Selamat Datang di Maumere...

SELAMAT BUAT PAKET AN-SAR (YOS ANSAR RERA-P.NONG SUSAR) yang dipercayakan masyarakat Kabupaten Sikka sebagai BUPATI dan WAKIL BUPATI SIKKA 2013-2018..
Pemandangan di Kolisia, Kecamatan Magepanda

Wednesday, 1 April 2009

Desa Sikka, Jejak Portugis Yang Tertinggal

Bicara tentang Desa Sikka tidak ada habisnya. Desa kecil yang berada di selatan Kabupaten Sikka dan secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Lela memiliki banyak potensi yang layak di jual sebagai aset pariwisata di Kabupaten Sikka. Sebut Desa Sikka tentu tak akan lepas dari nama Lela, Sikka-Lela. Dua desa bertetangga dan cenderung dikaitan satu sama lain. Disinilah nuansa Portugis bisa kita temui, disinilah jejak-jejak bangsanya pesepakbola terkenal Cristiano Ronaldo itu bisa ditelusuri. Disini juga sebuah agama besar di dunia yakni Khatolik disebarluaskan oleh Portugis, sebelum akhirnya Portugis ditendang keluar oleh Belanda dan akhirnya bermukim di Timor-Timur saat itu (sekarang Timor Leste). Memang bukan hanya di Desa Sikka saja Portugis menancapkan pengaruhnya tapi hampir diseluruh wilayah Kabupaten Sikka (juga tentu saja Flores dan NTT) bisa ditemui pengaruh yang kuat dari bangsa tersebut.Namun di Desa Sikka inilah aroma itu terasa masih membekas dan bisa ditemui sisa peninggalan Bangsa Portugis tersebut.


Dilarang Mengkorankan Artikel dan Foto tanpa persetujuan dari kami !!

Desa Sikka terletak di belahan selatan Pulau Flores dan menghadap Laut Sawu. Desa ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Sejarah yang mengental tertinggal lewat jejak Portugis yang begitu kuat dan bisa dilihat dari beberapa peninggalan tetarian yang sangat terkenal di Sikka, salah satunya adalah tarian Toja Bobu. Ada pula gereja tua, artefak meriam, rumah pastoran dengan gaya tempo doleloe.

Nama keluarga suku Sikka juga terlihat sangat kental dengan pengaruh Portugis. Nama-nama seperti da Gomez, da Lopez, da Cunha, da Gama, da Silva, Ximenez da Silva, Conterius, Carwayu, Fernandez, Pareira, da Rato, Carvalho, de Ornay, dan lain-lain adalah satu hal yang khas di Kampung Sikka-Lela.

Nama-nama orang seperti Juang, Diogo, Prinsipin, Prisenja, Dona, Pranza dan lain-lain dan nama-nama hari seperti Secunda, Tersa, Quarta ,Qinta dan lain-lain.

Juga istilah-istilah yang baku dalam kehidupan sehari-hari yang lazim juga dipakai oleh seuruh masyarakat di Kabupaten Sikka seperti seu, kontas, rosario, kadera, serdadu, nyora, kantar, seja dan masih banyak lagi dikutip dari bahasa Portugal.

Tentu saja jejak-jejak Bangsa Portugis di tanah Kabupaten Sikka tersebut masih banyak. Karena keterbatasan data kami hanya bisa menampilkan sebagian saja. Kami masih terus mengumpulkan data tentang sejarah Portugis di Kabupaten Sikka. Semoga bermanfaat.

SEDIKIT TENTANG TOJA BOBU

TOJA BOBU adalah sebuah tetarian yang terdapat di Desa Sikka, sebuah budaya peninggalan Portugis yang menyajikan tentang kisah cinta yang romantis. TOJA BOBU bercerita tentang perjuangan beberapa pemuda yang ingin menikahi seorang putri bernama Prisenja. Tetarian ini sangat menunjukkan pengaruh budaya Portugis yang kuat dan diterima dalam budaya lokal.

TOJA BOBU telah berjalan sejak abad 16 dan tarian ini biasa dilangsungkan setiap tanggal 26 Desember setiap tahun setelah perayaan Natal. Mau menyaksikannya? Datang saja ke Desa Sikka.

Tarian Toja Bobu di Sikka

Gereja Sikka

Dilarang Mengkorankan Artikel dan foto ini tanpa persetujuan dari kami !!
www.inimaumere.com



Selengkapnya...

Tuesday, 31 March 2009

Bela Sungkawa Untuk Situ Gintung..

Indonesia Menangis.Ya,duka cita itu datang ditengah-tengah kosentrasi masyarakat Indonesia sedang hangat-hangatnya menyambut pesta Pemilu 9 april mendatang.Tragedi yang menyisahkan derai airmata tersebut bisa kita saksikan setiap hari lewat tayangan diberbagai stasiun TV mengalahkan berita kampanye terbuka partai peserta Pemilu.Jakarta tersentak,masyarakat Indonesia berduka.Lagi bencana kembali datang di negeri ini yang seakan-akan tak pernah ada habisnya.Entah dosa apa yang telah dibuat.Berbagai kalangan pasrah dengan mengatakan bahwa ini adalah murka Tuhan,takdir yang telah digariskan.Tapi lewat blog ini kami sama sekali tak setuju.Ini bukan murka Tuhan,ini adalah mutlak karena kelalaian manusia.

