Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 9 January 2013

Hujan Angin Landa Maumere

tumbang di jln Eltari
Hujan deras yang disertai angin mengakibatkan beberapa pohon tumbang di wilayah Kota Maumere. Selain sejumlah pohon, angin kencanmg juga menumbangkan baliho. Hujan angin yang melanda Maumere terjadi sejak Selasa (8/1/13) pagi yang berlanjut hingga siang ini, Rabu (9/1/13) saat berita ini dinaikan. Dari pantuan inimaumere.com, dikawasan Eltari, beberapa pohon besar tertidur mencium bumi. Nampak juga sebuah pohon besar yang berdiri gagah di pinggir jalan Pasar Bongkar, Jalan Pahlawan tumbang. Angin yang lumayan besar juga menumbangkan pohon yang menghadang jalan di Wairotang (belakang Kantor Pengadilan) sehingga memacetkan arus lalulintas. Selain pohon, baliho-baliho politik yang berdiri dibeberapa tempat strategis juga disapuh angin. Ada yang sekedar jatuh tapi ada pula yang tercabut hingga terbawa angin beberapa meter. Hujan angin yang menyapuh Maumere rupanya juga menyisakan sampah yang berserakan di beberapa ruas jalan.

Akibat hujan angin tersebut, listrik PLN pun sering padam. Dari Selasa (8/1/13) pagi hingga Rabu tercatat sudah belasan kali listrik dimatikan. Hasilnya warga pelanggan di Maumere mengeluh. Mereka mempertanyakan mati hidupnya listrik tanpa pemberitahuan. Mereka mengkwatirkan barang-barang elektronik yang mereka miliki rusak akibat sering padamnya listrik. Mereka mempertanyakan ganti rugi jika terjadi kerusakan.
BMKG Nasional dalam informasinya mengatakan, kawasan Indonesia akan dilanda hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi disertai angin kencang pada bulan Januari hingga februari.
"Hujan deras disertai kilat dan angin kencang masih terjadi hingga sepekan ke depan," kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatolologi, dan Geofisika (BMKG) Hari Tirto Jatmiko di Jakarta, Rabu (1/2/2012).
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

FRANS SEDA: PANGLIMA PERANG RAKYAT RIABEWA TANA MEGO

Tulisan ini merupakan sejarah singkat Frans Seda yang di kisahkan oleh Daniel Woda Pale kepada Kanis Lewar (alm) Karakter seseorang dapat diketahui dari pintu rumah saat dia keluar dan beranjak pergi. Pepatah klasik ini menggambarkan bahwa rumah, tempat tumbuh-kembangnya perangkat nilai, moral serta semangat hidup yang dijalani para penghuninya menjadi kunci berkembangnya karakter/pribadi di tengah kehidupan yang luas dan bahkan bergejolak. Tata nilai dan moralitas yang yang dijalani secara konsisten dapat melahirkan pribadi yang unik, besar dan kharismatik dalam cara pandang dan karier. Pribadi semacam itu boleh disebut sebagai “sosok pencipta sejarah.” Apalagi mereka yang oleh karena latar budaya dan struktur adat dikukuhkan untuk jabatan tertentu. Baik karena kepribadian mereka yang kharismatik, kompetensi dan kemampuan yang dimiliki maupun karena mandat berdasarkan garis keturunan

