Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 27 May 2013

20 Sekolah Lulus 100 Persen

Sebanyak 20 sekolah dari 39 sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA,SMK/MA) yang mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun 2012/2013 di Kabupaten Sikka lulus dengan persentase  100% (seratus persen). Dari sekolah itu jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 27 siswa dari total 3703 siswa yang mengikuti UN. sedanglan total siswa yang lulus sebanyak 3676 siswa. Pengumuman kelulusan UN tersebut dilakukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Sikka hari ini, Senin (27/5/2013) pagi. Hasil ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya mampu meraup kelulusan 100% di sembilan sekolah. Tingkat kelulusan ini juga mengalami peningkatan persentase dari tahun 2012 sebesar 95.44% menjadi 99.15% tahun ini.
Duapuluh sekolah tersebut terbagi dalam sekolah menengah atas dan madrasah (SMA/MA) yang berhasil meluluskan 10 sekolah dengan angka 100%. Dan sekolah kejuruan yang juga meloloskan 100% pada 10 sekolah.

Saat ini, ditengah suasana mendung yang menyelimuti Maumere, sejumlah siswa telah mendengarkan kelulusan. Seperti biasanya mereka mencoret baju seragamnya dengan cat warna-warni. Kedaan lalulintas sampai siang ini dalam keadaan kondusif. Belum terlihat adanya pawai kendaraan para siswa merayakan kelulusan.

dibawah ini hasil lengkap Tingkat Kelulusan Siswa di Sejumlah Sekolah di Kab. Sikka.

Prosentase UN SMA/MA Kab Sikka 2013 :

SMA Negeri I Maumere
Jumlah Peserta 311
Tidak Lulus : 0
Lulus 311
100%

SMA Negeri II Maumere
Jumlah Peserta : 240
Tidak Lulus 3
Lulus : 237
99.08%

SMAK St.Gabriel Maumere
Jumlah Peserta : 210
Tidak Lulus: 1
Lulus : 209
99.39%

SMAK PGRI Maumere
Jumlah Peserta: 26
Tidak Lulus : 2
Lulus: 24
93.34%

SMAK Yoh. Paulus II
Jumlah Peserta : 82 Tidak Lulus : 0
Lulus : 82
100%

SMAK Bhatyarsa Maumere
Jumlah Peserta : 99
Tidak Lulus: 99
Lulus: 99 100%

SMAK St Petrus Jumlah Peserta : 46
Tidak LuLus: 1
Lulus: 45
98,61%

MA AT Taqwa Maumere
Jumlah Peserta: 41
Tidak Lulus: 0
Lulus:
41
100%

SMAK ALVARES Paga
Jumlah Peserta: 88
Tidak Lulus: 0
Lulus: 0
100%

SMAN I Nita
Jumlah Peserta: 79
Tidak Lulus : 79
Lulus: 79
100%

SMAN Bola
Jumlah Peserta: 34
Tidak Lulus : 0
Lulus: 34
100%

SMAN Talibura
Jumlah Peserta: 82
Tidak Lulus : 0
Lulus: 82
100%

SMAK St Maria
Jumlah Peserta: 78
Tidak Lulus : 3
Lulus: 75
100 %

SMAK Frateran
Jumlah Peserta: 159
Tidak Lulus : 0
Lulus: 159
100%

SMA Muhamadyah
Jumlah Peserta: 32
Tidak Lulus : 4
Lulus: 28
92.00%

SMAK Roledelu
Jumlah Peserta: 34
Tidak Lulus : 9
Lulus: 25
84.49 %

MA Muhadiyah Nanaghure
Jumlah Peserta: 33
Tidak Lulus : 0
Lulus: 33
100 %

TOTAL : JUMLAH PESERTA : 1674 TIDAK LULUS : 23 LULUS : 1652 Prosentase Kelulusan : 98,46%

Prosentase UN SMK Kab Sikka 2013 :
SMK St Gabriel
Jumlah Peserta: 331
Tidak Lulus : 0
Lulus: 331
100%

