Nonton Bareng di Maumere Dukung Azizah
Saturday, 11 April 2015
Bersatu untuk Azizah
Azizah, gadis manis berusuai 17 Tahun, Siswi kelas 2 SMK Yohanes 23 Jurusan Administrasi Perkantoran telah mengguncang Nian Tana. Menyisakan cerita manis yg belum habis dibahas. Dukungan buat dia mengalir deras dari seantero persada Indonesia.
Di tanah kelahirannya Maumere getarannya tidak surut. Ketika MC kondang Lucky Reyner membakar gelaran nonton bareng dgn yel-yel menggetarkan, lapangan ex Pasar Bongkar Maumere sekejap menjadi riuh. Diatas panggung malam itu, Azizah tidak hanya berhasil menyatukan berbagai lapisan warga Maumere namun juga berhasil menyatukan tiga MC kondang dalam satu panggung.
Ya, betol, jarang sekali melihat ketiganya bersama dlm satu acara, tapi tadi malam sungguh beda. Selain Lucky yang bergaya rock n rool, ada juga Anto da Silva dgn gaya kocaknya dan juga Tonce Fernandez yg luar biasa. Ketiganya tampil menghibur dan terus mengajak warga Maumere mengirim SMS dukungan bt Azizah Kdi Ismihayrunisa.
Penonton menikmati, suasana tidak kaku. Apalagi hujan sore sudah menyiram Maumere.
Ketika mendekati pukul 20.00 wita lapangan semakin disesaki. Satu layar yg menyiarkan acara MNCTV di bagian selatan panggung menjadi layar kontrol, Sedang panggung utama gebyar disi berbagai atraksi memikat para musisi lokal yang naik panggung tanpa dibayar.
Detik berpacu cepat. Berbagai hadiah menarik dr Bank BRI dan Bank NTT dilempar kepada siapa saja dalam segmen kuis berhadiah. Pun Extra Josh yg menyiapkan minuman gratis yang dibagi-bagikan kepada penonton yang ingin menikmati minuman segar dan dingin.
Telkomsel yang menyiapkan tenda dgn berbagai kartu pulsa siap kirim. Serta para fotografer yang lalu lalang siap membidik. Rindu nyaman turun membuka tenda menyiakan kursi secara gratis, pun Et hop yang menyiapkan layar scren, dan radio sonia Fm, Suara Sikka Fm dan Rogate FM yg memberikan laporan pandangan mata kepada semua pendengar.
Big One yang diisi Nyong Franco, Ory Bura, Valen Vardam, Andrys da Cunha dan lainnya tampil menarik dgn berbagai tembang blues n roc n rool. Mereka juga turut mengiring Theresia Tomahu yang tampil memikat, menghibur dgn suara kelas dunia. Selama ini tante Theresia berkiprah sebagai penyanyi di Australia.
Diatas panggung kemudian tampil menghibur siswa/i MA At Taqwa Beru, ada juga Aldios Vokal Grup yang diisi Dedy Malinta, Ped da Cunha, Gerry Geor dan lainnya. Vokal grup yang tampil memikat dan mengudang tepuk tangan.
Selain itu ada juga Wenz Fals, penyanyi yang memiliki vokal mirip Iwan Fals.
Tampil juga teman-teman sekolah Azizah yang bergabung di Bahana 23 Band.
Nonton Bareng mendukung Azizah mendapat dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati Sikka serta anggota dewan Alaudin yang hadir ditengah masyarakat yg menkmati nonton bareng.
Suasana sempat sedikit ramai ketika tepat pukul 21.00 Wita, ketika acara Gerbang KDI mulai dibuka. Penonton ramai-ramai merengsek maju kedepan dan berteriak kepada panitia agar musik dimatikan karena acara sudah di mulai. Luar biasa...Maka layar utama yang menempel di dinding panggung pun dibuka. Semua diam dan hanyut menunggu penampilan Azizah, idola baru yang telah mengguncang sanubari.
Acara Nonton Bareng ini diselenggarakan oleh Maumere Entertainmen dengan sekretariat di SMK Yohanes 23 dan berkat dukungan semua pihak yang sudah terlibat.