Ya,Tanggul Situ (Danau) Gintung tersebut terletak di daerah Cirendeu, Ciputat Selatan di Tangerang,Propinsi Banten.Saat jebol air pun mengalir keluar dan menggenangi perumahan warga. Sampai berita ini dinaikan korban tewas sudah mencapai lebih dari 99 orang dengan korban yang belum ditemukan mencapai 100 orang lebih.

Bencana jebolnya tanggul terjadi pada hari jumat tanggal 27 maret 2009 sekitar pukul 05.00. Sebelumnya pada hari Kamis, 26 Maret 2009, hujan memang turun cukup deras.

Hampir sebagaian besar rumah warga yang berada di sekitar kawasan yang dilalui air bah tersebut hanyut.Jelas,tragedi ini akhirnya membuat banyak pihak menjerit.Kelalaian manusia telah memperoleh buahnya,bencana dahsyat dipinggiran Jakarta.

Dari weblog ini,kami juga menyatakan turut berduka cita atas bencana tersebut.Semoga Tuhan memberi tempat yang layak bagi semua yang telah meninggal.



Lokasi Wisata

Sebelum peristiwa ini, pulau yang terletak di Desa Cirendeu, Ciputat, Tangerang itu dikenal sebagai salah satu lokasi wisata, outbound, dan pesta. Setiap hari libur, lokasi yang dikelilingi Danau Situ Gintung ini selalu dipadati warga Jakarta yang ingin melepaskan penat.
Lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, membuat lokasi ini banyak dipilih kantor-kantor untuk mengadakan gathering. Bahkan Anda bisa datang untuk sekadar berolahraga seperti renang dan tenis di tempat yang pemandangannya tidak kalah dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat itu.

Karena pemandangan yang indah, beberapa rumah produksi juga sering menggunakan kawasan ini untuk syuting video klip, iklan ataupun sinetron. Maka tidak heran jika Anda ke tempat ini, sering bertemu artis-artis.

Biaya masuk ke Pulau Situ Gintung pun relatif murah. Untuk dewasa hanya dikenai Rp 4 ribu sekali masuk. Sedangkan untuk anak-anak lebih murah yakni Rp 2 ribu. Jika Anda ingin camping juga tidak mahal, tinggal membayar Rp 7.500, Anda bisa menikmati malam di kawasan romantis itu.

Anda juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam jika ingin mengajak teman-teman menginap di lokasi ini. Dengan Rp 150 ribu per malam, Anda dan rekan-rekan sudah bisa menginap di wisma Situ Gintung.(Dari berbagai sumber)


Sedikit Info bagi rekan-rekan alumni ITN Malang;
Kami pengelolah blog ini (Oss,Boim,Dpar) yang adalah alumni ITN (Institut Teknologi Nasional) Malang baru-baru ini menerima email dari Mas Mokhtar Hanafi,Alumni ITN (Institut Teknlogi Nasional) Malang yang menyampaikan bahwa ; diantara sekian banyak korban dan pengungsi, ternyata ada 1 orang teman kita, alumni ITN malang yang menjadi korban.

Berikut data temen kita,alumnus ITN Malang yang menjadi korban :
Nama : Dede Syahbudin
NIM : 9617073
Jur : Teknik Elektronika S1 - 1996

Rekan kita selamat meski meninggalkan banyak luka disekujur tubuh...

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Sunday, 29 March 2009

Inimaumere, Heart Of Maumere, M2M..Ita Di Norang..!

Wuahhhh..ada-ada saja orang Maumere neh.Ada-ada saja cara para generasi muda mengenalkan Kota Kecil ini ke dunia luar.Wuah enaknya jadi orang Maumere sekarang neh, makin mudah saja mengakses perkembangan tanah leluhur dari titik dan belahan bumi manapun,asal tersambung yang namanya internet semuanya jadi mudah.Tida usah pake surat-suratan model jaman dahulu,tak usah pake titip-titipan salam kayak dulu, tak usah pake pusing-pusingan,semuanya jadi mudah setelah yang namanya internet hadir ke dunia. Semuanya jadi mudah setelah yang namanya inimaumere hadir di internet,semuanya jadi mudah setelah yang namanya Heart Of Maumere lahir kedunia internet.Ini nih yang jaman dulu tak pernah terpikirkan oleh kita semua.LALU KENAPA KAMI HADIR?