SMK St Elisabeth
Jumlah Peserta: 177
Tidak Lulus : 2
Lulus: 175
98.87 %

SMK Tawa Tana
Jumlah Peserta: 50
Tidak Lulus : 0
Lulus: 50
100 %

SMK Negeri Talibura
Jumlah Peserta: 54
Tidak Lulus : 0
Lulus: 54
100%

SMK Yohanes XXIII
Jumlah Peserta: 263
Tidak Lulus: 0
Lulus: 263
100%

SMK Budi Luhur
Jumlah Peserta: 31
Tidak Lulus : 0
Lulus: 31
100 %

SMK St.Thomas
Jumlah Peserta: 381
Tidak Lulus : 3
Lulus: 378
99.21 %

SMK Bina Maritim
Jumlah Peserta: 58
Tidak Lulus : 0
Lulus: 58
100%

SMK Negeri I Maumere
Jumlah Peserta: 236
Tidak Lulus : 0
Lulus: 236
100 %

SMK Negeri 2 Maumere
Jumlah Peserta: 42
Tidak Lulus : 0
Lulus: 42
100 %

SMK Yapenrais
Jumlah Peserta: 20
Tidak Lulus : 0
Lulus: 20
100 %

SMK Mathilda
Jumlah Peserta: 386
Tidak Lulus : 0
Lulus: 386
100%

TOTAL :
JUMLAH PESERTA : 2029
TIDAK LULUS :5
LULUS : 2024
Prosentase Kelulusan: 99.84%

Keseluruhan Kabupaten Sikka :
Jumlah Total Peserta : 3703
Tidak Lulus : 27
Lulus : 3676
99.15%

Sumber: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Sikka

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Friday, 24 May 2013

Putaran Kedua: Bersaing Ketat

HASIL Perolehan Suara Sementara

Hasil Perolehan Suara Sementara Putaran kedua Pilkada Sikka untuk sementara sampai dengan sore tadi, Jumat (24/5/2013) menunjukan adanya persaingan. Alex-Idong (Alexander Longginus-F. Roberto Diogo) dan An-sar (Yos Ansar Rera-P. Nong Susar) memiliki perolehan suara yang hampir sama. Data dari KPUD Sikka yang dilansir inimaumere.com pukul 16.00 Wita tadi menunjukan kedua paket ini sama-sama bersaing. Alex-Idong meraih hasil suara 41,460 sedang An-Sar unggul tipis dengan 41,484 suara sah. Sampai dengan saat ini total suara yang masuk mencapai 82,944 suara. Dan data sementara menunjukan An-sar unggul sementara di 12 Kecamatan. Untuk lengkapnya kita bisa melihat hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Sementara dibawah ini.

REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA SAH SEMENTARA Pemilihan Bupati dan Wabup Sikka Putaran II
1. Paga:
 Alex-Idong 846
 An-sar: 3250

2.Tanawawo
Alex-Idong 75
An-sar:2150

3. Mego
Alex-Idong 825
An-sar:1800

4.Nita
Alex-Idong 8119
An-sar: 1597

5. Palue
Alex-Idong 711
An-sar: 1100

6. Magepanda
 Alex-Idong 1317
An-sar: 2223

7. Alok Barat
Alex-Idong 2328
An-sar: 1560

8, Alok
Alex-Idong 2547
An-sar: 1368

9.Alok Timur
Alex-Idong 2777
An-sar: 3492

10. Lela
Alex-Idong 3466
An-sar: 1751

11. Koting
Alex-Idong 1479
An-sar: 1265

12. Nelle
Alex-Idong 1805
An-sar: 458

13. Kangae
Alex-Idong 3156
An-sar: 1365

14. KEwapante
Alex-Idong 1765
An-sar: 1636

15. Hewokloang
Alex-Idong 1000
An-sar: 1900

16. Bola
Alex-Idong 1671
An-sar: 1588

17. Doreng
Alex-Idong 1497
An-sar: 2998

18. Mapitara
Alex-Idong 520
An-sar: 1750

19. Waigete
Alex-Idong 2183
An-sar: 2767

20, Talibura
 Alex-Idong 2750
An-sar: 3563

21.Waiblama
Alex-Idong 623
An-sar: 1903
 ======================================
Total Suara Sah Sementara:
ALEX-IDONG: 41.460
AN-SAR: 41.484

TOTAL: SUARA MASUK: 82.944

PERSENTASE Sementara: Alex-Idong: 49.99 An-sar: 50,01

Sumber: KPUD Sikka

wwww.inimaumere.com
Selengkapnya...