Ketua penyelenggara Tonce Fernandez mengucapkan terima kasih sebesar2nya kepada seluruh musisi, penyanyi dan pendukung acara serta kepada:
Pemda Sikka, Bank NTT, Telkomsel Maumere, Shopie Paris BC Mariana, Bless Visioan TV Kabel, BRI Maumere, Indah Mebel, Polres Sikka, Keluarga Besar Azizah, Bagian Umum Pemda Sikka, Anggota DPRD Sikka yakni Haji Alaudin dan Octovianus Gleko, Dinas Pariwisata, Rindu Nyaman Tenda, Radio Suara Sikka FM, Rogate FM Radio Keluarga Akrab di Telinga, Sonia FM radionya Maumere, Soliditas Jurnalis Sikka, inimaumere.com, Lurah dan masyarakat Kelurahan Beru, Et-Shop, Ricky Mainne Pareira, Komunitas Batu Akik Mof, Bahana 23 Sound, Extra Joss.
Yup, Azuzah telah lolos menuju babak 24 besar alias masuk Kontes KDI 2015. Semua berkat kerja kerasnya, dukungan dan doa dari orang tua serta warga NTT dimana saja berada, pun SMS dukungan yg telah dikirim utk kiprahnya tadi malam.
semangat Azizah telah mempersatukan semua kalangan baik di Nian Tana tercinta pun para perantau yg kini berada di di seluruh persada. Tetap berikan dukungan utk dia.
thanks bt panitia, guru2 di SMK Yohanes 23, Tonce Fernandez, Edward Lodovic da Gomez, Edmon Bura, Nyong Franco, Emil Soge, Lucky Reyner, Anto da Silva, dan semua yg hebat2 sudah mendukung tanpa pamrih.(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 21:58 0 comments
Label: SerBa sErBi..
Satria Bantai Penggadaian
29 Klub Ikut Ambil Turnamen Futsal Satria Cup
Turnamen Futsal Satria Cup 2015 resmi diimulai tadi malam, Jumat 10 April 2015. Kompetisi memperebutkan Piala Satria Cup I serta sejumlah uang untuk berbagai kategori pemenang. Pertarungan sengit 29 tim futsal terbaik Maumere akan berlangsung hingga Senin 13 April 2015. Sudah dipastikan, klub-klub tangguh tidak akan membiarkan kedigdayaan mereka dirampas dengan mudah. Dibuka olhe pembina Satria Club Faisal Rauf, partai pembuka langsung menghadirkan pertarungan tidak seimbang ketika Satria FC dgn gemilang membantai Penggadaian FC 9:0.
Nah ini dia hasil pertarungan futsal semalam di lapangan futsal Wai Oti, Maumere.
(satria fc 9 vs 0 pegadaian )
(garuda 4 vs 3 winola medika A)
(paku aluz 7 vs 3 PLN Electric) (Bank NTT 5 vs 7 GGS)
(angkasa 4 vs 0 longser Predator)
(rangers 10 vs 4 Winola B)
(madonina 7 vs 2 winola A)
(paku aluz 8 vs 3 Muhamadiyah)
(mardiwiyata B: 9 vs 4 Bank NTT)
(chibi chibi 5 vs 3 White Board)
(mardiwiyata A: 6 vs 0 Rsud Tc.Hillers)
(polres B ; 3 vs 2 putra ngada)
(Athena 0 vs 1 La Viola)
(polres A: 4 vs Genchar Kabor 1)
so bagi pecinta Futsal Maumere, jangan lewatkan pertarungan selanjutnya malam ini!