Sidney Hook dalam The Hero in History menggunakan dua term yakni eventful man dan event-making man. Yang pertama adalah orang yang terlibat bersama sejumlah orang dalam sebuah peristiwa; dan yang kedua adalah orang yang menciptakan peristiwa, sejarah atau karya-karya monumental.
Sidney Hook, pribadi yang menciptakan peristiwa adalah figur yang mampu mengendalikan peristiwa, bahkan mampu mengarahkan masyarakat sesuai dengan yang diinginkannya. Seorang tokoh karismatik biasanya lebih beruntung karena selalu berada pada posisi dan waktu yang tepat, mengambil keputusan yang berdampak besar bagi masyarakat luas. Soekarno atau Mahatir, dengan pidato-pidatonya yang inspiratif termasuk dalam kategori ini (Aswi Warman Adam, Tempo, 16 Nov.2003 hal. 116)
Panglima Perang dan Putra Seorang Guru SR
FRANSISKUS XAVERIUS SEDA yang lebih dikenal dengan sapaan Frans Seda, lahir di Biri Gaka, Nangablo. Pada tanggal 04 Oktober 1926, anak pertama dari tujuh bersaudara yakni Fransiskus Xaverius Seda, Yoseph Soa Seda (meninggal tahun 1991), Henny Seda (meninggal pada usia 1 tahun), Rince Seda (meninggal pada usia 2 tahun), Alexander Sega Seda (meninggal pada tahun 1976), serta kembar Bonifasius Bedo Seda dan Skolastika (meninggal pada saat dilahirkan). Ketujuh bersaudara ini adalah buah cinta dari pasangan suami istri Almarhum Paulus Setu Seda yang berprofesi sebagai Guru SR (Sekolah Rakyat) dan Almarhumah Maria Sipi Soa Seda, seorang ibu rumah tangga yang rajin bertani.
Fransiskus Xaverius Seda pada saat kelahirannya hendak diberi nama FRANSISKUS XAVERIUS SOA yang merupakan nama dari kakeknya SOA LIGA (Ayah dari MARIA SIPI SOA). Tetapi nama itu kemudian dibatalkan oleh Kakeknya SEDA MUDE, ayah dari PAULUS SETU SEDA.
Pada saat pemberian nama Fransiskus Xaverius Seda, terlontarlah uangkapan spontan dari Seda Mude tentang Frans Seda. Ungkapan itu dalam bahasa Lio Mego disebut “Kase”, sebagai berikut:
Frans Seda Koba Kela Su’a Taka Deki Belanda Leja Kai Meta Uja Kai Dusa*). Ungkapan ini bermakna sakti yakni, Frans Seda akan menjadi seorang tokoh kesohor; dan sekali waktu akan menginjakkan kakinya di negeri penjajah, Belanda. Langkah kariernya tak akan bisa dihentikan oleh siapapun ( = menjalar dan terus berbuah). Dia akan melahirkan dan meninggalkan perbuatan-perbuatan besar ( = jasa-karya bakti) bagi tanah air dan dunia international.
Ungkapan serupa kemudian didaraskan lagi oleh Guru Mali pada upacara peringatan pernikahan FRANS SEDA dengan JOHANA MARIANA PATINAJA SEDA pada minggu ketiga Agustus 1961 di Gereja Maria Imaculata Lekebai. Inilah anak kami. Ele leja di kainara meta; Ele wuja di kainara jigha (= Inilah anak kami, biarpun hujan mengguyur sepanjang musim, tetaplah kau berbunga; biar panas mengganas sepanjang tahun tetaplah kau tegar dan mekar.
Ketika Frans Seda berhasil dalam hidupnya, ia juga tak lupa akan kampung halaman dan tanah kelahirannya dengan memberikan sumbangan demi kemajuan di bidang ekonomi, kerohanian, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan. Beliau banyak memberikan sumbangan untuk pembangunan dan renovasi Gereja Sta. Maria Immaculata Lekebai, SD Katolik Lekebai, rumah Adat, Balai Budaya, membukan jalan yang terisolasi dengan system padat karya melalui Yayassan Dobo Nualolo.
Dalam struktur ada Lio Mego, Frans Seda menduduki jabatan sebagai “Kororia” (Panglima Perang) yang merupakan jabatan dalam struktur Riabewa Tana Mego. Jabatan ini diwariskan secara turun temurun dari Kakeknya bernama Seda Mude yang berasal dari Woloboa ( sekarang Desa Dobo Nuapuu, Kecamatan Mego).
Kakek Seda Mude pada waktu itu harus berpindah ke Nualolo karena diangkat sebagai Kapitan Mego Wena dan ana Wawo Pare di Nualolo dan menikahi Sikka. Dari pernikahan ini lahirlah lima bersaudara yakni: Sare Seda, Sega Seda, Wasa Seda, Mbu Seda dan Paulus Setu Seda. Setelah Seda Mude wafat, jabatan Kororia dan Kapitan jatuuh ke tangan Sega Seda, sebagai laki sulung.
*). Koba Kela = koba lala ke’na tana (sejenis tanaman yang menjalar yang pada musim panas berwarna hijau dan pada musim hujan warnanya memudar.
Kapitan Sega Seda menikah dengan Dua Kolo Mera yang berasal dari Kampung Sikka dan dikaruniai dua orang putri yakni Asella Sega dan Maria Imakulata Sona. Karena Sega Seda menghendaki anak laki-laki, maka Frans Seda pada usia 1 tahun oleh Kapitan Sega Seda yang merupakan kakak kandung dari Paulus Setu Seda diangkat menjadi ana dari nia pase lae orang tua Sega Sega.
Berproses dari Anak Desa menjadi anak Internasional Kehidupan masa kecil Frans Seda dihabiskan di Lekebai, Desa Bhera, Kecamatan Mego sampai tamat Sekolah Desa. Dari Sekolah Desa di kampung halamannya Lekebai, Frans Seda melanjutkan pendidikannya ke Schakel School di Ndao Ende tahun 1935 – 1941.
Meninggalkan kampung halaman dan menuju Ndao dalam sejarah hidup Frans Seda adalah sebuah “proses” perluasan wawasan yang juga dibutuhkan untuk mengukuhkan dimensi kewenangannya sebagai “Ata Laki” dalam struktur Riabewa. Di Ndao ini Frans Seda justru menyadari bahwa kewenangan yang diwariskan kepadanya sebagai Ata Laki adalah hal yang rada kecil bila dibentangkan di atas Geografi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pandangan itu semakin menguat ketika untuk pertama kalinya Frans Seda bertemu Bung Karno yang berkunjung ke Ndao.
Dari Ndao, Frans Seda melanjutkan pendidikan ke Xaverius Kolege, Muntilan Jawa Tengah. Di lembaga pendidikan yang didirikan oleh Romo Frans van Lith ini, ia mengenal tokoh-tokoh nasional dan juga tokoh pendidikan seperti Romo Frans van Lith. Moral katolik yang mengalir sejak Frans Seda kecil kemudian menasional sebagaimana diungkapkannya dalam “Pengakuan Muntilan”, “Muntilan tempat saya dididik, merupakan pusat nasionalisme dari kalangan Katolik. Dan saya ada di sana mengambil seluruh predikat tersebut.(Frans Seda, Atma Jaya Baktiku dan Titipanku, dalam buku Atma Jaya: Universitas untuk Umat dan Bangsa Menelusuri Jejak Keterlibatan Frans Seda, hal.282-283).
Tahun 1950 Frans Seda melanjutkan studi di Katholieeke Economische Hogcschool Tielburg, Belanda atas prakarsa Pater Frans Cornelissen, SVD. Kebanggaan dirinya sebagai manusia Flores yang katolik sekaligus yang Indonesia, ditantang dalam sebuah dunia baru: dunia Internasional. Keinternasionalan Tielburg memiliki akar yang sama seperti yang dialami sebelumnya yakni sekolah dengan suasana katolik. “Saya seperti masuk dalam dunia, tempat semua manusia dipandang sama”. Sekembalinya dari Negeri Belanda, Frans Seda mengabdikan dirinya untuk Bangsa dan Negara tercinta Republik Indonesia.
Saat pulang kampung, Frans Seda selalu berceritera dan memberikan motivasi kepada anak-anak sekolah dan kaum muda Lekebai. Salah satu nasehat penting yang disampaikan beliau dalam bentuk ungkapan miu naja tau jadi manusia harus pake ote noo ate. Artinya, kalau ingin menjadi manusia yang baik dan berguna harus menjaga keseimbangan antara akal budi dan hati atau moralitas. Ungkapan inilah yang masih terpateri dalam pikiran dan hati anak-anak muda Mego hingga saat ini.

