Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Monday, 9 March 2009

Maumere & Video

Maumere Dalam Beberapa Rekaman Video


Sebagian Sudut Kota Maumere


Video bY : Petpoling

Lihat Juga Video lainnya,Sanggar Tari dan Konser Roy Boomerang di Gelora Samador

Klik play di salah satu videonya

Tarian Sikka


Video By: Jo Marie (Filipina),Tinggal di Maumere



Penonton Saat Konser Roy Boomerang di Samador,24 September 2008



Video By; lennosense

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Friday, 6 March 2009

Enam Kelompok Bahasa Dan Bangsa Di Kabupaten Sikka

Bahasa menunjukkan Bangsa. Di Kabupaten Sikka terdapat berbagai macam bahasa.Sara Krowe adalah Bahasa Sikka-Krowe.Ata Sikka-Krowe adalah bangsa/etnis Sikka-Krowe. Di Kabupaten Sikka ada enam kelompok bahasa bangsa/etnis.
Ke-6 kelompok atau lingkungan budaya itu adalah :

-Sara Sikka Krowe, sebagai bahasa terbesar yang di pakai Ata Sikka- Krowe,dengan beberapa sub-etnis berdasarkan perbedaan atau rang-ko’ung yang terdiri atas : Ko’ung Sikka-Lela, Ko'ung Koting; Ko'ung Nele-Halat-Baluele; Ko'ung Ili Wetak-Arat; Ko'ung Hewokloang Watublapi; Ko'ung Waigete-Mudung-Hoder; Ko'ung Bola-Wolokoli-Wolonwalu dan Ko'ung Doreng Halehebing

-Sara Sikka-Muhan atau Sikka Krowe Muhan yang digunakan penduduk'etnis Tanah Ai dengan wilayah Kringa dan sekitarnya.

-Sara Muhan,bahasa penduduk disebelah timur utara berbataskan wilayah Kabupaten Flores Timur-Larantuka-Muhang Jawa.
-Sara Lu'a Kapa Raja atau Bahasa Palu'e di Pulau Api Rokatenda dengan subetnis Nge Rajawawi dan Nge Lajakarapau,Nge Kimalaja,Nge Kinje,Nge Pima dan Nge Uwi Muri.

-Sara Lio Krowe yang dipakai sub etnis Mbengu,Bu,Mego dan Nua Lolo.

-Sara Tidung Bajo Lau yang di pakai oleh penduduk dari etnis Sulawesi Selatan seperti sub etnis Bajo,Bugis,Bonarate.

Selain bahasa dan bangsa,bertautan pula dengan lingkungan adat dan budaya.Di Kabupaten Sikka terkenal dengan Adat Nora Wolon(g)-Wolon(g). Artinya, adat istiadat berdasarkan wilayah perbukitan masing-masing disesuaikan dengan enam kelompok bangsa dan bahasa di atas.

Bahasa adat memegang peranan utama sebagai bahasa hukum,walau secara lisan ia tetap di akui secara hukum tertulis dan dituruti. Bahasa adat yang adalah bahasa hukum ini berbentuk Naruk Du'a Mo'ang yang tidak dapat berubah bentuk dan artinya karena menggunakan bahasa prosa-liris yang sukar di hilangkan.

www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 4 March 2009

Mancing, Mengusir Bosan Di Sadang Bui

Tidak ada yang lebih asik di malam hari selain mengisi waktu luang dengan memancing. Demikian komentar salah seorang pemancing mania yang saban malam nongkrong di tepian Pelabuhan Sadang Bui bareng teman-temannya. Ditemani kerlip bintang dan senyum malu-malu sang rembulan, para pemancing ini bisa menghabiskan waktu berjam-jam berada di tepian pelabuhan. Pelabuhan Sadang Bui adalah nama sebuah pelabuhan kapal laut di Kabupaten Sikka yang berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Alok, Kota Maumere. Sadang Bui menjadi sentral bongkar muat barang dan penumpang dengan aktifitas kerja yang lumayan tinggi untuk wilayah Flores. Pelabuhan ini pernah rusak diterjang tsunami saat terjadi gempa tsunami ditahun 1992. Sadang Bui dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai tempat berlabuh/bersandar.

Perairan disekitar kawasan pelabuhan ini cukup jernih dan bebas dari limbah minyak yang sering tertumpah dari armada kapal. Dengan kondisi seperti itu tak heran bila perairan laut di sekitar pelabuhan ini kaya akan ikan dan cumi, hewan laut yang menjadi buruan utama para pecandu mancing.

Bahkan bila sedang musim cumi naik, perairan ini bisa berubah menjadi semacam tambak cumi . Di tempat ini pula akan menjadi ajang pesta para pemburu cumi se-Kota Maumere. Cumi yang tumpah ruah itu pun ibarat milik para pemburu cumi tersebut.

Tinggal menggunakan saok (alat penangkap cumi), puluhan cumi seketika berada dalam genggaman para pemancing. Jangan heran jika musim cumi tiba, tepian pelabuhan akan ramai dengan para pemburu cumi.

Om Anis, salah seorang pemburu cumi dan pemancing ikan menuturkan pada kami. Menurutnya, cumi yang menjadi buruan mereka biasanya ada dua jenis yakni cumi putih dan cumi merah.
Cumi putih akan naik ke permukaan air secara bergerombol jika bulan muncul dengan sinarnya yang terang sedang cumi merah naik meski bulan tak menampakan cahayanya.
Tapi teori ini kadang tak sepenuhnya benar karena kadang cumi akan lebih senang bermain saat bulan bersinar terang.