Diposkan oleh Megu Nora Au di 16:27 0 comments
Label: Berita
Azizah Maumere Lolos ke Kontes KDI 2015
![]() |
| Azizah foto by bobby |
Azizah Maumere menjadi peserta dengan poling SMS tertinggi pada ajang Gerbang KDI (Kontes Dangdut Indonesia) 2015 yang disiarkan langsung MNCTV tadi malam, Jumat 10 April 2014. Dengan demikian Azizah berhak maju ke babak Kontes KDI 2015 atau babak 24 besar. Dengan hasil tersebut putri asal Kampung Beru Maumere tetap bertahan pada ajang dangdut KDI 2015 dan memastikan nama Maumere tetap bergema di pelataran Indonesia. Tampil elegan sebagai peserta pertama, Azizah yang mendapat dukungan langsung kedua orang tuanya di studio MNCTV harus menerima kritikan para juri. Azizah disebut kurang maksimal dan patut memperbaiki penampialn yang kurang gregret.
Lolosnya siswa SMK Yohanes 23 Maumere tidak lepas dari dukungan nyata yang diberikan. Pada gelaran pentas Gerbang KDI tersebut, dukungan SM mengalir dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Bahkan di kota kelahiran Azizah, Maumere, digelar nonton bareng di lapangan Pusat Jajanan dan Galeri Kabupaten Sikka, Jalan Eltari Maumere.
Tidak tanggung-tanggung Bupati Sikka Ansar Rera dan Wakil Bupati Nong Susar, anggota DPRD Sikka Haji Alauidin, turut serta hadir ditengan ribuan pnonton.
Antutias warga menjadi bukti kecintaan tiada batas bagi sang bintang yang telah mengharumkan nama Maumere. Pada gelaran tersebut, sejumah artis lokal, para sponsor, dan dukungan Theresia Tomahu, seorang perantau Maumere yang berkiprah sebagai penyanyi di Australia ikut andil daam semarak dukungan SMS bagi Azizah.(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 04:42 0 comments
Label: Berita
Monday, 6 April 2015
Ayo ke Maulo'o
Nusa Kura dan Beta Beach Janjikan Wisata Alternatif
Satu lagi tempat indah di persada Kabupaten Sikka yang patut dijelajahi adalah Nusa Kura dan Beta Beach. Dua tempat yang saling berdekatan ini menjanjikan potensi pariwisata alternatip. Menikmati pantai yang landai berpasir memanjang dan datar umumnya sudah biasa . Sesekali perlu berkunjung di pantai dengan karakter berbeda. Nah, Pantai Nusa Kura dan Pantai Beta Beach menjadi salah satu alternatip menikmati pesona pinggiran pantai yang tidak biasa.
Berdiam dalam kesunyian yang menggoda, Nusa Kura dan Beta Beach berada dalam wilayah pesisir Desa Maulo'o, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Deburan ombak pesisir selatan Laut Sawu sudah biasa bagi mereka yang sering berada di wilayah selatan. Eksotirme batu-batu cadas dan hamparan karang sepanjang pantai menjadi salah satu daya tarik. Begitu pula tebing-tebing yang memanjang dengan ketinggian sekitar 20 meter menjadi eksotisme Maulo'o yang pautut dijajal.
Salah satu kekhasan dari pesisir ini adalah keberadaan Nusa Kura. Nusa Kura adalah pulau karang berbentuk Kura-kura atau penyu. Beruntung saat kami berada disana, air laut dalam keadaan surut.
Menikmati pesisir Maulo'o bukan hanya tawaran Nusa Kura, Beta Beach serta karang dan tebingnya. Masih ada hal lain menarik. Ya betul. Saat surut, sejumlah warga kampung berduyun menuju pantai untuk memanen hasil laut berupa ikan, teripang, duri laut, belut dan sebagainya.
Hasil laut ini sebagian besar untuk dikosumsi sendiri.
Mungkin kebiasaan warga pesisir ini bisa anda jajal, seperti ketika kami menikmati isi duri laut yang baru dipanen para ibu.
Hamparan karang yang begitu luas menjadi daya tarik menakjubkan. Ketika air surut, karang-karang tersebut menghadirkan berkah bagi warga desa. Puluhan orang nampak berburu makanan laut dengan peralatan sederhana. Hal ini nampak ketika kami berkunjung di pantai ini.
Nusa Kura merupakan salah satu daya tarik pesisir Maulo'o. Pulau karang ini memang berbentuk kura-kura dengan karang besar mirip cakang atau rumha kura tersebut. Menurut cerita, di pesisir ini pernah bersembunyi sejumlah bala tentara Jepang tahun 1946- 1947. Salah satu bukti sejarah adalah sumur Jepang yang masih ada dan tak jauh dari pesisir.