Dulu,saat berada di jaman rantau yang namanya ingin mengetahui perkembangan tanah Maumere tuh kayaknya susah banget.Bener kan?Paling kalo nanya di Om Google jawabnya kemiskinan dan keterbelakangan yang kita dapatin,kalo tida te paling berita liputan tentang birokrasi dan tetek bengeknya .Ampir semua jawaban dari Paman Google selalu sama.Ini nih yang selalu membuat kami resah.Emangnya cuma itu doang yang ada di Tanah Sikka?Emang tida ada yang lebih baik dari itu semua?Semuanya itu jelas mengganggu pikiran kami hingga akhirnya kami menelurkan www.inimaumere.com ke dunia cyber dengan catatan bahwa ada loh sisi lain dari kota ini yang sedang berjalan.Ada loh anak-anak muda Maumere dibelahan lain yang berprestasi.Ada loh saudara-saudara kita yang ada nun jauh dibelahan dunia.Ada loh anak-anak muda kreatif dari Maumere.Ada loh budaya yang menarik dari tanah ini,ada loh pantai-pantai indah di tanah ini,ada loh kehidupan yang menarik dari kabupaten ini..Ada loh..bla..bla..bla..bla…
Jelas kami ingin menangkis anggapan orang luar yang sangat tak mengetahui Kota Maumere,yang kadang-kadang mereka tuh nanya gene;Eh,Maumere tuh dimana seh,Kota Maumere kayak apa,Kota Maumere tuh apa seh?Kota Maumere tuh ada di propinsi apa.. dan bla..bla..bla..

Siang malam cuma ngeposting,tiap,hari kerjanya cuma ngeliput peristiwa yang sedang berlangsung di Maumere dengan tanpa dukungan dari siapapun dari kabupaten ini tapi lihatlah hasilnya,rupanya Maumere makin dikenal saja oleh siapapun.Kami yakin usaha kami telah sedang berhasil kami jalani,Maumere makin dikenal orang.Tidak percaya?Lihat saja ratusan email dan telepon yang mampir di tim inimaumere dari berbagai orang dan latar belakang pendidikan.Bahkan ada orang Maumere yang telah sekian lama meninggalkan Maumere cuma bisa menangis saat menelpon kami,katanya ia sangat rindu Maumere setelah mengetahui Maumere dari ‘inimaumere’,tentu saja kami jadi terharu,suatu hal bahwa kerinduan dia terhadap tanah kelahirannya telah terobati.Ia cuma menangis di line telpon,luar biasa.

Ada lagi orang luarMaumere yang rupanya enggan ke Maumere meski mendapat kerjaan disini.Mati-matian tuh anak tak mau ke Maumere,dalam anggapannya Maumere tuh kota yang ada di antah berantah..mmmhhh setelah di googling dengan kata kunci Maumere,masuklah ia di ‘inimaumere’ hehehe besoknya terbanglah ia ke Maumere.Bayangan yang gelap tentang Maumere ternyata bisa dijawab oleh ‘inimaumere’.

Inimaumere tentu terus berjalan.Punya terobosan lain dari yang lain yang tidak bisa didapat dari website lain yang mungkin sejenis. Kami ingin selalu indepeden,melaporkan nian itan dengan cara kami,jika anda tak suka ya jangan datang ke ‘inimaumere’.

Lalu berkenalanlah kami dengan yang namanya Valentino.Anak muda asal Lela yang sedang menimba ilmu di Jerman.Rasanya kami memiliki persamaan,mengenalkan Sikka ke dunia luar. Lalu,meneteslah apa yang dinamakannya Heart Of Maumere,Komunitas Orang Maumere dengan satu tujuan dengan inimaumere bahwa ‘ITA DI NORANG’,artinya kita orang MAUMERE ada loh..

Lucky Reyner pun tak tinggal diam, lewat M2M Sonia Fm yang terpancar secara langsung di setiap kamis malam tak henti-hentinya Lucky Reyner mengajak anak-anak muda berkunjung di ‘inimaumere’dan bergabung di Heart Of Maumere’ suatu pekerjaan yang sungguh dilakukan dengan ketulusan.Tentu saja kami sangat berterima kasih buat Bung Lucky Reyner dan tak lupa saudara yang hebat, Mo'at Valentino!!

Kini kita masih terus berusaha semampu kami dengan apa yang kami miliki.Tak terasa rupanya ‘inimaumere’ telah hadir setahun lebih dengan segala kekurangan. Kami yakin jika tak ada rintangan, kami akan terus berjalan dengan dukungan teman-teman yang ingin Maumere dikenal orang. Kita orang Maumere ada!!

Ya,tetaplah berkunjung,sampaikan juga ‘inimaumere’ ke semua orang,sampaikan agar mereka bergabung disini di ‘inimaumere’ n Heart Of Maumere’ dan M2M ya,karena disini kita ada…!!

Salam!!




WWW.INIMAUMERE.COM
Selengkapnya...