Penutup Sejak tahun 1959 sampai 2009 sudah diangkat 147 orang pahlawan nasional. Kini masyarakat diramaikan dengan usulan pengangkatan Abdurachman Wahid (Jawa Timur), Soeharto (Jawa Tengah), dan Frans Seda (Nusa Tenggara Timur). Aswi Warman Adam, Kompas, 09 Januari 2010, hal.6). Taman Makam Pahlawan Kalibata saat ini terdapat lebih dari 7.000 orang tokoh. Enam ribu diantaranya berasal dari kalangan militer dan hanya seribuan orang dari kalangan sipil.
Kalangan militer masih jauh lebih banyak. Mengapa? Jawabannya ada pada definisi pahlawann itu sendiri seperti tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 1964 yakni (1) Warga Negara RI yang gugur dalam perjuangan – yang bermutu – dalam membela bangsa dan negara serta (2) Warga Negara RI yang berjasa membela negara dan bangsa yang dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh satu perbuatan yang membuat cacat nilai perjuangannya.
Dengan persyratan kedua – tidak ternoda – maka para tokoh nasionalis dari kalangan yang telah berjasah dan tanpa cacat dalam mengabdikan dirinya bagi kemajuan bangsa seperti Drs. Frans Seda, sudah sepantasnya menerima gelar Pahlawan Nasional. DRS. DANIEL WODA PALE./KANIS LEWAR(nian alok)
Selengkapnya...

