantik antara lain : Silvester Saka dilantik menjadi Camat Alok Timur, menggantikan Hilarius Heling, Peter Ambrosius di lantik menjadi salah satu kepala bidang Penelitian dan Pengembangan pada Bappeda. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kasubag Publikasi dan Dokumentasi pada Humas setda Sikka.

Dalam sambutannya Bupati Sosimus Mitang mengatakan pejabat yang di percayakan untuk menduduki suatu jabatan harus memenuhi empat syarat penting, yakni mempunyai pengetahuan, mempunyai ketrampilan, mempunyai sikap dan perilaku yang baik, dan jual kemapanan bukannya ketampanan.

Bupati juga meminta para pejabat terlantik bekerjasama dengan pejabat lama dan semua staf agar kesuksesan program dapat berjalan dengan baik.

"Saya juga minta semua pejabat melaksanakan tugas dengan tulus hati. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Istri juga harus membantu tugas suami," kata Bupati.

Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Z. Heriando Siku dan Kadis Sosnakertrans, Stef Nama Keda, menyatakan siap menjalankan tugas yang dipercayakan.
 "Saya siap menjalankan tugas yang dipercayakan ini," kata Heriando Siku.

Hadir dalam acara pelantikan ini, Wakil Bupati Sikka, Wera Damianus, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, Plt Sekda Sikka, Robertus da Silva, Pendamping rohaniawan Kristen dan Imam Mesjid, pimpinan SKPD dan para camat.(flores pos/humas sikka)
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---