Thursday, 26 March 2009

Ijasah,Sertifikat Dan Kemampuan TI

Kata orang, bidang teknologi informasi bisa dikuasai oleh orang dengan latar belakang pendidikan formal apa saja. Memang kalau kita lihat banyak jagoan yang memiliki latar belakang aneh-aneh, yang tidak ada hubungannya dengan bidang teknologi informasi. Bagaimana kita tahu bahwa orang yang bersangkutan memang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi? Apakah ini bisa kita ukur dengan melihat ijasah atau sertifikat yang dimilikinya? Ataukah langsung dengan mengukur kemampuannya?


Perusahaan sering mengalami kesulitan dalam melakukan penerimaan pegawai baru yang terkait dengan bidang teknologi informasi ini. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan ijasah sebagai prasyarat pendaftaran. Ini pun masih bermasalah sebab jurusan apa diperguruan tinggi yang dapat dianggap berhubungan dengan teknologi informasi? Di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) saja, tidak ada jurusan yang namanya Teknologi Informasi. Yang ada adalah jurusan Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Lantas apa lulusan jurusan lain tidak masuk kualifikasi di bidang teknologi informasi? Padahal kalau kita selidiki, ilmu komputer ini memiliki dasar di Matematika dan Fisika. Jadi seharusnya jurusan lain pun layak untuk ikut melamar. Tapi kalau dibuka satu, maka yang lainnya pun seharusnya boleh. Artinya asal lulus S1 bisa melamar? Lalu bagaimana yang tidak memiliki ijasah S1?

Lulusan dari perguruan tinggi dari jurusan yang terkait atau berhubungan dengan teknologi informasi pun ternyata belum tentu siap pakai di industri. Atau yang lebih mengerikan lagi adalah adanya lulusan dari jurusan yang terkait dengan teknologi informasi yang tidak memiliki dasar untuk bekerja dibidang itu. Saya pernah melihat lulusan informatika dari sebuah perguruan tinggi yang tidak memiliki bakat dan kemampuan memprogram. Padahal dia sedang melamar ke perusahaan yang membutuhkan kemampuan tersebut.Berdasarkan pengalaman seperti ini, akhirnya lingkungan bisnis atau industri memilih untuk menggunakan sertifikasi profesional sebagai alat ukur untuk menerima pegawainya.
Mulailah muncul standar sertifikasi yang umumnya dimotori oleh vendor, seperti Novell, Microsoft, Cisco, Oracle, dan masih banyak lainnya. Sertifikat dari vendor ini mulai dihargai lebih tinggi dari ijasah perguruan tinggi. Siapa pun diperbolehkan
mengambil sertifikasi ini dengan mengikuti ujian.

Ada masalah baru dengan sertifikasi profesional ini. Yang pertama adalah biaya ujian sertifikasi ini tergolong mahal,sehingga tidak banyak orang yang mencoba mengambilnya.Peranti (lunak maupun keras) yang dibutuhkan untuk bidang ini juga seringkali mahal. Sebagai contoh, agak sulit dan tidak lazim bagi seseorang untuk memiliki sebuah router Cisco di rumahnya. Akhirnya ada software yang dapat menyimulasikan(emulasi) perangkat Cisco tersebut. Namun, ini menimbulkan masalah baru, yaitu bisa saja seorang lulus ujian Cisco akan tetapi belum pernah menyentuh
perangkat Cisco!

Saya menganalogikan (meski ada yang tidak sepakat dengan analogi ini) dengan seorang yang lulus ujian (teori) berenang tanpa pernah menyentuh air. Analogi lain adalah orang yang mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) A(mobil) tapi tidak pernah mengendarai mobil. Maukah anda membawa keluarga anda berpergian jarak jauh naik mobil
dengan pengemudi seperti itu—memiliki SIM tapi belum pernah mengendarai mobil?

Masalah sertifikasi berikutnya adalah mulai munculnya ‘joki’ ujian. Tapi ini soal lain. Intinya,penggunaan sertifikat sebagai metoda seleksi pun memiliki masalah.Sumber utama masalah kita adalah bagaimana kita mengukur kemampuan seseorang. Kemampuan yang dimaksud di sini adalah kemampuan dalam teori dan praktik.
Kemampuan teori dapat dilakukan dengan memberikan ujian tertulis. Skill atau kemampuan praktik ini lebih sukar diukur.

Apakah untuk mendaftar penjadi pegawai sebuah perusahaan harus melalui praktek dengan perangkat sungguhan? Ini terlalu menyulitkan. Oh ya, saya sendiri tidak memiliki sertifikat.
Kalau saya melamar di perusahaan Anda, mungkin saya ditolak.

Oleh : Budi Raharjo ; www.infolinux.web.id

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

Monday, 23 March 2009

Kontak Pemasangan Link Web atau Blog Anda

Anda mau memasang link wesite atau link blog Anda? Silakan menghubungi kami..



www.inimaumere.com




Terima kasih telah menghubungi kami..



Selengkapnya...

Sunday, 22 March 2009

Saatnya CALEG Unjuk Gigi..