Eksotisme Nusa Kura makin mempesona dengan hadirnya pantai berpasir putih yang tak kalah menarik. Plus keelokan hamparan laut dan karang yang menakjubkan. Di sebelah timurnya nampak Bukit Kristus Sang Raja. Dinamakan demikian karena diatas bukit tersebut berdiri patung Jesus yang menghadap ke laut lepas.Daya tarik lainnya adalah pulau pasir yang saban timbul ketika air laut dalam kondisi surut.
Pesona pantai ini masih natural. Anda beruntung, karena tak tidak akan berjumpa wisatawan manapun kecuali orang-orang desa yang selalu ramah. Ya, seperti tamu istimewa tanpa hiruk pikuk wisatawan lain.
Di kawasan ini tak ada rumah makan, gazebo, penginapan dan lainnya. Sepi. Cuma rumah-rumah penduduk nampak berdesakan. Maklum tempat ini belum tersentuh industri pariwisata. Tak nampak nadi wisata berdenyut disini. Persis seperti obyek-obyek wisata di kabupaten ini yang nampak terbelengkai.Pantai ini pun belum banyak dikenal warga Kabupaten Sikka. Padahal eksotismenya berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan.
Tak percuma kami menjelajahi tempat ini. Meski saat Paskah seharusnya kami mengunjungi sahabat dan kerabat. Namun nyatanya keelokan Nusa Kura, pun Beta Beach berhasil mencuri perhatian kami.
Bersama saya, juga ada Ferly Adi Irwanto seorang offroader yang berdomisili di Wai Oti, ada Frietz Baim si fotografer serta Zemut, pemuda gimbal yang suka berkelana. Maka, ketia rekan Santi Sima mengundang kami mengunjungi kampungnya Maulo'o, kami tak mampu menampik. Menurutku, ini adalah kesempatan berharga dari sekian kesempatan di hari libur. Menikmati segarnya udara pantai selatan dibumbui pemandangan yang elok adalah terapi alam yang senantiasa menjadi jadwal tetap.
Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari Kota Maumere. Jika Anda mengenal Pantai Koka maka Nusa Kura berada tidak jauh dari pantai tersebut. Sayangnya Nusa Kura tak seberuntung Koka yang mendapat perhatian lebih, bahkan dibuat festival segala. Nusa Kura dan wisata di kecamatan ini seperti dibiarkan bertahan hidup sendiri.
Anda bisa menggunakan kendaraan angkutan umum ataupun mobil pribadi atau sepeda motor. Pantai ini tidak jauh dari pinggir jalan. Kira-kira 150 meter keelokannya sudah bisa dinikmati.(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 13:16 0 comments
Label: Jalan-Jalan
Sunday, 5 April 2015
Logu Senhor Diikuti 400 Peserta
Prosesi Jumat Agung di Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT berjalan dengan sukses. Prosesi yang lebih dikenal dengan sebutan Logu Senhor diikuti 400 peserta logu. Para peserta sebelumnya telah mendaftarkan diri kepada panitia sehari sebelum prosesi. Logu Senhor merupakan sebuah budaya tradisi religi Sikka-Portugis yang telah hadis seiring masuknya ajaran Katolik di desa ini 5 abad yang lampau.
Selama kurun waktu seminggu desa ini mulai berbenah menyongsong Jumat Agung. Diantaranya dengan membersihkan kampung secara gotong royong, gereja, persiapan tablo dan patung hidup serta pagar-pagar lilin.
Logu Senhor berarti menunduk dibawah salib. Prosesi ini dipusatkan di Gereja Sikka yang bernama asli Gereja St. Ignatius Loyola.
Para peserta yang mengikuti logu senhor memiliki permohonan atau ujud tertentu.
Tradisi religi ini juga diselingi dengan drama kisah sengasara Jesus hingga penyaliban yang dimainkan dengan cemerlang oleh OMK (Orang Muda Katolik) Paroki Sikka.