Paket Alex-Idong Unggul Sementara di Pilkada Sikka

Sampai Pukul 22.30 Wita

Hasil perhitungan sementara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sikka terhadap hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sikka, Kamis (23/5/2013) menempatkan Paket Alex-Idong unggul sementara. Data yang masuk di KPUD Sikka hingga pukul 22.30 Wita Paket Alex-Idong mengumpulkan 31.092 suara sah. Sementara Paket An-Sar memperoleh 20.889 suara sah. Sehingga suara sah sementara sebanyak 51.981 suara dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Sikka sebanyak 194.625 suara. Rekapitulasi data yang diterima Wartawan dari KPUD Sikka pada Kamis (23/5/2013) pukul 22.30 wita data yang di peroleh ini baru masuk 15 Kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka.


Data yang ada ini baru sementara atau dari setiap kecamatan belum semua TPS yang datanya masuk di KPUD Sikka. Untuk itu KPUD Sikka terus meng-input-kan data dan tentunya akan mengalami perubahan data nanti.
Dari hasil rekapitulasi sementara, enam kecamatan yang belum memasukkan data yakni Tanawawo, Mego, Alok Timur, Bola, Doreng, dan Mapitara.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang di KPUD Sikka, data yang ada ini merupakan data sementara. Karena semua kecamatan belum masuk full. Rekapitulasi sementara ini akan berlangsung hingga rapat pleno perhitungan yang direncanakan tanggal 28/5/2013.
Berkaitan dengan data yang ada, Ketua Tim Pemenangan Paket Alex-Idong, Darius Evensius yang dihubungi Pos Kupang menjelaskan secara singkat bahwa pihaknya masih terus melakukan perhitungan terhadap hasil yang ada.
Sementara itu Calon Bupati dari Paket An-Sar, Yosep Ansar Rera yang dihubungi Pos Kupang mengatakan, pihaknya saat ini masih menghimpun semua data untuk dilakukan perhimpungan. sehingga, jelas Ansar, Paket An-Sar belum dapat mengatakan bahwa mereka (Paket An-Sar) unggul atau belum. "Kami masih menghimpun data atau menunggu data dari C1 KWK. Kalau semua data ini sudah terkumpul, maka kami baru dapat pastikan,"tandas An-Sar.(ris/oma/http://kupang.tribunnews.com/2013/05/24/paket-alex-idong-unggul-sementara-di-pilkada-sikka)
Selengkapnya...

Data Perhitungan Suara Pilgub NTT

Hasil perhitungan sementara KPU NTT untuk Pemilihan Gubernur hingga pukul 21.00 wita menyebutkan pasangan Esthon Foenay-Paul Talo ukalah tipis atas rivalnya Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni (Frenly. Data tersebut dapat dilihat dibawah ini:


  • Hingga Pukul 21.00 Wita
  • Kabupaten -------------- Esthon------------Frenly  
  • Kota Kupang ------------54.061-------------27.221 
  • Kab Kupang ------------ 17.969------------8521 
  • TTS ---------------------8.788--------------4.567 
  • TTU - - Belu -----------29.810------------- 42.317
  •  Lembata - - Flotim------3.420--------------19.669 
  • Sikka - - Ende--------- 17.748-------------43.636 
  • Ngada-------------------7.203-------------7.889 
  • Sabu Raijua - - Rote Ndao - - Manggarai - - Manggarai Barat--------------8.625----14.344 Manggarai Timur - Sumba Barat------------------6.711-------------3.188 
  • Sumba Barat Daya-----  4.153-------------6.033 
  • Sumba Tengah-----------7.735-------------5.271 
  • Alor--------------------14.589------------9.569 
  • Nagekeo----------------4.221------------8.250
  •  Total-----------------197.003 (48,53%)---208.860 (51,46%)
(sumber: pos kupang)
Selengkapnya...

Pilkada Putaran Kedua Kondusif

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sikka dan Pemilihan Kepala Daerah NTT hari ini, Kamis (23/5/2013) berlangsung damai ditengah situasi kondusif. Ribuan masyarakat pemilih memenuhi Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna memberikan hak suara. Pusat kota nampak sunyi , begitu pula di pedesaan. Toko-toko tutup sejak pagi. Tidak ada aktivitas berarti seperti perniagaan hingga siang. Usai pencoblosan baru aktivitas terlihat bergerak. Penghitungan suara untuk masih-masing paket petarung dimulai sejak pukul 13.00 wita. Masyarakat terlihat berkumpul diberbagai TPS. Hingga sore perayaan kemenangan tidak terlihat seperti diputaran pertama. Semua masih menunggu. Pemenangnya belum bisa disimpulkan.