Jangan heran kalau akhir-akhir ini kita sering menerima undangan untuk ikut menghadiri pertemuan dialogis dan sosialisasi dari calon anggota legislatif yang akan ikut bertarung dalam pemilu legislatif.Banyak cara dan strategi yang dibangun para caleg ini untuk menyentuh hati para pemilihnya.Beruntung bagi para caleg jika para calon pemilih masih ada hubungan kekerabatan,persahabatan,figurnya telah dikenal masyarakat maupun kekentalan hubungan yang diwarisi darah partai.Jika tidak tentu harus bekerja keras lagi dengan cara dan strategi yang dipakai untuk membuat sang calon pemilih tertarik dengan sang caleg.Caranya?Bisa dengan penyebaran kartu pengenal,pemasangan baliho dititik-titik strategis,penayangan iklan diberbagai radio,TV maupun strategi lain yang diharapkan mampu menarik hati calon pemilih.

Rupanya pola-pola lama seperti itu masih terus dipakai.Belum ada terobosan baru dari para caleg untuk menyiasati persaingan yang maha berat ini. Namun begitu ada pula para caleg lain yang melakukan terobosan kampanye yang rada-rada lain dari yang lain.Misalnya Ada yang tiba-tiba berubah menjadi penari tradisional dan mengunjungi langsung masyarakat yang berada di lokasi keramaian.Ada pula yang berkeliling dengan sepeda sembari memperkenalkan diri dan misi kampanyenya,ada pula yang melakukan hal-hal spektakuler yang diharapkan mampu menarik perhatian kalangan masyarakat dan media.

“Para caleg harus pandai menentukan media komunikasi yang tepat untuk mengedukasi pemilih agar mengingat nama caleg, partai dan nomor urut. Untuk pemilu 2009, era spanduk sudah selesai. Spanduk hanya diingat sesaat dan tidak meninggalkan ingatan (memori) yang mendalam bagi para pembacanya yang sebagian besar adalah pelintas jalan dengan kendaraan bergerak. Pembaca tidak mungkin diedukasi untuk mengingat karena pemasang spanduk tidak sedikit dan para pembaca sebagian terkonsentrasi pada jalan,“ ujar Putut Prabantoro, Managing Partner Veloxxe Consulting, praktisi komunikasi dan konsultan PR,mantan wartawan Surya Surabaya.

Omong-omong tentang caleg,pemilu dan konco-konconya,kita jadi bertanya,kenapa sih banyak orang menginginkan menjadi caleg alias calon anggota lesgislatif serta rela meninggalkan pekerjaannya demi mendapatkan posisi sebagai anggota DPRD Kota/Kabupaten DPRD Propinsi atau pun Pusat?? Bahkan ada yang misalnya udah berumur dan telah pensiun sebagai pejabat tapi masih getol juga ingin menduduki jabatan sebagai anggota dewan disaat ia telah lengser sebagai pejabat pemerintah?Mungkinkah ini murni sebuah usaha untuk memperjuangkan kepentingan rakyat banyak? Apakah karena memang benar-benar ingin merubah Indonesia menuju kemajuan dan kebaikan?Hanya Tuhan dan para Caleg yang tahu.Inilah berkah dari sebuah sistem demokrasi yang sedang kita jalani.

Banyak rakyat yang kini digelayuti rasa pesimis,tak yakin,tak percaya dengan apa yang dijual para caleg.Rakyat selalu bertanya,apakah janji-janji yang selalu disuapkan ketelinga mereka akan dibuktikan saat para caleg duduk manis di parlemen?Lucunya rakyat bawah (non pendidikan) tak pernah dikasih tahu,jika saat duduk di parlemen perjuangan sebuah program pembangunan selalu melewati sebuah mekanisme fraksi yang ada aturannya.Tak ada seorang anggota legislatif yang mampu bermain sendiri untuk menggolkan progam yang telah secara sadar di janjikan kepada para pemilihnya.Untuk itu janganlah mengali lobang sendiri terus kecebur kedalam lobang tersebut!!Rakyat cuma ingin agar para caleg mampu melihat rakyat pemilihnya sebagai partner yang terus digandeng bukan hanya saat sebelum duduk di parlemen tapi juga saat duduk diparlemen.Lagian rakyat juga malas kalau tiap kali ada apa-apa terus berdemo di gedung parlemen eh malah tak ada seorang pun anggota legislatif yang keluar menemui mereka jika tak dipaksa dengan bertarung melawan panasnya terik matahari,hujan bahkan badai dan lain-lain hehehe.Ini bukan cerita kemarin sore.

Dalam demokrasi dikenal slogan “Vox Populi vox Dei (Suara Rakyat Suara Tuhan)”.Artinya inti demokrasi adalah kedaulatan rakyat yang berarti dalam sistem demokrasi rakyatlah yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan.Dalam bahasa Abraham Lincoln,demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat.Ini nih yang sering disuapin saat masih duduk dibangku sekolah.

Agar klaim diatas tak sekedar cuma omong kosong atau hanyalah sebuah lagu yang dinyanyikan tanpa judul makanya marilah mulai sekarang untuk selalu menempatkan rakyat sebagai tujuan dari demokrasi yang sedang dijalani.Janganlah menempatkan diri sebagai seorang BIG BOSS tapi tempatkanlah diri sebagai wakil rakyat yang akan menyuarakan kepentingan rakyat yang telah memilih Anda.