KPUD Sikka Verifikasi Berkas Cabup-Cawabup Sikka

Proses pelaksanaan Pilkada Sikka 2013-2018 sudah memasukki tahapan verifikasi berkas syarat cabup-cawabup Sikka yang didukung oleh partai politik (Parpol). Untuk itu, sejak tanggal 3-8 Januari 2013 KPUD Sikka memulai proses verifikasi dukungan calon di KPUD NTT dan KPUD NTT tentang kepengurusan parpol pendukung calon dan SK Penetapan dukungan calon yang sudah mendaftar ke KPUD Sikka sebagai pasangan Cabup-Cawabup Sikka melalui jalur parpol. "Kami akan sampaikan secara terbuka dan jujur kepada semua paket tentang kekurangan apa yang ditemukan KPUD Sikka saat proses verifikasi.

Maka itu, KPUD Sikka sejak tanggal 3-8 Januari 2013 sedang berada di Kupang dan Jakarta guna mengecek kepengurusan parpol dan rekomendasi parpol melalui SK Penetapan Dukungan terhadap calon. KPUD Sikka akan mengecek hal-hal tersebut," kata Albertus Ben Bao, Ketua KPUD Sikka, Jumat (4/1/2013) siang per-telepon dari Kupang.
Ben Bao menjelaskan, di tingkat Provinsi NTT berkas syarat pencalonan akan verifikasi oleh Ketua KPUD NTT, John Depa dan di tingkat pusat oleh empat anggota KPU Pusat.
"Semua akan diteliti dan akan kami sampaikan pada tanggal 9 Januari 2013 di Sikka kepada semua calon yang melamar melalui parpol termasuk jalur independen kekurangannya akan kami sampaikan semua. Jadi, yang melamar melalui parpol ada enam paket yakni Solid, An-Sar, Alex-Idong, Aura, Garansi dan Satria. Yang paling utama kami teliti siapa yang memberikan SK dukungan akan kami lihat sesuai ketentuan yang berlaku tentang syarat pencalonan," papar Ben Bao.
Ia mengatakan, pada Kamis (3/1/2013) pagi KPUD Sikka juga telah memanggil semua calon guna mengikuti rapat tentang pemeriksaan kesehatan pada tanggal 7 Januari 2013 mendatang RSUD TC.Hillers Maumere dan IDI Sikka.*(pos kupang)

Selengkapnya...

Monday, 17 December 2012

Konser Romantis Doddie di Maumere

Satu Dekade Sonia FM

Nyong Ambon Doddie Latuharhary sukses membuat penonton histeris lewat konser yang digelar tadi malam, Sabtu (15/12/12). Penyanyi yang dikenal lewat tembang-tembang manis penuh romantis mampu menyihir sejumlah fans-nya. Diatas panggung utama yang berdiri disisi kiri Samador, Doddie melelehkan hati mereka. Tampias. Menusuk hingga ada yang sukarela meneteskan airmata. Mereka berteriak histeris disetiap tembang dan membiarkan tubuh mereka berdesak-desakan demi menyentuh pujaannya. Tampil tanpa beban, Doddie membawakan lagu-lagu cinta miliknya yang populer dan digilai fansnya . Beberapa kali dia mengajak penonton ikut bersama bernyanyi. Dalam suanasa romantis tembang-tembang cinta disantap seisi Samador. Memukau.