Saat berada di pelabuhan malam itu tak nampak para pemburu cumi. Maklum saja karena bukan harinya cumi naik.
Cuma terlihat Om Anis dengan saok (alat penangkap cumi) ditangannya.

Dengan telaten Om Anis mengintai setiap jengkal perairan. Sasarannya jelas cumi. Dan hupsss saok di gooyang lalu seekor cumi merah terlihat menggelapar dalam jaringnya.
Kami yang menyaksikan aksinya terlihat kecewa karena cuma satu cumi yang tertangkap namun lain halnya dengan Om Anis, wajahnya tetap terlihat cerah tak nampak ada kekecewaan.
”Ini akan saya jadikan umpan untuk tangkap ikan atau cumi yang lebih besar,” jelas Om Anis kepada kami.
Dan benar saja, cumi itu lalu di pasang Om Anis sebagai umpan di kailnya. Dilemparkan umpan tersebut ketengah perairan yang gelap gulita, sambil mengepulkan asap rokok ia dengan sabar menunggu umpan tersebut dimakan ikan.

Bersebelahan dengan Om Anis terlihat beberapa pemancing yang juga sedang sibuk menunggu umpan dimakan buruannya.Roy, salah seorang pemancing yang juga bekerja sebagai PNS menuturkan, setiap akhir pekan ia selalu menyempatkan waktunya untuk turun berburu ikan.

Sebagai seorang penggila mancing, Roy tahu bahwa untuk mendapatkan ikan perlu memilki tips-tips jitu agar ikan tertarik pada umpannya.
Ada beberapa umpan yang biasanya dipakai. Bisa menggunakan umpan cumi atau ikan kecil atau bisa pula menggunakan umpan yang biasa disebut umpan benang kaca atau biasa disebut binca.

Umpan benang kaca ini nantinya disertakan dengan batu kecil yang di ikat sedemikian rupa dengan menggunakan pucuk daun kelapa atau pucuk aren yang diiris, untuk kemudian di gunakan sebagai pemberat. Selain itu ada pula pemancing yang menggunakan rintas. Rintas ini menggunakan banyak mata kail dalam satu tali pancing.

Nah ada lagi nih salah satu jenis pancing yang menggunakan 3-4 mata kail yang di ikat menjadi satu dan akrab disebut radok oleh para pemancing tradisional. Uniknya, radok di gunakan tanpa umpan, jadi cuma menggunakan mata kail saja dan di fungsikan saat ikan sedang bergerombol..wahh!!

Untuk saat ini, kondisi cuaca di sekitar laut Flores masih belum stabil. Sekali waktu perairan bisa sangat tenang dilain hari kadang didatangi angin kencang yang mengakibatkan sedikit gelombang. Dengan situasi seperti ini tentu saja banyak pemancing yang memilih untuk libur berburu. Perairan Flores akan kembali stabil saat memasuki bulan April mendatang. Dengan perairan laut yang sangat tenang, para pemancing serasa dimanjakan dengan berkah berlimpah yang diberikan oleh Laut Flores.

Nah, jika Anda termasuk salah seorang penggila mancing dan berada di Kota Maumere atau berniat akan berlibur ke Maumere jangan lupa, kalau ingin berburu ikan atau cumi atau menyalurkan hoby memancing tak usahlah jauh-jauh ketengah laut.
Datang saja di kawasan perairan Pelabuhan Sadang Bui Maumere. Ajak pula pacar, keluarga atau sahabat...Tapi ingat jangan sekali -kali mencoba untuk menggunakan bom ikan, selain merugikan kita semua dan anak cucu kita kelak, Anda pun bisa di berurusan dengan hukum. Akhir Kata,Selamat Memaancing..!!


Foto..





Umpan benang kaca

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 1 March 2009

Dibalik Cerita Kemenangan 'Prahara Tsunami Bertabur Bakau'..

JANGAN ANGGAP REMEH NTT

Inilah kisah dibalik terciptanya film dokumenter pemenang Eagle Award 2008 “Hijau Indonesia-ku” Metro TV yg berjudul “Prahara Tsunami bertabur Bakau” karya Emanuel Tome Hayon dan Mikhael Yosviranto dari Maumere yang menang 2 kategori, yaitu sebagai Film Terbaik Versi Juri dan Film Favorit Pemirsa.

Kisah dibalik terciptanya film dokumenter ini ditulis secara khusus oleh Emanuel Hayon untuk seluruh pengunjung www.inimaumere.com dengan tujuan menginspirasi para pemuda Flores dan NTT bahwa kita pun bisa !!.
Saat tulisan ini dinaikan di www.inimaumere.com,Emanuel Hayon sedang berada di Jakarta untuk mendampingi Baba Akong menerima penghargaan sebagai Pahlawan Lingkungan Hidup dari Kick Andy Award,Metro TV.

***************************************************************************
Aku ingin NTT menjadi terkenal
Aku ingin semua kesedihan di 12 Desember 1992 berubah menjadi
Kegembiraan, kebanggan, dan refleksi panjang
maka hadirlah
Film Prahara Tsunami Bertabur Bakau
Di benakku

Saya yakin semua yang tinggal di bumi Flores pasti mengingat peristiwa apa yang terjadi pada tanggal 12-12-1992. Sebuah gempa dimana para ahli memberi predikat sebagai gempa tektonik. Saat itu, semua orang kehilangan barang (harta benda) bahkan nyawa. Terhitung ribuan orang. Bangunan rubuh rata dengan tanah. Terlihat trauma tragis bagi semua masyarakat yang mengalaminya. Kesedihan ini seperti bergentayang mengikuti keseharian.