Berapa seh gaji seorang Anggota DPR?

Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin per bulan, rutin non per bulan dan sesekali.
Sumber; /www.inilah.com/berita/ekonomi/2009/03/18/91536/ha-gaji-dpr-rp-1-miliar/tahun/

Rutin perbulan meliputi :

Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.

Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000.
Wow!

* * *

Mhhhhhhh...lihat di Kota Solo sekarang ini.Sebuah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Kota Solo telah membangun paviliun untuk menampung pasien kalangan menengah ke atas.Pengelola RSJ juga mempersilakan caleg yang stres akibat gagal dalam pemilu untuk berobat ke rumah sakit tersebut.Ketatnya persaingan untuk memperebutkan kursi dewan yang terbatas ternyata bisa memicu terjadinya goncangan psikis bagi yang gagal terpilih.

Ada peribahasa bangsa Romawi yang bisa digunakan untuk menjelaskan bagaimana pemilu itu harus dilihat. “Humana vita est alea, in qua vincere tam fortuitum quam necesse perdere – hidup manusia itu seperti permainan dadu, di mana kemenangan merupakan suatu kebetulan dan kekalahan menjadi sebuah keharusan.”


Akhir kata,SELAMAT BERTARUNG SECARA SEHAT BAGI SEMUA CALON ANGGOTA LEGISLATIF !!
Kegagalan adalah waktu yang tertunda..

Oss
www.inimaumere.com

Selengkapnya...

Wednesday, 18 March 2009

Nale,Tradisi Menangkap Cacing Laut Di Desa Sikka..


Maumere,Senin 16 Maret 2009. Malam mulai merambat naik mendekati pukul 7 malam. Langit terlihat gelap dengan mendung pekat yang mengantung. Tak ada rembulan tentu saja apalagi bintang-bintang yang tersenyum genit seperti biasanya,tak ada. Laju mobil yang kami tumpangi perlahan-lahan meninggalkan Kota Maumere. Melesat cepat menuju pantai selatan,tepatnya menuju Desa Sikka yang berjarak kurang lebih 25 Km dari Kota Maumere.

‘Sebentar lagi kita akan tiba,”ujar Lucky Reyner yang duduk dibelakang setir mobil.
Sedikit ‘berjoget ria’ akibat jalanan yang agak berlobang akhirnya terlihat juga tulisan “Selamat Datang Di Desa Sikka” yang tertera jelas menyambut kami.
Sebuah desa di pesisir pantai selatan Kabupaten Sikka yang kental memiliki keterikatan sejarah dengan bangsa Portugis serta mewarisi iman khatolik akhirnya kami tapaki. Disinilah sebuah tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun bahkan ratusan tahun yang telah mengental dalam ikatan hubungan persaudaraan diterjemahkan dalam sebuah ‘ritual’ yang unik. Tradisi ini selalu berlangsung disaat umat khatolik seluruh dunia akan menyambut Pesta Paskah. Tradisi yang selalu mendekati perayaan Paskah ini adalah tradisi menangkap cacing laut atau dalam bahasa setempat disebut Nale.

“Lihat, banyak obor disana..!!” teriak Baim bersemangat. Baim adalah salah seorang kru yang malam itu kebagian jatah sebagai fotografernya (cieee) Radio Sonia FM.
Kami berebutan melongok keluar jendela mobil. Busyeeettt..! Seumur-umur baru kali ini melihat nyala obor dalam jumlah yang begitu banyak. Meski melihat dari kejauhan, sekitar 2 Km tapi sangat jelas sekali dibawah sana terlihat nyala api yang terang benderang.

“Horeeeeeeee…cacing naikkk..!!” teriak kami dengan kompak. Artinya bahwa perjalanan ini tidak sia-sia. Menunggu beberapa hari akhirnya datang juga. Nyala obor dikejauhan menandakan bahwa sicacing laut telah siap diburu. Masyarakat yang tumpah ruah disepanjang pantai dengan membawa obor ini ternyata sedang berpesta memburu cacing laut. Ya,musim nale telah tiba. Peralatan perang pun disiapkan saat laju mobil mendekati titik lokasi.

Anda akan bertanya, cacing laut yang ditangkap tersebut akan dibuat apa? Jawab kami, ya dimakanlah..! Santai Bos, ini adalah makhluk yang sangat lezat juga bergizi. Tidak Percaya? Ikut saja kisahnya bersama kami..


Jeruk nipis, wanita yang sedang hamil, wanita yang sedang’datang bulan’ dilarang berada di lokasi, dilarang ikut menangkap, dilarang menginjakan kakinya di pantai. Istilahnya tak boleh dilibatkan untuk ikut berburu. Peringatan serius ini langsung diberitahukan kepada kami. Saling celingukan, siapa tahu dalam rombongan kami ada yang cewek, hamil, datang bulan, bawa jeruk lagi,untung tida ada hehehehe..