 Penghitungan suara berlangsung hingga pukul 15.00 hingga pukul 16.00 wita. Suasana sangat berbeda. Banyak orang berkumpul dipinggiran jalan. Sekedar bertukar data masing-masing TPS atau mendengarkan kabar terbaru.  Suasana seperti ini berlangsung hingga malam.

Kabar-kabar dijalanan begitu menyeruak namun belum dipastikan pememangnya.

Kemerihan pesta demokrasi ini menjadi lensa perpolitikan Nian Sikka. Hal yang paling dijaga adalah kebersamaan. Hanya satu harapan kepada pemimpin baru, agar mampu membawa masyarakat keluar dari ketidakberdayaan, terutama dalam hal kesejateraan.

Pemenangnya adalah rakyat, ya rakyat!

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 20 May 2013

Dua Lapangan Futsal untuk Pecinta Bola

Dua Lapangan futsal berstandart nasional kini hadir di Maumere, tepatnya di Jalan Adisucipto, Wai Oti. Lapangan bernama Viva Futsal milik pengusaha batu gajah Robert Tunggal,  Minggu (19/5) sore diresmikan penggunaanya oleh Bupati Sikka Sosimus Mitang. Owner VIVA FUTSAL Elvin Tunggal mengatakan, selain memiliki rumput sintentis yang dipesan dari Belgia, jaring disemua sisi, dan standart keamanan lainnya, lapangan tersebut juga menyediakan locker, kafe, dan sarana untuk pemain, disewakan setiap hari mulai, Senin (19/5) dari pukul 05.00 wita sampai 23.00 wita dgn harga Rp 150 ribu/jam (pagi-sore) Rp 200 ribu/jam (malam).

Kedua lapangan yang terletak persis disisi jalan raya menuju Bandara Frans Seda ini merupakan lapangan futsal yang pertama berstandart nasional di Kota Maumere. Ada beberapa lapangan futsal yang sering dipakai bertanding, namun kelayakannya perlu dipertanyakan. Selain menggunakan lantai semen sebagai wadah bermain, lapangan tersebut juga menggunakan tembok disemua sisi.

Kehadiran dua lapangan futsal tersebut menjawab kekuarngAn tersebut. Tak kurang Bupati Sikka Sosimus Mitang menyambut baik. Beliau mengucapkan terima kasih kepada pengusaha Viva Futsal. "Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka mengucapkan terima kasih atas kehadiran Viva Futsal di Maumere.”
Bupati juga mengatakan kehadiran lapangan tersebut merupakan sumbangan besar bagi dunia olah raga khususnya sepak bola ruangan di Kabupaten Sikka. Ia berharap agar digunakan sebaik-baiknya dan dijaga bersama oleh semua pengguna. Lewat lapangan futsal ini, bupati berharap dapat terjalin persaudaraan antar sesama atlet asal semua bertanding dengan hati nurani.

Peresmian Lapangan VIVA Futsal dihadiri Kapolres Sikka, Dandim 1603 Sikka dan sejumlah pejabat dan beberapa pengusaha. Peresmian penggunaan ini ditandai pengguntingan pita serta penendangan bola oleh Bupati Sosimus. Dilanjutkan pertandingan pemanasan antara klub futsal BRI FC dan Pertamina FC serta beberapa klub lainnya.

Peresmian yang dipandu MC Tonce Fernandez mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Tak ketinggalan para bocah yang menyaksikan dengan seksama. Lewat tatap mata kecilnya, nampak ada keinginan besar merasakan nikmatnya bermain dengan rumput menawan. 
Pasalnya sejauh ini lapangan di kota nyiur melambai masih jauh dari harapan. Tempat mengelolah bola itu penuh dengan kerikil dan batu-batu kecil. Selain itu rumput pun jarang tumbuh. Belum lagi kedaan permukaan tanah yang tidak rata. Padahal dari kota ini banyak bocah berbakat mumpuni yang sebenarnya mampu berkembang baik dengan kondisi lapangan yang nyaman.