Film ini secara garis besar bercerita tentang Baba Akong dan Istrinya yang berusaha keras untuk menghijaukan lagi daerah pesisir Pantai Ndete, Kabupaten Sikka, Flores, NTT. Selama bertahun-tahun mereka mengerahkan tenaga, pikiran dan juga materi untuk menanam bakau, walaupun awalnya sempat mendapat ‘ejekan’ dari tetangga dan penduduk setempat. Aktivitas baba Akong dan istrinya menanam bakau dianggap suatu tindakan yg ‘gila’ dan sia-sia belaka.
Baba Akong tidak lebih hanya seorang desa pesisir pantai yg lugu, alasan mereka menanam bakau karena mereka tidak mau bencana tsunami menerpa daerah Ndete seperti pada tahun 1992.
Bagi Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan akan lingkungan. 16 tahun setelah tsunami NTT 1992, mereka berhasil menghijaukan pesisir pantai Ndete Kabupaten Sikka seluas 23 ha. Baba Akong juga meregenerasi kelompok usahanya menjadi 41 kelompok dengan 2000 orang anggota.

Beberapa tahun kemudian, bagi saya yang waktu itu masih terhitung sebagai seorang anak kecil merasa sangat tertarik untuk kembali mencari peristiwa tragis tersebut mengumpulkannya menjadi sebuah cerita kesedihan, perjuangan dan refleksi. Saat terjadi tsunami di Nangroh Aceh Darusalam 26-12-2004 dan semua stasiun televisi menayangkan berita tsunami Aceh hampir setiap hari maka timbul pikiran saya untuk membangkitkan kembali situasi bencana Flores.

Saat itulah saya mulai kesana kemari untuk mengumpulkan foto-foto dan cerita tentang bencana di Flores. Banyak kenangan pahit yang saya temukan dari usaha mencari dan menemukan puing-puing perasaan belasan tahun yang lalu tersebut. Dalam perjalanan usaha ini ada hal menarik yang terus mengganggu pikiranku. Salah satunya adalah rekonsiliasi usai bencana. Saat setelah bencana tsunami 1992, ada banyak perubahan yang mendadak. Artinya bagi saya sendiri perubahan terjadi begitu signifikan pasca gempa tersebut. Dalam pandangan saya, saya menemukan bahwa ada kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat flores.

Kekuatan yang dimaksudkan saya adalah bagaimana kesedihan tersebut mengubah inspirasi masyarakat Flores menjadi bangun dari kesedihan menjadi optimis dengan keadaan. Ini adalah tanda awal saya bangga akan masyarakat Flores.
Bagi saya, masyarakat Flores sangat sadar akan kebangkitan dari kehancuran. Cerita yang dulunya adalah sebuah kesedihan mendalam berubah menjadi spirit baru. Sebagai seorang anak muda yang meneliti bencana alam dan kejadian yang berkutat pada bencana 12-12-1992 sangat bangga menjadi bagian dari masyarakat Flores.

Di pertengahan bulan april sampai awal bulan april saya melihat ada iklan di Metro Tv tentang Eagle Award. Bagi saya ini adalah sebuah ajang bagi anak muda untuk mengapresiasikan diri dalam bentuk film documenter. Awalnya saya sendiri sudah tahu akan ajang kompetisi tersebut. Saya kurang yakin jika mau mengikutinya karena bagi saya pasti tidak mampu bersaing dengan tim dari daerah lain. Saya sendiri juga tidak percaya diri karena basic untuk menjadi seorang sineas/sutradara documenter tidak ada. Akan tetapi dorongan yang begitu kuat muncul dari kebanggan saya sebagai seorang anak NTT. SAYA TIDAK MAU KALAH DENGAN DAERAH LAIN.

Hari berganti, bersama tema yang diusung “HIJAU INDONESIASKU” saya mantap untuk membuat penelitian dan membuat proposal. Kekuatan yang saya temukan dalam riset berhubungan dengan kejadian ini adalah KEBANGKITAN. Saya terdecak kagum, setelah dikenalkan oleh seorang teman . Pasalnya saat itu saya berjumpa dengan seorang tokoh pejuang lingkungan. Dialah Baba Akong. Nama aslinya adalah Viktor Emanuel Rayon. Nama pribumi yang mana beliau terlahir juga dalam keluarga Tionghoa. Ada banyak cerita perjuangannya tentang hutan bakau yang ia rintis.

Mendengar cerita perjuangan ini saya mengkolaborasikan dengan riset yang saya buat tentang bencana tsunami 1992. Berhasil saya temukan titik temu bahwa pada prinsipnya bencana telah mengajarkan pengalaman luar biasa bagi Baba Akong. Bencana mnyadarkan dia untuk semakin mencintai alam.

Proposal dan riset aku padukan kemudian ku kirimkan ke panitia. Tak kusangka dalam beberapa minggu kemudian aku baca di website eagle ternyata proposalku tersebut masuk dalam 50 besar. Beberapa hari kemudian aku di telpon oleh seorang anggota panitia bahwa proposalku masuk dalam kategori 20 besar. Betapa senang dan kaget waktu itu. Ternyata proposal ini menjadi keyakinanku untuk semakin optimis. Dengan masuk sebagai kategori 20 besar maka aku berhak untuk diuji agar lolos menjadi semifinalis. Benar, pada hari sabtu itu aku diuji untuk masuk dalam kategori semifinalis. Untuk masuk dalam kategori semifinalis saya harus di wawancarai by phone dari Jakarta. Saya semakin yakin kalau saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Siang itu, di tengah angin kencang bulan juni di tambah sengatan matahari yang panas saya menjawab pertanyaan by phone. Di akhir wawancara tersebut, di ujung telepon saya mendengar kata bahwa hasil wawancara ini baru di ketahui 4 hari mendatang.