Pegelaran bertajuk "Konser Amal Mendukung Sikka Menuju Kabupaten Layak Anak" merupakan persembahan Radio Sonia FM, KPID NTT dan FAS (Forum Anak Sikka) dalam semarak 10 Tahun Radio Sonia FM Maumere. Disela pegelaran, diisi penyerahan SIP (Surat Ijin Penyiaran) untuk 7 lembaga penyiaran di NTT dan penandatanganan MOU antara FAS dengan lembaga penyiaran.
Memasuki pukul 21.30 Wita. lampu panggung redup sejenak dan band pengiring memainkan musik instrumen. Band yang diisi Martin (Keyboard), Adrian (Gitar), Judit (Bass), Dave (Keyboard) dan Nyong Latuharhary (Drum) membuka konser dengan instrumen musik yang hangat. Tak berapa lama, MC Lucky Reyner dan Jalu meminta Doddie naik ke pentas. Selang beberapa detik, sang pujaan telah berada diatas panggung dan langsung memberi suprise dengan nomor reggae. Ketika pertama kali menampakkan wajahnya, ketika itu pula penonton yang telah lama menunggunya berteriak histeris. Doddie dalam balutan jaket itam sepertinya tahu benar apa yang mesti dilakukannya. Dan saat itu pula Samador dalam genggamannya. Tembang reggae berjudul ''Tree Little Bird' disambung 'To Love Somebody' tersebut dimainkan energik. Penonton menyambutnya dengan meriah. Hangat. Diikuti dengan lagu-lagu romantis seperti Beta Su Bilang, Sunyi, Beta Cuma Tanya. Penonton berhasil dihanyutkan dalam suasana manis. Fansnya ikut bersama bernyanyi.
Beberapa kali ia berusaha mendekati penonton yang berada di bagian VIP. Doodie juga tak lelah memberi sapaan bagi penonton yang berdiri dan jauh dari panggung. Ia tak peduli keringat yang mengalir diwajahnya. Wajahnya selalu memperlihatkan senyum.
Ditembang berjudul 'Cinta Semata Wayang' menjadi lagu jelous bagi sebagian penonton perempuan. Tentu saja. Diatas panggung Doddie nampak berbagi kemesraan dengan seorang gadis. Kemesraan semakin romantis dengan usapan lembut sang gadis menyeka keringat diwajah Doddie. Apalagi ketika Doddie memanggil-manggil sang gadis seakan tak rela si nona meninggalkan panggung. Dibawah panggung, teriakan nama Doddie semakin menjadi-jadi.
Berturut-turut beberapa lagu kembali menghangtakan Samador. Papa Nakal, Mari Datang, Beta Cuma Tanya. Doddie tampil prima dan selalu menarik perhatian.
Lagu romantis 'Dingin' dengan tempo pelan dibawakannya dengan penuh perasaan. Penonton yang mendengar lagu tersebut langsung mengikuti tiap bait lirik yang dilantunkan. Suasana romantis pun semakin terasa. Apalagi sejumlah penonton merupakan pasangan.
Doddie yang telah dua kali menghibur Maumere, mengakhiri pegelaran dengan tembang terakhir berjudul Dangke. Ditembang ini ia turun dari panggung dan berusaha mendekati fansnya. Sambutan dan teriakan histeris membahana kearah mana ia meletakan tangannya memberi salam. Ia terus membiarkan senyum dan keramahannya menyentuh penonton. Dalam kawalan ketat, kepada penonton yang datang ia mengucapkan salam perpisahan. Total selama 90 menit penampilannya, Doddie membawakan sekitar 10 lagu. Usai konser, Doddie dikerubungi fansnya. Meski nampak lelah, sang bintang masih menunjukan keramahan dengan berfoto bersama. Para pengawalnya berusaha keras menyelamatkan Doddie menuju mobil. Ia kembali ke hotel dirngi teriakan para fansnya.
Pegelaran dalam semarak Satu Dekade Ultah Sonia FM dihadri komisaris Radio Sonia Fm Greva Seda, kru Sonia dan sejumlah Soniers. Hadir juga Ketua KPID NTT Ibu Mutia bersama anggotanya serta KPI Pusat. Sejumlah penyiar dari Radio FAS juga turut hadir dan berbahagia. Doddie dan para personil band yang akan meninggalkan Maumere Senin, (17/12/12) diberikan cinderamata kenangan dari KPID NTT dan Sonia FM yang diserahkan Mutia  dan Greva Seda. Secara khusus masing-masing diberikan replika komodo dan kalung Rosario. "Doddie paling suka mengenakan rosario, dan beliau mengoleksi rosario dari berbagai daerah, kata Lucky.
Pegelaran di malam minggu nan cerah didukung oleh Sao Wisata Hotel Maumere, Lintas Arung Tour & Travel Maumere, Dealer Motor Fajar Timur, Resto 78, Apotik K-24, Orin Ita, inimaumere.com dan Event Organizer-nya oleh Choin Enetertaiment.