Pak Karwayu, Kepala Desa Sikka tempat kami sejenak berisitirahat langsung cekatan membuatkan sebuah obor besar untuk kami (epang gawang golo/terima kasih banyak = Bhs.Sikka). Suara deburan ombak pantai selatan Sikka terdengar bersemangat penuh suka cita, seakan menyambut tapak-tapak kaki ketika kami menelusuri karang demi karang yang menjadi lantai pijakan ketengah lokasi perburuan.

Sejauh mata memandang cuma terlihat nyala obor.  Cahayanya menerangi ribuan manusia yang tumplek di lokasi pencarian. Tak hanya penduduk desa Sikka saja melainkan  beberapa desa tetangga bahkan dari Kota Maumere seperti kami pun terlihat asik bebruru. Meski desa-desa tetangga seperti Lela, Hokor, Bola juga sama berada di bagian selatan pantai Sikka, rupanya pesisir pantai Sikka-lah yang dipilih si cacing laut ini untuk mengembangkan habitatnya. Tak heran, jika menjelang musim panen ini Desa Sikka mulai ramai dengan ‘para pendatang’.

TRADISI YANG MERAKYAT

Mengapa yang membawa jeruk nipis, wanita hamil, datang bulan dilarang berada dipesisir pantai? Menurut masyarakat setempat, si cacing laut tak akan muncul kalau salah satu dari ketiga larangan tersebut dilanggar. Jika cacing laut yang sedang melimpah ruah tersebut tiba-tiba menghilang maka patutlah dicurigai bahwa ada pelanggaran berat atas 3 larangan tersebut diatas..cieeeeee...

Bagi masyarakat setempat, nale adalah sebuah tradisi peninggalan nenek moyang yang patut dilestarikan. Tradisi yang unik dan penuh makna yang melatarinya.

Tradisi menangkap cacing laut yang cuma berlangsung sekali dalam setahun ini selalu berdekatan dengan perayaan Paskah atau lebih tepatntya sang cacing laut tersebut akan muncul di minggu ke-3 menjelang hari raya Paskah. Tidak berubah dari jadwal tersebut. Entah hari raya Paskah jatuh tanggal berapa, bulan berapa nantinya tetap saja si cacing laut ini akan dengan segera muncul kepermukaan di minggu ke-3 menjelang Paskah. Tentu saja keunikan sang cacing tersebut telah berlangsung dari jaman tempo doeloe.

Dulu tradisi ini begitu mengental dengan tradisi sir-siran antar anak muda. Biasanya pada saat panen cacing laut ini, anak-anak muda yang sedang kasmaran ikut-ikutan merayakan tradisi mereka sebagai ajang untuk mencari jodoh. Sang lelaki akan memercikan air ke sang cewek yang ditaksirnya, begitu sang cewek membalas percikan dengan percikan lagi artinya bahwa sang cewek tersebut telah membalas cinta si pemuda.

Ada lagi tradisi mennyiram air keseseorang, entah kecewek atau ke cowok. Seseorang yang boleh menyiram air haruslah terhitung ipar atau ada hubungan saudara lewat pernikahan. Sang cowok atau cewek yang tersiram tak boleh membalas saat itu tapi boleh membalasnya satu tahun kemudian dalam ‘acara’ yang sama (beler deh..hehehe).
“Tradisi menyiram air entah ke cewek atau ke cowok tersebut bersamaan dengan tradisi nale tersebut, ya terjadi disaat sedang sibuk-sibuknya berburu cacing, tapi tradisi ini kini perlahan-lahan mulai ditinggalkan, entah kenapa,” jelas Pak Karwayu.


CACING LAUT YANG UNIK

Cacing laut yang diburu ini termasuk sangat unik. Tak seperti cacing lain yang memiliki body yang kenyal cacing laut yang diburu ini memiliki tubuh yang sangat rapuh. Akibatnya jika tak berpengelaman dalam urusan menangkap cacing laut ini disarankan mencari kerjaan lain saja misalnya ngojek kek megang obor buat nerangin tempat berburu atau jadi pengintai cacing, kira-kira si cacing laut tersebut terlihat disebelah mana…

Kok bisa? Kan tubuh sang cacing laut tadi sangat rapuh kan? Jadi saat menyentuhnya juga harus hati-hati agar sang cacing tersebut tak jadi cairan. Solusinya? Bagi yang tak berpengelaman silakan menggunakan sepotong lidi. Dengan menggunakan lidi tadi cukuplah untuk menolong kita-kita yang kurang pengelaman.

Mencari cacing nale tidaklah mudah. Butuh ketelitian, kejelian, kesabaran dan pandai menangkap. Cacing unik ini akan terlihat muncul dari pori-pori atau lubang batu karang. Kadang terlihat ia terhanyut dibawah air.