Sekitar 35 putra dan putri terbaik dari paroki ini turut serta ambil bagian. Juga para bocah pemeran patung penyiksaan yang dipajang di halaman rumah.
Prosesi logu dimula dengan ibadat sabda sejak pukul 15.00 Wita dan berakhir hingga tengah malam.(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 01:36 0 comments
Label: Berita , SerBa sErBi..
Saturday, 4 April 2015
Logu Senhor, Suara Iman dari Bumi Sikka
Gereja Ignatius Loyola nampak anggun sore itu. Ratusan umat yang tidak mendapat tempat mengikuti ibadat dari luar gereja. Di pintu masuk pelataran, beberapa petugas kepolisian terlihat berjaga.
Untuk kesekian kali saya mendatangi kampung mungil ini. Kisah sejarah mamatri, sejak 5 abad yang lalu ditempat ini penyebaran katolik di Sikka bermula. Berawal dari kepergian Mo'ang Alesu ke Malaka untuk mencari "Hidup yang Kekal".
Saya tiba di Kampung Sikka sekitar pukul 16.00 Wita ketika ibadat telah dimulai. Sebagian besar umat mengenakan pakaian hitam. Pada Juamt Agung mengenakan pakaian hitam merupakan tanda berkabung mendalam mengenang penyaliban Kristus.
Sejak beratus tahun yang lampau di tempat ini telah menorehkan sebuah tradisi religi yang berkaitan erat dengan kekatolikan portugis. Mengenang kisah sengsara dan kematian Jesus, umat di Kampung Sikka selama seminggu berdiam diri dalam keheningan menyambut tadisi klasik bernama Logu Senhor. Nama perpaduan Sikka-Portugis yang menjadi simbol tradisi setempat memiliki arti mendalam.
Logu Senhor artinya Menunduk di bawah Salib. Logu berasal dari bahasa Sikka yang berarti Menunduk sedang Senhor berarti SALIB merupakan nama portugis.
Siapapun boleh mengikuti prosesi ini. Syarat utama adalah dia mesti katolik Tapi sebelumnya diharuskan mendaftar pada panitia. Setiap yang mengikuti Logu Senhor biasanya telah memiliki ujud atau permohonan tertentu.
Prosesi diawali misa pada pukul 15.00 wita. Kemudian mengitari kampung mungil. tersebut disertai drama tablo dan nyanyain ratapan (ovos). Ovos dinyanyikan disetiap irmida yang menjadi tempat penyiksaam dan adegan lainnya. Prosesi akan berakhir mendekati tengah malam.
Beberapa kesaksian mujizat menjadi bagian yg tak terpisahkan dari prosesi logu.
Memang sangat sakral. Kampung itu senyap seketika. Tidak ada aktivitas warga selain pusat perhatian ditujukan pada prosesi.
Di sepanjang jalan dinyalakan lilin-lilin yang dipajang diatas bambu. Pada semua rumah, khususnya diteras diletakan gambar-gambar kudus dan lilin.
Prosesi diawali dari dalam gereja kemudian menuju Irmida Pertama atau Perhentian Pertama hingga menuju irmida terakhir dan berakhir kembali di gereja.
Salib Senhor yang dusung merupakan bukti sejarah kekatolikan Sikka ketika dibawa pertama kali oleh sang Raja Don Alesu Ximenes da Silva, lima abad lampau. Beliau juga membawa Meninho dan jenazah Jesus. Patung jenazah tersebut dikeluarkan saat awal prosesi.
Disetiap Irimida peserta logu menyalakan lilin. Sejumlah Orang Muda Katolik (OMK) St. Ignatius Loyola Sikka kembali menjadi pusat perhatian. Selama prosesi kehadiran drama penyiksaan Jesus dibawakan mereka dengan cemerlang mengaduk-ngaduk perasaan.
Begitu pula nyanyian ratapan (ovos) yang menyayat hati, dimana ovos dinyanyikan dengan diterangi obor yang dipegang perempuan berpakaian adat sikka.