www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Thursday, 13 December 2012

20 TAHUN BERLALU

12-12-1992 =>12-12-2012
Kampung Wuring/google
Dua puluh tahun berlalu. Kisah tragis merobek ingatan kita. Dua puluh tahun lampau itu, kita pernah mengalami kisah perih ketika sanak saudara, sobat dan orang-orang yang kita cintai direnggut dari sisi kita. Tanah yang kita diami berlinang duka. Lebih dari 2000 nyawa melayang. Ribuan bangunan rubuh. Ribuan manusia lainnya luka-luka, kehilangan tempat tinggal dan meratapi harapan yang sirna. Flores dilanda malapetaka. Bumi Indonesia terhenyak dan berduka. Jutaan anak bangsa mengulurkan bantuan dan masyarakat dunia memberikan perhatian yang luar biasa. Maumere, kota mungil ditepi laut utara porak poranda. Dia tidak sendirian. Kabipaten Flores Timur, Ende dan Ngada juga mengalami hal serupa.

Dua puluh tahun lalu pesisir pantai meratapi dahsyatnya alam yang menghantam dan merenggut nyawa manusia. Kisah pedih 20 tahun yang lampau tak mungkin hilang dari ingatan.
Gempa tsunami yang demikian parah, merusak sebagian besar infrastruktur yang telah dibangun dengan susah payah. Goyangan gempa memutuskan jalur jalan trans Flores. Longsor dimana-mana. Dan semua bergandengan tangan, saling memanjatkan doa meski dengan cara berbeda.

Di pengungsian seadanya, dibawah kemah yang berdiri dihujani rintik gerimis usai gempa, pengungsi berdesakan sambil memanjatkan doa dalam kegelapan. Listrik mati ditengah hujan dan angin. Dijalanan sepi. Semua waspada sambil memeluk keluarga rapat-rapat.

Presiden Soeharto kala itu bersama Nyonya Tien serta rombongan Jakarta terbang ke Maumere, meluangkan waktu memberi perhatian bagi para korban tsunami.

Kini sekelumit kenangan itu masih ada. Meski sudah 20 tahun berlalu. Terpatnya tanggal 12 bulan 12 tahun 2012, mendekati pukul 2 siang.

Saat ini, Rabu 12 Desemeber 2012, mendekati pukul 14.00 wita hujan lebat jatuh pun di bumi Maumere setelah berbulan-bulan kota ini disiram terik. Seakan-akan langit ikut berduka mengenang 20 tahun yang lampau.

Tak ada peristiwa mencolok dari bumi Maumere memperingati 20 tahun gempa Flores. Hanya beberapa komunitas yang ikut memberikan doa dan tabur bunga.


Misalnya para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Setda Sikka menggelar misa dan renungan untuk korban dan gempa tsunami 1992. Penaburan bunga di pesisir pantai utara oleh sejumlah komunitas dan gelar Seminar Gempa Tsunami Flores oleh para pakar di Universitas Nusa Nipa dan pegelaran pameran foto-foto gempa tsunami Flores 1992.


***

Gempa dashyat Flores telah berusia 20 tahun. Waktu terasa begitu cepat bergulir. Para ahli meramal bahwa gempa dashyat akan terulang dalam kurun waktu 25-30 tahun, maka kita tinggal menghitung hari.
Sejak tahun 1608 hingga 2008, ada 217 tsunami yang menghantam bumi Indonesia.
Selama 20 tahun pastilah telah terjadi banyak perubahan di perut bumi Flores serta pulau-pulau sekitarnya seperti Adonara, Solor, Lembata, Alor dan Pantar yang masuk dalam kawasan Cincin Api Nusantara.
Lempengan kulit bumi yang patah berderai pada 12 Desember 1992 mungkin telah membentuk calon lokasi patahan baru yang jauh lebih dasyhat.
Kita hidup di tengah Cincin Api, kawasan yang dikelilingi gunung berapi dan lempeng tektonik aktif. Kita seakan diintip teror yang terus mengintai. Semoga bumi Flores dan NTT dilindungi Sang Kuasa, dan tak ada lagi peristiwa serupa yang maha dahsyat mendatangi bumi kita. GBU Flores!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Unipa Kembangkan Mahaler

Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere kini mengembangkan rumah halar plester (mahaler) setelah belajar dari pengalaman gempa tahun 1992 yang memporak-porandakan Flores dan pengalaman dari gempa-gempa yang pernah terjadi di daerah lain. Demikian disampaikan Siprianus W Goetha, ST, MT, dari Fakultas Teknik Unipa Maumere dalam seminar, "Refleksi 20 Tahun Gempa Flores dan Antisipasinya," di Hotel Sylvia Maumere, Rabu (12/12/2012). Seminar ini digelar Unipa Mamumere. Seminar dihadiri 225 orang dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sikka dan daerah lainnya di Flores dan Lembata.
Seminar dibuka Rektor Unipa Maumere, Amandus Embo. Goetha yang mengupas materi bertajuk, "Membangun Masyarakat Sadar Gempa, Suatu Upaya Meminimalisir Risiko Bencana Gempa Bumi di Wilayah Propinsi NTT," mengatakan, "Kita jangan berusaha untuk merombak seluruhnya atau memulai sesuatu yang seluruhnya baru."
Ia menjelaskan, mahaler merupakan aplikasi regionalisme rumah berdinding halar yang diplester dan mampu bertahan terhadap gempa dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan kekinian.

Dikatakannya, pendekatan yang digunakan untuk membangun rumah dengan memanfaatkan kearifan lokal seperti mahaler, yakni menggali dan mengkaji proses perencanaan dalam sistem budaya bermukim masyarakat setempat.

Selain itu, menyatukan elemen bangunan rumah yang paling banyak diaplikasikan dalam rumah tinggal bermaterial lokal menjadi rumah berdinding tembok dengan komposisi yang kompak.

Pemateri lainnya, Prof. Dr. Benjamin Lumantarna, M.Eng, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, mengatakan, banyak bangunan di daerah yang tidak sesuai perencanaan, bahkan tanpa perencanaan sama sekali.

Inilah yang menyebabkan bahaya jika terjadi bencana atau gempa. Untuk meminimalisir bahaya gempa, kuncinya terletak pada perencanaan.

Lumantarna mempertanyakan, "Apakah bangunan kita sekarang tahan gempa?" Ia juga menyinggung pergantian regulasi tentang peraturan gempa. Hal ini yang menyebabkan sulitnya menentukan kepastian suatu daerah yang merupakan daerah jalur gempa atau tidak.

"Indonesia sudah beberapa kali mengalami pergantian peraturan gempa, dimulai dari PMI 1970, NI-18 yang sebelumnya dipelopori oleh Teddy Boen dan Wiratman Wangsadinata. Ada juga peraturan PPTGIUG 1983, dan SNI 03-1726-2002. Banyaknya aturan inilah yang menyebabkan sulit dipastikannya suatu daerah yang merupakan jalur gempa atau tidak," tandas Lumantarna.

Pemateri Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng, Ph.D, Dipl, GCTT, Kepala Pusat Penelitian dan Dosen Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya, yang membedah materi, "Membangun Rumah Tembok di Daerah Gempa," menjelaskan, kebanyakan rumah yang rusak akibat gempa berupa atap bergeser dari elemen pendukung, dinding rubuh, kegagalan di sudut-sudut bukaan, kegagalan di sudut-sudut dinding, serta beberapa tipikal kerusakan lainnya.

Djawantoro menyebut tips dasar untuk membangun rumah di daerah gempa berupa mutu bahan bangunana harus baik, mutu pengerjaan harus baik dan semua komponen bangunan dimulai dari pondasi, kolom, balok, dinding, rangka atap dan atap harus bersambung satu dengan yang lainnya.

Dengan demikian, ketika digoncang gempa, bangunan bergetar sebagai satu kesatuan.