Harap cemas saya menunggu jawaban ini. Saat di Maumere jaringan internet macet saya semakin kebingungan harus lewat mana saya harus mengetahui hasil wawancara tersebut. Siang itu, saat saya sedang tidur siang saya dikejutkan dengan deringan handphone disamping kepala saya. Berita di pembicaraan ini membuat saya bangkit dan meloncat. Jawaban yang memuaskan saya. SAYA LOLOS MENJADI SEMIFINALIS EAGLE AWARD DOCUMENTARY COMPETITION 20008.
Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee..........

Saya mulai mempersiapkan diri saya untuk berangkat ke Jakarta. Dari Maumere saya kemudian terbang ke Kupang dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Di Kupang, malam itu saya bergumul dengan hasil riset dan foto-foto untuk membuat bahan presentasi nanti. Pukul 02.00 dini hari saya tidur karena jam 5 harus bangun dan check-in untuk terbang ke Jakarta. Tepat jam 07.30 saya terbang bersama Batavia Air menuju Jakarta.

Setibanya di Jakarta, peserta yang hadir terakhir saat itu adalah tim dari NTT. Saya masuk ruangan dan semuanya melihat saya. Saya tiba terakhir bukan karena kesalahan saya tetapi memang daerah NTT terhambat transpotartasi. Teman-teman lain sudah siap untuk bertarung sedangkan saya harus isi kantong perutku karena dari pagi belum makan. Aku di bilang terlambat kaena kedatanganku paling terakhir. Aku mengerti keadaan daerah NTT. Justru hal inilah yang membuat saya semakin bernapsu untuk memenangkan kompetisi ini. SAYA TIDAK INGIN NTT DI PANDANG SEBELAH MATA.

Besoknya, di ruang Green Studio Metro Tv diadakan Pitching Forum. Acara ini dimaksud untuk mencari finalis yang berhak mendapat beasiswa menjadi sutradara. Bermodalkan kenekatan dan percaya diri saya yakin. Dalam kegiatan ini tim yang tidak ada pendukung adalah dari NTT. Semua di sorak sorai tetapi tim kami tidak sedikitpun. Aku mencoba tenang dan percaya diri. Di ujung pengumuman, diumumkan bahwa tim kami lolos dan masuk menjadi Finalis. Saya kaget dan meloncat kegembiraan. Dalam hati saya semakin percaya diri.

Saat ditanya Reporter Metro Tv, kenapa anda yakin bahwa anda menang? Saya menjawab: “WALAU TIDAK ADA PENDUKUNG DALAM RUANGAN TETAPI SAYA YAKIN BAHWA DI BELAKANG SAYA MASYARAKAT NTT SEDANG MENDUKUNGKU DI TAMBAH LAGI DENGAN 500 KORBAN BENCANA FLORES SEDANG MENDOAKAN PERJUANGAN INI”
Jawaban ini keluar dari lubuk hatiku.

Setelah itu saya menjalani masa pendidikan dan shooting di Ndete. Balik dari shooting kami kembali ke Jakarta untuk editing. Kenangan saat shooting dengan kameramen dan penyelia produksi tidak akan kulupakan. Di editing saya berjumpa denagn seorang editor professional yang juga dosen di Institut Kesenian Jakarta. Luar biasa. Ada persaudaraan dan persahabatan. Usai editing kami mengadakan premier perdana film ku di Erasmus Huis (sebuah gedung milik Kedutaan Belanda). Dalam premier itu, Film saya “Prahara Tsunami Bertabur Bakau” mendapat banyak dukungan. Semua orang Flores (Maumere dan Larantuka) datang mendukung film kami ini. Diantara banyak pendukung dari tim lain yang rata-rata berprofesi baik, tim saya di dukung oleh persatuan Satpam, Sopir Metro Mini, Bus, Taksi. KESEDERHANAAN MEREKA MEMBUAT SAYA BANGGA.

Saat pertama kali di putar di Metro Tv banyak dukungan silih berganti. Semua keluarga besar Indonesia Timur dari Bali-Papua mendukung film ini. Luar biasa. Bulu badan saya merinding menyaksikan persatuan ini. Di Maumere sendiri, Radio Sonia dan www.ini maumere.com membombardir berita ini untuk menggalang dukungan terhadap film documenter ini.
Malam anugerah akhirnya datang juga, di umumkan bahwa FILM PRAHARA TSUNAMI BERTABUR BAKAU menjadi PEMENANG dua kategori sekaligus.

Kemenangan ini membuat saya di undang ke setiap kampus (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhamadiah-Malang dan beberapa komunitas film lain) untuk menjadi pembicara. Saat itu cita-cita saya untuk memperkenalkan NTT di kancah Nasional terwujud. Banyak orang kaget kalau ternyata di Flores pernah ada tsunami.


UNTUK FLORES AKU BERIKAN TANDA HORMATKU
SEBUAH PULAU KECIL YANG BERKILAU DI SELATAN INDONESIA
AKU BANGGA MENJADI ANAKMU


TUNGGU KEHADIRAN FILM KEDUAKU
PERTENGAHAN TAHUN INI

Ditulis oleh
Emanuel Tome Hayon

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Tuesday, 24 February 2009

Budaya Penguburan Jenasah Dalam Batu Di Desa Nua Bari

Menjelajahi Kabupaten Sikka dengan begitu banyak keragaman budaya bahkan ritual-ritual adat setempat yang beragam dan unik terasa begitu istimewa.Baim,salah seorang kru dari Sonia FM membawa oleh-oleh kisah petualangannya dengan menyusuri sebuah kampung tradisional.Dikampung tradisional ini terdapat suatu budaya penguburan jenasah yang dilakukan dalam sebuah batu. Penguburan jenasah dalam batu ini terdapat didesa Nua Bari,sebuah kampung kecil yang letaknya di ketinggian dan secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Paga Kabupaten Sikka,sekitar 50 Km arah selatan dari Kota Maumere.Nua Bari dalam bahasa setempat bisa diartikan sebagai rumah yang dibangun secara berbaris atau berderetan.