Ditengah ratusan umat saya merasakan begitu dalamnya sentuhan prosesi ini. Hingga tengah malam, sekitar pukul 00.30, Sabtu, prosesi yang menyita perhatian berakhir.
Tradisi budaya religi ini perlu dileastarikan. Meski beberapa kali pernah vakum, namun prosesi yang tidak bisa dilepaskan dari budaya lokal setempat berjalan kembali dan semakin luas dikenal orang.
Sikka dalam sejarah merupakan sebuah desa kecil, pusat pemerintahan Kerajaan Sikka. Saat itu warga Sikka belum mengenal ajaran Jesus. Ketika bertubi-tubi diserang penyakit hingga banyak yang mati, Raja Moang Alesu berpikir menyelamatkan warganya agar bisa hidup lama alias kekal. Berangkatlah beliau ke Maumere, sebuah wilayah di pesisir utara, jauh dari Kampung Sikka.
Di Maumere bertemulah dia dengan seorang pemuda asal Portugis. Oleh pemuda tersebut dikenalkanlah ajaran Katolik yang mewartakan hidup yang kekal. Beliau tertarik hingga berangkatkatlah Moang Alesu ke Malaka dimana wilayah pusat kerajaan Portugis di Asia berada.
Usai mendalami ajaran katolik dan kemudian dibaptis, Alesu berganti nama menjadi Don Alesu Ximenes da Silva.
Bersama pasukan pengawal dan beberapa tokoh agama, mereka kembali ke Kampung Sikka. Dari Malaka, beliau dihadiahi pakaian kebesaran Raja, pun patung kanak-kanak Jesus (meninho), Salib Senhor dan patung jenazah Jesus. Ketiganya dikeluarkan saat prosesi Logu Senhor berlangsung.(ossrebong)
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 11:58 0 comments
Label: Berita , BuDaYa.. , SerBa sErBi..
Wednesday, 18 March 2015
Azizah Lolos Menuju Gerbang KDI
Dukungan SMS warga keturunan Kabupaten Sikka di seluruh Indonesia berbuah manis ketika salah satu putrinya meraih tiket menuju Gerbang KDI (Kontes Dangdut Indonesia). Kontes Seleksi KDI yang disiarkan langsung MNC TV tadi malam, Selasa (17 Maret 2015) meloloskan dara asal Kampung Beru, Kelurahan Beru Maumere setelah mendapat poling SMS tertinggi. Azizah secara mutlak mengalahkan Nurma dan Ryanti. Sebelumnya Azizah lolos secara menyakinkan setelah para juri memberikan tiga bintang yang membawanya menuju babak selanjutnya.
Grup facebook www.inimaumere.com sekejap menjadi ramai. Postingan dan komentar para members mengalir menghiasi dinding grup. Sejak pukul 17.00 Wita dukungan sudah mulai terlihat. Ditandai dengan postingan mengajak memberi dukungan dan pemberiatahuan jadwal Azizah bersaing. Hingga pukul 02.00 Wita, dinding grup yang beranggota sementara 23 ribu orang lebih masih mengalir dengan ucapan selamat.
Tiga juri yang memenangkan Azizah dengan tiga bintang adalah Iyet Bustami, Kriwil dan Denada. Padahal sebelumnya lima peserta secara dramatis disingkirkan para juri yang terkenal sadis dan tanpa basa basi memberi penilaian.
Pada Konser Seleksi KDI tersebut, Azizah bersaing dengan 10 peserta yang memiliki suara bagus. Namun demikian mesti ada dua peserta yang dipilih. Azizah bersama Nurma akhirnya mendapat tiket emas dan berpeluang menjadi bintang KDI. Menurut Juri, vokal Azizah meiiliki suara berkarakter dan pantas untuk menempati panggung KDI. Ya, selamat datang di kerajaan dangdut Indonesia. Sukses buat Azizah di babak selanjutnya!
Video Azizah yang membungkan para juri:
![]() |
| Azizah di MNCTv, foto: Emonk |
www.inimaumere.com
Diposkan oleh Megu Nora Au di 02:41 0 comments
Label: Berita


