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

PEREMPUAN DALAM SENI TENUN IKAT SIKKA FLORES

oleh: Yosef Dentis, SPd

Tenun ikat Sikka Flores menjadi khas dan ciri utama busana tradisional masyarakat yang lazimnya disebut dengan sarung ( utan (ng). Munculnya seni tenun dengan pengaruh penyebarannya menyeluruh serta masih kuat dan melekat dengan budaya yang ditampilkan. Berbicara tentang penyebaran tenunan ikat hampir menyeluruh dikawasan nusantara Indonesia. Faktor penyebarannya disebabkan terjadi perkembangan dari budaya luar dan juga dari dalam. Ini semua ditampilkan melalui bukti nyata atau fakta yang ditampilkan dalam motif dan ragam hias seni tenunan lokal Sikka. Perkembangan sejarah asalnya perempuan Sikka hadir dan tampil dalam kreasi bertenun bertenun ikat dengan hadirnya seporang tokoh yang diungkapkan oleh Mo'at Diogo" menceritakan bahwa Mo'an Pu'an Tawa Tana mempunyai seorang putri bernama Du'a Gurun Meran yang berarti wanita benang merah yang dinaknai sebagai 'du'a legur rewu'. Arti dari ungkapkan ini memberi makna meninggalkan debu primitif .

Dedikasi perempuan dalam membangun menciptakan dan membangun pola perubahan dengan meninggalkan pola berpikir lama /kuno. Perempuan siap untuk meninggalkana debu primitif ( du'a luk rewu) / pola pikir yang kuno serta membuka cakrawala baru dan siap menerima perubahan. Pola perubahannya dengan siap membuka diri terhadap perubahan dunia luar, dari rasa terbelenggu, rasa ketidaak adilan, serta inovasi yang baik bagi perempuan Sikka waktu itu.

Pakaian dari kulit kayu diganti dengan pakaian sarung ( utan )/ragi/ nenang merak. Alat-alat buatan tradisional tawo korak diganti dengan pigang makok.

Kehadiran perempuan dalam kegiatan kehidupan sosial budaya telah mengatur perilaku perempuan untuk dapat mengembangkan, menemukan peran dan mampu melaksanakan perannya tersebut. Disatu sisi perempuan perempuan berkipra dilingkup domestic dalam rumah tangga melakukan pekerjaan rumah, tidak menghasilkan pendapatan yang nyata serta tidak mengenal jenjang karier.

Namun kenyataan secara ideal perempuan telah memberikan andil dalam pelestarian nilai sosial budaya didalam masyarakat. Jika seorang perempuan secara nilai sosial budaya telah disepakati sebagai orang yang lebih banyak beraktivitas untuk membangun generasi penerusnya hasilnya relatif lebih positif ( Dwi Angraini),demikian juga penampilan perempuan dalam aktivitas berseni tenun menjadi semakin populer dengan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat yang telah memberi bukti akan peran dan fungsinya mempertahankan nilai sosial budaya dalam bertenun ikat pada masyarakat.

Demikian juga seperti yang ditampilkan oleh perempuan generasi selanjudnya dengan hadirnya Tokoh perempuan Sikka Dona Maria Maria Ximenes da Silva ( 1940- 1670 ) dengan program penataan perdayaan aturan dalam sistematika perkawinan wanita Sikka yang sangat bernilai dan bermartabat. 

Masih ada tokoh perempuan Sikka lain yang dijadikan sebagai pemegang peranan penting dalam menerima perubahan sosial budaya yang sangat terkenal pula adalah dengan hadirnya Ratu Dona Inez Ximenes da Silva yang memperjuangkan ha dan kewajiban sebagai seorang perempuan dalam penentapan belis dalam perkawinan dan status harta warisan orang tua atau leluhur ( Boer ). 

Tampil juga tokoh pejuang dari wilayah Timur ( Tana Ai ) Du'a Toru sebagai pejuang dan pahlawan yang tidak dikenal dalam membela keneranan dan keadilan memperjuangkan nasib rakyatnya. 

Hadir pula menjadi tokoh panutan perempuan modern Ida Idong dalam menduduki dunia dan peran kepemerintahan walaupun sebagai kepala Desa, yang bisa dikatakan sebagai kepala desa perempuan yang pertama di kabupaten Sikka. Dan juga masih banyak gaya dan tampilan perempuan-perempuan Sikka membangun daerahnya dalam berbagai bidanag kehidupan, terutama merubah pola pikir masyarakat dari yang primitif sampai mampu menerima inovasi yang cukup memuaskan. 

Inilah yang menjadi satu jawaban dan bukti nyata bahwa peran perempuan telah mendapat ruang yang sebenarnya telah dibangun dari sebelumnya buat masyarakat Sikka.