Untuk mencapai Desa Nua Bari diperlukan waktu sekitar 2 jam menggunakan kendaraan dari Kota Maumere.Namun sebenarnya kendaraan tidak bisa mencapai kampung tersebut,sehingga diperlukan berjalan kaki lagi sekitar 2 Km.Jalan kelok bertanjak yang rusak berat menjadi saksi bagi siapa saja termasuk para wisatawan yang akan mengunjungi desa kubur batu tersebut.
Ketika mendekati desa Nua Bari yang berada di puncak ketinggian kita langsung menyaksikan pemandangan alam laut utara Flores dan laut selatan Flores yang sangat cantik dan elok sehingga segala kepenatan yang dirasakan selama perjalanan langsung terobati.

Desa Nua Bari adalah sebuah desa yang memiliki keunikan dalam hal ritual penguburan jenasah.Setiap jenasah orang yang meninggal biasanya langsung di kuburkan dalam sebuah batu,yang menurut kepercayaan masyarakat setempat bahwa arwah orang yang dikuburkan tersebut akan berada dalam ketenangan yang abadi.Namun demikian sebenarnya tidak semua jenazah orang yang meninggal dapat dikuburkan didalam batu tersebut.Menurut masyarakat setempat hanya orang-orang yang ditunjuk dan dianggap sebagai yang dituakan dalam kampung itu yang diperkenankan mendapat kehormatan mendiami makam batu tersebut. Lalu bagaimana dengan anak-anaknya?Anak-anak dari turunan keluarga tersebut akan dikuburkan apabila kelak mereka juga dianggap atau diistimewakan oleh masyarakat setempat atau dari kalangan keluarga yang mampu.Bagi masyarakat biasa penguburan jenasah di lakukan secara biasa atau umum dan dimakamkan dalam kuburan umum yang terdapat di sekitar Desa Nua Bari.

Tradisi penguburan mayat dalam batu tersebut telah berlangsung ratusan tahun yang lalu dan menjadi sebuah ritual penguburan jenasah yang memakan waktu,tenaga dan biaya yang besar.Seorang yang berhak dikuburkan dalam sebuah batu dipersilahkan untuk menunjukan batu mana yang akan menjadi tempat berisitirahat dia dalam keabadiannya.Namun penunjukan batu yang akan menajadi tempat istirahat kekalnya biasanya dilakukan jauh sebelum orang itu meninggal.

Batu kubur tersebut dipahat untuk dilubangkan sebagai tempat menaruh jenazah dengan kedalaman kira-kira 80 cm dan lebarnya sesuai dengan ukuran batu yang di gunakan dan memakan waktu kira-kira 3 hari memahat nonstop dengan peralatan yang sederhana.Sedangkan sebagai penutup batu kubur menggunakan lempeng batu. Lempeng batu tersebut diambil dari tempat-tempat yang cukup jauh sehingga membutuhkan banyak tenaga.Jadi dalam hal pembuatan batu kubur seluruh warga kampung memang dilibatkan untuk bergotong royong mempersiapkan tempat keabadian seorang warga yang akan meninggal.

Menurut warga setempat apabila orang yang mau di kuburkan itu berstatus suami-istri dan merupakan tokoh atau keluarga yang dituakan dalam masyarakat tersebut maka untuk menguburkan jenasah suami dan istri hanya diperbolehkan dalam satu lubang kubur batu. Dan urutannya adalah jenasah istri yang pertama yang dikuburkan dan berikutnya adalah sang suami.Jika sang suami yang meninggal terlebih dahulu dan kemudian hari sang istri pun turut meninggal maka jenasah /tulang belulang sang suami akan diambil dan dipindahkan untuk sementara agar diberi ruang kubur bagi sang istri yang telah meninggal agar bisa di kuburkan,kemudian jenasah/tulang belulang sang suami akan di masukan kembali kedalam batu kubur dan diletakan diatas jenasah sang istri.Biasanya pengangkatan jenasah suami akan dilakukan dalam upacara dan ritual adat masyarakat Nua Bari.
Uniknya, setiap jenasah yang diletakan dalam sebuah kubur batu tersebut diposisikan duduk dengan kaki di tekuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti seorang bayi yang berada dalam kandungan yang secara harafiah berarti manusia itu kembali ke pada posisi awal dalam rahim.



Mau Berkomentar??Silakan...

Sumber Tulisan dan Foto : Baim
www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 23 February 2009

Viktor Hutabarat, Konser Amal Untuk Penyandang Cacat..

Gedung Alan Km 2 Waidoko MAUMERE, Sabtu malam 21 Ferbruari 2009, terlihat seorang bocah melangkah perlahan ketengah panggung pertunjukan sambil memegang mik ditangan kecilnya. Beberapa detik kemudian terdengarlah sebuah tembang indah milik Josh Groban berjudul You Raise Me Up meluncur merdu dari bibir mungilnya. Sambil bernyanyi dengan penuh percaya diri, penyanyi cilik yang berasal dari Sekolah Penyandang Cacat Bhakti luhur Maumere ini mendekati penonton yang berada dibawah panggung, menyalami mereka dan bersama-sama mengajak bernyanyi. Tepuk tangan meriah memang pantas diberikan bagi bocah yang bernama Alan tersebut. Meski memiliki keterbatasan fisik namun Alan ternyata cukup mampu bernyanyi tanpa cacat hingga mendapat aplaus. Rekan Alan sesama penyandang cacat bernama Lisa tak mau kalah. Bocah ini membacakan puisi karangannya sendiri .“.......dengarlah seruan kami anak-anak cacat, dukunglah kami agar mampu melangkah menggapai cita-cita setinggi langit...” demikian antara lain isi dari puisi yang dibawakan Lisa. Tak ketinggalan pula duet manis Alan dan Lia dalam lagu berjudul I Have A Dream. Duet penyanyi cilik ini mengiringi ‘bunga pesan’ yang dibagikan kepada penonton.