Untuk menangkap cacing biar terlihat mudah misalnya kita membentuk satu kelompok yang didalamnya terdiri dari 3-4 orang dengan menyisir secara bersamaan. Cacing laut yang memiliki aneka warna ini akan muncul kepermukaan dengan diiringi beberapa tanda atau gejala.
“Bau amis yang tajam,sambaran petir atau kilat diudara adalah tanda-tanda kedatangan sang cacing,”ujar beberapa warga yang kami tanyai di lokasi.(hihihihi, saya jadi ingat filem ‘malam satu suro’ ).

MENCICIPI CACING LAUT ALA ORANG SIKKA

Pernah merasakan nikmatnya mencicipi cacing laut? Sederhana saja. Tak usah bumbu ini, bumbu itu, merek ini merek itu saat mengolah cacing tersebut. Untuk mejadikannya makanan yang enak beberapa warga mengelolahnya dengan caranya masing-masing. Misalnya mencampurinya dengan lawar setelah digoreng atau diolah menjadi lezat sebagai makanan ‘kampung’ yang gurih nikmat serta bergizi. Semuanya menjadikan kami bersemangat untuk segera menikmati hasil jerih payah kami tersebut.

Sambil mewawancari Pak Karwayu dihalaman rumahnya kami menunggu dengan rasa penasaran sang cacing daalm bentuk ‘jadi’. Seumur-umur baru kali ini kami akan menikmati rasa cacing. Cacing laut tersebut rupanya sedang diolah oleh istri Pak Kades. Tak berapa lama kemudian munculah sang bintang ditengah-tengah kami.

Tak perlu lama, cuma semenit lebih sicacing tersebut telah lenyap ditelan perut kami. Rasanya??
Maaaknyusssssssssss…!! (kata si kuliner tranStv)
Weeeeeeeeeeeeeeeeenakkkk tenan (kata orang Jawa)
Woe paling enak sudah (kata orang Papua)
Hi'i enak ngeri golo (kata orang Maumere)

Penasaran? Jangan kecewa, tahun depan sicacing laut tersebut akan muncul kembali. Kapan?Ingat,minggu ke-3 menjelang hari raya Paskah. Jika punya rencana ajak-ajak kami ya, siapa tahu kami bisa jadi gurunya (cieeeeeee).

Sedikit rekaman dari masyarakat yang ikut berburu cacing laut..!!

Klik Fotonya :










Oss Rebong Inimaumere, teman-teman Sonia Fm dan dua sahabat dari Kota Bajawa Andy n friend ramai ikut turun berburu..

Klik Fotonya :












Sehabis menangkap si cacing laut,kami bersantai sambil berkulababong dengan Kepala Desa Sikka,tak lupa menghabiskan si cacing laut yang telah diolah sedemikian rupa.Bung Marthin Smith dari Sonia FM tak ketinggalan mewawancarai Pak Kepala Desa.




Ikan Babi

Satu keunikan lagi yang ada di Desa Sikka adalah menyantap ikan babi. Menyantap? Berani kau makan ikan babi?Memang kenapa derong (teman)? Ikan babi itu apa?

Ikan babi adalah jenis ikan yang cukup mudah ditemui di Kampung Sikka. Nelayan di Sikka-Lela biasa menangkap ikan berjenis besar ini tapi memiliki kekhasan dalam cita rasa dan akibat mengkomsumsinya. Ganasnya saat di olah untuk menjadi santapan, minyak yang keluar dari tubuhnya akan sangat berlimpah ruah bahkan bara api yang dipakai untuk memanggang daging ikan tersebut akan padam seketika. Begitulah cerita yang pernah mengalami makan ikan babi tersebut.

Nah ini nih yang paling jahat dari sang ikan tersebut. Jangan sekali-sekali untuk menyantap daging ikan tersebut terlalu banyak. Cukup sepotong kecil saja.

Kenapa?Ikan ini dagingnya memang sangat lezat sekali, TAPI akibat yang ditimbulkannya ini nih yang bikin pusing kepala. Setelah menyantap daging ikan tersebut, secara tak sadar, secara diam-diam, secara tak pakai permisi, tak minta ijin terlebih dahulu minyak dari sang ikan yang yang kita santap dagingnya tadi akan keluar dari (MAAP !!) dubur kita, menetes tanpa pemberitahuan. Dan ini akan keluar secara terus-menerus seharian, sampai selesai. Aneh, entah ikan ini termasuk jenis apa, keluarganya apa, bahasa biologinya apa.

Ikan yang sering disebut masyarakat Sikka-Lela dengan panggilan ikan babi (karena lemaknya yang banyak) berada dalam habitatnya di dasar laut yang cukup dalam. Sekali-sekali para pemancing pantai selatan ini menangkapnya.Jika berkunjung ke pantai selatan Sikka-Lela,tak ada salahnya untuk mencoba merasakan lezatnya ikan ini. Berani?

www.inimaumere.com
Selengkapnya...

 

© 2007 MaUmErE oF FlOrEs | Design by MaUmErE Of FlOrEs







---[[ KeMbAlI kE aTaS ]]---