Seperti disaksikan Pos-Kupang.Com, seminar ini diisi dengan pemutaran film dokmenter tentang gempa Flores tahun 1992 dan pameran foto pasca gempa Flores.(pos kupang)
Selengkapnya...

Saturday, 8 December 2012

Satu Dekade Radio Sonia FM bersama Doddie Latuharhary

Stadion Gelora Samador, 15 Desember 2012

Menyemaraki 10 tahun Radio Sonia FM Maumere, manajemen radio yang beralamat di Wairklau Maumere berencana mendatangkan artis penembang lagu-lagu cinta berbahasa Ambon Doddie Latuharhary. Artis yang memiliki sejumlah pengemar fanatik di berbagai wilayah Indonesia Timur ini didapuk menjadi bintang utama dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka memperingati Ultah Radio Sound of Nian Tana (Sonia) FM. Lucky Reyner, General Manager Radio Sonia mengatakan pegelaran bertema Konser Amal Mendukung Sikka Menuju Kabupaten Layak Anak  merupakan persembahan Radio Sonia FM, KPID NTT dan Forum Anak Sikka (FAS) bagi Soniers dan fans Doddie di Maumere.

Radio Sonia FM katanya, diusia satu dekade ini telah mengalami perjalanan panjang dengan sejumlah dinamika, namun mampu melewatinya hingga berada digaris terdepan menjadi radio legal pertama di Kabupaten Sikka. Ia mengatakan punggawa Sonia, manajemen dan Soniers merupakan kunci keberhasilan radio swasta ini bertahan hingga sekarang, bahkan menjadi satu-satunya radio yang mengudara di bumi Sikka. Untuk itu lanjutnya, kehadiran Doddie di Satu Dekade Sonia FM adalah kebanggaan bagi para Soniers yang telah bersama Sonia FM dalam 10 tahun di Maumere. Rencananya Doddie akan manggung di Stadion Samador Maumere tanggal 15 Desember 2012 dengan harga tiket masuk variatif.

Harga tiket untuk konser malam tersebut dijual untuk kelas undangan VIP, VVIP dan untuk umum. Untuk kelas VIP undangan disebar dengan harga Rp 150 ribu, kelas VVIP Rp 250 ribu dan kelas umum tiket dijual dengan harga Rp 10 ribu. Penjualan tiket VVIP dan VIP terbatas sehingga jangan lewatkan kesempatan mendapatkan kenyamanan. Sedangkan tiket umum dijual pada pukul 17.00 Wita tanggal 15 Desember menjelang konser Doddie malam hari.

Untuk kelas VIP dan VVIP undangan akan berada disekitar panggung konser. Kelebihannya undangan bisa lebih dekat dengan sang maesto cinta. Tentunya sambil duduk nyaman tanpa saling berdesakan. Sedangkan penonton dengan tiket umum akan berada di bawah panggung dengan barikade pembatas tanpa kursi. Kelas festival tersebut diperkirakan akan dibanjiri para penggemar Doddie hingga memenuhi seisi lapangan stadion.
Undangan VVIP dan VIP bisa didapatkan di Studio Radio Sonia FM, Jalan Wairklau Maumere. Undangan terbatas, kata Lucky.

Dalam catatan inimaumere.com, konser Doddie Latuharhary di Maumere merupakan yang kedua. Doddie Latuharhary yang meledak dengan tembang "Dingin", "Seng Usah Lai", "Putus Di Lampu Lima" memiliki ribuan penggemar di Maumere, Flores juga NTT.

  Untuk melengkapi Konser Nyong Ambon Manise di Maumere tanggal 15 Desember 2012, Doddie Production,. manajemen dari artis Doddie akan mendukung dengan menampilkan band pengriing dan dancer. Anda pasti penasaran, bagaimana sang maestro cinta ini meledakan hati anda? Datang saja di Samador Tanggal 15 Desember 2012. Eitssss...jangan lupa pesan dulu undangannya. Langsung ke Studio Sonia FM.

Konser bertabur cinta satu dekade Sonia FM di dukung oleh: Hotel Sao Wisata, Lintas Arung Tour & Travel, Fajar Timur Motor, Apotik K-24 dan inimaumere.com. Penyelenggara event ini adalah Choin Entertainment.

 Akhir kata, Selamat Datang Bung Doddie, Happy Berthday Sonia FM....!!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---