Setelah tampilnya anak-anak Penyandang Cacat, tak berapa lama kemudian penyanyi yang paling ditunggu para penggemarnya di Maumere akhirnya hadir diatas pentas, siapa lagi kalau bukan Viktor Hutabarat.


Hadirnya Viktor Hutabarat ini merupakan upaya dari pihak Komisi Perempuan Indonesia (KPI) Sikka sebagai sponsor utama yang mendapat dukungan penuh dari www.inimaumere.com, Sonia FM, Gading Beach Hotel & Resort, Game’s Pro dan lain-lain.

Dengan langkah pelan namun pasti, dengan bernyanyi sambil didampingi gadis-gadis manis bernyalakan lilin ditangannya, Viktor sempat membuat kejutan dengan muncul secara sengaja dari arah belakang penonton.

Aksi pertama Lai Viktor ini semakin semarak ketika ia telah berada diatas pentas. Melihat banyak warga Batak yang hadir, langsung saja Viktor menghadiahkan beberapa nomor pembuka. Diantaranya ia menghibur dengan lagu yang cukup terkenal dari sekian banyak lagu dari daerah Samatera Utara yakni Situmorang.

Lagu yang berirama riang tersebut langsung saja mengangkat suasana menjadi lebih ekspesif dan meriah. Semua bernyanyi terutama anggota Keluarga Besar Sumatera Utara yang hadir di konser amal tersebut.
Melihat antusiasme penonton, Viktor pun tak tahan untuk menyapa warga Batak dengan bahasa asal mereka sehingga suasana menjadi seperti acara kangen-kangenan antar saudara. Maklum mereka disinikan (Maumere) jauh dari tanah leluhurnya. :-)

Viktor yang bernyanyi dengan diiringi musik keyboard yang dimainkan secara tunggal oleh musisi Nyong Franco, mendendangkan suara emasnya dalam konser amal ini untuk mengumpulkan dana dan sumbangan bagi para penyandang cacat.
Dukungan Viktor secara nyata menguatkan berbagai pihak terutama para penyandang cacat yang memang sangat membutuhkan uluran bantuan apa saja dan dari siapa saja.

Konser amal Viktor Hutabarat merupakan konser amal ketiga yang berlangsung setahun belakangan. Sebelumnya di bulan april 2008 Delon Idol mengunjungi Panti Sosial dan Penyandang Cacat St Dhympna Maumere dan melakukan konser amal dengan tajuk ‘Konser Amal Untuk Anak Cacat” di Samador.

Margareth Mamamia selanjutnya ke Samador juga dalam rangka Konser Penggalangan Dana Untuk Pembangunan Gereja St.Thomas Morus Maumere. Dan kini seorang penyanyi yang lebih senior dan boleh dikatakan adalah guru dari kedua penyanyi tadi mampir dalam lawatan khusus nya untuk anak-anak cacat. Kedatangan salah satu legenda musik pop tanah air ini ke Maumere adalah yang kedua kali setelah sebelumnya bernyanyi dalam penthabisan Uskup Keuskupan Maumere yang pertama Mgr.Sensi Potokota.Pr di tahun 2005 lalu.

Kembali Ke Laptop Konsernya.... :P
Viktor Hutabarat rupanya tidak main-main memanjakan para penggemarnya. Suara emas yang dimilikinya ditampilkan secara maksimal meski keringat bercucuran deras membasahi tubuhnya. Sebagai seorang penyanyi profesional yang telah lama malang melintang di jagad hiburan musik pop tanah air, ia sangat tahu bagaimana caranya membuat para fans tetap betah berada bersamanya. Lihat saja di nomor medley, ia membuat kejutan dengan menguasai kursi penonton. Dari depan hingga belakang ia tak lelah berpindah, duduk berdampingan sambil bernyanyi bersama atau berduet dengan membagi suara dengan para fansnya.
Semua yang dilakukannya akhirnya melahirkan suasana yang terlihat akrab dan tentu saja menjadi luar biasa bagi semua penggemarnya. Siapa seh yang tak suka duduk berdampingan sambil bernyanyi bersama penyanyi pujaannya?

Viktor yang didampingi Bung Kanis Lewar sebagai Pembawa Acara juga melakukan aksi lelang lagu, menggali dana bagi para penyandang cacat. Untuk itu Viktor tak henti-hentinya menembangkan lagu pop Indonesia, rohani maupun lagu asal daerah Sumatera Utara memenuhi permintaan para penyumbang dana.
Diantaranya tembang jaman dulu (jadul) berjudul Semalam Di Malaysia yang di ubah menjadi Semalam Di Maumere untuk memenuhi permintaan penonton asal Sumatera Utara, lagu legendaris Gereja Tua, Ayah, Kabulkanlah , Kutak Dapat Jalan Sendiri, medley rock n roll, dan beberapa nomor rohani maupun lagu asal daerah Sumatera Utara.