Aktivitas dan dedikasi yang dibangun oleh perempuan sikka dalam berbagai bidangpun kini telah meyentuh kesetiap pelosok wilayah di seeluruh desa di kabupaten Sikka. 

Segala bentuk kegiatan dan aktivitas telah dibuat dan dikebangkan dengan menampilkan dedikasi yang mereka miliki sebagai seorang perempuan. Perempuan Sikka telah memperjuangkan nasib keluarga mereka dengan membangun dedikasi pola kerja baik secara pribadi maupun gotong royong. Aktivitas yang nampak dan selalu menjadi sorotan dan menjadi peletak dasar kewajibaan utama adalah membangun dedikasi kegiatan bertenun ikat, dan juga kegiatan lain seperti,berkebun, daan bertani.

Semakin gemanya kegiatan seni tenun ikat Sikka, patut dipuji, karena sudah menjadi satu syarat dan tanggung jawab moril perempuan Sikka untuk bertenun ikat menuntut 'ata du'a naha loru lorun' ( perempuan harus bisa bertenun ikat ) demikian juga "ata la'i naha gu'a uma kare tua ( laki-laki haru bisa bekerja kebun dan berusaha mencari nafka untuk menghidupkan keluarga ). 


Tenun ikat yang sudah lama telah digunakan sebagai pakaian sehari-hari , secara tradisonal memberi makna dan simbol status sosial, budaya ,kekuasaan dan martabat bagi seorang perempuan. Dalam pembuatan tenun ikat, harus memiliki sifat dedikasi dan emosional, hasrat dan perasaan yang keseluruhannya dibangun oleh perempuan yang berjiwa seni dalam bertenun ikat.

Perempuan Sikka telah memberi makna sendiri mempertahankan jati diri dalam mempertahankan budaya, pelestarian dan pengembangan budaya yang dapat dilakukan oleh bangsa ini. Ini semua bermaksud untuk memerpokoh ketahan dan pelestarian budaya bangsa. Untuk tetap mempertahankan jati diri serta identitas perempuan Sikka dalam bertenun ikat maka diperlukan pendampingan dalam berbagai pihak agar bisa menyatuhkan dan memberi dampingan, dengan selalu mengutmakan sikkap semangat harus bisa melalui perbuatan nyata dengan penuh rasa kecintaan dan rasa memiliki ( Alfonsa Horeng).

Keadaan yang dihadapi perempuan pada saat ini menunjukan bahwa wacana tentang perempuan sukup dilematis. 

Disatu sisi kehidupan nyata memaksa dan mengharuskan mereka berperan ganda namun disisi lain nilai sosial budaya yang mendukung peran ganda belumlah semaksimal. Perempuaan hampir tidak bisa menentukan dirinya sendiri dan menujunkan jati diri. Diluar sistem obyektif terkadang perempuana harus mengalami obyektivikasi secara terus menerus.

Harapan pada perempuan sebagai pelestarian dan pembuka tabir kegelapan dari zaman primitif menujug kepada zaman pencerahan tetap selalu berinovasi sebagai peletak dasar pelestari nilai sosial buaday yang dicetuskan atau ditampilkan melalui simbol-simbol, konsep yang diberikanpada kaumnya. 

 Sehingga bagi saya untuk memberi paran dan tanggungjawab dalam keluarga dan masyarakat maka perlu diberi makna bagi tampilan seni, tenun dan perempuan Sikka dengan kata kunci TRI TUNGGAL./ TIGA TAPI SATU).

Karena memiliki memiliki identitas kultural yang boleh dikatakan Tri Tunggal antara seni, tenun dan perempuan telah memperkaya perspektif dalam mengangkat kembali eksistensi seni bertenun ikat Sikka.

Demikian sebaliknya perempuan Sikka sebagai simbol yang memiliki rasa seni dan memilki artikulasi dalam bertenun bisa menampakan atau menghasilkan sesuatu unsur baru yang tercermin dalam kesenian yaitu bagaimana aktualisasi dalam berseni tenun. Sehingga antara seni, tenun dan perempuan dalam aktifitasnya mengembangkan budaya lokal, akan menjadikan perekat memperkaya khasana budaya nasional. Akhir kata maju terus ina wine( ng ) Sikka..


oleh: Yosef Dentis, SPd 












www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---