Semuanya itu membuat penyanyi yang telah banyak mengeluarkan album solo baik pop, rohani dan daerah itu untuk selalu pintar-pintar menjaga stamina agar tetap terlihat prima. Rupanya Viktor Hutabarat memang berkelas, semua lagu mampu dibawakannya dengan kualitas vokal yang terdengar selalu tetap stabil meski tak henti-hentinya ia berinteraksi dengan penonton di hampir setiap lagu yang dibawakannya.

Dalam lagu Ave Maria versi Latin, dengan penuh penghayatan Viktor yang sebelumnya dipagi hari telah berkunjung ke Panti Penyandang Cacat St.Aloysius Wairklau Maumere memukau semua orang.
Viktor bahkan telah membuat semua penonton terkesima dengan gaya bernyanyi dan cara dia mengimprovisasi vokalnya dalam tembang Khatolik yang sering dibawakan dalam berbagai versi oleh semua penyanyi tenor diseluruh dunia. Agar penonton bisa mendalami setiap melody dan syair yang keluar, Viktor sengaja meminta untuk membawakan lagu penuh makna tersebut dalam kedaan gelap tanpa cahaya lampu.

Konser malam itu ditutup sekitar pukul 12 malam.Tak terasa Viktor Hutabarat tampil meyakinkan dengan 3 jam mengusai panggung. Untuk konser ini panitia menjual tiket seharga Rp 100.000, Rp.50.000 dan Rp.25.000. Meski banyak kursi terlihat tak ada penghuninya tapi setidaknya telah ada niat baik dan tulus dari berbagai pihak untuk tetap menjaga perhatian mereka bagi saudara-saudara kita para penyandang cacat yang membutuhkan bantuan.

Foto-Foto Liputan..:






Bunga PeSaN Dari Penyandang Cacat



Aksi Turun Panggung..




Bersama Musisi Pengiring,Nyong Franco..

Bersama Pewara Bung Kanis Lewar..
Upsss, ikutan tenar ah..

Bareng Penyandang Cacat dan Panitia..

Bareng Keluraga Besar Sumatera Utara Di Maumere..


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Wednesday, 18 February 2009

PNS 3000..

Tulisan ini berhubungan dengan hasil test PNS Kab.Sikka yang baru saja di umumkan tanggal 14 february 2009..

TIGA ribu...tiga ribu..... PNS... tiga ribu... Oom... beli 3000 ada PNS.... “he.. ade.. PNS tiga ribu tu apa?” saya kira PNS lagi di obral, ternyata penjual koran itu menjawab “tidak Oom.. koran harga tiga ribu, ada info hasil tes PNS 2009”
Laris sekali koran pagi ini, semua orang ingin melihat hasil tes CPNSD yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu. Para dokter, Para sarjana baru, para tenaga honor dan kontrak, karyawan toko, karyawan asuransi, para lulusan SMA, tukang ojek juga tidak ketinggalan ingin melihat hasil tes CPNSD tersebut. Ada yang mencari namanya sendiri, ada yang mencari nama keluarganya, ada yang sekedar ingin tahu, bahkan ada yang mencari peluang traktiran makan-makan. Lumayan kalo ada teman yang lulus pasti ada traktiran, apalagi pas valentine.. wih,, seru nich.. Ada yang membaca di emperan toko, di dalam angkutan umum, ada juga yang sambil naik ojek, eits.... hati-hati pak nanti kecelakaan, belum juga jadi PNS.

Wah... laris sekali jualan PNS. Peminatnya banyak euy.... Buat koran yang memuat hasil pengumuman, omset besar!!! Panen...panen.. tidak usah iri, itu rejeki atas kerja keras mereka selama ini. Bagusnya, bagi-bagi juga tuh untuk kegiatan sosial masyarakat. He..he.. saya mau buat proposalnya.

Tapi kok banyak sekali yang mengikuti tes CPNS yang diselenggarakan pemerintah? Banyak argumen dan fenomena yang terlihat dalam hal ini. Bagi mereka yang sudah bekerja ada alasan untuk meningkatkan pendapatan dari pekerjaan sebelumnya yang berpendapatan lebih keci dibanding gaji PNS (yang sebenarnya pas-pasan juga). Bagi para sarjana baru, ada alasan untuk mencari lapangan kerja (yang seharusnya menciptakan lapangan kerja sendiri) dan pembuktian diri atas idealisme kampus yang mereka jalani selama kuliah, mumpung ilmu masih segar langsung ditess. Ada juga yang berorientasi pada gengsi, kalo jadi PNS pake seragam dan atribut yang gagah gengsinya lebih tinggi dari sekedar salles (pada hal kalo jadi PNS yang KKN malah lebih tidak bermartabat). Ada lagi yang sekedar ikut rame, beli pensil Rp. 2000, ikut tes 2 jam, kalo lulus bisa merubah nasib 20 tahun lebih.. lumayan(dari pada cari kerja 2 tahun ke depan, belum tentu bisa merubah nasib). Dan masih banyak lagi alasan dan realita orang mengikuti tes CPNS yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Semuanya bermuara pada orientasi merubah hidup.

“ORIENTASI MERUBAH HIDUP”

Beberapa ahli filsafat melalui berbagai tulisannya (maaf saya lupa nama dan judul bukunya) menyampaikan “hidup yang bagaimana yang ingin anda ubah? Kehidupan seperti apa yang anda tidak bisa pertahankan? Jawabannya hanyalah pada bagaimana menyatukan fikiran dan perasaan bahwa sesungguhnya hidup adalah sebuah PELAYANAN.” Bagi individu-individu tertentu, hal ini mungkin sangatlah agamais, atau terlalu idealis, lebih kasar lagi mereka katakan sok-sok an. Buat mereka hidup ya dinikmati saja, yang terjadi-terjadilah.

Hal itu pun tidaklah salah. Memang hidup harus dinikmati dan dijalani, tetapi jika menjalani hidup tanpa orientasi, tanpa visi, tanpa tujuan, tanpa kesadaran akan makna, maka semua itu hanyalah kehampaan. Tidak ada artinya, tidak ada surga. Tidak akan ada kenikmatan abadi. Maka hidup harus punya tujuan. Dan tujuan yang paling benar yaitu hidup adalah PELAYANAN. Pelayanan kepada keluarga, pelayanan kepada orang miskin, pelayanan kepada para petinggi negeri, pelayanan kepada orang sakit, pelayanan kepada yang membutuhkan bahan makanan, pelayanan kepada yang membutuhkan perijinan, pelayanan kepada yang membutuhkan keamanan, pelayanan kepada yang membutuhkan informasi, pelayanan kepada yang membutuhkan kasih sayang, bahkan pelayanan kepada diri sendiri (ingat, ini urutan yang terakhir) dan sejumlah litani pelayanan yang bisa menerangkan situasi yang remang-remang dan gelap.

Jadi apapun yang dikerjakan, apapun yang dikejar, apapun yang dicita-citakan untuk merubah hidup, sesungguhnya harus berotientasi pada pelayanan.
Demikian pun bagi para pencari berita pagi ini, untuk melihat hasil tes CPNS. Menjadi PNS, orientasi anda haruslah pada pelayanan kepada masyarakat. Bukan pada gaji bukan juga pada penghasilan lain-lain, bukan pada gengsi, bukan juga pada jabatan. Karena jika anda berorientasi pada gaji, maka anda akan disibukan pada tuntutan kenaikan gaji per tahun (yang sebenarnya tidak sebanding dengan kenaikan harga) dari pada tugas pokok anda. Jika anda berorientasi pada pendapatan lain-lain, maka anda akan disibukan dengan urusan-urusan proyek yang kotor dan penuh KKN (yang sesungguhnya bermasalah di hari tua anda, seperti beberapa pejabat di SIKKA akhir-akhir ini).

Jika anda berorientasi pada gengsi, maka anda akan disibukan dengan rasa malu dan tidak percaya diri anda, (karena sesungguhnya menjadi PNS Anda hanya bisa membeli sepeda motor dengan mengajukan kredit di Koperasi atau BANK), gaji Anda sendiri tidak cukup membiayai gengsi anda. Jika Anda berorientasi pada jabatan, maka Anda akan disibukan dengan upaya bekerja ABS (asal bapak senang) dan “cari muka” (kalo ada atasan kerja rajin, kalo tidak ada atasan ogah kerja), atau Anda sendiri akan disibukan dengan stress saat tidak mendapat jabatan yang diinginkan.

Masih berminat jadi PNS???? Harus masih lah..!!! kan ada pensiunnya...

“PNS WIRAUSAHA”

Menjadi PNS, tetapi punya pendapatan di atas rata-rata? Wah.. itu idaman setiap PNS. Bisa??? Kenapa tidak? Gampang... menikahlah dengan putri pengusaha.. he.he. warisannya lumayan tuh.. eits tapi harus jadi menantu yang berbakti. Harus bisa kolusi dengan pejabat supaya usaha mertuanya lancar.. beban? KKN Lagi deh.. kalo gitu pake cara lain. Buat SPPD atau Kwitansi fiktif. Wah... harus hati-hati tuh... kalo ketahuan auditor, disuruh kembalikan ke kas negara. Tetapi kalau lolos, bisa dapat puluhan juta. Atau cara lain, todong aja para kontraktor yang menang tender, lumayan tuh bonusnya.

Banyak jalan menuju ke Roma. Semua orang juga tahu pepatah ini. Lebih banyak lagi yang sekedar tahu tetapi tidak memaknainya. Kalau ingin pendapatan lebih, ya kerja lagi. Jam kerja PNS kan dari jam 07.00 sampai 14.00. Dari jam 14.00 sampai jam 07.00 lagi, kan kosong tuh.. Menanam sayur di pekarangan bisa menghemat uang belanja juga bisa dijual ke para “papalele”. Beternak babi, kambing, atau sapi bisa jadi uang saat musim pesta (masyarakat timur kan suka berpesta). Jualan rokok untungnya kan bisa menghemat uang rokok sendiri (tetapi sebaiknya anda tidak merokok dan uang nya di tabung untuk membeli buku pelajaran anak anda). Menjual ide (bagi para pemikir) pun bisa jadi uang untuk yang membutuhkan informasi. Dan masih banyak cara lain untuk mendapatkan penghasilan sampingan (saya yakin anda punya ide yang lebih bagus dari saya). Jangan lupa resep di atas. Semuanya berorientasi pada pelayanan (dan saya juga yakin anda lebih bisa menterjemahkan maksud saya ini).

Selamat kepada saudara-saudara yang lulus dalam Tes CPNS kali ini, korannya disimpan ya.. biar jadi kenangan. lopa hulir (jangan lupa)... yang utama adalah PELAYANAN.

Kiriman: Bung Keypi
Tinggal Di Maumere

Kutipan Atas Artikel-Artikel Harus Menggunakan Sumber Website Dan Nama Penulis Yang Jelas,Marilah Mulai Bersikap Untuk Menghargai Karya Orang..

Bagi teman-teman yang pintar nulis dan peduli dengan Maumere,kami nantikan tulisan menarik anda,kirim saja di email : inimaumere@yahoo.com

Atau Kontak HP yang telah ada di WebBlog ini ,

Jika perlu,data diri dan lampiran foto diri anda juga diperbolehkan,Salam..!!


www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---